[SF] Scarface Part 11

scarface 1

11

 

Kyuhyun menarik nafas dan berjalan masuk kedalam lobby kantor firma hukum Kang. Jauh dalam sudut hatinya ia merasa sangat bersalah pada semua rekan kerjanya. Tanpa kabar selama lima jam bukanlah sesuatu yang mudah untuk dimengerti. Kyuhyun menarik nafas lagi ketika ia melihat Hyukjae.

“Hyuk…”

Sontak Hyukjae menoleh. Begitu pula dengan beberapa rekan kerjanya yang berada di koridor tersebut. Hyukjae mengusap wajahnya dan menghampiri Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun dengan lekat.

Hyukjae memperhatikan Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki. Seakan ia sedang memastikan bahwa Kyuhyun tidak terluka sama sekali. Setelah benar-benar yakin, Hyukjae lalu memeluk Kyuhyun dengan erat.

“Jangan pernah pergi sendiri lagi mulai sekarang. Mengerti?! Aku hampir saja akan menghubungi noonamu.”

Kyuhyun menepuk punggung Hyukjae. “Terima kasih karena tidak melakukannya. Dan maaf karena membuat kalian semua khawatir.”

Hyukjae melepaskan pelukannya. “Sebaiknya kau mempunyai penjelasan yang masuk akal. Karena diculik selama lima jam dan pulang dalam kondisi baik-baik saja? Itu sama sekali tidak masuk akal.”

“Well, aku sendiri menganggap ini tidak masuk akal.”

*****

Changmin membuka pintu perpustakaan dan melihat Siwon sedang mendengarkan music klasik. Well, bukan kebiasaan Siwontapi sepupunya itu akan mendengarkan musik-musik klasik jika dia sedang dalam kondisi benar-benar stress. Changmin menarik nafas dan mengetuk pintu.

Siwon menoleh dan mengecilkan volume suara musik yang sedang didengarkannya. “Ada apa?”

“Kau mendengarkan musik klasik? Karena masalah apa? Karena terakhir kali kau mendengarkan musik klasik sekitar setahun lalu ketika kau pulang dari New York karena mengurus masalah kantor cabang disana. Aku hanya penasaran untuk alasan hari ini kau mendengarkannya,” tutur Changmin yang tidak berpindah dari ambang pintu.

Siwon menghela nafas. “Apa begitu aneh hingga kau penasaran?”

Changmin mengangguk.

“Well, kurasa kau tahu alasannya,” ucap Siwon.

Changmin mengernyit. “Cho Kyuhyun? Choi Siwon, ada apa denganmu eoh? Kau berulang-kali mengatakan padaku kalau kau bukan gay, walaupun seberapa seringnya aku mengodamu karena kau dan Cho Kyuhyun sepertinya sangat berjodoh sekali. Tapi hari ini kau benar-benar mengejutkanku.”

Changmin lalu berjalan mendekat dan duduk pada salah satu sofa tunggal. Siwon memperhatikan sepupunya dengan lekat. “Entahlah. Aku hanya lebih sering berpikir akhir-akhir ini. Mungkin lebih tepatnya Kakek yang membuatku berpikir. Mengenai perusahaan, mengenai pernikahan dan mengenai pewaris Choi selanjutnya.”

“Mengenai perusahaan, aku paham karena kau mungkin adalah calon untuk Presdir berikutnya atau setidaknya sepuluh tahun mendatang. Mengenai pernikahan, ini memang sudah waktunya kau menikah, bukan? Tapi mengenai pewaris Choi? Maksudnya seorang anak laki-laki yang akan meneruskan garis keluarga Choi? Lalu apa hubungannya kau memikirkan Cho Kyuhyun? Aneh sekali,” ujar Changmin.

Siwon menatap sepupunya sembari menghela nafas panjang. Walaupun ucapan Changmin ada benarnya, kenapa ia harus memikirkan Cho Kyuhyun jika yang seharusnya dikhawatirkannya adalah masalah perusahaan dan keluarga?

“Aku memikirkan Cho Kyuhyun hanya sekilas saja. Itu pun karena Kakek sempat membicarakannya. Seperti biasa, Kakek menyuruhku segera memberikannya seorang cicit untuk menjadi pewaris Choi. Tapi bagaimana mau memberikan seorang pewaris jika menikah sajabelum terlintas dalam rencana masa depanku.”

Changmin mengernyit. “Belum terlintas? Heck… Kau yakin? Bukan karena kau masih memegang teguh prinsipmu untuk menunggu hingga ada seseorang yang benar-benar membuatmu jatuh cinta?”

“Itu juga termasuk.”

Changmin mendesis. “Oh, ayolah Choi Siwon. Kau pasti sedang bercanda. Kau adalah Choi Siwon, jika kau mau menikah dengan orang yang kau cintai, bahkan sampai kiamat pun tidak akan terjadi.”

“Hey, apa maksudnya itu Shim Changmin?!”

“Jika kau ingin mencari seseorang yang kau cintai dan benar-benar mencintaimu tulus tanpa mengenal kau adalah seorang Choi, sebaiknya kau buka mata dan hatimu dulu. Hingga saat ini, ada berapa wanita yang benar-benar membuatmu tertarik, eoh? Tidak ada. Kau selalu berpikir bahwa setiap wanita yang dijodohkan denganmu hanya sebagai sebuah merger perusahaan. Kau selalu menganggap mereka hanya menginginkan uang, kekuasaan dan juga pengaruh. Well, itu mungkin memang benar tapi tidak pernahkah kau berpikir bahwa salah satu diantara mereka benar-benar tulus ingin berhubungan denganmu? Bukan hanya karena sebuah merger. Bahkan pertemuan dengan Cho Ahra yang diwakilkan oleh Cho Kyuhyun saja langsung gagal dalam hitungan menit. Kau bahkan tidak bertemu dengan Ahra secara langsung tapi langsung menolaknya. Heck, bahkan perjodohan yang terakhir itu –yang kau bilang akan dijalani dengan serius– juga gagal bukan?” tukas Changmin panjang lebar.

Siwon sendiri hanya mendengarkan dengan setengah hati. Walaupun sebagian ucapan Changmin adalah kebenaran yang tidak bisa ditepis olehnya. Sebut saja, Siwon adalah pria kuno yang masih percaya pada cinta pada pandangan pertama. Heck, sebenarnya Siwon tidak mengakui bahwa cinta pada pandangan pertama itu ada sejak lima tahun lalu. Tapi, Siwon hanya ingin merasakan sebuah perasaan cinta yang muncul secara perlahan tanpa ada sebuah tekanan akan pernikahan atau semacamnya. Walaupun sepertinya itu benar-benar sulit untuk terjadi karena sikap dan sifatnya.

Changmin menghela nafas karena sepertinya Siwon tidak akan memberikan reaksi apapun pada ucapannya. “Lalu inti pembicaraanmu dengan Kakek itu apa? Kau harus mengikuti perjodohan lagi atau Kakek sudah lepas tangan dan menunggu sampai kau benar-benar menemukan cintamu itu?”

“Perjodohan? Itu adalah urusan Eomma. Kau tahu, Kakek lebih memikirkan masalah perusahaan dan pewaris Choi. Dia bahkan memberikan ide untuk mencari ibu pengganti jika aku tidak mau segera menikah.”

Mata Changmin sontak membulat. “Ibu pengganti? Untuk bayimu? Tanpa pernikahan? Woah… Kupikir pemikiran Kakek masih kuno, tapi ternyata tidak. Kau tahu, Kakek dapat ide itu darimana? Jika orangtuamu sampai tahu, maka….”

“Eomma akan dilarikan ke rumah sakit jika mendengar ide Kakek. Kakek hanya bilang bahwa dia membaca sebuah artikel. Entahlah, aku sendiri tidak tahu artikel apa,” sahut Siwon cepat.

Changmin hanya tertawa kecil. Well, ia bisa membayangkan bagaimana reaksi seluruh keluarga jika mendengar ide gila Kakek mereka mengenai ibu pengganti untuk anak Siwon.

“Tapi, kurasa itu ide bagus. Maksudku, ibu pengganti. Kau tidak mau menikah dalam waktu dekat ini, tapi kau hanya membutuhkan seorang anak laki-laki sebagai pewaris Choi. Well, ibu pengganti bukan ide buruk,” tukas Changmin.

Siwon sontak langsung melempar bantal sofa pada sepupunya. “Kakek dan cucunya sama-sama gila. Kau pikir, resiko ibu pengganti itu tidak besar, eoh? Kalau media sampai tahu bagaimana?”

“Itu bukan masalah. Jika Kakek sendiri yang memberikan ide itu, maka Kakek pasti bertanggung-jawab pada hal apapun yang akan terjadi. Termasuk pemberitaan media dan jika suatu hari nanti ibu pengganti itu malah menginginkan lebih dari keluarga Choi. Kau tahu, pengakuan sebagai istrimu,” tutur Changmin.

Belum sempat Siwon membuka mulutnya untuk membalas ucapan Changmin, Jinri sudah mengetuk pintu yang dibiarkan terbuka oleh Changmin. Siwon dan Changmin menoleh pada gadis tersebut.

“Kakek ingin bicara dengan kita semua. Kurasa ada hal penting yang akan disampaikan oleh Beliau. Dan jika boleh kukatakan, sepertinya Kakek telah melakukan hal aneh lagi.”

*****

Kyuhyun menghela nafas panjang ketika ia melihat sosok Siwon berdiri dekat mobilnya. Ini sudah pukul sembilan malam dan Kyuhyun tidak tahu kenapa pria Choi itu malah datang menemuinya. Hell, bahkan Kyuhyun juga tidak tahu kenapa dia masih di kantor setelah apa yang dilaluinya hari ini untuk memastikan dokumen terakhir sebelum sidang hari Senin. Dan mungkinkah Siwon datang menemuinya karena sudah mengetahui mengenai kejadian hari ini?

Kyuhyun berjalan menghampiri Siwon dan menghela nafas lagi. “Aku yakin, kau sudah mengetahuinya. Tapi kenapa kau datang kesini?”

“Untuk mengucapkan permintaan maaf dari seluruh keluarga Choi atas tindakan aneh Kakekku padamu. Penculikan itu bukanlah sebuah masalah yang mudah diselesaikan. Jika kau ingin membawa masalah ini ke….”

“Direktur Choi, kau hanya ingin mengucapkan permintaan maaf, bukan?” sela Kyuhyun dengan cepat. Siwon mengangguk. “Kalau begitu permintaan maaf diterima dan aku tidak akan mengungkit masalah hari ini. Apapun itu. Kau bisa pergi sekarang.”

“Kau yakin? Karena sepertinya dari cerita Kakek, kau sedikit mengalami trauma atau semacamnya. Well, kau dibawa secara paksa bahkan sampai dibius. Aku yakin, kau tahu persis bahwa kejadian hari ini bisa dikatakan sebagai penculikan dan kau sebagai seorang pengacara bisa saja membawa masalah ini ke polisi,” tutur Siwon dengan tenang.

Kyuhyun menatap Siwon yang sepertinya bersikap sangat tenang. Ia kembali menarik nafas. “Aku adalah seorang pengacara, itu adalah benar. Dan aku bisa saja mengadukan masalah ini ke kantor polisi, itu juga benar. Tapi adalah suatu kebenaran juga kalau aku tidak ingin melibatkan pihak lain dalam masalah ini. Kau, sebagai perwakilan Kakekmu dan juga keluargamu sudah datang untuk meminta maaf dan aku sudah menerima permintaan maaf. Maka masalah ini selesai. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.”

“Lalu bagaimana dengan penawaran Kakekku untuk masuk kedalam firma hukum Choi Group? Kau bilang pada Kakekku bahwa kau akan memikirkannya, bukan?” ucap Siwon.

“Kakekmu baru bertanya padaku kurang dari tujuh jam yang lalu. Tapi sekarang kau sudah bertanya bagaimana jawabanku? Aku akan memikirkannya dan mengatakan jawabannya langsung pada Kakekmu. Silahkan pulang,” Kyuhyun lalu berjalan menuju mobilnya.

Kyuhyun mengeluarkan kunci mobilnya, tapi Siwon dengan cepat mengambil kunci tersebut. Siwon lalu mendorong tubuh Kyuhyun untuk menuju kursi co-driver. “Aku akan menyetir.”

“Lalu bagaimana dengan mobilmu? Lagipula aku bisa pulang sendiri. Kembalikan kunci mobilku,” ucap Kyuhyun.

Tapi Siwon begitu keras kepala dan langsung masuk kedalam mobil. Kyuhyun menatap pria itu dengan tatapan menjengkelkan. Ia sedikit tahu dengan sikap Choi Siwon yang keras kepala, menjengkelkan, pria berdarah dingin dan beberapa sifat lainnya yang buruk tapi Kyuhyun benar-benar dibuat tidak mengerti dengan Choi Siwon.

Pria itu terkadang bersikap sangat dingin padanya, sedikit perhatian, sangat menyebalkan dan sekarang keras kepala.

“Cepat masuk! Ini dingin sekali!” seru Siwon.

*****

Kyuhyun sesekali melirik Siwon yang fokus menyetir. Selain itu, Kyuhyun juga melihat mobil Siwon mengikuti mereka, sepertinya pria Choi itu datang bersama supirnya. Kyuhyun menarik nafas panjang dan melihat kearah luar jendela. Pikirannya kembali melayang pada kejadian di rumah besar itu.

Rumah dimana ia bertemu dengan Choi Daehan –Presdir Choi Group sekaligus Kakek Choi Siwon dan Shim Changmin. Kyuhyun mungkin pernah melihat wajah Choi Daehan di televisi atau surat kabar, tapi ia tidak bisa mengenali secara langsung pria Choi itu. Kyuhyun baru tersadar ketika sang presdir mengenalkan namanya dan mengajaknya makan siang bersama.

Kyuhyun tidak mengetahui alasan dibalik tindakan Choi Daehan dengan membawanya secara paksa –well, Kyuhyun mungkin bisa menyebut sebagai penculikan tapi benarkah ini kejadian tadi siang bisa dikatakan sebagai penculikan?– karena Choi Daehan tidak mengatakan apapun selain melahap steak di piringnya. Mereka berdua hanya diam dan menikmati makan siang itu.

Kyuhyun menghela nafas panjang dan kembali teringat siang tadi.

“Aku minta maaf jika orang-orangku menyakitimu. Padahal aku sudah memberikan perintah agar tidak menyakitimu. Kuharap kau tidak tersinggung dengan cara kasar mereka, Pengacara Cho.”

Akhirnya Choi Daeha berbicara. Kyuhyun menatap sang presdir dan mengangguk.

“Memang sedikit kasar, karena mereka bisa saja meminta saya ikut dengan baik-baik. Tidak dengan dibius seperti itu, tapi saya bisa mengerti,” ucap Kyuhyun.

Choi Daehan tersenyum. “Well, penilaian Pengacara Kang terhadapmu memang benar. Aku bersyukur karena tidak salah memilih pengacara untuk kasus ini.”

Kyuhyun tersenyum tipis. Kyuhyun menjadi teringat ketika Pengacara Kang memberitahunya mengetahui tentang kasus Choi Group, well sepertinya Pengacara Kang sendiri yang menawarkan jasa Kyuhyun pada Presdir Choi Daehan. Dan walaupun dia mungkin sering dipuji seperti itu, tapi entah bagaimana pujian Choi Daehan terasa terlalu berlebihan.

“Bagaimana steaknya? Kuharap sesuai dengan keinginanmu,” tutur Choi Daehan lagi.

“Ah, steaknya enak. Tapi anda tidak perlu melakukan ini untuk saya.”

“Jangan terlalu rendah hati, Pengacara Cho. Kau terlalu baik pada orang asing. Itu bisa saja merugikan dirimu sendiri. Well, bahkan jangan terlalu baik pada orang yang sudah lama kau kenal. Kau tidak mau membuat dirimu kembali terluka, bukan?” tukas Choi Daehan.

Ucapan itu membuat Kyuhyun terdiam untuk sejenak. Rasanya Choi Daehan mengatakan itu atas dasar kejadian di pulau Jeju tahun lalu. Ketika Kang Haesa mencampakannya –well, sedikit kasar tapi itu memang kenyataannya. Hanya saja, Kyuhyun berpikir kalau Choi Daehan tidak mungkin mengetahui kejadian itu. Jadi, mungkin saja ucapan itu terlontar berdasarkan pengalaman pribadinya.

Kyuhyun menatap piring steaknya. “Saya tidak bisa mencegahnya, Presdir Choi. Kurasa itu adalah sifat alami yang bahkan sulit untuk diubah. Bersikap baik pada semua orang, walaupun pada akhirnya terluka karena dikhianati.”

Choi Daehan menatap Kyuhyun dengan lekat. “Sepertinya kau pernah terluka karena seseorang. Aku tidak akan bertanya mengenai detailnya, tapi sembuhkan luka itu dengan perasaan baru pada orang baru dan lupakan orang yang telah melukaimu. Itu akan jauh lebih baik.”

Kyuhyun melirik Choi Daehan. Orang baru? Seperti Choi Siwon.. Tunggu! Apa yang baru saja kupikirkan?! Harusnya gadis lain!

“Terima kasih atas sarannya, Presdir. Tapi, apa alasan anda membawa saya kesini?” tanya Kyuhyun. Heck, ia sudah sangat penasaran kenapa Choi Daeha membawanya ke rumah besar itu.

Choi Daehan kembali tersenyum.”Kita bicarakan itu nanti. Habiskan makananmu dulu.”

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Rasanya perjalanan pulang berlangsung lama sekali. Siwon melirik sang pengacara yang terlihat sedikit tidak nyaman. Mungkin karena mereka hanya diam sepanjang duapuluh menit perjalanan.

“Kau tidak nyaman bersamaku, Pengacara Cho?”

Kyuhyun sontak menatap Siwon. “Apa maksudmu?”

“Kau seharusnya menjawab pertanyaanku, bukannya melontarkan pertanyaan lagi. Kau tidak nyaman bersamaku? Kau hanya diam dan aku bahkan tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana,” tutur Siwon.

Kyuhyun memutar bola matanya. Heck, jika Siwon bisa membaca situasi seharusnya ia tidak melakukannya, bukan? Tidak perlu sampai menemui Kyuhyun dan mengantarkannya pulang seperti ini.

“Well, jika kau bisa menebak kalau aku tidak merasa nyaman bersamamu, seharusnya kau tidak perlu memaksa untuk mengantarku seperti ini. Karena pada akhirnya kita hanya akan diam, bukan? Lagipula kupikir jika kau benar-benar memaksa untuk mengantarku, ada yang ingin kau bicarakan denganku. Jadi, aku tidak perlu berinisiatif untuk membuka pembicaraan, bukan? Karena hanya kau yang akan bicara,” sahut Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis. “Pintar sekali. Woah… Tidak heran kau menjadi pengacara hebat, Pengacara Cho. Memang benar ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu, tapi rasanya hal itu perlu menunggu hingga sidang putusan nanti.”

Kyuhyun melirik Siwon lagi. “Mengenai tawaran Kakekmu untuk bergabung dengan firma hukum Choi Group?”

Siwon mengangguk. Ia masih fokus menyetir. “Walaupun aku ingin mendengar bagaimana jawabanmu, tapi kurasa kau ada benarnya. Kau perlu berpikir sebelum memutuskan. Lagipula kau sudah cukup lama berada di firma hukum Kang, bukan? Pasti berat untukmu memutuskan pindah firma hukum. Walaupun menurutku, kau cukup mudah mencari alasan untuk keluar. Terlebih dengan apa yang terjadi diantara dirimu dan Kang Haesa –well, maaf jika aku kembali mengungkitnya.”

Kyuhyun kali ini melirik Siwon dengan jengkel. “Kalau begitu berusahalah untuk tidak mengungkitnya lagi, Direktur Choi.”

“Baiklah, aku sudah meminta maaf bukan? Sebenarnya apa lagi yang kau bicarakan dengan Kakekku? Kakek hanya mengatakan kalau dia “membawamu” lalu kalian makan siang bersama dan bicara. Kakek tidak mengatakan secara jelas apa yang kalian bicarakan, kecuali mengenai masalah sidang putusan dan tawaran untuk masuk ke firma hukum kami,” Siwon melirik Kyuhyun. “Jadi, apa lagi yang kalian bicarakan?”

Kyuhyun terdiam. Pikirannya kembali melayang ketika ia dan Choi Daehan berbicara serius setelah makan siang.

“Kau sepertinya cukup dekat dengan cucuku, Siwon.”

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Lalu ia menaruh kembali cangkir tehnya dan menatap Choi Daehan dengan serius. “Maksud anda, Presdir?”

“Well, aku tahu kalian pernah beberapa-kali bertemu sebelum kau menangani kasus kami. Dua kali jika aku menghitung. Salah satunya saat kalian bertemu untuk perjodohan –ah, maksudku perjodohan antara kakakmu dan Siwon. Apa aku benar?”

Kyuhyun menatap Choi Daehan dengan gugup. Heck, darimana Choi Daehan bisa mengetahui itu. Soal pertemuan perjodohan mungkin masuk akal karena bisa saja semua orang di keluarga Choi mengetahuinya, tapi pertemuan kedua? Pertemuan kedua mereka di pulau Jeju? Siwon dan Changmin tidak mungkin menceritakan tentang kejadian itu pada seluruh anggota keluarga Choi bukan?

Choi Daehan menatap dengan senyuman. Itu membuat Kyuhyun semakin gugup.

Kyuhyun menarik nafas untuk menenangkan diri. “Ya, anda benar. Kami memang pernah beberapa-kali bertemu sebelum kasus ini. Tapi untuk mempunyai hubungan yang akrab dengan cucu anda, kurasa tidak, Presdir Choi.”

“Kalian tidak akrab? Oh… Mungkin kali ini aku membuat penilaian yang salah seperti itu. Tapi kalian tidak saling membenci, bukan?”

“Eh? Sebenarnya apa yang ingin anda katakan, Presdir Choi?”

Choi Daehan tersenyum. “Aku hanya bertanya mengenai penilaianmu pada cucuku, Siwon.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Pembicaraan dirinya dengan Choi Daehan benar-benar diluar dugaannya. Choi Daehan bahkan terlihat tidak tertarik untuk membahas mengenai persidangan terakhir. Choi Daehan sepertinya terlalu pada kemampuan Kyuhyun –tapi itu malah membuat Kyuhyun semakin takut seandainya hasil sidang nanti malah kebalikan dari apa yang diprediksinya.

“Pengacara Cho?”

“Kau tahu, panggilan itu terdengar semakin menjengkelkan,” sahut Kyuhyun.

Siwon meliriknya bingung. “Kenapa? Kau memang pengacara, jadi bukankah cukup pantas aku memanggilmu dengan Pengacara Cho?”

“Terima kasih telah mengingatkan bahwa aku adalah seorang pengacara, Direktur Choi. Tapi bagaimana perasaanmu setiap kali dipanggil dengan sebutan Direktur Choi oleh seseorang yang cukup asing –bukan pegawaimu? Apa kau masih merasa nyaman dengan semua orang yang akan memanggilmu Direktur Choi, walaupun itu memang posisimu?”

“Kau itu sebenarnya kenapa? Well, kau menyebut Direktur Choi sebanyak empat-kali dalam sekali waktu dan itu memang terdengar menyebalkan,” tukas Siwon.

Kyuhyun menghela nafas. Ia bahkan tidak tahu kenapa rasa jengkel itu muncul setelah ia memikirkan pembicaraan dirinya dengan Choi Daehan yang malah lebih banyak membahas mengenai Siwon. Heck, pada akhirnya Kyuhyun tidak tahu kenapa mereka harus membicarakan Siwon.

“Mianhae, aku mungkin terlalu lelah. Terlebih dengan semua yang terjadi hari ini. Tapi bisakah, diluar waktu persidangan atau ketika membahas mengenai kasus, kau tidak memanggilku dengan Pengacara Cho. Kyuhyun-sshi saja sudah cukup, Direktur Choi,” tutur Kyuhyun.

Siwon menarik nafas dan memutar kemudi sesuai dengan arahan GPS. “Baiklah, Kyuhyun-sshi. Sebagai gantinya, Direktur Choi juga butuh penyesuaian. Choi-sshi atau Siwon-sshi, kurasa tidak buruk. Walaupun Choi-sshi rasanya terlalu kaku.”

“Siwon-sshi kalau begitu. Kita sepakat, Siwon-sshi?”

Siwon tersenyum tipis. “Sepakat, Kyuhyun-sshi. Sekarang jawab pertanyaanku sebelumnya. Apa yang kalian bicarakan?”

“Kau benar-benar penasaran rupanya. Tapi tidak ada. Kami tidak membicarakan apapun selain masalah kasus dan tawaran Kakekmu untuk bergabung dengan firma hukum kalian,” ujar Kyuhyun berbohong. Well, tentu saja Kyuhyun akan berbohong. Mana mungkin dia akan mengatakan dengan jujur pada Siwon.

“Kau yakin hanya itu? Karena Presdir Choi bukan tipe orang yang akan melakukan hal seperti penculikan itu jika hanya akan membicarakan hal-hal sepele. Aku yakin ada hal lainnya?” tukas Siwon.

“Well, jika kau begitu mengenal Kakekmu kenapa kau tidak tanya sendiri. Karena jawabanku memang hanya itu.”

*****

Changmin menutup kembali pintu mobilnya ketika mobil Siwon memasuki garasi. Sebenarnya Changmin akan pulang, tapi melihat Siwon sudah pulang, ia akan menunda untuk beberapa menit. Changmin tersenyum tipis saat Siwon memanjat keluar mobil, diikuti oleh supir Ha yang menemaninya.

Tapi senyuman Changmin menghilang ketika melihat ekspresi kesal Siwon. Supir Ha sendiri langsung memasuki rumah setelah membungkuk pada mereka berdua. Siwon berjalan mendekati Changmin. “Kau belum pulang?”

“Oh? Aku akan pulang, jadi tenang saja sepupu. Tapi kenapa dengan ekspresi wajahmu. Kyuhyun terluka karena ulah aneh Kakek atau ada hal lainnya yang membuatmu tidak senang?” tukas Changmin.

Siwon menghela nafas dan menepuk bahu Changmin. “Sudahlah, lebih baik kau pulang. Salam untuk Paman dan Bibi. Hati-hati dijalan.”

Siwon hendak berjalan pergi, tapi Changmin menahan lengannya. Siwon menatap sepupunya dengan tatapan lelah. Ia kembali menarik nafas panjang dan menarik tangannya. “Aku lelah, Shim. Pulanglah. Hari Jumat, kita pergi berkuda.”

“Aku akan pulang setelah mendapatkan jawaban, Siwon. Ada apa, eoh? Kalian tidak mungkin bertengkar hanya karena masalah tadi siang, bukan? Hey, kau pergi menemuinya untuk meminta maaf, bahkan Kakek mengatakan bahwa kau harus bicara dengan baik-baik pada Kyuhyun…”

“Shim Changmin!!” seru Siwon menyela ucapan sepupunya.

Changmin terdiam untuk beberapa detik. “Apa? Kenapa?! Kau tidak mengatakan dengan jelas apa yang terjadi, Siwon. Kalau kau bertengkar dengan Kyuhyun…”

“Kami tidak bertengkar. Well, mungkin hanya sedikit tapi…. Kumohon, Changmin. Aku mungkin akan mengatakan apa yang terjadi, tapi nanti. Saat ini aku lelah sekali, okay?” ujar Siwon yang kemudian meninggalkan Changmin.

Changmin sendiri hanya bisa menghela nafas. Well, mungkin ini bukan waktu yang tepat. Tapi besok, Changmin tidak akan menerima jawaban tidak atau nanti dari Choi Siwon. “Tch, dia bersikap seperti habis bertengkar dengan kekasihnya sendiri, anehnya dia kan tidak pernah punya kekasih.” Lalu Changmin memanjat masuk mobilnya dan melajukan mobilnya pulang ke rumahnya.

Sedangkan Siwon sendiri langsung memasuki kamarnya. Ia bahkan mengabaikan Eomma dan Appanya yang menunggunya pulang. Heck, hari ini Siwon benar-benar merasa lelah. Setelah memastikan bahwa pintu kamarnya terkunci, Siwon langsung berbaring diatas tempat tidur. Ia melepaskan kedua sepatunya dengan asal dan menutup matanya menggunakan lengan tangannya.

Siwon menarik nafas panjang.

“Cho Kyuhyun, apa yang telah kau lakukan padaku, eoh?”

*****

Kyuhyun melepaskan seatbeltnya dan menoleh pada Siwon. Ia menarik nafas panjang lalu memanjat keluar. Kemudian Kyuhyun memandangi Siwon yang masih duduk didalam mobil –seakan menunggungnya untuk keluar tanpa harus disuruh atau dipaksa.

Merasa diperhatikan dengan lekat, akhirnya Siwon memanjat keluar dari mobil Kyuhyun. Pria Choi itu lalu berjalan mendekati Kyuhyun dan sedikit melirik mobilnya yang terparkir tidak jauh. Siwon menghela nafas lalu menyerahkan kunci mobil Kyuhyun pada pemiliknya.

Kyuhyun memasukkan kunci mobilnya kedalam saku mantelnya. “Pulanglah. Terima kasih karena bersusah payah untuk datang meminta maaf, tapi menurutku itu tidak perlu. Dan apa yang kukatakan tadi adalah kebenaran, kami tidak membicarakan masalah serius. Berhenti menaruh curiga padaku seperti itu. Kita bertemu hari Senin, Siwon-sshi.”

Kyuhyun lalu berbalik dan beranjak untuk membuka pagar rumahnya.

“Aku tidak mencurigaimu –untuk mengenai apapun, Kyuhyun-sshi,” tutur Siwon.

Sontak Kyuhyun berbalik untuk menatap Siwon lagi. Pria Choi itu lalu memberi isyarat pada supir yang membawa mobilnya untuk agak menjauh dari posisi mereka. Kyuhyun menghela nafas dan kembali memusatkan perhatiannya pada Siwon.

“Aku hanya merasa penasaran, karena Kakek mengatakan sesuatu padaku. Berkaitan denganmu,” ujar Siwon lagi.

Kyuhyun sedikit memicingkan mata. “Mengenaiku?Seperti apa?”

Siwon menghela nafas dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku coatnya. Ia memandang Kyuhyun dengan lekat. “Entahlah, aku tidak mengerti. Kakek hanya mengatakan bahwa aku harus bersikap baik padamu. Itu terkesan aneh, bahkan semua keluarga memandanginya dengan aneh. Karena Kakek –walaupun semua orang menganggapnya adalah malaikat karena terlalu baik– tidak pernah mengatakan pada anak atau cucunya untuk bersikap baik pada seseorang secara khusus. Tapi Ia mengatakannya padaku. Kakek memintaku untuk bersikap baik padamu. Maka dari itu, aku ingin tahu apa yang kalian bicarakan, sampai Kakek harus mengatakan itu padaku. Apa kau mengatakan hal buruk mengenaiku? Karena Kakek sering-kali meminta orang lain melakukan penilaian pada semua keluarga.”

Kyuhyun mencerna setiap ucapan Siwon. Itulah alasannya kenapa Choi Daehan meminta penilaian Kyuhyun terhadap Siwon. Tapi kenapa hanya pada Siwon? Kyuhyun juga mengenal Changmin, tapi Choi Daehan tidak menyebut Changmin sama sekali

Siwon memperhatikan setiap perubahan ekspresi Kyuhyun. Jelas sekali, bahwa ada hal lainnya yang dibicarakan oleh Kyuhyun dengan Kakeknya. Dan Siwon, yakin enampuluh persen bahwa dirinya yang dibicarakan oleh Kyuhyun dan Kakeknya. Tapi kenapa? Siwon hanya butuh jawaban singkat dan jujur.

“Aku tidak mengatakan hal buruk apapun mengenai dirimu,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon berkedip beberapa-kali. “Ye?”

Kyuhyun menarik nafas. “Aku tidak mengatakan hal buruk mengenai dirimu pada Kakekmu. Dia hanya meminta penilaianku terhadap dirimu dan aku hanya mengatakan apa yang kulihat secara subjektif. Bukan mengenai hal buruk, jadi aku juga tidak tahu kenapa Kakekmu mengatakan itu padamu.”

Siwon terdiam memperhatikan Kyuhyun. Hell, entah kenapa ekspresi Kyuhyun terlihat seperti anak kecil yang takut dianggap berbohong oleh orangtuanya. Dan entah kenapa Siwon malah berpikir seperti itu mengenai ekspresi Kyuhyun saat ini.

“Kau percaya padaku, bukan? Aku tidak mengatakan apapun,” tegas Kyuhyun sekali lagi.

Siwon menghela nafas. Lalu ia mengeluarkan tangan kanannya dari saku coatnya dan perlahan menyentuh pipi Kyuhyun dengan ujung jemari telunjuknya. Sontak Kyuhyun mengambil satu langkah mundur.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa menyentuh wajahku dengan cara seperti itu?!”

Siwon menggeleng. “Ani. Aku hanya sedikit penasaran.Well, sebenarnya aku bertanya-tanya. Penglihatanku yang bermasalah atau kau memang terlihat seperti itu tapi aku baru menyadarinya.”

Kyuhyun mengerutkan dahinya. “Terlihat seperti apa?”

Namun, lagi-lagi Siwon menyentuh kening Kyuhyun dengan ujung jemarinya. “Jangan mengerutkan dahi seperti itu. Kau terlihat lebih tua dari yang seharusnya. Aku bahkan tidak menyadari sebelumnya.”

“Menyadari apa?”

“Kalau kau terlihat menggemaskan untuk pria berusia tigapuluhdua tahun. Kau yakin itu usiamu? Kau tidak salah hitung? Atau orangtuamu tidak salah tahun saat membuat akta kelahiranmu?”

Ucapan Siwon barusan membuat wajah Kyuhyun menjadi lebih hangat ditengah udara dingin.Kyuhyun lalu menjauhkan wajahnya dari jemari Siwon yang masih menyentuh dahinya.

“Pulanglah, kau mulai bicara ngawur.”

*****

Kevin menuruni tangga dan melihat Joonmyeon dan kedua orang tua mereka sudah duduk di meja makan. Kemudian dia duduk disebelah Joonmyeon dan mulai menyantap sereal yang dibuatkan oleh Sara.

Kevin melirik Joonmyeon yang sibuk dengan rotinya sembari membaca sebuah buku. Sepertinya Joonmyeon sudah mulai mempersiapkan untuk ujian masuk universitas –atau itulah yang dikatakan oleh Sara.

Sara memberitahunya kalau Junhyeok tidak memberikan tanda-tangannya untuk aplikasi HanEum milik Joonmyeon. Jadi, Joonmyeon harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian universitas. Kevin kini berpikir apakah Junhyeok akan memberikan tanda-tangannya untuk UAL. Atau dia juga harus mempersiapkan diri untuk ujian unversitas seperti Joonmyeon.

“Kevin, ini aplikasi milikmu.”

Kevin menoleh dan melihat Junhyeok menyodorkan sebuah amplop kepadanya –amplop yang Kevin berikan pada Junheyok, amplop yang berisi undangan dari UAL. Kevin melirik Sara lalu mengambil amplop tersebut.

Joonmyeon melirik Kevin yang membuka amplop tersebut dan mengeluarkan beberapa lembar kertas. Dibagian paling bawah terdapat tanda-tangan Junhyeok. Kevin mendapatkan persetujuan Junhyeok untuk UAL. Joonmyeon menghela nafas lalu melanjutkan sarapannya.

Kevin menatap Junhyeok dan pria itu tersenyum padanya. “Persiapkan dirimu. Beritahu kami jika kau membutuhkan sesuatu.”

Kevin mengangguk dan kemudian menatap Sara yang juga tersenyum padanya. Kemudian Kevin melirik Joonmyeon yang sepertinya hanya sibuk dengan sarapannya dan buku ditangannya.

*****

Kevin masih memperhatikan Joonmyeon yang selalu terfokus pada bukunya sepanjang perjalanan menuju sekolah. Sesekali Joonmyeon menutup bukunya dan menarik nafas panjang. Hanya selama tiga menit, lalu kembali membuka bukunya. Mereka tidak saling bicara –seperti biasanya tapi Kevin sudah semakin jengah dengan situasi mereka.

Kemudian Kevin memutuskan pindah untuk duduk disebelah Joonmyeon. Tidak peduli dengan tatapan Joonmyeon yang terlihat terkejut, Kevin lalu melepaskan earphone dan menyimpannya disaku mantelnya.

“Kau merasa kecewa?” tanya Kevin.

Joonmyeon mengerutkan dahi. “Kecewa atas?”

Kevin lalu menatapnya dengan lekat. “Ayahmu menyetujui aplikasiku untul UAL, sedangkan aplikasi HanEum milikmu….”

“Tidak apa-apa,” sela Joonmyeon cepat yang kembali memfokuskan pada bukunya. “Aku sudah menduga kalau Appa tidak akan menyetujuinya. Selamat untukmu.”

Kevin masih memandangi Joonmyeon dan menarik nafas untuk beberapa saat. “Joonmyeon…”

“Kurasa Seoul Uni bukan pilihan yang buruk, walaupun aku tidak begitu yakin kalau akan lulus. Bagaimana kalau Yonsei? Atau Inha? Kyunghee juga tidak buruk,” Joonmyeon kembali menyela ucapan Kevin.

Kevin terdiam. Ia memperhatikan buku ditangan Joonmyeon. Universitas di Seoul mungkin memang cukup bagus, tapi Kevin tidak ingin meninggalkan Joonmyeon sendirian. Kevin tidak ingin Joonmyeon menjadi lebih jauh darinya dari sekarang ini.

“Bagaimana kalau kau ikut denganku ke London?” bisik Kevin.

Joonmyeon kali ini yang terdiam. Perlahan dia menoleh untuk menatap Kevin. Joonmyeon bisa melihat sebuah keseriusan pada sorot mata saudara tirinya tersebut. London? Sebuah tawaran yang menggiurkan, tapi bagaimana dengan perusahaan ayahnya? Lagipula apa yang bisa dilakukannya di London? Joonmyeon tidak yakin ada universitas di London yang bisa menerimanya.

“Aku akan mencari universitas disana. Appa mungkin menginginkanmu untuk masuk jurusan Bisnis atau semacamnya, jadi aku bisa mencari rekomendasi universitas yang cocok,” ujar Kevin lagi.

Joonmyeon berkedip beberapa-kali. “Kenapa? Apa alasanmu memintaku ikut denganmu ke London?” Walaupun bukan itu pertanyaan sesungguhnya yang ingin ditanyakan Joonmyeon pada Kevin.

“Karena aku tidak mau pergi jauh darimu. Jika kau ingin tetap di Seoul, aku bisa memilih universitas lain. Tapi aku ingin bertanya terlebih dahulu, apa kau mau ikut denganku ke London atau tidak. Pilihan universitasku ada pada jawabanmu, Kim Joonmyeon.”

*****

Baekhyun memasuki ruang kelas setelah ia menyerahkan aplikasi untuk Juilliard. Ia kembali ke mejanya dan melihat Kyungsoo memperhatikan Joonmyeon. Baekhyun ikut melirik pada Joonmyeon. Sahabatnya itu masih belum menyerahkan aplikasi untuk universitasnya.

“Joon, kau belum memastikan pilihanmu?” tanya Baekhyun.

Kyungsoo menghela nafas. “Aplikasi HanEum-nya ditolak ayahnya. Yang dibawanya itu adalah aplikasi untuk Universitas Seoul.”

“Benarkah?” kemudian Baekhyun mengambil amplop aplikasi ditangan Joonmyeon dan membukanya. Ia membaca kertas itu dengan seksama. “Heol~ benar-benar jurusan Bisnis.”

Joonmyeon menarik nafas dan tersenyum tipis. Ia lalu mengambil amplop aplikasinya dari tangan Baekhyun. “Aku akan menemui Kang Ssaem.”

Kemudian Joonmyeon keluar kelas untuk menuju ruang guru. Joonmyeon menarik nafas panjang. Walaupun ia masih merasa tidak yakin dengan pilihan aplikasinya, hanya saja batas pengumpulan aplikasi universitas hanya sampai Jumat besok sebelum sekolah akan kembali libur sampai akhir Februari, jadi sudah tidak ada waktu lagi.

Tawaran Kevin untuk ikut dengannya kuliah di London mungkin sangat menggiurkan, tapi dalam waktu singkat mana mungkin Joonmyeon bisa mendapatkan aplikasi universitas yang tepat. Joonmyeon sepertinya memang harus mengikuti pilihan ayahnya. Toh jika ia ingin belajar music, Joonmyeon bisa mengikuti klub music di universitas nanti, bukan?

Joonmyeon menghela nafas dan mempercepat langkahnya. Sebentar lagi akan memasuki jam pelajaran selanjutnya. Hanya saja, langkah Joonmyeon terhenti tepat sepuluh langkah dari pintu ruang guru.

“Kevin…” gumamnya.

Kevin tersenyum tipis dan berjalan mendekati Joonmyeon. “Kupikir kau akan memanggilku Yifan.”

Joonmyeon menggigit pipi bagian dalam. “Hanya di rumah. Di sekolah, aku berusaha memanggilmu Kevin.”

Kevin masih tersenyum dan menghela nafas. “Baiklah, terserah dirimu, Kim Joonmyeon. Kau akan menyerahkan aplikasimu?”

Joonmyeon mengangguk. Kevin mengambil amplop yang ditangan Joonmyeon dan sebagai gantinya ia menyodorkan sebuah amplop lainnya. Joonmyeon mengerutkan dahi.

“Aplikasi barumu. Aku meminta bantuan Luhan untuk mencarikan beberapa aplikasi universitas di London. Memang tidak banyak, karena aku meminta tiba-tiba. Dia bahkan hampir saja mencekikku saat memberikan ini. Aku tahu batas pengumpulan aplikasi universitas hanya sampai besok, tapi kau lihat saja dulu dan berikan salah satunya pada Appa hari ini. Tapi jika kau tetap mempertahakan Universitas Seoul, maka aku akan memasukkan aplikasi Universitas Kyunghee,” tutur Kevin.

Joonmyeon mengambil amplop tersebut dan menatap Kevin dengan lekat. “Kyunghee? Kau akan masuk Kyunghee daripada UAL?”

Kevin mengangguk. “Kau berikan aplikasi barumu pada Appa, nanti aku akan menyusul memberikan aplikasi Kyunghee. Besok kita masukkan aplikasi kita bersama-sama setelah kau yakin dengan keputusanmu. Ikut denganku ke London atau aku akan tetap di Seoul. Setuju?”

Joonmyeon agak menunduk menatap amplop ditangannya. Ia menghela nafas panjang dan mengangkat kepalanya lagi. “Kenapa kau melakukan ini, Kevin? Aku tahu kau sudah memberitahuku, tapi apa alasannya sebenarnya? Bahkan jika kau ingin membantuku untuk mencari aplikasi universitas lain, seharusnya sudah kau lakukan beberapa minggu lalu, bukan? Kenapa sekarang?”

Kevin terrdiam untuk beberapa detik.

“Alasan terbesarku adalah aku tidak ingin pergi dan meninggalkanmu sendirian di Seoul. Atau bahkan jika aku tetap kuliah di Seoul, sebisa mungkin aku memilih universitas yang sama denganmu. Hanya saja, pilihan Appa adalah Universitas Seoul. Bagiku itu sangat sulit untuk kuraih, jadi kuputuskan untuk mencari universitas lain asalkan masih satu kota denganmu, walaupun kau mungkin akan tinggal di dorm tapi aku masih bisa menemuimu. Alasan lainnya, kurasa aku hanya ingin melihat kau mengikuti apa yang menjadi keinginanmu. Walaupun tidak sepenuhnya keinginanmu karena Appa mungkin akan tetap menyuruhmu memilih jurusan Bisnis. Tapi paling tidak, kau bisa masuk ke universitas yang kau pilih sendiri,” jelas Kevin.

Joonmyeon menatap Kevin dengan lekat. Alasan yang diucapkan Kevin terdengar klise baginya. Tapi entah kenapa, Joonmyeon sedikit merasa senang. Rasanya tidak semua sahabatnya melakukan hal yang sama padanya, seperti apa yang dilakukan Kevin saat ini. Joonmyeon menghela nafas sembari menatap amplop ditangannya.

Joonmyeon tersenyum tipis dan mengangkat kepalanya. “Terima kasih, kita bicarakan ini di rumah saja, okay?”

Kevin mengangguk dan membiarkan Joonmyeon kembali ke kelasnya. Kevin menghela nafas panjang dan menatap amplop yang berisi aplikasi Universitas Seoul milik Joonmyeon. “Kurasa ini akan kusimpan dulu.”

*****

Kyuhyun menutup dokumen untuk kasus terbaru yang akan segera ditanganinya setelah kasus Choi Group selesai. Well, Kyuhyun hanya berharap kalau kasus Choi Group tidak akan berlanjut setelah sidang putusan nanti. Kyuhyun menghela nafas dan meraih ponselnya untuk mengecek jadwal selanjutnya. Ia tidak mempunyai janji apapun hingga sore nanti. Sepertinya ia bisa pulang lebih cepat untuk hari ini. Hanya saja ketika melihat untuk jadwal hari Jumat, Kyuhyun mengerutkan dahi.

“Berkuda? Aku tidak bisa berkuda tapi….” Kyuhyun terdiam untuk sejenak. Ia berusaha mengingat kapan ia menuliskan jadwal itu.

“Hari Jumat datanglah ke Ansan, tempat latihan berkuda keluarga Choi. Kau bisa mencari alamatnya lewat internet. Tulis di jadwalmu sekarang.”

Ucapan Choi Daehan mengenai dirinya untuk menyuruhnya pergi ke Incheon. Kyuhyun menghela nafas dan menaruh ponselnya di atas meja. Rasanya Kyuhyun tidak ingin pergi kesana, tapi Choi Daehan mungkin saja akan menyuruh orang untuk menjemputnya. Heck, Kyuhyun tidak ingin kejadian kemarin kembali terulang.

Tapi haruskah ia pergi ke Ansan?

“Kyu?” suara Haejin menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. “Ya?”

“Ada tamu untukmu. Er… Presdir dari Choi Group ingin menemuimu,” tutur Haejin.

Kyuhyun mengernyit. “Presdir Choi Daehan? Persilahkan beliau masuk.”

Haejin mengangguk dan mempersilahkan Choi Daehan untuk masuk ke ruangan tersebut. Kyuhyun sontak bangun dari kurisnya dan menyambut kedatangan Choi Daehan. Ia membungkuk kepada Presdir Choi Group tersebut.

Choi Daehan tersenyum tipis dan memperhatikan ruangan Kyuhyun. “Ruanganmu cukup nyaman.”

“Terima kasih, Presdir. Tapi jika boleh saya bertanya, ada apa anda datang menemui saya?” tanya Kyuhyun.

Choi Daehan masih tersenyum. “Kau belum makan siang, bukan? Ayo makan siang bersama. Kita bisa makan siang dengan cucuku.”

“Ye? Ma-makan siang dengan cucu anda?”

Choi Daehan menepuk bahu Kyuhyun. “Aku tunggu di depan, Pengacara Cho.” Kemudian Choi Daehan dengan seorang pria yang selalu bersamanya berjalan keluar meninggalkan ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam untuk beberapa detik, sebelum akhirnya ia mengambil ponsel serta memakai mantelnya. Kyuhyun menghela nafas panjang sembari merapikan kerah mantel hitamnya.

“Cucu yang dia maksud… Apa Choi Siwon?”

*****

Kyuhyun berpikir kalau Choi Daehan akan mengajaknya pergi ke sebuah restaurant yang cukup berkelas dan mahal, tapi ia tidak menyangka kalau mereka malah pergi ke sebuah restaurant jampong yang sederhana di daerah Myeong-dong. Bukan Kyuhyun merasa kecewa, tapi ia hanya merasa terkejut kalau Presdir Choi Group masih mau makan di tempat kecil tersebut.

Kyuhyun memperhatikan setiap detail restaurant tersebut. Choi Daehan tersenyum pada Kyuhyun. “Kenapa? Apa kau tidak suka makan di tempat seperti ini?”

Kyuhyun menatap Choi Daehan dan menggeleng. “Ani, bukan begitu Presdir. Aku hanya tidak menyangka kalau anda suka makan di tempat seperti ini. Anda adalah Presdir sebuah perusahaan besar, jadi kupikir anda lebih memilih makan di tempat yang lebih berkelas.”

Choi Daehan tertawa kecil mendengar ucapan Kyuhyun. “Aku bukan terlahir dari keluarga yang kaya, jadi aku harus ikut membantu kedua orangtuaku bekerja. Setiap kali mempunyai uang, aku selalu memberikannya pada kedua orangtuaku untuk biaya kehidupan kami. Setiap ayahku mempunyai uang lebih, dia akan membawaku dan adik-adikku pergi makan jampong. Kami tidak membeli banyak, hanya dua mangkuk untuk lima orang. Jadi, kami harus berbagi. Mungkin terlihat menyedihkan, tapi itu adalah kenangan indah yang akan selalu kukenang. Dan sejak mulai mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, aku berusaha untuk membelikan makanan yang lebih banyak untuk keluargaku. Tapi kenangan makan jampong bersama keluargaku itu tidak bisa digantikan. Jadi, terkadang aku masih sering menyempatkan datang kesini untuk makan jampong.”

Kyuhyun terdiam mendengar cerita Choi Daehan. Ia memang mengetahui kalau Choi Daehan adalah seorang pekerja keras. Tapi mendengar sendiri secara langsung dari orang yang mengalaminya, Kyuhyun merasa sangat terhormat.

“Jadi, kuharap kau tidak keberatan untuk makan jampong disini,” ucap Choi Daehan lagi.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Tentu saja tidak, Presdir Choi. Tapi, bukankah anda bilang kita akan makan siang bersama cucu anda?”

“Ah, benar. Hampir saja aku melupakan anak itu. Seharusnya dia sudah sampai,” tukas Choi Daehan yang kemudian meminta orang yang dipanggil Manager Song itu menghubungi sang cucu.

Kyuhyun mengangguk kecil dan kembali menunggu. Tak lama jampong pesanan mereka sudah tiba. Sang pemilik yang cukup mengenal Choi Daehan yang mengantarkannya sendiri. Pemilik restaurant itu berbincang-bincang sembari menghidangkan tiga mangkuk di meja mereka dan satu mangkuk lagi untuk Manager Song.

Kyuhyun tersenyum melihat mangkuk jampongnya. Rasanya ia sudah lama sekali tidak makan jampong dan mie jampong dihadapnanya benar-benar sangat terlihat enak.

“Kau sudah lapar, Pengacara Cho?” goda Choi Daehan.

Kyuhyun tersenyum. “Ah-ani Presdir. Saya hanya…”

“Makanlah duluan. Sepertinya anak itu sedikit terlambat. Cepat makan, sebelum dingin,” ucap Choi Daehan lagi.

Kyuhyun mengangguk dan mengambil sumpit. Ia mengaduk mie dengan kuah pedas yang berisi beberapa macam seafood tersebut. Choi Daehan tersenyum ketika melihat Kyuhyun sepertinya menyukai jampong. Mereka akan hendak makan, ketika seseorang datang.

Choi Daehan mengangkat kepalanya dan tersenyum. “Kau dari mana saja, anak nakal?”

Kyuhyun sontak menurunkan sumpitnya dan menoleh. Tapi sekali lagi, Kyuhyun dibuat terkejut oleh Choi Daehan. Ia pikir cucu yang dimaksud oleh Choi Daehan adalah Choi Siwon atau Shim Changmin, karena hanya mereka berdua yang Kyuhyun kenal dari beberapa orang cucu Choi Daehan. Tapi yang datang untuk makan siang bersama mereka adalah seorang gadis muda.

Gadis itu kemudian menghampiri meja mereka dan duduk disebelah Choi Daehan. “Maaf, Kakek. Dosenku itu sangat menyebalkan. Dia tidak akan memperbolehkanku pergi sebelum tugasnya benar-benar sesuai dengan keinginannya. Woah.. Jampong! Apa ini jampong udang? Tidak ada seafood lainnya, kan? Kakek kan tahu aku hanya menyukai jampong udang.”

Choi Daehan menjitak kepala gadis itu. “Tentu saja, anak nakal. Kakek mana mungkin melupakan kesukaanmu. Tapi kenapa kau bersikap tidak sopan, eoh?! Perkenalkan dirimu dulu pada Pengacara Cho.”

Gadis itu sontak menoleh pada Kyuhyun. “Ah… maaf atas ketidak-sopananku. Halo, namaku Choi Jinri. Kau pasti sudah mengenal Choi Siwon, bukan? Dia itu kakakku.”

Kyuhyun mengangguk. “Halo, namaku Cho Kyuhyun. Senang berkenalan dengan anda, nona Choi.”

“Ey, jangan terlalu formal. Kau hampir seusia dengan kakakku, jadi bersikap biasa saja padaku,” tukas Jinri yang kembali mendapatkan jitakan dari Choi Daehan. “Kakek, jangan memukulku dihadapan Pengacara Cho. Itu memalukan.”

“Kalau kau tahu memalukan, jangan bersikap seperti itu. Apalagi kalian baru pertama-kali bertemu. Berikan kesan pertama yang baik,” sahut Choi Daehan.

Jinri tersenyum. “Iya, Kakek. Pengacara Cho, maafkan sikapku ya.”

Kyuhyun hanya tersenyum. Kemudian acara makan siang mereka berlangsung dengan seru karena Choi Jinri benar-benar sangat suka berbicara. Ia membicarakan apa saja, bahkan hal-hal tidak masuk akal. Kyuhyun cukup merasa nyaman dengan gadis Choi tersebut walaupun ini pertama-kalinya mereka bertemu –berbeda jauh dengan kesan pertama bertemu dengan Choi Siwon.

Namun, dibalik acara makan siang mereka, entah kenapa Kyuhyun merasa bahwa Choi Daehan seperti merencanakan sesuatu.

*****

NOTE: Baiklah, kemarin siapa yang nebak kalau Kakek Choi yang nyulik Kyu? Hehehehehehe…

Untuk Kang Haneul, aku umpetin dia dulu ya. Dan katakan halo pada Choi Jinri. Hahahaha…. Untuk part 12, aku mau nulis untuk bagian Krisho ya. Jadi, dibalik karena hubungan Siwon ama Kyuhyun biarpun masih gak jelas tapi udah mulai keliatan kan? Gantian Kevin ama Joon yang malah gak maju-maju. Part 12 baru akan dipublish setelah beberapa fanfic lain yang udah numpuk dipublish /kasian gak diterusin

Tapi kalian ngerasa gak sih kalo semua fanfic aku itu makjang banget -,- /maaf yaa…

Baiklah, dadah…

Music : MBLAQ – You Ain’t Know

Advertisements

37 thoughts on “[SF] Scarface Part 11

  1. whahaha tebakan saya salah ya? ga nyangka ternyata kakek Choi yg nyulik Kyuhyun wkwk
    eii..kyaknya bener nih apa yg dikatakan Kyu klo Kakek Choi merencanakan sesuatu? eum ~ menjodohkan Siwon sma Kyuhyun mungkin? tpi apa ga aneh tuh? biasa nya orang kaya nentang sma hubungan sesama jenis :3
    tpi yaa gapapa lah di bkin berbeda klo disini,jdi nnti hubungan WonKyu jdi mudah hahaha
    aah soal KrisHo,aku ga baca dlu di part ini ya,lagi kesel gara2 kemarin u,u
    klo mood nya bagus pasti aku baca kok 😀
    smoga hubungan WonKyu kedepan nya makin ‘keliatan’ nyahaha

  2. waaahhh….
    kykny kakek Choi mau jodohin Kyu sma Jinri nih. Bahaya nih kakek2 -_- …

    Aaakk…
    Eonni..
    Knp kau menyembunyikan Haneul?
    Miss Kang Haneul :*

  3. awlanya mikir kake choi seakan mengizinkan siwon berhubungan dengan kyuhyun
    tapi kalo di akhir sperti itu, apa ternyata kyuhyun akan di jodohkan dengan jinri??
    siwon diminta berhubungan baik dengan kyuhyun karena mungkin dia akan menjadi iparan, begitukah??
    sebenarnya juga hubungan wonkyu belum jelas akan seperti apa??
    masih banyak misteri, hahahaha
    terlebih siwon yang sudah menyadari perasaannya sedangkan kyu yang terlalu gak peka…
    okay deh dtunggu aja kelanjutan cerita siwon dan kyuhyunnya akan dibawa kemana?

  4. eiiiii kakek choi kok nyentrik amat orangnya…
    awalnya mikir kalo kakek choi mau jodohin siwon sama kyuhyun tapi kemudian jadi berpikir kyuhyun mau dijodohin sama sulli hehehehehewww

  5. Hyeeeeeeee……..kakek choi??????? APA yg dipikirkan pria tua itu????? Smpet berbunga pas awal,nebak2 klo kakek DG ice gilanya akan menjodohkan wonkyu,tpi d ujung tetiba choi jinri????? Hyeeeeeeeeee

  6. Oagh,,,seru wonkyu tiap xketemu adu mulut mulu,,,ck berantem kayak sepasang kekasih
    hehe,,chang seneng bgt godain siwon,,ow owkakek siwon pasti mau jodohin kyu nh..makin kesini
    makin seru,,,bcnyajgpelan”bgt takut adayg kelewat…wonkyu,,,argh kalian bikin aku frustrasi.

  7. KAK, ITU BAGIAN SIWON NGANTAR PULANG KYU MANIS BANGET!! SUMPAH MANIS BANGET!!! AKU SAMPE JERIT TERTAHAN(?) PAS BACA ADEGAN ITU. HUH-HAH-HUH-HAH~
    Aaaak~ semoga kakek merencanakan hal baik utk WonKyu. Oh tidaaaak!!! jangan jodohkan Kyu sama Jinriiii!!!! huhu *asal ambil kesimpulan*
    Ya ampun Yifan :’)
    Rela ngelakuin apapun asal tetap sama Joonmyeon :’)
    Part ini penuh dengan adegan romantis. Manis banget. Bikin melting. Udah ah~ ditunggu aja kelanjutannya. Penasaran sama keputusan akhir dari Mr. Kim utk masa depan KrisHo ^^

  8. Maksud kakek choi apa ya,dia setuju wonkyu berhubungan apa dia mau menjodohkan kyu dg jinri…ahh terlalu banyak teka teki

  9. wow wow
    seneng banget part wonkyu panjang , tq 🙂
    moment wonkyunya sweeeet
    kayaknya nih kakek choi daehan bakalan jadi mak comblang hehehe

  10. daebak…daebak…. ff ini udah tak tunggu2 klanjutannya…
    wow… kakek choi keren banget yahhh,,, berharap kyuhyun di jodohkan sama siwon biar perjalanan cinta wonkyu mulus hehhehe
    tapi terserah eonni ajah…. aku nurut ajah…
    tapi kakek choi di akhir klihatannya mau jodoh.in kyu dengan adiknya siwon… yahhhh tp aq tunggu eon ff selanjutnya…

    fighting eonnn and keep writing yahhhh

  11. aigoo…..ternyata kakek choi yang nyulik kyu…..ckckckck…benar2 deh ternyata siwon mau didekatkan sm sm kyun tp kenapa choi jiri yang datang ya?

  12. gak nyangka ternyata kakeknya siwon yg menculik kyuhyun, kakek choi benar2 aneh, suka sekali melakukan hal2 yg di luar dugaan. contohnya seperti memberikan ide utk mencarikan ibu pengganti bagi anaknya siwon, dapat artikel dari mana itu kakek. dan aku rasa yg mewarisi sifat anehnya kakek choi adalah changmin, pikiran mereka sejalan sich. tp kenapa kakek choi begitu ingin siwon hrs sll bersikap baik pada kyuhyun? dan kenapa kakek choi menanyakan pendapat ttng cucunya pada kyuhyun, ada apa ya ???? bahkan kakek choi smp mengajak kyuhyun makan siang di tempat favoritnya dan jg mengenalkan kyuhyun pada cucu perempuannya, adiknya siwon. hmmmm…….joon dan kevin memang tdk bisa di pisahkan, apalagi kevin, dia benar2 ingin sll bersama joon meskipun nantinya gak smp 1 universitas tp itu tdk masalah. semoga sj kevin dan joon ttp bisa berada si seoul.

  13. Semoga kakek Choi jodohin Kyu sama Siwon. Semoga kakek Choi jodohin Kyu sama Siwon. Semoga kakek Choi jodohin Kyu sama Siwon. Semoga kakek Choi jodohin Kyu sama Siwon…

    Kalo sama Jinri jangaaaan. Huhuhu T_____T

    Eh, iya kalo tujuannya si kakek emang niat pengen jodohin Choi sama Cho. Kalo enggak gimana. Pokoknya semoga yang dijodohin itu Siwon sama Kyyuuhh T______T

  14. Kirain Kyu akan dijodohkan dengan Siwon, haduuuhhh kalo dijodohkan ma adik Siwon masalahnya pasti rumit banget. makin susah buat Wonkyu bersatu.

    Suka banget ketika Kyu diantar Siwon, haha mereka lucuuuu. Makin greget ma mereka berdua.

    Makin seru, ditunggu banget lanjutannya….

  15. beneran.. td aku kira kakeknya mw ngejodohin kyu sama siwon..
    ternyata sama sulli..
    tp hub. mereka agak ada kemajuan…
    makin penasaran deh…

  16. horree tebakan aku benar! tp sayangnya comment aku di chap sebelumnya entah knp spt’a ga masuk2..

    Oh i love kakek choi! Bener2 nyentrik!
    Btw, Jin ri masuk buat djodohin ma kyu kah? Cuma untuk nguji siwon n kyuhyun aja, maybe..?

  17. Kenapa???apa Kyuhyun akn dijodohkan oleh kakek Swon dngn cucu perempuannya itu..???
    aq rs Kyuhyun patut waspada#plak

  18. Jadi itu kakek nya siwon???? Hehehe … Kemarin aku nyangka nya kang haneul yang bawa kyuhyun……

    Kakek choi kaya nya suka kyuhyun klo sama siwon. Tp sedikit curiga takut nya ada udang di balik batu gitu …. Apa mungkin kyu mau di jodohin sama adik nya siwon??? Ku harap enggak ….* kekekekekek

    cepet … Cepet … Cepet … Di lanjut yach, ff mu yang lain juga di tunggu banget … 🙂

  19. hallooo chingu, rasanya udah lama banget ga berkunjung ke wp mu ini bahkan kalo ga salah terakhir kali sekitar bulan may kali-_- kangen baca cerita ceritamu, tapi sekarang udah mulai ada waktu buat baca lagi 😀 ga tau kenapa setelah baca sampai chap ini aku mulai lebih suka interaksi antara haneul sama kyu, menurut aku sweet aja gitu._. oh iyaa kamu suka haneul dari kapan nih chingu aku abis baca ini jadi nyari tau gitu tentang dia hihihi buat siwon sikapnya masih dingin tapi seiring berjalannya waktu pasti berubah deh kayanya. aaaa pokonya tetep suka baca ceritamu kangennn, boleh minta kyu sama haneulnya dibanyakin hahahah makasih chinguuu, semangat terus ya nulisnyaaa :*

  20. kevin udah terlalu dalam kejebak ma cinta joonmyeon sampai” harus ngikutin kemanapun joon pergi

    kyu-won makin so sweet aja
    siwon aja makin gelisah sekarang karna pikirannya akan kyuhyun makin mendominasi

  21. Nah lho jangan2 kakek Choi malah mau jodohin Kyu ma Jinri lagi, Oh Nooo kalo bener. Mudah2an salah sih. Lagian kalo mau jodohin ma jinri kenapa waktu Kyu “diculik” yang banyak ditanyain malah soal pak boss. Ah, kali aja mau buat pak boss cemburu or biar pak boss nyadar kalo dia suka ma si embyul ya. I wish hehehehehe

  22. Heeeeee!!!!
    Yg nyulik ternyata choi haraboji,, OMG!!!
    Gak kpikiran sma skali. .😱😱😱

    Kakek choi keknya emang ngerencanain ssuatu deh. . 😏😏😏
    Moga2 ajja ngejodohin won ma kyu. .
    Mngkin jinri cm di mintain pndapat ajja tntang kyu ama kakek choi *ttp postink* 😁😁😁
    Kalo utk krisho, aq tetep baca sih cm aq bngung jg mo komen apa tntanh kisah mreka. . kkk~
    Maaf yah authornim m(_ _)m

  23. Ohhh jdi choi daehan yg bawa kyu????pi maksudnya sngat mncurigakan,,,,dn knp yg diajak makan siang malah jinri bkan siwon??????aigooo siwon smakin bingung dgn drnya!!hehehheee

  24. waaahh.. kakek choi luar biasa, setelah nyulik kyu lalu ingin mencari ibu pengganti untuk anak siwon dan terakhir ngajak kyu mkan siang.. bener-bener nggak ngerti sama apa yang kakek choi rencanakan.
    moment wonkyu yg di mobil sampai di depan rumah kyu itu bener-bener sweet.. kayanya siwon sedikit demi sedikit mulai menyadari perasaannya sama kyu
    apa kakek choi mau jadohin kyu sma jinri ?

  25. Yadeee gataunya yang nyulik kyuhyun kakek choi hahaha. Hmm apa kakek choi ada feeling2 kalo siwon tertarik sama kyu ya jd dia ngelakuin hal usil kayak gt… Hwhwhw makin penasaran kelanjutannyaa

  26. Ternyta yg membawa kyuhyun adl kakek choi, dia membawa kyuhyun hanya meminta penilaiannya utk siwon??
    Apa kakek choi tau punya rencana utk hubungan wonkyu, tp knp dia memperkenalkan jinri sama kyu??
    Apa sbnernya rencana kakek choi??

  27. Woah jangan2 kyu dijodohin sma choi jinri.. huaaa kasian siwon oppa 😭😭😭
    Terlalu mengahyati maaf ya thor hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s