[SF] Only One Part 21

Only One by Sucii Cho

[Part 21]

 

Siwon melepaskan seatbelt yang menjaga tubuhnya, sedangkan Kyuhyun yang duduk di kursi sebelahnya menatapnya dengan lekat. Sepanjang perjalanan menuju rumah Siwon, tidak ada dari mereka yang berbicara. Kyuhyun hanya menyetir dengan menggenggam erat kemudi. Setelah dua tahun, ini adalah sebuah awal dari akhir. Siwon dan Kyuhyun sendiri tidak bisa melakukan apapun untuk merubahnya. Kalaupun bisa dirubah, itu tidaklah sama seperti sebelumnya. Jadi, mereka tidak akan melakukan apapun dan membiarkan semuanya terjadi apa adanya.

Setelah Siwon memanjat keluar dari mobilnya, Kyuhyun agak menunduk dan menghela nafas berat. Mereka memang akan berpisah secara pelan-pelan, tapi rasanya sudah sangat canggung. Kyuhyun kemudian melihat jemarinya. Cincin pemberian Hyunsa kembali melingar pada jarinya. Itu pun karena Siwon yang meminta untuk tidak melepasnya hinga mereka benar-benar berpisah nanti.

Kyuhyun memejamkan matanya untuk beberapa detik lalu mengangkat kepalanya lagi dan bersiap untuk melajukan mobilnya. Tapi kemudian ia mendengar suara ketukan. Kyuhyun menoleh dan menurunkan jendela mobilnya.

Siwon tersenyum tipis dan sedikit menunduk. “Terima kasih mengantarku pulang. Sampai bertemu di kantor, sayang.”

Siwon lalu mengecup bibir Kyuhyun dan bergegas masuk kedalam rumah. Meninggalkan Kyuhyun yang terdiam. Kyuhyun menyentuh bibirnya. Ciuman itu memang bukan yang pertama, tapi entah mengapa Kyuhyun merasa itu adalah yang terakhir.

*****

Hyunsa memperhatikan Siwon yang sedang mengambil air minum dengan lekat. Gadis itu mungkin memperkirakan beberapa hal, tapi Hyunsa bukanlah seorang peramal. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan ayah dan kekasih ayahnya tersebut, tapi Hyunsa tidak ingin mendesak Siwon untuk bicara.

“Dad, sudah makan malam?” tanya Hyunsa akhirnya.

Siwon meneguk habis air yang dituang kedalam gelas lalu menatap putrinya dengan lekat. Siwon tersenyum dan mengangguk. “Sudah, kami makan bersama sebelum pulang.”

“Oh, baguslah. Aku akan ke kamar,” Hyunsa lalu beranjak meninggalkan dapur, sampai Siwon memanggilnya kembali.

Hyunsa mengernyit bingung. “Waeyo?”

“Kita temui Eomma-mu, ne? Kita pergi ke Gwangju malam ini.”

*****

Songjoo meletakan garpu dan pisau yang ditangannya. Beliau menatap kakak perempuan yang sedang lahap menghabiskan makan malamnya dengan lekat. “Noona, bertemu mereka?”

Sunghee mengangguk. “Woon tidak buruk. Pekerjaannya baik dan dia benar-benar serius pada Jungsoo. Kurasa tidak ada salahnya membiarkan mereka memilih jalan hidup mereka sendiri.”

“Tapi, noona? Di agama kita…”

Sunghee menatap adiknya. “Setiap agama memang melarangnya, Songjoo. Tidak ada pembenaran dari agama manapun mengenai apa yang mereka lakukan –atau putramu lakukan. Tapi, aku percaya Tuhan telah menggariskan jalan hidup mereka dan tidak ada yang bisa mencegah hal itu terjadi. Mereka mungkin bisa saja berpisah dan memilih untuk hidup normal. Menikah dengan seorang wanita, mempunyai anak, tapi apakah mereka akan menikmati hidup mereka dengan membohongi perasaan mereka sendiri? Aku rasa tidak.”

“Songjoo, kita sudah tua. Aku bahkan sudah tujuhpuluh tahun lebih. Begitu juga denganmu. Di usia kita sekarang ini, sangat sulit untuk mengatur kehidupan anak-anak kita sesuai apa yang kita inginkan. Jadi, biarkan saja,” tutur Sunghee lagi.

Songjoo menghela nafas dan kembali melanjutkan makan malamnya. “Tapi noona sama sekali tidak terlihat berusia tujuhpuluh tahun lebih. Wajahku bahkan terlihat lebih tua dari usiaku sebenarnya.”

Sunghee tertawa kecil. “Benarkah? Mungkin itu karena diet sehatku selama tigapuluh tahun terakhir. Aku sudah membujukmu untuk melakukan yang sama. Kini kau menyesal, bukan?”

“Diamlah, noona. Makan saja.”

*****

Sisa akhir pekan benar-benar hari terburuk bagi Kyuhyun. Walaupun keluarganya kembali berkumpul dan menjadi utuh, tapi Kyuhyun merasakan kekosongan yang besar. Setelah pertemuan Sabtu, Kyuhyun dan Siwon tidak saling berkomunikasi hingga pagi ini. Kyuhyun sangat merindukan –calon mantan– kekasihnya tersebut.

Kyuhyun menghela nafas dan bersiap untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Sampai Donghae datang dan tersenyum sebagai sapaan. Tapi yang membuat Kyuhyun bingung adalah Donghae langsung memasuki ruangan Siwon. Tak lama Donghae keluar dan menutup pintu dengan rapat.

“Er, Donghae-sshi, apa dokumen tadi untuk Choi Sajangnim?”

Donghae mengangguk. “Ne. Kemarin Siwon menghubungiku untuk beberapa dokumen langsung menaruh di meja kerjanya. Dia akan mengeceknya besok atau Rabu.”

“Besok? Hari ini Choi Sajangnim tidak masuk bekerja?” tanya Kyuhyun bingung.

“Kau tidak diberitahu? Siwon dan Hyunsa pergi ke Gwangju untuk pergi ke makam Nahyun. Mungkin baru pulang sore ini atau besok,” tutur Donghae yang memperhatikan ekspresi Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa. “Jadi, kau benar-benar tidak diberitahu?”

Kyuhyun menggeleng. “Tidak. Dia bahkan tidak menghubungiku sejak Sabtu kemarin,” gumamnya pelan.

“Kau bicara apa, Kyuhyun?”

Kyuhyun kembali menggeleng dan tersenyum tipis. “Choi Sajangnim tidak mengatakan apapun. Tapi beliau hanya pergi beberapa hari dan tidak ada meeting penting. Jadi, kupikir beliau sudah memperkirakan hal ini sebelumnya.”

“Oh. Ohya, karena Siwon tidak ada, bagaimana kalau kita makan siang bersama? Hari ini aku dan Ryeowook akan bertemu dengan Heechul. Ikut saja dengan kami, otthe?” ujar Donghae.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

*****

“Borderline apa? Ah, aku tidak paham dengan istilah psikologis seperti itu,” tukas Donghae yang kembali melahap lasagna pesanannya.

Heechul menarik nafas dan sedikit melirik pada Kyuhyun yang hanya diam tapi terus menghabiskan makan siangnya. “BPD. Aku juga tidak mengerti, tetapi dokter Song cukup yakin dengan diagnosanya. Hyunsa akan melanjutkan terapinya dengan ditemani Siwon atau Jungsoo. Dokter Song perlu partisipasi orang-orang terdekat Hyunsa untuk membantu gadis itu.”

“Tapi apa bisa sembuh? Kudengar penyakit psikis cukup sulit disembuhkan,” tutur Ryeowook dengan cemas. Terlebih dengan masalah yang muncul saat ini, sepertinya untuk proses penyembuhan Hyunsa akan semakin sulit.

“Tidak ada jaminan Hyunsa bisa sembuh, tapi kita bisa berusaha,” jawab Heechul singkat. Kini ia benar-benar menatap Kyuhyun dengan lekat. “Kau juga bisa membantu Hyunsa, Kyuhyun.”

Sontak seluruh perhatian tertuju pada Kyuhyun yang sama sekali tidak memberikan komentar apapun. Oh, bahkan dia hanya bicara saat mengucapkan pesanan makan siangnya saja. Kyuhyun seperti berada diluar lingkaran obrolan Heechul, Donghae dan Ryeowook atas Hyunsa. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap ketiga orang tersebut. “Aku tidak akan bisa membantu apapun untuk Hyunsa,” ucapnya.

“Waeyo?” tanya Ryeowook terlebih dahulu sebelum Heechul.

Kyuhyun menarik nafas dan menatap piring makan siangnya. “Kami dalam proses berpisah.”

Ketiga orang itu mengernyit. Donghae bahkan terlihat seperti orang bodoh karena ia benar-benar tidak tahu apa maksud ucapan Kyuhyun barusan. Sedangkan Heechul kembali menghela nafas sembari menyandarkan punggungnya.

“Kau serius?” tanya Heechul. Kyuhyun hanya mengangguk.

“Kalian benar-benar akan berpisah? Karena Hyunsa?” kembali Ryeowook yang melempar pertanyaan karena Donghae masih mencerna informasi yang baru saja diterimanya.

“Tidak sepenuhnya karena Hyunsa. Kami…”

“Oh, please! Tentu saja karena Hyunsa!” seru Heechul.

“Ye?!!” teriak Donghae agak keras. Sepertinya dia baru mengerti dengan perbincangan saat ini. Ryeowook yang sedikit jengkel memukul lengan Donghae.

Kyuhyun menghela nafas dan tersenyum tipis. “Well, kami sudah pernah membicarakan mengenai ini. Kurasa tidak akan menimbulkan masalah –lagi.”

Heechul mendecih. “Tch, yang benar saja. Kurasa aku tahu kenapa tiba-tiba Siwon pergi ke Gwanju. Jika kau pikir, perpisahan adalah jalan terbaik. Kau ada benar dan salah, Kyuhyun.”

“Heechul-ah, kini aku tidak bisa mengerti dengan ucapanmu barusan,” tukas Donghae.

Ryeowook akhirnya mendesah nafas juga. “Perpisahan adalah jalan benar karena Siwon memilih putrinya. Tetapi kau salah jika berpikir hal itu tidak akan berdampak apapun bagi Siwon. Atau pun Hyunsa,” ujarnya.

Donghae menatap Ryeowook. “Wook-ah, kau bisa membaca pikiran Heechul? Woah, daebak!!”

“Intinya adalah hubungan kalian bagaikan madu dan racun pada saat yang bersamaan,” tukas Heechul.

Kyuhyun tidak bisa memberikan komentar apapun lagi. Kini ia malah mengalihkan perhatiannya pada makan siangnya. Berusaha menulikan pendengarannya dan mematikan kerja otaknya agar tidak mengulang setiap perkataan Heechul atau Ryeowook baru saja.

*****

Siwon menatap sendu pada gundukan tanah yang ditutupi oleh rumput yang mulai menguning. Itu adalah rumah terakhir bagi jasad mendiang Nahyun yang pergi dengan membawa banyak duka. Siwon tidak ingat kapan terakhir kali dia kesini, karena dia terlalu sibuk bekerja. Padahal saat ini hanya berselang lima tahun dari kematian istrinya. Siwon menghela nafas dan berusaha untuk tersenyum. “Senang bisa berkunjung lagi, Nahyun. Maaf, jika aku terlalu sibuk hingga tidak sempat mengunjungimu.”

Siwon kemudian menoleh kearah Hyunsa yang sedang menelepon Jinho untuk memastikan absensi sekolah dan mengenai latihan. Lalu Siwon kembali terfokus pada mendiang istrinya. “Kau pasti tahu bahwa aku kembali jatuh cinta, bukan? Apa kau senang karena aku menemukan kebahagiaanku? Atau kau merasa sedih karena kebahagiaanku malah menyakiti putri kita? Ah, bodohnya aku! Tentu saja kau akan memakiku habis-habisan karena menyakiti putri tunggal kita. Walaupun aku tidak bisa memakimu karena kau jelas-jelas yang melukainya pertama-kali. Entah aku yang bodoh, atau aku telah dibutakan oleh cintaku padamu,” tuturnya lagi.

“Nahyun-ah, tapi kau juga merasa senang karena aku tidak tenggelam dalam kesedihanku karena pengkhianatanmu, bukan? Jika tidak, kau benar-benar wanita yang sangat egois. Lee Nahyun, kau benar-benar wanita jahat. Aku heran kenapa aku sangat tergila-gila padamu selama kita di sekolah. Aku bahkan membangkang pada ayahku sendiri karenamu. Dan aku melakukannya lagi untuk Kyuhyun.”

“Ne, orang yang membuatku bahagia kini adalah Kyuhyun. Tapi dia juga orang yang membuatku menyakiti putri kita. Jika kau berada di posisiku –ah, salah, kau pernah berada diposisiku– apa keputusanmu, Nahyun? Apa kau akan tetap mengejar kebahagiaanmu walaupun itu artinya kau melukai Hyunsa? Apa kau akan berhenti bertemu dengan kekasih gelapmu demi Hyunsa? Apa kau akan tetap hidup jika kau berhenti menjadi egois? Demi Hyunsa, putri kita.”

Suara Siwon kini seperti tercekat. Pria itu berusaha untuk mengendalikan emosinya sendiri. Jika ia terlihat lemah dihadapan Hyunsa, maka dia tidak akan berani menatap anaknya sendiri. Bagaimana bisa ia mengkhianati putrinya demi orang lain? Demi Cho Kyuhyun? Seorang pria muda yang begitu dicintainya selain Hyunsa. Oh, Siwon kembali berpikir egois.

“Nahyun-ah, kau memilih Hyunsa, bukan? Kau akan tetap memilih putri kita, ‘kan? Malam itu kau sebenarnya ingin mengakhiri hubungan kalian, iya kan? Kau sudah berjanji pada Hyunsa untuk memulai kehidupan kita dari awal. Kita akan melupakan masalah itu dan akan terus hidup bahagia. Ta-tapi…”

Siwon memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Setelah merasa cukup tenang, Siwon kembali menatap makam mendiang istrinya. “Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama denganmu, Nahyun. Aku akan memilih Hyunsa. Aku memilih kebahagiaan putriku. Ne, Hyunsa adalah putriku. Dia bukan putrimu, atau putri kita. Choi Hyunsa adalah putri Choi Siwon, bukan putri Lee Nahyun.”

Tanpa Siwon sadari, Hyunsa mendengar apa yang diucapkannya. Gadis itu merasa apa yang menjadi keputusannya adalah kesalahan, karena Siwon terlihat begitu menderita. Tapi Hyunsa tidak bisa mundur. Ia tidak bisa menarik ucapannya dan beralih mendukung hubungan Siwon dengan Kyuhyun. Hyunsa hanya menginginkan kebahagiaannya, walaupun ia harus menjadi egois –sama seperti ibunya. Hyunsa menghela nafas dan perlahan mendekati Siwon. Kemudian ia memeluk pinggang Siwon dan menenggelamkan wajahnya dipunggung ayahnya. Siwon sedikit tersentak tapi ia tidak melepaskan pelukan Hyunsa.

“Aku sayang Daddy,” ucap Hyunsa.

Siwon tersenyum. “Daddy juga sayang Hyunsa. Kita pulang ke Seoul sekarang? Atau kau ingin berlibur beberapa hari lagi?”

Hyunsa lalu melepaskan pelukannya dan membiarkan Siwon berbalik untuk menatapnya. Siwon masih tersenyum dan mengusap kepalanya dengan lembut. “Aku mau pulang. Jinho bilang pelatih tidak bisa memberikan ijin lebih lama. Kami harus bersiap untuk pertandingan.”

“Hey, kau itu sedang cidera. Untuk apa kau tetap datang ke latihan, eoh? Istirahat dan fokus beberapa minggu untuk pemulihanmu, sayang. Atau Daddy bicara sendiri pada pelatihmu?”

Hyunsa menggeleng. “Tidak perlu. Cideraku sudah membaik, jadi kurasa aku bisa ikut latihan seperti biasanya. Walaupun sebagai pemain cadangan, aku harus tetap menjaga kemampuanku, bukan? Aku tidak mau kehilangan gelar pemain terbaikku tahun ini.”

“Baiklah. Terserah apa katamu, sayang. Kita akan pulang setelah berpamitan pada kakek dan nenekmu, ya.”

*****

Jinho mengetuk pintu kamar Kyuhyun dan membukanya perlahan. Ia melihat Kyuhyun sedang sibuk dengan dokumen yang dibawa pulang olehnya. Jinho menarik nafas lalu menghampiri kakak lelakinya. “Hyung..”

Kyuhyun sedikit mendongak untuk melirik Jinho lalu kembali pada pekerjaannya. “Waeyo, Jinho-ah?”

“Kalian ada masalah? Maksudku, hyung dan ayah Hyunsa.”

Kyuhyun tersentak mendengar ucapan Jinho. Kini ia bertanya-tanya apakah Hyunsa yang mengatakan hal itu pada adiknya? Karena Siwon mungkin menceritakan bagaimana status hubungan mereka pada putrinya. Well, itu bisa saja terjadi.

Kyuhyun menarik nafas dan memaksakan untuk fokus pada dokumennya. “Tidak. Masalah apa yang kau maksud, Jinho?” Kyuhyun menahan diri untuk tidak ketahuan berbohong.

“Jika hyung berpikir Hyunsa memberitahuku, maka hyung salah. Kau lupa kalau kita adalah saudara? Aku mengenal siapa kakakku. Dan yang berada di kamar ini, memeriksa dokumen kantor dan berbicara kebohongan denganku, bukanlah Cho Kyuhyun yang kukenal. Walaupun kau tidak pernah mengatakannya, tapi aku bisa merasakannya. Hyung, mungkin kau bisa tersenyum dihadapan Appa dan Eomma tapi kau tidak bisa membohongiku,” tutur Jinho.

Kyuhyun meletakkan pulpen ditangannya dan menatap Jinho dengan lekat. Ia tersenyum tipis. “Berapa usiamu, eoh? Jinho-ya, jangan memikirkan hyung. Pikirkan saja masa depanmu. Apa kau sudah memutuskan memilih universitas mana? Kau juga perlu bersiap untuk ujian masuk tahun depan. Turnamen tahun ini adalah pertandingan terakhirmu, bukan?”

“Aku mendapatkan tawaran beasiswa bisbol dari Amerika. Jika pada turnamen kali ini aku bermain cukup bagus, mereka akan mempertimbangankannya. Hyunsa juga menerima tawaran yang sama,” jawab Jinho datar.

Kyuhyun kembali terdiam, namun ia tersenyum kembali. “Benarkah? Itu bagus sekali. Sekarang keluarlah. Ada banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan, eoh.”

*****

Siwon keluar dari lift dengan tarikan nafas panjang. Kemudian ia berjalan menuju ruangannya. Siwon hanya berharap Kyuhyun belum datang bekerja. Namun, hal itu sepertinya sulit terjadi. Kyuhyun adalah tipikal pegawai yang rajin. Dia akan datang sebelum Siwon atau mereka akan bertemu di lobby atau lift. Jadi, pagi ini pun Siwon sudah melihat Kyuhyun berada di meja kerjanya dengan fokus dengan beberapa dokumen sembari menyesap kopi –mungkin, Kyuhyun jarang meminum kopi. Siwon menarik nafas lagi dan mendekati meja kerja sekretarisnya –Siwon tidak mungkin mengatakan calon mantan kekasihnya, bukan? Itu terdengar kejam. Mereka belum putus hubungan, saat ini.

Kyuhyun menyadari kedatangan atasannya. Ia meletakan gelas itu dan menatap Siwon. Tapi ia mengernyit ketika Siwon meletakkan sebuah kotak berwarna hitam dihadapannya.

“Untukmu,” ucap Siwon singkat yang kemudian langsung masuk kedalam ruangannya.

Kyuhyun menatap kotak tersebut sebelum membukanya dan menjadi tertegun. Kyuhyun menghela nafas dan menutup kotak tersebut. Ia lalu mengambil beberapa dokumen dan membawanya ke ruangan Siwon.

Kyuhyun masuk setelah beberapa kali ketukan dan menaruh dokumen-dokumen itu diatas meja kerja Siwon. “Dokumen final dari Jepang dan Taiwan. Selain itu, hari ini anda mempunyai pertemuan singkat dengan pimpinan Haesan Industry sebelum jamuan makan malam dengan beberapa pimpinan perusahaan lain. Untuk meeting besok, apakah perlu dikonfirmasi lagi?”

Siwon mengangguk sembari memeriksa sekilas dokumen yang dibawakan Kyuhyun. “Pastikan team Direktur Kim sudah menyiapkan presentasi finalnya.”

Kemudian Siwon mengangkat kepalanya dan bertatap langsung dengan Kyuhyun. “Bagaimana? Kau menyukainya?”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Penanya sangat bagus. Tapi apa tidak terlalu mewah? Aku hanya Sekretarismu, Sajangnim.”

“Itu hadiah, Kyuhyun. Dan aku selalu menginginkan yang terbaik untuk dirimu,” tutur Siwon.

Apakah perpisahan kita juga yang terbaik, hyung? Untuk diriku?

Kyuhyun masih tersenyum dihadapan Siwon. Ia tidak menunjukkan betapa tersiksanya ia karena terlalu merindukan Siwon dan Kyuhyun tidak mempunyai keberanian untuk menghubungi kekasihnya terlebih dahulu. Kyuhyun bahkan tidak bisa bertanya apa alasan Siwon pergi ke Gwangju dan sama sekali tidak memberitahunya. Mereka masih kekasih, bukan? Ataukah Siwon sudah mulai beradaptasi untuk perpisahan mereka? Kalau begitu, Kyuhyun mungkin juga harus melakukan hal yang sama.

“Baiklah, terima kasih atas hadiahnya, Sajangnim. Aku akan memastikan meeting besok pada Direktur Kim,” kemudian Kyuhyun sekilas menunduk dan beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

Siwon memandang punggung Kyuhyun yang mulai menjauh darinya. Besar keinginannya untuk memanggil Kyuhyun berbalik dan memeluknya, tapi Siwon tidak bisa melakukannya. Tidak, setelah ia berusaha keras untuk tidak menghubungi kekasihnya selama dua hari. Siwon merasa makin bersalah pada kekasihnya saat ia melihat kesedihan dari sorot mata Kyuhyun walaupun ia tersenyum. Siwon tidak sedang menghindari kekasihnya, tapi ia hanya mencoba belajar untuk jauh dari Kyuhyun. Karena Siwon tidak tahu apakah ia bisa bertahan jika mereka sudah berpisah nanti. Jadi, dia hanya ingin mempersiapkan diri. Dan suara pintu yang tertutup menyadarkan Siwon bahwa ia sudah sendirian di ruangannya.

*****

Jinho meletakkan baki makan siangnya dengan agak kasar dan membuat Hyunsa mendongak untuk menatapnya. Hyunsa menghela nafas pendek. Rasanya ia tahu kenapa sahabatnya bersikap dingin. Well, sejak pagi Jinho sudah mendiamkan Hyunsa. Tapi gadis itu cukup mengetahui alasan dibalik sikap Jinho padanya. Itu bukan hal baru karena Jinho terlalu menyayangi dan melindungi Kyuhyun. Oh, Jinho bahkan selalu membanggakan Kyuhyun dihadapan teman-teman lain.

“Jika kau berpikir hanya kakakmu saja yang perlahan hancur, maka kau salah. Daddy-ku lebih parah. Pagi ini dia bahkan tidak minum kopi,” tukas Hyunsa.

Jinho menatap mangkuk nasinya. “Lalu apa kau tetap bertahan pada keputusanmu? Kau tidak akan memberikan restu?”

Hyunsa menghela nafas dan meletakan sumpitnya. Kini ia marah pada sahabatnya. “Jinho-ya, kau pikir ini hal mudah bagiku? Oh, Tuhan! Jika ayahku dan kakakmu hampir gila, maka aku sudah menjadi gila. Aku bahkan membutuhkan seorang psikiater untuk memperbaiki diriku. Apa kau puas?!” seru Hyunsa keras yang bahkan terdengar oleh siswa lain di kantin.

Jinho menatap gadis itu dengan lekat. “Psi-psikiater? K-kau serius?”

“Yeah, bayangkan Choi Hyunsa, seorang pemain bisbol terbaik, membutuhkan bantuan psikiater. Oh, dia sepertinya sudah gila karena ayahnya dan juga tekanan dari team bisbolnya. Well, Choi Hyunsa memang sudah gila sejak Ibunya meninggal bersama dengan selingkuhannya sendiri. Kau puas? Cho Jinho!”

Hyunsa yang tidak memperdulikan tatapan dan bisikan dari siswa lain. Jinho yang masih duduk di meja tidak menunjukkan reaksi apapun. Jinho mungkin orang baru, tapi dia cukup mengenal Choi Hyunsa. Tapi apa yang baru saja dikatakan sahabatnya adalah kenyataan yang tidak pernah diketahuinya. Mungkin karena Hyunsa terlalu pandai untuk menyimpannya sendirian.

Jinho kini tahu bahwa Hyunsa adalah seorang gadis yang rapuh dan perlahan hancur kembali.

*****

Hyukjae menemukan Hyunsa sedang berlatih di lapangan dengan bantuan mesin pelempar bola. Setelah kejadian di kantin, Hyunsa tidak kembali ke kelas melainkan berlatih di lapangan bisbol. Hyukjae menghela nafas dan mendekati gadis itu.

“Cideramu akan makin parah jika kau memaksakan diri, Hyunsa. Kau belum sembuh, bukan? Hentikan menyiksa tubuhmu,” tutur Hyukjae.

Tapi Hyunsa hanya bergeming. Dia seakan menganggap Hyukjae tidak bersamanya. Hyunsa masih memukul bola yang terlempar kearahnya. Walaupun seragam bisbolnya sudah basah oleh keringat, tapi Hyunsa belum berhenti.

“Choi Hyunsa, hentikan! Ini perintah dari pelatihmu,” ucap Hyukjae tegas.

Tidak ada tanggapan apapun. Malah Hyunsa semakin meningkatkan kekuatan untuk memukul bola-bola yang terlempar padanya. Hyukjae mendesah jengkel. Kemudian ia berjalan menuju mesin pelempar dan mematikannya lalu kembali menghampiri gadis itu. Hyunsa menatap Hyukjae dengan kesal lalu melemparkan bat bisbolnya ke tanah dan beranjak meninggalkan lapangan. Tapi tiba-tiba Hyukjae malah memeluknya dari belakang. Hyunsa cukup terkejut dan berusaha untuk melepaskan diri, tetapi Hyukjae keras kepala.

“Jangan melawan. Kau mungkin tidak pernah menganggapku, tapi untuk kali ini saja tolong jangan melawan,” ucap Hyukjae.

Gadis itu terdiam dan membiarkan pelatihnya itu. Hyukjae tersenyum tipis dengan reaksi Hyunsa. “Tapi jangan menyalah-artikan hal ini, okay?” godanya yang disambut oleh tusukan siku Hyunsa diperutnya.

Hyukjae meringis. “Hanya bercanda, nona Choi. Jangan kasar pada pelatihmu.”

Hyunsa sampai saat ini belum mengucapkan sepatah kata apapun. Harus diakui olehnya, pelukan Hyukjae cukup menenangkan dirinya. Hyunsa menarik nafas perlahan dan menunggu Hyukjae mengatakan sesuatu lainnya.

“Kau cukup berani dengan mengatakan hal itu dihadapan banyak orang. Jika aku berada di posisimu mungkin aku akan menyimpannya sendirian hingga mati. Aku tidak mengatakan bahwa itu adalah sebuah aib, tapi itu adalah lukamu. Jika kau membukanya, maka lukamu akan semakin parah. Lima tahun kau cukup berhasil untuk berusaha menyembuhkan luka itu, tapi kini luka itu malah bertambah parah. Apa kau kesakitan saat ini? Hingga kau memilih menyiksa tubuhmu untuk melupakan rasa sakit itu? Apakah tindakanmu ini ada kaitannya dengan penyakit bipolar yang pernah kau katakan padaku?”

Hyunsa tidak berbicara. Hyukjae menghela nafas lalu melepaskan pelukannya dan berjalan kehadapan gadis muda Choi itu. Hyukjae menatapnya dengan serius. “Choi Hyunsa, apa benar kau baru berusia delapanbelas tahun? Jika ya, kenapa dirimu bersikap layaknya orang dewasa? Aku bukan bermaksud menasehati, tapi jalani hidupmu layaknya remaja usia delapanbelas tahun, Hyun. Aku tidak akan mencampuri masalah ayahmu dengan kekasihnya, tapi lakukan apa yang harus kau lakukan sebagai seorang anak. Lalu biarkan ayahmu menyelesaikannya selayaknya seorang yang dewasa. Mengerti?”

Hyunsa membalas tatapan Hyukjae lekat. “Sudah selesai bicaranya? Kalau begitu, aku pergi.”

Hyukjae menghela nafas pasrah. “Kau sepertinya akan mengabaikan ucapanku tadi.”

“Katakan alasan untuk apa aku harus menurutimu, Pelatih Lee?” sahutnya.

“Baiklah, terserah padamu. Sudah sana mandi. Kau bau keringat dan matahari,” tukas Hyukjae sambil mendorong tubuh Hyunsa.

Hyunsa mendecih lalu berjalan meninggalkan Hyukjae yang tidak bisa berbuat apapun. Hyunsa sudah terlalu jauh dalam jangkauannya, atau bahkan Hyukjae tidak pernah bisa masuk kedalam lingkaran Hyunsa.

*****

Jungsoo hampir tersedak karena ucapan Heechul. Woon bahkan tidak berkedip sedikitpun. Sedangkan Heechul masih sibuk menyesap kopinya dengan tenang. Hari ini, Heechul sengaja meminta Jungsoo datang ke rumah sakit untuk membicarakan mengenai terapi Hyunsa selanjutnya –berhubung Siwon tidak akan begitu tertarik mendengarnya. Jujur saja, Siwon masih setengah hati membiarkan Hyunsa mengikuti terapi itu. Bahkan ia juga belum mengetahui apa diagnosis dari dokter Song.

Jungsoo menatap Heechul dengan mata membulat. “Kau serius? Kyuhyun yang mengatakannya sendiri?”

Heechul mengangguk. Well, selain membicarakan mengenai Hyunsa, Heechul juga sedikit membahas keputusan Kyuhyun dan Siwon untuk berpisah. Dilihat dari reaksi Jungsoo dan Woon, keduanya belum mengetahuinya. Kemudian ia meletakkan cangkir kopinya. “Dia terlihat serius saat mengatakannya. Sekaligus sedih. Yah, mereka sudah bersama selama dua tahun. Bayangkan saja jika kalian berpisah setelah bertahun-tahun,” tukasnya.

Jungsoo sontak menatap Woon. Kekasihnya itu tersenyum dan menggenggam tangan Jungsoo dengan erat. “Jika aku harus meninggalkanmu, itu adalah pilihan terakhir, Soo.”

“Yeah, itu juga pilihan terakhir mereka,” sahut Heechul.

Jungsoo kembali menatap Heechul. “Hyunsa tidak mengatakan apapun padaku mengenai masalah itu. Oh, tunggu! Aku bahkan belum mendapat telepon darinya sejak Sabtu kemarin. Apa itu artinya dia bertindak dengan pemikirannya sendiri?”

“Sepertinya begitu. Hyunsa benar-benar seorang Choi yang tangguh,” tukas Woon.

Heechul mendesah. “Yeah, dia benar-benar generasi terbaru dari Choi. Hyunsa mungkin versi upgrade dari Choi Songjoo dan Choi Siwon yang digabungkan. Terlihat begitu kuat sekaligus rapuh.”

“Kita tidak bisa berbuat apapun? Untuk terapinya, mungkin?” tanya Jungsoo.

“Well, mungkin kita bisa membantunya menjadi lebih baik. Tapi untuk menyembuhkannya? Itu adalah hal lain. Selain itu, hanya Siwon dan mungkin Paman Songjoo yang memegang peranan terbesar dalam terapi Hyunsa. Kita hanya bagian dari dukungan,” jelas Heechul.

Woon menarik nafas dan melirik Jungsoo yang terlihat agak kecewa. Jungsoo adalah paman Hyunsa dan lebih sering meluangkan waktu untuk gadis itu. Tidak heran jika Jungsoo memang terlihat sangat concern terhadap masalah apapun yang berkaitan dengan Hyunsa.

“Soo, hentikan. Kau tidak mungkin terus terlibat dalam masalah Hyunsa. Kau bukanlah orangtuanya. Kau masih bisa membantunya, tapi tidak sebanyak yang kau mau lakukan untuknya. Dan mungkin kita harus mengadopsi seorang anak,” ujar Woon agak menggodanya.

Heechul tersenyum ketika Jungsoo menatap Woon dengan melotot. “Anak apa maksudmu?” seru Jungsoo.

“Yeah, mungkin mengadopsi anak itu adalah hal baik daripada kau selalu mengkhawatirkan Hyunsa. Siwon mungkin sangat terbantu, tapi mungkin juga merasa jengkel. Aku bisa membantu jika kalian mau mengadopsi anak?” tukas Heechul.

“Jangan mengodaku, Kim Heechul. Pikirkan saja bagaimana kau menikah. Orangtuamu juga terkadang meneleponku dan mengeluh mengenai dirimu.”

*****

Kyuhyun yang baru saja keluar dari lift berencana untuk menuju salah satu restaurant dekat perusahaan untuk membeli makanan untuk Siwon, tapi ia melihat Hyunsa sedang menunggu di lobby. Kyuhyun memandang gadis itu sebentar lalu menghampirinya. “Hyunsa,” panggilnya.

Hyunsa menoleh dan agak membungkuk pada Kyuhyun. Well, dia sedang berada di kantor dengan banyak orang yang akan memperhatikan. Jadi, Hyunsa berusaha bersikap wajar setelah hari Sabtu kemarin. Ia agak tersenyum.

“Kau ingin menemui Sajangnim? Langsung saja ke ruangannya,” tutur Kyuhyun sopan.

Hyunsa menggeleng. “Aku ingin menemuimu, Sekretaris Cho. Ada yang perlu kita bicarakan. Dan mungkin kantor bukan tempat yang tepat,” sahutnya.

Kyuhyun menatap gadis dihadapannya dengan serius. Ia lalu mengangguk kecil. “Baiklah, kita ke restaurant dekat sini saja. Aku juga perlu membeli makan siang untuk Sajangnim.”

Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan gedung tersebut.

*****

Kyuhyun kembali duduk setelah ia memesan take-out untuk Siwon. Ia menatap Hyunsa yang sedari tadi hanya memandangi makanan yang dipesannya. Kyuhyun menarik nafas pelan. “Kau terlihat pucat. Makanlah, nanti kau sakit.”

“Anda masih memperhatikanku setelah apa yang kulakukan pada anda dan Daddy. Itu membuatku makin merasa bersalah,” tutur Hyunsa dengan formal.

Kyuhyun agak terkejut ketika Hyunsa kembali berbicara formal padanya. Seperti berbicara pada orang asing. Oh, mereka memang orang asing bukan? Kyuhyun tersenyum tipis. “Jangan terlalu memikirkan hal itu. Kau adalah putri atasanku, jelas aku harus memperhatikanmu juga.”

Hyunsa menghela nafas dan mengangkat wajahnya. “Tapi anda bukanlah pengasuhku, Sekretaris Cho. Dan pekerjaan anda tidak berkaitan untuk memperhatikanku, walaupun aku adalah putri atasanmu. Jadi, anda tidak perlu memperhatikanku seperti itu, Sekretaris Cho.”

Kali ini nada bicara Hyunsa terdengar dingin. Kyuhyun tidak seharusnya terkejut, tapi ini adalah perubahan yang terlalu cepat. Tapi Kyuhyun hanya akan mengikuti keinginan Hyunsa. “Baiklah, aku salah, Nona. Jadi, apa yang ingin anda bicarakan padaku?”

“Untuk pertemuan hari Sabtu lalu, aku minta maaf. Saat itu aku seperti Eomma yang egois karena menginginkan kebahagiaanya sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Walaupun aku tahu, dampaknya tidak akan baik bagi siapapun tapi aku tidak akan merubahnya,” ucap Hyunsa.

“Aku bahkan tidak berharap sebaliknya.”

Hyunsa menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Itu bagus.”

“Apa Nona hanya ingin bicara mengenai hal itu?”

Hyunsa menggeleng. “Tentu saja tidak. Katakan pada Daddy mengenai janji terapiku berikutnya. Tanyakan pada Paman Jungsoo atau Paman Heechul,” ucapnya lagi. Kemudian Hyunsa memakan sedikit makannya dan beranjak pergi. Tapi sebelumnya, ia kembali membungkuk pada Kyuhyun dan berjalan keluar restaurant.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Gadis itu bersikap seperti berhadapan dengan gadis-gadis yang akan dijodohkan untuk Siwon. Kyuhyun tidak menyalahkannya, mungkin perubahan Hyunsa saat ini ada kaitannya dengan yang dikatakan Heechul kemarin. Tapi rasanya berbeda saja. Mungkin karena Kyuhyun tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Hyunsa. Kini, Kyuhyun hanya ingin hidup dengan tenang tanpa ‘gangguan’ dari Hyunsa sampai ia dan Siwon berpisah secara resmi.

*****

Dahyun memperhatikan gedung Hyunwon Group dengan serius. Walaupun Choi Songjoo menyuruhnya untuk berhenti berhubungan dengan Choi tapi Dahyun belum bisa berhenti. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya tapi ia tidak begitu yakin dengan pemikirannya sendiri.

Dahyun menghela nafas pendek dan melajukan mobilnya lagi. Namun, disaat itu pula ia melihat Hyunsa keluar dari sebuah restaurant dan berjalan menuju halte bis. Dahyun kemudian menepikan mobilnya lagi ketika Kyuhyun keluar dari restaurant yang sama tetapi berjalan kearah yang berlawanan menuju gedung Hyunwon Group.

“Tch, mereka bersikap seperti orang asing,” tukas Dahyun.

Detik berikutnya, ia menjadi tersadar dengan ucapannya sendiri. Walaupun hanya melihat sekali, tapi Dahyun yakin bahwa telah terjadi sesuatu hingga membuat keduanya bersikap seperti itu. Dahyun lalu melajukan mobilnya lagi menuju halte bis yang dituju oleh Hyunsa.

Dahyun tergesa keluar dari mobilnya ketika Hyunsa hendak menaiki bis hijau besar tersebut. “Choi Hyunsa!!!” panggilnya dengan keras untuk menarik perhatian Hyunsa.

Gadis itu menatapnya dan bis-nya melaju pergi. Dahyun menghela nafas. “Bisa kita bicara? Aku akan mengantarmu pulang,” ucap Dahyun.

“Maaf, tapi aku tidak tertarik bicara dengan anda, Nona Lee,” sahut Hyunsa.

“Aku berjanji ini adalah pembicaraan kita yang terakhir. Aku akan melepaskan ayahmu, tapi kita harus bicara dulu!” Dahyun berusaha bernegosiasi dengan putri Choi Siwon tersebut. Walaupun sebenarnya ia tidak yakin kalau Hyunsa akan mengambil tawarannya.

Hyunsa memperhatikan Dahyun yang berdiri disisi jalan yang bersebrangan darinya. Ia menarik nafas dan melihat lampu penyebrangan sudah berwarna hijau. Hyunsa lalu menyebrang dan menghampiri Dahyun. “Kita bicara sambil jalan saja. Dan ingat janjimu untuk berhenti menganggu Daddy.”

*****

Siwon menatap Kyuhyun dengan lekat. “Ah, terapi Hyunsa? Kau benar, aku bahkan tidak tahu apa-apa mengenai perkembangan berikutnya. Terima kasih telah mengingatkanku,” ucap Siwon dengan tersenyum.

Kyuhyun mengangguk dan beranjak meninggalkan ruangan itu. “Kau sudah makan siang, Kyu?” pertanyaan itu membuat Kyuhyun kembali berbalik.

Kyuhyun tersenyum. “Sudah, Sajangnim. Anda lanjutkan makan siang saja, aku akan mengurus beberapa dokumen terakhir.”

Siwon menaruh kembali garpu ditangannya. Ia berdiri dan menarik Kyuhyun untuk duduk disebelahnya. Kemudian Siwon menyodorkan kotak makan siang yang baru dibeli Kyuhyun untuknya. “Makanlah juga. Jangan berbohong kalau kau sudah makan siang, Kyu.”

“Tapi Sajang–”

Siwon membungkam Kyuhyun dengan sebuah kecupan dibibirnya. Siwon menghela nafas pendek dan menaruh kembali kotak makan itu diatas meja. “Kau selalu saja memanggilku Sajangnim hari ini. Apa kau marah padaku?”

Kyuhyun hanya menggeleng. Siwon masih menatap kekasihnya dengan lekat. Kemudian Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat. Ia menepuk pelan punggung kekasihnya yang memberi efek ketenangan pada tubuh Kyuhyun. Jujur, Kyuhyun merindukan pelukan Siwon yang begitu nyaman dan hangat. Ia juga merindukan bau tubuh Siwon yang membuatnya tenang. Tapi entah mengapa Kyuhyun merasa sangat canggung dengan pelukan Siwon kali ini.

“Apa sikapmu berkaitan dengan pertemuan Sabtu kemarin? Atau karena aku tidak menghubungimu beberapa hari terakhir?” akhirnya, Siwon menyebutkan hal itu.

Kyuhyun menggeleng dalam tubuh Siwon. “Tidak. Aku baik-baik saja.”

“Lalu kenapa kau selalu memanggilku Sajangnim? Aku merindukan panggilan hyung darimu, Kyuhyun,” ujar Siwon pelan.

Kyuhyun menghela nafas dan semakin menenggelamkan wajahnya dipelukan Siwon. “Karena kau memang Sajangnim, hyung. Aku akan tetap memanggilmu begitu selama jam kantor. Setelah kita pulang, aku akan kembali memanggilmu dengan Siwon hyung,” tutur Kyuhyun.

Siwon tersenyum kecil. “Begitukah?” tanyanya dan Kyuhyun mengangguk.

Siwon lalu melepaskan pelukannya dan memandang wajah Kyuhyun dengan lembut. “Aku bersikap kekanakan, ya?”

“Sedikit,” sahut Kyuhyun.

Siwon tertawa kecil dan kembali mengecup bibir Kyuhyun. Ia lalu mengambil kotak makan siang dan hendak memberikannya pada Kyuhyun ketika ponselnya yang berada diatas meja kerja berdering. “Makanlah, aku akan menjawab telepon dulu.”

Siwon lalu beranjak mengambil ponselnya dan sedikit mengernyit. “Ya, Hyunsa sayang.”

Entah apa yang terjadi tapi tubuh Kyuhyun menjadi tegang begitu mendengar nama Hyunsa disebut. Kyuhyun tidak tahu kenapa ia memberikan reaksi seperti itu. Mungkin karena pertemuan tadi dan sikap dingin Hyunsa kepadanya. Tapi harusnya itu tidak memberikan pengaruh yang besar. Kyuhyun menaruh kotak ditangannya dan berjalan menghampiri Siwon yang sedang berbicara dengan putri tunggalnya.

“Baik, sayang. Kyuhyun juga sudah mengingatkan Daddy mengenai terapimu. Daddy akan bicara dengan Jungsoo atau menghubungi doktermu, ne.” Siwon tersenyum menatap Kyuhyun yang sudah berdiri dihadapannya.

“Ah, bicara mengenai Sekretaris Cho. Apa dia mengatakan hal lainnya pada Daddy?”

Siwon mengerutkan kening. “Mengatakan hal apa? Dia hanya mengingatkan mengenai terapimu. Oh, kenapa kau memanggilnya dengan sebutan Sekretaris Cho lagi? Daddy mendengarnya sangat canggung.”

“Tidak apa-apa. Baiklah, sampai bertemu di rumah.”

Siwon lalu meletakkan ponselnya kembali dan menatap Kyuhyun bingung. “Hyunsa terdengar canggung saat membicarakan dirimu,” ucapnya lalu menghela nafas panjang.

“Mungkin karena pertemuan kemarin. Tapi itu hanya perkiraanku saja,” ujar Kyuhyun.

Siwon tersenyum dan menyentuh pipi Kyuhyun. “Mungkin ada sesuatu lain yang sedang dipikirkannya. Aku terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita habiskan makanannya dulu.”

Siwon lalu menggenggam tangan Kyuhyun dan hendak menariknya kembali ke sofa, tetapi Kyuhyun menahannya. Siwon kini merasa bingung dengan sikap Kyuhyun. “Kenapa?”

“Ada sesuatu hal yang ingin kukatakan pada hyung. Seharusnya aku mengatakannya lebih cepat atau tidak harus memberitahu hyung sama sekali. Tapi, kurasa situasi kita tidak akan membuatnya lebih baik. Jadi, lebih baik kukatakan sekarang.”

Siwon mengernyit. Ia melepaskan tangan Kyuhyun dan memasukkan tangannya kedalam saku celana. “Apa yang ingin kau katakan, Kyu? Tapi benarkah kau ingin mengatakannya? Pikirkan terlebih dahulu, Kyuhyun.”

Kyuhyun menggeleng. “Tidak, hyung harus mengetahuinya. Lebih baik sekarang ketimbang setelah kita berpisah nantinya.” Entah, tapi Kyuhyun merasa kelu saat mengatakan kata berpisah. Selain itu, reaksi Siwon juga menjadi tak terbaca.

“Ini mungkin bukanlah hal besar, tapi Dahyun sebenarnya sudah mengetahui identitasku sebagai kekasihmu, hyung. Ingat saat kita pergi ke stadium Jamsil, disanalah dia mengetahuinya,” ungkap Kyuhyun.

Siwon masih belum menunjukkan reaksi tertentu. Ia mungkin memilih mendengarkan sampai selesai sebelum  memberikan respon. Kyuhyun menarik nafas berat. “Sejak hari itu, kami beberapa-kali bertemu. Dia sempat mengancamku, tapi aku melawannya. Itu adalah bukti loyalitasku pada hubungan kita,” sambungnya.

“Kemudian?” tanya Siwon singkat.

“Akhirnya dia berhenti. Dia mengatakan padaku tidak akan menganggu kehidupanmu lagi, hyung. Aku juga sedikit mengetahui alasan dibalik sikap agresifnya mendekatimu,” jawab Kyuhyun.

Siwon menatap Kyuhyun dengan serius. “Apa alasannya?”

Kyuhyun menggigit pipi bagian dalam. “Aku hanya merasa dia pernah terluka  dan melukai sebelumnya. Jadi, ketika ia bertemu denganmu, dia seperti merasa mendapat kesempatan untuk memiliki. Hanya saja, cara yang dilakukannya salah. Itu saja, dia tidak mengatakan alasan jelasnya.”

Siwon menghela nafas panjang dan menatap Kyuhyun dengan rasa kecewa. Kyuhyun hanya menunduk setelah mengakui hal tersebut, walaupun masih ada cerita lain yang tidak ia katakan pada Siwon. Mengenai pertemuannya dengan Choi Songjoo. Tapi Kyuhyun merasa Siwon tidak perlu mengetahuinya.

Siwon mengeluarkan tangannya dari saku celana lalu menarik tubuh Kyuhyun dalam pelukannya. “Hey, kenapa baru memberitahuku sekarang? Jika kau tahu kalau gadis itu sangat agresif, kenapa masih nekat berkonfrontasi dengannya? Bagaimana jika dia melukaimu, eoh?”

Kyuhyun tertawa canggung. “Melukaiku? Aku ini seorang pria, hyung. Dia harus berpikir puluhan kali sebelum melakukannya. Lagipula Lee Dahyun adalah tipe wanita yang anggun dan elegan. Dibalik sikap agresifnya, dia masih seorang wanita yang memperhatikan tingkah-lakunya, hyung.”

“Jangan membantah, Cho Kyuhyun. Lagipula yang kumaksud bukan melukai secara fisik. Seorang wanita mempunyai senjata yang paling berbahaya dibandingkan senjata perang –ucapan. Apa kau tidak tahu ucapan seorang wanita itu lebih tajam dibandingkan sebilah pedang? Ucapan mereka juga mempunyai dua sisi seperti madu dan racun,” tukas Siwon.

Kemudian Siwon melepaskan pelukannya dan menatap kekasihnya dengan serius. “Katakan dengan jujur, apakah dia pernah mengatakan hal-hal yang melukaimu? Apa yang dia katakan sebagai ancaman padamu, eoh? Katakan padaku!”

Kyuhyun mendesah pelan. “Sudahlah, hyung. Permasalahan dengan Lee Dahyun sudah kuselesaikan. Jangan memulai masalah baru. Lagipula aku bukan tipe pria yang mudah terpengaruh dengan ucapannya. Aku baik-baik saja.”

Siwon menjadi cemberut dan mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas. Kyuhyun menepuk pelan tangan Siwon dan mengusap pipinya yang dicubit. Siwon kemudian tertawa kecil dan mengusap lembut kepala Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun juga tersenyum. Siwon kembali memeluk kekasihnya dengan erat. “Hah, dimana lagi aku bisa mendapatkan kekasih sempurna seperti dirimu, Kyuhyun? Apa kita benar-benar harus berpisah?” ucapnya dengan berbisik.

Kyuhyun terdiam dan hanya menenggelamkan wajahnya dipelukan Siwon. “Kau pasti menemukan orang lain yang lebih sempurna dariku, hyung. Seseorang yang sempurna untuk dirimu dan Hyunsa.”

Percayalah, walaupun orang itu bukan diriku.

*****

NOTE: HAPPY NEW YEAR EVERYONE!! Aku belum selesai ujian, tapi sudah publish, yah tak apa lah.

Buat Sihyun Onnie, mian ya sms-nya gak dibales lagi gak ada pulsa ehehehe.. maklumlah :^)

Advertisements

46 thoughts on “[SF] Only One Part 21

  1. Kyaaaa…please jangan buat wonkyu pisah sedih bgt klo wonkyu bneran hrus pisah 😦
    apa hyunsa benar” ga bisa merubah keputusan nya itu????

    Baca part ini aku jadi ikutan galau dech xD … Hihiihihihi
    lanjut eonni

  2. Semoga wonkyu ga jadi pisah…aduh hyunsa kenapa jadi kyk gitu..apa krn trauma masa lalu yg bikin dia jadi ga merestui wonkyu…
    Omo itu dahyun mau ngomong apa ya sm hyunsa..semoga saja ga ngomong macem2.

  3. Wonkyu jngan berpisah dunt, please jngan karna orang terdekat hati mereka jdi sakit dan harus pisah ;( jngan smpe pisah yah

  4. Huaaa..!! andwae!! jgn sampe mreka brpisah saeng u,u
    huks..
    entahlah..chap ini baca’a biasa aja,err mksd’a kurang greget XD
    ayolah hyunsa..jgn egois! penting kan lah kbahagiaan daddymu,cz kbahagiaan daddymu lebih penting kan heum?
    kasian jg mreka trsiksa walaupun brpisah cma 2hri..nd yeah itu memang menyesakan -_-
    haha entahlah saya ketawa pas adegan hyukjae peluk hyunsa dri blakang XD
    geli aja gitu bayangin’a .
    wkwk
    eoh? haha gwaenchana saeng..no problem 😀
    sipp..semangat ya bwt ujian’a ^^9

    -Shin SiHyun-

  5. Huuupt aku no comment dah #sokNgartis
    Ini terlalu berat buatku#plaaak
    Wonkyu bakal berpisah?.
    Hyunsa juga mang mewarisi sifat egois nahyun juga.

    Btw terharu baca perkataan won ttg hyunsa.
    Ttg hyunsa yg hnya putri choi siwon

  6. Sumpah y,dr awal aku baca sampe terakhir,aku tahaaaaaannn biar g nangis,eeeh di akhir malah mewek kenceng bngt,ini bnr2 ujian berat buat wonkyu,sedih,sesedih2 nya jjd kyuhyun,bnrn kasian bngt jd kyuhyun,klo sm siwon aku g terlalu kasian,karna dia msh punya hyunsa di sampingnya,tp kyuhyun?

  7. . benci bgt ma hyunsa di part nie… seenggak-nya gak usah b’sikap kyk gitu ke kyu. disini kan yg sakit gak cuma hyunsa ma siwon tp kyu jg . truz waktu dy marah ma jinho d kantin n bicara keras” ttg masalah na itu jg sikap yg kekanak” an . walopun jinho gag tau apa” n main nyalahin hyunsa aja . tp justru karna jinho gag tau apa” maka na dy bisa marah ma hyunsa . maka na brsikaplah layak na anak seumur kmu hyunsa agar kmu n org” sekitar kmu yg sayang ma kmu gag trsakiti lgy sma sikap kmu .

    . kira” apa yg d bicarakan dahyun k hyunsa ya ? rumit” . gag tega ma momdad . moga mreka bisa brsatu .

  8. kasihan sama wonkyu… tapi juga kasihan sama hyunsa…
    g tw mw ngomong apa lgi. yang terbaik aja deh buat mereka #pasrahdeh
    d tggu kelanjutannya eonnie ^^b

  9. jadi kesel banget sama Hyunsa masa… kedinginan aku baca bagian hurt nya:( jangan biarkan Wonkyu berpisahh eonniee:(

  10. Waduh kok q sdh hopeless bgt sama hub wonkyu disini …. kalo berpisah emg jalan terakhir ya sudah pisah saja kan kasihan kyu spt di permainkan sama bapak dan anak itu … dan sory buat siwon dan hyunsa q kecewa bgt sama kalian #plak kalau udah mau nglepasin kyu g usah deh masih cium2 dan sok manis gitu dan hyunsa lo jahat bgt harus ya bersikap spt itu sama kyu stlh km php-in hub wk slm bertahun2 tp tak do’ain deh hyunsa bisa sembuh dari penyakit itu kkkkkkk dan itu knp dahyun pake datang lagi dasar …. udah kyu kasih cow lain aja yg bisa mencintai kyu biarkan siwon mau sama dahyun jg terserah ….. yg penting kyu bahagia lahir dan batin 🙂 …. berharap ini bisa cpt lanjut *penasaran* ayo semangat diera kkkkkkkk

  11. Bakal Sad Ending ya?? Coz it’s so complicated. Kok aku ngerasa wonkyu ga akan bersatu?? Terlalu banyak rintangan mulai dr choi songjo, terlebih si hyunsa, belum lg dahyun. Kok aku jd benci sama karakter hyunsa disini ya?? klo ga salah dichapter brapa dia pernah blg dia sudah sepenuhnya setuju tp knapa skrg malah ga setuju lg?? Perubahan yg terlalu ekstrim utk org yg hanya mengalami gangguan psikis karena dia bahkan bukan org gila yg spenuhnya sudah tdk waras. Kurang stju sama si hyunsa saat dialog dia dgn jinho, siwon memang terluka, tapi disini kyuhyunlah yg paling sakit. Klo memang wonkyu ga akan pernah bersatu, kirimkan seseorg yg bisa membahagiakan Kyuhyun tanpa ada gangguan dr siapapun. Jika siwon bisa bahagia dgn anak dan istrinya kelak, maka kyuhyun jg berhak bahagia. Aku baca ini ga nyesek, tapi udeh banjir air mata T_T buat authornya klo bisa FF ini diupdate tiap hari *plakk. Yah minimal 3hari sekali please :’)

  12. Bakal Sad Ending ya?? Coz it’s so complicated. Kok aku ngerasa wonkyu ga akan bersatu?? Terlalu banyak rintangan mulai dr choi songjo, terlebih si hyunsa, belum lg dahyun. Kok aku jd benci sama karakter hyunsa disini ya?? klo ga salah dichapter brapa dia pernah blg dia sudah sepenuhnya setuju tp knapa skrg malah ga setuju lg?? Perubahan yg terlalu ekstrim utk org yg hanya mengalami gangguan psikis karena dia bahkan bukan org gila yg spenuhnya sudah tdk waras. Kurang stju sama si hyunsa saat dialog dia dgn jinho, siwon memang terluka, tapi disini kyuhyunlah yg paling sakit. Klo memang wonkyu ga akan pernah bersatu, kirimkan seseorg yg bisa membahagiakan Kyuhyun tanpa ada gangguan dr siapapun. Jika siwon bisa bahagia dgn anak dan istrinya kelak, maka kyuhyun jg berhak bahagia. Aku baca ini ga nyesek, tapi udeh banjir air mata T_T buat authornya klo bisa FF ini diupdate tiap hari *plakk. Yah minimal 3hari sekali please 😉

  13. Yg ini sambungannya:
    disini aku ga bilang hyunsa labil krna disini di jabarkan karakter hyunsa itu dewasa bahkan dari yg tdk seharusnya di umurnya yg skrg. Stju sama komenan shiefa-ssi, mending kyu nya kasih cow lain yg bisa membuat kyu bahagia. Aku kasian bgt sama kyu disini. Siwon ga usah pake peluk” or cium” kyu lg deh, hyunsa jga ga usah ngajak” ketemu. Kyu mending mengundurkan diri aja pokoknya menghindar dri kehidupan keluarga choi, masih bnyk yg mau kok ama kamu kyu. Lanjutttt fighting, smoga lanjar ujiannya thor.

  14. sedih banget bacanya
    Wonkyu beneran pisah ya?
    Hyunsa dingin banget ke Kyu

    Anyeongg,,,
    Rider lama tp bru ripiu 🙂 🙂 🙂
    Happy new year

  15. Hyunsa-ya,kita smua ngerti dg trauma atau pengalaman bruk yg mmbuatmu hrus brurusan dg psikiater,tp bnr apa yg dibilang pelatih lee,apa bsa kau brsikap layaknya remaja seusiamu.apa yg kau lakukan tnpa sdar merubah nasib ato menyakiti banyak orang.
    Yah….menjadi menyukai org yg sama gender-nya bkan hal mudah, lagi2 diera-ssi mengajak qt hrus kmbali brpikir. Mau dinyata ato d ff,semua g mudah. Seperti reader yg kdang dbuat hopeless,gtu jg d khdupan nyata,shipper siap2 d bkin kecewa krna apa yg diinginkan g sesuai kenyataan (lhooo malah curhat)
    Fighting diera-ssi,gomawo sdh nyemeptin update.

  16. Uwoo,
    udh lama egk baca trnyata udh smpe part 21,hehe ketinggalan nih akunya
    aduh duh,aku jd ikutan galau nih,2 thun pacaran malah skarang hubungan mreka diambang kehancuran,
    ayo dong hyunsa trima aja wonkyu,kn kasian daddy sama kyuhyun yg saling nahan sakit,kn klo wonkyu brsatu artinya makin banyak yg sayang sama kamu
    ckck,itu si wanita pengganggu mau ngapain lg sih?udh ditolak geh masih ngotot
    lanjuuut

  17. sebenernya suka juga kalo kyu menderita, tp jangan sampe berpisah ya……
    sebenernya apa yang dibicarakan hyunsa dan dahyun?? penasaran
    Ditunggu lanjutannya

  18. akhirnya update juga..
    sedih,rasanya nyesek banget.
    ini pendpatku untuk chapter …
    kasian babykyu,moga diberikan yg terbaik untuknya.amin.

  19. Nyesek…Wonkyu berusaha menjauh.hah knapa sih hyunsa ga ma sadar dan melihat keadaan wonkyu yg terlihat hancur krn harus berpisah.knapa hyunsa seperti menutup mata melihat daddynya menderita krn hrus berpisah dg kyuhyun ahh rasanya pengen jedotin kepala hyunsa ke tembok biar sadar klo ayahnya sangat membutuhkan kyu dlm hidupnya

  20. astaga kenapa chap ini nyesek banget.
    ga Kyu, ga Siwon dan Hyunsa, mereka semua tersakiti.
    berharap Kyu sama Siwon terus bersama dengan adanya restu dari Songjoo dan Hyunsa

  21. Saengii…lma q g comment mianhae lg byk trouble jd jrnx bca ff.,tenanx sja ff mu ttp favorit q hehe..mulai skrnx q aktif lg nongkrongin blok km hehe…tp kuk part ini bikin nyesek wonkyu kuk pisah hadechhh siap tisu q huhuhu..,saengi smgt yauw utk juliah_nya dan ditunggu next chap cozz dah pnsaran xixixi

  22. Huweee,,, T_T wonkyunya jangan di bikin pisah,, apa itu calon mantan pacar,,???? Oh noooo,,, >,<
    Oh my Hyunsa,, please be normal,, jadi remaja biasa yang dan bersikap sesuai dengan umur,,
    Tpi dengan semua masa lalu yang menyakitkan,, agak gag mungkin dia bisa sembuh,, *cuma Diera eonni yg bsa mrubahnya* hhh
    Huft,, WonKyu momentnya nyesek bgt,, 😥 gag tau lagi mau komen apa,,

  23. Baca part ini bener2 bikin aku sedih … Jangan buat wonkyu pisah please …* sedih klo wonkyu pisah

    bikin happy ending yach, di tungguin banget next part nya … ^^

    HAPPY NEW YEAR 2014 … ^_^

  24. Yah aku tau Hyunsa g bisa disalahkan. Tp walaupun begitu, rasany aku tetep pengen bgt bejek2 Hyunsa …

    Aduuhh…
    Masa’ WonKyu pisah sih?
    Setelah perjuangan yg begitu berat, mereka mau pisah aja o.O ?

  25. mereka berpisah..
    aku akuin hyunsa kali ini egois..
    dy egois kyknya bukan buat siwon aja tp buat kyu juga.. secara kyu first love-nya khan???
    tp aku ngebayangin di endig kyu nya meninggal ato koma loh.. dramatis gk tuch.. jd nya malah angst yaa..??

  26. huaaaaa semoga wonkyu ngak berpisah sumpah part ino sedih menurutku TvT

    semoga ajs hyunsa merubah pikiran nya aminnnnn XD

    HAPPY NEW YEAR FOR ALL WONKYU SHIPPERS

    ( ^o^ )

  27. jd nasib kyu ntar bkal gmna?
    pts pa tetep sma won?
    aigoo
    ksh cinta mrka jgn brakhir tragis donk
    huhuhu

    ok siiip
    lnjuuut asap ne
    keep writing

  28. semoga terapi yang akan dilakukan hyunsa pada akhirnya membuahkan hasil..
    yang membuat dirinya menjadi orang yang tertutup dan sedikit agak kejam juga kan hyunsa sendiri karena kecewa akan eoma nya, lalu dengan sikapnya seperti ini apa appa nya akan bahagia?
    cukup sudah appanya juga tersakiti..
    masa iya harus mengalami sakit kedua kalinya..
    kadian kyu belum putus aja hubungan mereka udah kayak putus gtu..

  29. Ya ampun kah, serius. Aku baca part ini beneran agak gimana gitu. Sedih, terharu, ah semuanya deh.
    Kyu dan Siwon beneran memutuskan untuk berpisah ya? 😦
    Aku suka banget sama FF kk yg ini karena menurut aku FF ini beneran masuk akal banget. Maksudnya untuk terjadi di dunia nyata itu memiliki presentase kemungkinan yg cukup besar. Itu alasan kenapa aku suka. hehehe~
    Untuk kehidupan atau lebih fokus ke hubungan seperti ini memang sulit.
    Sangat wajar untuk Hyunsa tidak menerima hubungan WonKyu. Dari awal harusnya aku siap dengan kenyataan ini, tp gak salah kan untuk berharap hal lain? Pernikahan WonKyu misalnya :’)
    Makin penasaran sama part selanjutnya. Selamat ujian kak 😉

  30. yey akhirnya update juga
    makin seru dan makin bikin galau aja nih ff, berharap wonkyu gak bener” pisah
    unnie aku merasa ganjil deh ama kata” siwon waktu dimakam ibunya hyunsa jgn” hyunsa itu bukan putri kandungnya siwon dan yg lebih bikin aku yakin waktu hyunsa bilang kalo ummanya meninggal saat sdg ama selingkuhannya…berarti siwon diduain donk
    jd makin penasaran dan semoga tebakanku benar

  31. huhuhuuuuu…..

    miris dan nyesek uey , pdhl ini wonkyu ny masi sama2 lho, masi jd kekasih lho, baru proses lho pisahnya, tp kenapa saia yg galau nya fix…

    mau nyalahin sapa coba klo kaya gini ? nyalahin hyunsa ? enggalah , dia jg sm, menderita… nyalahin siwon yg lbih milih hyunsa, dan ngelepas kyu?? hell siwon aja udh kaya orng depresi gtw, pdhl br pisah 2 hari ? nyalahin pesona nya seorang Cho Kyuhyun ? sehingga membuat Ayah dan anak itu jatuh cinta padanya ?? ohh tidakkk….
    karena saia ngubing mau nyalahin siapa mending nyalahin authornya aja deh *colek2 diera saeng*

    ahhhh, penasaran sm apa yg mengajal di hati nya Dahyun, knpa dia nya blik lg ??
    Dan saia spechles sm sikap Hyunsa ke Kyuhyun, aigoo tdk pernah terlitas bkal kaya gtu ?? huhuuu… benar2 kaya orng asing… dan yg pling menyakitkan itu liat hub wonkyu yg mau pisah tp masi liat mereka kissuean… ahhhh *pengen nyungsep rasanya*

    berharapnya penyakitnya Hyusa bs cepet sembuh deh , dan yeayh Wonkyu by cpet an dibalikin ya saeng , nyiksa nya jan lama2 … kasiaaan…. 😛 😥

    Choi_Chahyun

  32. pas baca chapter ini aku berpikir apakah wonkyu bner2 pisah ??dan pada kenyataannya wonkyu memang berpisah…huft~sikap hyunsa jd dingin sama kyuhyun..knapa gitu sih ??
    kenapa ayah siwon gk seperti noona ny aja bisa menerima hub anakny.. btul mereka sudah dewasa dan yeah kalian sudah tua !!!
    wonkyu dan hyunsa,.kalian semakin rumit…

  33. poor babyKyunnie :((
    please take him away from Choi’s Fams.
    Hyunsa banyak orang menyayanggi dan jaga dia, Kyuhyun? hiks :”)

  34. jinja… nyut2an bacanya…. (━┳━ _ ━┳━)
    setiap ungkapan perasaa wonkyu soal perpisahan bener2 menyayat hati…. choi hyunsa kau puas ???
    ada kalanya w betul2 benci sama ini karakter…. ckcckckck…. bener2 ngeselin….

  35. Hyunsa bener2 egois, walau dia bilang ini untuk kebahagiaan daddy tp dia salah, ini malah buat oebahagiaannya sendiri..
    Apa hyunsa udh puas ngeliat daddy nya dan kyuhyun hancur secara perlahan?
    Hyunsa mungkin memang sakit, tp apa harus dia bersikap seegois ini??

  36. Entahlh,,,rasanya kecewa bgt sma hyunsa!! Dy bahkan ga peduli pda ayahnya sndri,,,ayahnya lgi2 harus mngalah dmi dya…dlu dmi hyunsa siwon mencoba memaafkan prselingkuhan nahyun…skrg siwon hrus mngalah dn mlepas kyuhyun…..hah…. Apalagi yg dilakukan dahyun?????nexttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s