[SF] Scarface Part 1

scarface2

1

Siwon melirik Kyuhyun, seorang pria seusia dengannya –di mana dirinya sendiri sekarang berusia tigapuluh dua tahun– yang dibawa oleh Eommanya duapuluh menit lalu. Tapi sialnya, sang ibu malah meninggalkan mereka berdua dengan suasana canggung yang luar biasa. Siwon kembali fokus pada ponselnya, berpura sedang berkirim pesan dengan rekan kerjanya. Well, delapanpuluh persen orang akan melakukannya jika merasa canggung. Jadi, Siwon adalah salah satu di antara delapanpuluh persen itu. Tapi sayangnya, pria bermarga Cho dihadapannya adalah bagian dari duapuluh persen lainnya.

Kyuhyun menarik nafas dan menarik pergelangan kemejanya untuk melihat jam tangannya. “Bisa kita akhiri pertemuan ini, Choi-sshi? Kurasa kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu,” ucapnya tiba-tiba memecah keheningan yang disambut oleh tatapan dari Siwon.

Well, kenapa tidak dari tadi saja? Gumam Siwon dalam hati.

“Aku akan mengatakan pada noonaku kalau kau tidak tertarik dengan perjodohan ini. Maka sebaiknya tidak ada pertemuan berikutnya. Selamat siang,” ucap Kyuhyun lagi. Dan tanpa menunggu reaksi Siwon, Kyuhyun langsung pergi meninggalkan restauran mewah tersebut.

Siwon menghela nafas dan mengetik pesan.

Eomma, tidak berjalan dengan baik. Perjodohan ini, aku menolaknya. Serius!

*****

“Bagaimana pertemuannya?” tanya Hyukjae salah seorang rekan kerja Kyuhyun di firma hukum. Well, Cho Kyuhyun adalah seorang pengacara yang cukup terkenal di usianya yang baru menginjak tigapuluhdua tahun.

Kyuhyun melepaskan jasnya dan melonggarkan dasi hitam yang melingar pada kerah kemeja putihnya. “Tidak menyenangkan. Dia hanya sibuk dengan ponselnya selama duapuluh menit, sampai akhirnya aku memutuskan pergi.”

“Jadi, perjodohan itu gagal?” tebak Hyukjae.

Kyuhyun menarik nafas lalu duduk pada sebuah sofa. Hyukjae mengikutinya untuk duduk di sofa yang lain. “Sepertinya begitu. Lagipula pria itu memang tidak tertarik dengan pernikahan. Sepertinya keputusan untuk menggantikan posisi noona bertemu dengan orang itu adalah benar,” sahut Kyuhyun.

“Well, Choi Siwon memang orang sibuk. Dia mungkin akan lebih memilih lajang seumur hidup dan mengurusi perusahaan keluarganya,” tutur Hyukjae.

Kyuhyun mendecih. “Tch, yang benar saja. Lalu bagaimana dengan keluarganya yang terus-menerus melakukan perjodohan? Ah, sepertinya pernikahan itu hanya untuk mendapatkan keturunan saja.”

Hyukjae mengangkat bahunya. Ia tidak begitu paham dengan dunia bisnis seperti hal pewaris atau hal semacamnya. Hyukjae lalu bangkit dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “Yah, jika pernikahan noonamu gagal kali ini, bukankah lebih baik kau yang menikah terlebih dahulu. Kau dan Haesa sudah berpacaran lama sekali bukan? Kau tidak ada niatan untuk melamarnya, apa?”

“Pikirkan dirimu sendiri, Lee Hyukjae,” tukas Kyuhyun jengkel.

Hyukjae lalu melenggang keluar dari ruangan Kyuhyun, meninggalkan pria itu dengan pikirannya sendiri. Kemudian Kyuhyun bangkit dan berjalan menuju meja kerjanya. Ia membuka sebuah laci dan mengeluarkan sebuah kotak kayu.

Kyuhyun tersenyum menatap kotak tersebut. “Yah, mungkin memang sudah seharusnya.”

*****

Changmin mendesis kesal melihat tingkah Siwon yang seperti tidak mendengar ucapannya. Rekan kerja, sekaligus sepupunya tersebut memilih menyibukkan diri dengan setumpuk dokumen. “Kau mendengarkanku bicara, tidak sih?” omel Changmin pada akhirnya.

Siwon membalasnya dengan sebuah gumaman. Bahkan, pria itu tidak berniat untuk menatap sepupunya. Changmin benar-benar dibuat kesal oleh Siwon. Hah, mungkin seharusnya Sooyoung saja yang mengajak Siwon bicara dan bukan dirinya. “Kalau kau mendengarkan, apa yang baru saja kukatakan?”

Siwon menghentikan kegiatan membaca dokumennya. Ia mendongak dan menatap Changmin dengan lekat. “Intinya kau hanya bicara mengenai aku harus segera menikah, kenapa aku selalu menggagalkan perjodohan dan mengenai soal anak. Hentikan itu, Changmin. Bagaimana jika kau terlebih dahulu yang menikah, eoh?”

“Hell yeah. Seandainya boleh seperti itu. Tapi kau tahu aturannya, Choi Siwon. Setelah Yunho hyung, lalu Sooyoung noona, lalu kau, aku, Jinri dan terakhir Taemin. Ini sudah enam tahun sejak Sooyoung noona menikah. Dan satu-satunya pria yang menyandang marga Choi adalah dirimu,” sahut Changmin.

Siwon mendesah kesal. “Jadi hanya karena aku satu-satunya pria Choi, maka aku harus segera menikah begitu? Jika yang mereka pikirkan adalah pewaris maka Yunho hyung adalah yang paling berhak. Dia bahkan sudah mempunyai dua orang anak.”

“Yah, memang. Sayangnya, keluarga Jung tidak akan setuju mengenai hal itu. Kau tahu persis bagaimana Jung Company itu bukan? Sooyoung noona juga bukan pilihan yang tepat. Keluarga Han sangat… Ah, entahlah. Mereka terus meminta putranya untuk membawa Sooyoung noona ke China. Jadi, pilihannya hanya padamu, Choi Siwon,” jelas Changmin.

Siwon mendelik. “Memangnya kau tidak meminta hak-mu sebagai anggota Choi? Lalu bagaimana dengan Taemin, eoh? Mungkin dia masih kuliah, tapi bagaimana pun dia juga seorang Choi.”

“Kami mungkin juga bagian dari Choi, tapi tetap saja kami bukan Choi yang sebenarnya –kau tahu maksudku, Siwon. Sooyoung, kau dan Jinri cukup beruntung untuk menyandang marga tersebut. Dan bukankah sebagai anak laki-laki, kau harus memegang tanggung-jawab atas semua keluargamu?” ujar Changmin.

Siwon mendesis jengkel lagi. “Jangan bicarakan mengenai hal itu lagi, Changmin. Aku masih mempunyai banyak pekerjaan, jadi bisa tinggalkan ruanganku? Aku perlu berkonsentrasi.”

Changmin menatap Siwon dengan serius untuk beberapa menit, lalu memutar tubuhnya dan berjalan keluar dari ruangan besar tersebut. Siwon menghela nafas setelah pintu ruangannya tertutup rapat. Fokusnya kembali pada dokumen dihadapannya dan berusaha untuk tidak mengingat apa yang selalu diucapkan Changmin.

Well, seandainya itu bisa dilakukannya.

*****

Kyuhyun melangkah memasuki rumah besar setelah waktu menunjukkan lewat pukul sebelas malam. Beberapa bulan terakhir, dia sedang mengurusi sebuah kasus penting. Walaupun Kyuhyun sudah berusaha menolak kasus tersebut –dengan alasan masih banyak kasus yang sedang ditanganinya dan sebenarnya masih banyak pengacara lain yang cukup handal– tetapi atasannya, sang pemilik firma hukum tempat ia bekerja, terus memaksa dan mengatakan bahwa klien itu adalah seseorang penting menginginkan Kyuhyun sendiri yang menanganinya.

Jadi, Kyuhyun tidak mempunyai pilihan lain, karena atasannya sedikit mengancamnya untuk tidak memberikan cuti akhir tahun yang sedang diusahakan Kyuhyun beberapa bulan terakhir. Bukan tanpa alasan Kyuhyun bersikeras meminta cuti. Selain karena dia memang jarang mengambil cuti, moment liburan akhir tahun nanti Kyuhyun ingin mengajak Haesa pergi liburan ke Jeju –sekalian untuk melamar sang kekasih.

Well, Kyuhyun dan Kang Haesa –sahabat semasa kuliah dan juga seorang putri dari Pengacara Kang Jaeha yang terkenal, yang kebetulan adalah pemilik firma hukum tempat Kyuhyun bekerja sekarang ini– sudah menjalin hubungan selama enam tahun terakhir. Sebuah hubungan yang cukup panjang mengingat mereka berdua terlalu sibuk bekerja hingga melupakan pernikahan walaupun kedua keluarga sudah mendesak.

Kyuhyun bisa saja melamar Haesa sejak tiga tahun lalu, tapi sang kekasih saat ini sedang bersekolah di Jepang untuk mendapat gelar strata dua meminta untuk menunda tersebut. Kyuhyun tentu saja menuruti keinginan kekasihnya. Akhir tahun nanti, sang kekasih berencana untuk pulang ke Seoul dan Kyuhyun akan mengajaknya pergi ke Jeju setelah malam natal dan melamarnya di sana. Hanya memikirkan rencana lamaran yang sudah dipersiapkannya sejak lama sudah membuat Kyuhyun bersemangat.

“Kyuhyun-ah..” suara lembut seorang gadis menyadarkan Kyuhyun dan menoleh ke arah ruang tengah.

Kyuhyun tersenyum melihat gadis tersebut dan menghampirinya. Kyuhyun lalu duduk di sebelah gadis itu dan mengusap kepalanya dengan lembut. “Ya, noona?”

Gadis yang dipanggil noona itu tersenyum. “Kenapa baru pulang? Apa kau sudah makan malam, euhm?” tanyanya dengan cemas.

Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja. Lalu kenapa noona belum tidur?”

“Aku menunggumu. Euhm… Mengenai pertemuanmu dengan Choi Siwon hari ini, apakah tidak berjalan dengan baik?” tanya noona Kyuhyun –Cho Ahra, putri tertua keluarga Cho.

Kyuhyun menghela nafas pendek lalu tersenyum tipis –sedikit dipaksakan. “Ya, tidak begitu baik. Sepertinya dia tidak tertarik dengan pernikahan. Dia bahkan tidak bertanya kenapa Noona tidak datang. Dia hanya sibuk dengan ponselnya,” tutur Kyuhyun dengan jujur.

Ahra tidak tersenyum. Ini adalah perjodohan ketiga yang gagal. Dua perjodohan sebelumnya, Ahra sendiri yang datang pada pertemuan pertama tapi pria yang akan dijodohkannya tidak pernah meminta pertemuan kedua setelahnya. Oleh karena itu, pada perjodohan ketiga ini, Eomma mereka memutuskan agar Kyuhyun yang datang pada awalnya, hanya sekedar melihat bagaimana reaksi pria tersebut –dalam hal ini Choi Siwon bereaksi sama seperti dua pria sebelumnya, bahkan lebih parah mungkin. Dan Kyuhyun sangat bersyukur bahwa ia yang datang dan bukan noona-nya.

“Noona, jangan terlalu dipikirkan. Masih ada banyak pria baik yang lebih pantas untuk menjadi suamimu, noona. Lebih baik sekarang noona tidur. Aku juga sudah lelah sekali. Selamat tidur, noona,” Kyuhyun lalu mencium pipi noona-nya dan beranjak menuju kamarnya di lantai dua.

Sedangkan Ahra masih terdiam di sofa. Ia menarik nafas perlahan. “Selamat tidur, Kyuhyun.”

*****

Kyuhyun merapikan beberapa dokumen di meja kerjanya. Akhirnya, setelah berbulan-bulan menunggu, akhirnya ia mendapatkan cuti akhir tahun yang sangat sulit. Walaupun hanya dua minggu, setidaknya itu sudah lebih cukup baginya. Dan besok, Haesa akan kembali dari Jepang dan mereka bisa mempersiapkan perjalanan mereka ke Jeju. Kyuhyun terlalu bersemangat hanya memikirkannya sehingga ia tidak menyadari Hyukjae sudah berada di ruangannya. Hyukjae mendecih lalu tersenyum.

“Hey, kau terlihat seperti akan pergi kencan. Bersemangat sekali,” tutur Hyukjae sembari menepuk bahu Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum. “Bukan pergi kencan, tapi liburan. Setidaknya aku sudah menantikan ini sudah lama sekali. Jadi, sampai bertemu tahun depan, Hyuk. Selamat bertugas.”

“Ya! Yak! Kau itu keterlaluan sekali. Meninggalkan rekan kerjamu dengan setumpuk kasus yang kau limpahkan padaku,” protes Hyukjae yang kemudian memilih duduk di kursi kerja Kyuhyun.

“Maaf, atas hal itu. Tapi aku rasa kau bisa bertahan. Baiklah, ini adalah dokumen-dokumen mengenai kasus CEO Jang. Kurasa tidak ada masalah apapun. Tapi jika ada masalah…”

“Aku tidak akan menghubungimu, Kyu. Kau itu sedang cuti, mana mungkin aku menganggumu hanya karena kasus ini. Sudahlah, kau pergi liburan dengan tenang bersama kekasihmu, okay? Aku menunggu kabar baik tahun depan,” sahut Hyukjae sembari menyeringai.

Kyuhyun hanya tertawa. “Well, semoga saja.”

*****

Siwon mendesis jengkel ketika Changmin malah menariknya keluar dari kamarnya yang hangat untuk melihat-lihat resort yang akan diambil-alih oleh Choi Group. Well, ini sebenarnya berawal dari kesepakatan Changmin dengan pemilik resort terdahulu saat melakukan project kerja-sama. Sayangnya, tanpa diketahui ternyata resort itu bermasalah dan Siwon harus turun tangan sendiri untuk mengurusnya agar perusahaan tidak terkena dampaknya. Dan bagian perjanjian lainnya adalah Choi Group mengambil alih kepemilikan resort tanpa harus melakukan pemecatan pegawai.

Siwon menghela nafas dan merapatkan mantelnya. “Katakan padaku Changmin, kenapa kita harus ke Jeju di saat musim dingin. Terlebih ini mendekati malam natal. Dan kenapa kita harus melakukan evaluasi di saat suhu minus seperti ini?” gerutu Siwon.

“Well, ini menjelang tenggelamnya matahari. Dan salah satu pemandangan terbaik dari resort ini adalah kita bisa melihat sunset tanpa harus ke pantai. Selain itu, di saat seperti inilah resort mendapatkan banyak pengunjung. Kita harus melihat bagaimana cara kerja para pegawai bukan? Bagaimana pun juga mereka harus memenuhi kualitas Choi Group. Benar?” tutur Changmin.

Siwon memutar bola matanya. Changmin akan selalu mempunyai banyak alasan untuk bersantai ketimbang bekerja. Bahkan evaluasi resort adalah bagian rencananya untuk mendapatkan liburan gratis. Well, keluarga Choi bukannya tidak bisa membiayai liburan mereka, tapi waktu mereka sangatlah penting dan kebanyakan waktu mereka hanya fokus untuk bekerja. Jadi, alasan mudah untuk liburan adalah melakukan perjalanan bisnis.

“Hell, yeah. Aku tidak akan mudah percaya dengan alasanmu,” sahut Siwon.

Changmin sendiri hanya menyeringai dan menarik Siwon untuk berkeliling resort lebih jauh. Well, resort tersebut memang cukup luas dan mempunyai fasilitas berkelas internasional. Itulah kebanyakan pengunjung resort adalah wisawatan mancanegara. Setidaknya ini adalah keuntungan besar yang diterima oleh Choi Group.

Siwon dan Changmin berjalan melalui jalan setapak menuju sebuah lapangan rumput luas di belakang resort yang masih menjadi wilyah resort. Di balik lapangan tersebut, mereka bisa melihat pemandangan pantai. Sebenarnya resort tersebut terletak hampir mendekati jurang, jadi kebanyakan pemandangannya adalah pantai dan laut. Dan di saat mereka sampai, beberapa pegawai resort sedang mempersiapkan sebuah meja khusus dua orang. Well, sepertinya akan ada event khusus malam ini.

Siwon mendengus. “Makan malam di tengah suhu dingin? Well, siapapun yang membuat ini benar-benar sangat romatis,” tukasnya dengan sarkastik.

“Well, kudengar resort memang menyediakan fasilitas seperti ini. Bahkan untuk sepanjang tahun dan lebih banyak pada musim dingin. Kurasa jika sudah malam, pemandangannya akan sebanding dengan rasa dinginnya,” sahut Changmin.

“Tch… Yeah, besok paginya akan dipastikan ada ambulance yang datang karena panggilan darurat pneumonia. Ingatkan aku untuk membahas ini dengan para manager resort,” tutur Siwon sembari berjalan lagi.

Changmin menghela nafas pendek. “Dia benar-benar tidak mempunyai sisi romantis. Pantas saja dia tidak bisa menikah. Yang akan menjadi pasangannya nanti pasti menderita sekali,” kemudian Changmin menyusul Siwon yang mulai berteriak kesal karena dia sudah kedinginan.

*****

Kyuhyun tersenyum puas melihat event makan malam special yang disiapkan oleh pihak resort. Tidak percuma Kyuhyun mengeluarkan uang banyak untuk event khusus ini. Walaupun suhu Jeju cukup dingin terlebih salju mulai kembali turun, tapi hal itu tidak menurunkan semangat Kyuhyun untuk melamar Kang Haesa malam ini. Kyuhyun merogoh saku mantelnya. Ia tersenyum saat membuka kotak kecil ditangannya tersebut.

Malam ini adalah akhir dari perjalanan panjang penantian Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah…”

Kyuhyun buru-buru memasukkan kotak itu ke dalam saku mantel sebelum berbalik. Ia tersenyum ketika seorang wanita cantik berdiri tak jauh darinya. “Otthe? Kau menyukainya?”

Wanita itu berjalan mendekati Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang tak terbaca oleh Kyuhyun. Entah bingung, terkejut atau bahkan kesal?

“Apa yang kau lakukan di suhu sedingin ini, eoh?”

Kyuhyun masih tersenyum dan menarik kursi. “Duduklah, kau lapar bukan?”

“Kyuhyun, apa yang kau lakukan sebenarnya? Kau bilang kita pergi untuk liburan? Kau tahu bukan, aku harus kembali ke Jepang sebelum tahun baru.”

Kyuhyun mengangguk. “Tentu aku tahu. Kita akan pulang tanggal duapuluh, agar kau bisa mengambil penerbangan ke Jepang sebelum akhir tahun nanti. Ayolah duduk dulu, Haesa.”

“Aku kedinginan, Kyu. Bisa kita makan di dalam resort saja?”

Sekarang senyuman Kyuhyun menghilang melihat reaksi Haesa. Tapi ia berusaha untuk kembali tersenyum. “Aku mengerti, kita akan makan malam di restorant saja. Tapi ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu.”

“Apa itu?”

Kyuhyun menarik nafas dan mengeluarkan kotak kecil itu dari saku mantelnya. “Kita sudah bersama selama enam tahun lebih. Dan aku sangat mencintaimu, Haesa. Kau pernah memintaku untuk menunggu karena kau ingin menyelesaikan pendidikanmu. Dan karena kau akan segera lulus, maka aku akan mengajukan pertanyaan ini sekali lagi. Maukah kau menikah denganku?”

Kyuhyun tahu apa yang diucapkannya tidak cukup romantis, maka dari itu ia memilih untuk membuat event makan malam ini. Ia memperhatikan Haesa yang sedari tadi melihat pada cincin yang diberikannya.

“Kyuhyun, kau tidak mengerti sama sekali, ya?”

“Ne?”

“Saat aku memintamu untuk menungguku menyelesaikan pendidikanku di Jepang, sebenarnya itu hanyalah sebuah alasan. Alasan untukmu mencari gadis lain dan memutuskanku.”

“Mwo? U-untuk apa aku melakukannya? Hae-Haesa-ya…”

“Kyuhyun, dengarkan aku. Mungkin ini adalah kesalahanku karena tidak bicara secara langsung. Hubungan ini tidak bisa dilanjutkan lagi. Aku menyukaimu, tapi kini hanya sebagai teman. Tidak lebih. Maafkan aku,”

“Haesa, apa yang kau bicarakan, eoh? Jika kau sedang bercanda, maka ini tidak lucu. Ini menjelang natal Haesa, bukan tanggal satu April.”

Tapi Haesa sama sekali tidak bicara lagi. Dia kemudian berbalik dan meninggalkan Kyuhyun untuk kembali ke resort. Sedangkan Kyuhyun hanya berdiri tanpa melakukan apapun melihat Haesa pergi.

Kotak kayu ditangannya kemudian terjatuh di atas hamparan salju yang mulai menutupi lapangan tersebut.

*****

Siwon memaki Changmin yang menyuruhnya pergi ke sebuah bar khusus di resort tersebut. Pada saat ini pukul sebelas malam dan suhunya minus limabelas. Siwon tidak menyukai suhu dingin sama sekali. Tapi sepupunya itu selalu berhasil membujuknya untuk keluar kamar.

Siwon merapatkan mantelnya dan berjalan di jalan setapak melewati sebuah lapangan luas. Ia mengingat jalan ini karena tadi sore Changmin sudah menunjukkan jalannya. Yang paling membuatnya kesal adalah bar itu dibangun terpisah dari resort. Siwon harus memastikan bahwa lapangan luas itu akan digunakan untuk membangun bangunan lain yang lebih berguna ketimbang membiarkannya kosong seperti itu.

Siwon mengernyit ketika ia melihat meja dengan segala hiasannya masih ada. Apakah pegawai resort belum merapikannya setelah event itu selesai. Atau mungkin event makan malam itu belum selesai? Ah, Choi Siwon, jangan pikirkan hal itu, pikirnya.

Siwon hendak berjalan lagi ketika ia melihat sesuatu yang tertutupi salju.

“A-apa itu ke-kepala?!” Siwon berseru. Bahkan tanpa disadarinya Siwon sudah berlari menghampiri meja tersebut.

Jelas sekali yang dilihatnya adalah seorang manusia. Siwon menyentuh orang tersebut dan terasa dingin sekali. “Apa dia sudah mati?”

Kemudian Siwon memeriksa denyut nadinya. Siwon menghela nafas lega setelah mengetahui orang itu masih hidup. Dengan cepat, Siwon mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Changmin.

“Siwon-ah, kau di mana? Bukankah…”

“Changmin-ah, hubungi ambulance!! SEKARANG!!”

“Wae-waeyo? Apa yang terjadi?”

“Jangan banyak bertanya! Cepat lakukan!!”

Siwon lalu memutuskan sambungan itu. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku mantel. Siwon memperhatikan orang itu dengan lekat. Entah kenapa Siwon sepertinya pernah melihat orang tersebut. Dengan hati-hati, Siwon menyingkirkan salju yang menutupi wajah orang tersebut. Dan Siwon bisa mengenali orang tersebut.

“Ch-Cho Kyuhyun?!!”

*****

Changmin menyodorkan segelas kopi pada Siwon yang terlihat lelah. Siwon menerimanya dan meneguknya sedikit. Changmin menghela nafas dan duduk di sebelah Siwon. “Aku tahu kau sedang panik, tapi bukankah lebih mudah jika kau menelepon ambulance sendiri?”

“Kau sudah menjawab pertanyaanmu sendiri, Shim Changmin.”

“Baiklah, lupakan pertanyaan bodoh itu. Tapi kau sepertinya mengenal pria itu. Siapa dia?” tanya Changmin lagi.

Siwon menarik nafas. “Ingat saat aku pergi ke pertemuan perjodohan itu, tapi yang datang adalah adik dari gadis yang akan dijodohkan untukku?” Changmin mengangguk. “Well, dia adalah orangnya. Dia adalah Cho Kyuhyun, adik Cho Ahra.”

Mata Changmin membulat. “Benarkah? Ja-jadi orang yang menyiapkan event makan malam itu, Cho Kyuhyun? Tapi kenapa dia malah pingsan dan kedinginan di sana? Apa kekasihnya tidak datang?”

“Kau kembali memberikan pertanyaan bodoh, Changmin. Aku tidak tahu jawabannya, bodoh!” sahut Siwon jengkel.

Changmin mendesis dengan jawaban Siwon. Dia hanya bertanya, jika Siwon tidak tahu jawabannya, tidak perlu sampai marah seperti itu. Changmin kemudian mengangkat kedua tangannya keatas dan mereganggakan otot punggungnya. Sudah pukul satu pagi dan Changmin hanya ingin berada di kamarnya. Bukannya di rumah sakit untuk menghabiskan malam natal. Sedangkan Siwon hanya bergelut dengan pikirannya sendiri dan menghabiskan kopinya.

Changmin melirik Siwon. “Satu pertanyaan terakhir. Siapa yang akan menjaganya? Apa dia datang sendirian? Pihak resort tidak mengatakan apa-apa padamu?”

“Kau kembali saja ke resort. Biar aku yang menjaganya. Aku memang tidak mengenalnya, tapi kami pernah bertemu sekali. Jadi, tidak apa-apa. Tanyakan pada pihak resort mengenai kontak keluarganya,” tutur Siwon.

Changmin sedikit mengernyit dengan sikap Siwon. Karena tidak biasanya Siwon akan berbuat baik seperti ini pada orang asing. Yeah, walaupun hanya sekali bertemu, tapi tetap saja mereka orang asing, bukan? Tapi Changmin tidak akan bertanya apapun lagi. Dia sudah lelah sekali.

“Baiklah. Besok aku akan ke sini lagi untuk membawakan pakaian untukmu. Jika beruntung, mungkin aku juga akan membawakan pakaian untuk pria itu. Masuklah ke dalam, jangan menunggu di lorong. Ini dingin sekali,” ujar Changmin.

Siwon hanya mengangguk dan Changmin pergi. Setelah menghabiskan kopinya, Siwon membuang gelas kertas itu ke tempat sampah terdekat dan masuk ke dalam kamar rawat Kyuhyun. Dokter mengatakan bahwa pria itu mengalami hypotermia tetapi cukup beruntung masih bisa selamat.

Siwon berjalan mendekati tempat tidur dan memperhatikan Kyuhyun yang masih belum sadarkan diri. Siwon mendengus jika teringat di mana ia menemukan Kyuhyun pingsan. “Apa wanita itu sangat berharga hingga kau harus rela pingsan dan terkena hypotermia seperti ini, eoh? Menyedihkan sekali.”

*****

Keesokan harinya, Siwon terbangun dengan punggung yang sakit. Bagaimana tidak, dengan tinggi tubuhnya tetapi sofa di rumah sakit tidak cukup nyaman untuknya tidur. Tapi Siwon tidak mempunyai pilihan lain. Hanya saja, ia mendapati sosok wanita asing di kamar tersebut dan memperhatikan Kyuhyun.

Siwon mengernyit dan mendekati wanita itu. “Kau kekasihnya?” Oh, hell! Apa yang kau katakan Choi Siwon?

Wanita itu menatap Siwon. “Mantan kekasihnya.”

“Oh.” Jadi, semalam pria ini dicampakkan? Hebat sekali.

“Aku sudah menghubungi keluarganya. Terima kasih telah membawanya ke rumah sakit,” ucap wanita itu lagi.

Siwon menghela nafas dan masih memperhatikan wanita dihadapannya. Siwon merasa kalau wanita itu sama sekali tidak kasihan dengan kondisi Kyuhyun saat ini, terlebih Kyuhyun masuk rumah sakit karena dirinya. Wanita dengan ego yang besar, tentu saja adalah yang terburuk.

“Tidak masalah. Kurasa dia juga akan berterima-kasih padaku nanti. Kau tidak ada kepentingan apapun lagi, bukan? Pergilah, aku yakin kau juga tidak ingin berlama-lama di sini. Kau datang karena pihak resort yang memberitahumu, bukan?”

Wanita itu tidak menunjukkan reaksi kesal atas ucapan Siwon. Siwon tersenyum miris, sekilas Siwon melirik pada Kyuhyun. Benar-benar dengan ego yang besar, Kyuhyun seharusnya kau senang putus darinya.

“Aku memang berencana kembali ke Seoul. Tapi melihat kondisinya sekarang…”

“Kau tidak mungkin merasa bersalah, bukan? Oh, ayolah, jangan bersikap seolah-olah kau peduli padanya,” ucap Siwon memotong ucapan wanita tersebut.

Wanita itu mengernyit. “Apa maksudmu?”

“Jika kau peduli padanya, seharusnya kau yang menemukannya terlebih dahulu di lapangan penuh salju semalam dan bukannya orang asing seperti diriku. Kau mungkin mantan kekasihnya, tapi kau sama sekali tidak mempunyai belas kasihan sebagai manusia. Aku membenci wanita seperti dirimu yang mempunyai ego besar dan menganggap seluruh dunia akan takluk padamu. Percayalah mona, mantan kekasihmu akan berterima-kasih padamu suatu hari nanti karena hidupnya tidak menderita lagi,” ucap Siwon.

Well, Siwon sendiri tidak tahu kenapa dia bisa bicara seperti itu. Terlebih pada seseorang asing. Shit, aku membela orang asing. Hebat sekali Choi Siwon.

“Woah, ini pertama kalinya aku mendengarmu bicara seperti itu, Siwon!” seru Changmin yang baru saja datang dengan membawa sebuah tas besar yang kemungkinan besar berisi pakaian untuk Siwon dan Kyuhyun -mungkin.

Siwon memutar bola matanya. Changmin datang pada waktu yang tidak tepat. Changmin akan terus membicarakan hal ini hingga berbulan-bulan kemudian, bahkan lebih buruk pada seluruh anggota keluarga.

“Pergilah, Nona. Mantan kekasihmu akan kami urus. Lagipula keluarganya akan segera ke sini, bukan?Jadi kehadiranmu tidak dibutuhkan lagi,” tukas Siwon dengan nada dingin.

Wanita itu tanpa protes langsung keluar dari kamar rawat. Dan Changmin menyeringai pada Siwon. Ia menaruh tas besar itu di sofa. “Kau benar-benar jahat sekali pada wanita, ya. Bagaimana kau menikah nanti, eoh?”

Siwon kembali ke sofa. “Siapa peduli dengan wanita.”

Changmin mengernyit. “Hey, apa kau baru saja mengakui secara terselubung kalau kau sebenarnya gay?”

“Memang kenapa kalau aku gay, eoh? Bukan berarti dunia akan hancur saat ini juga,” sahut Siwon santai.

Changmin mendengus dan melemparkan pakaian untuk Siwon. “Kau benar-benar tidak mau hidup ya? Kau itu seorang Choi. Tapi aku tidak akan keberatan jika kau benar-benar gay.”

“Kenapa?”

“Itu artinya aku akan menjadi pria idaman para wanita. Setelah banyak wanita patah hati setelah mendengar pernikahan Yunho hyung dulu dan sekarang kau menjadi gay, satu-satunya harapan mereka adalah diriku. Lagipula Taemin masih terlalu muda. Hehehehe…”

Siwon tertawa. “Tch, kau terlalu percaya diri, Shim Changmin.”

“Ohya, pihak resort sudah menghubungi keluarganya. Kemungkinan mereka datang siang ini,” ucap Changmin.

Siwon hanya menggumam. “Ah, satu lagi. Sore ini kita perlu meeting. Mengenai event khusus yang ingin kau hilangkan kemarin. Well, kita sudah mendapat satu korban, jadi sepertinya memang perlu dipertimbangkan lagi.”

Siwon memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. Fasilitas event khusus itu adalah ide yang bagus, tapi jika situasinya berbalik menjadi seperti yang dialami Kyuhyun, maka itu adalah bencana bagi resort. Sepertinya memang harus dihapuskan.

Changmin memperhatikan ekspresi Siwon yang terus memandangi Kyuhyun dengan lekat. “Waeyo? Kenapa kau serius sekali memandanginya? Kau tertarik dengannya?!!”

Siwon mendesis jengkel pada Changmin. “Hey, jangan bercanda. Undur meeting itu sampai malam ini.”

“Eoh? Kenapa? Apa kau masih ingin menjaganya? Choi Siwon, kau benar-benar tertarik dengan pria?!!!”

“Tutup mulutmu, Shim Changmin.”

*****

Siwon membalik dokumen yang tengah dibacanya ketika pria yang terbaring di tempat tidur mulai sadarkan diri. Siwon menarik nafas dan menaruh dokumen itu di meja dan berjalan mendekati tempat tidur. Siwon memperhatikan Kyuhyun berusaha untuk membuka matanya.

“Kau baik-baik saja, Kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. “K-kau…”

“Jangan bicara dulu. Aku akan memanggil dokter terlebih dahulu, okay.”

Kyuhyun menggeleng. Siwon mengernyit. “A-aku… ingin kembali tidur saja,” ucap Kyuhyun dengan pelan.

Siwon menghela nafas. Kemudian ia menyentuh kening Kyuhyun dan masih terasa dingin. Sepertinya suhu tubuhnya belum kembali normal. Perlahan Kyuhyun memejamkan mata kembali. Ia merasa nyaman dengan sentuhan hangat Siwon. Well, walaupun mereka adalah orang asing, tapi Kyuhyun menyukai keberadaan Siwon.

Siwon menarik tangannya setelah Kyuhyun tertidur lagi. Ia menghela nafas panjang. “Cho Kyuhyun. Sepertinya kau pria yang menarik. Tapi juga sangat bodoh.”

 *****

NOTE: Berbeda dengan prolog yang pernah aku posting tahun lalu(?) yang kini sudah dihapus (hehehehehe…), Scarface perdana publish!!! kekekeke… kupikir ini masih terlalu… absurd? entahlah, aku gak tahu. Yah, pokoknya begini ajah part satunya. part dua sedang dikerjakan. Dan semoga cerita ini gak berakhir klise dan absurd seperti ceritaku yang lain. Epilog Only One kapan-kapan kalau sempet nulis. Hehehehe…

Advertisements

71 thoughts on “[SF] Scarface Part 1

  1. Nah loh. Belum apa2 aja Siwon udah bela2in mau jagain Kyuhyun yang notabene-nya adalah orang asing. Pasti ada apa2nya tuh.

    Bodohnya Kyu, kenapa mau aja dicampakan sama mantan kekasihmu? Tapi untung juga dicampakan, dengan begitu Kyu jadi ketemu deh sama Siwon. Dan sepertinya akan jadi cerita yang panjang sekaligus menarik.

    Aku suka sama karakter Siwon yang dingin plus ‘nggak suka wanita’ disini. Juga latar belakang pertemua Siwon dan Kyuhyun, yang awalnya Kyuhyun cuma sebagai perantara antara Ahra sama Siwon. Aaahhh, pasti seru deh.

  2. Hai….
    Aq reader baru d blog ini

    Kasian bgt kyuhyun udh setia nungguin tuh cewek eh pas dilamar malah minta putus…
    Tp gak apa2 sih. Malah bagus jd kan wonkyu bisa bersatu…

    Next read next chap

  3. *prokprokprok!* keprok yang keras!! ;;) Ceritanya menarik,aku sukaa <3<3
    Disini siwondad jdi bener2 dingin dan cuek,ngga mlirik dikit aja ke kyu -__- wkkwkwk tapi akhirnya psti jadi kok :v
    Tega amat pacarnya kyu? Awas ente,bkalan nyesel nyampakin momkyu *gigitpalanye* (-___-)

  4. salam kenal reader baru disini atau udah pernah kesini aku juga lupa hahahaha

    woww abang siwon kau menakutiku dengan sikapmu itu
    masih normalkan kamu bang
    menarik banget ceritanya

  5. Maafkan saya yang baru baca Scarface chapter 1 sekarang padahal udah dari taun lalu ya. Kemana aja saya ya hehehehe but better late than never, right?! Padahal ceritanya menarik banget.
    Kyu ternyata di awal cerita ini straight ya, terus gimana nanti, apa jadi belok? Kalo Siwon masih abu2 ya hehehehe
    Pak Boss belum apa2 udah ngasih perhatian aja ma Kyu keren deh. Tuh kalo dipikir-pikir si Haesa keterlaluan juga ya, emangnya si Kyu mind reader apa sampe di-php-in gitu. Kalo mau ya bilang mau, kalo engga ya bilang engga dari dulu. Kan kasian si embul padahal dia udah rela nunggu lama terus udah nyiapin segalanya. Ah dasar.

  6. Kyu yg sabar aj ya,, mungkin stelah ini kmu nemui cinta yg baru dan orang itu siwon oppa,,,
    Siwon oppa knpa dingin bgt sih smpai gak mlirik kyu,,
    Hahhhssss jinjja,,
    Tp q rada sdikit bingung ini ff wonkyu kan ?????

  7. hai..salam kenal..pembaca baru
    brsn dpt link blog d fb yg chap 27..dan sepertinyavmenarik jd aq niat baca dr awal…stelah baca…ehhh kayaknya aq pernah baca…duluuuuu bgt…dan cuma chap 1 ini..
    jadi ijin baca yaa da awal

  8. Hoo, smpet susah cari part 1 nya, tp akhirnya nemu jg. . kkk~

    Ceritanya seru kayaknya, kyu ma won mun emang bner2 jodoh. . heee
    Untung jga si haesa gak nrima kyu, tp haesa minta di begal. . 😠😠😠
    Kalo mang gak suka, ngapain kyu dauruh nunggu. . kasian kyu jdi korban PHP. . wkwkwwkwk *poorkyu* 😢😢

  9. Haloooo~
    Aku member baru 😀
    Fanfictnya seruuuu…. Keren!
    Mulai ada benih benih cinta diantara WonKyu, kkkk…
    Ijin baca kelanjutannya 😉

  10. Udah tau cerita ini dari lama tapi baru sekarang bener2 baca krn niatnya mau nunggu sampe end biar bacanya bisa ampe tuntas tapi karena rasa kekepoam yg terlalu tinggi dan spoiler2 dr temenku akhirnyaa baca. Haha

    Waaa ceritanya sepertinya menarik. Mantannya kyuhyun jahat abiz gaada peri kemanusiaan tsk *lebay wkwk* dan makasih siwon udah nyelametin kyu ^^

  11. annyeong chingu…
    aq new member ni, mau ijin baca
    soal nya baru tau wordpress ni, ini aj di kasih tau temen

    jadi ijin baca ya admin😊

  12. Menarik….
    Mskipun awal pertemuan mrk kesannya kurang baik tp utk pertemuan kedua mrk sprtnya ada kesan tersendiri buat mrk

  13. Menarik….
    Meskipun awal pertemuan wonkyu kurang baik tapi dipertemuan kedua mrk sprtnya membuat kesan tersendiri buat mrk

  14. Maunya siwon apa coba di jodohin ga mau,alasanya ?
    Kasian kyuhyun nunggu pacarnya 4 thn malah di sia siain
    Mungkin dengan kejadian ini siwon n kyuhyun dekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s