[MM] The Last King Part 10

TKOS

Song of The Wind

Jonghyun memetik gitarnya, mencoba mencari melodi untuk lagu terbarunya. Walaupun sepertinya ia mengalami kesulitan untuk menyelesaikan lagi tersebut. Pasalnya, ini adalah ke-dua kalinya Jonghyun bisa memegang gitarnya lagi setelah disibukkan dengan pemberian materi mengenai Kerajaan. Jonghyun menghela nafas dan melihat kertas partiturnya yang baru terisi satu bar.

Kemudian Jonghyun meletakkan gitarnya dan berbaring untuk memandang langit diatasnya. Well, rasanya cukup beruntung Jonghyun mengetahui tempat ini dari salah satu pengurus paviliun. Atap bangunan paviliun bagian selatan memang jarang diketahui oleh orang dan cukup nyaman untuk menyendiri. Tapi tetap saja Jonghyun tidak bisa pergi sendiri. Haena akan selalu mengikutinya kemana pun.

Haena yang memperhatikan sang Pangeran juga tidak banyak bersuara. Ia membiarkan Jonghyun merasa “sendirian”. Setidaknya begitu lebih baik, ketimbang mereka –ketiga Pangeran atau salah satu dari mereka– kembali kabur karena penjagaan yang terlalu ketat.

Jonghyun menarik nafas dan memejamkan matanya. “Haena-sshi, aku mempunyai waktu berapa lama hingga Profesor Hyun datang?”

Haena melirik jam dipergelangan tangannya. “Kurang lebih empatpuluh menit,” jawabnya.

“Kalau begitu biarkan aku tidur selama tigapuluh menit, okay?” tukas Jonghyun.

Haena hanya menggumam sebagai jawaban dan kemudian Jonghyun sudah terlelap dalam tidurnya. Gadis itu lalu berjalan perlahan mendekati sang Pangeran. Haena memperhatikan sekeliling atap tersebut. Memang cukup bersih tapi jika untuk tidur, tempat itu tidak terlalu baik.

“Hah, kenapa aku merasa hidup mereka malah semakin tidak teratur?”

*****

Kyuhyun menatap Donghae dengan lekat. “Hyung, kau serius?” tanyanya terkejut.

Donghae mengangguk. Ia masih sibuk dengan salah satu buku yang masih dibacanya, bahkan Donghae tidak menatap Kyuhyun saat ia memberi tahu pemuda itu kalau ia memutuskan mengikuti saran dari Tuan Kang untuk membantu persiapan pendirian Kerajaan. Well, mungkin hanya mengikuti rapat-rapat acara dan bukan terjun secara langsung. Semenjak Kyuhyun dan Jonghyun kembali ke kampus, Donghae tinggal sendirian di paviliun dan tidak melakukan apapun –seperti hari-hari sebelum Kyuhyun dan Jonghyun datang. Jadi, usulan dari Tuan Kang sangat diapresiasi oleh Donghae.

“Kalian akan sibuk di kampus dengan tugas akhir kalian. Sedangkan aku tidak melakukan apapun. Jadi, setidaknya dengan kegiatan itu aku menjadi sedikit sibuk di paviliun,” tutur Donghae.

Kyuhyun menghela nafas. “Hyung, apa kau merasa marah karena kami…”

Belum selesai Kyuhyun berucap, Donghae mengangkat kepalanya dan menatapnya. “Jangan bicara seperti itu, Kyu. Aku mungkin kesepian, tapi aku tidak marah dengan kalian. Itu adalah kewajiban dan hak kalian untuk menyelesaikan kuliah, untuk apa aku harus marah pada kalian karena itu. Aku hanya ingin menyibukkan diri, Kyuhyun.”

Kyuhyun agak menunduk dan mendesah pelan. “Maaf, hyung.”

Donghae tersenyum  lalu ia mengusap kepala Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Donghae lekat. “Kerjakan tugas akhirmu dengan baik, ne. Dan cepat lulus,” tukas Donghae sembari menyeringai.

Kyuhyun meresponnya dengan tersenyum kecil.

*****

Haena mengambil duduk disebelah Seungho yang sedang menikmati makan malamnya. Ia melirik rekan kerjanya sekilas dan lalu melipat kedua tangannya untuk menopang kepalanya. Seungho melirik gadis itu.

“Tidurlah di kamar, Haena. Dan kau harus makan dulu. Beberapa minggu terakhir ini kau sibuk sekali bahkan tidak menyempatkan untuk makan,” tukas Seungho.

Haena hanya menggumam pelan sebagai sahutannya. Dan tak lama, Siwon datang dengan kondisi yang hampir sama seperti Haena –kelelahan dan kurang tidur. Seungho menghela nafas pendek. “Kalian lebih sibuk dari sebelumnya.”

“Itu karena Kyuhyun harus sering mengunjungi beberapa kantor firma hukum dan perpustakaan. Dia benar-benar mengejar waktu untuk menyelesaikan tugas akhirnya,” tutur Siwon.

Seungho hanya meng-oh-kan. Pekerjaannya untuk menjaga Donghae mungkin tidak sesibuk Haena dan Siwon, tapi turut campur-tangan-nya Donghae di acara persiapan pendirian Kerajaan juga membuatnya cukup sibuk.

Jonghyun dan Kyuhyun memang dikejar waktu untuk menyelesaikan tugas akhir mereka dengan pendirian Kerajaan tersebut. Waktu yang tersisa hanya dua bulan lagi, sampai awal tahun berikutnya. Selain itu mereka bertiga –ditambah dengan Donghae juga– semakin dipersiapkan karena satu bulan sebelum waktu Negara akan membuat pernyataan resmi mengenai ketiga Pangeran.

“Makanlah dulu sebelum tidur,” ucap Seungho yang kemudian membawa baki makanannya meninggalkan meja makan. Meninggalkan Siwon yang kini memperhatikan Haena yang sepertinya sudah tidur.

Siwon menghela nafas. “Hae, jangan tidur di meja makan.”

Tapi tidak ada sahutan apapun dari gadis muda itu. Siwon lalu beranjak mendekati Haena untuk memeriksa apakah gadis itu benar-benar tidur atau hanya mendiamkannya saja. Jujur saja, Siwon pernah dikerjai oleh hoobae-nya itu. Awalnya Siwon pikir Haena tertidur di sofa hingga ia berinisiatif untuk menggendong gadis itu hingga ke kamar, tapi nyatanya Haena hanya memejamkan mata dan membiarkan Siwon menggendongnya. Sejak hari itu, Siwon mulai berhati-hati dengan sikap Haena.

Siwon memperhatikan Haena baik-baik dan sedikit mengguncangnkan tubuh gadis itu. “Hae-ya, pindah ke kamar sana.”

Masih tidak ada tanggapan apapun dari Haena. Siwon menghela nafas berat. Sepertinya ia harus menggendong Haena ke kamar lagi, karena tidak mungkin membiarkan Haena tidur di meja makan –itu pun kalau gadis itu benar-benar tidur. Siwon lalu menggendong Haena dan berniat membawanya ke kamar. Tapi ia bertemu dengan Kyuhyun yang ingin memasuki ruang dapur. Kyuhyun terkejut melihat Siwon menggendong Haena.

“Apa dia tidur?” tanya Kyuhyun setelah memperhatikan Haena.

Siwon mengangguk. “Apa yang anda butuhkan, Kyuhyun-sshi?” hampir semua orang di paviliun masih memanggil Kyuhyun dengan panggilan formal seperti itu dan bukan Pangeran –seperti statusnya saat ini. Hal itu karena Presiden Lee belum memberikan instruksi resmi, jadi tidak ada yang bisa berbuat apapun.

“Aku hanya perlu minum. Antarkan saja dia ke kamar,” tutur Kyuhyun.

Siwon mengangguk dan beranjak pergi. Tapi Kyuhyun kembali memanggilnya. Siwon menoleh dan menatapnya bingung. Kyuhyun menarik nafas. “Maaf, karena kami sepertinya kalian sangat kelelahan.”

“Ah, jangan dipikirkan. Ini memang pekerjaan kami. Haena mungkin sudah mencapai batas kemampuannya, jadi ia membutuhkan istirahat yang lebih banyak. Tapi kami sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Saya permisi,” Siwon agak menunduk dan meninggalkan Kyuhyun yang masih memperhatikannya.

Kyuhyun pun hanya bisa menghela nafas.

*****

Jeonghyuk bergegas menuju Chamber of Crown dimana Presiden Lee memintanya untuk bertemu. Dan ketika ia memasuki ruangan tersebut, Jeonghyuk juga melihat Kim Dongwan. Ia lalu membungkuk hormat dan duduk pada salah satu kursi. Jeonghyuk menatap Presiden Lee dengan lekat.

“Ada apa anda memanggil saya, Pak?” tanyanya.

Presiden Lee menghela nafas dan menyodorkan sebuah kertas. Jeonghyuk mengambilnya dan sekilas melirik pada Kim Dongwan. Ekspresi pria itu cukup tegang, selain itu Presiden Lee juga tidak mengatakan apapun. Jeonghyuk lalu membaca isi kertas tersebut.

Presiden Lee menarik nafas lagi. “Kita harus ke paviliun. Putramu harus mengetahuinya. Selain itu kita harus mempercepat pengumuman publik mengenai keberadaan mereka,” tuturnya.

Jeonghyuk tidak mengatakan apapun. Ia meletakkan kembali kertas itu. Kim Dongwan yang memperhatikan Jeonghyuk dan sepertinya bisa melihat kekhawatiran pada wajah staff Presiden tersebut.

“Moon-sshi, anda baik-baik saja?” tanya Dongwan.

Jeonghyuk agak terkejut dan mengangguk. Ia menarik nafas panjang lalu berdiri. “Saya akan mempersiapkannya, Presiden Lee,” kemudian ia membungkuk dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut.

Dongwan menyandarkan punggungnya di kursi. “Dia terlihat sangat khawatir.”

“Kita semua khawatir, Dongwan-sshi. Lagipula mereka adalah putra angkatnya. Selama bertahun-tahun Jeonghyuk merawat mereka selayaknya putra sendiri. Awalnya aku bahkan tidak tega memisahkan mereka, tapi ini demi kepentingan negara,” ujar Presiden Lee.

Dongwan bisa mengerti, jika posisi Jeonghyuk sebagai salah satu pegawai pemerintahan. Tapi jika posisinya sebagai orangtua, Jeonghyuk mempunyai hak untuk menolak. Hanya saja, dia akan dianggap tidak berintegritas pada pekerjaan di pemerintahan. Jeonghyuk seperti dihadapkan oleh dua buah botol yang masing-masing berisi madu dan racun.

Dongwan kemudian memperhatikan Presiden Lee. “Lalu bagaimana anda memberitahu mereka mengenai hal ini? Dan apakah anda yakin dengan keputusan mempercepat pengumuman publik ini? Organisasi Hyde mungkin akan…”

“Kita tidak mempunyai pilihan. Aku tidak mempunyai pilihan, Dongwan-sshi. Ini demi keselamatan mereka. Jika keamanan mereka terancam pada situasi publik tidak mengetahui apapun, kita tidak mempunyai kekuatan untuk melawan Hyde nantinya. Atau lebih parah, publik akan berbalik melawan kita dan ketika itu pula kita tidak bisa melindungi mereka,” tutur Presiden Lee dengan tegas.

Dongwan tidak bisa membantah Presiden Lee. Apa yang dikatakan Presiden Lee adalah kebenaran dan dia sendiri yang membantu untuk mencari kebenaran tersebut. Selain itu, saat ini mungkin adalah waktu yang tepat. Selama sebulan terakhir, banyak berita yang beredar di masyarakat mengenai pendirian kerajaan. Walaupun pemerintah masih menutupinya, tapi masyarakat tidak bisa dibohongi. Jika pemerintah menahan lebih lama lagi, akan ada pihak-pihak tertentu –seperti organisasi Hyde– akan memanfaatkan kondisi tersebut. Jelas, hal itu bukanlah keputusan yang baik.

“Presiden Lee, boleh saya ikut bersama anda?” tanya Dongwan.

Presiden Lee tersenyum. “Kupikir kau tidak akan bertanya, Dongwan-sshi.”

*****

Siwon mendekati Kyuhyun yang sedang sibuk mengetik. Walaupun sebenarnya Kyuhyun memintanya untuk tidak menganggu disaat dirinya sedang menyelesaikan tugas akhir, tapi Siwon tidak mempunyai pilihan.

“Maaf, Kyuhyun-sshi, kita harus kembali ke paviliun. Presiden Lee sedang dalam perjalanan untuk menemui kalian bertiga,” ucap Siwon.

Kyuhyun mendongak untuk menatap Siwon. “Apakah akan membicarakan hal penting? Karena tugas akhirku jauh lebih penting.”

Siwon agak menunduk. “Ini mengenai pendirian kerajaan dan status anda saat ini.”

Kyuhyun mengernyit tak mengerti. Tapi ia tidak akan bertanya lagi karena Siwon pasti tidak bisa menjawabnya. Kyuhyun menghela nafas sembari menyimpan dokumen terakhir dan mematikan laptopnya. Setelah memasukkan laptop dan beberapa buku  kedalam tas ranselnya.

“Jonghyun sudah diberitahu?” tanya Kyuhyun sembari menyampirkan tas ranselnya.

Siwon mengangguk. “Saya yakin Haena sudah dalam perjalanan pulang. Kita harus bergegas, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun mendesah jengkel lalu berjalan terlebih dahulu dan Siwon mengikuti dibelakangnya.

*****

Haena sedikit melirik Jonghyun yang memejamkan mata sembari mendengarkan musik disampingnya. Sepuluh menit lalu, Haena mendapatkan perintah untuk membawa Jonghyun kembali ke paviliun. Awalnya, ia berpikir Jonghyun akan melawan tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Pemuda itu menjadi sangat penurut. Haena tidak begitu memperhatikan sejak kapan perubahan Jonghyun mulai terlihat, tapi sepertinya sejak mereka –Jonghyun dan Kyuhyun– kembali ke kampus, sikap Jonghyun menjadi lebih mudah diatur. Dan Haena baru menyadari keanehan tersebut hari ini.

Haena menarik nafas dan berusaha fokus menyetir. Ia berusaha untuk menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan. Haena harus menahan diri karena statusnya sebagai Pengawal Negara. Lagipula Jonghyun bisa saja tidak akan menyukainya.

“Kau terlihat sangat tegang, Haena-sshi,” tiba-tiba Jonghyun bersuara. Tak lama ia membuka matanya dan menatap Haena yang sedang menyetir. “Ada yang sedang kau pikirkan? Atau kau ingin tanyakan padaku? Misalnya.”

Haena berusaha tetap fokus. “Tidak ada, Pangeran. Jika anda lelah, kembalilah tidur. Kita baru akan sampai sekitar duapuluh menit lagi,” ucapnya.

Jonghyun memperhatikan Haena dengan lekat. Dan bukannya kembali tidur atau paling tidak memejamkan mata, Jonghyun malah melepaskan earphone dan memasukkannya kedalam tas. Kini ia lebih fokus menatap Haena. “Menepilah,” ucapnya.

“Eh?”

“Kubilang menepi. Aku akan menggantikanmu menyetir. Lagipula kau yang terlihat lebih lelah ketimbang diriku,” tutur Jonghyun lagi.

Haena awalnya sempat ragu, tapi Jonghyun sepertinya sangat serius dan bisa saja berteriak marah kalau Haena tidak menurutinya. Jadi, ia menepi. Jonghyun lalu melemparkan tasnya ke kursi belakang dan melepaskan seatbelt-nya. Sedangkan Haena hanya memperhatikannya.

“Cepat turun,” ucap Jonghyun singkat sebelum ia memanjat keluar mobil.

Haena menghela nafas lalu melepaskan seatbeltnya. Sebelum ia sempat membuka pintu, Jonghyun sudah membukanya terlebih dahulu. Haena memanjat keluar dan membiarkan Jonghyun duduk di kursi driver, sedangkan ia beranjak duduk dikursi sebelahnya.

Setelah memastikan Haena memakai seatbelt, Jonghyun baru melajukan mobil tersebut kembali kearah jalan menuju paviliun.

*****

Siwon, Kyuhyun dan Haena, Jonghyun sampai di paviliun bersamaan. Ketika melihat Jonghyun keluar dari kursi driver itu membuat Kyuhyun terkejut. Dan saat mereka memasuki paviliun, Kyuhyun agak sengaja berjalan didekat Haena.

“Kau membiarkannya menyetir?” bisik Kyuhyun pada Haena.

Haena mengangguk. “Itu adalah keinginannya. Mungkin karena aku sedikit lelah,” jawabnya.

“Well, kalau begitu kau sangat beruntung, Nona Kim Haena.” Kyuhyun lalu bergegas mengikuti Jonghyun dan membiarkan Haena dengan rasa penasarannya.

Haena menatap Siwon dengan bingung. “Kau tahu apa yang dia maksud?”

“Kurasa itu karena kau masih hidup. Kyuhyun pernah bercerita kalau Jonghyun sangat buruk dalam mengemudi, walaupun dia akan selalu mendapat mobil baru setelah mobilnya rusak karena kecelakaan kecil atau semacamnya. Jadi, selamat Nona Kim,” tukas Siwon sembari menyeringai.

Haena mendesis jengkel dan bisa saja meninju Siwon –kalau Kyuhyun sangatlah tidak mungkin– tapi ia harus menahan diri karena mereka harus menemui Presiden Lee saat ini.

Haena dan Siwon mengikuti Kyuhyun dan Jonghyun yang berjalan menuju ruang perpustakaan dimana Presiden Lee sudah menunggu bersama Donghae. Tapi Tuan Kang menahan mereka di depan pintu perpustakaan dan mengatakan bahwa pembicaraan sangat penting.

“Aku pikir disinilah batas kewenangan kalian,” tutur Tuan Kang dan kemudian beliau masuk kedalam perpustakaan tersebut dan menutup pintunya rapat.

Haena mendesis jengkel. “Geez, makin hari aku semakin tidak menyukainya,” tukasnya.

Siwon hanya tersenyum. Ia merangkul Haena dan membawa gadis itu untuk beristirahat sejenak.

*****

Kyuhyun memperhatikan Jeonghyuk yang bahkan tidak menatapnya semenjak ia dan Jonghyun datang. ia merasa seperti terkhianati. Mungkin itu bukan sebutan yang tepat tapi Kyuhyun merasakan bahkan tidak seharusnya ia diperlakukan seperti ini. Selama berbulan-bulan, ia berpikir bahwa ia akan tetap menjadi putra angkat dari Moon Jeonghyuk. Tapi hari ini kepercayaannya menjadi hancur.

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan memandang Presiden Lee. “Jadi, aku juga seorang Pangeran? Ta-tapi bukankah anda bilang bahwa…”

Presiden Lee lalu menyerahkan hasil test DNA milik Kyuhyun yang masih terus disimpannya. Kyuhyun membaca apa yang tertulis di kertas tersebut dan kembali dibuat terkejut untuk kedua kalinya di hari yang sama.

Jonghyun mengambil dokumen itu. “Kami bersaudara? Maksudku benar-benar mempunyai ikatan darah?”

“Seperti yang tertulis, Jonghyun. Aku juga sama terkejutnya dengan kalian, hanya saja apa yang tertulis disana adalah kebenaran,” ujar Presiden Lee.

Kyuhyun menghela nafas lagi. “Okay, tapi yang kupertanyakan kenapa anda menunggu hingga sampai hari ini untuk memberitahuku? Seharusnya, sejak awal anda sudah mengatakannya padaku, bukan?”

“Maafkan, soal itu, Kyuhyun. Prioritas kami adalah menemukan Pangeran Hyun dan saat itu Jonghyunlah orangnya. Tapi kami juga memutuskan untuk membawamu ke paviliun dan memberikan Pengawal Negara pribadi untuk menjagamu. Kami hanya perlu memastikan sebelum mengambil tindakan,” jelas Presiden Lee.

“Lalu kenapa sekarang?” tanya Kyuhyun lagi.

Presiden Lee tidak langsung menjawab. Beliau memandang pada Dongwan dan Jeonghyuk terlebih dahulu. Kemudian beliau menarik nafas perlahan. “Ini dikarenakan organisasi Hyde.”

“Hyde?” seru Donghae. Ia pernah mendengar Seungho menyebut nama itu. Walaupun saat itu adalah ketidak-sengajaan tapi Donghae memutuskan untuk mengingatnya.

Presiden Lee sontak menatap Donghae. “Kau mengetahui soal Hyde, Donghae?”

Donghae menggeleng. “Tidak, tapi aku pernah mendengar Seungho menyebut nama itu sekali. Dia tidak mengatakan apapun, tapi aku penasaran dan mengingatnya,” jelasnya.

“Siapa Hyde sebenarnya? Apa mereka ancaman?” kali ini Jonghyun yang bertanya.

Presiden Lee menatap Jeonghyuk. Beliau meminta Jeonghyuk yang menjelaskan secara rinci pada ketiga pangeran. Jeonghyuk menarik nafas dan memperhatikan ketiganya.

“Hyde adalah sebuah organisasi yang bergerak di militer tapi mungkin mereka lebih cocok disebut sebagai pemberontak. Tidak ada yang mengetahui jelas bagaimana organisasi itu terbentuk dan apa tujuan mereka. Hyde pernah aktif dalam perang dunia ke-dua dan perang korea. Namun, setelah masa perang dingin keberadaan Hyde seakan hilang begitu saja. Ada yang mengatakan bahwa mereka masih aktif dan membantu beberapa kelompok pemberontak kecil di beberapa negara Eropa Timur dan juga Afrika Utara. Tapi tidak ada bukti konkret.”

“Sampai akhirnya, Hyde kembali muncul sekitar duapuluh tahun lalu. Tapi mereka lebih aktif di Korea Utara dan China. Kami tidak tahu apa tujuan mereka, namun beberapa tahun terakhir Hyde mulai melancarkan sejumlah ancaman kepada pemerintah. Belakangan, hal ini terkait dengan rencana pendirian Kerajaan,” tutur Jeonghyuk.

Kyuhyun dan Jonghyun tidak memberikan reaksi apapun pada penuturan Jeonghyuk. Mereka tahu persis bahwa ayah angkatnya memang menjadi lebih sibuk dalam dua tahun terakhir, bukan hanya mencari keberadaan Pangeran Hyun yang ternyata adalah Jonghyun tetapi juga karena Hyde.

Jeonghyuk memperhatikan kedua putra angkatnya. “Pada awalnya akan lebih baik jika Pangeran Hyun menjadi prioritas utama kami. Namun, Hyde tidak hanya mengincar Pangeran Hyun, melainkan anggota kerajaan lainnya. Saat ini beberapa anggota kerajaan sudah diamankan ke beberapa negara dan hanya kalian bertiga yang menjadi pengawasan utama pemerintah. Dan beberapa minggu terakhir, kami menerima laporan peningkatan kegiatan Hyde. Jadi, kami memutuskan untuk melakukan tindakan pengawalan yang lebih ketat dan memberitahu identitasmu sebenarnya, Kyuhyun,” jelas Jeonghyuk panjang.

Presiden Lee kemudian melanjutkan, “Dalam dua minggu, kami akan membuat pengumuman resmi mengenai keberadaan kalian sebagai keturuan Pangeran Gyungho. Dan secara resmi, kalian akan mendapatkan perlakuan khusus sebagai anggota keluarga Kerjaan. Pengawal Negara yang saat ini mengawal kalian akan tetap mendampingi kalian, hanya saja ada sejumlah pengawal lain sebagai bantuan.”

“Selain itu, aku meminta pada kalian untuk lebih waspada. Kami tidak tahu apa yang direncanakan oleh Hyde, tapi mereka sangatlah berbahaya. Mereka mungkin berada di dekat kalian tanpa sadari. Jadi, jangan mudah percaya pada orang lain. Sampai waktu Pendirian Kerajaan, kalian dalam bahaya besar.”

*****

Donghae memperhatikan Kyuhyun yang sedang memandangi sebuah kalung dengan bandul sebuah cincin. Presiden Lee meminta Jonghyun memberikan salah satu cincin itu pada Kyuhyun. Donghae juga mempunyai cincin dengan design yang hampir sama. Beliau mengatakan itu sebagai tanda bahwa mereka adalah anggota Kerajaan. Walaupun sebenarnya Kyuhyun bisa menerima kenyataan bahwa dia juga anggota Kerajaan, tapi rasanya tetap saja aneh.

“Kyuhyun-ah,” panggil Donghae.

Kyuhyun sontak menatap Donghae dan tersenyum tipis. “Ne, hyung.”

Donghae menarik nafas lalu menghampiri pemuda itu dan memeluknya dengan erat. “Aku sangat senang,” tuturnya.

“Senang? Kenapa?” tanya Kyuhyun sembari memasukkan kalung cincin itu kedalam saku celananya.

“Karena kau juga saudaraku. Jonghyun cukup baik, tapi aku juga menyukaimu sebagai saudara. Dan apa yang dikatakan oleh Lee Ajhusi benar-benar membuatku senang. Kau juga senang, bukan?” tukas Donghae.

Kyuhyun tersenyum. “Tentu saja aku senang. Bisa menemukan keluargaku adalah sebuah anugerah, hyung. Tapi aku juga sedikit takut,” tuturnya.

Donghae sontak melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “Takut? Maksudmu Hyde? Tenang saja, hyung akan menjagamu dan Jonghyun. Lagipula ada Seungho-sshi, Siwon-sshi, Haena dan juga pengawal lainnya. Ada banyak orang yang melindungi kita bertiga, jadi jangan takut.”

Kyuhyun tertawa kecil dan mengangguk. Donghae tersenyum dan kembali memeluk Kyuhyun. Kemudian dia bersorak senang dan membawa Kyuhyun –yang masih dipeluknya– berputar-putar. Kyuhyun sendiri hanya tertawa melihat sikap Donghae.

Disisi lain, Jonghyun memperhatikan keduanya dalam sunyi. Jonghyun tentu juga merasa senang mengetahui bahwa ia dan Kyuhyun sebenarnya mempunyai ikatan darah. Tapi ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Jonghyun menghela nafas pendek dan berbalik.  Namun, Haena sudah berada dibelakangnya –memandanginya dengan serius.

“Anda tidak bergabung dengan kedua saudara anda, Pangeran?” tanya Haena.

Jonghyun mendesis pelan. “Tidak. Kita ke atap,” tukas Jonghyun sembari berjalan. Haena sontak mengikutinya dari belakang. Well, ia masih bertugas untuk menjaga Jonghyun.

“Mau menyelesaikan lagu itu?” tanya Haena lagi.

“Jangan banyak bertanya, Haena-sshi.”

Haena mendengus jengkel. Well, sikap Jonghyun kembali menjadi menyebalkan. Walaupun tidak sering terjadi, tapi tetap saja membuat Haena sebal. “Jika anda ingin menyelesaikan lagu itu, aku tahu satu tempat di paviliun yang cukup nyaman selain atap.”

Jonghyun menoleh pada Haena dengan ekspresi penasaran. Haena tersenyum lalu ia menarik tangan sang Pangeran dan membawanya ke arah sebaliknya dari arah menuju atap.

*****

Kyuhyun menghampiri Jeonghyuk dan tersenyum tipis. “Appa terlihat kurus,” tukasnya.

Jeonghyuk menyentuh kepala Kyuhyun dan mengusapnya lembut. “Benarkah? Mungkin karena terlalu sibuk. Pendirian Kerajaan cukup menyita banyak waktu semua orang di Cheongwadae. Pangeran Donghae juga ikut membantu, bukan?”

Kyuhyun mengangguk. Namun, ia menjadi terdiam. Jeongyuk menarik kembali tangannya dan menghela nafas pendek. “Kau terlihat tidak senang. Bukankah ini adalah kabar baik, Kyu? Kau dan Jonghyun ternyata bersaudara.”

“Aku senang mengetahui saudaraku sendiri, tapi Appa kini sendirian. Aku pikir, setelah ini aku bisa kembali ke rumah dan tinggal berdua dengan Appa,” tutur Kyuhyun.

“Hey, jadi sekarang kau menganggap aku bukan Appamu?”

Kyuhyun sontak menggeleng. “Ani, bukan begitu. Appa akan tetap menjadi Appa kami. Hanya saja…”

“Kyuhyun-ah, dengarkan Appa. Apapun yang terjadi saat ini tidak akan merubah apapun yang sudah terjadi selama tujuhbelas tahun kita tinggal bersama. Kau dan Jonghyun tetaplah anak-anak Appa. Situasinya mungkin berbeda, tapi hubungan diantara kita tidak ada yang berubah. Kau mengerti?” ucap Jeonghyuk. Kyuhyun kembali mengangguk.

Jeonghyuk kembali tersenyum. “Kau dan Jonghyun masih bisa pulang ke rumah kapanpun kalian mau. Tapi harus sesuai dengan ijin, jangan kabur lagi seperti sebelumnya, eoh?”

Mata Kyuhyun membulat. Jeonghyuk tertawa kecil dan mencubit pipi putranya. “Jangan kau pikir, Appa tidak mengetahuinya, Kyu. Kalian membuat pengawal kalian dalam masalah, terutama Haena dan Siwon. Jangan dilakukan lagi, mengerti?”

“Ne, Aku mengerti dan maaf,” patuh Kyuhyun.

Jeonghyuk lalu memeluk putranya dengan erat. “Putra Appa sudah besar sekali. Rasanya baru kemarin, Appa dan Eomma mengatur kamar untuk kalian. Selesaikan tugas akhirmu dengan baik. Patuhi ucapan Dewan Kerajaan dan jaga diri kalian baik-baik, ne. Appa sayang kalian.”

“Kyuhyun juga sayang Appa.”

*****

Tuan Kim mendekati Mr. Hyde yang sedang bermain golf. Ia membungkuk hormat. “Kami mendapat kabar bahwa Cheongwadae akan memberikan pengumuman resmi mengenai Pangeran Hyun dalam dua minggu, Mr. Hyde.”

Mr. Hyde atau Henry D. Jung kembali melakukan swing dengan baik. Ia tersenyum puas dan berbalik menatap Tuan Kim. “Benarkah? Itu kabar baik,” tukasnya sembari menyimpan stick golfnya.

“Kami belum mendapat informasi lokasi pengumuman itu. Tapi kami akan terus mencari informasi lebih lengkap,” ucap Tuan Kim.

Henry tersenyum. “Jangan terlalu terburu-buru, Tuan Kim. Mereka akan memberitahu publik lebih lanjut. Siapkan saja rencana pertamanya. Oh, dimana Byunghee? Apa dia pergi ke kampus?”

“Tuan Byunghee hari ini pergi ke pameran lukisan. Beliau ditemani oleh Jang,” ujar Tuan Kim.

Henry mengernyit. “Pameran lukisan? Ah, dia belum melupakan hobinya ternyata. Awasi dia dengan baik, Kim. Jangan sampai kau menjadi lengah. Dan persiapkan rencananya.”

Tuan Kim kemudian menunduk patuh.

*****

Jaeshin mendengus pelan. Ia terus berjalan mengikuti Byunghee yang sibuk memperhatikan setiap lukisan. Jaeshin bukannya tidak menyukai pameran hanya saja mereka sudah hampir dua jam dan ia juga sudah mulai kelaparan.

“Hee-ya, apa kau tidak lapar? Bagaimana kalau kita makan siang dulu?” ucap Jaeshin.

Byunghee menoleh dan tersenyum. “Wae? Apa kau sudah lapar Nona Kang?” godanya.

Jaeshin menjadi cemberut jengkel. “Kenapa kau malah ikut-ikutan memanggilku Nona Kang? Baru beberapa minggu kau sudah terpengaruh oleh Minho dan Jonghyun. Menyebalkan.”

Byunghee tertawa kecil lalu merangkul Jaeshin. Walaupun mereka baru berkenalan tapi Byunghee cukup mudah beradaptasi dan akrab dengan teman-teman barunya, seperti Jaeshin dan Minho. “Baiklah, Jae. Kau mau makan dimana?”

“Kau yang traktir?” tukas Jaeshin.

Byunghee terlihat berpikir lalu pada akhirnya mengangguk. Jaeshin bersorak lalu menarik pemuda itu keluar dari ruang pameran tersebut.

*****

Byunghee melebarkan matanya menatap Jaeshin yang sibuk menghabiskan jjampong pesanannya. “Kau putri Kang Jaeho? Anggota Dewan Kerajaan? Jjinja?!”

Jaeshin mengangguk kecil lalu ia memandang Byunghee yang kini mengabaikan makan siangnya. “Hanya putri angkat. Tapi ya, itulah kenyataannya,” sahut Jaeshin.

“Walaupun kau hanya putri angkat tapi kau putrinya, Jae. Sebenarnya aku tidak setuju dengan sebutan anak angkat. Di dunia ini seorang anak tetaplah anak, walaupun dia bukanlah berasal dari darah yang sama dengan orangtua yang mengasuhnya,” ujar Byunghee.

Kini Jaeshin yang dibuat terkejut oleh Byunghee. “Woah, Byunghee-ya, kau mendapat kata-kata itu dari mana? Heol, daebak!!” tukasnya.

Byunghee tersenyum. “Pengalaman hidup. Tapi kau bilang aku orang pertama yang kau beritahu? Lalu Minho dan Jonghyun?” tanyanya lagi.

Jaeshin menggeleng lalu menelan makanannya. “Mereka tidak tahu. Selama ini aku memang sengaja menyembunyikannya. Mereka hanya tahu kalau aku anak angkat, tapi aku tidak pernah memberitahu siapa orangtuaku. Well, mereka pernah melihat ibuku tapi tidak ayahku. Selain itu, aku cukup beruntung karena Appa jarang membawa keluarga ke publik. Jadi, jangan memberitahu mereka. Ini rahasia kita berdua, mengerti?”

Byunghee mengangguk. “Ne, ini rahasia.”

Jaeshin tersenyum puas dan kembali menghabiskan makan siangnya. Byunghee masih tersenyum memperhatikan Jaeshin dengan serius. Kemudian Jaeshin meliriknya dan memberi isyarat apakah Byunghee tidak makan? Byunghee hanya mengangguk dan melahap makan siangnya.

Well, sepertinya dia terlalu polos.

*****

Siwon berkeliling setiap ruangan paviliun untuk mencari keberadaan Kyuhyun. Pemuda itu tidak terlihat dimana pun bahkan tidak ada kamera pengawas yang berhasil menangkap keberadaannya. Jadi, Siwon hanya mencari dengan cara manual.

Siwon bisa saja menghubungi ponsel Kyuhyun, tapi sayang ponsel itu malah berada di kamarnya. Siwon mendengus kesal karena gedung paviliun yang cukup besar, ia menjadi berpikir bagaimana ketiga Pangeran sudah pindah ke Istana yang sudah disiapkan. Oh, sebagai catatatan bukan istana Gyeongbuk karena istana tersebut sudah tercatat sebagai warisan budaya dan menjadi objek wisata. Akan lebih merepotkan jika pemerintah harus mengfungsikan kembali istana tersebut sebagai kediaman ketiga Pangeran. Jadi, sebagai pilihan akhir adalah membangun Istana baru.

Siwon kini mencari di lantai tiga –tempat yang jarang di datangi karena hanya digunakan sebagai ruang arsip atau penyimpanan lainnya. Hanya ada beberapa kamar jadi Siwon mungkin tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari Kyuhyun –jika ia memang tidak disana.

Siwon memasuki satu per satu ruangan dan belum menghasilkan apapun. Sampai akhirnya, Siwon membuka ruangan arsip sejarah dimana banyak dokumen mengenai sejarah panjang Korea tersimpan disana sebelum dikembalikan ke perpustakaan utama kerajaan. Siwon memasuki ruangan yang cukup besar dengan rak-rak besar.

“Pangeran Kyuhyun,” panggilnya. Yah, sejak Presiden Lee memberitahu status Kyuhyun, kini semua orang memanggilnya dengan sebutan Pangeran tanpa terkecuali.

Siwon berkeliling ruangan itu, hingga ia menemukan seseorang yang sedang sibuk membaca sebuah buku besar dengan telinga yang tersumpal earphone. Siwon menghela nafas panjang dan mendekati orang itu.

“Anda disini, Pangeran,” ucapnya.

Kyuhyun yang menyadari kedatangan orang lain sontak mendongak dan melepaskan salah satu earphonennya. Siwon lalu duduk pada sofa dihadapan Kyuhyun dan menatap sang Pangeran dengan lekat. “Apa yang anda lakukan disini? Kenapa tidak memberitahuku?”

“Aku hanya membaca dan bukankah aku masih berada di Paviliun. Aku tidak harus selalu di kawal kemanapun aku pergi, bukan?” tukas Kyuhyun datar.

Siwon menghela nafas lagi. “Anda memang masih berada di Paviliun, tapi lantai ini tidak ada kamera pengawas. Aku sebagai Pengawal pribadi anda harus mengetahui secara jelas keberadaan anda,” tutur Siwon.

Kyuhyun memandang Siwon lekat. “Baiklah, maaf,” ucapnya sembari memakai earphone dan meneruskan kegiatan membacanya.

Siwon mungkin salah, tapi Kyuhyun mulai berubah. Selama ini Kyuhyun selalu memberitahu kemanapun dia akan pergi –walaupun masih ada di Paviliun– tapi setelah Presiden Lee memberitahu status barunya, sikapnya sedikit berubah. Well, jika boleh berpendapat, sikap Jonghyun juga mengalami perubahan setelah mengetahui statusnya sebagai Pangeran Hyun berbulan lalu. Jadi, Siwon berkesimpulan bahwa keduanya tidak siap dengan perubahan status mereka.

 “Pangeran Kyuhyun,” ucap Siwon.

Kyuhyun sedikit meliriknya dan menggumam. Sebenarnya itu lebih baik karena ternyata Kyuhyun masih mendengarnya. Siwon menarik nafas lagi. “Anda bisa membacanya di perpustakaan. Kita harus turun sekarang,” lanjutnya.

“Kau turun duluan. Aku akan menyelesaikan membaca ini disini. Donghae hyung mungkin akan menggangguku jika aku membaca di perpustakaan,” tukas Kyuhyun sembari membalik halaman berikutnya.

Siwon mengernyit. “Mengganggu?”

“Jangan salah paham. Donghae hyung selalu meminta pendapatku mengenai yang berhubungan dengan pendirian Kerajaan. Tapi aku juga harus menyelesaikan tugas akhirku dan buku ini harus selesai kubaca sebelum menyelesaikannya,” jelas Kyuhyun.

“Oh. Kalau begitu aku akan menemani anda disini sampai selesai.”

Kyuhyun kembali melirik Siwon. “Kau akan bosan, Siwon-sshi. Turun saja dan aku akan melapor padamu.”

“Aku tetap disini, Pangeran Kyuhyun,” ucap Siwon dengan tegas.

Kyuhyun hanya mendesah panjang dan membiarkan Siwon melakukan apa yang diinginkannya. Dan dua jam kemudian, Kyuhyun mendapati Siwon sudah tertidur pulas dengan melipat kedua tangannya di dada. Kyuhyun menarik nafas dan melepaskan kedua earphone dan mematikan musik playernya. Ia memperhatikan Siwon dengan lekat.

Kemudian Kyuhyun menaruh buku tebalnya diatas meja diantara keduanya. Lalu ia bersandar disofa dengan masih memandangi Siwon yang masih terlelap. Kyuhyun menarik nafas untuk kesekian-kali dan mengeluarkan kalung cincin dari saku celananya. Ia memperhatikan cincin itu sekali lagi sebelum memasangnya dan menyembunyikan dibalik kausnya.

Kyuhyun mendengar alunan pelan petikan gitar milik Jonghyun. Walaupun paviliun cukup besar, tapi Kyuhyun bisa mengenali suara permainan gitar saudaranya. Oh, Kyuhyun bahkan sangat senang memanggil Jonghyun dengan saudara karena mereka memang memiliki ikatan darah –dengan Donghae juga. Kyuhyun tersenyum tipis dengan alunan musik lembut tersebut.

Musik Jonghyun selalu bisa membuatnya tenang, walaupun hanya dengan genre tertentu –rock bukanlah pilihan Kyuhyun. Dan, perasaan takut yang masih meliputinya perlahan mulai hilang. Kyuhyun tahu bahwa apa yang dikatakan Donghae benar. Ada banyak orang yang akan melindungi mereka.

“Nyawa kami berada ditanganmu dan juga teman-temanmu, Siwon-sshi. Aku sangat bergantung padamu. Tolong lindungi aku, maka aku akan membalasnya dengan seluruh hidupku,” ucap Kyuhyun pelan.

Kyuhyun menghela nafas panjang lagi dan melirik jam dipergelangan tangannya. Professor Jang sepertinya sudah datang, mengingat ini sudah mendekati waktu untuk belajar. Kemudian ia berdiri sembari membawa buku dan musik playernya. Kyuhyun menepuk bahu Siwon untuk membangunkannya.

Siwon agak terkejut dan mendongak. “Ayo turun. Sepertinya Professor Jang sudah datang,” tukas Kyuhyun lalu keluar terlebih dahulu.

Siwon menguap sembari merenggangkan otot tubuhnya dan mengikuti Kyuhyun meninggalkan ruangan arsip tersebut. Siwon masih menguap ketika ia menuruni tangga lantai dua. Tapi ia mendengar sebuah dentingan piano. Siwon tanpa pikir menelusuri koridor yang membawanya ke sebuah ruangan.

Siwon membuka pintu ruangan tersebut dan mendapati Haena sedang duduk dihadapan sebuah piano besar dan memainkannya. Siwon tidak tahu bahwa gadis itu mempunyai bakat bermusik atau mungkin karena dia tidak pernah bertanya sebelumnya. Siwon mengetuk pintu dan Haena sontak menoleh.

Siwon tersenyum dan berjalan menghampiri Haena. “Kau bisa bermain piano?”

“Well, kurasa kau baru saja melihatku memainkannya, Sunbae. Dan kudengar kau juga bisa bermain piano,” tukas Haena sembari memberikan ruang untuk Siwon duduk disebelahnya.

Siwon ikut duduk dihadapan piano tersebut. “Darimana kau mengetahuinya?”

“Well, keluarga Choi cukup terkenal,” sahut Haena dengan menyeringai.

Siwon menekan beberapa kunci dengan asal. “Tapi sudah lama sekali sejak aku bermain piano. Terlalu sibuk menjalani misi,” tutur Siwon.

Haena yang memperhatikan Siwon kemudian memainkan jemarinya dengan lincah diatas kunci hitam-putih tersebut. Siwon masih tersenyum dan berusaha mengikuti alunan nada yang dimainkan Haena.

Haena tersenyum. “Kau bisa menyanyikan lirik lagu ini, bukan?” Well, mereka sedang memainkan lagu milik Sung Si Kyung yang berjudul 넌 감동이었어 (I am Touched by You). Siwon menatap Haena dengan mengerutkan dahi.

“Oh, ayolah. Hanya bagian reffrain saja. Siap?” tukas Haena lagi. Siwon mendesah pelan, tapi kemudian ia membuka mulutnya dan lantunan lagu terdengar merdu. Haena tersenyum dan terus mengiringi nyanyian Siwon.

그래 그랬었지 널 사랑하기에
Yes it was like that back then since I loved you
세상은 나에게 커다란 감동이었어
The world to me was a big sensation
그 순간을 잃는다면 내가 살아온
If I forgot that feeling the life I have lived
짧은 세월을 너무나 보잘것 없어
For a short period of time till now will become nothing
되돌려 보려해 너를 찾으려해
I’m trying to reverse it I’m trying to find you
너없이 살아도 멀쩡히 숨은 쉬겠지만
Although without you I will still be breathing fine
후회와 그리움 만으로는 견딜 수 없어
With only regrets and longing I can’t survive
하루도 자신이 없어
Not even for a day
도저히
No matter what…

Ketika Siwon mengakhiri nyanyiannya, Haena –entah dengan sengaja atau tidak– mencium pipinya. Mata Siwon membulat tapi Haena hanya tersenyum dengan lebar. Siwon menyentuh pipinya dengan canggung. “Ke-kenapa menciumku?”

“Sebagai ucapan terima kasih,” tukas Haena yang kemudian meninggalkan Siwon di ruangan tersebut.

“Te-terima kasih untuk apa?!” tanya Siwon lagi, tapi Haena sudah pergi.

Siwon menghela nafas. Tangannya masih menyentuh pipi kirinya yang baru saja dicium oleh Haena. Kemudian Siwon tersenyum dan tertawa kecil. Walaupun agak mengejutkan, tapi Siwon merasa senang.

Terima kasih untukmu juga, Haena.

*****

NOTE: Akhirnya, The President diganti jadi The King of Soul. Awalnya Soul nya itu kepikiran Seoul, tapi rasanya aneh. Dan untuk part lain yang sudah publish akan tetap The President, cukup repot kalo ganti satu-satu. Gak papa ya? And seriously, aku suka banget sama suara siwon.

Here the link Siwon – You Were Impressed Me http://www.youtube.com/watch?v=w8-IzpbJ2wM

Ah, di part sebelumnya banyak yang gak tau Jung Byunghee itu siapa, kan? Jung Byunghee itu nama asli G.O MBLAQ

P.S awas banyak typo. Makasih Linda udah dikasih tahu salah satu bagian yang typo. Hehehehe

Advertisements

13 thoughts on “[MM] The Last King Part 10

  1. ahh update!! bener2 pas tahun baru ini kkk
    dan apakah sy first? lalu judul! awalnya sempet lupa mau ganti judul pas baca baru inget ini the president hoho
    anw sepertinya td ada typo eonni bagian kata donghae yg “untuk apa aku harus marah karena kalian karena itu” bagian atas2 hehe ~
    next chapter ~~

  2. Update awal tahun, tepat waktu aku jga suka dengan tingkah jonghyun yg menyebalkan,hihi sabar haena, siwon kpan dah punya perasaan sma kyuhyun (apaan sie) di tunggu deh aksi ketiga pengawal ini 🙂

  3. oh ternyata the president udah gnti judul ya!!!
    knpa kyu merasa gelisah terus ya!! apa akan segera terjadi sesuatu yg besar…..
    apa nnti dsini g da unsur romance-nya??
    d tggu kelqnjutannya!!! ^^

    ohya….. happy new year eonnie…. b^^b

  4. akhirnya bisa baca jg stelah bnyak yg mngganggu XD
    *gananya ._.
    hung?? jdi JongKyu saudara kandung?? waaw..bagus dong.
    seneng bgt klo mreka bener2 saudara kandung 😀
    heum?? jaeshin emg trlalu polos yaa?? mau aja buka rahasia sma org yg bru dikenal,sma MinJong aja dia ga mau ksih tau :3
    kira2 apa yg mau dilakukan hyde ke kerajaan?? klo perang mah ga kebayang -_-
    byunghee GO mblaq?! hyaa..knapa bru ksih tau??
    aissh
    di tunggu lanjutan’a saeng 🙂
    -Shin SiHyun-

  5. madu dan racun sepertinya lagi laris di dua ff. kkk *abaikan

    senangnya Kyu sama Jonghyun saudaraan. tapi mereka tidak seakrab dulu. Jonghyun cemburu kali ya dengan kedekatan Kyu sama Hae..
    hei hei… apa maksud Siwon berterimakasih pada Haena?

    Siwon, tolong jaga my baby Cho, ne…

  6. Oooh, jadi ini the president….
    Kirain baru lg. Yaaaah, siwon kayaknya ada feeling ya ma haena? Aku berharap wonkyuuuuuu…..

  7. Hmm…ok identitas asli siapa sbenernya kyu udh terungkap..
    Trus itu yg jadi pemimpin hyde nya henry??? Serius?? :O dan byunghee itu siapanya ???

    Yahh jngan dong..siwon masa sama haena?? Ga relaaaa..
    Ok lanjut eonni

  8. ternyata kyuhyun saudaranya jonghyun? tp knp mereka bisa terpisah ya dan bertemu lg di panti asuhan. apa rencana hyde selanjutnya? setelah mereka tahu kl sebentar lg akan di umumkan tentang ke3 pangeran itu, siwon….kyuhyun menaruh kepercayaan padamu utk sll bisa menjaganya, jagalah kyuhyun dng segenap jiwa ragamu, di sini gak ada romantismenya ya? padahal berharap banget ada wonkyunya, he,,,he…

  9. bagiku ini tetep masih aneh tentang status pangeran itu… seperti masih ada yg janggal dan masi ada rahasia yg blum terkuak … heuuummmm

    haduuuuhhhh saia bngung #plak

    nunggu rencana hyde , masi penasaran sm organisasi ini #lol

    okaiii cemuuunguuud, ditunggu next nya 😉

    Choi_Chahyun

  10. Serius, aku baru nyadar kalau ini FF “the president”.
    Haha padahal dah lama, pantesan The President nggak lanjut-lanjut, ternyata diganti judulnya.

    Aku paling semangat kalo baca partnya Kyuhyun.
    FFnya makin seru, ditunggu banget lanjutannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s