[SF] Dear…

1416327055

Dear, K…

 

Siwon membuka pintu dengan perlahan. Ia mengecek kondisi apartment sebelum menyuruh Teddy untuk membawa masuk kopernya. Teddy menatapnya dengan jengkel lalu membawa kopernya hingga ruang tengah. Siwon mengikutinya dari belakang.

Teddy menatap Siwon dengan lekat. “Sudah?”

Siwon mengangguk. “Sudah, tapi sepertinya dia sedang keluar. Temani aku sampai dia pulang, hyung.”

“Telepon dia saja. Aku tidak bisa lama-lama. Aku harus ke kantor lagi,” ujar Teddy.

Siwon mengeluar ponselnya. Menekan speed dial nomor dua dan menyodorkannya pada sang manager. Teddy memutar bola matanya dan mengambil ponsel milik Siwon dan menunggu hingga panggilannya tersambung.

“Kau sudah di apartment?”

Teddy menatap Siwon. “Oh, Jaeshin-sshi, maaf ini Teddy. Kau sedang dimana?”

“Sedang dijalan pulang. Dia sudah di apartmentku?”

“Iya. Kalau kau sedang perjalanan pulang, bisa belikan makanan untuk Siwon?” tutur Teddy.

“Euhm. Baiklah, aku akan belikan bubur. Berikan ponsel padanya. Aku ingin bicara.”

Teddy menyodorkan ponsel itu pada Siwon lagi. “Dia ingin bicara padamu. Aku langsung pergi ya?”

Siwon mengangguk sembari mengambil ponsel tersebut. “Terima kasih, hyung. Maaf merepotkanmu,” ujar Siwon. Teddy hanya mengangguk dan menepuk bahu Siwon dan berjalan meninggalkan apartment.

Siwon menarik nafas dan berjalan menuju sofa. “Ya, Jae?” Siwon kemudian duduk di sofa dan membuka jaket tebalnya.

“Seharusnya kau pulang ke rumah. Kenapa harus ke apartmentku? Ibumu khawatir.”

Siwon menghela nafas lega. Well, sepertinya Kyuhyun berhasil menyakinkan Jaeshin untuk tidak membunuhnya karena kembali ceroboh. Nada bicara Jaeshin datar dan sepertinya malah mengkhawatirkan Siwon. “Aku bisa pulang ke rumah kapan saja, tapi untuk bertemu denganmu pasti sulit sekali sekarang ini. Lagipula aku yakin, kau ingin bicara denganku, bukan?”

“Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu, Siwon. Tapi terserah dirimu. Aku akan belikan bubur. Jadi, kau ganti baju dan setidaknya bersihkan dirimu. Aku akan sampai duapuluh menit lagi, okay.”

“Okay. Thanks, Jae.”

Kemudian sambungan teleponnya terputus. Siwon menatap ponselnya dan menghela nafas. Well, pembicaraan pertama dengan Jaeshin setelah satu minggu. Tidak begitu buruk, pikir Siwon.

Siwon kemudian bangkit dan mengambil kopernya. Ia membawanya ke salah satu kamar di apartment tersebut. Well, walaupun tidak sebesar apartment miliknya tapi apartment milik Jaeshin termasuk yang cukup nyaman. Selain itu, lingkungan gedung apartmentnya juga cukup baik dengan jalur transportasi yang mudah dijangkau. Mungkin Siwon bisa mempertimbangkan untuk membeli salah satu unit di gedung ini.

Hell, keluarga Choi yang tidak pernah kehabisan uang. Siwon menjadi tertawa teringat Kyuhyun mengatakan hal tersebut.

*****

Lima menit setelah Siwon membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Jaeshin sampai di apartment. Well, Siwon menyadari kalau sepupunya itu mengalami perubahan. Wajah Jaeshin terlihat pucat dan juga ada kantung mata yang menghitam. Hell, rasanya Siwon tidak bertemu gadis itu selama bertahun-tahun padahal hanya kurang dari satu minggu.

Jaeshin langsung menuju meja counter dan Siwon mengikutinya. Jaeshin menaruh kantung makanan yang dibelinya diatas meja dan mengambil sebuah mangkuk dan sendok. Ia meletakkannya dihadapan Siwon yang sudah duduk pada salah satu stool. Kemudian Jaeshin mengeluarkan termos yang berisi bubur abalone dan menuangkannya kedalam mangkuk.

“Makanlah. Lalu setelah itu istirahat. Besok mungkin ibumu akan kesini,” ujar Jaeshin yang sekarang mengambil segelas air untuk Siwon.

Siwon mengambil sendok dan menggumam. Ia mulai memakan buburnya. Jaeshin menaruh gelas berisi air di dekat Siwon. “Aku akan mandi dulu. Habiskan buburnya. Mengerti?”

Siwon menatap sepupunya dan mengangguk. Jaeshin tersenyum tipis dan berjalan menuju kamarnya. Pandangan mata Siwon masih mengikuti Jaeshin hingga pintu kamar gadis itu tertutup. Siwon menatap mangkuk buburnya. Ia menghela nafas panjang dan mengeluarkan ponselnya.

To: Kyuhyun

Aku sudah di apartment Jaeshin dan sedang makan bubur.

Siwon menaruh ponselnya dan melanjutkan makan malamnya. Ia sesekali melirik kearah pintu kamar Jaeshin. Walaupun ia tahu kalau Jaeshin tidak akan keluar kamar setidaknya sampai tigapuluh menit nanti. Tak lama, balasan pesan dari Kyuhyun datang.

From: Kyuhyun

Aku tahu. Aku bertanya pada Teddy hyung tadi, tapi kuputuskan untuk menunggu kabar darimu. Jangan menganggunya malam ini. Besok pulanglah ke rumahmu, atau pulang ke dorm.

Siwon tersenyum membaca balasan tersebut.

To: Kyuhyun

Pulang ke dorm? Tawaran yang menarik :^) Tapi aku mungkin harus pulang ke rumah dulu. Aku tidak akan menganggunya, sayang.

Siwon kembali menaruh ponselnya dan cepat-cepat menghabiskan buburnya. Ia ingin menelepon Kyuhyun. Siwon sangat merindukan kekasihnya dan ingin sekali pulang ke dorm, tapi situasinya sepertinya tidak mendukung. Jadi, ia memilih untuk ke apartment Jaeshin sebelum pulang ke rumah –dan mendapatkan ceramah panjang dari sang ayah.

From: Kyuhyun

Mengingat betapa kau sangat penasaran, aku tidak yakin. Pastikan kau tidak bertanya macam-macam padanya, hyung. Terutama mengenai Junmyeon.

Siwon mengernyit membaca pesan Kyuhyun. “Kenapa tidak boleh bertanya mengenai Junmyeon?” gumamnya pelan.

“Ada apa dengan Junmyeon?” tanya Jaeshin yang sudah keluar dari kamarnya.

Siwon menatap Jaeshin dengan kaget dan menatap ponselnya lagi. Heck, hanya sepuluh menit? Bagaimana mungkin?!

Siwon menaruh ponselnya dan menatap Jaeshin yang kini mengambil kotak jus dan menuangkan kedalam sebuah mug. “Kau mandi cepat sekali?” tukas Siwon.

Jaeshin meliriknya dan melirik mangkuk bubur yang masih tersisa. “Dan kau makan lama sekali.”

Siwon lalu dengan cepat menghabiskan buburnya. Jaeshin meneguk habis jusnya dan menaruh gelasnya dalam wastafel. Kemudian ia duduk dihadapan Siwon –memperhatikan sepupunya dengan lekat.

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Ada apa dengan Junmyeon? Kenapa kau menyebut namanya?” tanya Jaeshin dengan ekspresi datar.

Siwon meliriknya dan menggeleng. “Bukan apapun, Jae. Kau sudah makan? Wajahmu pucat sekali, apa kau sakit?”

Jaeshin menghela nafas panjang. “Tidak. Hanya kelelahan sedikit. Jangan mengkhawatirkan sepupumu ini, Choi Siwon. Khawatirkan dirimu sendiri terlebih dahulu.”

Siwon hanya menyeringai. “Hanya kecelakaan kecil, Jae. Tidak ada yang serius, walaupun aku harus memakai ini selama beberapa minggu sebelum dokter mengatakan aku boleh melepaskannya. Jangan khawatir. Eomma dan Appa saja tidak terlalu khawatir.”

“Kau yakin? Karena yang kutahu adalah kebalikannya. Appamu hampir saja menghubungi team produksi film-mu itu, tahu. Kau tahu sendiri apa yang bisa dilakukan oleh Appamu dengan uangnya yang begitu banyak,” sahut Jaeshin.

Siwon meneguk air hingga habis dan ia melepaskan cervical collarnya. Rasanya pegal sekali. Ia menekan bagian belakang lehernya dengan lembut. “Aku tahu itu. Sutradara sudah bicara padaku mengenai hal itu. Terima kasih pada ayahmu karena berhasil menenangkan Appaku.”

Jaeshin menghela nafas dan mengambil mangkuk dan sendok lalu menaruhnya di wastafel. Ia akan mencucinya besok pagi. “Tidurlah. Aku juga ingin tidur.”

“Boleh kita bicara dulu? Di sofa.”

Jaeshin menatap Siwon untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. Lalu Jaeshin menuju ruang tengah terlebih dahulu, yang diikuti oleh Siwon. Gadis itu menyalakan televisi walaupun sebenarnya ia pun akan menonton tayangan apapun. Hanya saja suara televisi sepertinya membantu mengurangi rasa canggung.

Siwon kemudian duduk disebelah Jaeshin. Ia merangkul bahu sepupunya tersebut dan membawanya lebih dekat. Jaeshin menuruti saja. Siwon kemudian menyandarkan kepalanya dibahu Jaeshin. Ia menarik nafas perlahan.

“Kyuhyun bilang dia memberimu dorongan untuk mengungkapkan perasaanmu pada Jun. Apa itu benar?” Jaeshin hanya mengangguk. Fokus pandangannya hanya pada televisi. “Lalu bagaimana?”

“Bagaimana apanya?”

“Hubungan kalian sekarang? Pacaran?”

Jaeshin menghela nafas. “Tidak.”

Siwon menegakkan kepalanya. Ia menatap Jaeshin dengan lekat. “Tidak?” ujarnya dengan mengernyit.

“Tidak. Kyuhyun hanya bilang untuk mengungkapkan perasaan, bukan? Tapi tidak mengatakan bahwa aku harus bertanya pada Junmyeon bagaimana perasaannya padaku dan mengenai hubungan kami selanjutnya. Lagipula Junmyeon masih mencintai Yifan,” tutur Jaeshin.

“Jae, kau tidak serius, bukan?”

Sontak Jaeshin menatap Siwon. “Apa aku terlihat tidak serius, Siwon?”

“Oh, Jae sayang…”

“Apa?” sahut Jaeshin dengan sedikit offensive.

Siwon semakin mengeratkan rangkulannya. Ia mencium pipi Jaeshin dengan lembut. “Besok kau tidak harus ke kantor, bukan? Pergi denganku, okay? Kita bisa ajak Jiwon juga. Kau tahu, pergi berkuda atau semacamnya.”

Jaeshin mengernyit. “Hey, aku tidak patah hati.”

“Jangan membohongi dirimu sendiri, sayang. Ini pertama kalinya aku melihatmu benar-benar jatuh cinta, tapi… Oh, Tuhan. Maafkan aku, okay,” tutur Siwon.

Jaeshin menghela nafas. “Jangan bersikap seperti ini, Choi Siwon. Lagipula perasaanku pada Junmyeon mungkin tidak seperti yang kau lihat. Aku mungkin memang menyukainya, tapi rasanya tidak. Selain itu, aku tidak tertarik menjadikannya sebagai seorang pacar.”

“Maksudmu, perasaanmu pada Junmyeon mungkin hanya sesaat saja?”

Jaeshin mengangguk kecil. “Mungkin seperti itu. Dan lagi Mom tidak akan senang jika aku mengacaukan perjodohan. Well, untuk kali ini aku jadi anak yang penurut saja.”

“Perjodohan? Untukmu? Dengan siapa?!!” seru Siwon.

“Uhm… Seorang teman? Sudahlah, kau tanya sendiri pada Eommamu. Aku bahkan belum pernah bertemu dengannya. Sekarang aku ingin tidur, Siwon,” ujar Jaeshin sembari bangkit.

Tapi Siwon kembali menarik Jaeshin untuk duduk. Ia merangkul Jaeshin lebih erat agar sepupunya itu tidak menghindar sebelum pembicaraan mereka selesai. “Katakan padaku siapa, baru kau boleh tidur.”

Jaeshin mendesis jengkel dan berusaha mendorong tubuh Siwon. Tapi sepupunya itu salah satu yang paling keras kepala. Jaeshin akhirnya pun menyerah. “Keluarga Han. Kau tahu, putra Han Gyeong Jo?”

Siwon mengangguk.

“Well, dijodohkan dengan putra keduanya. Sekarang lepaskan aku, Choi Siwon. Aku mau tidur!!”

“Tunggu dulu. Putra kedua keluarga Han? Maksudnya Han Seok Jo? Han Seok Jo yang… er, aku lupa dia sekolah dimana, tapi Han Seok Jo itu?” tukas Siwon lagi.

Jaeshin mendengus. “Iya, Han Seok Jo yang lulusan Harvard itu. Waeyo? Apa aku kurang pantas untuknya?!”

Siwon menggeleng. “Ani. Kau malah terlalu baik untuknya. Kau yakin ingin menjalani perjodohan ini? Karena rasanya, ini bukan seperti Choi Jaeshin. Hey, kau tidak putus asa untuk mencari kekasihmu sendiri bukan? Kenapa harus ikut perjodohan?”

“Karena aku hanya putri tunggal. Kau pikir, Appa akan terus menuruti semua keinginanku, eoh? Aku cukup beruntung selama duapuluhempat tahun ini. Termasuk beruntung karenamu dan Kyuhyun juga. Baik, sudah kujelaskan semua. Sekarang aku mau tidur,” dengan cepat Jaeshin melepaskan diri dari rangkulan Siwon.

Gadis itu berjalan menuju kamarnya. “Selamat malam, Siwon.”

“Oh. Malam, Jae.”

*****

“Perjodohan?!” seru Kyuhyun yang masih terus berlari di treadmill. Siwon yang mendampinginya untuk jadwal fitness malam ini mengangguk sembari terus memperhatikan Kyuhyun.

“Begitulah yang dia bilang. Perhatikan nafasmu, Kyu” ucap Siwon.

Kyuhyun mengatur kembali nafasnya. Ia terus berlari dengan kecepatan stabil. Oh, rasanya tiga bulan menjalani fitness seperti ini membuat kondisi Kyuhyun jauh lebih baik dari sebelumnya. Mungkinkah Kyuhyun harus lebih sering mengambil tawaran musical seperti ini?

Kyuhyun melirik Siwon dan tersenyum tipis. Well, tentu saja alasan lainnya adalah ia bisa memanfaatkan Siwon sebagai trainer pribadinya. Walaupun Siwon lebih sering syuting di luar negeri, tapi kekasihnya itu selalu mengontrol setiap kegiatan fitnessnya.

Siwon sedikit mengernyit melihat Kyuhyun yang meliriknya sembari tersenyum. “Kenapa tersenyum, eoh? Perhatikan jaraknya, Kyuhyun.”

“Aku tahu, Pelatih Choi. Tapi kupikir Jaeshin bukan gadis yang mudah menuruti jika disuruh untuk ikut perjodohan. Selain itu, perasaannya pada Junmyeon?” tukas Kyuhyun yang masih terus berlari.

Siwon menghela nafas panjang. “Itulah yang membuatku bingung. Tapi Jaeshin juga mengatakan kalau perasaannya pada Junmyeon mungkin akan hilang pada suatu hari nanti. Well, mungkin sama seperti menghilangnya perasaannya padamu. Kau tahu, karena Cho Kyuhyun menjadi milik Choi Siwon, jadi Jaeshin mundur tanpa perlawanan. Mungkin itu juga yang terjadi pada perasaannya pada Junmyeon.”

Sontak Kyuhyun menghentikan treadmillnya dan menatap Siwon dengan lekat. “Tapi Junmyeon dan Yifan…”

“Aku tahu, Kyuhyun sayang. Tapi yang namanya perasaan cinta itu tidak bisa dipaksakan. Jika Jaeshin memang menyukai Junmyeon, tapi Junmyeon hanya menganggap Jaeshin sebagai saudara itu malah hanya akan menyakiti Jaeshin. Jadi, kupikir keputusan Jaeshin adalah benar,” sela Siwon cepat.

Kyuhyun menarik nafas dan terus berlari. “Ya, kurasa itu memang keputusan yang tepat. Dan kuharap pria yang dijodohkan dengan Jaeshin bisa menandingi karakternya.”

“Han Seok Jo. Dia cukup keras kepala, menolak untuk bekerja di perusahaan ayahnya dan malah bekerja di tempat lain. Sedikit gila dan ambisius. Kudengar dia pernah berurusan dengan polisi saat masih kuliah di Harvard karena membantu temannya mencari dana untuk amal. Penyuka wine seperti Cho Kyuhyun dan gila choco pie seperti Choi Jaeshin. Jadi, kurasa itu cukup menandingi Jaeshin,” tukas Siwon sembari menyeringai.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala dan terus berlari. “Hah, keluarga kaya memang aneh-aneh semua.”

Siwon masih menyeringai. “Well, aku tidak akan memberikan pembelaan apapun. Dan, aku akan datang saat debut pertamamu di KBS.”

*****

Kyuhyun mendesis jengkel saat melihat Siwon masuk kedalam ruang tunggu dengan menyeringai sembari memperlihatkan album pertamanya. Kyuhyun mengerucut kesal hingga membuat coordi yang sedang memakaikan make-up mengomel.

“Jangan membuat wajahmu seperti itu, Kyu.”

Kyuhyun melirik coordi-nya yang sekaligus coordi untuk Super Junior. Ia tahu persis bagaimana perangai salah satu coordinya itu. “Maaf, noona.”

Siwon kemudian berdiri dibelakang Kyuhyun dan memperhatikan kekasihnya dari refleksi cermin besar. Ia tersenyum lebar. “Good luck, Kyu.”

“Kenapa tetap datang? Sudah kubilang untuk tidak perlu datang, kau sedang sakit!” omel Kyuhyun.

Siwon lalu menarik salah satu kursi dan duduk menghadap Kyuhyun. Kekasihnya itu melirik jengkel. “Lalu kapan kau membelinya?”

“Kemarin. Saat kau sedang showcase, aku pergi untuk membelinya. Cukup beruntung tidak ada yang mengenaliku. Bisa ditandatangani? Lalu kita foto bersama dan akan ku-upload di twitter,” tukas Siwon sembari menaruh album serta sebuah spidol dihadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas panjang. “Tanda tangan tidak apa-apa, tapi kalau foto dan diupload, aku tidak mau.”

“Waeyo?! Sejak dua hari yang lalu kau protes padaku karena tidak pernah mempromokan albummu lewat sns. Hari ini aku akan melakukannya, berikut dengan buktinya. Tapi kenapa kau malah menolak?”

Kyuhyun mendesis jengkel karena kekasihnya itu kembali bersikap kekanakan, terlebih dihadapan banyak orang seperti ini. Oh, tidak bisakah Siwon bersikap normal untuk sehari saja?

Kemudian coordi selesai dengan make-up Kyuhyun dan langsung meninggalkan dua member Super Junior itu untuk berdebat. Rasanya para staff lainnya sudah sangat hafal dengan sikap kekanakan Siwon jika permintaannya tidak dituruti Kyuhyun atau member lain. Jadi, mereka tidak akan ikut campur –bahkan sang manager pun menolak terlibat.

Kyuhyun menghela nafas panjang dan mulai menandatangani album itu untuk Siwon. Ia tidak mengatakan apapun dan membiarkan Siwon dengan ekspresi cemberutnya. Setelah selesai, Kyuhyun langsung memberikan album itu pada Siwon.

“Mungkin tidak seharusnya, kutulis seperti itu,” gumam Kyuhyun pelan ketika melihat ekspresi Siwon mulai berubah setelah membaca pesan yang dituliskan Kyuhyun.

Siwon tersenyum pada Kyuhyun. “Aww… manis sekali. Kemari, biar kucium,” ujar Siwon sembari hendak mencium pipi Kyuhyun.

“Yak, Choi Siwon! Jangan berani-berani mencium pipinya!!” seru sang coordi yang baru menyelesaikan make-up Kyuhyun tersebut.

Sontak ekspresi Siwon kembali kesal. Kyuhyun hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya yang benar-benar seperti anak kecil. Ia kemudian menarik nafas dan menarik pergelangan tangan Siwon.

“Kemari. Baiklah, kita akan foto dan hyung boleh menguploadnya. Tapi hanya sekali saja, mengerti?!” tukas Kyuhyun.

Ekspresi Siwon kembali berubah ceria lagi. Dengan sigap, Siwon memberikan ponselnya kepada salah satu staff dan ia berdiri disamping Kyuhyun. Mereka berdua memegangi album Kyuhyun. Siwon tidak bisa menyembunyikan senyum sumringahnya. Ia merangkul bahu Kyuhyun. Sedangkan staff yang ditugasi mengambil foto mereka berfokus untuk tidak memutar bola matanya karena jelas sekali Siwon bertingkah seperti fanboy yang beruntung karena bisa bertemu dengan idolanya.

“Sekali lagi, okay?” ujarnya sembari hendak menekan shutter, tapi entah kenapa ia malah merubah mode kamera menjadi mode video.

Tidak peduli akan hal itu, sang staff langsung merekam moment tersebut. Staff itu berpura-pura mengambil foto dan menyuruh mereka untuk mempertahankan pose tersebut.

Karena terlalu lama, Siwon yang memandangi Kyuhyun dari dekat akhirnya mengambil kesempatan itu untuk mencium pipi Kyuhyun yang diikuti oleh teriakan protes dari sang coordi. Kyuhyun sontak menoleh pada Siwon dan mengerucutkan bibirnya. Ia pasti akan diomeli lagi oleh coordinya.

Tapi moment itu sekali lagi dimanfaatkan Siwon untuk mengecup bibir kekasihnya. Heck, ia tidak peduli dengan berapa banyak orang yang berada diruangan yang sama. Kyuhyun mendesis jengkel dan memukul kening Siwon.

“Menyebalkan!” Kyuhyun lalu kembali duduk dikursi dan membiarkan coordi untuk merapikan make-upnya lagi.

Siwon hanya menyeringai lebar sembari menerima kembali ponselnya. Ia mengecek foto-foto yang diambil. Kemudian ia memutuskan untuk mengupload satu foto yang dirasanya cukup bagus.

Siwon kembali duduk di kursi sebelah Kyuhyun dan memperlihatkan ponselnya. “Sudah ku-upload. Nanti kau juga upload, okay?”

Kyuhyun mengabaikan Siwon. Walaupun sebenarnya pada akhirnya pun Kyuhyun juga akan mengupload foto mereka. Well… Ku-upload dari ponsel Siwon saja.

Siwon kembali memperhatikan foto-foto mereka berdua, ketika ia melihat sebuah video baru. Siwon melirik Kyuhyun untuk satu detik, lalu memutar video tersebut. Hitungan detik berikutnya, Siwon kembali menyeringai lebih lebar.

“Kyuhyun, video yang ini ku-upload di instagram, ya?” tukasnya sembari memperlihatkan video Siwon yang mengecup pipi dan bibir Kyuhyun tadi.

Sontak wajah Kyuhyun mulai memerah. “Awas saja kalau di upload!! Kau tidak akan boleh menyentuhku selama satu tahun!!”

*****

NOTE: entah, aku gak tahu kenapa malah nulis seperti ini. Sejak lagu-lagu kyuhyun rilis, jadi males nulis /please jangan ditabok yaa… Mungkin nanti ini ada lanjutannya, tapi jangan terlalu berharap ya..

Advertisements

19 thoughts on “[SF] Dear…

  1. Selamat buat kyu atas single terbarunya. Pantas saja siwon bangga banget..
    Ceritanya ringan tapi menyentuh hati.. ditunggu kelanjutannya..

  2. kkk ~ pdhal kmarin aku bru aja bhs soal ini sma temen,tau nya Diera lngsung bkin hahaha
    hurr..aku sllu suka apapun yg kmu bkin,apa lg disini Siwon nya manja bgt.
    maklum lg sakit ya kkk ~
    Jaeshin patah hati..pdhal knapa ga dipertahanin aja? siapa tau Joon udh ga ada rasa sma Yifan,kan udh kembali ke tempat asli /? nya? XD
    msh ada lanjutan nya? ditunggu bgt!!
    😀
    -Shun SiHyun-

  3. Hidup Jaeshin rumit juga ya? :’)
    Ah Siwon lucu, lagi sakit gitu malah gemesin. hehehe
    Enak kali ya jadi ‘coordi noona’, tiap hari live momen mereka huhu *envy*
    Apa Joonmyeon & Jaeshin sudah gak pernah saling menghubungi lagi? Ah cinta memang rumit -oo-
    Asli itu foto yg diupload sama Siwon beneran gemesin!! hahahaha
    Kyu bener-bener memanfaatkan semua member utk promosi di SNS -oo-
    Good job, dear ^^
    Akhirnya album km sukses 😀
    Ditunggu cerita lainnya kak ^^

  4. So sweet
    Wonkyu selalu mesra
    Btw kasian jaeshin, kehidupannya rumit juga
    Ahh kenapa jae segampang itu nerima perjodohan ini?? Apa bener cintanya k suho cuma cinta sesaat??

  5. Aigoo…1onkyu..wonkyu..selalu bikin fansnya berdelusi ria.
    Cckckckck….wonkyu..so sweet banget sich mereka, pantesan aja kyu sampe lupa lirik lagu.

  6. enak bgd y jadi jaeshin…
    selain suka nongol #plak dy juga sepupunya siwon dan bisa ketemu smua member,,, ingin kayak jaeshin…
    duh siwon manjanya… heum g kuku bgd dah..
    gak cocok manja, mukamu itu terlalu tampan n cool
    kyu walo gtu2 ttp aja suka kan???
    mau juga dunk albumnya kyu, sklyn ksih ttd n notes nya y.. hahahaha

  7. ya ampun siwon… gk nyangka siwon semanja itu? trus bagaimana hub. suho sama jae?? berlanjut ataukah hanya sampai disitu aja?

  8. chukkaa buat babykyu atas album single pertamanya, bahkan smp menyapu bersih di 3 chart. choi siwon…kau benar2 seorang fanboy sejati, berulang kali update status di twitter ttng babykyunya, apalagi waktu di KBS ya, sdh di peringatkan ama para elf, eh…dianya cuma senyum2 aja. kayak gak peduli ama peraturan gitu lho, jng2 siwon emang benar2 punya pengaruh di situ ya. ckckck…choi jaeshin…sebenarnya bagaimana perasaanmu terhadap joon? hny perasaan sementara??? kau sll membuat siapapun jd galau, kira2 perjodohan jaeshin dng…siapa itu? Han seok jo? apakah bakal berhasil? semoga sj.

  9. Siwoooonnn… kuakui kau memang bener2 fanboy nomor satunya Kyuhyunnih. Yang lain lewat deh. Sampe segitunya walopun sakit tapi tetep dibela2in nonton si pacar perform solonya. Aaaaahkkkkk… iri deh sama Kyuhyunih. Jaga Siwon baik2 ya. Jangan sampe direbut orang lain.

  10. DAEBAK Eonni…jeongmal gumawo buat ff’y kkkk.

    Huft..sprtinya Jeshin mmng menagumkan ya…
    smga sj..pasangan yg akn di jodohkan dngan dia ..bs mnbuhkan cintanya.

    Dan untuk uri WonKyu..saranghae…

    FIGHTING Eonni..sehat sllu.

  11. duuh kasian sama jaeshin…dlu wktu suka sama kyuhyun dia mundur…skrng suka sma junmyeon jg harus mndur ckckck
    sweet deh sma moment wonkyu’a wlpun cma sedikit
    siwon oppa di upload donk video’a…saya kan jg mau liat. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s