[SF] Scarface Part 4

scarface2

4

Joonmyeon menghela nafas. Pikirannya sedang kacau sekali, bahkan sampai mempengaruhi mood-nya. Bahkan pagi ini saja, Joonmyeon hampir saja berteriak kesal karena penata rias menumpahkan kopi pada jas hitamnya. Tapi beruntung sang ayah cepat bertindak sebelum Joonmyeon mengeluarkan kekesalannya. Jadi, kini ia memilih untuk menenangkan diri di luar gereja.

Well, hari ini adalah hari pernikahan ayahnya dengan ibu Kevin. Joonmyeon bahkan tidak menyangka bahwa tiga minggu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin ia mendengar pengakuan Kevin.

Shit, Joonmyeon benar-benar memaki dirinya. Ia mengacak rambutnya –tidak peduli berapa lama stylish menata rambutnya. Joonmyeon hanya ingin menyingkirkan pikiran yang selalu menganggunya.

Kevin menyukaiku?

Hah, mereka bahkan tidak saling mengenal. Walaupun Kevin mengatakan awalnya ia tidak tertarik, tapi bagaimana bisa Kevin malah memperhatikan secara terus-menerus? Well, Joonmyeon tidak pernah menganggap dirinya menarik. Bahkan jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain, mereka jauh lebih menarik –terutama para siswi kelas Musik. Tapi kenapa Kevin malah memperhatikannya?

Joonmyeon selalu merasa bahwa dirinya tidak cukup menonjol. Tubuhnya kecil, walaupun Kyungsoo dan Baekhyun juga memiliki tubuh yang kecil. Lalu kemampuan bernyanyinya masih biasa-biasa saja. Suatu keberuntungan Joonmyeon bisa terpilih untuk mewakili kelas Musik pada Festival Tahunan. Terlebih Joonmyeon adalah seorang pria.

“Aku bahkan tidak tahu apakah aku menyukai gadis atau pria,” gumam Joonmyeon tanpa sadar.

Itu memang benar. Selama ini Joonmyeon hanya terfokus pada sekolahnya. Ia bahkan tidak pernah memikirkan untuk memiliki seorang kekasih. Yang paling parah, Joonmyeon tidak tahu apakah ia mempunyai rasa ketertarikan pada gadis –atau mungkin pria.

Joonmyeon mengerang kesal lagi. Pikirannya menjadi semakin kalut. Ia mengacak rambutnya lagi.

“Kurasa Ayahmu tidak akan senang jika kau muncul dengan rambut berantakan seperti itu, Joon.”

Joonmyeon berbalik dan mendapati seorang pemuda dengan penampilan berbeda jauh dari tiga minggu sebelumnya. Mulut Joonmyeon terbuka lebar. “Ke-Kevin?”

Kevin tertawa melihat reaksi Joonmyeon dan berjalan mendekati pemuda yang lebih kecil darinya tersebut. “Ini aku. Kenapa? Apa karena rambutku?”

Joonmyeon hanya mengangguk. Well, penampilan Kevin benar-benar berbeda. Tiga minggu lalu, rambut Kevin masih berwarna pirang tapi sekarang warnanya sudah hitam dan dipangkas pendek. Terlebih, pemuda tinggi itu memakai setelan jas formal dengan design yang hampir sama dengan setelan Joonmyeon. Hell, Kevin benar-benar tampan!

“Mungkin karena kau selalu menghindar setiap pertemuan untuk mempersiapkan pernikahan. Aku sudah memangkas rambutku sejak dua minggu lalu,” ujar Kevin.

Joonmyeon secara mental menampar dirinya. Ia harus kembali pada akal sehatnya. “Oh. Itu bagus.. Maksudku, style rambutmu sekarang,” tutur Joonmyeon agak gugup.

Kevin kembali tersenyum. Kemudian ia menyentuh kepala Joonmyeon dan sedikit merapikan rambut pemuda yang akan menjadi saudaranya hari ini. Joonmyeon tidak berubah sedikit pun. Tiga minggu tidak bertemu, Kevin sangat merindukannya tapi tidak mempunyai keberanian lebih untuk menemuinya. Walaupun Kevin tahu, Joonmyeon akan selalu berada di rumahnya.

“Aku juga menyukai style rambutmu sekarang,” tukas Kevin yang kemudian menarik kembali tangannya dan menyimpannya dalam saku celananya.

Joonmyeon berkedip beberapa-kali. “Eh? Kevin, aku belum mengganti model rambutku sejak awal semester.”

“Tepat sekali.”

Joonmyeon menatap Kevin dengan bingung. Kevin tertawa kecil melihat ekspresi bingung Joonmyeon yang menggemaskan. Kevin sedikit menunduk selevel dengan mata Joonmyeon. “Aku menyukainya. Sejak awal semester.”

Wajah Joonmyeon mulai terasa hangat karena pengakuan Kevin –lagi. Kevin tersenyum dan kembali menegakkan tubuhnya. “Ayo masuk, Joon. Upacara pernikahannya segera dimulai,” tutur Kevin sembari berbalik dan hendak berjalan masuk gereja.

“Kurasa ada yang perlu kita selesaikan sebelum Upacara ini, Kevin.”

Langkah Kevin terhenti. Lalu ia berbalik dan menatap Joonmyeon dengan lekat. Joonmyeon menarik nafas dan berjalan mendekati calon saudaranya –atau mungkin Kevin sudah menjadi saudaranya.

“Mengenai perasaanmu padaku…” Joonmyeon menggigit bibirnya sebelum kembali bicara lagi, “Aku tidak tahu. Tapi aku berterima-kasih karena kau menyukaiku. Hanya saja, aku…” sekali lagi ucapan Joonmyeon terhenti.

Kevin masih memperhatikan Joonmyeon dengan lekat. Joonmyeon kembali menarik nafas dan menatap Kevin serius. “Bisakah kita bersikap layaknya saudara setelah ini? Bisakah kau menghilangkan perasaanmu itu?”

Kevin mengeluarkan tangannya dari saku celana. Ia masih belum berbicara dan hanya menatap Joonmyeon. Kevin menghela nafas dan sedikit mengalihkan pandangannya dari Joonmyeon. “Aku tidak bisa.”

Joonmyeon termenung.

“Perasaan ini tidak bisa hilang begitu saja, Joon. Ini bukan seperti noda di pakaian yang bisa kau cuci bersih. Bahkan sekeras apapun aku berusaha untuk tidak menyukaimu, maka saat itu juga aku merasa kesakitan,” ucap Kevin.

Joonmyeon merasa kerongkongannya menjadi kering. Ia menelan salivanya dengan susah payah. Ucapan Kevin mungkin sudah diantisipasinya, namun Joonmyeon masih saja merasa bersalah –mungkin– saat mendengarnya. Joonmyeon menarik nafas perlahan. “Jika kau kesakitan, seharusnya kau mencari obat lain untuk mengurangi rasa sakitnya, Kevin.”

Kemudian Joonmyeon beranjak meninggalkan Kevin. Tapi tepat ketika ia melewati pemuda itu, Kevin menahan lengannya dan menarik tubuh Joonmyeon dalam dekapannya. Joonmyeon sontak berusaha melepaskan diri, tapi Kevin memeganginya dengan sangat erat. Akhirnya, Joonmyeon hanya pasrah dan memandang wajah Kevin yang sangat dekat dengan wajahnya.

Kevin menatap Joonmyeon serius. “Aku tidak menganggap dirimu adalah luka, Joon,” bisik Kevin yang kemudian melepaskan tubuh Joonmyeon.

Kevin berjalan meninggalkan Joonmyeon yang terlihat terkejut tanpa menoleh.

*****

Kyuhyun terlihat fokus pada beberapa dokumen kasus yang ditanganinya. Setelah kejadian di Jeju, Kyuhyun menghabiskan sisa masa cutinya untuk menenangkan diri sebelum kembali ke kantor minggu lalu. Situasi di kantor tidak banyak berubah, menurut Kyuhyun. Hanya saja, Atasannya –Kang Jaeha terkadang menatapnya dengan tatapan bersalah. Itu membuat Kyuhyun merasa canggung.

Well, kejadian di Jeju memang diluar perkiraan semua orang termasuk Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak menyesali apa yang terjadi. Kyuhyun adalah tipe orang yang selalu percaya setiap kejadian pasti mempunyai alasan dan campur tangan Tuhan. Jadi, perpisahannya dengan Kang Haesa mungkin saja adalah yang terbaik sebelum semua terlambat.

“Kau baik-baik saja?”

Kyuhyun mendongak dan melihat Hyukjae masuk kedalam ruangannya dan meletakkan gelas berisi kopi di meja kerjanya. “Kau bertanya itu sejak aku kembali dari cuti. Hentikan itu, karena terdengar menyebalkan.”

“Aku mengkhawatirkanmu.”

Kyuhyun mendesah. “Terima kasih, Hyuk. Tapi kau tidak perlu melakukannya. Aku baik-baik saja dan tidak berniat untuk melakukan hal-hal gila hanya karena masalah ini.”

“Tapi kau melakukannya sekali. Hingga kau masuk rumah sakit karena hypothermia.”

“Lee Hyukjae…”

Tapi sebuah ketukan menginterupsi pembicaraan mereka. Kyuhyun menatap Haejin, salah seorang staff dengan serius. “Ada apa, Jin?”

“Klien baru untukmu, Kyu. Pengacara Kang meminta kau menangani kasus ini,” ujar Haejin.

Kyuhyun dan Hyukjae mengernyit. “Hey, kasus yang sedang Kyuhyun tangani sudah banyak. Bahkan dua kasus sebelumnya baru saja selesai. Masih tersisa empat kasus lagi,” tutur Hyukjae.

“Er.. Untuk kasus lain yang sedang kau tangani, akan dialihkan pada yang lain. Hyukjae-sshi, kau mendapat kasus Geum Industry,” tukas Haejin.

Mata Hyukjae membulat –bahkan hampir keluar. “MWO?! Yak, aku sedang menangani tiga kasus! Geum Industry itu bahkan…” Hyukjae tidak bisa meneruskan protesnya. Ia tidak mengerti bagaimana Kang Jaeha membagi kasus-kasus pada semua pengacara yang bekerja di firma hukumnya.

Kyuhyun menghela nafas berat. “Baiklah, suruh klien itu masuk, Jin. Terima kasih.”

Setelah Haejin pergi, Kyuhyun menatap Hyukjae lekat. “Kembalilah bekerja. Dokumen Geum Industry akan kuberikan nanti,” ucap Kyuhyun.

Hyukjae mendesah. “Kau tidak bisa bekerja seperti ini, Kyuhyun. Pengacara Kang selalu saja memberikan kasus-kasus penting padamu. Tapi begitu mendapat kasus yang lebih penting, kasus lama-mu dilimpahkan pada yang lain. Aku bukannya ingin protes, tapi kau tidak harus bekerja seperti ini.”

“Aku mengerti, Hyuk. Nanti aku akan bicarakan masalah ini dengan Pengacara Kang. Kembalilah bekerja,” ucap Kyuhyun.

Hyukjae akhirnya mengalah dan kembali ke ruangannya sedangkan Kyuhyun menyambut klien barunya. Seorang pria yang mungkin hampir seusia dengannya. Anehnya, Kyuhyun seperti pernah melihat pria itu –tapi entah dimana.

Pria itu tersenyum saat berjabat tangan dengan Kyuhyun. “Kau sepertinya melupakanku,” tukasnya.

Kyuhyun mengernyit. “Maaf?”

“Well, kurasa tiga minggu bukan waktu yang lama. Kau ingat saat kau pingsan di resort di Jeju? Aku sepupu orang yang menolongmu, Choi Siwon. Kita juga pernah bertemu sekali sebelum kau pulang dengan kakakmu,” tutur Changmin.

Kyuhyun menatap Changmin lama sebelum akhirnya ia mengenali pria yang disebutkan. “Ah, maaf. Pikiranku beberapa hari terakhir sedang penuh, jadi terkadang melupakan sesuatu.”

Changmin menggeleng. “Tidak apa-apa. Aku tahu kau adalah pengacara yang sibuk, Kyuhyun-sshi. Namaku Shim Changmin.”

“Silahkan duduk, Tuan Shim. Kau mau minum sesuatu?”

Changmin kembali menggeleng sembari duduk disofa. Kyuhyun mengikuti dengan duduk dihadapan pria itu. Kyuhyun tersenyum tipis. “Jadi, ada yang bisa kubantu, Tuan Shim?”

“Tolong, Tuan Shim itu adalah ayahku. Changmin saja, jika kau tidak keberatan,” sahut Changmin.

Kyuhyun mengangguk. Well, sedikit canggung tapi Kyuhyun hanya menuruti keinginan kliennya saja. Kemudian Changmin mengeluarkan beberapa dokumen dari dalam tas-nya. “Kasusnya tidak begitu berat. Hanya saja jika kami kalah, perusahaan akan mengalami kerugian yang sangat besar,” ujar Changmin sembari memberikan dokumen tersebut.

Kyuhyun langsung mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Kasus sengketa tanah, tidak begitu sulit tapi lokasinya memang sangat strategis. Jadi, jika salah satu pihak kalah maka kerugiaan yang mereka tanggung benar-benar besar.

“Sebenarnya Choi Group mempunyai team pengacara-nya sendiri. Tapi beberapa bulan terakhir, perusahaan sering-kali mengalami masalah. Jadi, tidak ada pengacara yang bisa ditugaskan untuk mengurus kasus ini,” jelas Changmin lagi.

Kyuhyun meliriknya untuk beberapa detik lalu kembali fokus pada dokumennya. “Kalian tidak melakukan hal ilegal dalam kasus ini, bukan? Seperti pemalsuan surat-surat atau semacamnya. Karena pihak penggugat sepertinya sangat yakin dengan tuntutan mereka.”

“Tentu tidak. Choi Group tidak pernah melakukan hal-hal ilegal. Well, prinsip dan moral dari para tetua. Kami mempunyai sertifikat aslinya dan dokumen persetujuan dengan pemilik terdahulunya. Hanya saja ahli waris dari Kim Hyunseok merasa bahwa mereka mempunyai hak dari keuntungan pabrik yang didirikan di tanah itu,” ungkap Changmin.

Kyuhyun menatap Changmin dengan lekat. “Jika kalian mempunyai sertifikat dan dokumen persetujuan, kenapa mereka meminta hak keuntungan? Apa tanah itu masih atas nama Kim Hyunseok?”

“Begitulah. Kakek kami dan Kim Hyunseok hanya melakukan perjanjian dengan sertifikat asli tanah itu sebagai jaminannya. Praktisnya, kami memiliki hak atas tanah itu jika kami memberikan 20% dari keuntungan tiap tahunnya. Perjanjian itu berjalan baik selama limabelas tahun. Tapi sejak Kim Hyunseok meninggal, ahli warisnya menghubungi kami dan meminta sertifikat tanah itu dikembalikan,” jelas Changmin.

“Mereka ingin memiliki tanah dengan pabrik itu?”

Changmin mengangguk. “Tapi masalah itu bisa diselesaikan dengan syarat Choi Group akan memberikan keuntungan 30%. Namun, sepertinya mereka terlalu serakah. Kini mereka memberikan tuntutan keuntungan 50%.”

“Kalian sudah membicarakan hal ini sebelumnya pada mereka?” tanya Kyuhyun lagi.

“Tentu saja. Choi Group berusaha sebisa mungkin menghindari pengadilan. Tapi mereka tidak puas. Mereka mengajukan tuntutan tersebut dan Choi Group tidak mempunyai pilihan untuk melawannya. Well, kami sebenarnya tidak ingin melakukannya hingga pengadilan, jadi bisakah kau melakukan negoisasi dengan mereka sebelum tanggal pengadilan?” tutur Changmin.

Kyuhyun kembali mengerutkan dahi. “Negoisasi ulang? Masalah ini sudah masuk pengadilan, rasanya lebih baik diselesaikan dihadapan hakim.”

“Kami tahu. Tapi Kakek kami meminta agar kasus ini diselesaikan dengan baik-baik. Beliau menganggap Kim Hyunseok juga tidak akan menyukainya. Namun, jika negoisasi terakhir ini tidak berhasil maka tidak ada pilihan lain.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia menutup dokumen tersebut dan mengangguk. “Baiklah, kita akan melakukan negoisasi ulang. Tapi aku tidak bisa menjamin bahwa negoisasi itu akan berhasil. Apakah kalian sudah menentukan waktunya?”

Changmin tersenyum. “Tentu saja.”

*****

Siwon mengernyit ketika ia tidak melihat Changmin diruangannya. Ia kembali menutup pintu ruangan tersebut dan menatap Jehoon –sekretaris Changmin. “Changmin pergi kemana?”

“Firma hukum Kang. Sepertinya mengurus masalah sengketa tanah Kim Hyunseok,” tutur Jehoon.

Siwon mengangguk. “Katakan padanya jika dia harus ke rumah kakek setelah pulang kerja.”

Jehoon mengangguk paham dan Siwon meninggalkan ruangan tersebut. Ia berjalan menuju lift untuk kembali ke lantai dimana ruangannya berada. Siwon mengecek ponselnya. Siwon mendesah saat membaca pesan dari ibunya. Well, ibunya kembali mengatur pertemuan perjodohan lagi. Seberapa seringnya Siwon mengatakan bahwa ia tidak menyukai perjodohan, ibunya tidak akan bergeming –seolah tidak mendengar protes Siwon.

Siwon memasukkan ponselnya ketika lift terbuka. Kemudian ia berjalan masuk kedalam kotak baja itu dan menekan tombol 16. Siwon bersandar pada sisi kotak lift seraya memejamkan matanya. Terlalu banyak pekerjaan yang sedang ditanganinya, terlebih dengan permasalahan sengketa tanah Kim Hyunseok. Walaupun ayahnya sudah mengatakan bahwa beliau sendiri yang akan turun tangan, tapi Siwon merasa yang lebih bertanggung-jawab. Posisinya di perusahaan dan sebagai salah satu pewaris perusahaan membuat Siwon tidak bisa lepas tangan begitu saja.

Kemudian pintu lift terbuka. Siwon membuka matanya dan berjalan keluar dari lift. Ia kembali ke ruangan kerjanya yang besar. Tapi saat ia membuka pintu, Siwon melihat Sooyoung sedang duduk di kursinya.

Siwon tersenyum tipis. “Kau datang,” sapanya sembari menutup pintu.

“Sepertinya kau sibuk sekali,” tutur Sooyoung.

Siwon berjalan mendekati meja kerjanya dan menghela nafas. “Begitulah. Ada apa? Kau tidak mungkin datang ke perusahaan hanya untuk mengobrol denganku, bukan?”

Sooyoung tersenyum. Mereka berenam memang mempunyai jarak usia yang berbeda tapi mereka sangat akrab satu sama lain. Bahkan walaupun Yunho dan Sooyoung sudah mempunyai keluarga sendiri, mereka sering-kali melakukan pertemuan diantara kesibukan mereka masing-masing.

“Ibumu bicara denganku. Masalah pernikahan. Apa kau tidak mau menikah, eoh? Kakek bahkan sudah bertanya, bukan?” tanya Sooyoung.

Siwon mendesah. Ia lalu memilih duduk disofa dan mengendurkan dasi hitamnya. Ia tahu ibunya pasti akan meminta bantuan Sooyoung cepat atau lambat. Karena Changmin tidak berhasil bicara dengannya. Sooyoung menarik nafas dan menghampiri Siwon. Ia menatap sepupunya tersebut dengan lekat. “Hey, apa kau benar-benar tidak mau menikah? Lalu bagaimana dengan Jinri nanti?”

“Jinri bisa menikah terlebih dahulu jika dia mau. Aku sedang sibuk dengan pekerjaan. Tidak ada waktu untuk pernikahan,” tukas Siwon.

Siwon terlalu keras kepala. Bahkan jika Yunho yang bicara, Sooyoung sangat yakin Siwon tidak akan bergeming. “Changmin mengatakan sesuatu padaku. Mengenai kau yang kemungkinan gay. Apa itu benar?”

Siwon menatap Sooyoung. Ia mendecih. “Soo-ah, kau percaya dengan ucapan Changmin? Aku mungkin pernah mengatakan hal itu padanya, tapi hanya bercanda. Dia benar-benar menjengkelkan saat bicara mengenai pernikahan. Sama seperti denganmu.”

“Siwon-ah, kau sudah berusia tigapuluh dua tahun. Walaupun kau sibuk dengan pekerjaan, tapi setidaknya kau juga memikirkan bagaimana masa depanmu nanti. Dan masa depan Jinri, adikmu,” ucap Sooyoung lagi, “Bahkan jika kau gay, kurasa tidak akan jadi masalah jika kau mau menikah dengan pria.”

Siwon menatap Sooyoung dengan horor. “Choi Sooyoung, kau benar-benar menganggap aku gay?!!”

Sooyoung mengangkat bahu. “Melihatmu tidak pernah tertarik dengan gadis. Well… itu mungkin saja. Bahkan jika kau menyangkalnya.”

“Choi Sooyoung!!!”

Sooyoung kemudian tertawa melihat reaksi Siwon. “Arraseo. Jika kau bukan gay, setidaknya carilah seorang wanita yang kau cintai. Lewat perjodohan atau bukan, kau harus menikah, Choi Siwon.”

*****

Hyukjae mengernyit saat ia melihat seorang pria yang dikenalnya. Well, Hyukjae mengira kalau pria itu masih akan tinggal di Jerman hingga beberapa tahun nanti. Entah apa yang membuat pria dingin itu kembali ke Seoul. Tapi jika mengingat kejadian yang terjadi pada saudara kembarnya, Hyukjae bisa memastikan bahwa pria itu pulang karena mendengar hal masalah tersebut.

Hyukjae menghela nafas ketika ia harus berhadapan dengan pria itu. Hah, kenapa dia harus berada diluar ruangannya disaat seperti ini?

“Hyukjae-sshi.”

Hyukjae tersenyum sopan. “Haneul-sshi. Kapan kau pulang?” tanyanya berbasa-basi. Hell, pria dihadapannya adalah Kang Haneul, putra Kang Jaeha sekaligus saudara kembar Kang Haesa.

Kang Haneul adalah putra Kang Jaeha yang berprofesi sebagai dokter dan beberapa tahun terakhir dia memilih tinggal di Jerman. Haneul bukanlah tipe pria yang suka bersahabat. Pria itu selalu memasang ekspresi datar dan bersikap dingin pada semua orang –well, hanya kepada beberapa orang yang dikenalnya Haneul bisa bersikap sedikit bersahabat. Tapi tidak dengan Hyukjae walaupun mereka saling mengenal untuk lima tahun. Jadi, jika Hyukjae bersikap tidak sopan, pekerjaannya jelas akan terancam.

“Aku baru sampai. Dari airport langsung kesini,” ucap Haneul dengan tenang.

Hyukjae mengangguk mengerti. Bahkan jika dilihat dari pakaian Haneul saat ini, sepertinya pria itu bahkan tidak berniat untuk pulang mengganti pakaian. “Ah, kau ingin bertemu dengan ayahmu? Beliau sedang…”

“Aku tahu. Appa sedang melakukan pertemuan diluar kantor. Aku kesini untuk bertemu Kyuhyun,” ucap Haneul memotong ucapan Hyukjae.

Dahi Hyukjae mengerut. “Kyuhyun? Untuk apa?”

Haneul tersenyum dan menepuk bahu Hyukjae. Namun tanpa bicara apapun, Haneul langsung berjalan menuju ruangan Kyuhyun. Meninggalkan Hyukjae dengan puluhan pertanyaan yang mengkhawatirkan. Selain itu, ini adalah pertama kalinya Hyukjae melihat Haneul tersenyum.

*****

Joonmyeon melahap kue terakhir di piringnya. Acara resepsi pernikahan terlalu membosankan baginya. Mungkin karena ia tidak mengenal hampir seluruh tamu yang hadir –kecuali keluarga dan kerabat. Tapi bukan berarti Joonmyeon tidak merasa senang dengan pernikahan ayahnya. Ibunya sudah lama meninggal dan Joonmyeon sendiri sudah meminta ayahnya untuk menikah lagi. Namun, setelah delapan tahun sepertinya penantian itu terbayar.

Sara Li, memang tidak bisa disamakan dengan mendiang ibunya, tapi jika ayahnya merasa bahagia bersama wanita tersebut, Joonmyeon tidak keberatan sama sekali. Bahkan, ketika Kevin menyatakan perasaan padanya tepat tiga minggu sebelum pernikahan.

Joonmyeon menghela nafas sembari menaruh kembali piring kecil ditangannya. Namun ketika ia hendak beranjak pergi, tiba-tiba Kevin muncul dengan senyuman yang tidak dimengerti Joonmyeon.

“Aku mendapat ijin,” ucap Kevin.

“Huh?”

Kevin masih tersenyum dan meraih pergelangan tangan Joonmyeon. “Kita harus ganti baju dulu sebelum pergi.”

Dan sebelum Joonmyeon sempat berbicara lagi, Kevin menariknya meninggalkan ruangan aula tersebut menuju ruang ganti. Walaupun Joonmyeon tidak tahu maksud ucapan Kevin, tapi sepertinya Kevin mengajaknya pergi dari acara resepsi tersebut.

Joonmyeon keluar dari kamar ganti setelah memastikan pakaiannya rapi dan melihat Kevin sedang sibuk dengan ponselnya. Joonmyeon memperhatikan saudara barunya. Harus diakui Joonmyeon, Kevin sangat tampan dan pakaian apapun yang dikenakannya selalu cocok. Padahal saat ini Kevin hanya mengenakan tshirt hitam dibalut jaket kulit dan jeans dengan sepatu sneakers putih –oh, bahkan seragam sekolah mereka, Kevin juga sangat cocok. Terlebih dengan tinggi Kevin yang benar-benar jauh diatas Joonmyeon. Well, itu membuat Joonmyeon merasa canggung.

“Kev, kita mau kemana?” tanya Joonmyeon.

Kevin menoleh dan tersenyum. Ia menunjukkan kunci mobil pada Joonmyeon. “Acara penyambutan keluarga Wu dan Li. Mom sudah memberikan ijin asal kita pulang sebelum acara selesai. Jadi, mungkin hanya dua jam,” tutur Kevin.

Joonmyeon menatap pemuda tinggi itu dengan tatapan tidak mengerti. Kevin menghela nafas dan menghampiri Joonmyeon. Kevin mengusap rambut Joonmyeon. “Sudah, jangan terlalu banyak berpikir. Nikmati saja dua jam ini.”

*****

“Lotte World? Kau mengajakku ke Lotte World?!!” seru Joonmyeon.

Tapi Kevin hanya menyeringai. “Karena waktu kita terbatas jadi kupilih tempat yang dekat. Ayolah kita harus kembali satu jam lagi,” Kevin menarik Joonmyeon untuk menaiki setiap wahana di indoor park terbesar di Korea tersebut.

Kevin pertama-kali mengajak Joonmyeon menaiki wahana roller coaster yang terlihat menyenangkan. Tapi bagi Joonmyeon itu adalah mimpi buruk. Walaupun ia sudah memohon Kevin untuk menaiki wahana lainnya, tapi Kevin bergeming. Pada akhirnya mereka menduduki bagian depan kereta.

Tangan Joonmyeon terasa lebih dingin dari suhu saat ini. Selain itu wajahnya juga semakin kehilangan warna. Kevin yang duduk disebelahnya tersenyum dan menggenggam tangan Joonmyeon. “Joon-ah, aku ada disebelahmu. Jangan takut.”

Joonmyeon menatap Kevin dengan mengiba. Siapa tahu Kevin akan merubah keputusannya. Lagipula permainan belum dimulai. Petugas masih mengecek pengunjung lainnya. “Kevin, a-aku…”

Belum sempat Joonmyeon bicara, tiba-tiba petugas memberi aba-aba bahwa permainan akan segera dimulai. Dan perlahan kereta mulai berjalan. Joonmyeon mulai memejamkan matanya dan berdoa. Ia juga semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Kevin.

Kevin hanya tersenyum.

*****

Kevin menyodorkan sebuah gelas cup yang berisi gelato pada Joonmyeon. Ia sedikit merasa bersalah karena membuat saudara –well, Kevin masih membenci kenyataan bahwa mereka sekarang bersaudara– itu menderita. Joonmyeon menarik nafas panjang dan mengambil gelas itu.

Kevin kemudian duduk disampingnya. “Kau cukup menderita?” godanya.

Joonmyeon mendesis. Ia menyuap gelato kedalam mulutnya dan mengangguk. “Sangat menderita. Terima kasih…. Tunggu sebentar. Kau lahir tanggal berapa?” tanya Joonmyeon tiba-tiba.

Kevin mengernyit. “November, tanggal enam. Kau?”

“6 November? Benarkah? Hahahaha…” Joonmyeon tertawa senang sekali –bahkan sepertinya ia melupakan penderitaannya menaiki beberapa wahana ekstrem hasil paksaan Kevin. Sedangkan Kevin menatap Joonmyeon dengan bingung.

“Kenapa kau tertawa begitu, eoh? Yak, semua orang memperhatikanmu, Kim Joonmyeon!” seru Kevin.

Joonmyeon kemudian berhenti tertawa tapi wajahnya masih memerah karena menahan tawa. “Kalau begitu panggil aku dengan hyung, mengerti?”

“Hy-hyung?!”

Joonmyeon mengangguk. “Tanggal duapuluh dua Mei. Lebih tua lima bulan darimu, Kevin.”

Mata Kevin membulat. Ia sama sekali tidak tahu kalau Joonmyeon lebih tua beberapa bulan darinya. Ia pikir usia Joonmyeon berada dibawahnya. Tapi bagaimana bisa ia memanggil Joonmyeon dengan sebutan hyung? Rasanya canggung sekali.

“Ani. Aku tidak mau!” tolak Kevin.

Sontak raut wajah Joonmyeon kembali berubah. Joonmyeon cemberut dan menghabiskan gelatonya tanpa menatap Kevin lagi. “Kenapa?”

“Huh?”

Joonmyeon menarik nafas panjang dan menatap Kevin lagi. “Kenapa tidak mau memanggilku hyung? Sekarang kita sudah menjadi saudara, bukan? Atau karena…”

Kevin menghela nafas melihat perubahan sikap Joonmyeon. Well, tidak seharusnya ia mengatakannya. Tapi mengetahui bahwa usia mereka terpaut lima bulan adalah kenyataan terburuk yang diterima Kevin selain mereka harus menjadi saudara.

“Joon-ah, jangan salah paham. Mom mungkin akan menyuruhku memanggilmu dengan sebutan hyung jika mengetahui perbedaan usia kita. Tapi aku tidak akan memanggilmu dengan hyung, karena itu artinya aku mengakuimu sebagai saudaraku, Joonmyeon.”

Joonmyeon terdiam. Ia berusaha untuk menelaah setiap ucapan Kevin barusan. Dan hanya ada satu kesimpulan yang Joonmyeon pahami. Kevin masih mempunyai keyakinan besar bahwa hubungan mereka akan lebih dari sekedar persaudaraan.

“Kita harus kembali, Kevin,” ucap Joonmyeon yang kemudian bangkit dan berjalan meninggalkan Kevin.

Kevin menghela nafas panjang dan mengacak rambutnya frustasi. “Joon-ah, tunggu aku!”

*****

Kyuhyun meneguk kopinya lagi –well, kopinya bahkan sudah hampir habis karena Kyuhyun terus meminumnya dengan sela jeda dua menit. Sebenarnya Kyuhyun sedikit gugup sejak kedatangan Haneul yang tiba-tiba dan langsung mengajaknya untuk makan siang bersama. Mereka sebenarnya cukup mengenal, praktisnya karena Kyuhyun berteman dengan Haesa sejak awal masa perkuliahan. Tapi sejak Haneul memutuskan untuk pindah ke Jerman, mereka sama sekali tidak pernah berkomunikasi lagi.

Kyuhyun menatap Haneul yang sedang menghabiskan makan siangnya sedangkan dirinya tidak cukup lapar untuk menemani Haneul makan. Jadi, Kyuhyun hanya memesan kopi. Kyuhyun menarik nafas. “Haneul-sshi, ada yang ingin kau bicarakan? Aku sedang banyak pekerjaan jadi…”

Haneul sontak memandang Kyuhyun. “Jika kau banyak pekerjaan, seharusnya kau sejak tadi kau menolak untuk ikut makan siang bersamaku. Aku tidak pernah memaksamu untuk ikut, bukan? Kau mempunyai pilihan, Kyuhyun.”

Kyuhyun terdiam. Ucapan Haneul ada benarnya. Well, mungkin itu adalah kebiasaannya. Kyuhyun hampir tidak pernah mengatakan tidak pada seseorang. Dan Kyuhyun cukup pandai untuk bisa berkata tidak pada seseorang atau sesuatu yang berakhir dengan buruk.

“Kau mau membicarakan masalah saudaramu, bukan?” ucap Kyuhyun.

Haneul menyingkirkan piring yang telah kosong dan meneguk minumannya. Ia menyeka mulutnya dengan serbet dan berfokus pada Kyuhyun. “Kau yakin, aku pulang hanya demi Haesa? Walaupun dia adalah salah satu hal yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Baiklah, katakan.”

Haneul menatap Kyuhyun lekat. “Well, pertama aku hanya ingin mengatakan bahwa aku benar karena akhirnya ucapanku berakhir kenyataan.”

Kyuhyun mengernyit. “Ucapan apa?”

“Mengenai Haesa tidak mencintaimu, Kyuhyun. Aku pernah mengatakannya sekali, sebelum aku pergi ke Jerman. Namun saat itu kau masih dalam kondisi tergila-gila pada adikku. Tapi biarkanlah, itu sudah berlalu, bukan?”

“Oh, itu. Ya, selamat kalau begitu. Ucapanmu benar. Lalu yang kedua?” sahut Kyuhyun.

Haneul tersenyum tipis. “Kedua adalah ini,” ia menyodorkan sebuah kertas yang dilipat pada Kyuhyun. “Jangan salah paham. Aku hanya ingin membantumu.”

Kyuhyun membaca isi kertas tersebut dan detik berikutnya ia menatap Haneul dengan marah. “Terima kasih tapi tidak terima kasih. Aku tidak mengalami depresi atau gangguan mental apapun, Haneul-sshi. Jadi, resep obat ini tidak akan berguna.”

“Oh, percayalah. Suatu hari nanti kau akan membutuhkannya, Kyuhyun-sshi. Aku hanya mencoba bersikap baik. Lalu ketiga… oh, kurasa hanya itu yang ingin kubicarakan denganmu. Yang lainnya adalah urusan keluarga kami,” tutur Haneul.

Kyuhyun kini benar-benar muak dengan sikap Haneul. Dulu, ia mungkin masih bisa bertahan dengan sikap Haneul karena Haesa, tapi sekarang Kyuhyun tidak mempunyai alasan lagi untuk menahan diri. Nyatanya, kedua saudara itu sama saja.

“Kau sudah selesai bicara, bukan?”

Kyuhyun kemudian meninggalkan restauran tersebut. Ia tidak ingin menjatuhkan harga dirinya hanya karena Kang Haneul. Dan Kyuhyun berharap ia tidak akan mempunyai urusan apapun dengan keluarga Kang selain urusan pekerjaan.

Setelah Kyuhyun pergi, Haneul menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya. Ia mengutuk dirinya karena tidak bisa bersikap lebih baik dihadapan Kyuhyun. “Shit, apa yang baru saja kukatakan?! Kang Haneul, kau benar-benar genius. Kau pulang bukan untuk membuat Kyuhyun semakin membencimu, bukan?”

*****

Siwon melirik Changmin yang memasuki ruangannya. Sepupunya itu dengan santai duduk pada sebuah sofa sembari terus memperhatikan Siwon yang sibuk dengan beberapa dokumen.

“Masalah sengketa tanah Kim Hyunseok sudah diatasi. Salah satu pengacara dari firma hukun Kang Jaeha akan melakukan negoisasi ulang dengan mereka dan berusaha semaksimal mungkin menghindari pengadilan,” tutur Changmin.

Siwon hanya menggumam. Well, menurutnya itu memang tugas Changmin. Siwon terlalu sibuk untuk turut campur tangan menyelesaikan masalah sengeta tersebut. Lagipula pabrik ditanah itu adalah tanggung-jawab Changmin. Selain itu, Siwon masih kesal dengan Changmin yang menganggap serius leluconnya mengenai dirinya menjadi gay. Bahkan sampai menceritakannya pada Sooyoung. Itu sangat memalukan.

Changmin menatap Siwon dengan serius. “Hey, ada masalah lain? Jehoon bilang kau menyuruhku pulang ke rumah Kakek. Memang ada masalah apa?”

“Kurasa tidak ada yang serius. Kecuali mereka mungkin akan membahas pernikahanku. Lagi,” sahut Siwon.

“Oh. Tapi sepertinya ada sesuatu yang lebih mengganggumu saat ini. Jika masalah pernikahan, biasanya kau akan….”

Changmin menutup mulutnya ketika Siwon menatapnya dengan serius. Well, Changmin tahu benar ekspresi Siwon itu. Sepertinya terjadi kesalahan. Atau lebih tepatnya Changmin telah membuat kesalahan. “Wa-waeyo?”

“Kau mengatakan pada Sooyoung mengenai leluconku.”

Changmin menarik nafas. “Lelucon yang mana?”

“Geez, Shim Changmin!! Kau mengatakan pada Sooyoung bahwa aku adalah gay!” seru Siwon tidak sabaran.

Changmin tersentak. “O-oh. Itu? Tapi bukannya…”

“For God’s sake, Changmin. Apa kau tidak bisa membedakan yang mana lelucon yang mana hal serius?!”

“Well, aku tidak bisa membedakan jika aku sendiri tidak bisa membaca ekspresi wajahmu secara jelas. Kau seringkali mengucapkan lelucon dengan ekspresi serius. Jadi, jangan menyalahkanku. Lagipula kenapa kau harus menganggap gay itu sebagai lelucon? Hey, kau bisa dituntut,” sahut Changmin membela diri.

Siwon menghela nafas panjang. “Kembali ke ruanganmu, Shim Changmin. Dan jangan membicarakan masalah ini dihadapan Kakek dan yang lainnya. Jika kau kembali mengungkit masalah ini…”

“Baiklah, aku tidak akan mengatakan apapun, Choi Siwon,” tukas Changmin cepat. Ia kemudian bangkit dan berjalan menuju pintu. Tapi kemudian Changmin berbalik. “Ah, aku lupa memberitahu nama pengacara dari kantor firma hukum Kang yang mengurus sengketa tanah itu. Namanya….”

“Aku tidak peduli, Shim Changmin. Itu adalah masalahmu.”

Changmin mendesis. “Well, seharusnya kau peduli Choi Siwon. Karena pengacara itu adalah Cho Kyuhyun. Adik Cho Ahra dan orang yang kau selamatkan di resort Jeju tiga minggu lalu,” kemudian Changmin keluar dari ruangan Siwon.

Sedangkan Siwon sendiri malah mengumpat. “Aku akan bertemu lagi dengannya?”

*****

NOTE: Karena saya lagi stress makanya dipublish. FYI, part disini lebih banyak bagian cerita siwon-kyuhyun nya dibandingkan yifan-junmyeon nya (well, ternyata spelling nama si Joon itu Kim Junmyeon, tapi karena udah terlanjur Kim Joonmyeon, kita lanjutkan saja, okay?). dan kemungkinan pembagian dalam setiap part untuk kedua cerita nanti bisa beda-beda. jadi, jangan protes ya kalo misalnya ada part yang bagian krisho lebih banyak dibandingkan wonkyu (karena saya tahu kebanyakan readers disini wonkyu shipper~~) dan jangan protes juga soal perkembangan cerita wonkyu yang rasanya lebih lambat dibandingkan krisho, aku udah mikir alurnya begitu jadi tolong….. TT___TT (udah frustasi sama revisi soalnya, eh malah jadi curhat).

untuk penjelasan cerita disini, pertama Kyuhyun setelah pulang dari rumah sakit belom ketemu lagi sama Siwon (jadi, dia belom ngucapin terima kasih secara langsung). terus alurnya ini satu hari yang sama (anggap ajah begitu). kemudian ada yang kenal Kang Haneul??? *___*

satu lagi, aku kurang rada paham sama masalah pengacara dan kawan-kawannya. jadi apa yang kutulis hanya berdasar pengetahuan dasar aku ajah. tapi kalau misalnya terkait masalah hukum, undang-undang, aku pasti bakal cari sumbernya koq.

Buat Sona (kalau kamu baca), masalah pertanyaan kamu mengenai Aga di Wild Flower itu artinya Baby. Kyuhyun masih dipanggil Aga sama Eommanya (liat ajah di episode Mamma Mia yang ke….. entah keberapa pokoknya waktu itu Kyu nelpon Eommanya). maaf ya baru dijawabnya sekarang…

Advertisements

48 thoughts on “[SF] Scarface Part 4

  1. Maaf ya jae,eonnie g komen bnyk2,lg ga enak badan gegara kyuhyun#eh?
    Ini g ada wonkyu moment nya y,mudah2n part dpn full wonkyu,emmm sekali lg sorry y cm segini komen nya,maaf#tepar

  2. Hore..akhirnya update juga..hehehe..
    Kevin benar-benar hebat.aku suka dengan karakternya.
    Joon nampak masih bingung dengan perasaannya.
    Jangan bilang kalau kang haneul menyukai kyuhyun?
    Apa changmin ingin menjadi “dewa cinta” untuk siwon dan kyuhyun?

  3. Karena diera-ssi mmbuat dua cerita (untuk saat ini mski kdepannya g tahu akan brkaitan atau tdk),yeah maka mau g mau akan ada perbandingan.ahahah tdinya saya mau protes knpa wonkyu trksan lambat d banding krisho,oh okelah kalu itu sdh diatur. Hmmmm sprtinya saya mlai bisa trbiasa mengikuti alurnya krisho, feel mreka untuk chap ni lebih trasa.
    Kang haneul?? (Trlihat sprti nma prempuan) saya mrasa dia menyukai kyuhyun???
    Oh woooowwww siwon mmiliki sepupu2 yg luar biasa, sooyong,changmin,yunho,llu siapa lagi?? Gomawo buat update d sela kesbikan diera-ssi, sukses untuk tgas akhirnya

  4. senangnya dah lanjut….
    Wonkyu emang jodoh, mereka terus saja dipertemukan meskipun mereka tak mau.
    Ditunggu banget lanjutannya…..

  5. Yaah disini gaada wonkyu momentnya. Semoga chap depan full ya.
    Aku penasaran sama kang haneul. Jangan2 dia suka lagi sama kyu? Buat krisho. No comment deh, mereka mah selalu sweet . Hihi
    selamat ya buat perkembangan hubungan krisho juga, walaupun suho belom sadar sama perasaannya. Ayo dilanju eon. Asap yaaaa hihi

  6. Sebenernya mau protes,, tapi udah di kasih warning,, kkkk
    Ceritanya emang lebih banyak dari wonkyu,, tapi gag ada wonkyu momentnya,, hahaha

    Kevin so sweet banget,, pantang menyerah pkoknya,, 🙂 cepat ato lambat joon akan jatuh juga,, apalagi joon yang selalu memuji ketampanan Kevin,, ckckck

    Nah loh,, kenapa reaksi siwon kayak males bgt ketemu sama Kyukyu lagi,,! next chap

    Oy, Kang Hanuel,, (menurutku kyak nama cwe ya! Kkk) suka sama Kyukyu kah,,!!!

  7. uuuuu aku belom lama ini ngeship krisho. huhuhu top leader couple TT
    kang haneul otu cowok yg main di to the beautiful you bkn? kalo yg itusih ganteng banget (?)
    wonkyu belom ketemu nihhh

  8. Aku baca kak ^^
    Ah, iya aku paham sekarang. Makasih kaaak 😉
    Aku suka adegan Kyu ciuman sama eomma-nya. Aih, itu manis banget! :*

    Kadang kalo aku baca nama Kevin disini, pikiranku lgsg ke Kevin U-Kiss /plak 😀
    Yifan – Junmyeon moment-nya memang gak banyak, tp cukup berkesan kak. Ah, sedih kalau ingat orang tua mereka yg akhirnya menikah :’)

    Sepertinya sudah takdir WonKyu utk selalu bertemu. Eh itu Kang Haneul mendam rasa suka ke Kyu kah? 😮
    Kalau dari ceritanya sih sepertinya utk WonKyu bersatu itu masih lamaaaaaaa~
    Ditunggu kelanjutannya kak 🙂

  9. nggak sabar nggu wonkyu moment-nya!!! terkadang masih bingung sama keluarga kang karna nma mreka hampir sam,, kkkk
    😉
    untuk kevin-Junmyeon aq kurang fokus bcanya jadi g tau mau komen apa. hehehe #mianhe (~_~メ)
    d tggu kelanjutannya dn juga ff lainnya eonnie!!

  10. Siwon becandanya dengan wajah serius???!
    Ne…ne… sangat bisa kubyngkan tu, aplgi dengan garis tegas wajahnya.
    Soo… changmin ga salah juga dunk.
    Siwon kyknya takut bgt ketemu kyu??
    Jangan2 takut jatuh ke pesona kyu tuh?!

    Kang haneul??
    Ak ga tau.
    Mmm jgn2 dia suka ni ma kyu

  11. si joon terserang demam galau nich gara2 si kevin menyatakan perasaannya, gimana gak galau kl bentar lg mereka akan menjadi saudara. walaupun si joon berusaha utk menyangkal dng rasa yg dia alami tp ttp sj semua itu gak mudah apalagi kevin ttp bersikeras utk mencintai joon dan tdk peduli dng status mereka nntnya. siapa yg menyangka kl babykyu di sewa ama perusahaan choi, berarti bentar lg wonkyu bakalan ketemuan dong, kyaaaa….aku sll menunggu moment2 wonkyu, thank’s to changmin krn dia mengambil langkah yg tepat, semoga sj setelah ini hubungan wonkyu semakin dekat, meskipun si siwonnya masih agak2 gimana gitu. dan rencana pernikahan utk siwon hs ttp berjalan dng babykyu dong. di tunggu moment wonkyunya.

  12. pka Kim yg bersengketa dgn Choi grup, bukan appa Joon kan?
    Kapan WonKyu & Kevin-Joon ketemu?
    Ah, lebih tepatnya kapan gitu Siwon sadar kalau suka Kyu?
    Lalu kapan WonKyu moment-nya manis? 😀
    Untuk porsi(?) moment WonKyu atau Kevin-Joon banyakan mana, aku pribadi g’ beda2in
    Yg penting aku g’ ketuker alur ceritanya hehe
    Apakah pada akhirnya dua cerita akan di jadikan satu?

  13. sbnrnya mau tanya kapan progress wonkyu berjalan??
    hehehehe.. tp krna udh dksh tau duluan ywdh deh gpp,hehehe..
    okay untuk urusan wonkyu no comment dulu, walo kayaknya nih kang haneul akan menjadi seseorang yang mendekati kyuhyun..
    untuk krisho eciee k lotte world g ajak2,,

    oia ini ma pen name vira..
    ganti ID

  14. Kyaaaa..Kang Haneul!!! Kang Haneul yg itu kan di The Heirs sma Monstar kan?? haha aku mlh tetap bayangin dia walaupun bukan dia yg kmu mksd XD
    aigoo ~ jgn blg klo Kang Haneul jdi saingan Siwon nnti nya klo Siwon nyadar klo dia ehem gay -_-
    Kris tetap ga mau nganggap Joonmyeon sbg saudara nya,permainan takdir yg kejam..#plakk
    hhh..kpan Siwon sma Kyu saling jatuh cinta diera-ya?! huhu padahal aku tunggu2 bgt moment itu T.T
    aku sih terserah kmu aja,mau moment wonkyu yg banyak atau krisho,aku mah tetap suka 😀
    -Shin SiHyun-

  15. Justru Aku lbih suka kalo wonkyu moment lbih dibanyakin eonni… Soalnya ga kenal siapa” aja member exo jadi kurang bisa ngebayangin :3
    o ya ini hbungan wonkyu kira” kapan berjalan nya…. Msih gitu” aja?? Dan apakah kang haneul pulang buat ngedapetin cinta kyuhyun stelah kyu putus dengan adiknya?? #AsalNebak

    ya udh dech… Lanjut

  16. Eonni..
    Tau g?
    Partny Kevin-Joon benar2 ku lewatin lho 😛 . Padahal kamu udah capek2 buat ya 😦 .
    Mian, eonni…
    Aku ini sangat fanatik sama Wonkyu -_-. Yang lain lewaaat :3 .

    Btw, hubungan WonKyu sangaaat lambat. Kayak semut berjalan 😛

  17. Wooow suka karakter Kevin yg tetap dg pendirian.nya menyukai Joon dan gk menganggap mereka saudara
    Skrng tinggal nunggu Joon ..apakah dia akan mngakui menyukai Kevin atau gak .
    Aaaa semoga chap depan Joon lebih terbuka dg Kevin ..

    Dan untuk WonKyu aaah gemes deeh ….mereka belom ketemu dan aku penasaran dg Kang Haneul apakah nanti akan berperan penting di kehidupan WonKyu .
    Weeeeh Siwon gk mngakui dirinya gay …

  18. that kang haneul? The heirs? He’s so calm n handsome! suka sama kyukyu jg kah?? Woaaaa won bakal punya saingan berat dong! Tp, jangan2 wanita yg akan dipertemukan dg won selanjutnya kang haesa lg.. I Hate that woman already. Oh no! imaginasiku mkn ngelantur aja…

  19. Tinggal nunggu giliran seorang Choi Siwon itu gay apa tidak.Knpa Siwon sprtinya tdk suka dngn Kyuhyun.
    Joon and Kevin.Nikmatilah liburan kalian ne.

  20. hmm.. Kang Haneul misterius nih. Haneul tertarik sama Kyu ya.. ommo! *plaak
    pertemuan ke tiga Siwon dan Kyu = jodoh. tehehehe…
    sering sering ketemu aja deh WonKyu…

  21. baru liat ada post terbaru. update asap please?
    haneul di sini yang mana yah???
    ngomong-ngomong, aku harap siwon nggak mudah jatuhg cinta sama kyuhyun. begitu pula sebaliknya. 🙂

  22. Kang haneul itu kyanya memendam perasaan k kyu..aku kira itu cewe ..hhe
    Trus pnasaran knp dia kasih kyu resep obat depresi??apakah nti kyu bakal depresi?
    And .. Pingin wonkyu moment nya author…,gemes deh..
    Oiya yg cerita ttg kevin and junmyeon itu apa bakal ada hubunganya dengan wonkyu kah??
    ᵗʰᵃᶰᵏᵧₒᵤ loh uda boleh baca
    Ditunggu kelanjutanya

  23. wah kayaknya wk mulai deket nih kalo ngurusin masalahnya ….. kok. curiga kalo haneul memendam rasa sama kyu …. haesa bener2 g suka ama kyu atau ada alasan lain sih msh penasaran …

  24. Aaaakk…
    Gemes sama Wonkyu deh. Kapan mereka mau ketemuan? Kekekeke.

    Soal kembarannya Haesa, jangan2 dia suka sama Kyuhyun ya.

  25. Wooww kris gentle amat ;;) ane kok kagak ada yg begituin yak 😀
    suho plis peka donggsss T.T wkkw krisnyaa gentle abiss tuh,peluk2 :3
    Haha kris baru tau tah klo suho lebih tua? Smoga bisa jadi deh :v

    Wonkyu momentnya manaaa TT.TT hikss hikss *nangis alay* haus moment inih..
    Oooiiii siwondad kamu udh pasti gay,jangan macem2 lirik yang laen :v
    Kang haneul?? Ente naksir momkyu tah? *kedipkedip* *kelilipan* *eh?*
    Lanjut lanjut.. 😉 :3

  26. kevin sweet banget lahhh bikin joonmyeon juga ngrasa bimbang kayaknya,mau nolak tapi apa daya

    maksudnya apa haneul ngomong gitu kekyuhyun ya
    ada rahasia nich

  27. aku kok ngerasa kalo Haneul suka ya sama kyu,,
    mungkin aja waktu sebelum dy ke luar negeri sebenernya dy suka sama kyu dan patah hati karena kyu pacaran sama haesa.
    nunggu wonkyu moment nya.. 😀

  28. Ya ga segampang itu juga kali Ho buat Kris ngelupain perasaannya ke kamu, masih butuh waktu and proses. Itupun kalo Kris nanti bisa nerima kenyataan kalo mereka sekarang udah jadi sodara.

    Seneng juga ngeliat perkembangan Wonkyu meskipun alurnya ga dibikin cepet or terburu2, malah keliatan lebih natural and ga dipaksakan. So Siwon, please nanti jangan kaget kalo kamu kemakan omongan sendiri hahahaha

    Kang Haneul, mungkin karena aaya baru baca sekarang jadi sedikitnya saya tahu siapa dia. Dia maen juga di twenty bareng ma Woobin kan. Orang mana sih yg ga ngerasa terhina kalo dia dianggap depresi. Ga usah sampe segitunya kalii.

  29. knp haneul tiba-tiba datang.. sepertinya haneul ada punya perasaan ke kyu.
    wonkyu bakalan sering bertemu tapi kenapa siwon sepertinya tidak ingin bertemu kyu lagi.
    oh ya ka, maaf ya aku cuma baca part wonkyu aja soalnya aku nggak suka couple lain selain wonkyu

  30. Duh yifan padahal joon udh mencoba mengakrabkan diri tapi tiba2 dirimu malah ngomong kayak gt…. Hade 😭
    Siwon mangkannya muka janhan serius2 jadi gabisa dibedain becanda sama engga kan wkwkwk rada curiga sama haneul.. Apa dia suka sm kyu? Hm

  31. Wonkyu akan sering bertemu krna siwon menjadi klient kyuhyun, apa dr situ mrk akan merasakan perasaan masing”??
    Suho bingung dg perasaannya sendiri apalagi kris tdk prnah berusaha utk melepas atau menghilangkan persaannya yg da utk suho..

  32. jodoh memang tdk kemana siwon, jadi jangan mengumpat begitu :v
    kayaknya haneul suka sama kyuhyun ya, siwon hati2 ya nanti kyuhyunmu direbut hehe
    hmm masalah kris sama suho juga cukup rumit, apalagi suho tdk atau belum punya perasaan sama kris 😦

  33. Aq baru tau kalo joonmyeon tu suho
    Trus kevin tu kris
    Maaf aq ga begitu kenal exo
    Jadi cerita ini ttg kisah cinta sesama jenis?
    Siwon juga suka kyuhyun?
    Trus haneul juga punya perasaan ke kyuhyun? Begitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s