[SF] Scarface Part 15

Scarface

15

Siwon sedang menimang-nimang sebuah kartu berwarna putih gading. Ia sedang memutuskan apakah dia akan datang atau tidak. Walaupun ibunya mengatakan bahwa dia tidak perlu datang tapi menurut Siwon sangat tidak sopan jika hanya mengirimkan karangan bunga. Tapi hal itu malah membuat Siwon semakin gusar. Sejak mendapatkan kartu tersebut, Siwon sudah berkeliling rumah sebanyak empat kali. Mulai dari kamarnya, turun ke dapur lalu berjalan menuju ruang baca. Kemudian menuju ruang kerja beralih pada beranda belakang rumah dan terakhir kembali ke kamar. Hal itu terus berulang selama tiga jam. Jinri saja sampai kesal melihat tingkah kakaknya.

Siwon kini sedang berada di ruang baca –untuk ke-lima kalinya. Dan Jinri sudah melihat Siwon sebanyak dua kali dalam waktu satu jam. Itu benar-benar mengesalkan. Jinri menutup bukunya dan melempar bantal sofa pada Siwon.

Sontak Siwon menoleh pada Jinri. “Hey, kenapa melempariku dengan bantal?”

Jinri mendengus jengkel. “Itu karena Oppa membuatku kesal. Tidak bisakah Oppa berpikir sembari duduk. Jangan berjalan berputar-putar begitu. Itu menjengkelkan sekali, tahu!”

Siwon menghela nafas lalu duduk disebelah Jinri. Ia menyandarkan kepalanya dibahu Jinri. “Apa aku terlihat menyedihkan?”

“Bukan menyedihkan tapi mengesalkan. Aku tidak peduli dengan apa yang sedang Oppa pikirkan, tapi bisakah kau duduk? Dan kenapa selalu membawa kartu undangan itu? Apa karena memikirkan harus pergi atau tidak?” tanya Jinri.

Siwon melirik Jinri. “Eoh. Menurutmu aku harus datang? Ini pertunangan mantan calon tunanganku. Jika aku datang, apa itu terlihat tidak sopan? Walaupun mereka mengirimkan undangan hanya saja…” Siwon kembali menghela nafas.

Jinri lalu mengambil undangan tersebut dan membacanya sejenak. “Cho Ahra? Ada hubungan keluarga dengan Pengacara Cho Kyuhyun?”

“Kakaknya.”

“Oh. Pantas saja kalian terkadang terlihat canggung. Ah, Cho Kyuhyun yang datang menggantikan kakaknya untuk bertemu dengan Oppa?” tanya Jinri. Siwon hanya mengangguk sembari mengambil kembali kartu undangan tersebut. Jinri menarik nafas. “Kupikir Cho Kyuhyun yang lain. Sepertinya pria itu sangat menarik. Kakek saja mengajaknya makan siang dan pergi ke Ansan bersama. Itu benar-benar mengejutkan.”

Itu karena Kakek ingin menjodohkanmu dengannya. Tidak berhasil menjodohkanku dengan kakaknya. Sekarang Cho Kyuhyun yang menjadi sasarannya, pikir Siwon. Tapi dia tidak berani mengatakan itu secara langsung pada Jinri. Adiknya sedikit banyak mirip dengan dirinya. Jika Jinri mendengar kalau kemungkinan besar dia akan dijodohkan dengan Kyuhyun, ada dua reaksi yang dipikirkan oleh Siwon.

Pertama, Jinri akan mengatakan kalau Kakeknya sedang bercanda dan itu sama sekali tidak lucu. Dengan kata lain, Jinri akan menolaknya. Kedua, Jinri mungkin akan mencoba berkenalan dulu dengan pria berusia tigapuluh dua tahun itu. Oh, perbedaan usia diantara mereka delapan tahun. Walaupun Kyuhyun tidak terlihat seperti pria berusia kepala tiga, tapi Kyuhyun tetap saja lebih tua dari Jinri. Setidaknya Jinri bisa mendapatkan pria dengan usia yang hampir sama dengannya. Atau paling tidak, berbeda dua atau empat tahun.

Tapi siapa yang bisa membaca perasaan dan pikiran orang lain?

“Jin-ah, andaikan Kakek akan menjodohkanmu dengan seorang pria. Tapi pria itu jauh lebih tua darimu. Mungkin sekitar delapan atau sepuluh tahun dari usiamu sekarang, apa kau akan menerimanya?” tanya Siwon. Well, lebih baik ditanyakan daripada Siwon selalu merasa penasaran sendiri.

Jinri terdiam sejenak. “Delapan atau sepuluh tahun? Itu tidak buruk. Asalkan tidak lebih dari sepuluh tahun, kurasa tidak apa-apa.”

Lihat, tidak ada yang bisa membaca perasaan dan pikirkan orang lain termasuk Siwon.

Siwon mengangkat kepalanya dari bahu Jinri dan menatap adiknya dengan serius. Jinri membalas tatapannya. “Kenapa? Oppa bilang andaikan, bukan? Jadi, jawabanku juga andaikan.”

“Lalu bagaimana jika Kakek benar-benar akan menjodohkan pria yang berbeda usia sejauh itu denganmu? Kau akan menerimanya?” tanya Siwon lagi.

Jinri mengangkat bahunya. “Tergantung prianya. Jika aku menyukai prianya, aku mungkin akan menerimanya. Tapi jika prianya tidak suka padaku, ya aku tidak bisa berbuat apapun. Perasaan itu adalah hal yang penting. Aku banyak belajar dari semua perjodohan yang Oppa lakukan selama ini. Aku akan mencari pria yang sifat dan sikapnya yang jauh lebih baik dari Oppa.”

Ekspresi Siwon berubah masam. “Apa yang salah dengan sifat dan sikapku, eoh? Selama ini aku selalu bersikap jujur. Jika aku bilang tidak suka, maka ya tidak suka. Itu adalah hal baik, bukan?”

“Jujur itu memang baik. Tapi Oppa terlalu jujur hingga menyakitkan hati. Aku tidak mengatakannya karena menjaga perasaanmu. Lagipula usaha Changmin Oppa yang selalu mengejekmu rasanya sudah cukup membuatmu tersadar. Tapi sayangnya, kau terlalu keras kepala,” tukas Jinri.

Siwon menghela nafas dan kembali menyandarkan kepalanya dibahu Jinri.

“Coba pikirkan lagi. Jika aku yang berada diposisi semua wanita yang dijodohkan dengan pria seperti Oppa. Jika aku yang mendapatkan perlakuan seperti itu, bagaimana reaksi Oppa?”

“Tentu saja aku merasa sangat kesal. Bisa-bisanya kau ditolak dengan cara seperti itu,” seru Siwon.

Jinri tersenyum. “Kini Oppa mengerti bukan? Jadi, mulai sekarang sedikit perbaiki sifat dan sikapmu itu. Jika Eomma kembali menjodohkanmu, cobalah untuk bersikap sedikit lebih baik. Siapa tahu gadis itu adalah orang yang Oppa cari selama ini. Dan untuk undangan pertunangan itu, datang saja. Ajak Changmin Oppa. Anggap saja kalian datang sebagai rekan kerja Pengacara Cho Kyuhyun dan bukannya sebagai mantan calon tunangan Cho Ahra.”

Siwon tersenyum lalu mengecup pipi Jinri. “Oh?! Adik Oppa sekarang sudah sangat besar. Aku benar-benar terkesan kau bisa bicara seperti itu. Yiaah… Choi Jinri.”

“Tch.. Tentu saja, aku bisa bicara seperti itu karena pengalaman. Well, aku sangat berterima kasih padamu, karena membuatku banyak belajar untuk mencari pria baik-baik. Bukannya pria hampir brengsek seperti Choi Siwon yang selalu menyakiti perasaan wanita. Jika kau terus bersikap seperti itu, aku benar-benar akan termakan ucapan Changmin Oppa mengenai kalau kau itu sebenarnya gay.”

Siwon mendengus lalu memukul kepala Jinri dengan jengkel. “Berhenti bicara mengenai gay itu! Aku benar-benar akan membunuh Changmin jika kau juga percaya!”

“Kalau begitu cepat menikah!!”

*****

“Yfan tidak akan ikut?” tanya Joonmyeon begitu Sara masuk kedalam mobil setelah mencoba memanggil Yifan. Mereka akan pergi ke acara pertunangan anak dari rekan kerja Junhyeok. Tapi sepertinya mereka hanya pergi bertiga tanpa Yifan.

Sara memasang sabuk pengaman. “Yifan sepertinya ketiduran. Sepertinya akhir-akhir ini dia sering melukis. Kamarnya sudah banyak sekali kanvas. Hah, aku bahkan tidak tahu kapan dia keluar untuk membeli semua kanvas itu.”

Junhyeok melirik kearah jendela kamar Yifan. “Kau harus membujuknya untuk lebih sering keluar rumah. Aku bahkan tidak melihat dia pergi dengan teman-temannya.”

“Dia tidak mempunyai banyak teman disini. Mungkin hanya beberapa dan sepertinya kebanyakan temannya sedang pergi liburan atau memilih tinggal di dorm,” ujar Sara.

“Ah, benar. Yifan selama di Seoul tinggal di dorm, bukan? Mungkin karena terlalu sering tinggal di dorm, dia jadi seperti itu. Joonmyeon-ah, sekali-kali ajak Yifan pergi keluar. Kalian bisa saling mengakrabkan diri. Kalian adalah saudara sekarang,” tutur Junhyeok.

Joonmyeon hanya mengangguk patuh. Sara hanya tersenyum melihat usaha Junhyeok untuk mendekatkan Joonmyeon dan Yifan. Walaupun sepertinya Yifan yang lebih banyak mengurung diri dikamar setelah ia menikah dengan Junhyeok. Joonmyeon bahkan sudah terlihat lebih nyaman jika berada didekatnya. Tapi Yifan, putranya itu malah semakin tertutup.

“Jangan terlalu menekan Joonmyeon seperti itu. Mereka akan akrab seiring berjalan waktu. Setidaknya mereka tidak pernah bertengkar, bukan? Dan bukankah kita harus bergegas?” kata Sara.

Junhyeok tersenyum lalu melajutkan mobilnya. Joonmyeon sendiri kembali melirik kearah jendela kamar Yifan. Saudaranya itu membuatnya kebingungan. Terkadang Yifan bersikap sangat hangat padanya –terlalu hangat sampai mereka sudah beberapa-kali berciuman– tapi setelah itu Yifan akan kembali bersikap dingin. Seakan Yifan mempunyai dua kepribadian yang berbeda.

Dan keduanya hampir membuat Joonmyeon jatuh hati.

Joonmyeon menghela nafas dan lebih banyak memperhatikan kearah luar jendela. Ia hanya mendengarkan Sara dan Junhyeok mengobrol. Sesekali dia akan memberikan komentar jika ditanya. Tapi Joonmyeon lebih memilih untuk diam. Seandainya aku membawa earphone, pikir Joonmyeon.

Earphone.

Itu yang selalu dibawa Yifan kemanapun. Dia lebih banyak mendengarkan music melalui ponselnya ketimbang harus ikut terlibat pembicaraan. Bahkan ketika upacara pernikahan orangtua mereka pun, Yifan memasang earphone dan seolah memperhatikan sepanjang upacara pernikahan tersebut. Yifan dengan ponselnya serta Yifan dengan lukisannya, seperti dunia tersendiri yang orang lain pun tidak bisa masuk kedalamnya.

Termasuk Joonmyeon.

Yifan mungkin selalu mengatakan kalau dia menyukai Joonmyeon. Tapi tidak pernah sekalipun mereka berinteraksi secara normal. Mereka hampir tidak pernah mengobrol di rumah. Berbicara hanya seperlunya. Yifan lebih sering menghabiskan waktu dengan lukisannya. Hal itu yang membuat Joonmyeon merasa tidak yakin dengan perasan Yifan.

Perasaan Yifan mungkin hanya sementara. Walaupun mereka sudah berciuman atau bahkan Yifan sudah mengatakan kalau dia mencintai Joonmyeon tapi hal itu tidak cukup. Mereka masih sangat muda. Yifan mungkin hanya merasa sedang bingung dengan perasaannya sendiri. Jika dia sudah pindah ke London, perjanjian satu tahun itu mungkin tidak akan berlalu lagi. Yifan akan menyadari perasaannya sendiri dan melupakan Joonmyeon.

Joonmyeon menghela nafas. Dia hanya perlu bersabar hingga waktu itu tiba. Dia hanya perlu meyakinkan dirinya agar tidak jatuh pada Yifan. Jangan membuat kesalahan seperti malam dimana Yifan kembali menciumnya.

Benar-benar menyebalkan.

*****

Changmin mendesis jengkel. Sudah hampir setengah jam, tapi Siwon masih duduk didalam mobil. Saudaranya itu datang ketika ia masih lelap tertidur dan memerintahkannya untuk segera mandi dan berpakaian rapi. Saat Changmin bertanya kemana mereka akan pergi, dengan lugas Siwon mengatakan kalau mereka akan datang ke acara pertunangan Cho Ahra.

Awalnya Changmin mengira kalau Siwon sedang bercanda. Tapi Siwon malah menendangnya jatuh dari tempat tidur. Well, jika Siwon sudah mulai bermain kasar maka dia serius. Changmin menuruti keinginan Siwon dengan berpikiran baik. Siwon mungkin hanya ingin bersikap baik pada Cho Kyuhyun. Dan mungkin sekaligus untuk meminta maaf karena perjodohan yang gagal itu pada Cho Ahra.

Namun, melihat Siwon yang gusar dan tidak turun dari mobil sampai setengah jam berlalu sejak mereka sampai, pemikirkan itu langsung buyar. Changmin bahkan tidak tahu kenapa Siwon menyempatkan diri untuk datang.

Changmin mengetuk jendela mobil. Siwon menoleh padanya. “Hey, ayo turun! Acara mungkin akan segera dimulai. Sampai kapan kau mau tetap duduk diam disana, eoh?”

Siwon menarik nafas lalu memanjat turun dari mobil. Ia kembali menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Kemudian Siwon menatap Changmin. “Kita pulang saja,” tukas Siwon.

“Yak! Bagaimana kita bisa pulang? Kita sudah disini. Lagipula ada apa denganmu, eoh? Ini pertama-kalinya kau bersikap seperti ini, Choi Siwon. Aku bahkan tidak menyangka Choi Siwon bisa bersikap gusar dan cemas seperti sekarang,” tukas Changmin.

Siwon menatap jengkel pada Changmin. “Jangan mengejekku untuk saat ini. Aku hanya merasa… Ini bukan keputusan yang baik. Kita pulang saja. Lagipula kita sudah mengirimkan rangkaian bunga. Besok aku mungkin bisa meminta maaf pada Cho Kyuhyun. Changmin-ah, kita pulang saja, eoh.”

Siwon hendak kembali memanjat masuk kedalam mobil tapi Changmin menahannya. Bahkan Changmin menyeretnya dari area parkir. Siwon berusaha melepaskan diri tapi Changmin selalu berhasil menariknya kembali masuk kedalam gedung yang dijadikan tempat acara pertunangan. Tapi bukannya membawa Siwon masuk ke hall gedung tersebut, Changmin membawa Siwon ke area meja makanan.

Changmin butuh makanan. Dia hanya mengambil satu lembar roti sebelum Siwon menariknya pergi. Setidaknya dia butuh asupan energi sebelum mendengarkan ocehan Siwon.

“Oke, sekarang jelaskan padaku kenapa sikapmu selalu berubah-ubah? Ini seperti bukan dirimu. Kemana perginya Choi Siwon yang keras kepala dan arogan itu, eoh? Kenapa aku malah melihat seorang Choi Siwon yang pengecut? Jelaskan padaku,” ucap Changmin sembari memasukkan beberapa potong cake kedalam mulutnya.

Siwon mendesis. “Aku tidak pengecut. Hanya saja, aku merasa sedikit aneh pada diriku sendiri. Hanya saja aku selalu merasa seperti itu jika…”

Changmin meliriknya. “Jika apa?” tanyanya dengan mulut penuh makanan.

Siwon mengusap wajahnya dan menarik nafas. Mungkin saat ini hanya Changmin yang bisa membantunya. Walaupun resikonya, Siwon akan selalu diejek seumur hidup oleh Changmin karena hal ini. Tapi itu bisa diurus Siwon dilain waktu. Siwon selalu mempunyai cara untuk mengendalikan sepupunya tersebut.

“Oke, ini hanya sebuah perasaan. Ini mungkin bersifat sementara, jadi jangan terlalu menganggapnya serius. Dan jika kau mengejekku dan kembali menyebarkan berita aneh mengenai diriku karena ini, aku tidak akan segan-segan memindahkanmu ke perusahaan lainnya. Mengerti?”

Changmin mengangguk sembari memasukkan makanan lainnya.

Siwon kembali menarik nafas. “Oke, aku merasa aneh jika berdekatan dengan Cho Kyuhyun.”

Sontak Changmin berhenti makan dan memperhatikan Siwon yang bicara dengan suara pelan. Siwon memeriksa ruangan tersebut. Ia hanya berharap tidak ada yang menguping pembicaraan mereka. Terutama jika Cho Kyuhyun muncul dan mendengarkannya.

“Kau tahu bagaimana sikapku padanya sejak pertama-kali bertemu, bukan? Kau sendiri mengatakan bahwa sikapku pada Cho Kyuhyun sama seperti aku bersikap pada semua gadis yang dijodohkan padaku. Itu membuatku berpikir. Aku tidak tahu kenapa aku selalu bersikap seperti itu padanya. Semua tindakanku itu terjadi begitu saja. Aku tidak tahu, Min. Semuanya terasa aneh. Aku berusaha memastikan apa yang kurasakan. Dan entah kenapa… Ah, aku bahkan tidak tahu bagaimana mengatakannya,” kata Siwon.

Changmin masih menatap Siwon dengan lekat. Kemudian Changmin mengambil segelas minuman dan meneguknya habis. Ia kembali memandang Siwon. “Choi Siwon, apa kau sedang mengakui padaku kalau kau mempunyai perasaan khusus pada Cho Kyuhyun?” bisik Changmin.

“Bukan perasaan khusus, Min. Eh, tunggu! Kau bilang perasaan khusus? Maksudmu seperti….” Siwon tidak perlu meneruskan kalimatnya.

Changmin membuka mulutnya. Ekspresinya sangat terlihat jelas kalau dia memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya dipikirkan. Changmin hendak kembali bicara tapi Siwon menutup mulutnya.

“Jangan menyebutkan kata itu, jika kau tidak mau dipindahkan, Shim Changmin. Mengerti?” ancam Siwon.

Changmin mengangguk dan Siwon menarik tangannya. Changmin menghela nafas. Kemudian ia mengambil satu gelas lainnya. Ia meneguk hingga habis dan mengambil makanan lainnya.

“Woah, aku tidak menyangka kalau akhirnya kau mengakuinya juga. Kupikir kau benar-benar bercanda, tapi itu serius,” gumam Changmin.

Siwon sontak memukul kepala Changmin. “Yak! Sudah kubilang, aku bukan… itu! Apa yang kurasakan mungkin hanya sementara. Jadi, jangan menganggapnya serius dan jangan menjadikannya sebagai bahan ejekan, Shim Changmin!”

“Oke, fine. Anggap saja, kau bukan itu. Lalu perasaanmu itu bagaimana? Kau yakin hanya sementara saja? Karena jujur saja, ini pertama-kalinya kau merasakannya, bukan?” tanya Changmin.

Siwon mengangguk. Changmin tertawa kecil. “Woah, aku tidak menyangka kalau cinta pertama Choi Siwon adalah dia. Benar-benar diluar dugaan.”

“Cinta pertama? Yak, itu bahkan terlalu berlebihan, Shim Changmin,” seru Siwon tidak setuju.

Changmin mengangkat bahu. “Well, kau yang bercerita padaku. Selama aku hidup, kau tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Bahkan, saat masa sekolah menengah ataupun kuliah, kau hanya sibuk bagaimana mendapatkan nilai bagus dan lulus. Heck, kau bahkan selalu mengabaikan semua gadis yang berusaha mendekatimu. Kalau dia bukan cinta pertama-mu, lalu perasaanmu itu apa? Oh, aku hanya menarik kesimpulan menurutku sendiri. Jika kau mempunyai kesimpulan lainnya, kau bisa mengatakannya. Jadi, perasaanmu itu adalah….”

Siwon tidak mengatakan apapun. Ia hanya menatap Changmin dengan jengkel lalu mengalihkan perhatiannya. Changmin kembali mengangkat bahu dan mengambil makanan lainnya. Well, Changmin bukanlah orang yang tepat diajak bicara. Terutama jika dia sedang lapar.

Siwon kemudian memperhatikan ruangan hall gedung tersebut. Sepertinya keluarga Cho mengenal banyak keluarga pengusaha. Karena Siwon mengenali beberapa pengusaha terkenal yang datang ke acara pertunangan hari ini. Atau mungkin para pengusaha itu adalah kenalan dari tunangan Cho Ahra. Heck, Siwon bahkan tidak mengenal siapa tunangan dari mantan calon tunangannya tersebut. Oh, kecuali satu keluarga yang baru saja datang. Siwon cukup mengenal keluarga Kang.

Tentu saja dia diundang. Aku bahkan tidak akan terkejut jika melihat orangtuanya juga hadir, pikir Siwon.

Kemudian Siwon melihat Kyuhyun keluar dari salah satu ruangan. Siwon menarik nafas lalu mengambil satu gelas minuman. Changmin sendiri sudah sibuk dengan makanannya dan tidak memperhatikan sekitarnya. Siwon melirik kearah Kyuhyun yang mulai menyapa beberapa orang termasuk Haneul dan orangtuanya.

Siwon meneguk habis minumannya dan mengambil satu gelas lainnya. “Tenangkan dirimu, Choi Siwon,” gumamnya.

Changmin melirik Siwon dan menoleh. Dia melihat Kyuhyun dan pria yang diketahuinya sebagai Kang Haneul. Changmin menyeringai lalu berbisik pada Siwon. “Bagaimana kalau kita menyapa Kyuhyun?”

Siwon mendesis lalu meninju perut Changmin. “Sudah kubilang kalau….”

“Aku tidak sedang mengejekmu, sepupu. Tapi kita memang harus menyapa tuan rumah. Ayolah!” Changmin menaruh piring makanannya dan hendak mengambil gelas Siwon. Tapi Siwon menahannya. Ia meneguk habis lalu menaruhnya diatas meja.

Siwon kembali menarik nafas. “Baiklah, ayo temui tuan rumah. Jaga sikapmu, Shim Changmin.”

Changmin menyeringai dan menatap Siwon yang menghampiri Kyuhyun yang masih berbicara dengan Haneul. “Tenang saja, sepupu. Aku akan bersikap sangat baik.” Kemudian ia hendak menyusul Siwon, namun dia melihat seorang pemuda yang hendak mengambil satu gelas champagne.

*****

Oke, Joonmyeon benar-benar merasa sangat asing di tempat ini. Semua orang sepertinya mengenal ayahnya, tapi Joonmyeon tidak mempunyai minat sedikit pun untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Setelah Junhyeok memperkenalkan Joonmyeon pada beberapa orang, Joonmyeon memilih untuk menghindari denga mencari makanan kecil.

Sara masih mendampingi Junhyeok, walaupun ibu tirinya itu terlihat tidak begitu nyaman. Tapi sebagai istri, Sara harus bertahan. Joonmyeon menghela nafas lalu mengambil satu gelas minuman. Tapi ada seseorang yang menahan lengannya. Joonmyeon sontak menatap pria dengan postur tinggi memperhatikannya dengan penuh selidik.

“Berapa usiamu?” tanya pria itu.

Joonmyeon berkedip beberapa-kali. “Delapan belas tahun.”

Pria itu tersenyum. “Usiamu belum legal untuk minum champagne, nak. Cari jus saja. Kecuali orangtua-mu tidak keberatan.”

Joonmyeon lalu memperhatikan gelas-gelas dengan cairan berwarna bening seperti kristal tersebut. Kemudian ia menarik tangannya dan membungkuk pada pria yang memberikan peringatan padanya. Pria itu kembali tersenyum dan menepuk kepala Joonmyeon beberapa-kali sebelum pergi.

Joonmyeon masih memperhatikan pria tinggi itu yang berjalan menghampiri beberapa orang lainnya. Joonmyeon memicingkan matanya, berusaha untuk memperhatikan wajah-wajah mereka. Kemudian ia mengenali satu orang. Choi Siwon.

Well, tentu saja sejak Junhyeok memberitahunya mengenai Choi Group, Joonmyeon sedikit penasaran dan mencari tahu tentang perusahaan tersebut. Wajah dan nama Choi Siwon tentu saja muncul dalam pencarian kata “Choi Group”. Bahkan Joonmyeon menyadari kalau pria tinggi yang melarangnya minum champagne adalah Shim Changmin, sepupu Choi Siwon.

Joonmyeon tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Choi Siwon di tempat acara pertunangan salah satu kenalan ayahnya. Joonmyeon menghela nafas lalu mengambil satu gelas yang berisi jus. Dia bahkan memastikannya hingga dua kali sebelum meminumnya.

Sepertinya Joonmyeon baru beradal di hall tersebut selama sepuluh menit, tapi dia sudah sangat merasa bosan. Bahkan dia juga tidak melihat siapapun yang seusianya dengannya berada di acara tersebut. Mungkin Joonmyeon harusnya tinggal dirumah saja, atau pergi kemana pun. Ini hari Minggu dan besok Joonmyeon bersama Sara dan juga Yifan akan pergi ke Guangzhou.

Ah, Joonmyeon benar-benar lupa akan hal itu.

Untuk pertama-kalinya, Joonmyeon akan pergi menemui keluarga Sara dan Yifan. Saat pernikahan, hanya beberapa kerabat Sara yang datang. Joonmyeon bahkan tidak bertemu secara tatap muka dengan orangtua Sara, yang akan menjadi Kakek dan Nenek-nya. Walaupun begitu, Sara pernah memperlihatkan foto-foto anggota keluarganya. Termasuk ayah Yifan.

Ayah Yifan adalah seorang pria Kanada yang cukup tampan dengan postur tubuh tinggi dan tegap. Yifan dan ayahnya benar-benar terlihat mirip. Malah, Joonmyeon sempat mengira sebelumnya kalau ayah Yifan mempunyai rambut pirang seperti rambut Yifan sekarang, tapi ayah Yifan memiliki rambut hitam. Jadi, Yifan mungkin mengecat rambutnya sebelum dia datang ke KAMSH. Cukup beruntung, karena pihak sekolah menyangka kalau itu warna rambut asli.

Tch, Joonmyeon akan kembali mendecih jengkel jika tiap-kali mengingat hal itu. sejak dulu, Joonmyeon ingin sekali mewarnai rambutnya. Bahkan Kyungsoo dan Baekhyun pernah mewarnai rambut mereka, walaupun hanya tiap-kali liburan. Pihak sekolah selalu ketat terhadap penampilan semua siswa. Bahkan untuk aturan rambut saja, pihak sekolah tidak pernah pilih kasih jika memberikan hukuman. Pernah sekali, ada salah satu dari anggota Dewan Siswa yang mewarnai rambutnya –itu bahkan cuma sekedar highlight dan warnanya pun merah marun yang akan tersamarkan dengan rambut hitamnya– dan pihak sekolah memberikan hukuman bekerja selama 50 jam untuk membersihkan semua jendela di sekolah.

Sejak itu, tidak ada yang berani mewarnai rambut lagi. Tapi ketika Yifan pertama-kali datang dengan rambut pirangnya, pihak sekolah tidak mengatakan apapun. Sepertinya mereka benar-benar percaya kalau itu memang warna rambut Yifan yang asli. Oh, sebagian sekolah juga mengira kalau itu warna asli rambut Yifan. Hanya karena dia datang dari Kanada.

“Memikirkan sesuatu, Joonmyeon?”

Joonmyeon sontak menoleh dan mendapati Sara sudah terbebas. Joonmyeon tersenyum. “Obrolannya menyenangkan, Mom?”

Sara mencubit pipi Joonmyeon lembut. Joonmyeon hanya tertawa kecil dan meminum jus-nya. Sedangkan Sara mengambil satu gelas champagne. Oh, Joonmyeon ingin sekali mencobanya. Tapi mungkin harus menunggu hingga dia berusia duapuluhsatu tahun.

“Appamu sudah memberi peringatan mengenai hal ini, Mom pikir tidak akan begitu buruk. Tapi… Mom harus bertahan,” ujar Sara.

Joonmyeon mengangguk. “Tenang saja, aku akan menemani Mom untuk bertahan.”

Sara tersenyum dan menyentuh rambut Joonmyeon dan sedikit merapikannya. Joonmyeon ikut tersenyum. Rasanya sudah lama sekali dia tidak pernah merasakannya. Sensasi sentuhan tangan seorang ibu yang menata rambutnya. Dulu, Eommanya juga sering melakukan itu.

“Kita berdua akan sangat merasa iri dengan Yifan,” tukas Sara.

Joonmyeon kembali tersenyum. Ya, sepertinya Yifan akan benar-benar sangat beruntung. Joonmyeon tahu kalau keluarga Sara juga mempunyai perusahaan yang cukup besar di Guangzhou, tapi sepertinya mereka sudah terlalu banyak mempunyai pewaris hingga tidak menekan Yifan. Yifan bahkan bisa kuliah di universitas dan jurusan yang dia inginkan, tanpa harus terbebani tanggung-jawab yang begitu besar.

Ya, Joonmyeon benar-benar iri pada Yifan.

“Ohya, Mom rasa Appamu akan mengenalkanmu pada Choi Siwon hari ini.”

*****

Kyuhyun tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh seorang Choi Siwon saat ini. Pria itu tiba-tiba datang menghampirinya yang tengah berbicara dengan Pengacara Kang dan lalu ikut menyahut apapun yang sedang mereka bicarakan. Pada akhirnya, Siwon yang mengobrol dengan Pengacara Kang dan Haneul. Well, Siwon bertanya beberapa hal padanya. Sedangkan istri dari Pengacara Kang, Han Sunji sudah pergi menemui Ibu Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas dan melirik Changmin yang hanya tersenyum saja. Changmin mungkin mempunyai beberapa jawaban atas sikap Siwon. Bukan bermaksud kasar, tapi Siwon membuatnya tidak nyaman dan Kyuhyun ingin Siwon pergi.

“Changmin-sshi,” bisik Kyuhyun.

Changmin menatap Kyuhyun. “Ya?”

“Bisa berikan penjelasan mengenai sikap Choi Siwon hari ini. Karena dia terlihat aneh,” ucap Kyuhyun.

Changmin melirik Siwon yang masih mengobrol dengan Pengacara Kang serta putranya. Oh, berbicara mengenai putra Pengacara Kang, Kang Haneul terlihat beberapa-kali melirik kearah Kyuhyun. Changmin mungkin mempunyai beberapa pemikirkan terhadap arti lirikan Kang Haneul tersebut. Tapi mungkin dia harus membuktikannya terlebih dahulu.

Kemudian Changmin sedikit mendekat pada Kyuhyun. Dia lalu berbisik di telinga Kyuhyun sembari menyentuh punggung Kyuhyun. “Sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada sepupuku. Kurasa dia sedang memikirkan sebuah masalah besar. Dia selalu begitu kalau sedang stress. Pagi ini saja, dia menyebalkan sekali. Lebih menyebalkan dari biasanya.”

“Oh. Kupikir kau benar. Dia terlihat lebih aneh dari biasanya,” komentar Kyuhyun.

Changmin lalu menegakkan tubuhnya dan tersenyum puas setelah melihat reasi Haneul. Hehehe.. Ternyata asumsiku benar. Choi Siwon, sepertinya kau mendapatkan saingan, pikir Changmin.

Siwon menaikkan alis setelah dia menyadari ekspresi jahil Changmin. Tapi dia kembali mengobrol dengan Pengacara Kang mengenai beberapa-hal. Siwon tidak terlalu paham mengenai masalah-masalah hukum, tapi dia beruntung karena Pengacara Kang lebih banyak bicara mengenai lingkungan dan politik yang akhir-akhir ini menjadi perhatiannya. Pengacara Kang bahkan sedang mempertimbangkan mengambil-alih beberapa kasus kerusakan lingkungan yang melibatkan banyak perusahaan-perusahaan industri besar agar mereka memberikan ganti rugi yang setimpal atas kerusakan yang mereka lakukan.

Haneul sendiri terlihat tidak menyukai saat melihat Kyuhyun lebih banyak mengobrol dengan orang yang datang dengan Siwon. Shim Changmin, sepupu Choi Siwon atau siapapunlah. Haneul bahkan semakin tidak menyukai pria itu ketika Changmin bicara terlalu dekat dengan Kyuhyun. Tidak bisakah pria itu bicara tanpa harus berbisik begitu? dengus Haneul.

Lalu terdengar suara dari MC yang mengatakan bahwa acara akan segera dimulai. Sontak, semua undangan beranjak masuk memasuki hall besar dan duduk di meja mereka masing-masing yang sudah tersedia. Kyuhyun sendiri kembali bersama orangtuanya. Tapi Siwon dan Changmin harus duduk satu meja dengan keluarga Kang karena Pengacara Kang yang bersikeras kalau mereka harus duduk bersama.

Acara upacaranya berjalan dengan lancar. Tunangan Cho Ahra adalah Ahn Jisung, putra kedua dari keluarga Ahn yang mempunyai beberapa hotel besar yang terkenal di Korea, Jepang dan Cina. Well, Siwon tidak menyangka tapi dia berbahagia untuk mantan calon tunangannya tersebut. Setidaknya Cho Ahra bisa mendapatkan pria yang baik.

Aku akan mencari pria yang sifat dan sikapnya yang jauh lebih baik dari Oppa.

Siwon tersenyum jika teringat ucapan Jinri semalam. Siwon tidak akan memungkiri dengan sikap dan sifatnya yang terkadang terlihat seperti pria jahat, tapi dia tidak mungkin bisa merubah sifat dan sikapnya itu dalam satu malam, bukan?

“Kau kenapa?” Changmin berbisik padanya.

Siwon melirik kearah sepupunya, tersenyum lalu menggeleng. Changmin hanya mengernyit. Oke, Changmin setuju dengan Kyuhyun. Siwon terlihat lebih aneh dari biasanya. Apa yang lebih aneh lagi setelah Siwon mengakui bahwa dia mempunyai sedikit perasaan spesial pada seorang Cho Kyuhyun? Changmin hanya berharap hanya itu kejutan yang dia dapatkan dari Siwon untuk hari ini.

Siwon lalu melihat kearah meja Kyuhyun dan orangtuanya. Sang pengacara terlihat sangat lega setelah bagian memasangkan cincin. Siwon berpikir mungkin Kyuhyun akhirnya bisa melihat kakaknya akan segera menikah setelah perjalanan perjodohan yang cukup panjang. Dan terakhir yang akan dicemaskannya, orangtua Kyuhyun akan mendesak Kyuhyun untuk segera menikah juga. Well, Cho Kyuhyun sudah tigapuluhdua tahun.

Oh, Siwon juga teringat semua desakan orangtua serta keluarga lainnya agar dia segera menikah. Apa lagi yang lebih buruk dari itu?

Changmin masih memperhatikan Siwon. “Seriously, Choi Siwon! Kau itu kenapa?”

Siwon menghela nafas. Dia kembali melirik pada Changmin. “Kita bicara nanti saja, okay.”

“Jika ada hubungannya dengan dia, kau harus menjelaskan banyak hal secara rinci padaku, Choi Siwon,” tegas Changmin.

Siwon hanya mendengus dan mengalihkan perhatiannya kearah yang lain. Dia tidak sengaja melihat kearah meja Kim Junhyeok dan keluarganya. Siwon mengenali pria itu dan istri barunya. Oh, Siwon juga melihat seorang pemuda yang terlihat kebosanan tapi berusaha terlihat untuk memperhatikan.

“Min, itu putra Kim Junhyeok?” bisik Siwon.

Changmin menoleh kearah meja Kim Junhyeok. Dia mengenali pemuda tersebut. “Oh, sepertinya. Aku tidak sengaja bertemu dengan putranya dan melarangnya ketika dia hendak mengambil segelas champagne. Kurasa dia tidak mengetahuinya.”

“Tidak mengetahui kalau dia akan mengambil segelas champagne? Apa penglihatannya terganggu?” komentar Siwon.

Changmin mendesis jengkel. “Oh, Choi Siwon yang sarkastik kembali. Senang melihatmu kembali.”

“Shim.”

“Tidak! Penglihatannya masih baik-baik saja. Dia mungkin hanya merasa linglung dan mengambil gelas yang tidak seharusnya. Kurasa aku juga akan bersikap seperti dia jika aku berusia depalanbelas tahun dan dikelilingi oleh banyak orang yang lebih tua dariku. Apa kau tidak perhatikan itu, Choi Siwon?” tukas Changmin.

Well, memang undangan yang datang lebih banyak berusia lebih tua. Siwon tidak melihat dari mereka yang membawa anak mereka datang ke acara ini. Tidak heran jika pemuda itu terlihat bosan. Kim Junhyeok mungkin sengaja mengajak putranya untuk dikenalkan ke beberapa orang. Pada akhirnya, putranya itu akan terlibat dalam perusahaan, bukan?

Siwon juga pernah mengalami hal yang sama. Tapi ketika ayahnya membawanya pergi ke beberapa acara formal, Siwon sudah berusia duapuluhtahun. Dan dia sedikit lebih bisa beradaptasi. Putra Kim Junhyeok masih terlalu muda untuk diajak berkenalan dengan orang-orang yang kemungkinan besar akan menjadi rekan kerjanya nanti.

“Oh, perhatikan satu lagi. Wajah putra Kim Junhyeok. Kurasa, pemuda itu sekilas cukup mirip denganmu. Tidak banyak, tapi kuharap sifat dan sikapnya tidak mirip denganmu,” ujar Changmin.

Dan saat itu, Siwon ingin sekali menginjak kaki saudara sepupunya dengan sangat keras. Tidak peduli dengan keramaian disekitar mereka.

*****

Kyuhyun mengambil segelas jus dan meneguk beberapa-kali. Kini dia sudah merasa lebih tenang setelah acara tukar cincin dan memilih keluar dari ruangan hall tersebut. Kedua orangtuanya pasti sedang mengobrol dengan undangan lainnya, sedangkan Ahra sedang dikenalkan oleh calon kakak-iparnya pada beberapa sahabatnya.

Kyuhyun menghela nafas dan mengambil satu kue dan memasukkannya kedalam mulutnya. Walaupun orangtuanya sudah menyuruh Kyuhyun untuk beramah-tamah dengan undangan, tapi Kyuhyun merasa dia sangat asing. Ayahnya mungkin adalah pengusaha yang cukup terkenal, tapi Kyuhyun tidak pernah mengerti dengan dunia bisnis. Dia tidak pernah tertarik untuk meneruskan perusahaan dan memilih untuk kuliah jurusan hukum. Sebagai gantinya, Ahra yang kini bekerja di perusahaan. Tapi setelah Ahra menikah, entah bagaimana nasib perusahaan nanti. Jika Jisung masih mengijinkannya untuk bekerja, mungkin tidak akan jadi masalah. Tapi jika sebaliknya?

Ah, jangan dipikirkan sekarang Cho Kyuhyun. Mereka tidak akan menikah hingga lima bulan kemudian, pikir Kyuhyun.

Kyuhyun lalu mengambil kue yang lainnya.

“Selamat atas pertunangan kakakmu, Kyu.”

Kyuhyun sontak berbalik dan melihat Haneul tersenyum padanya. Tapi karena Haneul muncul secara tiba-tiba, Kyuhyun menjadi tersedak. Haneul kemudian menepuk-nepuk punggung Kyuhyun dengan sedikit keras. Kyuhyun menepis tangan Haneul dan meneguk jusnya.

“Ya, jangan datang tiba-tiba seperti itu, Haneul,” tukas Kyuhyun jengkel.

Haneul tertawa kecil dan mengambil satu gelas champagne. “Maaf, kau baik-baik saja?”

Kyuhyun mengangguk dan menaruh gela sjus yang sudah kosong tersebut. Lalu ia mengambil gelas jus lainnya. Haneul masih memperhartikan Kyuhyun. “Kau tidak minum champagne?”

Kyuhyun melirik Haneul. “Ini masih siang. Aku sudah minum tiga gelas sebelumnya. Tidak baik jika meminum champagne terlalu banyak.”

“Ah, begitu rupanya.” Haneul kemudian menaruh gelas champagne yang belum diminumnya. Lalu ia mengambil segelas jus.

Kyuhyun mengernyit. Apa dia menggantinya karena ucapanku? Tidak mungkin ‘kan?

Haneul meneguk jus-nya dan menyadari kalau Kyuhyun tengah memperhatikannya. Haneul tersenyum pada Kyuhyun. “Kenapa kau menatapku begitu?”

Kyuhyun menggeleng. “Hanya penasaran, kapan kau ingin membicarakan hal yang kau bilang sebelumnya. Kau bilang akan mengatakannya setelah acara pertunangan, bukan? Apa disini atau kita bicara lain waktu?”

“Oh. Masalah itu? Uhm, lebih cepat lebih baik, tapi kurasa ini bukan tempat yang tepat. Bisa kita bicara diluar saja?” Haneul kemudian menghabiskan jusnya dan memberi gerakan tangan agar Kyuhyun mengikutinya keluar gedung tersebut melalui pintu samping. Melalui pintu tersebut, para undangan bisa menuju sebuah taman.

Kyuhyun menghela nafas dan hendak mengikuti Haneul setelah menaruh gelas jus. Kyuhyun memang penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Haneul, tapi…

Hahh… Sepertinya lebih cepat memang lebih baik.

Namun, sebelum Kyuhyun menyusul Haneul, dia melihat kearah Siwon yang sedang berbicara dengan sepasang suami-istri. Oh, dan juga seorang pemuda yang menurut Kyuhyun adalah putra dari pasangan tersebut. Mungkin salah satu rekan kerja yang dikenalnya, gumam Kyuhyun.

Tapi ketika Siwon menepuk pelan kepala pemuda tersebut dengan sebuah senyuman, Kyuhyun terdiam untuk beberapa detik. Rasanya Kyuhyun tidak pernah melihat ekspresi Siwon yang seperti itu sebelumnya. Dan ketika Siwon melirik kearahnya, Kyuhyun bergegas keluar untuk menyusul Haneul.

*****

Joonmyeon sedikit menundukkan kepalanya setelah dia kenalkan pada Choi Siwon. Dia merasa sedikit terintimidasi dengan tatapan tajam pengusaha tersebut, apalagi sepupunya yang bernama Shim Changmin itu terus saja tersenyum padanya. Mungkin karena kesalahan Joonmyeon yang hampir mengambil gelas champagne. Joonmyeon ingin sekali menepuk keningnya dengan keras.

Ugh, kejadian yang memalukan.

Joonmyeon terlalu sibuk denganpikirannya sendiri hingga ia tersadar ketika Sara menyentuh lengannya. Sontak ia mengangkat kepalanya. “Ne?”

Junhyeok menatap Joonmyeon dengan serius, namun kemudian Junhyeok kembali menatap Siwon dan Changmin. “Maafkan putraku. Sepertinya Joonmyeon terlalu gugup,” ujarnya.

Changmin tertawa kecil. “Kurasa itu adalah hal yang wajar. Usianya masih sangat muda tapi dia sudah harus berkenalan dengan orang-orang yang sudah tua seperti Siwon.”

Siwon mendengus. “Kau juga sudah tua, Shim. Usiamu sudah tigapuluhdua tahun, ingat itu.” Changmin hanya menyeringai.

Siwon lalu kembali menatap Joonmyeon. Ia tersenyum kecil. Heck, rasanya Choi Siwon tidak pernah tersenyum seperti itu pada rekan kerjanya yang lain. Tapi Joonmyeon yang berdiri dihadapannya masih kecil, mana mungkin Siwon bersikap dingin padanya. “Kudengar kau akan ikut ujian masuk Universitas Seoul.”

Joonmyeon melirik Siwon dan mengangguk. “Ne.”

“Belajarlah yang giat.” Siwon tersenyum dan menepuk pelan kepala Joonmyeon.

Joonmyeon hanya menunduk dengan wajah sedikit memerah. Baru kali ini dia mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang asing. Siwon sendiri langsung menarik tangannya begitu menyadari apa yang telah dilakukannya. Ia melirik kearah Changmin yang menyeringai padanya. Selain itu, Siwon seperti melihat sosok Kyuhyun yang langsung pergi.

“Maaf, aku harus ke toilet sebentar,” ucap Siwon lalu bergegas menuju kemana Kyuhyun pergi. Sedangkan Changmin hanya tertawa kecil melihat sikap sepupunya tersebut. Well, ia tahu persis pergi ke toilet itu hanya sebuah alasan agar Siwon bisa mencari Kyuhyun.

Choi Siwon yang sedang kasmaran benar-benar sangat menarik.

Junhyeok menngeryit tidak mengerti. “Ada sesuatu yang lucu, Changmin-sshi?”

“Ah, tidak. Bukan apa-apa,” kemudian Changmin menatap Joonmyeon dan tersenyum. Ia mengusap kepala Joonmyeon. “Sepertinya Siwon dan aku akan sangat menantikan bekerja-sama denganmu, Kim Joonmyeon. Jadi, belajar yang rajin, ne. Agar kau menjadi pengusaha yang sukses seperti Ayah dan Kakekmu.”

“N-ne.”

Sudah tiga kali kepalaku diperlakukan seperti anak kecil. Apa mereka hanya melihatku sebagai anak kecil?

*****

Kyuhyun masih terus memikirkan ekspresi wajah Siwon barusan. Ekspresi Siwon yang tersenyum begitu tulus. Selama ini Kyuhyun hanya melihat ekspresi wajah Siwon yang begitu negatif. Heck, bahkan sepertinya Kyuhyun tidak pernah melihat ekspresi Siwon tersenyum seperti itu disaat mereka bersama. Atau pernah tapi Kyuhyun sama sekali tidak menyadarinya?

Aish..

“Kyu, kau mendengarkanku?” tanya Haneul.

Sontak Kyuhyun teringat kalau dia sedang berbicara dengan Haneul. Jujur saja, Kyuhyun tidak tahu apa-apa saja yang dibicarakan oleh Haneul. Dan Kyuhyun menyalahkan Siwon dalam hal ini.

Kyuhyun menatap Haneul. “Maaf, pikiranku sedang kacau. Besok adalah sidang putusan kasus Choi Group. Apa yang tadi kau bicarakan? Kali ini akan kudengarkan.”

Haneul menghela nafas. “Mengenai Haesa. Tempo hari aku pergi ke Jepang untuk menemuinya.”

“Lalu?” Kyuhyun tidak menyangka kalau Haneul akan membicarakan adiknya setelah apa yang dikatakannya pada Kyuhyun mengenai Haesa setelah perpisahan mereka. Oh, itu bahkan tidak bisa disebut sebagai perpisahan.

“Awalnya dia mengatakan kalau dia membutuhkan bantuanku sebagai dokter. Tapi saat aku datang, dia memberikan ini padaku,” Haneul menyodorkan sebuah usb pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengambilnya dan mengernyit. “Ini… Apa yang dikatakannya? Kurasa ini berkaitan dengan kasus hukum, bukan?”

“Sepertinya begitu. Dia sedikit menceritakan tentang salah satu kasus di Jepang yang berkaitan dengan Yakuza atau semacamnya. Lalu dia menyebut namamu dan kasus Seon Hwan. Appa memberikan kasus itu padamu, bukan?”

Kyuhyun mengangguk.

Kemudian Haneul melanjutkan. “Haesa berasumsi kalau kasus Seon Hwan berkaitan dengan kasus di Jepang. Lalu dia mengumpulkan beberapa data dan menyimpannya kedalam usb itu. Dia mengatakan kalau kau harus membacanya dan menyimpan usb itu di tempat yang aman. Haesa hanya berharap kalau asumsinya salah.”

Kyuhyun memperhatikan usb yang ditangannya. Ia menatap Haneul sembari memasukan usb itu kedalam saku jas-nya. “Akan kubaca nanti. Terima kasih. Sampaikan rasa terima-kasihku pada Haesa juga.”

Haneul memperhatikan Kyuhyun untuk beberapa detik sebelum kembali bicara. “Kau.. masih tidak bisa melupakan Haesa?”

“Haesa… bisa dibilang adalah cinta pertamaku. Well, rasanya sulit untuk melupakan cinta pertama, bukan? Tapi kurasa, aku baik-baik saja,” tutur Kyuhyun.

Haneul mengambil satu langkah mendekat pada Kyuhyun. Ia kemudian menyentuh pipi Kyuhyun dengan punggung tangannya. Kyuhyun sedikit terkejut dengan sentuhan Haneul, sontak agak menjauh. Haneul terdiam lalu menarik kembali tangannya. “Maaf, jika aku sedikit menakutimu. Karena perasaanku padamu,” ucap Haneul.

Kyuhyun sebenarnya ingin mengatakan bahwa dia bersikap seperti itu karena perasaan Haneul. Hanya saja, sejak Hyukjae menceritakan padanya mengenai kejadian di toilet bar milik Heechul –yang sampai sekarang ia tidak tahu bagaimana cerita lengkapnya– Kyuhyun sedikit tidak nyaman dengan sentuhan. Bahkan saat Ahra hendak akan memeluknya atau mencium pipinya, Kyuhyun selalu bereaksi menghindar. Tapi Kyuhyun tidak mungkin mengatakan alasan itu pada Haneul, bukan?

Haneul tersenyum ketika Kyuhyun tidak mengatakan apapun. “Sekali lagi, selamat atas pertunangan kakakmu, Kyu. Dan aku senang jika kau baik-baik saja.” Kemudian Haneul berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas dan mengusap wajahnya. Dia lalu sedikit melonggarkan dasi dan membuka kancing kemejanya. Entah, tapi rasanya Kyuhyun merasa sangat lelah hari ini. Mungkin ini efek akibat terjatuh dari kuda kemarin atau mungkin karena ada hal lainnya yang sedang ia pikirkan tapi rasa pengingkaran itu terlalu besar.

Mungkin seharusnya aku pergi ke rumah sakit, pikir Kyuhyun.

“Kau baik-baik saja?”

Berbeda dengan ketika Haneul tiba-tiba menegurnya, reaksi Kyuhyun kali ini sangat diluar kendali tubuhnya sendiri. Kyuhyun merasa tubuhnya menjadi sangat tegang, bahkan dia tidak bisa berbalik. Hingga akhirnya Siwon –orang yang memanggilnya– menghampirinya dan berdiri dihadapannya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Siwon sekali lagi.

Kali ini Kyuhyun bisa melihat ekspresi khawatir pria itu –ekspresi yang sama ketika ia terjatuh dari kuda tempo hari. Dan ketika Kyuhyun tidak merespon, Siwon menyentuh bahu Kyuhyun.

“Pengacara Cho? Kau baik-baik saja?”

Kyuhyun tersadar dan menatap wajah Siwon dengan lekat. “Uhm, baik-baik saja.”

Siwon menghela nafas dan menarik tangannya. “Selamat untuk pertunangan kakakmu. Oh, kurasa aku berhutang permintaan maaf.”

“Karena perjodohan sebelumnya? Sudah kubilang kalau…”

“Aku juga sudah mengatakan itu pada kakakmu. Oh, dan orangtuamu juga,” tutur Siwon memotong ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk kecil. “Tapi kenapa kau juga meminta maaf padaku?”

“Kurasa karena aku pernah beberapa berbuat kesalahan padaku. Terutama disaat kita pertama bertemu. Untuk perjodohan itu,” tukas Siwon.

“Oh.”

Siwon mengenryit ketika mendapati reaksi singkat Kyuhyun. “Hanya “oh”?”

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Dia menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Maaf, aku sedang sedikit stress. Permintaan maafmu diterima. Dan tolong, jangan terlalu sering meminta maaf padaku, kecuali kau benar-benar melakukan kesalahan.”

Siwon mengedikkan bahunya. Well, Siwon memang jarang mengatakan kata maaf, terlebih jika dia tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi rasanya ada beberapa hal yang terjadi diantara dirinya dan Kyuhyun, dan Siwon perlu meminta maaf.

“Apa kau stress karena sidang putusan besok?” tanya Siwon.

“Salah satunya. Tapi kau tidak perlu khawatir. Jika prediksiku benar, maka Choi Group akan menang. Selama persidangan pun tidak ada masalah apapun,” ucap Kyuhyun.

“Persidangan memang tidak ada masalah apapun. Tapi jika kau baru stress sekarang, apa karena kasus berikutnya yang akan kau tangani? Uhm, Changmin pernah mengatakan kalau kasus itu berkaitan dengan yakuza atau mafia lainnya. Apa itu yang membuatmu stress?” tanya Siwon.

Kyuhyun kembali teringat dengan usb yang diberikan Haneul. Sebelumnya Kyuhyun masih tidak merasakan apapun mengenai kasus tersebut, tapi kini Kyuhyun menjadi khawatir. Walaupun sepertinya kasus Seon Hwan itu sama seperti kasus lainnya yang pernah ditangani Kyuhyun, tapi jika berkaitan dengan mafia maka itu adalah hal lainnya.

Akh, hanya memikirkannya saja membuat kepalaku sakit.

Siwon memperhatikan ekspresi Kyuhyun. “Pengacara Cho…”

Siwon terlihat kembali cemas ketika melihat perubahan warna wajah Kyuhyun. Dalam waktu singkat Kyuhyun terlihat memucat, bahkan Kyuhyun juga mulai berkeringat. “Pengacara Cho, apa kau sakit? Apa kau sudah ke rumah sakit untuk check-up? Pengacara Cho? Kyuhyun-sshi?” Siwon kini memegangi Kyuhyun takut-takut kalau Kyuhyun akan jatuh.

Kyuhyun menatap Siwon yang terlihat terlalu dekat dengannya. Sontak ia merasa seperti tidak bernafas. Kyuhyun juga merasa kakinya terasa lemas hingga ia harus bertumpu pada Siwon. Dengan cepat Siwon merangkul Kyuhyun dan menjaganya agar tidak terjatuh.

Siwon memperhatikan kesekeliling taman itu dan menemukan sebuah bangku taman. Kemudian ia memapah Kyuhyun menuju bangku taman tersebut. Setelah membantu Kyuhyun duduk, Siwon hendak masuk kedalam gedung untuk mengambil minum, tapi Kyuhyun menahan lengannya. Akhirnya, Siwon duduk disamping Kyuhyun.

“Apa kau merasa sakit? Kau belum ke rumah sakit untuk check-up? Sudah kubilang kalau kau harus ke rumah sakit, bukan?!” Siwon sebenarnya tidak ingin memarahi Kyuhyun.

Kyuhyun bukanlah anak kecil yang harus disuruh-suruh lagi. Selain itu, Siwon bukanlah kerabat ataupun keluarga Kyuhyun yang berhak memarahinya seperti itu. Tapi melihat kondisi Kyuhyun saat ini, Siwon tidak bisa menahan diri lagi.

“Setelah acara ini kau harus pergi ke rumah sakit, mengerti? Temanmu yang bernama Kang Haneul itu adalah seorang dokter, bukan? Kau bisa meminta bantuan darinya,” ujar Siwon dengan sedikit tidak suka.

Heck, jika Siwon mengenal dokter lainnya, ia pasti akan langsung menghubungi dokternya itu. Tapi sayangnya, Kakeknya itu terlalu pemilih bahkan untuk urusan dokter pribadi keluarga. Waktu Kyuhyun terjatuh kemarin sangat kebetulan dokter Ji juga sedang bertugas di rumah sakit Ansan. Saat ini, Siwon tidak tahu apakah dokter Ji sudah kembali ke Seoul atau masih berada di Ansan. Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun lagi. Pria dalam rangkulannya itu masih terlihat pucat, walaupun sudah sedikit lebih baik. Siwon menghela nafas dan menarik kedua tangannya. Rasanya canggung sekali.

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Ia melirik Siwon. “Maaf, aku merepotkanmu, Siwon-sshi.”

“Bukan kesalahanmu, jadi jangan minta maaf. Lagipula kau sendiri yang mengatakan padaku, meminta maaf kalau berbuat kesalahan. Untuk saat ini, kau tidak sedang melakukan kesalahan, Kyuhyun-sshi,” tutur Siwon.

Kyuhyun memejamkan matanya dan mengusap wajahnya. Lalu ia menumpukann siku tanganya diatas lutut dan menyembunyikan wajahnya dikedua telapak tangannya tersebut. Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya hingga beberapa-kali.

Siwon sendiri hanya memperhatikan pria tersebut. “Kau tidak ingin aku mengambilkan minuman?”

“Tidak perlu. Kurasa tiga gelas champagne di pagi hari adalah keputusan yang buruk,” gumam Kyuhyun.

Siwon menghela nafas. “Kau sudah makan nasi sebelumnya?”

Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk melirik kearah Siwon. “Bukan nasi. Hanya dua lembar roti bakar dengan segelas jus jeruk.”

“Kalau begitu, tidak heran kau jadi sakit seperti sekarang. Tapi kau benar-benar harus pergi ke rumah sakit, Kyuhyun-sshi,” tutur Siwon lagi.

Kyuhyun mendengus lalu menegakkan tubuhnya. “Kau mau mengantarku ke rumah sakit jika aku ingin pergi?”

“Eh?”

“Menyetir sendiri bukan pilihan yang tepat. Meminta orangtuaku yang mengantarkan, mereka bisa bertanya hal-hal aneh. Taksi? Aku tidak ingin muntah di taksi. Jadi, kau mau mengantarkanku? Atau Changmin-sshi,” sahut Kyuhyun.

Cho Kyuhyun, apa yang baru saja kau katakan?!

Siwon masih menatap Kyuhyun dengan lekat. Mengantarkannya ke rumah sakit? Well, kurasa sebagai rasa tanggung-jawab atas kecelakaan terjatuh dari kuda kemarin, sepertinya tidak apa-apa. Lagipula masih ada Changmin.

“Aku…” ucapan Siwon terhenti ketika ponselnya bergetar. Siwon lalu mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan yang masuk. Siwon mengernyit ketika melihat pesan itu ternyata dari Changmin.

Sepupu, aku pulang duluan. Kunci mobilmu sudah kutitip di meja respsionis. Selamat bersenang-senang ^^

Shim. C

Siwon mendecih. “Jeez.. Shim Changmin, awas kau.”

“Kenapa?” tanya Kyuhyun.

Siwon menghela nafas dan menyimpan ponselnya kembali. Kemudian ia berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kyuhyun. “Ayo ke rumah sakit. Kurasa kau sakit sekarang pun karena efek terjatuh kemarin. Aku masih memegang tanggung-jawab atas dirimu, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menatap uluran tangan tersebut. Sebuah tangan yang terlihat jauh lebih besar dari tangannya dan jauh lebih kokoh. Kemudian Kyuhyun mendongak menatap Siwon dengan lekat. Ia terdiam sejenak ketika melihat senyuman itu.

Siwon tersenyum padanya. Untuk pertama-kalinya.

Kyuhyun menarik nafas dan menyambut uluran tangan tersebut. Entah kenapa dia begitu gugup. Uluran tangan itu bukan seperti apa yang dipikirkannya. Siwon kemudian menarik tubuh Kyuhyun. Tapi karena Kyuhyun masih lemas, dia hampir saja terjatuh. Cukup beurntung, Siwon bisa menahan tubuh Kyuhyun.

Namun, posisi mereka agak canggung. Satu tangan Siwon berada di pinggang Kyuhyun dan tangan lainnya berada di punggungnya untuk mencegah Kyuhyun terjatuh. Sedangkan kedua tangan Kyuhyun berada di bahu Siwon. Selain itu, wajah mereka terlalu –amat sangat– dekat. Kyuhyun bahkan bisa merasakan hembusan nafas pria itu di wajahnya.

Kyuhyun sendiri tidak berani untuk bernafas. Sorot mata Siwon membuatnya sedikit merasa terintimidasi. Hingga Kyuhyun berpikir jika dia bernafas, Siwon mungkin akan…

“Kau tidak bernafas, Kyuhyun-sshi,” ucap Siwon berbisik.

Kyuhyun menggigit ujung bibirnya dan mulai bernafas dengan senormal mungkin. Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sangat dekat dengannya dan menyadari kalau pria itu sedang menggigit bibirnya.

“And don’t bite your lips.”

Kyuhyun sedikit tegang mendengar suara husky Siwon. Kyuhyun tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya, tapi dia menemukan kalau suara Siwon terdengar begitu menggairahkan. Damn it.

Ketika Kyuhyun menghiraukan ucapan Siwon untuk tidak menggigit bibirnya. Tangan Siwon yang berada di pinggang Kyuhyun beralih menyentuh bibir pria tersebut. Ujung jemarinya itu menyentuh bibir Kyuhyun.

“Ini terdengar gila. Tapi aku ingin menciummu, Kyuhyun-sshi.”

Jujur saja, Kyuhyun sangat terkejut dengan ucapan Siwon. Tapi belum sempat ia mengatakan apapun, Kyuhyun mendapati Siwon telah mencium bibirnya.

Ciuman pertama Cho Kyuhyun –sedikit memalukan mengakuinya– dengan Choi Siwon.

*****

NOTE: HAHAHAHAHAHA… /Ketawa jahat

Udah lama updatenya -terakhir update itu diawal bulan februari- eh sekalinya update, Kyu ama Siwon udah ciuman, tapi mesti dipotong. Maafkan yaa..

Tapi beginilah. Nasib yang lagi nyari kerja, setelah liburan abis sidang selama empat bulan, sekarang baru sibuk nyari kerjaan. Udah gitu, selama dua bulan terakhir, aku lagi ngedit satu cerita yang pernah aku publish di blog pertama aku. disini ada yang masih inget dengan blog pertama aku? hihihihihi..

Untuk part ini, udah keliatan sikap Siwon, bukan? Tapi sayang, Kyuhyun masih adem ayem ajah. Yifan ama Joonmyeon malah mundur kayaknya. Ya, mereka kan mau pisah -sementara- hahahaha…

Detail ciuman Kyuhyun ama Siwon di part 16 ya. Tapi gak tahu kapan mau ditulis. Part ini ajah baru kelar malam ini.

Sampai jumpa lagi… ^^

Music: Super Junior D&E – Growing Pains

Advertisements

45 thoughts on “[SF] Scarface Part 15

  1. Diera benar-benar deh. Jadi penasaran dengan adegan kissingnya.
    Akhirnya Siwon sadar dan mengakuinya. Changmin pintar sekali menyimpulkan dengan mengatakan kalau cinta pertama Siwon adalah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun masih ragu. Mungkin Siwon jadi agresif karena melihat Haneul yang menyentuh pipi Kyuhyun.
    Jangan katakan kalau Changmin tertarik dengan Joonmyeon?
    Ditunggu kelanjutan ceritanya..
    Tolong jangan biarkan rasa penasaran ini berkepanjangan..

  2. TIDAAAAAAAAK!!!! Gimana ini?? Aku shoooockk!!! Aku senaaaaaaang ♥v♥
    Akhirnya WonKyu kissing secara sadar. Aaaaah~
    Di sini porsi WonKyu lebih banyak ya? Kalau gitu, chapter depan banyak KrisHo?? hihihi
    Aku penasaran sama apa yg Yifan lakukan di rumah. Dia kan gak ikut ke acara pertunangan itu. Apa dia tidur? -oo-
    Suka adegan Siwon-Joonmyeon 🙂
    Ditunggu chapter selanjutnyaaaa kaaaak ^^

  3. aaaaakkkkhhhhh rasanya pengen teriak teriak gara2 Wonkyu,,, ciiieeeee.. 😀
    Semoga reaksi kyuhyun positif terhadap siwon setelah mereka kiss,,
    d tggu kelanjutannya yaaa!!!

  4. Wuahh siwon uring uringan karna kyuhyun
    Changmin sepupu yg pengertian, dia ngebiarin siwon pedekate sama kyuhyun
    Siwon main cium kyuhyun aja
    Gimana ya reaksi kyuhyun nanti
    Wuahh kyu kyk nya udh mulai merasakan getaran cinta nih sama siwon

  5. aaaaaa, seneng akhirnya wonkyu kiss dg sadar, tp kok dipotong ceritanya
    pas bagus bagusnya…….
    siwon sdh mulai sadar dg perasaannya….
    gimana selanjutnya yaa, bikin penasaran banget
    ditunggu chapter depan..:)

  6. Kejaaaammmm ahahahahah…
    Oh my God oh my…
    Ngakak sndiri nyaksiin ulah siwon, jadi pngen ikutan changmin buat godain siwon k=k=k=k=
    Dan kyuhyun?? Dia sepertinya udah mlai kebakar jugaaaa
    Diera-ssi…jeballllll update cepet ne…

  7. wah,,, wah,, siwon berani mengakui perasaannya pada changmin. tapi apa bener hanya sementara? apa dia akan melangkah maju atau malah mundur,??
    dan sepertinya kyuhyun masih galau sama perasaannya sendiri, dia menolak sentuhan orang lain tapi kenapa sama siwon gk?
    haneul masih ngarepin kyu yaa???
    apa kyu akan terlibat dengan yakuza?
    oy, ff yg diblok lama mw diremake ulang yaa? bukannya blognya udah dihapus?

  8. aaaaaaaaaa,,,,,,,
    suka bangettt,,,,,
    feelnya wonkyu bgt,,,, dapet semuanya,,, seksinya aura keduanya, gairahnya, sensualnya, tarik menarik perasaan keduanya rasanya semuanya pas,,,, 😭😭😭😭
    aku ngerasa bahkan di scene yg di bangku taman itu aura tubuh keduanya udah saling tarik menarik sampai akhirnya siwon mitusin buat nyium Kyu,,,, OMG,,, like it,,,,
    wonkyu emang begini rasanya aku rela nyerasih siwon buat kyuhyun dan kyuhyun buat Siwon,,,,

    di tunggu bgt detailnya,,, sebuah ciuman manis dari dua insan yang sedang memahami perasaan mereka,,, dan semoga ciuman ini jd awal dr terbukanya perasaan mereka berdua,,, huhuhuhu
    aduuuuhhh mau nangis rasanya,,,, aku sukaaaaaaaaaaaa,,,,,
    suka saat skinship yg tidak sengaja tapi terasa pas, seperti memang di tempatnya dan seharusnya,,,,

    untuk di cut di tempat yg tidak tepat sudah biasa,,,, aku juga suka kaya gitu,,, hahahahaha
    tp klo lg jd reader kesel juga,,,,

    keep spreading wonkyu love !!!!

  9. AAH DIERAAA!! AKU SUKA AKU SUKAAAAA!! KYAAA..YG ENDING!! HEUNG ~
    Heol ~ jdi itu ciuman pertama Kyuhyun? lha emg pas pacaran sma Haesa,Kyu blm pernah ciuman? wkwk
    hahaha entah knapa aku ngakak pas bgian Chwang manas2-in Haneul dgn bisik2 sma Kyu,mentang2 dia tau sma perasaan Siwon ke Kyu -_-
    well yeah ~ Siwon kyaknya bner2 hrs saingan sma Haneul utk mendapatkan Kyuhyun kkk ~
    udh lah jadian aja jadiaaan..greget bgt sumpaaah >_<
    ditunggu lanjutan nya ya,good luck buat nyari pekerjaan nya ^^

  10. Huaaaaaa terakhirnya bacanya ga bisa napas. 😱
    Eonnie kenapa part akhirya pas bagian itunya selesaaai,
    Dilanjut eon dilanjut yg cepet aku penasaraaaaaaan lanjutan kiss wonkyu😁😍

  11. OH MY GOD!!!!
    endingnyaaaa….
    part ini bikin hati cenat cenut#lebay#
    tp beneran dech
    ga sabar nunggu part 16
    jgn lama2 ya..

  12. KYAAAAAAAAAAA apa yang dilakukan Siwon???
    untung kyu ga terkena serangan jantung.
    tapi senangnya, hubungan mereka benar-benar maju pesat.
    pokoknya ditunggu banget lanjutannya….

  13. wahhhhhhhhhhh hubungan wonkyu mengalami kmajuan pesat nh, tp syang keptong disaat yg tdk tepat, jd ga sbar nunggu part slanjutnya

  14. ye…yeyyy akhirnya update juga heheheh gomao eon, semoga dapt pekerjaan cepat yahhh aminnnnn hehhe semangat,,,

    huaaaahhhhh endingnya bagus bangettt. kayaknya harus nunggu berapa hari lag heheheh semoga cepat ya eon hahahahah aaminnnn semangatttt

    siwon udah mampu mengenali perasaannya….. gimana dengan kyu? huaaaaa menarik eonnnn. gimana ya kyu setelah dicium siwon senengnya……

  15. huaaa…ngak tau mau komen apa.
    tadinya ada bbrpa yg mau ku komen, tapi bgtu baca adengan terakhir otak jadi nge blank.
    pokonya ngak sabar nunggu detailnya. heeee

    n moga dpt kerjaan secepatnya.
    semangaaattt

  16. Syukurlah eonni dah update :3 .
    Aku udah kyk org sakau krn g nemuin ff WK yg keren. Soalny belakangan ini aku udah malas baca ff WK gay kecuali yg ini.

    Aah…
    Siwon ternyata suka nyosor ♥.♥ .
    Cium2 Kyu :* ..

    Ahh…
    Tp peran Haneul kurang greget utk memanas-manasi Siwon :p ..

    Eonnii, jgn lama2 lg dong updateny 🙂

  17. bner kata chang kalo haneul akan jdi saingannya
    tetapi dari sikap kyu, bisa ktauan sbnrnya kalo haneul bahkan kalah seblum bertanding sama siwonnya…
    mereka emg gak bersaing, karena memang sedari awal kyu g suka sama haneul, tapi kalo sama siwon walo g suka tetapi karena kesan pertama penyelamatan itu, membuat seakan ada magnet yang membuat mereka selalu ada kesannya..
    part ini siwon blak2an soal suka dy sama kyu..
    kyu udh ada rasa sama siwon walo belum mengakui..
    dan itu sblum tbc mereka kisssseeeeeuuuuu..
    smoga d part slanjutnya jgn smp y kyu stlh kisseu itu jd canggung atau malah jauh lg hubungannya sama siwon, kalo gtu makin lama mereka bersatu…
    byr nanti saat kyu menangani kasus soal yakuza, kyu udah ada yang melindungi yakni siwonnya, eeaaa hahahahaha

  18. Uwwaahhh… I like it..
    Tapi ending nya bikin jengkelll… Kenapa tbc sihhh.. Disaat saat genting kaya gitu??? Hahahaha
    Cepettt apdet yaahh author ..
    Jujur aq cma baca part wonkyunya aja… Hihii

  19. apdet asap pliiiiiiiiiiiiisss,,,,,,,,,,,,,,,,,, 🙂 😉
    semoga cpt dpt krja ya,krja yg bgus,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    fighting,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  20. selalu deh,yng seru2 pasti di akhir,kkk,dan waktu kyukyu nahan napas,aku jg ikutan g napas,hahaha,asli bikin penasaran,bikin g sabar lagi nunggu part 16,cpt update yaaaaa….dan semoga km cpt dapet kerja,amien,

  21. Sikyu kayak air laut, tenang.
    Tapi menghanyutkan.
    Hehe
    Walau sikyu belum mau mengakuinya, tapi menurut gue, dia juga mulai ada rasa sama siwon.
    Dan siwon, OMG!
    Ternyta emang beneran suka sama kyuhyun.
    My god!
    Dan part 16 untuk detail ciuman mereka gue tunggu.
    Hahaha

  22. Yeay wonkyu ciuman,,,cie siwonnnn..jatuh cinta,,parahnya kyu cinta pertama!
    Shim sepupu yg menyenangkan…siwon good job…untuk kakak mudah”n cpt dapet kerja..amin

  23. Huwaaa … Gue bener2 teriak lah baca part ini, wonkyu gemesin banget sich, kenapa harus stop di saat mereka ciuman plaakkkkk hehehehehheehheh

    wonkyu udh mulai saling suka …* cieeeeee tp bener2 gemes banget sama wonkyu

    ini komentar aku untuk kesekian kali nya aku coba, dari kemarin aku coba komentar, tp comment nya gk masuk2 ….* hiks

    cepet lanjut yach … Pokok nya cepet lanjut jangan lama2 lagi oke . 🙂

  24. aigoo.choi siwon…kau benar2 di buat jatuh cinta oleh cho kyuhyun. lihat sj tingkahmu begitu membingungkan dan sll tdk tenang jk sdh berhadapan dng cho kyuhyun. tp kenapa sich siwon masih sj merasa ragu dng perasaannya sedangkan cho kyuhyun sendiri masih terkesan cuek dng perasaannya jg, tp kl sdh berhadapan dng siwon dia menjadi aneh, sulit utk di kendalikan. tp choi siwon hrs berhati2 krn dia mempunyai saingan, kang haneul. omoooooo…………apa yg wonkyu lakukan di taman????? tepatnya apa yg telah di lakukan siwon…??? dia mencium babykyu….., akhirnya siwon tdk bisa mengendalikan dirinya sendri…., lalu bagaimana dng babykyu??? apa dia akan meolak atau malah ikut larut……lanjutttttttt

  25. bersambungnya bikin sedih ㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅜㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    bikin mati penasaran :^(
    terima kasih author-nim, please update soon!!

  26. SUKa bgt sma endingnya,, sayang tbc,,, ydh lama bgt nie nunggu update ff ini,,siwonnya udh sedikit terbuka nie masalah perasaan nya sama kyu???kyunya kapan dong?? Jgn sampe kyu nya jadi jaga jarak sama siwon ya setelah ini,,,

  27. wowww tbcnya kissue
    finnaly siwon nglakuin juga hahahahaha

    changmin emang keren lah jadi mak comblang hahahahaha

  28. Finally setelah sekian lama akhirnya Wonkyu kissing, meskipun belum jelas apakah Kyu menikmati or bales ciuman Siwon apa engga. Setidaknya bibir mereka ketemu hahahahahahahaha

    Hanya Changmin yang jeli ngeliat tingkah absurd Siwon kalo deket ma Kyu hehehehe dan hanya dia juga yg baru ngeh kalo Haneul suka ma Kyu. Damn, I hate you Haneul.

    Bener kata kamu Diera, hubungan Krisho malah mundur apa kehabisan bahan bakar ya ga maju2. Suruh pake pertamax aja biar ngebut hahahaha

    Dari chapter 1 sampe sekarang baru sempet komen kalo saya seneng sama interaksi Siwon-Changmin. Padahal udah inget sih mau komen di chapter2 awal tapi suka lupa aja. Soalnya biasanya Changmin suka dipasangin jadi best buddy nya Kyuhyun eh sekarang kamu pilih dia buat jadi sepupunya Siwon. Cocok banget sama karakternya.

    Ngebut nih baca chapter selanjutnya padahal saya lagi kerja hahaha sorry pak boss. Eh btw sekarang udah dapet kerja kah? Semangat yaaaa

  29. Kyaaaaaa. . >///<
    Knp musti kepotoooong, itu scene yg bner2 dinantikan. . kkwkwkwkwk

    Ternyata siwon udh mulai ngungkapin perasaannya. . muehehe
    Mskipun yaah, msih kras kepala jg gak mw ngakuin kalo itu rasa cinta. . kkkk~
    Ini keten sekaliiiii ^^ 👍👍

  30. Oh akhirnya wonkyu membuat momen yg pling dnantikan,,meski perasaan kyu msh abu2,,pi perasaan siwon sdh mlae myakinkan…heheheheheee…apa mngkin siwon seagrsif itu krn mliat haneul mnyentuh pipi kyu????

  31. akhirnya siwon mengaku kalo dia suka sama kyu tapi yakin cuma perasaan sementara ? bukankah ini cinta pertama siwon seperti kata changmin ?
    changmin kayanya jadi orang yang paling peka bahkan kalo bukan changmin entah sampai kapan siwon baru sadar akan perasaannya.
    siwon ternyata punya saingan meskipun kayanya kyu nggak suka sama haneul dan kyu mulai ada perasaan sama siwon
    aigooo.. choi siwon pacaran atau bilang suka sama kyu aja belum udah mau main cium aja, bagaimana reaksi kyu nanti ?

  32. Wiuwiuwiu seneng deh siwon ketemu jun hahaha. Btw yayy buat sulli makasih udah buat siwon sadar kalo sifatnya selama ini ga baik. Adek berbakti emang deh km mah. Haha. ASSAAAA!!!!! Progress yang waw buat wonkyu.siwon nyium kyu!!! Jadi terharu. Finally!! Finallyy!!! Siwom mengakui perasaannya 💃🏼💃🏼💃🏼

  33. Kyaaa….wonkyu kissing 😘😘😘
    Siwon sdh mulai mengakui perasaannya meskipun tdk spnuhnya dan kyuhyun jg sdh tanda” mskipun msh sngat samar krna msh terlihat cenderung biasa” saja…
    Joonmyeon sdh bertemu dg siwon, smga saja nantinya siwon bs membantu joonmyeon agar bs jd pengusaha yg sukses sprt dirinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s