[SF] Scarface Part 6

scarface2

6

Joonmyeon bergerak gelisah. Sesekali matanya menatap pada jam digital pada meja nakas disebelah tempat tidurnya. Pukul satu pagi. Joonmyeon menghela nafas panjang dan kembali membenarkan posisi tubuhnya. Rasanya tubuhnya tidak bekerja sesuai dengan perintah otaknya. Joonmyeon mengetahui benar bahwa ia ingin segera tidur, tapi tubuhnya mempunyai kehendak lain. Hal yang sama ketika peristiwa tadi siang terjadi –dikamar Kevin.

Arrgh! Joonmyeon mengusap wajahnya dengan frustasi.

Kejadian itu benar-benar diluar perkiraan Joonmyeon. Oh, bahkan Joonmyeon tidak pernah berpikir kalau Kevin akan menciumnya. Terlebih ketika perintah otaknya dan kerja tubuhnya tidak bekerja dengan sinkron.

Saat Kevin menciumnya, Joonmyeon ingin mendorong pemuda itu dan mungkin menamparnya, lalu pergi ke kamar dan tidak akan keluar bahkan jika Kevin memohon untuk memaafkannya. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Joonmyeon tidak bergerak untuk menolak ciuman Kevin dan dia sebenarnya juga tidak membalas ciuman itu. Well, Joonmyeon hanya berdiri dengan tubuh kaku dan menikmati sentuhan lembut bibir Kevin.

Joonmyeon sontak menyentuh bibirnya. “Oh, shit!”

Kemudian Joonmyeon menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Malam ini, Joonmyeon tidak akan bisa tidur dan dia harus menyiapkan alasan yang tepat jika Kevin bertanya mengenai lingkar hitam matanya.

*****

Joonmyeon sesekali melirik pada Kevin yang tengah menghabiskan serealnya. Well, Kevin tidak terbiasa sarapan dengan nasi, maka dari itu Joonmyeon harus menyediakan roti atau sereal untuk Kevin. Suasana pagi itu sangat sunyi. Kevin hanya mengucapkan selamat pagi dan setelah itu tidak ada yang bicara diantara mereka.

Joonmyeon menatap mangkuk nasinya dan menghela nafas panjang. Ia tidak menyukai suasana di meja makan. Terlalu sunyi.

“Mom tadi meneleponku.”

Joonmyeon sontak memandang Kevin. “N-ne? Lalu?”

Kevin masih tidak menatap Joonmyeon. Pandangannya hanya tertuju pada mangkuk sereal yang isinya hampir habis. “Mereka akan sampai di Seoul malam ini. Sekitar pukul Sembilan malam. Kau mau menjemput mereka di bandara?”

“Eh?”

“Atau aku bisa pergi sendiri. Selain itu, tidak ada satu pun dari kita yang sudah mempunyai lisensi mengemudi, bukan?” tukas Kevin lagi.

Joonmyeon berkedip beberapa-kali. “Aku akan pergi. Kita bisa menelepon Paman Ji. Beliau dulu pernah bekerja dengan kami, tapi…” ucapan Joonmyeon terhenti, membuat Kevin sedikit meliriknya. “Aku akan menelepon Paman Ji. Kita berangkat setelah makan malam saja, okay?”

Kevin menghela nafas panjang dan mengangguk. Dan pertama kali di pagi ini, Joonmyeon tersenyum.

*****

“Yak! Kau harus ke rumah sakit, Cho Kyuhyun!” perintah Hyukjae.

Namun, Kyuhyun mengabaikannya. Selalu mengabaikan, lebih tepatnya. Bahkan Ahra juga tidak berhasil membujuk Kyuhyun untuk pergi ke rumah sakit sekedar memeriksakan luka di lengannya tersebut.

Hyukjae mendesis jengkel ketika Kyuhyun mengabaikannya dan lebih memilih mengurus dokumen-dokumen milik Choi Group. “Yak, Cho Kyuhyun!! Kau harus ke rumah sakit atau aku akan…”

Kyuhyun tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Hyukjae dengan tajam. “Atau kau akan apa? Lee Hyukjae.”

“Atau aku akan menelepon Kang Haneul untuk membawa peralatan medisnya datang kesini untuk memeriksa lukamu itu. Eoh?! Kau pilih mana?” sahut Hyukjae.

Kyuhyun kembali membaca dokumen dihadapannya. “Tidak keduanya. Dan aku tidak takut dengan semua ancamanmu, Lee Hyukjae.”

Hyukjae menekan leher bagian belakang. Oh, rasanya menghadapi sikap keras kepala Kyuhyun lebih sulit ketimbang menyelesaikan sebuah kasus perceraian dengan perebutan hak asuh anak. Hyukjae sering-kali dibuat naik darah oleh kelakuan rekan kerjanya tersebut.

“Hey, kau tidak lihat tanganmu itu, eoh? Lihat perbannya!! Lukamu pasti besar sekali. Hari ini kau bahkan sudah mengganti perbannya hingga tiga kali, bukan?! Ayolah Cho Kyuhyun , jangan keras kepala” omel Hyukjae.

“Tidak mau, Lee Hyukjae. Sudah kembali ke ruanganmu sendiri dan selesaikan kasus-kasus yang tengah kau tangani.”

Well, rasanya Hyukjae harus melakukan jalan terakhir untuk membuat Kyuhyun menurut. Pria itu mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor kontak. Kyuhyun sedikit meliriknya. “Hyuk-ah, apa yang sedang kau lakukan? Siapa yang kau telepon?”

Hyukjae menyeringai. “Lihat saja, Cho Kyuhyun.”

“Oh, Pengacara Kang. Maaf, menganggu anda. Tapi aku mengalami sedikit masalah.”

Kyuhyun mendesis kesal ketika Hyukjae menyebut nama Pengacara Kang.

“Sebenarnya, Kyuhyun mengalami sedikit kecelakaan. Tangannya terluka dan darahnya terus mengalir. Tapi dia sangat keras kepala untuk pergi ke rumah sakit. Jadi, bisakah anda membujuknya?” tukas Hyukjae sembari menatap Kyuhyun.

Kyuhyun melemparkan penanya dengan sebal. Hyukjae benar-benar licik.

“Anda ingin bicara dengannya? Oh, tunggu sebentar.” Kemudian Hyukjae menyodorkan ponselnya kepada Kyuhyun dengan senyuman kemenangan.

“Kau akan mati, Lee Hyukjae,” desis Kyuhyun sembari mengambil ponsel tersebut.

Kyuhyun menyentuh pelipis kanannya sembari mendengarkan ucapan panjang Pengacara Kang yang menyuruhnya ke rumah sakit. Hell, rasanya tidak nyaman sekali. Kyuhyun selalu diperlakukan seperti itu oleh Pengacara Kang sehingga ia terkadang merasa tidak enak hati dengan rekan pengacara lainnya.

Hyukjae masih terus memperhatikan Kyuhyun yang sepertinya mengangguk patuh pada setiap apapun ucapan Pengacara Kang. Setelah beberapa menit, Kyuhyun mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya. “Jadi…?”

“Kau harus menemaniku pergi ke rumah sakit. Lebih parah, kita harus menemui Kang Haneul,” sahut Kyuhyun.

Hyukjae hanya membulatkan mulutnya. Mungkin seharusnya dia memang tidak perlu menelepon Pengacara Kang, kalau pada akhirnya mereka akan pergi menemui Kang Haneul.

*****

Haneul tersenyum tipis ketika ia melihat Kyuhyun bersama dengan Hyukjae di lobby rumah sakit. Namun, dengan cepat ia menghilangkan senyuman tersebut dan menghampiri keduanya. Haneul menarik nafas panjang dan memasang ekspresi serius ketika ia bertatapan langsung dengan Kyuhyun. “Ada yang bisa kubantu? Appa hanya mengatakan kau akan datang, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun melirik Hyukjae dengan sebal. “Obati lukaku,” ucapnya sembari memperlihatkan lengannya yang terbalut perban.

Haneul cukup terkejut melihat perban yang melilit lengan Kyuhyun. Ia bisa menduga bahwa lukanya cukup serius. Jika tidak, mana mau seorang Cho Kyuhyun pergi ke rumah sakit –terlebih menemuinya secara langsung seperti ini. “Baiklah, sepertinya kita harus ke ER. Hyukjae-sshi, kalau tidak keberatan, kau tunggu saja disini.”

“Huh? Tunggu disini? Tapi…” Hyukjae melirik Kyuhyun sekilas.

Kyuhyun menghela. “Tunggu disini saja, Hyuk. Aku akan segera kembali.”

Haneul kemudian menunjukkan jalan menuju ER. Hyukjae kini hanya memandangi Kyuhyun yang mengikuti langkah Haneul. Hyukjae kemudian duduk pada salah satu kursi kosong. Ia menarik nafas panjang dengan mengedarkan seluruh pandangannya ke lobby rumah sakit.

“Hahh… Dia sudah mempunyai pekerjaan yang mapan di Jerman, untuk apa dia harus kembali ke Seoul dan memulai dari awal? Terlebih dia pulang bersamaan dengan berakhirnya hubungan Haesa dan Kyuhyun. Semuanya terjadi secara tiba-tiba,” gumam Hyukjae sendiri.

Sedangkan di ER, Haneul kini sedang membuka perban Kyuhyun. Dengan sangat hati-hati, Haneul menyingkirkan perban tersebut dan memperhatikan luka di tangan kiri Kyuhyun. Ia melirik Kyuhyun. “Well, aku tahu kau pria kuat, tapi aku tidak menyangka bahwa kau bisa menahan sakit luka ini.”

“Tidak sesakit yang orang pikirkan,” sahut Kyuhyun.

“Benarkah?”

Kemudian Haneul mengambil kapas dan mulai membersihkan luka Kyuhyun. Sesekali Kyuhyun berjengit karena obat antiseptic terasa perih dilukanya. Haneul menyeringai. “Tidak sesakit yang orang pikirkan, huh?”

Kyuhyun mendengus. “Jangan banyak bicara. Selesaikan saja dengan cepat. Aku masih harus kembali ke kantor.”

“Baiklah, Pengacara Cho.”

Haneul meneruskan mengobati luka Kyuhyun. Setelah lukanya bersih, Haneul memberikan obat agar lukanya tidak semakin parah. Ia berusaha untuk tidak terlalu menyakiti Kyuhyun. Oh hell, tidak terlalu menyakiti bagaimana? Haneul bisa melihat dengan jelas ekspresi Kyuhyun yang menahan rasa sakit saat ia mengoleskan obat tersebut.

“Sorry,” gumam Haneul pelan.

Kyuhyun tentu saja terkejut melihat sikap Haneul. Rasanya, Haneul bukan tipe orang yang akan mengatakan “maaf”. Kyuhyun bahkan memprediksi kalau Haneul akan mengoloknya dengan mengatakan bahwa sebagai pria, ia tidak bisa menahan rasa sakit. Hal itu membuat Kyuhyun kini memperhatikan Haneul yang sibuk membalut lukanya dengan perban baru.

“Kupikir tidak perlu dijahit, tapi kau harus sering mengganti perbannya. Mungkin dua hari sekali kau harus datang ke rumah sakit. Hanya berjaga-jaga, agar lukanya tidak seburuk dugaanku. Mengerti?”

Haneul kemudian mengangkat wajahnya. Sontak, ia bisa melihat wajah Kyuhyun dengan sangat jelas sekaligus dekat dengan wajahnya. Sesaat, Haneul merasa bahwa nafasnya telah berhenti. Namun ia segera tersadar dan mengambil satu langkah mundur.

“Aku mengerti. Dan terima kasih, Haneul-sshi” ucap Kyuhyun dengan sedikit tersenyum.

Haneul mengangguk. Kyuhyun kemudian meninggalkan ER –meninggalkan Haneul yang kini terduduk lemas diatas tempat tidur. Tangannya menyentuh bagian dadanya. Haneul menarik nafas panjang. Oh, God.

*****

“Mw-mwo?!!! Kau akan apa?!!!” seru Changmin dengan keras.

Siwon mendesis jengkel. Ia sudah memprediksi Changmin akan bereaksi seperti ini. Tapi ia tidak menyangka kalau Changmin akan berteriak sekeras ini. Mungkin tidak seharusnya Siwon menceritakan mengenai ini pada Changmin.

“Yak!! Choi Siwon!! Kau yakin akan melakukannya? Ka-kau bahkan baru bertemu dengannya sekali –oh tunggu, kemarin yang kedua, bukan? Ta-tapi… Hey, sebenarnya kau itu siapa? Apa yang kau lakukan dengan Choi Siwon yang asli, eoh?!!”

Siwon mendelik jengkel. “Yak, kau pikir aku ini alien apa?! Lagipula bukankah ini yang kau inginkan? Bahkan semua orang sudah menginginkannya sejak lama. Lalu kenapa jika sekarang aku mengatakan iya?”

Changmin mengambil nafas panjang. Ia berusaha menenangkan dirinya sendiri dulu. “Siapa tahu saja kau ini memang alien. Lagipula aku tahu ini memang keinginan semua orang, tapi kalau tiba-tiba kau mengatakan iya, rasanya sedikit aneh. Choi Siwon, tidak akan mudah menyerah hanya karena sebuah ancaman.”

“Tahu darimana kau jika aku diancam, eoh?”

Changmin menyeringai. “Ibumu menceritakannya pada Eomma. Well, kau tahu, tidak pernah ada rahasia diantara keluarga Choi.”

Siwon mendesis lagi. “Itulah yang kubenci dari keluargaku sendiri. Sudah kembali bekerja. Ohya, apa kau mendapat tagihan dari Cho Kyuhyun? Mengenai pengobatan lukanya?”

“Ah!! Kebetulan kau membicarakannya. Dia tidak mengirimkan tagihan apapun. Sepertinya dia mengobati sendiri lukanya. Apa itu tidak apa-apa? Lukanya kemarin cukup parah. Jika tidak diobati, akan infeksi bukan?” tanya Changmin.

Siwon mengangkat bahu. “Konfirmasi saja pada yang bersangkutan. Sekalian, kau bisa bertanya mengenai persiapan untuk sidang pertama nanti.”

“Aku?!”

“Tentu saja kau, Shim Changmin. Sudah sana, hush!!”

*****

Kevin menarik nafas panjang dan memperhatikan Joonmyeon yang sibuk memilih daging. Kevin sangat tidak menyukai acara belanja seperti ini. Tapi ia heran kenapa ia menurut sekali ketika Joonmyeon mengatakan bahwa mereka harus ke supermarket untuk membeli daging. Oh tunggu, mungkin karena Kevin tidak bisa menahan diri melihat ekspresi Joonmyeon? Atau karena dia sangat menyukai pemuda itu.

Hell, terserah yang mana sajalah.

Kevin mengeluarkan ponselnya dan memasang earphone. Setidaknya ia bisa menyibukkan diri sendiri dengan music. Sesekali Kevin memperhatikan supermarket yang tidak begitu ramai. Mungkin karena suhu hari ini cukup dingin, hingga orang-orang malas pergi keluar rumah. Ya, mungkin seharusnya Kevin tidur di rumah setelah ia sibuk menyelesaikan lukisan terbarunya.

“Kevin..”

Kevin menoleh ketika Joonmyeon menepuk lengannya. Ia melepaskan satu earphonenya. “Wae?”

Joonmyeon menghela nafas panjang dan menunjukkan kantung berisi daging. “Sudah dapat. Ayo pulang, atau kau mau membeli yang lain?”

Kevin menggeleng. “Kita pulang saja.”

Joonmyeon mengangguk dan berjalan menuju kasir. Kevin mengikutinya. Suasana diantara mereka masih canggung, terlebih dengan peristiwa ciuman kemarin. Kevin tidak mengatakan apapun mengenai hal tersebut. Begitu pula dengan Joonmyeon. Jadi, Kevin mengira kalau Joonmyeon tidak terlalu mempermasalahkan ciuman itu. Hanya saja, Kevin ingin sekali mencium Joonmyeon. Lagi.

Tapi rasanya itu adalah hal yang mustahil.

*****

Joonmyeon menghela nafas pendek dan berusaha bergeser sedikit. Sepulang dari supermarket, mereka memutuskan untuk naik bus saja. Walaupun sebenarnya Kevin sedikit memaksa untuk naik taksi. Tapi Joonmyeon lebih memaksa bahwa mereka harus lebih hemat. Pada akhirnya, Kevinlah yang mengalah.

Hanya saja, kondisi bus saat ini tidak bisa dikatakan sepi. Joonmyeon mulai menyesali tidak mengikuti saran Kevin. Tapi mereka sudah setengah jalan. Joonmyeon berpegangan erat pada salah satu handle.

Disisi lain, Kevin yang berdiri disamping Joonmyeon memperhatikan pemuda tersebut. Tubuh Joonmyeon sangat kecil –tidak kecil untuk usianya, namun jika dibandingkan dengan tubuh besar Kevin, Joonmyeon terlihat seperti seorang gadis– sedikit terhimpit oleh penumpang lainnya. Kevin menghela nafas ketika Joonmyeon semakin tidak nyaman.

Dengan gerakan cepat, Kevin menarik tubuh Joonmyeon kehadapannya dan Kevin membuat ruangan yang cukup bagi Joonmyeon. Sontak Joonmyeon terkejut dengan tindakan Kevin. Ia mendongak menatap Kevin.

Kevin balas memandangannya dan memberikan satu earphonenya pada Joonmyeon. “Bertahan untuk limabelas menit, okay?” bisik Kevin.

Joonmyeon hanya mengangguk dan memasang earphone tersebut ditelinganya. Sepanjang sisa perjalanan, Joonmyeon hanya menunduk. Well, ruang pandanganya menjadi terbatas hanya bisa melihat bagian dada Kevin. Ia memaki dirinya karena tidak mengikuti saran mendiang ibunya dulu untuk sering meminum susu.

Joonmyeon terus saja menatap sepatunya dan sepatu Kevin. Ia kemudian merasa nyaman –mungkin karena playlist lagu jazz dari ponsel Kevin yang mengalun lembut, membuat Joonmyeon tidak begitu memperhatikan suasana didalam bus lagi. Selain itu, aroma parfume Kevin yang menguar membuat Joonmyeon semakin nyaman. Sedangkan Kevin sendiri sedang mengontrol emosi yang bergejolak saat ini. Bagaimana tidak, walaupun ini memang bukan pertama-kali mereka berdekatan seperti ini, tapi Kevin merasa gugup dengan setiap helaan nafas Joonmyeon.

Kevin berusaha focus dengan alunan music yang tengah mengalun dari earphonenya. Tapi hal itu menjadi lebih sulit ketika Joonmyeon kemudian menggumam pelan mengikuti lagu tersebut. Oh, sudahkah Kevin memberi pengakuan bahwa suara nyanyian Joonmyeon adalah hal terindah lainnya dari seorang Kim Joonmyeon –saudara tirinya. Baiklah, Kevin perlahan mulai membiasakan diri untuk menganggap Joonmyeon sebagai saudara tirinya walaupun sulit. Karena pada kenyataannya pun, perasaan Kevin tidak akan pernah terbalaskan.

Kevin sedikit melirik pada Joonmyeon. Ia hanya bisa memandang sebagian dari wajah Joonmyeon, karena pemuda itu lebih banyak menunduk. Joonmyeon terlihat begitu tenang dan nyaman didekatnya. Well, itu membuat sebuah pemikiran liar terlintas dalam benak Kevin, yang langsung dimentahkannya.

Kemudian Kevin tersadar limabelas menit berlalu begitu cepat. Halte dimana mereka harus turun sudah semakin dekat. “Joon, kita harus turun” ucap Kevin.

Joonmyeon mengangkat kepalanya. Ia menatap Kevin untuk beberapa saat lalu mengangguk. Joonmyeon melepaskan earphone dan berusaha untuk menuju pintu bus yang akan terbuka.

*****

Kyungsoo mendesis jengkel. Berkali-kali ia menekan bel pintu rumah Joonmyeon, tapi tidak seorang pun yang menyahut. Mungkin seharusnya ia menghubungi Joonmyeon dulu sebelum datang, tapi tetangganya yang begitu menyebalkan membuat ponsel Kyungsoo harus berakhir ditangan seorang teknisi untuk diperbaiki. Atau mungkin seharusnya Kyungsoo mengganti ponselnya saja? Ah, pikirkan itu nanti saja.

Kyungsoo menekan bel pintu sekali lagi. Ya, ia hanya berharap kalau bakal ada keajaiban. Tapi rumah itu sepertinya memang kosong.

Kyungsoo menghela nafas dan beranjak pergi. Namun, baru beberapa langkah, ia tersenyum tipis melihat seseorang yang ingin ditemuinya datang. Well, bersama dengan saudara barunya.

“Joon-ah…!!”

Joonmyeon tersenyum tipis dan sedikit berjalan lebih cepat untuk menghampiri Kyungsoo. “Soo-ah, ada apa? Kau sudah lama disini? Kenapa tidak menelepon dulu jika ingin datang, eoh?”

“Mian, ponselku sedang rusak. Kupikir tidak akan ada masalah jika aku langsung datang. Tapi…” Kyungsoo sedikit melirik Kevin yang berada dibelakang Joonmyeon. Kyungsoo kembali menatap Joonmyeon. “Kau dari mana? Supermarket?”

Joonmyeon mengangguk. “Kau mau mengambil buku musikmu, bukan? Ayo masuk. Tapi…” Joonmyeon menyadari bahwa ia tidak sendiri. “Ah…! Soo, kenalkan. Dia adalah Kevin Wu. Kevin, ini Do Kyungsoo.”

Kyungsoo menatap Kevin dan sedikit membungkuk. “Annyeong, Kyungsoo imnida.”

Kevin hanya membalas mengangguk dan berjalan masuk ke rumah terlebih dahulu. Kyungsoo sedikit mengernyit melihat sikap dingin Kevin. Bahkan Joonmyeon sendiri tidak tahu harus berkata apa mengenai sikap Kevin. Well, tidak biasanya Kevin begitu.

Kyungsoo menatap Joonmyeon. “Dia memang begitu atau… Moodnya sedang buruk?”

Joonmyeon mengangkat bahunya. “Biasanya dia tidak begitu. Kurasa dia hanya lelah. Kami pulang dengan bus yang penuh. Kurasa moodnya buruk karena itu. Ayo masuk.”

Kyungsoo mengangguk dan mengikuti Joonmyeon. Paling tidak, Kyungsoo sudah bertemu dengan saudara baru Joonmyeon. Kini ia hanya berharap saat semester baru nanti, tidak akan ada masalah apapun.

*****

Siwon keluar dari ruangannya sembari merapikan jas hitamnya. Ia menatap Hyunsik –sekretaris pribadinya. Well, ada beberapa alasan seorang Choi Siwon harus mempunyai seorang sekretaris pribadi –yang pekerjaannya bukan hanya menjadi sekretaris di kantor, tetapi juga “sekretaris” secara keseluruhan hidupnya. Selain itu yang paling penting adalah sekretarisnya harus seorang pria. Choi Siwon sudah kapok berurusan dengan sekretaris wanita. Jangan bertanya mengenai apa masalahnya.

“Hyun, kirimkan jadwal terbaruku untuk seminggu kedepan. Terlebih Eomma pasti sudah memberitahumu mengenai beberapa perubahan jadwal pertemuan khusus –yang kau pasti tahu apa maksudku, bukan?” tutur Siwon.

Hyunsik tersenyum. “Tentu, Siwon-sshi. Aku akan mengirimkan perubahan jadwalnya sebelum pukul Sembilan malam nanti. Ohya, mengenai Lotte? Sudah diterima dokumennya?”

“Lotte? Aku belum memeriksanya. Dokumen itu harus siap hari Kamis depan, bukan? Akan kuselesaikan sebelum hari Senin.”

Hyunsik mengangguk. “Baiklah. Anda mau pergi untuk memeriksa Legiun? Karena kudengar masalahnya bahkan lebih rumit dibandingkan sengketa tanah dengan Kim Jinhyeok” tukas Hyunsik lagi.

Kali ini Siwon yang mengangguk. “Setelah dari sana, aku akan langsung pulang. Jadi, untuk dokumen lainnya, tolong kirimkan lewat email saja. Okay?”

“Siap, Sajangnim.”

Siwon tersenyum puas lalu berjalan meninggalkan ruangannya. Ia berjalan melewati lorong menuju sebuah kotak lift. Siwon menekan tombol seraya mengeluarkan ponsel dari saku dalam jasnya. Pesan dari Eommanya.

Siwon menarik nafas dan menyimpan kembali ponsel itu tanpa melihat isi pesannya. Well, tanpa dilihat pun Siwon sudah tahu persis apa isi pesan tersebut. Kemudian pintu lift terbuka. Didalamnya sudah ada Changmin.

Siwon berjalan masuk dan berdiri disamping Changmin. Terdapat jeda cukup lama, sebelum akhirnya Changmin buka suara.

“Aku sudah menghubunginya. Dia sudah ke rumah sakit, tapi dia tidak akan mengirim tagihannya ke kantor kita. Dia bilang lukanya tidak cukup serius,” tukas Changmin.

“Oh.”

Changmin menatap Siwon dengan menaikkan alis. “Oh? Hanya oh?”

Siwon membalas tatapan Changmin dengan bingung. “Lalu aku harus memberikan reaksi apa?”

Tak lama pintu lift terbuka dan Siwon berjalan keluar. Diikuti oleh Changmin.

“Hey, kau harus memperlakukannya dengan baik. Kau tahu, Kakek sangat bergantung pada hasil pengadilan ini. Jika kita kalah maka…”

“Jika kita kalah, maka reputasi seorang Cho Kyuhyun yang “katanya” tidak pernah kalah dalam pengadilan akan menjadi sebuah pertanyaan besar? Bagaimana bisa dia kalah dalam kasus sengketa tanah yang jelas-jelas pemenangnya adalah Choi Group? Lagipula tidak ada hubungannya antara kasus ini dengan aku harus memperlakukannya dengan baik, Shim Changmin” tutur Siwon.

Mereka berjalan melewati lobby menuju pintu utama.

“Kyuhyun mungkin tidak akan kalah. Tapi setidaknya, perlakukan dia dengan baik. Bukan hanya sebagai antara pengacara dengan kliennya. Bagaimana pun juga, jika perjodohanmu dengan kakaknya berjalan lancar, kalian bisa saja menjadi saudara ipar.”

Siwon tertawa kecil. “Tapi kenyataannya tidak. Focus saja dengan pekerjaanmu, Shim Changmin. Masalah ini biarkan Pengacara Cho yang mengurusnya. Dan jangan membicarakannya diluar kita membahas masalah sengketa tersebut.”

“Woah, kau kembali menjadi pria dingin yang brengsek. Kenapa rasanya kau selalu bersikap seperti ini hanya pada wanita-wanita yang dijodohkan padamu dan Kyuhyun?”

Siwon menatap Changmin dengan tajam. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, Shim Changmin?”

Changmin tersenyum melihat ekspresi Siwon saat ini. Oh, rasanya sangat menyenangkan bisa menganggu saudara sepupunya tersebut.

“Tidak ada.”

*****

Kyuhyun memandangi tangannya yang sudah diperban baru oleh Haneul. Tidak ada yang begitu aneh, hanya saja entah kenapa ia merasa Haneul sedikit bersikap berbeda. Biasanya pria itu akan mengatakan hal-hal yang menyakitkan mengenai apapun yang berkaitan dengan Kyuhyun. Tapi hari ini, Haneul terlihat begitu baik.

Malah terlalu baik.

Kyuhyun menghela nafas pendek. Ia tidak ingin memikirkan sesuatu yang tidak penting. Saat ini ia harus segera kembali ke kantor dan menyiapkan dokumen-dokumen Choi Group sebelum hari sidang. Changmin baru saja menghubunginya untuk memastikan tanggal pengadilan dan kesiapan dokumen yang dibutuhkan oleh Kyuhyun. Selain itu, Changmin juga bertanya mengenai lukanya.

Hyukjae yang focus menyetir sedikit meliriknya. “Ada apa? Apa terjadi sesuatu ketika Haneul mengobati lukamu? Dia mengatakan sesuatu?”

Kyuhyun menatap Hyukjae sekilas. “Dia tidak mengatakan apapun. Kecuali aku harus kembali ke rumah sakit dua hari lagi. Dan perbanku harus diganti setiap hari.”

“Oh. Lalu kenapa sepertinya kau terlihat tidak tenang? Apa kau mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak kau katakan?”

“Memangnya sejak kapan aku sering mengatakan hal-hal seperti itu, eoh?” Hyukjae menyeringai. Kyuhyun kembali menatap kearah luar. “Sudahlah, menyetir saja dengan benar, Hyukjae” sahut Kyuhyun lagi.

Hyukjae mendesis. “Hey, jangan perlakukan aku seperti supirmu, Pengacara Cho. Aku ini Pengacara Lee Hyukjae, rekan kerjamu.”

“Tapi untuk hari ini aku menganggapmu sebagai supirku karena kau telah berbicara macam-macam pada Pengacara Kang. Menyetir dengan baik, Supir Lee.”

“Yak!! Ah, sudahlah! Kau juga tidak mungkin berhenti begitu saja,” tukas Hyukjae menyerah. Kyuhyun meliriknya dan tertawa kecil. Seorang Cho Kyuhyun memang tidak mudah untuk dikalahkan. Well, kecuali oleh wanita itu.

Hyukjae menarik nafas panjang. Ini mungkin baru hampir sebulan sejak peristiwa Jeju dan Kyuhyun sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda depresi. Well, itu kabar baik. Tapi kabar buruknya, pria Cho itu semakin tenggelam dalam pekerjaannya. Hell, bahkan saat dia terluka saja, Kyuhyun lebih memilih berada di kantor ketimbang ke rumah sakit. Rasanya Kyuhyun perlu suasana baru. Atau mungkin kekasih baru.

“Hey, bagaimana kalau malam ini kita pergi menemui Heechul hyung?” tukas Hyukjae.

Kyuhyun meliriknya dengan menaikkan alis. “Heechul hyung? Untuk apa pergi kesana?”

“Hanya untuk rehat sejenak dari pekerjaan. Lagipula kau juga akan menjalani persidangan untuk kasus Choi Group bukan? Istirahatkan dulu tubuh serta otakmu itu. Otthe?”

“Kau tidak mempunyai rencana tersembunyi, kan? Seperti menemui Lee Donghae?”

Hyukjae melirik Kyuhyun sembari mendesis. “Yak! Ini tidak ada kaitannya dengan Lee Donghae. Aku hanya ingin kau rileks, Kyu. Beberapa minggu terakhir, kau tegang sekali. Kau juga sibuk dengan dokumen-dokumen Choi Group. Setidaknya berikan dirimu sendiri waktu beristirahat. Satu malam tidak akan membuatmu melupakan pekerjaan.”

Kyuhyun masih memperhatikan Hyukjae dengan lekat. Well, ia mungkin bisa menebak kenapa Hyukjae mengajaknya pergi ke Bar milik sepupunya –Kim Heechul. Kyuhyun menarik nafas panjang dan mengalihkan pandangannya.

“Baiklah. Kurasa tidak ada salahnya juga. Tapi kau tidak boleh menggoda Lee Donghae! Heechul hyung akan membunuhmu jika kau menyentuh “pria” kesayangannya. Dan aku pasti juga akan kena masalah dengannya, jadi jangan melakukan hal-hal aneh, Lee Hyukjae.”

Hyukjae menyeringai. “Okay. Call!!”

Damn you, Kim Heechul.

*****

Joonmyeon menoleh kebelakang untuk melihat Kevin. Well, pemuda itu masih sibuk dengan ponselnya dengan earphone yang menyumpal kedua telinganya. Joonmyeon menarik nafas panjang dan kembali menunggu orangtua mereka keluar. Joonmyeon dan Kevin sudah berada di bandara hampir satu jam, tapi belum ada tanda-tanda pesawat dari Kanada sudah mendarat. Joonmyeon menghela nafas pendek dan berjalan menghampiri Kevin.

Kevin melepaskan satu earphonenya ketika Joonmyeon berdiri dihadapannya. “Kenapa?”

“Kau yakin, pesawatnya mendarat jam Sembilan? Tidak mungkin pesawatnya mengalami delay, kan?” tukas Joonmyeon.

“Tentu saja. Tadi kita juga sudah memastikan jadwal penerbangannya, bukan? Penerbangan terakhir dari Kanada akan sampai pukul Sembilan. Apa perlu kita memastikan lagi?” tanya Kevin.

Joonmyeon menggeleng.

Kevin menghela nafas panjang dan memperlihatkan layar ponselnya. “Lihat, baru pukul 8.56. Masih ada empat menit lagi, Joonmyeon. Kau saja yang terlalu bersemangat.”

“Lalu untuk apa aku berdiri disana hampir satu jam, eoh? Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku, eoh? Oh Tuhan, aku pasti terlihat bodoh sekali” gerutu Joonmyeon.

Kevin tertawa kecil. “Aku sudah mengatakan kalau kita menunggu di lobby saja. Kita bisa duduk disana. Tapi kau sendiri yang keras kepala untuk menunggu di depan pintu, bukan? Jadi, ini salahku? Begitu”

Joonmyeon tidak menyahut apapun. Malah ia mengerucutkan bibirnya. Joonmyeon seperti orang bodoh karena menunggu di depan pintu padahal jadwal pendaratannya masih lama. Kini ia sudah lelah sekali untuk berdiri.

Kevin menarik nafas lalu menarik pergelangan tangan Joonmyeon. “Kita duduk dulu. Bahkan setelah mendarat pun, mereka baru akan keluar sekitar duapuluh menit lagi. Okay?”

Joonmyeon mengangguk menurut.

Kedua duduk pada salah satu deret kursi tunggu di lobby utama bandara. Kevin lalu memasang satu earphone pada telinga Joonmyeon. “Sekedar membuatmu tenang.”

Joonmyeon melirik Kevin dan menggumamkan kata “terima kasih”.

*****

Siwon meneguk minumannya hingga habis dan meminta pada bartender untuk mengisi gelasnya lagi. Pria itu menarik nafas dan melirik kearah lantai dansa dimana Changmin sedang sibuk menari dikelilingi oleh beberapa gadis. Siwon mendengus melihatnya.

“Inikah alasan dia mengajakku kesini? Menyebalkan sekali,” gumamnya.

Kemudian Siwon kembali meneguk minumannya. Well, Siwon bukan penggemar bar-bar malam. Untuk menghilangkan stress karena pekerjaan, Siwon lebih sering menghabiskan waktu di gym atau perpustakaan di rumah. Choi Siwon tidak pernah menyukai keramaian.

Siwon kembali meneguk minumannya dan meminta bartender mengisinya lagi. Siwon menimang gelasnya sebelum ia hendak meneguknya kembali. Hanya saja, Siwon harus meletakkan gelasnya ketika seorang wanita cantik menghampirinya.

“Choi Siwon, bukan?”

Siwon menatap wanita itu dengan datar. “Kau?”

Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Kim Daehee. Putri Kim Kyunghee. Kita pernah bertemu sekali saat perjodohan. Namun, ketika pertemuan kedua, kau tidak pernah muncul.”

Siwon memperhatikan wajah wanita itu –Kim Daehee baik-baik. Well, sepertinya gadis itu memang salah satu dari wanita yang pernah ditemuinya. Tapi tetap saja Choi Siwon adalah Choi Siwon. Ia jarang sekali bisa mengingat nama atau bahkan wajah dari semua wanita yang pernah dijodohkan untuknya. Siwon mengambil gelasnya minumannya dan meneguknya habis.

“Benarkah?” ucap Siwon sembari meletakann gelas kosong itu. Kemudian ia menatap Daehee. “Tapi sayang sekali, aku tidak pernah ingat bertemu denganmu. Permisi, Nona Kim.”

Siwon meninggalkan wanita yang terlihat terkejut dengan sikap dan reaksi Siwon padanya. Daehee yang merasa telah dipermalukan langsung meninggalkan bar dengan wajah memerah. Siwon sendiri kini menghampiri Changmin yang sebenarnya sudah memperhatikan kejadian itu.

Changmin berhenti menari ketika Siwon berdiri dihadapannya. Ia menyeringai. “Yah, Choi Siwon yang kejam kembali. Bagaimana bisa kau bersikap sekejam itu pada wanita cantik, eoh?”

“Jangan banyak bicara, Shim Changmin. Apa kau sudah puas? Kita pulang sekarang” sahut Siwon.

Changmin menaikkan satu alisnya. “Pulang? Ayolah, Choi Siwon. Ini masih terlalu sore untuk pulang. Bagaimana kalau kita pergi ke bar lainnya. Well, bar dimana kau tidak perlu diganggu oleh tatapan para wanita-wanita lapar. Otthe?”

*****

Siwon ingin sekali meninju wajah Changmin. Tapi sayang sekali, ego nya sebagai Choi Siwon tidak mengijinkan tangannya kotor oleh darah Changmin. Lagipula dirinya mungkin juga akan kena pukul oleh Yunho nanti. Siwon menatap Changmin yang terus saja menyeringai kesenangan.

“Shim, kau benar-benar sudah gila ya,” tukas Siwon sembari kembali berbalik menuju mobilnya.

Tapi Changmin dengan cepat menahan lengan Siwon. Ia menarik sepupunya itu masuk kedalam bar dengan susah payah karena Siwon melawan. “Ayolah, lagipula ini hanya bar khusus pria.”

Siwon menghentakkan lengannya. “ Bar khusus pria? Ini bar untuk gay, Shim!” desis Siwon pelan. Ia tidak mau mencari masalah dengan para pria di dalam bar ini.

Well, mereka sudah hampir didalam bar. Tapi bagi Siwon, belum terlambat untuk pergi dan pulang ke rumah. Changmin tertawa kecil melihat reaksi Siwon yang tegang.

“Lalu kenapa? Kita disini hanya untuk minum. Dan bukannya untuk mencarikanmu seorang pacar, bukan?” goda Changmin.

Oh, rasanya Siwon benar-benar ingin meninju wajah Changmin. Ia tidak peduli jika Yunho balas memukulnya lebih parah. Hell, Siwon hanya ingin pulang.

“Shim Changmin…!!”

“Oh, sepertinya itu Pengacara Cho!!” seru Changmin ketika ia sedang melihat-lihat kedalam bar. Changmin kembali menatap Siwon. “See, bar ini hanya khusus bagi pria. Pengacara Cho yang jelas-jelas adalah seorang straight juga datang kesini. Ayolah…”

What the hell…!! Apa yang dilakukan Pengacara Cho di bar gay ini?! Apa dia gay?!!

*****

NOTE: Hallo… Apa kabar?!! Berapa lama aku hiatus? 3 bulan ya? Hehehehehe…

Setelah sekian lama gak menulis, akhirnya bisa nulis lagi. walaupun sebenarnya, part ini pun masih jauh dari harapan banget. jadi, harap bersabar lagi ya sampai mood nulis aku udah balik sepenuhnya.

Akhirnya, bisa bebas! Selesai dari masa perkuliahan! Bertepatan dengan Comeback Super Junior juga!!!!! Kekekekeke~

Well, akhir note ini..

Terima kasih ^^

Advertisements

40 thoughts on “[SF] Scarface Part 6

  1. wahhh,.seneng banget deh ff ini udah update lagi,.rasanya pngen teriak+ngasih like yg banyak,.,:),.hehe,,n aku slalu sbar menuggu lnjutannya,.kkkkk,.
    aku sneng sma part wonkyu-nya deh,.slalu berharap mereka ktemu,.

  2. Waaaah, akhirnya kk muncul juga 😀
    Sudah lama gak baca, aku nyaris melupakannya. Tapi syukurlah aku bisa mengingatnya kembali 🙂
    Konflik-nya masih belum rumit ya kak. Masih yg standar aja. Untuk pasangan Kevin-Joonmyeon, sudah mulai berasa sih feel penyatuannya (?) 😀
    Yg untuk WonKyu, kayaknya kok masih jauh ya? -_-
    Siwon masih belum menentukan pilihan, dia mau sama cewek atau sama cowok? Sedangkan Kyu malah terjebak nostalgia(?) :p
    Oke, ditunggu kelanjutannya saja ^^

  3. Krisho manis yah??? Gemes nih sama couple satu ini nyahahahah….
    Menikmati segala proses yg harus d lalui wonkyu untuk mencapai jalan yg ‘benar’ d ff ini k=k=k=k=
    Welcome back dear…. Seneng deh ada author wonkyu yg update

  4. akhirny km kmbali
    hahaha..
    dan chap ini blm ad wonkyu lg ya
    kangen pdhl sma mrka
    stlah nonton boy day it
    ok siip..lnjuuut asap lg ya
    keep writing

  5. akhirnya muncul juga kkkk 😉
    Siwon kamu itu g da lembut lembutnya sama kyuhyun, apa setelh ini akan ada bnyak Wonkyu moment?? semoga saja…
    d tggu kelanjutannya ya unnie…

  6. KYAAA..SELAMAT DATANG KEMBALI DIERA-YAAA!!
    akhirnya kmu apdet jg >_<
    MWO?! Chwang sma Yunho?! omo!!
    okesipp..ditunggu lanjutan nya ya,makasih udh apdet 😀

  7. SELAMAT DATANG KEMBALI DIERA!!!!!!!!!!!!, gimana nich kabarnya? masih mending hubungan antara kevin dng suho, masih bisa berinteraksi, ke mana2 sll bersama, bahkan mereka sempat berciuman. cuma sayang…kenapa mereka hrs menjadi saudara tiri sich? apa gak ada cara lain? yg bikin gregeten itu hubungannya wonkyu, yang 1 cuek, yg satu acuh. gimana sich caranya biar ada sinyal2 di antara wonkyu? rasanya aku pengen nyatuin mereka. semoga sj pertemuan wonkyu di bar itu membawa hubungan mereka lebih baik. wonkyu momentnyaaaaaaaaaaaa, pleaseeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!

  8. Akhirnya chingu update ff ini,,
    Nunggu wonkyu,,tp siwonie masih jutek n cuek bingit sama babylove,ntr klo udah cinta aja,,kyuhyn gk dilepasin,,,
    Welcome chingu,,,ntr publish seminggu sekali lg eah.

  9. Lama banget nunggunya…. tapi sekarang senang banget akhirnya dilanjut.
    Haduh padahal Wonkyu akhirnya bertemu, eh langsung tbc. Ga sabar pingin lanjutannya…..
    Ditunggu lanjutannya….

  10. akhirnya kembali…
    siwon k bar khusus pria?? lalu kyu ngapain disana?? di ajak hyuk ya?
    kemajuan hubungan wonkyu agak lama ya? hehehehe..
    kalo krisho sih terbentur karna mereka sodara tiri…

  11. Welcome back Diera Unnie,, 😀

    Gag tau mau comment apa,,!! Kkk
    Krisho makin sweet aja,, aku juga mau klo harus nyium suho lagi kris,,! Ngahahaha,, gag nyambung,,
    Susah klo udah ngangkut keluarga,,
    Lah wonkyu,, si siwon kok kayaknya gag suka banget sama Kyukyu,, knp sih,,!! Sensi bgt klo denger chwang nyebut nama dia,,
    Haduuhh,, kyuhyuk ke bar gay,, Urmmm,, heechul ya,,!! Mau ngapain,,!! Won chwang ikut2an lagi,,!! Hhhh

  12. ah .. akhirnya update jg ..
    first of all, congrats buat author yg mau wisuda …
    emm .. pas scene pertama wonkyu di chapter ini aku baru inget klo di ff ini bkn cuma ada krisho ..
    tp hub wonkyu masie alot bgt nih .. beda ama krisho yg agak sweet dikit.
    semoga update berikutnya gak trlalu lama yah ..
    fighting~

  13. whoaaaa finally you’re baaackk! Congrats jg buat TA nya…

    Well klo won msh terus aja dingin, Jd lebih penasaran dg interaksi haneul x kyu…

    Thank’s buat Updatenya n fighting!!

  14. Welkambek ^^ selamat datang kembali 😀 woaaahh, kangen sama ff ini. Sampe2 sebelum baca part enamnya, sempet baca ulang dulu chapter sebelumnya.

    Karakternya Siwon kuat banget. Gak bisa disenggol dikit. Jadi makin keliatan seksi aja. Kkkkkk. Kyuhyun emang bener2 keras kepala ya. Aduh, bikin gemes. Kalo kopel Kevin-Joonmyeon, kayaknya masih butuh perjuangan lebih lebih buat Kevin biar bisa jaga hasratnya (eh?). Buat Joonmyeon, sifatnya hampir mirip Kyu, keras kepala. Well, meskipun Siwon sebenarnya juga keras kepala sih. Kapan kau mau ngakui perasaanmu sendiri, nak, Joonmyeon sayang?

    Yunho? Changmin? Khekhekhe… mereka ada hubungan apa? Hubungan khusus? :3 pas Changmin neriakin Siwon… katanya Siwon ‘mengiyakan’ tiba2… apa Siwon bakalan nyetujuin acara perjodohan mamanya? Noooo.

    Kayaknya Kyu harus ekstra hati2 nih kalo berurusan sama Haneul. Nangkep aura2 negatif soalnya :p hubungannya Wonkyu masih jauh ya. Kalah start dong sama Kevin-Joonmyeon yang udah saling cipok 😦

    Apa-apaan Kyu ada di bar khusus ‘pria’ juga. Hayoo, jangan2 orientasinya Kyu sebenernya juga sama kayak Siwon ya? (smirk) 😀 Lee Hyukjae mencoba menggoda Lee Donghae yang katanya bocah kesayangan Kim Heechul sepupunya Cho Kyuhyun? Duuhh, makin penasaran sama lanjutannyaaaaa.

    Dengan sangat tidak sabar menanti chapter berikutnya. Makasih udah bikin cerita ff yang sangat keren ini.

    Alf ^^

  15. Akhirnya di lanjut juga …* lama banget nungguin sampai tua hehehe

    siwon itu dingin banget sich dan kyuhyun keras kepala …* what ??? Kyuhyun di bilangin gay ????

    Makin penasaran, cepet2 di lanjut …. 🙂

  16. tp di liat dr sisi manapun krisho juga agak stuck yaa..
    perkembangan hub. 2 pasangan itu benar2 kyk drama.. kadang jd gemes sendiri…

  17. lama ga baca ff ini aq jd salah mengira Kang Haneul adalah yeoja. jelas” Kang Haneul namja. astaga. maaf Haneul-ssi…
    hmm tp dia memendam sesuatu sama Kyu sepertinya. kkkk…

    ini akan jadi pertemuan ke berapa antara Kyu dan Siwon??? tehehehe

  18. Akhirnya.. Update kembali 😀
    aduhh masih belum ada tanda” nih antara hbungan wonkyu nya ? Kkk

    dan haneul spertinya pnya perasaan sama kyu dech.. Cuma kyu nya ga prnah nanggepin dia aja, mngkin karna dlu kyu msih sama haesa kali ya… Tp stelah kyu dan haesa putus apa haneul akan mengejar” kyu #plak :3

  19. welcome back…aku masih menanti2 moment wonkyu yg entah kapan akan muncul,dah ng2k sabar pake bgt..selamat atas hari bebasnya dan ditunggu semua ffnya 🙂

  20. Hanuel bener2 suka ma kyuhyun ternyata..,
    Blom ada moment wonkyu nih, si siwon masih aja dingin ma kyuhyun .,,
    Tp itu mulut siwon bener2 tajam,,,
    Ngejleb bgt omongannya

  21. pembawaan joonmyeon yang kalem tenang dan keibuan mungkin ya yang bikin kevin sampai jatuh cinta
    dan kevin juga memperlakukan joon dengan lembut

    siwon selalu frustasi kalo ma changmin tapi juga membutuhkan hahahaha
    kayaknya emang udah jodoh ma kyuhyun dimanapun tempat pasti ketemu

  22. Siwon.. Siwon.. Bukannya ommanya dia bilang kalo dia gay ga jadi masalah buat keluarganya, mungkin. So, nikmatin aja tapi kayanya dia masih dalam tahap denial hahahaha. Changmin, I love you lah karena berkat dia juga Wonkyu sering ketemu.

    Ternyata ciuman yg Krisho lakuin bikin Joonie galau hahahahaha

    Eh, Siwon udah mau nerima perjodohan itu ya? Tapi apa akan tetap sama setelah dia ketemu Kyu lagi di bar. Hey, we will never know what fate will bring to us

  23. Sblumnya maaf,,,klo komen ku hnya fokus pda wonkyu saj,,,heheehheee….sikap siwon sungguh2 mnyebalkan,,bruntung dy pnya sepupu sperti chang….dn sikap kyu bnr2 keras kpala….mngkinkah haneul mnyukai kyu?????

  24. kyu bener-bener keras kepala untung hyuk bilang ke pengacara kang dan akhirnya kyu mau ke rumah sakit.
    apa hanuel menyukai kyu ? karena itu hanuel kembali ke korea dan menetap disana apalagi hanuel pasti tau tentang perpisahan kyu dan saudara kembarnya.
    changmin suka godain siwon.. lucu aja liat interaksi mereka berdua.

  25. kyu benar-benar keras kepala. apa hanuel menyukai kyu ? karena itu dia kembali ke korea apalagi hanuel pasti tau mengenai perpisahan haesa dan kyu.
    changmin suka banget godain siwon, lucu liat mereka..

  26. kyu benar-benar keras kepala. apa hanuel menyukai kyu ? karena itu dia kembali ke korea apalagi hanuel pasti tau tentang perpisahan kyu sama haesa.
    changmin suka godain siwon, lucu liat mereka berdua.

  27. gemay deh sama part nya yifan dan joonmyeon ;;; kkk mrk kayak org yg malu2 tapi mau gt huu (yifan sih jelas mau bgt wkwk)
    wihi seru nih ketemu sama kyu di bar yang sama kkk changmin kayaknya gabisa idup kalo ga godain siwon ya :’)

  28. Wah…krisho kissing, hubungan mrk sprtnya semakin dekat mskipun suho selalu berusaha menolak tp setiap ktis mau melakukan apapun pdnya dia tdk bs menolaknya
    Hahahaha…changmin selalu berusaha keras utk siwon, siwon begitu tegasnya menolak kalau dia disebut gay. Bgimana kalau dia nantinya jatuh cinta sama babykyu, akankah dia tetap menolak sbg gay atau berusaha mempertahankan cintanya??

  29. astaga changmin selalu bikin lucu aja, sepertinya mau di hajar sama siwon deh itu 🙂
    wonkyu moment nya masih sedikit ya, dan krisho sweet gitu walau mereka masih bingung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s