[SF] Only One Part 19

Only One by Sucii Cho

[Part 19]

Siwon menatap putrinya dengan lekat yang sedang makan dengan lahap, sedangkan Kyuhyun sendiri tidak menyentuh makanannya. Ia sama sekali tidak merasa lapar, dan seharusnya Kyuhyun kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Tapi sangat jelas kekasihnya dan putri kekasihnya mempunyai pemikiran lain.

Siwon menarik nafas pelan. “Hyunsa sayang….”

Hyunsa menggumam pelan setelah menelan makanannya. Ia menatap Siwon yang duduk disebelahnya. “Kenapa Dad?”

“Daddy merasa penasaran. Dengan pembicaraanmu dengan Kakek sebelum kami datang. Apa yang kalian bicarakan, sayang?” tanya Siwon. Kyuhyun memandang ayah-anak tersebut dengan serius. Jujur, Kyuhyun pun merasa penasaran. Walaupun sepertinya Hyunsa tidak bertengkar hebat lagi dengan Tuan Choi Songjoo.

Hyunsa meneguk minumannya terlebih dahulu. “Tidak ada yang penting. Kakek hanya bertanya ini-itu. Dan aku menjawab dengan baik. Aku tidak membuat masalah apapun dengan Kakek,” jawab Hyunsa.

Siwon menarik nafas lagi. “Daddy tahu kalau kau tidak mungkin membuat masalah. Tapi, mengenai kedatangan Kakek hari ini, apa Kakek bertanya mengenai Kyuhyun?” tanya Siwon dengan hati-hati. Kyuhyun menjadi tegang.

Hyunsa melirik kearah Kyuhyun sebentar, lalu kembali memandang Siwon. “Kami tidak membicarakan mengenai Sekretaris Cho. Kakek memang bertanya siapa kekasih Daddy sekarang. Tapi aku tidak bodoh dengan menjawab dengan jujur. Jawaban itu hanya boleh datang dari Daddy. Atau Sekretaris Cho sendiri.”

Siwon mengernyit. “Kau memanggil Kyuhyun dengan Sekretaris Cho? Lagi?”

“Sudahlah. Aku akan pulang. Kalau kalian mau kembali ke kantor, silahkan saja. Aku akan pulang dengan taksi,” Hyunsa lalu menaruh serbet diatas meja dan beranjak untuk meninggalkan meja. “Kita makan malam di apartment Paman Soo saja, ya? Aku akan langsung menemui Paman, jadi Daddy langsung ke apartment Paman Soo saja.”

Siwon hanya mengangguk dan membiarkan Hyunsa pergi. Siwon lalu menatap Kyuhyun yang kini menunduk menatap makanannya. “Makanlah, Kyuhyun.”

“Aku sedang tidak ingin makan, Sajangnim. Aku akan kembali ke kantor terlebih dahulu. Ryeowook-sshi mungkin…”

“Apa aku harus memohon padamu hanya untuk membuatmu makan, euhm?” sela Siwon dengan cepat. Kyuhyun terdiam sejenak. “Kyuhyun…”

Kyuhyun menarik nafas dan mengambil sumpitnya. Siwon tersenyum tipis dan kembali menghabiskan makananannya sendiri. Keduanya tenggelam dalam kesunyian dan makanan. Walaupun sesekali keduanya mencuri pandang, tapi tidak ada satupun dari mereka yang hendak bicara.

Tapi Siwon sudah tidak tahan dengan keheningan tersebut, akhirnya berbicara terlebih dahulu. “Hyunsa mengatakan sesuatu yang konyol sekaligus menyeramkan padaku tadi.”

Kyuhyun menatapnya dengan penuh rasa penasaran. Siwon tersenyum lagi. “Dia bilang agar tidak mencemaskan masalah Lee Dahyun. Tapi aku sendiri yang harus menyelesaikan masalah ini dengan Abeojiku. Itu konyol, tapi juga menyeramkan untukku.”

“Apanya yang konyol? Dan apanya yang seram?” tanya Kyuhyun pelan.

Siwon memandang kekasihnya. “Terdengar sangat konyol karena Hyunsa seakan mengatakan padaku bahwa aku harus cepat-cepat menikah denganmu. Lee Dahyun hanya seorang yang tidak kami kenal, jadi diabaikan saja. Tapi sangat menyeramkan karena aku harus sendirian menghadapi Abeojiku dan semua resikonya.”

“Maksud…” Kyuhyun terdiam sejenak. Ia membutuhkan kata yang tepat untuk saat ini. “Maksud hyung, reaksi masyarakat jika mengetahui hubungan ini?” Siwon tersenyum lirih dan mengangguk.

Kyuhyun kembali terdiam. Ia beberapa kali menarik nafas dan berusaha menenangkan emosinya. Siwon ingin sekali menggenggam tangan Kyuhyun, tapi mereka masih berada diruang publik dan Siwon tidak ingin membahayakan Kyuhyun diwaktu seperti ini. Seperti yang Hyunsa katakan, Siwon masih harus menyelesaikan masalah ini dengan ayahnya dan kemudian Siwon mungkin bisa mengungkapkan hubungannya dengan Kyuhyun dihadapan publik. Jadi, sampai waktunya tiba Siwon berusaha untuk menahan diri.

“Lanjutkan makanmu, Kyuhyun. Dan jangan pikirkan apapun. Ini adalah masalah keluargaku, dan aku akan melindungimu.”

*****

Jungsoo menatap Hyunsa dengan lekat. “Kakekmu sudah tahu?”

“Hanya tahu Daddy itu seorang homoseksual, tapi hubungan Daddy dengan Kyuhyun oppa belum diketahui Kakek. Berharap saja, bahwa gadis itu cukup pintar untuk menyumpal mulutnya sebelum aku bisa membunuhnya,” tukas Hyunsa yang sibuk memotong buah.

Jungsoo agak merinding mendengar ancaman keponakannya tersebut. “Jangan bicara seperti itu, Hyunsa. Memang tidak menutup kemungkinan gadis itu akan berbuat lebih jauh sekadar memberitahu Kakekmu,” Jungsoo lalu melihat jam dipergelangan tangannya. “ Kapan ayahmu datang? Ini sudah hampir makan malam.”

“Tidak tahu. Lalu kemana Paman Woon?” Hyunsa bertanya balik.

Jungsoo menghela nafas. “Tidak tahu.”

*****

“Kalian akan membantuku, bukan?” tanya Siwon yang memandang Woon dan Yunho dengan lekat.

Woon dan Yunho saling berpandang untuk beberapa saat sebelum kembali terfokus pada Siwon yang meminta mereka datang untuk membicarakan mengenai beberapa hal. Siwon menarik nafas. “Aku bahkan terlalu lemah untuk memperjuangkan perasaanku sendiri. Hingga aku harus meminta bantuan dan Hyunsa terlalu banyak ikut campur. Ia seharusnya tidak melakukan hal itu, bukan? Dia masih kecil.”

Woon ikut menarik nafas. “Ya, dia terlalu dewasa untuk usianya. Aku mungkin bisa membantu, tapi tidak banyak. Aku dan Jungsoo mungkin akan menikah, tapi aku tetap orang asing di keluarga kalian. Rasanya sangat tidak pantas jika aku ikut campur.”

Siwon tersenyum. “Terima kasih, Woon. Aku sangat menghargainya.” Kini Siwon menunggu jawaban Yunho. Walaupun Siwon tidak begitu yakin kalau teman lamanya akan ikut membantu.

“Yunho,” ucap Woon.

“Sama seperti Woon, aku bukanlah bagian dari keluarga Choi. Tapi aku akan membantumu sebisa kemampuanku. Kita adalah teman lama, Siwon. Aku tahu persis siapa dirimu. Kami akan berada dibelakangmu,” tutur Yunho.

Siwon tersenyum lebih lebar dan memperlihatkan dua buah dimplenya. “Terima kasih.”

*****

Hyunsa menatap cemberut pada Siwon. Tapi Siwon hanya tersenyum meminta maaf karena terlambat. Selesai melepaskan sepatu, Siwon merangkul bahu Hyunsa dan membawanya ke ruang tengah, diikuti oleh Woon.

“Jangan cemberut begitu, sayang. Jalanan sedang macet. Daddy saja bertemu dengan Woon ajhusi di basement parkir,” tutur Siwon. Jungsoo sekilas menatap Woon, seolah bertanya. Tapi Woon memberikan balasan bahwa ia akan menjelaskannya nanti. Jungsoo menarik nafas pelan.

“Tapi Daddy bisa menelepon. Atau mengirimkan pesan. Ini sudah terlambat setengah jam, Dad,” gerutu Hyunsa.

“Iya, maafkan Daddy. Kita makan sekarang? Daddy sudah sangat lapar.”

*****

Dahyun tersenyum tipis dan meletakan cangkir kopinya. Ia memang sudah menduga bahwa apa yang akan dikatakan oleh Choi Songjoo ketika pria paruh baya itu menghubunginya. “Jadi, Paman akan menghentikan perjodohan ini? Dan merestui hubungan mereka?” tanya Dahyun.

“Aku tidak mengatakan bahwa aku akan merestui mereka, Dahyun. Dan pemutusan perjodohan ini kulakukan demi keluargamu juga. Lagipula aku hanya ingin mengetahui siapa orangnya,” tutur Choi Songjoo.

Dahyun menatap beliau dengan lekat. Gadis mudah itu menarik nafas panjang dan kembali tersenyum. “Siwon belum mengatakan siapa orangnya?”

“Belum. Dia mungkin akan mengatakan jika aku memintamu untuk berhenti menganggunya. Tidak ada jaminan apapun kalau Siwon akan memberitahu siapa kekasihnya,” ujar Choi Songjoo dengan tenang. Seakan dia tidak peduli apakah Siwon benar-benar memberitahunya ataukah tidak. Choi Songjoo bukanlah orang bodoh.

“Aku bisa memberitahu Paman siapa kekasih Siwon. Hanya saja, aku tidak yakin apakah Paman merasa senang setelah mendengarnya.”

Choi Songjoo mengernyit memandang Dahyun. “Kau mengetahui orangnya?”

Dahyun kembali tersenyum. Ia bisa merasakan bahwa Choi Songjoo sangat penasaran. “Katakan saja aku mempunyai sebuah firasat mengenai orang ini. Tapi Paman bisa mencari tahu sendiri nanti. Jadi, apakah Paman berminat untuk mengetahuinya?” Choi Songjoo terdiam untuk beberapa lama.

“Jadi, bagaimana? Paman?”

*****

Kyuhyun menghela nafas pendek sembari meletakan kembali ponselnya. Jinho yang berada didekatnya memandang Kyuhyun dengan penasaran. “Bagaimana?” tanya Jinho.

“Mereka akan datang minggu depan. Beberapa dokumen sudah siap. Appa juga sudah menyiapkan rumah lainnya,” tutur Kyuhyun.

“Eoh? Kita akan pindah? Tapi rumah ini cukup besar untuk kita berempat,” ujar Jinho dengan nada sedikit kecewa. Rumah ini telah menjadi tempat tinggalnya selama tiga tahun. Walaupun sebenarnya rumah ini memang hanya sementara sampai kedua orangtua mereka kembali ke Seoul.

Kyuhyun tersenyum dan menepuk bahu Jinho. “Berkemaslah dari sekarang. Kau akan sibuk dengan pertandingan dan beberapa ujian. Aku akan mengurus semuanya,” ucapnya.

Jinho mengangguk dan kembali ke kamarnya untuk mulai berkemas. Waktu seminggu itu tidak lama. Dan kemungkinan mereka harus pindah lebih awal beberapa hari sebelum kedatangan orangtua mereka. Kyuhyun menarik nafas seiring melihat punggung Jinho menghilang dari pandangan.

Kyuhyun lalu memperhatikan seisi ruangan dan tersenyum. “Yah, memang sangat disayangkan. Aku bahkan sudah tinggal disini lebih lama dari Jinho,” gumamnya.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun kembali bergetar. Kening Kyuhyun mengerut saat melihat sebuah nama kontak yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. Selain itu, Kyuhyun merasa lebih cemas dari kejadian tadi siang.

From : Chairman Choi

Kyuhyun-sshi, temui aku di Hotel Sheraton besok. Pukul 9 pagi. Ada sesuatu yang ingin kudiskusikan bersamamu. Dan aku harap kau tidak mengatakan apapun pada putraku.

*****

“Eoh? Pergi kemana?” tanya Hyunsa bingung.

“Aku tidak tahu. Hyung tidak mengatakan apapun kecuali dia bilang pergi untuk menemui temannya. Waeyo?”

Hyunsa mendesah pelan. “Ah, tidak apa-apa. Hanya bertanya saja. Hari ini latihan jam berapa?”

“Setelah makan siang. Apa kau akan datang?”

“Mungkin, jika Daddy mengijinkan. Baiklah, nanti akan kukabari lagi.” Hyunsa lalu memutuskan sambungan telepon tersebut secara sepihak. Lalu ia kembali ke ruang makan dimana Siwon sedang menikmati sarapannya.

Hyunsa kembali duduk dan meletakan ponselnya di meja. “Dad, apakah Kyuhyun oppa mengatakan padamu dia akan pergi hari ini?” tanya Hyunsa memandang gelas susunya.

Siwon memandang putrinya dan menggeleng. “Tidak. Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Jinho bilang Kyuhyun oppa pergi untuk menemui temannya,” tukas Hyunsa.

Siwon tersenyum tipis dan mengusap kepala putrinya dengan lembut. “Hey, kau terlalu khawatir sayang. Kyuhyun juga mempunyai kehidupan pribadinya sendiri. Dia masih belum berstatus sebagai ayah barumu, jadi dia berhak melakukan apapun tanpa mengatakannya padamu atau diriku.”

Hyunsa memandang Daddy-nya dengan lekat dan menghela nafas. “Iya, aku tahu. Aku akan pergi ke sekolah sekarang untuk melihat latihan. Kuusahakan pulang sebelum makan malam, ne.”

“Uhm. Hati-hati dijalan, ne.”

*****

Jinho mendesah saat ia melihat Hyunsa berdiri diambang pintu. “Kubilang latihannya setelah makan siang, Hyun,” tukas Jinho.

Hyunsa menerobos masuk tanpa dipersilahkan terlebih dahulu. Ia melepas sepatunya dan berjalan masuk ke ruang tengah. Jinho mengikutinya dengan helaan nafas lagi. Tapi saat di ruang tengah, Hyunsa melihat beberapa kardus besar. Ia memandang Jinho dengan lekat. “Kalian akan pindah?”

Jinho mengangguk. “Kami akan pindah ke rumah yang baru. Orangtuaku akan kembali minggu depan. Rumah-nya juga sudah disiapkan.”

“Oh.”

“Hey, untuk apa kau kesini? Kalau kau ingin pergi latihan bersama, kau bisa…”

“Aku mempunyai firasat buruk. Mengenai Kyuhyun oppa.”

Jinho mengernyit tak mengerti. “Eoh? Firasat apa? Hyung pergi dalam kondisi baik. Lagipula dia bilang akan kembali sebelum makan siang.”

Hyunsa menjatuhkan tubuhnya di sofa. Ia menarik nafas panjang dan berusaha untuk merilekskan diri. “Aku tidak tahu. Aku tidak ingin membuat asumsi apapun. Mungkin aku hanya ketakutan saja. Kakekku masih di Seoul dan kemarin benar-benar menyeramkan.”

“Apa yang terjadi?” tanya Jinho sembari duduk pada sofa tunggal.

Hyunsa melirik Jinho sekilas. “Kau tidak perlu mengetahuinya. Aku tidak ingin melibatkan lebih banyak orang. Ini masalah keluargaku sendiri.”

“Hyun, kau malah membuatku semakin takut.”

“Jangan dipikirkan, Jinho. Berpikir positif saja.”

*****

Kyuhyun mengatakan pada dirinya untuk pergi saja dan mengabaikan permintaan Choi Songjoo yang memintanya untuk bertemu. Kyuhyun mempunyai sebuah firasat tidak baik akan pertemuan ini. Mungkin karena kemarin Choi Songjoo datang dengan membawa sebuah kejutan besar dan Kyuhyun masih tidak siap untuk kejutan berikutnya.

Kyuhyun menatap pintu oak berwarna coklat tua dihadapannya. Ini adalah lantai presidential suite, jadi setiap kamar mempunyai design interior yang lebih mewah dari lantai lainnya. Kyuhyun kemudian menarik nafas dan menekan bell pintu. Imajinasi Kyuhyun mulai bekerja tidak karuan. Sebagian dirinya selalu saja memaki dan menyuruhnya untuk pulang. Atau kerumah Siwon dan berlindung di pelukan pria tersebut.

Tapi pintu sudah terbuka sebelum Kyuhyun berani melangkah pergi.

“Masuklah, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun sedikit membungkuk dan berjalan masuk ke dalam kamar yang besar tersebut. Choi Songjoo berjalan menuju salah satu counter dan menuangkan kopi ke sebuah gelas. “Kau mau kopi, Kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun menggeleng sopan. “Tidak perlu, Huajangnim. Apa yang ingin anda diskusikan dengan saya?” tanya Kyuhyun agak terkesan seperti terburu-buru, tapi dia tidak menyukai suasana di dalam kamar tersebut.

Choi Songjoo tersenyum tipis dan menyesap kopi hitam-nya. “Jangan terburu-buru, Kyuhyun-sshi. Atau kau mempunyai janji lain?”

“Tidak, Huajangnim. Maaf,” jawab Kyuhyun agak menunduk.

Choi Songjoo lalu berjalan menuju sebuah sofa dan mendudukinya. Kyuhyun menatap pria tua tersebut dengan lekat, tidak mempunyai keinginan untuk duduk –walaupun Choi Songjoo menawarkannya.

“Jangan meminta maaf, Kyuhyun-sshi. Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Kecuali…” Choi Songjoo terdiam untuk sejenak. Beliau meletakan gelas kopinya diatas meja dan menatap Kyuhyun serius. “Kecuali kau telah melakukan kesalahan yang tidak aku ketahui.”

Saat ini Kyuhyun benar-benar ingin berlari pergi dari kamar tersebut. Tapi sialnya, kakinya malah menjadi sangat kaku dan seakan membeku. Kyuhyun berusaha untuk terlihat tenang. Ia mengatakan pada dirinya mungkin Choi Songjoo hanya berbicara asal, toh kemarin Hyunsa mengatakan sendiri bahwa kakeknya tidak mengetahui jati dirinya adalah kekasih Siwon. Jadi, tidak akan ada masalah, bukan? Asal dia tutup mulut untuk sekarang ini.

“Jika saya melakukan kesalahan, anda akan mendapatkan laporan dari Direktur Shin, Huajangnim. Selain itu, Direktur Shin bukanlah orang yang mudah membiarkan sebuah kesalahan kecil. Jadi, anda telah mendapatkan laporan tersebut, anda tidak akan meminta saya datang hari ini melainkan langsung menghakimi saya di kantor kemarin,” tutur Kyuhyun.

Choi Songjoo tersenyum lagi. “Ya, itu memang benar. Tapi kemarin aku terlalu sibuk mengurusi anakku, Kyuhyun-sshi. Aku memang tidak mendapatkan laporan apapun mengenai dirimu dari Direktur Shin.”

Kyuhyun bisa bernafas lega, untuk sesaat. Ia yakin, Choi Songjoo memanggilnya karena ada sesuatu hal yang diketahuinya dan cukup buruk. Choi Songjoo kembali menyesap kopinya. “Kyuhyun-sshi, katakan dengan jujur. Apakah akhir-akhir ini Siwon mendapatkan tamu yang cukup spesial, atau mungkin Siwon sering-kali bersikap aneh?”

Kyuhyun memberikan ekspresi tak mengerti. “Tamu spesial? Saya rasa tidak ada yang cukup spesial, Huajangnim. Sajangnim Choi mendapatkan kunjungan dari klien dan mungkin seorang gadis, beberapa minggu kemarin.”

“Gadis?”

Kyuhyun mengangguk. “Seorang gadis yang anda kenal, Huajangnim. Nona Lee Dahyun. Tapi selain itu, tidak ada tamu yang cukup mencurigakan.”

Choi Songjoo menarik nafas. “Begitu. Kurasa memang bukan seorang dari luar lingkaran Choi ataupun perusahaan.”

“Maksud anda, Huajangnim?”

 “Kau tentu mengetahuinya, Sekretaris Cho. Kekasih Siwon,” ujar Choi Songjoo dengan tenang.

Kyuhyun kembali mengontrol ekspresi wajahnya. Kyuhyun menarik nafas perlahan dan berusaha untuk tetap tenang. “Apakah anda mencurigai seseorang?”

“Tidak. Karena Hyunsa mengatakan hal yang membingungkan. Lalu, apakah kau mencurigai seseorang, Sekretaris Cho? Mengingat kau pasti selalu menghabiskan waktu bersama dengan Siwon. Dan, kalian sepertinya cukup akrab,” tutur Choi Songjoo.

“Sajangnim Choi tidak terlalu sering membicarakan masalah pribadinya, dan saya hanya-lah seorang pegawai, Huajangnim. Bukan pekerjaan saya untuk bertanya hal-hal pribadi pada atasan saya sendiri,” tukas Kyuhyun.

Choi Songjoo diam dan hanya mengangguk kecil, merasa setuju dengan apa yang diucapkan Kyuhyun. Namun, Choi Songjoo lalu melihat sesuatu yang menarik dari jemari Kyuhyun. Ada sebuah benda yang cukup dikenalinya sebagai milik Hyunsa. Sebuah benda yang tidak pernah dilepaskan Kyuhyun setelah Hyunsa memberikannya.

Choi Songjoo menghela nafas pendek. “Baiklah, kurasa tidak ada hal lainnya. Tapi aku tetap membutuhkan bantuanmu untuk mengawasi putraku, Sekretaris Cho.”

Kyuhyun mengangguk patuh, lalu membungkuk hormat. Kemudian ia berjalan keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan Choi Songjoo dengan sebuah jawaban yang dicarinya. “Jadi, memang dia orangnya.”

*****

Kyuhyun berjalan pelan menuju lift. Rasanya ia baru keluar melewati pintu neraka, benar-benar sangat menyeramkan. Kyuhyun mungkin sedikit mengenal Choi Songjoo, tapi ia tidak pernah mengira bahwa apa yang dikatakan Siwon dan Hyunsa adalah benar. Choi Songjoo bukanlah seseorang yang mudah untuk dihadapi sendirian, dan Kyuhyun mungkin akan menyesali telah datang tanpa pemberitahuan pada Siwon ataupun Hyunsa.

Kyuhyun menekan tombol turun dan menunggu pintu baja tersebut terbuka. Pria itu menunduk dan mengambil nafas banyak-banyak. Tapi jantungnya masih berdebar dengan kencang. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak dan menegakkan tubuhnya lagi. Tak lama, pintu lift terbuka tapi Kyuhyun malah bertemu dengan orang yang sangat tidak ingin ditemuinya setelah Choi Songjoo. Lee Dahyun.

Dahyun tersenyum lebar pada Kyuhyun dan melangkah keluar dari kotak lift. Kyuhyun ingin sekali menghindari gadis itu, tapi pintu lift sudah tertutup rapat. Kyuhyun menghela nafas pendek dan kembali menekan tombol turun.

“Kita bertemu lagi, Sekretaris Cho,” ucap Dahyun. Kyuhyun hanya menggumam. Walaupun terkesan tidak sopan, Kyuhyun hanya ingin segera pergi dari hotel tersebut.

“Apakah kau baru saja bertemu dengan Paman Songjoo?” tanya Dahyun.

Kyuhyun meliriknya sekilas. “Ya, Nona.”

“Apa yang kalian bicarakan?”

Kyuhyun sangat ingin mengabaikannya tapi Dahyun tidak membuatnya menjadi lebih mudah. Kyuhyun menatap gadis itu dengan lekat. “Masalah pekerjaan, Nona Lee.”

Dahyun kembali tersenyum. “Ah, pekerjaan rupanya. Ya, itu memang seharusnya. Kau adalah Sekretaris Siwon, jadi kau harus lebih memperhatikan mengenai pekerjaan dan bukan mengenai kepuasan seksualmu saja.”

“Apa maksud anda, Nona?”

“Jangan berpura bodoh, Sekretaris Cho. Kau mungkin mengatakan bahwa kau mencintai Siwon, tapi dimataku kau hanyalah seorang pria yang putus asa. Kau hanya menggunakan alasan cinta itu untuk membenarkan perbuatanmu. Kau adalah seorang homo dan jatuh cinta pada atasanmu sendiri. Namun sayang, Choi Siwon bukanlah homo seperti dirimu. Kau yang mempunyai kesempatan besar karena bekerja sebagai sekretarisnya mencoba untuk menggoda Siwon. Dengan wajah, sikap dan juga putrinya.”

Dahyun menyeringai sinis. “Kau yang mengatakan sendiri bahwa putrinya sangat menyukaimu, tapi kau hanya tertarik pada ayahnya. Jika kau adalah normal, kau akan lebih memilih putrinya dan menggunakan alasan cinta itu. Tapi karena kau adalah seorang homo, Siwon tentu sangat menarik perhatianmu. Terlebih dengan kondisi keluarga mereka yang terluka karena seorang wanita. Itu jelas adalah sebuah kesempatan emas bagimu.”

Kyuhyun hanya diam dan mendengarkan setiap ucapan jahat dari Dahyun. Kyuhyun sangat ingin membalas kata-kata gadis itu, tapi Dahyun bisa saja sedang menjebaknya saat ini.

“Kau bersikap seperti Candy dihadapan Siwon. Sangat baik, sangat perhatian, sangat tulus tapi itu semua membuatku semakin muak. Dan jika bukan uang yang kau incar, maka kepuasan seks adalah tujuanmu. Kau menginginkan Choi Siwon, seorang penerus Hyunwon Group yang begitu memikat berada diantara kakimu, berada dalam kuasamu dan memberikanmu kepuasan yang tidak akan pernah kau dapatkan dari pria lain yang mungkin sudah pernah kau ajak ke ranjang. Kau tidak lebih dari sekedar seorang pela…”

Pintu lift terbuka dan Kyuhyun menarik masuk gadis itu. Setelah menekan tombol B1, Kyuhyun membuat gadis itu menjadi tersudut didalam kotak baja tersebut. Kyuhyun menatap marah pada gadis yang berusaha memberontak melepaskan diri.

“Lepaskan tangan kotormu itu. Lepaskan aku!! Aku bisa saja..”

“Menuntutku ke pengadilan? Atau mengadukanku pada Choi Songjoo bahwa aku adalah kekasih Choi Siwon? Itukah ancamanmu, Nona,” ucap Kyuhyun dengan cepat.

Dahyun terdiam dan memandang Kyuhyun dengan lekat. “Ya, itu mungkin yang akan kulakukan. Tapi aku akan menghancurkan hidupmu, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menyeringai. “Menghancurkan hidupku? Jangan mengatakan sesuatu yang tidak mungkin kau lakukan, Nona. Jika saat ini Hyunsa yang mengatakan padaku, mungkin aku akan percaya. Tapi aku tidak percaya denganmu dan mungkin yang akan hancur terlebih dahulu adalah dirimu.”

“Apa maksudmu?”

“Kau bilang aku adalah seorang homo putus asa? Aku hanya tertarik pada pria? Itu adalah hal konyol yang pernah kudengar. Nona Lee, seorang homo pun bisa bercinta dengan seorang gadis jika ia mau. Walaupun seperti yang kau bilang, kepuasannya tentu akan berbeda. Tapi itu bisa saja terjadi.”

Dahyun menatap Kyuhyun dengan horor. “A-apa yang ingin kau la-lakukan, eoh? Apa kau akan memperkosaku? Kalau iya…”

“Itukah yang ada didalam pikiran kotormu, Nona? Aku memperkosamu? Oh, kurasa kaulah yang putus asa. Kau sepertinya tidak pernah mendapat sentuhan dari laki-laki dan Choi Siwon, yang kebetulan dijodohkan padamu, sangat menarik hingga kau menjadi terobsesi padanya. Apa kau ingin merasakan sentuhannya? Apa kau ingin dia berada diantara kakimu?” ucap Kyuhyun dengan suara husky-nya.

Dahyun menjadi merinding. Ia tidak pernah melihat sosok Sekretaris Cho yang seperti ini sebelumnya. Dahyun selalu berpikir bahwa Kyuhyun adalah seorang pria yang mudah, tapi rasanya ia membuat kesalahan.

“Nona Lee, sudah kuperingatkan untuk menjauh dari kekasihku dan putrinya, bukan? Tapi kau bukanlah gadis yang penurut dan sangat nakal. Aku bisa saja memberimu hukuman, tapi aku cukup berbaik hati untuk memberikan kesempatan lainnya. Simpan tanganmu, mengerti. Jika kau menyentuh priaku lagi, maka aku tidak akan segan-segan padamu,” bisik Kyuhyun.

Kemudian Kyuhyun melepaskan Dahyun. Tak lama pintu lift terbuka dan Kyuhyun berjalan keluar. Sedangkan Dahyun terlihat masih begitu shock dengan ancaman Kyuhyun.

*****

Siwon agak terkejut melihat Kyuhyun berdiri di pintu rumahnya. Seperti kata Hyunsa, Kyuhyun sedang pergi menemui temannya tapi kenapa kekasihnya malah berada didepan rumahnya. “Kyu, bukankah kau pergi menemui temanmu?”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Pertemuannya sudah selesai. Euhm, kau tidak mempersilahkanku masuk, hyung?”

Siwon lalu mempersilahkan Kyuhyun masuk dan mengikutinya berjalan menuju ruang tengah. Kyuhyun berdiri membelakangi Siwon dan menarik nafas perlahan. Siwon memandang Kyuhyun dengan bingung, sepertinya terjadi sesuatu. “Kyuhyun, kau baik-baik saja, sayang?”

Kyuhyun menarik nafas lagi dan tersenyum. Ia berbalik dan memandang Siwon. “Tentu saja, hyung. Ohya, Hyunsa sedang pergi?”

Siwon mengangguk. “Dia pergi ke sekolah untuk melihat latihan. Sepertinya walaupun dia masih istirahat, pelatihnya tetap memintanya untuk datang. Dia akan pulang sebelum makan malam.”

“Sebelum makan malam? Kita masih mempunyai banyak waktu kalau begitu,” tukas Kyuhyun.

“ Waktu? Untuk apa?” tanya Siwon bingung.

Kyuhyun mendekati Siwon dan mengecup bibir kekasihnya. “Bagaimana kalau kita pergi kencan?”

“Ye?”

*****

“Kyuhyun, kau yakin dengan hal ini? Dan rasanya sangat aneh,” tukas Siwon sembari memandang refleksi dirinya di cermin. Entah kenapa Siwon malah merasa sangat canggung.

Kyuhyun tersenyum dan sedikit merapikan sweather Siwon. “Kau terlihat tampan, hyung. Bahkan terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usiamu,” puji Kyuhyun.

Well, Kyuhyun sedikit merubah gaya berpakaian Siwon. Biasanya sang kekasih lebih sering menggunakan kemeja dan celana panjang, tapi kali ini Kyuhyun mendandani Siwon dengan kaus putih polos berbalut sweather berwarna pastel yang lembut dan celana panjang berwarna senada. Ah, tidak lupa dengan sepatu yang sporty. Untuk mendukung penampilannya, rambut hitam Siwon dibiarkan turun tanpa diberi gel rambut.

Siwon menarik nafas dan melihat sisi dirinya yang sudah lama tidak dilihatnya. Ini adalah Siwon sekitar duapuluh tahunan yang lalu, mungkin disaat Siwon belum menikah dengan Nahyun. “Yah, kurasa cukup bagus,” gumam Siwon.

Kyuhyun tersenyum lebar dan mencium pipi Siwon. “Kau tampan, hyung.”

Siwon menatap Kyuhyun dan membalas tersenyum. Kemudian Siwon mencium bibir Kyuhyun lembut. “Terima kasih,” bisiknya dan kembali mencium kekasihnya.

Kyuhyun dengan senang hati membalas ciuman Siwon. Perlahan semua kecemasannya menghilang dan tergantikan dengan sensasi hangat yang menjalari keseluruh tubuhnya. Kyuhyun tidak akan merasa menyesal telah memilih Siwon dan dia akan terus menjaga pria itu dengan baik. Walaupun dia harus hukum atas dosa indahnya.

*****

Hyukjae memandang Hyunsa yang duduk di bangku pemain di pinggir lapangan memperhatikan teman-temannya latihan. Pelatih itu menarik nafas dan berjalan menghampiri anak didiknya. Hyunsa yang awalnya sibuk menganalisa permainan kini terfokus pada Hyukjae yang mengambil duduk disampingnya.

“Aku akan membantumu, Choi Hyunsa,” ucap Hyukjae pelan.

Hyunsa mengernyit bingung. “Membantu? Dalam hal apa?”

Hyukjae memandang gadis itu dengan lekat. Ia menghela nafas dan memusatkan pandangannya kearah lapangan lagi. “Menyingkirkan Dahyun dari kehidupanmu dan ayahmu.”

Hyunsa tiba-tiba terkekeh mendengar ucapan Hyukjae. “Anda pikir hal itu mudah, Pelatih Lee?”

“Tidak. Aku mengenal persis adikku. Dia tidak akan menyerah dengan mudah walaupun posisinya sudah sangat tersudut. Tapi aku adalah kakaknya. Katakan saja apa rencanamu.”

Lagi-lagi Hyunsa tertawa mendengar Hyukjae. Tapi gadis itu berusaha untuk menahan diri untuk tidak mempermalukan pelatih bisbolnya tersebut. “Rencana, ya? Aku tidak pernah membuat rencana apapun, Pelatih. Semua tindakanku hanya sebatas reaksi apa yang telah dilakukan oleh adikmu. Jadi, sebaiknya anda lebih mengetatkan pengawasan anda padanya.”

Hyukjae menatap Hyunsa dengan serius. “Aku akan membawanya pergi kembali ke Amerika. Seharusnya hari ini dia berangkat, tapi pagi ini dia menghilang. Tapi aku tidak menyerah.”

“Lakukan sesukamu, Pelatih. Toh, dia adalah adikmu sendiri.”

*****

Hari ini Siwon dan Kyuhyun pergi berkencan layaknya sepasang kekasih yang normal –tidak sama persis dengan kekasih normal, tapi cukup mendekati. Tapi mereka lebih banyak berkeliling Itaewon dan berbaur diantara wisatawan asing yang tengah berlibur. Sesekali mereka memasuki sebuah toko dan melihat barang-barang yang dijual atau berhenti di pedagang pinggir jalan untuk membeli makanan kecil. Di mata orang lain, keduanya mungkin hanya terlihat seperti sepasang sahabat yang tengah menghabiskan waktu bersama, tapi keduanya tidak mempedulikan bagaimana pandangan orang lain. Mereka hanya terfokus pada kebahagiaan mereka saat ini.

Menjelang matahari terbenam, Kyuhyun dan Siwon kini berada di taman Yeoido sembari menikmati ice cream. Siwon tersenyum kecil melihat Kyuhyun yang menghabiskan ice cream vanilanya. “Kau senang?” tanyanya.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum kecil. “Cukup menyenangkan. Walaupun tidak begitu bebas,” tuturnya.

Siwon mengerti maksud ucapan Kyuhyun. Hubungan mereka masih berada dibawah tangan dan tidak mudah untuk mengaku kepada banyak orang, terlebih dengan posisi Siwon di perusahaan. “Setelah ini kita pulang atau makan malam dulu? Rasanya Hyunsa tidak akan pulang seperti janjinya.”

“Eoh? Waeyo?” tanya Kyuhyun masih menjilati ice cream-nya. Siwon kemudian menunjukkan pesan yang dikirimkan Hyunsa sekitar satu jam lalu. Ada sedikit perubahan rencana mengenai latihan mereka. Kyuhyun mendesah. “Terserah pada hyung. Makan malam diluar atau makan malam di rumah.”

“Makan malam di rumah, ya? Terdengar lebih menyenangkan. Tapi aku belum belanja bahan makanan. Di rumahmu saja, ya?” tukas Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Di rumah sedang berantakan. Kami sedang berkemas untuk pindah ke rumah yang baru.”

Siwon mengernyit. “Rumah yang baru?”

Kyuhyun lalu menepuk dahinya sendiri. “Ah.. aku lupa memberitahu. Orangtua kami akan kembali minggu depan. Dan Appa sudah menyiapkan rumah baru. Jadi, aku dan Jinho akan segera pindah.”

“Begitu rupanya. Kalau begitu kita perlu pergi ke supermarket, di rumah benar-benar tidak ada makanan tersisa kecuali roti,” tukas Siwon.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

*****

Hyunsa menatap rumah dihadapannya untuk beberapa saat, namun kemudian ia menatap Hyukjae yang berdiri disebelahnya. Hyunsa menarik nafas perlahan. “Kenapa membawaku ke rumah kalian? Aku tidak ingin bertemu dengan adikmu saat ini,” ucapnya dingin.

“Aku tahu. Tapi kau harus menemuinya. Walaupun tidak ada jaminan, tapi aku ingin kau mendengar apa yang kukatakan pada adikku. Inilah bukti komitmenku untuk membantumu.” Hyukjae lalu menoleh pada Hyunsa. “Jangan melihatku sebagai pelatihmu, tetapi lihat aku sebagai seorang kakak yang berusaha menyadarkan adiknya. Selain aku membantumu,  kau bisa membantuku juga. Kita impas.”

Hyunsa mendengus pelan. “Baiklah. Tapi aku hanya akan menonton, tidak akan berbicara apapun. Lee Hyukjae-sshi.”

Hyukjae tersenyum kecil. “Begitu juga boleh. Hyunsa-sshi.”

*****

“Anda tetap memintaku mundur?” seru Dahyun dengan nada agak tinggi.

Choi Songjoo menatapnya lalu menghela nafas pendek. “Siwon bukan tipe pria yang mudah menyerah terhadap pilihannya. Walaupun aku tidak setuju, dia tidak akan pernah menurut. Aku sudah pernah melihat kegigihannya.”

Dahyun mengernyit bingung. “Maksud anda?”

“Lee Nahyun. Aku tidak pernah menyukai wanita itu untuk menjadi istri Siwon. Tapi mendiang istriku begitu menyayangi Siwon hingga ia akan selalu berusaha menyenangkan hati anak tunggalnya. Termasuk membujukku menerima Nahyun. Walaupun begitu aku tidak pernah menerimanya sebagai menantuku, bahkan sampai dia meninggal. Tapi istriku sudah meninggal walaupun Siwon bersikeras, aku tidak akan mudah menerima Kyuhyun. Hanya saja, Hyunsa…” Songjoo terdiam untuk sebentar.

Pria tua itu menarik nafas dan menatap Dahyun dengan lekat. “Berhentilah memaksa. Perjodohan ini sudah gagal. Jangan menganggu putra dan cucuku. Tapi dengan keputusan ini pun, aku tidak bisa menerima Kyuhyun sebagai menantuku.”

Dahyun terlihat lebih kesal dari sebelumnya. Tapi ia pun tidak akan bisa menolak permintaan dari Choi Songjoo. Jika ia menolak, Choi Songjoo bisa saja menjadi marah padanya dan tidak akan berpihak padanya –suatu saat nanti. Jadi, Dahyun akan menahan diri untuk sekarang ini.

*****

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sibuk memilih bahan makanan. Walaupun rasanya canggung, tapi Siwon cukup menikmatinya. Ia mendorong troli dan Kyuhyun yang memilah bahan makanan, benar-benar seperti pasangan suami-istri. Well, mungkin dalam hubungan mereka sebutan yang cukup benar adalah suami-suami.

“Bagaimana dengan susu?”

Siwon mendorong troli mengikuti Kyuhyun menuju rak pendingin yang dipenuhi dengan berbagai jenis susu. “Hyunsa jarang meminum susu. Jadi, cukup yang ukuran satu liter saja. Ah, tolong lihat tanggal produksinya.”

Kyuhyun mendelik. “Aku tidak bodoh, Sajangnim. Tentu aku akan memastikan tanggal produksinya.”

Siwon terkekeh. “Sekedar mengingatkan, Sekretaris Cho.”

Kyuhyun mengabaikan Siwon dan fokus pada susu. Beberapa-kali ia melihat kotak-kotak besar berisi susu murni dan melihat tanggal produksi. Setelah benar-benar yakin, Kyuhyun memasukkan satu kotak kedalam troli dan mulai berjalan ke rak lainnya.

“Ada lagi yang harus dibeli, Sajangnim?”

Siwon mengecek bahan makanan didalam troli lalu menggeleng. “Kurasa ini sudah semua. Kita pergi ke kasir dan pulang. Lalu memasak.” Dan mungkin diakhir aku bisa memakanmu. Hehehehe…

*****

“Mwo? Dia meminta apa?” tanya Jungsoo pada Yunho dan Woon.

Yunho menarik nafas pelan. “Dia hanya meminta dukungan dari kami. Selain itu, sedikit bantuan jika gadis bernama Lee Dahyun itu melakukan hal-hal aneh. Siwon tidak sedang merencanakan apapun, tapi jika keadaan mendesak mungkin dia akan bertindak sendiri.”

Jungsoo mendesah. “Dia tidak pernah berubah, ternyata. Dulu dia juga begini ketika memperjuangkan Nahyun. Dia beruntung bibi Hyunsa membantunya untuk membujuk paman Songjoo waktu itu, tapi saat ini Hyunsa bahkan tidak bisa membantunya.”

“Kurasa tidak. Putrinya itu benar-benar sangat membantu,” tukas Yunho.

Woon sedikit setuju dengan Yunho. Bagaimanapun, sebenarnya Hyunsa telah banyak membantu Siwon dalam hubungannya dengan Kyuhyun. Bahkan untuk menghadapi Choi Songjoo tempo hari, Hyunsa benar-benar berjasa. Tapi selain itu, Hyunsa tidak benar-benar membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada.

“Maksudmu?” tanya Jungsoo.

Yunho tersenyum tipis. “Apapun yang dilakukan Hyunsa selama ini, selain menambah rumit masalah yang ada karena tindakan anehnya, dia sebenarnya membantu Siwon untuk tegas pada perasaannya sendiri. Dia sudah berhubungan dengan Kyuhyun selama dua tahun, bukan? Tapi selama itu mereka terus menutupinya, namun ketika mereka mengungkapkan hubungan mereka pada Hyunsa dan mendapatkan reaksi keras, Siwon dan Kyuhyun terus bertahan. Hingga akhirnya Hyunsa mulai membuka hatinya dan merestui hubungan keduanya. Kurasa itu adalah modal utama mereka untuk menghadapi Choi Songjoo.”

“Dan Lee Dahyun, jika boleh kutambahkan. Gadis itu benar-benar ancaman untuk hubungan ketiganya,” sambung Woon.

Yunho dan Jungsoo mengangguk bersamaan. Ketiganya kemudian terdiam. Sampai akhirnya, Jungsoo kembali menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Ia menatap Woon dengan lekat. “Woon-ah, kurasa pernikahan kita harus kembali diundur. Jika harus ada pernikahan, maka itu adalah pernikahan Siwon dan Kyuhyun, bukan?”

Woon tersenyum pada Jungsoo. “Tidak apa. Kita sudah menunggu selama beberapa tahun. Menunggu beberapa bulan lagi, kurasa tidak akan ada masalah.”

“Oh? Jadi, kalian sudah memutuskan untuk menikah? Hahh… Jika kalian menikah dan Siwon akan menikah dengan Kyuhyun, hanya tinggal aku seorang,” tukas Yunho dengan lemas.

Woon terkekeh. “Maka dari itu, cepat carilah seorang wanita. Atau mungkin pria.”

“Hey!! Aku bukan seorang gay, tahu!!”

*****

Seharusnya Siwon dan Kyuhyun sedang memasak, tapi yang terjadi hanya Kyuhyun yang sibuk dengan masakannya sedangkan Siwon hanya sibuk memandangi kekasihnya dari dekat. Walaupun tangannya memegang pisau, tapi dia tidak benar-benar membantu.

“Dimana kau belajar memasak?” tanya Siwon tiba-tiba. Kyuhyun sontak menoleh dan tersenyum bingung. Siwon menarik nafas pelan. “Aku sering melihatmu memasak, tapi aku tidak pernah bertanya dimana atau dengan siapa kau belajar memasak. Kau yang mengatakan sendiri kalau kau pulang ke Korea sendirian sejak kau masuk sekolah menengah.”

“Oh. Aku belajar sendiri. Awalnya hanya makanan sederhana, karena aku tidak mungkin makan ramyun terus-menerus. Selain itu membeli makanan diluar juga sangat mahal. Jadi, aku mencari resep dari internet dan mempelajarinya. Tapi masakanku masih belum baik, Jinho masih sering mengeluh,” ujar Kyuhyun sembari mengerjakan masakannya.

Siwon mengangguk-angguk mengerti. Kemudian kembali sunyi. Kyuhyun dengan masakannya, Siwon dengan kegiatannya memandangi Kyuhyun. Sesekali Siwon tersenyum-senyum.  Awalnya Kyuhyun mendiamkan, tapi ekspresi Siwon mulai agak menganggunya. Setelah mematikan kompor, Kyuhyun menatap kekasihnya. “Kenapa?”

“Eoh?”

“Hyung hanya memandangiku dan tersenyum-senyum sendiri. Apakah aku terlihat lucu?” tanya Kyuhyun.

Siwon menggeleng cepat. “Ani. Kau mungkin menggemaskan, tapi aku tidak bermaksud menertawakanmu. Euhm.. kau terlihat begitu menarik ketika memasak.”

Kyuhyun mengernyit saat mendengar alasan Siwon yang terdengar agak kurang masuk akal. Tapi saat ia akan kembali bertanya, Siwon tiba-tiba sudah mencium bibirnya.

“Kau benar-benar terlihat menggoda? Entahlah…” Sepertinya Siwon tidak tahu bagaimana mengungkapkan apa yang ingin ia katakan pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum tipis dan ia memindahkan masakannya kedalam sebuah wadah makanan dan menaruhnya di meja makan. Saat ia kembali ke dapur, Siwon sedang merapikan dapur. Kyuhyun mencuci tangannya dan melepaskan apron setelah mengeringkan tangannya. Kemudian Kyuhyun menarik pergelangan tangan Siwon dan memeluk tubuh kekasihnya.

Kali ini Siwon yang agak kebingungan dengan sikap Kyuhyun. “Waeyo? Apa aku melakukan sesuatu yang salah? Atau…”

“Tidak ada yang salah, hyung. Aku hanya terlalu mencintaimu,” tukas Kyuhyun menyela ucapan Siwon.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Siwon sendiri tersenyum mendengar ucapan kekasihnya yang terdengar sangat gombal. Well, Siwon yang biasa mengatakan hal-hal gombal seperti itu, tapi Siwon cukup menikmatinya. Siwon mengecup bahu Kyuhyun dan membalas pelukan Kyuhyun. “Aku juga sangat mencintaimu, sayang.”

“Kita tidak akan berhenti setelah berjalan sejauh ini, bukan? Iyakan, hyung?”

Siwon mengangguk. “Ne, kita tidak akan berhenti sekarang atau nanti. Kita akan terus berjalan bersama.”

“Bersama Hyunsa juga?”

“Iya, dengan Hyunsa juga. Kita bertiga akan terus berjalan bersama,” ucap Siwon lagi. Kyuhyun tersenyum lega dan melepaskan pelukannya. Ia menyentuh wajah Siwon dan membalas ciuman Siwon sebelumnya.

“Terima kasih.”

Siwon menggeleng. “Tidak, Kyuhyun. Terima kasih untukmu. Karena telah bersamaku selama ini. Dan aku harap kita akan terus bersama selamanya.”

Kemudian Siwon mencium Kyuhyun dengan lembut. Tangannya bergerak perlahan untuk menarik tubuh Kyuhyun kedalam dekapannya lebih erat. Kyuhyun memejamkan matanya dan membalas ciuman kekasihnya. Entah bagaimana Kyuhyun tidak pernah merasa bosan dengan ciuman Siwon. Pria itu bukan hanya sekedar pencium yang ulung, tetapi setiap sentuhan Siwon membuat Kyuhyun lebih dari sekedar menjadi pria yang beruntung.

Dalam hubungan mereka, Siwon selalu memperlakukannya selayaknya seorang pria tapi terkadang Kyuhyun-lah yang merasakan bahwa dirinya adalah seorang gadis yang selalu dimanjakan oleh kekasihnya. Karena bagaimana pun, seorang pria tidak bisa mencintai pria lain dengan cara wanita. Wanita dan pria adalah dua orang yang berbeda, maka cara mencintai mereka pun juga berbeda. Tapi Siwon sangat pandai dalam bertindak, itulah yang membuat Kyuhyun merasa sangat beruntung.

Menit demi menit, perlahan ciuman keduanya berubah lebih dari sekedar ciuman manis dan lembut. Kedua-belah bibir mereka sudah saling terpaut. Sesekali Siwon menggoda Kyuhyun dengan lidahnya. Tapi pada akhirnya, Kyuhyun yang mencoba untuk bersikap lebih agresif dibandingkan Siwon. Kyuhyun berhasil mendorong tubuh Siwon hingga punggung kekasihnya terhimpit pada lemari pendingin. Tangan Kyuhyun perlahan melepaskan apron yang masih melekat ditubuh Siwon dan melemparkannya ke lantai. Siwon kemudian mendesah karena Kyuhyun. Walaupun terkesan aneh, tapi Siwon menyukai sikap agresif Kyuhyun hari ini. Jadi, dia akan menikmatinya saja.

Disisi lain, Hyunsa baru saja pulang dan malah mendapati ayahnya sedang bercumbu dengan kekasihnya. Ia menghela nafas pendek lalu berjalan keluar rumah. Walaupun tidak begitu menyukai apa yang dilihatnya, tapi Hyunsa tidak akan menginterupsi. Suasana hatinya sedang tidak baik setelah pulang dari rumah Hyukjae. Jadi, dia hanya ingin menyendiri dulu dan membiarkan ayah dan kekasih ayahnya itu menikmati waktu mereka.

Kyuhyun dan Siwon yang tidak menyadari kepulangan dan kepergian Hyunsa, masih sibuk dengan gairah mereka yang perlahan naik seiring dengan semakin panasnya ciuman mereka. Begitu Kyuhyun mulai kehabisan nafas dan menghentikan ciuman mereka, Siwon menatapnya dengan penuh gairah. “Aku tidak tahu tapi hari ini kau begitu nakal, sayang,” bisik Siwon dengan suara rendahnya.

Kyuhyun menarik ujung bibirnya. “Benarkah? Kau bisa menghukumku, jika aku nakal. Sajangnim.”

Siwon benar-benar tergoda dan membalikkan keadaan. Kali ini, Kyuhyun yang menjadi terhimpit diantara lemari pendingin dan tubuh Siwon. “Kau benar-benar nakal, Sekretaris Cho. Dan kau akan menyesalinya.”

Kyuhyun menyeringai. “Benarkah? Tunjukkan padaku, Sajangnim.”

*****

Hyukjae menatap adiknya yang masih sibuk menangis. Walaupun Hyunsa sudah pulang sejak satu jam yang lalu, tapi Dahyun masih saja menangis sesegukan hingga matanya sudah bengkak. Hyukjae tidak tahu kenapa adiknya malah memperlihatkan sisi kelemahannya dihadapan Hyunsa, tapi Hyukjae tidak bisa menurunkan kewaspadaannya. Bisa saja itu hanya akal-akalan Dahyun saja.

“Berhentilah menangis, Dahyun. Matamu sudah bengkak dan besok pagi aku yakin kau tidak akan bisa melihat dengan jelas,” ucap Hyukjae.

Dahyun menatap kakaknya dan masih menangis. “Aku tidak bisa berhenti. Walaupun aku ingin berhenti, tapi aku tidak bisa,” tukasnya disela isakan.

Hyukjae menghela nafas dan kemudian memeluk Dahyun. Hyukjae menepuk punggung adiknya dengan lembut. “Hentikan semuanya, Dahyun. Jika kau tidak mau kembali ke Amerika, aku tidak akan memaksa. Tapi kau harus berhenti menganggu kehidupan Siwon lagi. Mulailah kehidupan baru.”

Dahyun tidak menjawab apapun. Ia masih menangis dibahu Hyukjae.

“Sudah, berhenti menangis. Siwon bukan Wonhyun. Lupakan Siwon dan juga Wonhyun. Ini adalah kehidupan barumu, jadi jangan merusaknya lagi. Jika kau kembali keras kepala maka aku tidak akan menjadi kakak yang baik lagi untukmu. Mengerti?”

Sekali lagi, Dahyun tidak menjawab. Hyukjae menarik nafas dan terus menepuk punggung adiknya. “Sudah… Sudah.. Jangan menangis lagi.”

*****

Choi Songjoo memasuki sebuah coffee shop dan menemukan cucu perempuannya sibuk memandang kearah luar. Songjoo menarik nafas dan berjalan menuju salah satu meja dekat jendela besar tersebut. Songjoo duduk dihadapan cucunya dan menatapnya lekat.

“Ada apa Hyunsa? Kenapa kau meminta bertemu dengan Kakek?”

Hyunsa menghela nafas tapi ia tidak sedikitpun menatap kakeknya. “Tidak ada alasan khusus. Apakah aku harus membuat ijin terlebih dahulu untuk bertemu dengan Kakek?”

“Bukan begitu, Hyunsa. Hanya saja, kemarin kau…”

“Iya, aku tahu. Maaf, bersikap tidak sopan pada Kakek,” Hyunsa kini menatap kakeknya. “Tapi jika Kakek tidak bertindak seperti itu, aku mungkin juga tidak akan melakukan apapun.”

Songjoo kembali menarik nafas. Beliau membenarkan mantel yang dipakainya. “Bagaimana Siwon? Dan juga kekasihnya itu.”

“Mereka baik-baik saja. Aku sudah pernah melakukan yang lebih buruk daripada perbuatan Kakek yang tiba-tiba datang ke kantor dan hampir membongkar hubungan Daddy dihadapan para pegawai kemarin,” jawab Hyunsa yang kemudian menyesap cappucino hangatnya.

Songjoo mengernyit. “Kau sempat menolak mereka?”

Hyunsa menatap kakeknya lagi. “Tentu saja. Apa yang Kakek harapkan? Aku langsung menyetujui hubungan mereka? Begitukah? Itu adalah hal konyol, Kakek.”

“Kakek pikir juga begitu.”

“Tidak. Aku bahkan hampir melakukan yang terburuk, kurasa. Tapi kurasa itu wajar. Bertahun-tahun aku menghancurkan perjodohan yang dilakukan Kakek untuk Daddy, lalu kenapa aku tiba-tiba langsung setuju dengan pasangan Daddy sekarang?” sahut Hyunsa dengan santai.

“Tapi kau menyetujuinya sekarang.”

“Iya dan tidak. Intinya, aku belum sepenuhnya setuju. Mana ada seorang anak yang langsung menyetujui orangtuanya memiliki hubungan intim dengan sesama jenis. Kakek telah hidup lebih lama dariku, tapi tidak mengetahuinya.”

“Kau membuat Kakek bingung, Hyunsa. Sebenarnya kau menyetujuinya atau tidak?”

Hyunsa kembali meneguk minumannya. “Kakek pikir saja, sendiri.”

*****

Kyuhyun mengambil nafas banyak-banyak. Tubuhnya terasa lengket dan basah. Dan juga berat, karena Siwon masih belum menyingkir. Tapi Kyuhyun membiarkan kekasihnya memeluknya dengan erat. “Ingatkan aku untuk membersihkan dapur, hyung,” ucap Kyuhyun setelah menemukan kembali suaranya.

Siwon terkekeh dan menatap wajah Kyuhyun. “Aku yang akan membersihkannya, sayang.” Siwon lalu kembali memberikan kecupan di wajah Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa kecil dan merasa geli dengan kecupan-kecupan dari Siwon. Perlahan Kyuhyun melepaskan diri dari Siwon dan melihat kearah jam dinding di ruang tengah tersebut. Well, entah bagaimana mereka bisa berpindah dari dapur hingga ke ruang tengah seperti itu. Sepertinya mereka juga tidak terlalu menyadarinya.

“Hyung, kenapa Hyunsa belum pulang? Ini sudah pukul delapan. Dia tidak memberitahumu kapan dia akan pulang?” tanya Kyuhyun.

Siwon lalu bangun. “Dia tidak mengatakan akan pulang jam berapa, tapi sepertinya memang agak malam. Ah, Kyuhyun-ah, kita bahkan belum makan malam,” tukas Siwon dengan terkekeh.

Kyuhyun memutar bola matanya. “Aku bahkan sudah tidak lapar, hyung. Simpan saja makanannya di wadah kedap udara dan simpan di lemari pendingin. Kau bisa menghangatkannya untuk sarapan besok.”

“Eoh, arraseo. Dan kurasa kau harus memakai pakaianku karena ini sudah rusak,” Siwon menunjukkan pakaian Kyuhyun yang sudah robek.

Kyuhyun mengambil pakaiannya dan mendengus. Ia memukul Siwon dengan keras. “Aku memang memintamu untuk menghukumku tapi tidak dengan merobek pakaianku, Sajangnim.”

Siwon malah tertawa dan mencium bibir Kyuhyun lagi. “Pakai saja pakaianku, okay.”

*****

NOTE: Untuk beberapa part kedepan Only One akan segera tamat. Semoga sih sebelum tahun baru sudah selesai. Dan hampir dua bulan tak bersua.. hehehehe ^^ aku masih sibuk dengan tugas tapi yahsudah.. kupublish hari ini saja.

credit poster untuk SuciiCho alias Shin Sihyun onnie. kekekeke…

Advertisements

49 thoughts on “[SF] Only One Part 19

  1. Wahhh.. Kangen banget sama fic inii 😀 gak nyangka reaksi kakek choi ke kyu gak sekeras pas ke siwon. Err.. Kemungkinan besar sih disetujui lah yaa.. 😀

    Ditunggu lanjutannya eonniee :))

  2. wow wow wow Kyuhyun, sisi lainmu itu loh.. bikin merinding.
    gak sabar pengen tau gimana reaksi soongjo sama Siwon & Kyuhyun pas nanti mereka ngaku.
    percaya, ini fict pasti happy ending.

    OK, semangat kakak ngerjain tugasnya, biar bisa cepet update maksudnya ㅋㅋㅋ

  3. Yeyy akhirnya eonni kembali…udah lama ga baca ini FF jadi kangen banget !!
    Kakek choi pas lagi berhadapan dengan kyuhyun kayaknya dia biasa aja pdahal kn dia udh tau kalo kyuhyun itu kekasih siwon…smoga aja wonkyu cepet dapet restu dech^^

    kyaaa suka banget sama wonkyu moment nya..so sweeeeetttttttt
    ayo dilanjut lagi eonni…

  4. Wiiiih aku suka bngt kyuhyun bs bersikap jantan di hadapan dahyun pas di lift,y wlpn geli jg kedengarannya klo kyu so’2 an mw perkosa dahyun,hahaha!
    Oiy,kaya’nya bokapnya siwon bakal ok ok aja tuh sama kyuhyun,jangan2 emang kyuhyun sosok mantu idaman nih,kkkk
    Dan hyunsa…eummm kasian gadis ini,di saat pikirannya kalut,eh pulang2 ada adegan porno,kkkk
    Bentar lg tamat y?yng pasti happy end kn y?jangan lupa y,kasih pasangan buat hyunsa,kasian tau

  5. Hyaaaaa annyeong diera-ssi,hwaa seneng bangeeetttt,kangeeennnnn
    Apa smpe chap ni semuanya ada kemajuan???? *kedip2 bingung
    Adaaa tntu ada,stidakny dahyun hrus mundur bkan??
    Ttg kyuhyun,sllu was was klo kyuhyun yg akan mndur,tpi baru sdr d sini kyu bnr2 seorang laki2,nyahahaha
    Slmat dtg kembali diera-ssi (hug)

  6. hampir 2 bln g da penampakan
    akhirny lnjuut lg nih ff
    dan entah knpa mkin pnas aj hub mrka
    kakek..dahyun..hyunsa..hukje..dan wonkyu
    brakhir hapy end kah??
    ok siip
    di lnjuut lg ne
    keep writing

  7. Hadeuuuhhhh makin deg-degan lanjutannya
    Entah apa yang akan terjadi ke depannya
    Aku malah khawatir dengan sikap Kyuhyun, takutnya Kyuhyun yang menyerah. Meskipun Kyuhyun berani mempertahankan Siwon dari Dahyun, tp tetep deg-degan ke depannya gimana….

    Pokoknya ditunggu banget lanjutannya

  8. akhirnya update jg ….
    aduh ini jaeshin ttp aja misterius bikin penasaran dan menakutkan(?) … jd sbnrnya jae sdh setuju apa blm sama hub wonkyu kok kata2 terakhirnya ambigu bgt kayak ada kesan mau misahin wonkyu #sotoy
    antara salut dan ngakak sama pertengkaran “diantara dua kaki” hahaha entah kenapa langsung kebayang siwon berada diantara dua kaki kyu #plak
    dahyun punya rencana licik lain kayaknya susah sih ya kalo sdh terlalu terobsesi #jambak dahyun
    ahhhh encehnya di cut lg tp gpp deh … lol

  9. Wah ga nyangka reaksi tuan choi akan seperti itu..semoga wonkyu segera bersatu..semoga hyunsa juga lbih bisa menerimanya, jadinya tuan choi bisa menerima juga…

  10. Astaga aku komen panjang lebar,ko yg ke kirim cma segitu…
    Si dahyun beneran ngasih tau choi songjoo siapa kekasih siwon..tpi bknnya menghancurkan hubungan wonkyu mlh tuan choi membatalkan rencana pertunangan dahyun dg siwon.poor dahyun dan penasaran apa yg hyukjae bicarakan dg dahyun beserta hyunsa sampe membuat dahyun ga berenti nangis
    kasian hyunsa udah di buat kesel krn dahyun dia jga harus menyaksikan wonkyu bermesraan lebih tepatnya bercumbu
    melihat kyu melawan dahyun sungguh mengharukan ya bagaimanapun kyu tetaplah seorg laki2 yg ga bisa dianggap remeh.’antara dua kaki’ astaga kyu kata2mu sungguh hebat hehe
    di tunggu part selanjutnya 🙂 ♥

  11. Akhirnya update jg he..he…aku suka kyu disini…kereeen banget ngadepin dahyun….dua jempol buat kyu….wah udah mau tamat ya????tambah seru nich..

  12. eonni aku kangeb bgt dgn ff eonni udah lama gak baca ff a
    semangat terus eonni utk buat tugas” a dan juga jaga kesehatan eonni ……:-)
    cepat uptade chapter selanjutnya a eonni….:-)

  13. ngga tau harus ngmg apalagi krn ini bener2… WOW
    udah gitu ajj. jangan marah eon. byk yg mau ak blg tp gatau mau nulis apa muahahahhaa
    pokokny kerinduan ak sm FF ini terbalas sudah dgn chapter yg lbh dr cukup panjangnyaaa
    kalo kata anak2 sekarang sihhh ‘cemungud qaqa’ nglanjutinny
    cupcupmuaaahhh

  14. akhirnya yg di tunggu2 datang jg, choi songjoo sdh tahu siapa kekasih siwon….pintar jg tu kakek, tp apa mungkin choi songjoo akan diam trs? dia tdk akan melakukan sesuatu kan nntnya. memang benar apa kata kyuhyun kl dahyun itu cewek jablay…..dia haus akan sentuhan laki2, ngeyel trs kerjaannya. sebenarnya hyunsa itu blm sepenuhnya setuju ya dng hubungan siwon dan kyuhyun? tp mau smp kapan dia akan bersikap seperti itu trs? mau gimanapun nntnya ttp berharap wonkyu akan sll bersama memperjuangkan cinta mereka.

  15. wah akhirnya appa nya siwon sudah tau juga kalo kyu kekasih siwon..
    tapi siwon belum akan memberitahukan secara jelas kepada appanya??
    iya sama seperti tuan choi, aku pun bingung hyunsa itu udah setuju ma kyu apa belum sih??
    ya emang tersirat dari jwaban hyunsa bhwa hyunsa sudah menerima kyu, hanya saja banyak yang masih dipikirkan oleh hyunsa mungkin salah satunya adalah kehidupan mereka setelah semua orang tau kalo dirinya bakal mempunyai mommy or daddy baru dalam kehidupan yang awalnya hanya berdua dengan siwon..
    aku harap sih sikap songjoo akan sama persis dengan hyunsa walo tidak akan seekstrem mungkin penolakannya seperti hyunsa yang ampe siwon cedera..
    jadi seiringnya waktu juga songjoo akan bisa nerima kyu juga sebagai calon mantu bahkan menantunya..

  16. stelah nunggu slma 2 bln,akhirnya update juga,,
    kirain kyuhyun mau diem aja di katain sm si nenek sihir eh ga tauny d luar dugaan nich 🙂
    ih si wondad seneng banget ni klo kyuhyunny nakal bs ksh hukuman sm kyuhyun,parah lg ngasih hukumanny sampe bajuny kyuhyun robek,
    hyunsa kok msh iya dan tidak sih jawabanny,
    kakek choi apa kamu jg akan sependapt sm hyunsa?
    moga aja nich akhirny happy ending.

  17. weeer long time no see dee :)) I miss youuu but I miss your fanfics the most haha.

    hyunsa berbakat jadi cenayang. ga tau knp suka sm karakter kyu disini. dia uke tapi ukenya gak lembek kaya di ff lain \o/

    pft sampe sekarang sikap hyunsa ke wonkyu msh misterius. ini komennya sampah bgt ya dee? lol maap 😀
    cepetannnn di update yaaaaaaaaa chap 20 hoho

  18. ahaha posternya..*sembunyi di balik punggung kyu xD
    akhirnya akhirnya..stelah di todong biar lanjutin nih ff,akhirnya lnjut jg.
    kkk ~
    kyaa..suka bgt sma sikap kyu disini,jantan bgt euyy..gitu dong..jgn takut sma tuh benalu (dahyun) :p
    wkwk
    eoh? choi songjoo udh tau siapa kekasih siwon? tpi reaksinya biasa aja,tpi pas dy blg ga mw trima kyu sbg mnantu kok jdi kesel ya? ._. *eh
    err..mreka ngga nglakuin itu kan? tpi cma skedar kiss sma adegan intim lainnya? ntah knp aku mlh pgn bgt mrka nglakuin itu xD

  19. Annyeong:)
    aku reader baru,salam kenal.

    Aku mwu tanya deh,ff ini pernah di publish di ffn gk???
    Soalnya,aku kayak pernah baca.

    Aku juga mwu ijin wt baca part2 sebelumnya ea,,,
    gomawo:)

  20. Wooww,kyuhyun bisa ganass juga yooh, kangen bnget sma ff ini, hyunsa msih 50:50 sma hubungan wonkyu yh, smoga aja dahyun tobat dah, sebell smA tuh cwe

  21. Eeeh itu kyu ga bakal grepe2 tu yeoja kan?.
    Iiiuuh ga rela banget kyu nyentub tu yeoja.
    Sepertinya ketengan kyu benar2 adalah siwon.
    Gitu juga sebalikny?
    Wonkyu benar2 saling melengkapi.
    Eeeh aboeji choi kirain bakal langsung marahin kyu.

    Btw makasi udah di update ff nya.
    Moga next bisa update lbh cepat ya.

  22. ini sumpah seru bgt cerita nya kyaaaaa kenapa aku baru ketemu ini sekarang TvT

    author bole minta chap 1-11 aku baru baca dari chap 12 aja TvT hehe

    fighting for next chap ^^9

  23. setelah lama ng2k update tiba2 datang dengan sangat memuaskan panjaaaang kayak rel kereta…udah mau tamat aja..ng2k pa2 yang penting ada gantinya

  24. “Berharap saja, bahwa gadis itu cukup pintar untuk menyumpal mulutnya sebelum aku bisa membunuhnya,”
    WOW,,, jaeshin,,jaeshin,, tapi sayang, kakek songjoo sudah tau,, huft,, tapi reaksinya cukup tenang,, untuk saat ini sebelum wonkyu mengakaui padanya dan public,,
    Daebak Kyuhyun-sshi kagum dengan sikap tegasnya ke si dahyun,, aigoo dan sifat agresifmu yang jarang2 nih,, tapi liat2 tempat dan peka sekitar,, *jaeshin liat kan tuh jadinya,, hohohoho
    #hahaha babyKyu nakal banget eoh!! 😀
    Dan itu kenapa si dahyun nangis2 GaJe tuh,,!!!

      1. Author, aku kok gk nemu2 email kamu, dah dicari2 tapi ttp gak ketemu2 jga, mungkin karena email-ku google dan kamu yahoo. Boleh gak author aja yg ngirim FF itu ke email aku : elfexoticxoxo@gmail.com
        aku minta FF two faces dari part 1-tamat , dan juga Only One dari part 1-11. Please aku penasaran bgt. Yah yah yah #kittyeyes :*

  25. Berharap saja, bahwa gadis itu cukup pintar untuk menyumpal mulutnya sebelum aku bisa membunuhnya,” WOW,, jaeshin,,jaeshin,, hahaha tapi sayang banget kakek songjoo dah tau,, dan reaksinya cukup tenang,, gag tau nanti reaksinya gimana kalau wonkyu sendiri dah berterus terang ma beliau dan public,,
    Kagum, suka banget ma sikap tegasnya kyu ke si dahyun,, daebak pokoknya,,
    Dan jangan lupa sifat agresifnya tuh,, jarang2 kan,, *sesekali babykyu nakal kan gag pa2,, kkk
    Tapi laen kali peka ma sekitar dong,, kan si jaeshin jadi liat kalian *lirik wonkyu
    Urmmm, agak sedikit kecewa pas tau jaeshin gag 100% ngerestuin huhungan mereka,, #ya walaupun wajar sih,,
    Pokonya yang terbaik aja buat WonKyu,, harus happy end pokoknya,, 😀
    Ouh, dan si dahyun knpa tuh,,!! Nangis2 GJ,, di apain dia ma jaeshin,,!!

  26. . woah . part ini makin bikin penasaran aja . dahyun yg nangis d depan hyunsa, hyunsa yg mmberikan jawaban amigu kpd appa choi n mommy y brsikap seolah akan meninggalkan daddy .

    . apa rencana dahyun ? dahyun gag akan brhenti bgitu saja . lalu knapa appa choi diam aja waktu tau kalo kyumom adl kekasih daddy ?
    . kok qw ngrasa hyunsa sama appa choi bakal merencanakan sesuatu ea ? trus rencana apa yg daddy bicarakan kpd woon n yunho ?

    . d part ini seakan byk hal yg tersirat . jd makin bingung . lanjut chingu . makin penasaran n gag sabar baca ending na^.^

  27. Makin seru bnget ff’y. Bnyk yg bkin pnzrn terutama untk Hyunsa.Dan utk hbngn WonKyu sndri.
    Daebak eonni..aq smpai bngung gmna nulis comment hehehe

  28. Akhirnya update…..
    Part ni makin bikin penasaran, apalagi sikap kyu sama siwon yang tambah agresif, Hyunsa juga belum bisa ditebak dia setuju atau ga sama hubungan Daddy nya, sikap tuan choi juga ternyata ga berlebihan pas tau kyu yang siwon cinta, semoga berakhir happy ending

  29. Woaaaah….
    Eonni lama bgt ngilangny o.O ..
    Eonni bertapa ya -_- ????

    Si Hyunsa gimana sich?
    Setuju apa g tuh :-/ ?
    Bikin pusing tu anak 😦 ..

  30. Akhirnya … Update juga ff yang paling di tunggu2 … ^_^

    makin seru, makin penasaran sama wonkyu. Kakek choi udh tau ???? Hyunsa sebenernya setuju apa gk ????

  31. heeeyyyyy *melmbai imuuuud*

    kirain td kakek Choi mau terang2 an blng ke kyu tentang kekasih siwon , eh ternyata diam2 ye taunya… ckckck

    kata2 nya DAhyuuuun sDiiiiss wey…. tp BabyKyuuu nya td pas di lift benar2 mengerikan…. smpe dahyuuun nya shock gtw… nyahahah #ketawaPuaass

    OMG…. ituuu kirain wonkyu cm kissuean duang eh ternyataaa??? *tutuuupMata.. hahahaa

  32. aigooooo kyumom kalo udeh marah seremmmm…..
    gak mau bersfekulasi… soalnya udeh bca part 24… (╥﹏╥)
    itu dahyun kenapa nangis sesenggukan ???
    emang hyunsa ngomong apa….
    ini hyunsa sebenernya setuju gak sih, nih anak bener2 bikin orang keder….

  33. Hyunsa labil bangt dehh 😀 😀
    Setuju apa engga nih?
    Sejauh ini belom liat gelagat aneh konflik yang bakal ribet. Kaloupun itu terjadi pasti dari Dahyun ya bukan dari jongsoo?? Eddeeehhh kiyuu kata kata mu telak juga ternyata yang di lift, keren keren hidup kyuuu hidup won hidup wonkyuuu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s