[SF] Scarface Part 7

scarface2

7

Siwon terbangun dengan sakit kepala yang luar biasa. Beberapa kali ia menekan kepalanya berharap sakitnya akan berkurang tapi rasa sakit itu sama sekali tidak berkurang. Siwon berusaha bangun tetapi ia merasa ada sesuatu yang menahan tubuhnya. Ia mengernyit dan menyingkap selimut.

“YAK, SHIM CHANGMIN!!” serunya dengan keras ketika ia melihat Changmin tertidur dengan nyenyak sembari memeluknya. Siwon segera mendorong tubuh Changmin hingga sepupunya itu hampir terjatuh dari tempat tidur.

Changmin mendesis kesal. Ia tidak menyukai jika ada orang lain yang menganggu tidurnya. Bahkan jika itu Siwon sekalipun.

“Apa yang kau lakukan disini, eoh?” omel Siwon sembari bangun dari tempat tidur. Siwon kembali menekan kepalanya. Hell, sebenarnya semalam aku minum seberapa banyak?

Changmin membuka matanya dan melirik Siwon. “Tentu saja tidur, Siwon. Semalam kau mabuk sekali, makanya aku mengantarmu. Ibumu mengijinkanku untuk tidur disini” tukas Changmin sembari memeluk bantal. Ia berniat untuk kembali tidur.

Siwon dengan cepat menarik bantal tersebut. “Bangun!! Jika kau ingin tidur, pulang ke rumahmu sendiri, Shim.”

Changmin mengerang sebal. Kemudian ia bangun dan mengacak rambutnya. “Hey, seharusnya kau berterima-kasih padaku, Choi. Jika semalam aku tidak segera membawamu pulang maka….”

Siwon menatap Changmin dengan penuh curiga. “Memangnya apa yang terjadi semalam? Seingatku, kita hanya minum dengan Pengacara Cho dan teman-temannya itu.” Siwon lalu melempar bantal itu ke tempat tidur.

“Well, sepertinya kau masih mabuk berat. Asal kau tahu saja, kau hampir….”

“Hampir apa?”

Changmin menyeringai. “Jika kupikir lagi, untuk apa aku mengatakannya. Kau selalu saja bersikap seenaknya padaku. Kau cukup beruntung, aku selalu berusaha untuk mencegahmu dari masalah jika kau sedang mabuk, Choi.”

“Fine. Kau bisa kembali bekerja dibawah pengawasan ayahmu. Well, kurasa pekerjaan itu tidak buruk juga,” sahut Siwon sembari berjalan menuju kamar mandi.

Changmin membulatkan matanya. “Yah.!! Yah.!! Kau tahu alasanku bekerja dibawah pengawasanmu karena aku tidak ingin bekerja dibawah pengawasan ayahku. Yah, Choi Siwon!!”

Siwon tersenyum. “Maka ceritakan apa yang terjadi semalam, Shim Changmin. Kurasa kau bisa mulai bercerita setelah aku selesai mandi.”

Siwon kemudian menutup pintu kamar mandi sedangkan Changmin mendengus sebal.

Damn you, Choi Siwon. Tapi kurasa dia akan malu sendiri jika mendengarnya. Hahahahaha…

*****

Kyuhyun duduk di meja makan dengan rasa sakit luar biasa. Ahra tersenyum tipis melihatnya segera memberikan semangkuk sup untuk adiknya tersebut. Kyuhyun meliriknya dan menggumamkan “terima kasih” sebelum akhirnya melahap sup tersebut.

“Ini pertama-kalinya kau pulang dalam keadaan mabuk. Hyukjae benar-benar kewalahan mengantarmu hingga kamar. Kau harus berterima-kasih padanya nanti,” tukas Ahra.

Kyuhyun hanya mengangguk. Ia masih sibuk menghabiskan sup yang dibuatkan oleh Ahra. Noona Kyuhyun itu hanya memandanginya dengan tersenyum. Kyuhyun sedikit meliriknya dengan tidak nyaman. “Kenapa menatapku begitu? Apa aku melakukan hal-hal aneh semalam?”

Ahra mengangkat bahu. “Entahlah. Aku tidak bertanya apapun pada Hyukjae. Tapi temanmu itu mengeluhkan betapa memalukannya dirimu saat di bar. Heechul oppa meneleponku dan menanyai kondisimu.”

Kyuhyun mengernyit. “Rasanya aku tidak melakukan apapun. Seingatku.”

“Benarkah? Tapi Hyukjae dan Heechul oppa sepertinya tidak sepakat. Kau mungkin harus bertanya pada mereka mengenai apa yang terjadi semalam di bar. Habiskan supnya, aku harus pergi. Sampai bertemu saat makan malam, Kyu.”

Kyuhyun kini hanya menatap Ahra yang beranjak pergi. Rasanya semalam tidak terjadi apapun. Dia hanya minum bersama Hyukjae. Oh, dengan Choi Siwon dan Shim Changmin juga. Secara kebetulan kedua kliennya itu datang ke bar sepupunya dan Hyukjae –dengan sangat berbaik hati– mengajak mereka untuk minum bersama.

Eoh? Choi Siwon dan Shim Changmin?

Kyuhyun berusaha mengingat kronologis kejadian semalam. Tapi efek alcohol masih terasa kuat. Kyuhyun merasa kalau kepalanya ingin pecah. Ia meringis pelan sembari memijat dahinya.

“Kurasa aku harus bertanya pada Hyukjae mengenai semalam.”

*****

Changmin mengoleskan selai ke rotinya dan menatap Siwon yang masih saja memandangi dengan lekat. “Kau yakin mau mengetahuinya? Asal kau tahu saja, karena ulahmu itu, pemilik bar hampir saja memanggil bodyguard untuk menarikmu keluar.”

Siwon mendesis jengkel. “Ceritakan saja, Shim.”

“Kau terima resikonya, okay?” tukas Changmin yang kemudian melahap rotinya.

Siwon mengernyitkan dahinya. “Resiko apa? Aku hanya ingin tahu tentang kejadian semalam. Well, aku tidak melakukan tindak kejahatan, ‘kan?”

Changmin menelan rotinya dan meletakkan sisa roti ke atas piringnya. “Baiklah, karena ini adalah keinginanmu. Jadi, tahan emosimu untuk tidak membunuhku okay? Kau berhutang padaku karena aku berhasil menghentikanmu sebelum kau melakukan hal memalukan itu pada Pengacara Cho. Oh, ya Tuhan… Bahkan jika kuingat lagi semalam, aku benar-benar tidak menyangka kalau kau…”

“SHIM CHANGMIN!! Jangan banyak bicara. Cepat katakan! Aku hampir melakukan hal melakukan apa pada Pengacara Cho, eoh?” seru Siwon kesal.

Well, Siwon sudah seperti orang gila karena rasa penasarannya. Selain itu, apa yang dilakukannya –oh, apa yang hampir dilakukannya pada Cho Kyuhyun hingga…

“Well, asal kau tahu saja Choi Siwon, kau itu hampir mencium Pengacara Cho. Atau mungkin lebih tepatnya, kalian hampir bercumbu.”

“MWO?!!”

*****

Changmin memperhatikan Siwon yang sepertinya sangat bosan. Mungkin sedikit kesalahannya karena memaksa sepupunya itu untuk masuk kedalam bar ini. Tapi mereka membutuhkan waktu bersantai karena beberapa bulan ini, perusahaan sering mendapat masalah.

Changmin menarik nafas dan mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun yang sibuk dengan minumannya sendiri. Sedangkan Hyukjae tengah mengobrol seru dengan salah satu pria yang dikenalkan pada Changmin bernama Donghae. “Jadi, Pengacara Cho, kau sering datang ke bar?”

Kyuhyun sontak menatap Changmin. “Kyuhyun, please. Kita sedang diluar pekerjaan. Well, seperti kau hanya dipanggil dengan Changmin.”

Changmin tersenyum.

“Well, aku tidak sering ke bar. Hanya sesekali kalau Hyukjae benar-benar merengek. Aku lebih menyukai berada di rumah,” tukas Kyuhyun sedikit keras.

Suara musicnya benar-benar memekakan telinga.

Changmin mengangguk mengerti dan sedikit melirik Siwon. “Kau persis dengan Siwon. Ia juga tidak menyukai keramaian. Lebih menyukai tumpukan dokumen pekerjaan.”

Kyuhyun tersenyum dan menatap Siwon yang tidak memperhatikan mereka. Kemudian Kyuhyun kembali menenggak minumannya. Changmin dengan sigap menuangkan kembali wiski kedalam gelas Kyuhyun.

“Terima kasih.”

Changmin kini beralih pada Siwon. Ia menyodorkan segelas minuman pada sepupunya itu. “Siwon-ah.. kau mau minum?”

Siwon menoleh dan menatap gelas ditangan Changmin. Ia menarik nafas dan mengambilnya. Kemudian Siwon langsung meminumnya hingga habis. Changmin menyeringai dan menuangkan kembali wiski kedalam gelas milik Siwon. Dalam hitungan detik, Siwon kembali menenggak habis. Kini muncul ide jahil Changmin melihat mood Siwon yang buruk sekali. Pria Shim itu terus saja menuangkan wiski kedalam gelas Siwon setiap kali sepupunya itu meminumnya habis.

Kyuhyun sedikit memperhatikan keduanya. Well, ia bisa melihat kejahilan Changmin dan ia merasa kalau Siwon sebenarnya mengetahui keisengan Changmin. Tapi Kyuhyun sedikit heran kenapa Siwon membiarkan Changmin mengerjainya seperti itu. Dan tanpa sadar, Kyuhyun juga menghabiskan wiskinya dan mengisinya kembali.

Entah sudah berapa kali Kyuhyun menuangkan wiski kedalam gelasnya. Tapi rasanya, tubuhnya menjadi lebih ringan. Dan Kyuhyun menyukai perasaan itu.

Hyukjae mengernyit ketika Kyuhyun sudah hampir menghabiskan setengah botol wiski yang diberikan Heechul. Dengan cepat ia menarik gelas dari tangan Kyuhyun. “Hey, aku mengajakmu kesini bukan untuk membuatmu mabuk, Cho Kyuhyun!” seru Hyukjae.

Kyuhyun mendengus dan mengambil kembali gelasnya. “Tapi kau mengajakku kesini untuk sedikit rileks bukan? Jadi, biarkan aku minum.”

Donghae menghela nafas. “Yak, Cho Kyuhyun. Kau tidak boleh mabuk! Heechul hyung akan dibunuh oleh kakakmu jika kau pulang dalam keadaan mabuk.”

Kyuhyun menenggak wiskinya dan menyeringai. “Heechul hyung tidak sebodoh itu untuk membiarkan Noona membunuhnya, Donghae. Biarkan aku minum sekali lagi, okay? Aku tidak ma…”

Ucapan Kyuhyun terhenti. Ia menutup mulutnya dan meletakkan gelas diatas meja. Kemudian Kyuhyun bergegas menuju toilet. Hyukjae dan Donghae kini hanya menggelengkan kepalanya. Well, Cho Kyuhyun bukanlah peminum handal. Kadar toleransinya hanya satu botol soju dan melihat botol wiski yang kini tinggal setengah, itu sudah melebihi batas toleransinya.

Donghae menatap Hyukjae dengan lekat. “Kau jangan minum lagi, arra? Kau harus mengantarnya pulang.”

“Arraseo!” sahut Hyukjae.

Kemudian perhatian Hyukjae dan Donghae tertuju pada Changmin yang berteriak keras dan Siwon yang berlari kearah toilet. Changmin menarik nafas dan menatap Hyukjae dan Donghae. Ia menyeringai.

“Ah, maaf. Sepupuku itu bukan seorang peminum handal. Perutnya lemah sekali dengan alcohol,” tukas Changmin yang kemudian kembali menuangan wiski untuk dirinya sendiri.

*****

“Karena kau dan Kyuhyun tidak kembali selama duapuluh menit, akhirnya aku dan Hyukjae menyusul kalian ke toilet. Jujur saja, aku juga terkejut melihatmu hampir melakukan itu. Bahkan jika diingat, kau sendiri mengatakan bahwa kau bukan gay,” ujar Changmin.

“Memang bukan!!” seru Siwon dengan keras.

Siwon memijat kepalanya dengan keras. Ia sama sekali tidak mengingat mengenai kejadian semalam dan dari cerita Changmin, Siwon bisa mengingat secara samar. Tapi tetap saja, mengenai kejadian dia hampir… oh, Siwon benar-benar tidak ingat.

Changmin menatap Siwon dengan serius. “Siwon-ah, kau tidak ingat apa yang kalian bicarakan selama di toilet? Karena kau tahu, sikapmu pada Kyuhyun itu… benar-benar diluar perkiraan. Mungkin karena pengaruh alcohol tapi…”

Siwon memandang Changmin dengan lekat. “Shim Changmin, jika aku ingat pun rasanya…. Oh, ya Tuhan!!” kemudian Siwon beranjak dari ruang makan dan menuju kamarnya.

Changmin menghela nafas panjang. Ia lalu menghabiskan rotinya. “Sudah kuduga dia akan merasa malu setelah mendengar kejadian itu. Tapi pertanyaan terbesar lainnya adalah kenapa mereka berdua terlihat begitu… Ah, sudahlah.”

*****

Hyukjae sedikit khawatir dengan ekspresi Kyuhyun saat ini. Mungkin tidak seharusnya ia menceritakan mengenai kejadian semalam. Tapi jika bukan dirinya, Kyuhyun mungkin akan bertanya pada Donghae atau Heechul. Lebih parah, pada Changmin atau Siwon secara langsung.

Hyukjae menyesap kopinya lagi dan kembali menatap Kyuhyun yang sepertinya sedang mengalami mental breakdown. “Kyu, kau baik-baik saja?”

Kyuhyun berkedip beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar tersadar. “Lee Hyukjae, bisa pesankan aku Americano?”

Hyukjae mengernyit. “Tapi kau tidak minum kopi, Kyu.”

“Well, aku membutuhkannya. Sekarang! Tolong,” ujar Kyuhyun.

Hyukjae mengangguk dan segera ke meja counter untuk memesankan Americano untuk Kyuhyun. Walaupun sebenarnya ia tidak yakin untuk meninggalkan Kyuhyun sendiri di meja mereka. Sesekali Hyukjae melirik pada Kyuhyun untuk memastikan rekan kerjanya itu tidak melakukan aksi bunuh diri dengan pisau selai. Sedikit berlebihan memang, tapi Hyukjae tidak bisa lengah sedikit saja. Terlebih dengan kondisi emosi Kyuhyun saat ini.

Lima menit kemudian, Hyukjae bernafas lega saat ia kembali Kyuhyun masih dalam keadaan hidup tanpa luka –kecuali luka perban di tangan kirinya itu. “Kopimu, Kyu.”

Kyuhyun menarik nafas panjang dan meraih gelas itu kemudian berusaha meminum kopi tersebut. Tapi karena masih cukup panas, Kyuhyun tidak sengaja menumpahkannya hingga mengenai perban lukanya. Hyukjae bergerak cepat dengan mengambil gelas itu dan meminta serbet dan air es pada pramusaji.

Kyuhyun meringis kesakitan. Bukan hanya karena lukanya tapi juga rasa panas yang perlahan menjalari syaraf tangannya. Hyukjae kini sangat khawatir dengan Kyuhyun. Dan saat pramusaji datang dengan serbet dan segelas air es, Hyukjae dengan sigap mengambil serbet itu dan membasahinya dengan air es. Kemudian ia membalut tangan kiri Kyuhyun dengan serbet dingin tersebut. Setidaknya rasa panasnya harus dihilangkan.

“Haneul tidak akan senang melihatmu dua hari berturut-turut, Cho Kyuhyun. Tapi kita harus ke rumah sakit.”

*****

Saat Haneul tiba di ER, ia langsung melihat Hyukjae dengan Kyuhyun yang kini tengah berbaring di ranjang. Haneul dengan bergegas menghampirinya. Ia menatap Hyukjae dengan lekat. “Ada apa?”

“Lukanya terkena kopi panas. Aku membalutnya dengan serbet dingin,” tutur Hyukjae.

Haneul kemudian berfokus pada tangan Kyuhyun. Ia membuka serbet serta perban yang membalut tangan Kyuhyun dengan hati-hati. Saat Haneul melihat kondisi luka Kyuhyun, ia menghela nafas. Sedikit jengkel karena Kyuhyun sama sekali tidak berhati-hati pada lukanya, tapi ia juga merasa lega karena luka bakar akibat kopi panas itu tidak terlihat parah. Cukup beruntung, Hyukjae bergerak cepat.

Haneul melirik Kyuhyun sekilas, lalu kembali menatap Hyukjae. “Kau bisa menunggu di luar. Biar aku yang mengurusnya.”

“Tapi, Haneul-sshi….”

Kyuhyun dengan cepat memotong ucapan Hyukjae. “Hyuk, keluar saja. Haneul bisa mengobatiku.”

Hyukjae menghela nafas. “Baiklah, aku akan keluar.”

Kemudian Hyukjae berjalan keluar ER. Haneul sendiri kini memperhatikan Kyuhyun yang memperhatikan tangan kirinya yang berwarna kemerahan karena kopi panas itu. Terlebih dengan lukanya yang belum sembuh.

“Pasti akan meninggalkan bekas,” tukas Kyuhyun.

“Sepertinya memang akan berbekas. Tapi kau bisa menghilangkannya dengan operasi,” sahut Haneul sembari memakai sarung tangan. Haneul bersiap untuk mengobati luka Kyuhyun –lagi.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Jika operasi bisa menghilangkan bekas luka, lalu apa bekas luka hatiku juga bisa dihilangkan?”

Haneul terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun lagi. Tapi Kyuhyun kini tertawa kecil. “Jangan dipikirkan. Aku hanya berbicara asal saja. Pikiranku saat ini sedang kacau. Kau obati saja lukanya.”

Haneul duduk pada sebuah kursi. “Luka dihatimu hanya bisa diobati jika kau melupakan cintamu pada Haesa, Kyuhyun. Dan mendapatkan cinta baru. Itu adalah operasi terbaik untuk menghilangkan bekas lukanya. Kemarikan tanganmu.”

Dan sepanjang Haneul mengobati lukanya, Kyuhyun hanya diam memperhatikan Haneul dengan lekat.

*****

Jinri mengernyit ketika melihat kakak lelakinya datang ke perpustakaan dengan wajah ditekuk. Siwon mengambil salah satu buku diantara rak secara asal dan duduk disebelah Jinri yang sibuk dengan bukunya. Jinri memperhatikan Siwon dengan lekat.

“Changmin Oppa mengatakan sesuatu yang membuatmu tidak senang?” tukas Jinri.

Siwon menghela nafas dan mulai membaca. “Bagaimana kau tahu?”

Jinri tersenyum tipis. “Terlihat sekali. Ada apa? Apa mengenai peristiwa semalam? Kau pulang dalam keadaan mabuk dan itu jarang sekali. Oh, tunggu! Rasanya Choi Siwon tidak pernah pulang malam dengan dipapah seperti itu.”

“Jangan bertanya yang macam-macam, Jinri. Ini bukan urusanmu. Fokus saja dengan bukumu itu,” sahut Siwon.

Jinri kemudian menutup bukunya dan memperhatikan Siwon dengan lekat. Siwon sedikit melirik adiknya dan menghela nafas panjang. Ia menatap Jinri. “Apa yang ingin kau tahu, eoh? Ini adalah masalahku.”

“Tapi biasanya kau bercerita. Bahkan jika kau mengalami masalah di kantor,” tukas Jinri.

Siwon menaruh bukunya diatas meja dan memandang Jinri dengan serius. “Well, kurasa ini adalah waktunya kau mulai belajar mengenai batasan privasi. Sebenarnya ada beberapa hal yang tidak kuceritakan padamu sepenuhnya, Jinri. Kurasa ini salah satu hal yang tidak perlu kuceritakan padamu.”

Jinri sontak mengerucutkan bibirnya dengan jengkel.

“Jangan cemberut begitu, sayang. Kau sudah duapuluhempat tahun. Ayolah, kau pasti juga akan melakukan hal yang sama padaku nanti. Terutama jika kau sudah mempunyai kekasih,” ujar Siwon.

Jinri mendesah. “Hah, kekasih? Lihat dirimu, Choi Siwon. Tunggu, kau sudah setuju dengan Eomma. Jadi, kurasa memang tinggal menunggu waktu saja sampai kau tidak mempunyai waktu untuk diriku. Mungkin setelah ini aku akan lebih sering bercerita pada Changmin Oppa atau Taemin.”

Siwon tersenyum tipis. “Ah, mengenai itu. Sebenarnya aku tidak setuju sepenuhnya. Eomma hanya melebih-lebihkan, sayang. Aku tidak pernah menyebutkan kata pernikahan.”

Jinri menaikkan satu alisnya. “Wae? Kau bahkan sudah setuju untuk…. Choi Siwon, apa kau kembali bermain-main? Seperti sebelumnya? Woah, jika Eomma mengetahuinya maka…”

“Jangan mengatakannya, eoh? Please. Aku hanya sudah bosan dengan omelan Eomma. Aku mungkin akan beberapa kali bertemu dengannya. Tapi jika selama pertemuan aku tidak merasakan apapun, aku bisa memutuskan hubungan,” tutur Siwon.

Jinri sontak memukul lengan kakak lelakinya. “Yak, kau pikir pernikahan ini semacam permainan dimana kau bisa berhenti ditengah-tengah? Kau sudah setuju untuk melakukan pertemuan dan pertunangan. Jika kau menghentikan pertunangan itu ditengah jalan…. Oh, Eomma pasti akan terkena serangan jantung.”

“Hey, jangan bicara seperti itu. Darah tinggi Eomma mungkin akan kambuh, tapi tidak akan sampai terkena serangan jantung. Lagipula aku benar-benar tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini. Belum ada wanita yang benar-benar….”

“Membuatmu jatuh cinta?” sela Jinri.

Siwon mengangguk dan tersenyum. “Terdengar klise, ya?”

“Dan juga menjijikkan. Terlebih itu adalah dirimu, Choi Siwon,” tukas Jinri sembari tertawa kecil.

Siwon mengacak rambut Jinri. “Walaupun terdengar menjijikkan seperti katamu, tapi itulah yang kurasakan. Semua wanita yang dikenalkan padaku, mereka sama sekali tidak menarik. Mereka mungkin cantik, tapi itu hanya wajahnya. Aku bisa melihat kepribadian mereka, bahkan hanya dari sekali bertemu.”

“Gold diggers?”

Siwon mengangguk lagi. “Atau sejenis lainnya. Well, siapa yang tidak tertarik jika mereka akan dijodohkan dengan Choi Siwon?”

Jinri mendengus jengkel. Siwon benar-benar besar kepala. “Ada satu orang yang tidak mau bertemu denganmu walaupun dia akan dijodohkan denganmu. Cho Ahra. Bahkan malah adik lelakinya yang datang menemuimu. Benar?”

Siwon terdiam. Yeah, Cho Ahra. Hanya dia yang tidak datang ke pertemuan perjodohan dan Siwon malah bertemu dengan adiknya, Cho Kyuhyun. Sejak saat itu, mereka berdua selalu bertemu di waktu dan tempat yang salah. Hell, Choi Siwon baru terpikir mengenai hal itu. Setiap pertemuannya dengan Cho Kyuhyun, selalu terjadi hal yang tidak terduga. Seperti kesialan beruntun. Terlebih dengan kejadian semalam. Gosh, hentikan Choi Siwon!

“Kudengar, dia menjadi pengacara untuk Choi Group. Kau akan lebih sering bertemu dengannya,” tutur Jinri menyadarkan Siwon dari lamunan.

Siwon menghela nafas. “Ya, itu benar.”

Kesialan yang lain sudah didepan mata.

*****

Kyuhyun menatap Haneul yang berjalan menuju mobilnya. Setelah mengobati lukanya, Haneul mengatakan bahwa mereka harus berbicara. Jadi, dengan sedikit terpaksa Kyuhyun harus meminta Hyukjae untuk pulang. Well, cukup beruntung Kyuhyun tidak membawa mobil untuk bertemu Hyukjae tadi. Tapi situasi berada dimobil yang sama dengan Haneul membuat perut Kyuhyun tidak nyaman.

Haneul membuka pintu mobil dan memandang Kyuhyun. “Masuklah. Kita tidak akan bicara lama. Aku juga akan mengantarmu pulang.”

Kyuhyun menghela nafas pendek. Ia berjalan mendekati mobil Haneul. “Tidak perlu mengantarku. Kita bicara saja, lalu aku akan pulang dengan taksi. Lagipula kau tidak bisa meninggalkan rumah sakit untuk waktu lama, bukan?”

Haneul tersenyum tipis. “Kau masih saja bersikap seperti berusia duapuluh tujuh tahun. Kau adalah pasien terakhirku untuk hari ini, Cho Kyuhyun. Well, kau cukup beruntung karena kau datang tepat waktu sebelum aku pergi.”

Kemudian Haneul memanjat masuk mobil. Kyuhyun mendesah jengkel. Sikap Haneul masih sangat menyebalkan seperti dulu. Kemarin Kyuhyun sempat berpikir kalau Haneul sedikit lebih baik, tapi hari ini rasanya masih sama menyebalkannya. Kyuhyun membuka pintu dan memanjat masuk.

*****

Kyuhyun memperhatikan Haneul yang sibuk dengan sandwichnya. Pria seusianya itu terlihat begitu kelaparan sekali. Bahkan dengan dua porsi sandwich besar dihadapan Haneul saat ini masih belum cukup. Kyuhyun menyesap ice lemon tea-nya.

“Kau seperti belum makan sejak kemarin,” tukas Kyuhyun.

Haneul menelan sandwich didalam mulutnya. “Eoh? Bagaimana kau tahu? Sejak kemarin banyak sekali pasien yang datang. Terlebih di ER masih kekurangan orang, jadi selama dua bulan aku harus bertugas disana. Aku juga baru tidur dua jam secara kumulatif. Bahkan untuk makan ramyun saja, sulit sekali.”

“ER? Bukannya kau harusnya di bagian bedah anak?” sahut Kyuhyun.

Haneul menatap Kyuhyun. “Bagaimana kau tahu aku di bagian bedah anak? Rasanya aku tidak pernah memberitahumu.”

“Aku mendengarnya dari Haesa. Bahkan sebelum kau pergi ke Jerman, kau sudah ingin menjadi dokter khusus bedah anak,” ujar Kyuhyun.

Haneul hanya meng-oh-kan lalu kembali menyantap sandwichnya. Kyuhyun menghela nafas panjang dan menyodorkan sandwich miliknya kepada Haneul. Pria itu sontak menatap Kyuhyun lagi.

“Makan saja dulu, baru kita bicara.” Haneul kemudian malah berhenti makan. Ia menyesap cola-nya. Kyuhyun mengernyit. “Waeyo?”

“Kau tidak merasa canggung padaku saat ini?”

“Untuk apa aku harus merasa canggung? Well, dulu mungkin iya. Sejak kita berkenalan hingga kemarin, kau selalu saja bersikap dingin. Aku berusaha untuk bersikap baik, tapi reaksimu malah sebaliknya.”

“Hingga kemarin?”

Kyuhyun mengangguk. “Kita tidak pernah mengobrol seperti ini. Dan kemarin saat kau mengobatiku, aku sedikit merasa kau bersikap sangat baik padaku.”

Haneul mendesis jengkel. “Hey, aku ini selalu bersikap baik padamu sejak dulu.”

“Dengan selalu mengatakan bahwa hubunganku dan Haesa tidak akan berjalan dengan baik? Itu namanya bersikap baik?” sahut Kyuhyun kesal dengan sikap Haneul yang kembali menyebalkan.

“Setidaknya ucapanku benar, bukan? Selama bertahun-tahun kau menunggu, pada akhirnya kalian berpisah seperti ini. Jika kau mendengarkan ucapanku, hari ini kau mungkin sudah menikah dengan wanita lain,” tukas Haneul.

Kyuhyun mulai kesal dengan sikap Haneul. Ia pikir mereka bisa mengobrol dengan santai tapi rasanya itu tidak akan terjadi. “Apa ini yang ingin kau bicarakan? Kau membuang waktuku, Kang Haneul-sshi.”

Kyuhyun kemudian beranjak meninggalkan Haneul.

“Kau juga membuang waktuku, Cho Kyuhyun! Jika kau dulu mendengarkanku dan menanggalkan perasaanmu pada Haesa, mungkin aku tidak perlu pergi ke Jerman. Kembali duduk dan kita bicara layaknya pria dewasa. Jangan bersikap kau masih berusia duapuluh tujuh tahun,” ujar Haneul.

Kyuhyun menatap Haneul dengan lekat. “Siapa yang masih berusia duapuluh tujuh tahun, Kang Haneul? Apa urusanmu mengenai perasaanku pada Haesa? Kau mungkin adalah saudaranya, tapi kau bukan orangtuaku. Untuk apa aku harus mengikuti ucapanmu untuk menghilangkan perasaanku pada Haesa? Kau bahkan….”

“Karena aku menyukaimu, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menjadi terdiam. Haneul masih memandang Kyuhyun dengan wajah serius. Sudah tidak ada jalan untuk kembali. Ini bukanlah cara pengakuan yang diharapkan oleh Haneul, tapi siapa peduli. Haneul menarik nafas panjang.

“Karena Haesa tidak pernah menyukaimu lebih dari aku menyukaimu. Karena aku… Karena kau adalah Cho Kyuhyun.”

*****

Siwon mengecek jam dipergelangan tangannya. Ia melirik Changmin yang masih berusaha menghubungi Kyuhyun. Hari ini adalah hari persidangan pertama dan Kyuhyun terlambat. Siwon mendengus jengkel.

“Inikah etika kerja seorang pengacara professional? Terlambat pada hari persidangan?” tukas Siwon dengan jengkel.

Changmin mnghela nafas dan menatap sepupunya. “Hey, siapa tahu dia terjebak kemacetan. Lagipula masih ada waktu duapuluh menit sebelum sidang dimulai. Jangan bersikap menyebalkan seperti itu.”

“Yak, sebenarnya kau itu sepupu siapa, eoh? Kenapa kau lebih membelanya?” sahut Siwon.

Changmin memutar bola matanya. Pagi ini mood Siwon sudah buruk, jadi Changmin tidak akan kaget jika masalah kecil seperti ini membuat sepupunya itu sangat kesal. “Aku tidak membelanya, tapi kau terlalu berlebihan, Choi Siwon. Dan seharusnya kau tidak perlu bersikap seperti ini. Jika mengingat mengenai kejadian tempo hari di bar….”

“Shim Changmin!! Jangan mengungkitnya! Lagipula aku tidak ingat apapun mengenai kejadian itu!” seru Siwon marah.

Changmin mendesis. “Kalau kau tidak ingat maka jangan bersikap menyebalkan seperti ini. Kenapa kau menjadi sensitive setiap kali nama Cho Kyuhyun disebut?”

Tanpa mereka ketahui, Kyuhyun menghampiri mereka dan mendengar namanya disebut oleh Changmin. Kyuhyun sedikit mengernyit bingung. “Kenapa denganku?”

Changmin dan Siwon sontak menoleh. Changmin tersenyum tipis sedangkan Siwon menghela nafas panjang. “Kami hanya khawatir jika kau mengalami sesuatu saat di perjalanan.”

“Ah, maaf. Jalanan macet sekali. Tapi aku tidak terlambat, bukan?” ujar Kyuhyun.

Changmin menggeleng. “Sidang belum dimulai,” kemudian Changmin memasuki ruang sidang terlebih dahulu.

Kyuhyun menatap Siwon dan sedikit membungkuk. “Maaf, jika aku terlambat.”

“Seperti yang dikatakan Changmin, sidangnya belum dimulai. Jadi tidak perlu meminta maaf,” tukas Siwon.

Kyuhyun mengangguk. Namun kemudian situasinya menjadi canggung. Keduanya masih memikirkan mengenai kejadian di bar. Tidak ada satu pun yang mengingat mengenai itu, tapi ingin bertanya pun rasanya tidak memungkinkan. Siwon menarik nafas lagi dan sedikit melirik luka Kyuhyun yang masih diperban. Apa lukanya cukup serius? Ini sudah beberapa hari.

“Lukamu belum sembuh?”

Kyuhyun menggeleng. “Dokter bilang mungkin membutuhkan sekitar dua minggu.”

“Oh. Jika menurut dokter kau membutuhkan pengobatan khusus, kirimkan saja tagihannya ke perusahaan. Saat ini kau adalah aset kami, jadi apapun yang menyangkut dirimu adalah tanggung jawab kami,” tutur Siwon datar.

“Tapi lukanya tidak begitu serius. Aku…”

“Ini adalah perintah langsung dari Presdir Choi Group, Pengacara Cho. Kakekku –ah, maksudnya Presdir Choi Group menginginkan siapapun yang bekerja untuk Choi Group mendapatkan….”

Ucapan Siwon terpotong ketika Changmin kembali muncul. “Kalian tidak mau masuk? Persidangan akan dimulai,” tukasnya yang kembali masuk.

Siwon mendesis jengkel dengan sikap Changmin. Tapi ia tidak bisa berbuat apapun. Itu sudah watak Changmin.

“Kurasa kita harus masuk, Choi Siwon-sshi,” tutur Kyuhyun.

“Tunggu. Pengacara Cho, selesai sidang ada yang harus kita bicarakan,” ucap Siwon dengan sedikit ragu.

Kyuhyun menatapnya dengan lekat. “Mengenai kasus ini?”

“Bukan. Tapi mengenai kejadian di bar tempo hari.” Kemudian Siwon masuk kedalam ruang sidang tanpa melihat ekspresi Kyuhyun.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Hari ini Kyuhyun sangat berharap kalau Siwon ataupun Changmin tidak akan mengungkit masalah di bar kemarin. Tapi ketika Siwon memintanya bertemu setelah sidang membuat pengharapan Kyuhyun hancur. Kyuhyun menghela nafas panjang.

Apa dia ingat mengenai kejadian itu? Ah, aku bahkan tidak ingat sama sekali hingga hari ini.

*****

Changmin melipat kedua tangannya didepan dada sembari memperhatikan Siwon dan Kyuhyun yang berbicara secara private dari jarak sekitar tigaratus meter darinya. Ia sempat merasa penasaran kenapa Siwon ingin menarik lengan Kyuhyun setelah mereka keluar dari ruang sidang. Awalnya Changmin sempat berpikir kalau Siwon ingin membicarakan mengenai kasus sengketa tanah, tapi kenapa ia tidak dilibatkan?

Changmin menghela nafas. “Apa yang mereka bicarakan? Mengenai kasus ini atau…. Kejadian di bar kemarin? Tapi bukankah Siwon sendiri yang mengatakan kalau tidak perlu membahas masalah itu karena ia tidak mengingatnya. Kenapa dia harus bicara dengan Kyuhyun mengenai masalah itu?”

“Ah, sudahlah. Itu urusan mereka,” tukas Changmin yang akhirnya memilih untuk pergi dan menunggu Siwon di parkiran.

Siwon menghela nafas lega melihat Changmin yang sudah pergi. Kyuhyun sedikit menoleh kearah Changmin dan kembali menatap Siwon. Terdapat jeda yang cukup lama dan mereka hanya sesekali menatap.

“Jadi, mengenai di bar itu….” ucap Kyuhyun dengan hati-hati.

Siwon menarik nafas. “Changmin menceritakannya padaku. Hanya saja, aku tidak ingat mengenai kejadian di toilet itu.”

Kyuhyun menutup rapat bibirnya. Sepertinya cerita Changmin sama seperti cerita Hyukjae. Mereka berdua sama sekali tidak tahu mengenai kejadian di toilet. Siwon dan Kyuhyun juga sama-sama tidak ingat kejadian mereka di toilet sebelum Changmin dan Hyukjae datang mencari mereka.

“Pengacara Cho, apa kau ingat? Aku bertanya padamu karena kupikir….”

“Aku juga tidak mengingatnya, Choi Siwon-sshi. Tapi kurasa itu hanya kesalah-pahaman saja. Dan kita berdua sedang mabuk. Jadi, tidak perlu membahasnya lagi,” tukas Kyuhyun cepat.

Siwon menaikkan satu alisnya. Well, Kyuhyun terlihat begitu tenang. Padahal ia sendiri merasa janggal. Entah kenapa, Siwon merasa bahwa ia telah mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak seharusnya pada Kyuhyun. Itu membuatnya sedikit bersalah pada Kyuhyun. Itu juga alasan kenapa mood Siwon buruk sekali pagi ini –karena ia akan bertemu dengan Kyuhyun lagi.

“Kau terlihat tenang sekali. Kau yakin mendengar cerita lengkap mengenai kejadian di bar kemarin? Dan mengangapnya hanya kesalah-pahaman saja?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk. “Kita berdua sedang mabuk dan ketika mabuk, terkadang orang melakukan sesuatu yang diluar akal sehatnya. Itu hanya sebuah kesalah-pahaman. Lagipula tidak ada satupun dari kita yang mengingatnya, bukan? Jadi, kita lupakan saja dan menganggap tidak pernah terjadi apapun.”

“Menganggap tidak pernah terjadi apapun? Bahkan ketika kita tahu –aku mengetahuinya dari Changmin, jadi kau mungkin dari temanmu yang bernama Hyukjae itu– kalau kita hampir bercumbu di toilet?”

Damn, Choi Siwon! Haruskah kau mengatakannya dengan lantang! Siwon sedikit menyesali ucapannya barusan. Tapi ucapannya tidak bisa ditarik kembali. Kini ia ingin melihat bagaimana reaksi Kyuhyun. Siwon harus menyelesaikannya hari ini, atau dia akan…. Ah, dimana Changmin saat ia membutuhkannya untuk menghilangkan situasi canggung ini.

Kyuhyun menahan nafasnya. Hell, Choi Siwon benar-benar mengatakan apa yang tidak ingin didengarnya lagi. Cukup sekali Hyukjae menceritakannya dan Kyuhyun mengalami mental breakdown. Kini ia harus kembali mendengarnya dari mulut Choi Siwon langsung. Tidak bisakah hari ini lebih buruk lagi?

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia menatap Siwon dengan serius. “Itu hanya kesalah-pahaman, Choi Siwon-sshi. Jangan memikirkannya terlalu serius.”

Siwon sedikit terkejut dengan reaksi Kyuhyun. Pengacara muda itu bersikap seakan kejadian itu seperti sebuah lelucon. Kesialan lainnya, aku terlihat bodoh karena bertanya mengenai itu padanya.

“Oh, jadi hanya aku yang memikirkan kejadian itu dengan serius. Baiklah, aku mengerti. Well, seperti ucapanmu Pengacara Cho, kejadian itu tidak pernah terjadi. Maaf telah membuang waktumu untuk membicarakan sesuatu yang tidak serius. Sampai bertemu pada persidangan berikutnya.”

Kemudian Siwon meninggalkan Kyuhyun yang terkejut dengan sikap direktur muda itu. Kyuhyun memandangi punggung Siwon yang menjauhinya. Kyuhyun menghela nafas panjang.

Kenapa dia terlihat marah sekali? Apa dia menganggap kejadian itu adalah serius?

*****

Siwon memasuki mobil dengan ekspresi geram. Changmin yang duduk dikursi driver hanya menatapnya dengan bingung. Rasanya ketika ia meninggalkan Siwon dan Kyuhyun untuk bicara, mood Siwon tidak separah ini. Apa terjadi sesuatu lagi?

“Kita ke Legiun?” tanya Changmin. Ia tidak ingin mencari mati untuk bertanya mengenai apa yang dibicarakan Siwon dengan Kyuhyun.

Siwon menarik nafas dan memasang seatbelt. “Terserah. Aku tidak ingin kembali ke kantor.”

Changmin sedikit mengernyit tapi dia hanya tutup mulut. Kemudian Changmin memakai seatbelt dan menyalakan mesin mobil. Namun, ketika ia hendak melajukan mobil tersebut, Changmin melihat Kyuhyun yang dihampiri oleh seorang pria. Rasanya Changmin pernah melihat wajah pria itu –disuatu tempat.

Siwon menatap Changmin yang lekat. “Kau tidak mengemudi?”

“Ah, sorry. Aku hanya melihat Kyuhyun berbicara dengan seseorang yang sepertinya kukenal,” tukas Changmin.

Tapi Siwon hanya mendengus. “Jalankan mobilnya, Shim.” Siwon bahkan tidak penasaran sama sekali –untuk apa?

Changmin mendesis pelan lalu kembali melajukan mobilnya meninggalkan area pengadilan. Namun sepanjang perjalanan menuju Legiun, Changmin tetap merasa penasaran dengan pria yang menemui Kyuhyun. Ia sangat yakin bahwa ia pernah melihat pria itu disuatu tempat. Hanya saja Changmin tidak bisa mengingatnya dimana.

Changmin menghela nafas panjang. “Entah kenapa wajahnya terasa familiar?” gumamnya.

Siwon meliriknya dengan jengkel. “Kau masih memikirkan pria yang menemui Pengacara Cho?” tukasnya.

Changmin mengangguk tanpa menatap Siwon. “Rasanya aku pernah melihatnya. Walaupun tidak yakin, tapi rasanya sangat familiar.”

“Tchh… Kenapa kau begitu penasaran? Apa kau tertarik dengan Pengacara Cho? Kupikir kau adalah seorang straight, Shim? Begitu besarkah pesona seorang Pengacara Cho padamu?” sahut Siwon dengan nada sarkatis.

Changmin mendelik jengkel. “Yak! Jangan mengolok seseorang dengan seksualitasnya. Aku memang straight walaupun harus kuakui Kyuhyun cukup mempesona untuk ukuran pria. Tapi tidak, terima kasih. Aku masih tertarik dengan payudara dan vagina.”

Siwon terkekeh. “Jika ibumu mendengar kau bicara vulgar seperti itu, tekanan darahnya akan naik.”

“Tapi aku masih pria normal, Choi Siwon. Well, aku masih bereaksi cukup aktif jika melihat seorang wanita. Berbeda dengan dirimu yang terlihat pasif bahkan cenderung mengabaikannya. Kurasa, kau benar-benar seorang gay,” balas Changmin.

Sontak ekspresi Siwon berubah. “Kau ingin mati muda?”

“Well, aku masih ingin menikah. Jadi, tunda keinginanmu untuk membunuhku, Tuan Muda Choi,” kemudian Changmin terdiam sejenak. Ia mulai menggumamkan kata-kata seperti menikah, lamaran dan event special resort.

Siwon yang memperhatikannya kini mengernyit bingung dengan sikap Changmin. “Hey Shim Changmin, kau baik-baik saja? Kau menggumamkan kata-kata aneh.”

“Kang Haesa!! Pria itu mirip sekali dengan Kang Haesa,” seru Changmin tiba-tiba.

Siwon menaikkan satu alisnya. “Kang Haesa? Wanita Kyuhyun di resort Jeju itu? Kau yakin? Kang Haesa adalah wanita dan tadi itu pria.”

Changmin mendelik jengkel. “Aku tahu Kang Haesa adalah wanita. Tapi wajah pria itu cukup mirip dengannya. Ah, tunggu! Kudengar Kang Haesa mempunyai saudara kembar. Kurasa pria itu adalah saudara kembarnya.”

“Darimana kau tahu Kang Haesa mempunyai saudara kembar? Apa kau begitu tertarik dengan Cho Kyuhyun maka kau…”

“Yak! Dengar dulu! Asal kau tahu, firma hukum tempat Kyuhyun bekerja adalah milik Pengacara Kang Jaeha, ayah dari Kang Haesa. Well, aku sempat mencari informasi sebelum datang ke firma tersebut. Dan Kang Jaeha mempunyai anak kembar laki-laki dan perempuan. Ah, aku tidak ingat nama anak laki-lakinya,” ujar Changmin.

Siwon mendecih. “Hah, kau benar-benar tertarik dengan Pengacara Cho ternyata. Bahkan kau sampai mencari informasi mengenai keluarga mantan kekasihnya tersebut. Woah, Shim Changmin, kau benarbenar hebat.”

“Sudah kubilang aku tidak tertarik dengan Kyuhyun!!”

“Lalu kenapa kau memanggilnya dengan nama belakangnya?”

“Itu karena dia yang memintanya. Well, memanggilnya dengan Pengacara Cho memang sedikit canggung. Kyuhyun lebih baik, bukan?”

Siwon memutar bola matanya. “Terserah. Aku tidak tertarik.”

Benarkah kau tidak tertarik Choi Siwon?

*****

NOTE: Fresh from Ms. Word kekekekeke….

Untuk part ini full untuk WonKyu dulu karena sepertinya kejelasan cerita dua orang ini masih jauh sekali dibandingkan KrisHo. Ya, maaf. Karena memang alurnya sudah terpikir seperti itu. Masih belum keliatan konflik sesungguhnya? Well, sepertinya fanfic ini masih sangat panjang. Mungkin bisa 20 part lebih /atau malah ngelebihin part Only One atau Two Faces. Jadi, harap bersabar dengan segala ke-absurd-an fanfic ini yaa..

Untuk KrisHo, aku akan sedikit percepat alur waktunya. Jadi, jangan terlalu kaget ya.

Satu lagi, aku ada fanfic baru (masih ngerjain part 1 dari bulan lalu, tapi gak selesai-selesai), ada yang mau baca? Masih ada Siwon dan Kyuhyun-nya sih, tapi inti ceritanya bukan di mereka. Bukan KrisHo juga. Tapi ada Yang Seungho dan bukan tipe fanfic [SF]

Otthe?

Advertisements

46 thoughts on “[SF] Scarface Part 7

  1. Hwoaaaaaaa……fresh and full wonkyuuuu…..
    Issshhh jadi APA yg terjadi DG merekaaaaaaaaaa???????
    Pesona cho kyuhyun memang tidal diragukan lagiiii….Dan until Mr.shim Dan Mr.kang jangan coba2 until terpesona lbih DLM arra?
    INI chap yg kerennnnnnn

  2. Full WonKyu ♥
    Sebentar, kejadian di toilet itu beneran kan? Kok aku sedikit curiga sama Changmin -oo-
    Ya kan siapa tau aja otak jahil Changmin sudah kelewat batas sampe bikin rumor buat nyatuin WonKyu 😀
    Kalau real, aku seneng banget. Tapi kalau pun cuma akal-akalan Changmin, aku berterima kasih banget :*
    Iya, yang WonKyu memang jauh dibanding sama KrisHo. Jadi gapapa lah kalau yg part ini full WonKyu. Part depan KrisHo muncul kan? 🙂
    Ditunggu kelanjutannya kak ^^

  3. wahhh,.full wonkyu ni,.,sneng-nya,.,hehe
    nggk pa2 kok chapter-nya lebih dari 20,.,malah sneng kok,.and yg penting ada wonkyu,.:)

  4. Siwon secara tidak sadar marah dg sikap kyu yg cuek dg hubungan mereka…
    kkkk;)
    sebenarnya apa yg terjadi dg wonkyu d toileett????
    saya sungguh penasaran.
    d tggu kelanjutannya unnie
    🙂

  5. sepertinya siwon secara ga sdr malah jatuh ke dalam pesona seorang cho kyuhyun. apalagi dgn sikapnya waktu omongin madalah di bar dengan kyu.
    hmmm gmna tnggapan kyu ttg perasaan haneul y??
    btw moga update cpt lgi.hee

  6. Serius gw penasaran mampus ama kejadian ditoilet ><
    Andiera-ssi..
    Tolong ceritakan detailnya dong?
    Please..
    Heheh
    anyway kang haneul gerak cepat ya,gesit die.selangkah lebih maju.
    Hahah

  7. Siwooonh… udah mulai nunjukin ketertarikannya sama Kyu nih ya. Tuh, buktinya dia yang menggebu-gebu bahas kejadian di toilet ke Kyu. Tapi sayang, Kyunya nyuruh buat ga terlalu menganggap serius masalah itu. Bwahaha, kasian deh Siwoon. Kayaknya butuh lika liku tajam nih buat wonkyu biar bisa saling sadar kecenderungan mereka 😀 di awal cerita udah ngakak gelundungan baca adegan Changmin meluk Siwon. Beneran lho, sempet berharap yang meluk itu Kyu. Eh ternyata… tapi suka interaksi duo sepupu sedarah itu. Yang satu ga bisa diem, satunya lagi semaunya sendiri.

    Penasaran banget, sebenernya apa yang dibicarain Siwon sama Kyu di toilet? Apa yang mereka lakukan sebelum kepergok Changmin-Hyukjae? Aaarghht, jadi bayangin yang iyaiya 😀

    Haneul mendem rasa udah lama banget ke Kyuh? Nooo. Siwon, ayo buruan! Bertindak cepat sebelum ada yang nyerobot duluan!

  8. Waaaahhhh… seneng bgt baca ni ff… karakternya wonkyu di sini seru bgt.. jadi dapet feelnya pas baca. Kkk… next next chingu..

  9. waaww!! full wonkyuuuu >_<
    tpi nyebelin sama sikap Siwon grr :3
    ciee..Siwon marah pas Kyu blg klo soal masalah di toilet itu bkn masalah serius,blg aja dirimu udh trtarik sma Kyu,Choi!
    hahaha kita liat aja nnti,gmana reaksi Siwon pas liat Kyu berduaan sma Haneul .
    utk skrg sih aku fine2 aja klo Haneul ngikutin Kyu trs,tpi klo nnti tau dah XD
    ff baru?? klo ada WonKyu nya sih tetap mau baca lah kkk ~
    thanKYU udh apdet ya,nd ditunggu next nya :^)
    -Shin SiHyun-

  10. Apa yang mereka lakukan di toilet?? Trus apa yang terjadi setelah Haneul menyatakan cinta pada Kyu?? Penasaran banget….
    Senangnya, part ni semua Wonkyu. Puas banget bacanya.
    Ceritanya juga makin seru, ditunggu lanjutannya

  11. Choi Si, kamu ko kaya ga terima gitu Kyu ga anggap serius?! kecewa, eoh?! ㅋㅋㅋ
    jangan salahin aq ya Choi Si, kalo nanti aq lebih suka interaksi Kyu sama Haneul~ wahahaha 😛

    next chap ditunggu ^^

  12. waaahhhhhh
    full wonkyu
    makin kesini makin seru ceritanya…….
    wah haneul ternaya suka kyukyu…..
    bakal jadi saingannya siwon nih..
    chap selanjutnya….:)

  13. Apa yg terjadi di toilettt????penasaran banget…koq gak ada yg ingat yak???ditunggu chap selanjutnya..koq ada haneul di tempat sidang??sengaja nyamperin kyu ya??cepet jg pdktnya he..he…won blm ada cemburu cemburunya ya…

  14. Kurang panjang ka’,,, kyanya tar yg sadar ma perasaan cintanya bakalan wondad duluan nih,,, wonkyu mang the best lah,,, krisho nya juga bagus ka’,, cepet di lanjut ya ka’ , fighting

  15. oi…oi..oi…., apa yg terjadi dng wonkyu di toilet itu? penasaran banget. ayo dong di jelasin lebih detail lg, gak yangka ya kl wonkyu udah mulai mabuk ternyata mereka bisa lepas kendali. coba kl changmin ama hyukie gak segera menyusul wonkyu ke toilet mungkin udah terjadi sesuatu atau memang sdh terjadi??? apaaaaaaa?????? kakaknya haesa ternyata suka ama babykyu? bahkan dr dulu??? pantesan sikapnya aneh gitu. omoooo…..choi siwon….kenapa kau marah dng sikap babykyu yg cuek2 aja dng kejadian di toilet itu??? ciee…ciee…ciee…, jgn sok jaim deh. ngapain itu si kang haneul nyamperin babykyu? ayo changmin putar balik lg mobilmu. aaaiiissshhhhhh………..

  16. Yaaaak,,,, apa yang terjadi dengan wonkyu di bar toilet kemarin,,!!! Penasaraaann,,,, hhhhh
    Siwonie,, jangan terlalu benci sama seseorang,, nanti jadi cinta loh,,!!! Kkkk
    Siwon klo di temuin sama mana2 cwe walaupun cantik gimanapun gag ngaruh,, tapi begitu sama cho kyuhyun Eehh mau main cium2 aja,, *dari crita chwang ma hyuk si wk hampir bercumbu,, Wkwkwkkk,,

  17. Cerita changmin benaran tidak ya? Jangan-jangan changmin hanya berusaha memancing siwon. Tapi ingi nya sih benaran kejadian..hehehe
    Sebenarnya siwon sudah jatuh dalam pesona kyuhyun.
    Tuh kan benar?haneul suka sama kyuhyun.
    Ayo,siwon buruan. Jangan berusaha menyangkal perasaan lebih lama. Siwon tidak pernah tertarik sama wanita meski cantik. Lha kyuhyun lebih cantik sih hehehe
    ok,diera..sepertinya skripsinya sukses.. selamat ya
    Ditunggu part selanjutnya.. 🙂

  18. Ya bisa dblg kmajuan hubungan mereka yg lama krna dua2nya punya gengsi tinggi kali y??
    Mana tuh sieon ya ampun pgn deh mutar otaknya, dingin bgd sih…
    Gmn mw dpt jdoh, mw bru tw lih kalo haneul namja, hehehehe…
    Jdi kyu dsukai haneul..
    Lalu ngapain haneul jemput kyu??
    Mereka udh ad hubungankah??
    Taw krna brtemu saat makan siang itu, jd nya sklyn nganterin??
    Lalu kjdian d toilet haduh kepo ikh…
    Cpt lanjut dunk

  19. ahhhhhhhhhhhh Wonkyu nya masih lamaaaa ya falling in LOvE nya ????? duuuuuuhhhhhhhhh ……

    oalahhhh jadi kang Haesa sm kang Haneul kembar . Tapi namja sm Yeoja *mangut2

    dan yg lebih surprise lagi Kang Haneul suka sm Kyuhyun??? sebenernya ini udh felling sih sejak Haneul ngobatin tangan nya Kyuhyun … udh mencurigakan … wkwkwwww *tapi saia malah kaget klo ternyata Haneul itu namja * AIGO …….

    Woaaaaahhhh menunggu panah cinta menancap di Hati Wonkyu nih … xiiiiiiixixixiix

    yoshhh semangat Saeng *kecupBasah :-* :-* :-*

  20. Apa yang terjadi dengan wonkyu di toilet ?????? Aihhhh aku penasaran sama ceritanya >_<

    dan aku baru tau klo haneul itu namja… Soalnya nama haneul kan emg sbnernya lebih pantas buat yeoja bukan namja :3

  21. wow ternyata uda Update lg! Thankyuuu Author-nim…

    Kang haneul akhirnya jujur dg perasaannya… Penasaran dg Reaksi kyu! Lebih penasaran lg dg kejadian wonkyu di toilet!! Pasti sesuatu yg besar..
    Aahhh kyu memang mempesona!! won jg sebenarnya uda naksir kyu kan??

  22. ini full part wonkyu semua yaa..?
    wah.. haneul nekat buat nembak kyu? trus kok gk dijelasin reaksi kyu ap? oy, ada flashback apa yg udah dilakuin wonkyu? secara lebih jelas..
    penasaran.. takutnya malah salah mengerti…
    trus kenapa siwon harus marah?

  23. Agh jd curiga sama wonkyu,,,tp gk ad kejadian ditoilet,,,penasaran bgt,,,mereka bercumbu!!!ogh
    Siwon secara tidak sadar kau menyukai kyuhyun tentunya.

  24. waaaaaah full wonkyu sukaaaa hehehe
    jadi yg terjadi di toilet apaan sih penasaran kok g inget semua ….. dan kenapa perut kyuhyun g nyaman kalo deket sama haneul apa kyu punya perasaan sama haneul kalo haneul kan udah jelas suka.

  25. Klw gk di jelasin haneul ttuh namja,aku gk bakalan tau.karena ku fikir haneul ttu yeoja,hehehe

    seneng banget full wonkyu.banyak banget kejutan di part ini….

  26. Kyk nya siwon udh mulai suka sama kyuhyun nih, cuma dia blom menyadarinya aja…
    Terlihat dr sikap siwon yg marah pas kyu bilang ngelupain ttng kejadian di toilet

  27. apa gk ada cctv ya yang ngrekam apa yang terjadi didalam toilet antara wonkyu hahahaha

    kayaknya emang sich lama kelamaan siwon emang tertarik juga ma kyuhyun
    benci ma cinta beda tipis kan

    kang haneul … udah dari awal aku ngrasa kalo dia emang menyukai kyuhyun dan gk suka hubungannya ma haesaa

  28. No Krisho but it’s ok..
    Sedikit2 pak boss mulai jatuh pada pesona seorang Cho Kyuhyun 🙂 Masih penasaran sama kejadian di toilet, apakah sebegitu vulgarnya sampe Changmin and Hyukjae terheran-heran. Kita tunggu saja bagaimana reaksi Wonkyu kalo mereka inget hahahahaha
    Satu kenyataan terungkap. Kang Haneul ternyata gay and he like his twin ex-boyfriend. Pusing dehhhh

    Eh pak boss kaya cewe yg lagi mau dapet ya, kerjaannya uring2an mulu deh 🙂 apalagi kalo denger nama Kyu ko kayanya sensitif bgt gitu wkwkwkwkwkwk

  29. Ohooo~
    Won bneran udh tertarik ma kyu, kkk~
    Smpe dy mrah liat reaksi kyu yg gak peduli ma kejadian di toilet. . muehehehehe
    Penasaran sngaat ma kejadian di toilet itu. . wkwkwkwkwk
    Dan chap ini full of wonkyu moment. . yeeeeei `(*^﹏^*)′
    Dan haneul akhirnya nembak kyu, OMG!!!
    Sdh q duga, haneul emang suka kyu. . . 😏😏😏

  30. Aku ska part full wonkyu ini…ahhhh apa kejadian dtoilet itu nyata atu cma karangan tmn2 mrka saja…..knp jg siwon hrus mrah krna kyu mnganggap smuanya kesalahfahaman sja….
    Jd hanuel bnr mnyukai cho!! Menarik….

  31. sebenarnya apa yang terjadi di toilet, apa ada sesuatu lagi selain wonkyu hampir ciuman ? tapi kenapa wonkyu tidak ingat sama sekali ? penasaran sama kejadian yg sebenarnya.
    tuh kaan haneul suka sama kyu..
    kyu bilang kejadian di toilet hanya kesalahpaham, mungkin ada benarnya juga tapi kenapa reaksi siwon sedikit berlebihan.. aahhh siwon terlalu sensitif

  32. siwon sama kyuhyun hampir ciuman………..tehe. tp penasaran sama yg mrk omongin sblm smp bisa ciuman gt. ya walaupun mrk mabok tp ada something yg bikin mrk rasain sebelom /hampir/ ciuman. dan wah bener kan feelingku haneul suka sm kyuhyun hmm apa ini jg bisa jadi salah satu alasan haesa mutusin kyu?

  33. Kang haneul mengatakan perasaannya selama ini thdp kyuhyun, apakah kyuhyun bs bersikap biasa saja bila bertemu dgnya lagi atau agak canggung??
    Aigooo….wonkyu hampir bercumbu, jd penasaran apa yg terjadi sbnernya dg wonkyu slma ditoilet. Haahh….siwon begitu menolak kalau dibilang gay, tp knp dia hrs merasa marah saat kyuhyun menganggap kejadian tu hanya kesalahpahaman saja. Dasar choi siwon…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s