[SF] Only One Part 17

only one

[Part 17]

 

Dahyun menatap Hyukjae dengan kesal. “Oppa, berapa-kali pun kau membujukku untuk kembali ke Amerika, aku tetap tidak akan pergi. Jadi, berhentilah melakukannya,” gadis itu sepertinya semakin jengkel karena Hyukjae terus saja memaksanya walaupun ia mnegatakan tidak mau.

“Tapi kau harus pergi, Dahyun. Demi dirimu sendiri,” Hyukjae masih terus berusaha.

Dahyun mendecak kesal dan memilih untuk meninggalkan Hyukjae. Hingga perkataan Hyukjae lainnya yang membuat Dahyun berhenti melangkah. “Hyunsa memberiku peringatan hari ini. Aku tahu terdengar konyol karena aku merasa ketakutan. Seorang gadis berusia delapanbelas tahun mengancam seorang dewasa berusia duapuluhdelapan tahun. Itu terdengar sangat mengesalkan dan tidak masuk akal. Tapi, percayalah. Hyunsa begitu sungguh-sungguh dengan setiap perkataannya. Dia bukan tipe gadis yang suka mengumbar perkataan hanya untuk menakuti.”

Dahyun kemudian berbalik dan menatap Hyukjae dengan marah. “Sebenarnya aku ini siapamu? Kenapa kau selalu membela gadis itu dan menyuruhku pergi? Sebenarnya siapa yang adikmu, Lee Hyukjae?!”

“Ini kulakukan untuk melindungimu, Lee Dahyun!” Hyukjae berteriak keras. Ia sudah habis kesabaran untuk menghadapi Dahyun. “Kau adalah adikku, maka aku harus melindungimu. Aku juga mempunyai hak untuk memberitahumu jika kau berbuat kesalahan. Dan yang kini kau sedang lakukan adalah sebuah kesalahan besar. Kau bukan hanya berusaha menghancurkan kehidupan sebuah keluarga, tapi kau juga sedang menghancurkan dirimu sendiri. Kau menjadi begitu terobsesi dengan Choi Siwon.”

Dahyun mendecih. “Aku terobsesi pada Choi Siwon? Ya, itu mungkin benar. Itu karena hanya dia satu-satunya pria yang tidak bertekuk lutut padaku. Aku ini begitu cantik dan juga pintar, tapi kenapa pria seperti Choi Siwon tidak bisa jatuh hati padaku? Kenapa pilihannya jatuh pada seorang pria yang menjijikkan?! Aku begitu marah karena harga diriku sebagai wanita terinjak-injak. Ditambah dengan seorang gadis kecil –putrinya– yang memandangku remeh. Aku tidak bisa menerima itu semua. Maka dari itu aku tidak akan berhenti sampai mereka hancur, bahkan jika aku harus ikut hancur bersama mereka.”

Hyukjae jelas melihat kilat kemarahan yang begitu besar pada mata Dahyun. Kemarahan dan juga rasa sakit hati yang terlalu besar hingga menggelapkan hatinya. Terkadang rasa cinta bisa membuat seseorang begitu mengerikan.

*****

“Perhatikan untuk masalah kontrak dengan Fukuyama Group. Kita tidak bisa melakukan kesalahan sedikitpun, karena Fukuyama-san sangat sensitif bahkan hanya pada kata-kata. Pastikan tidak ada kata-kata yang salah dalam dokumen kontraknya,” ujar Siwon serius.

Kyuhyun mencatat intruksi tersebut dengan tanggap. “Ah, tanyakan pada Direktur Jung mengenai perkembangan dengan proyek mendatang di Amerika. Seharusnya tidak ada masalah berdasarkan meeting terakhir. Tapi kau harus memastikannya lagi dan berikan laporan akhirnya padaku akhir minggu ini,” ucap Siwon lagi.

“Ne, Sajangnim. Ada lagi?”

Siwon terdiam sejenak. Ia memandang pigura Hyunsa dengan serius. “Hyunsa bilang dia masuk tim cadangan. Dan mengingat cideranya, mungkin dia tidak akan diturunkan walaupun ada kesempatan.”

“Apakah hyung ingin membatalkan untuk pergi menonton atau aku harus tetap membooking tiket?” tanya Kyuhyun dengan pelan.

Siwon menatap Kyuhyun dan tersenyum. “Tetap booking tiketnya. Untuk setiap pertandingan jika tim-nya lolos. Sejak Hyunsa menjadi tim utama, aku tidak pernah pergi menonton pertandingannya. Aku selalu berjanji untuk pergi, tapi nyatanya tidak ada satupun janji yang kutepati. Apakah kau ingat saat aku memintamu memesankan bunga dan menyuruh kurirnya untuk menyerahkan langsung pada Hyunsa?” Kyuhyun mengangguk. Walaupun itu sudah agak lama, tapi Kyuhyun masih ingat setiap perintah Siwon.

“Itu adalah hari dimana Hyunsa terpilih menjadi pemain terbaik. Seharusnya aku sendiri yang memberikan bunga itu, tapi yang ia temui malah seorang kurir. Bahkan saat di rumah, Hyunsa tidak bertanya kenapa aku tidak datang. Dia hanya mengatakan, “terima kasih untuk bunganya, Daddy”. Dan dia mengatakannya dengan tersenyum, entah aku harus bahagia atau sedih mendengarnya,” Siwon tersenyum miris, “aku benar-benar ayah yang jahat, kan? Jadi, untuk sekali ini, aku ingin menebus hal-hal yang tidak bisa kulakukan dulu. Walaupun sepertinya sudah terlambat, tapi aku akan tetap berusaha.”

Kyuhyun menaruh buku jurnalnya diatas meja. Ia lalu berjalan kebalik meja kerja Siwon, Kyuhyun memutar kursi Siwon untuk menghadapnya. Kyuhyun tersenyum dan menarik Siwon untuk berdiri. Kemudian Kyuhyun memeluk Siwon dengan erat. “Jika aku adalah Choi Hyunsa, maka aku akan sangat berterima-kasih pada Tuhan karena telah diberikan seorang ayah seperti dirimu. Jika aku adalah Choi Hyunsa, mungkin aku juga akan melakukan apapun yang dilakukan putrimu –kecuali untuk beberapa hal yang terkesan berbahaya,” Siwon tertawa kecil mendengarnya. “Jika aku adalah Choi Hyunsa, mungkin aku menyetujui perjodohan yang dilakukan oleh ayahmu.”

Seketika tubuh Siwon terasa membeku. Tapi Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. “Jika aku adalah Choi Hyunsa, maka aku sangat ingin kau memiliki seorang istri yang mencintai sebesar rasa cintamu yang kau berikan. Atau mungkin lebih besar. Kau adalah seorang pria yang pantas mendapatkan semua yang terbaik, hyung.”

Siwon tersenyum tipis mendengar setiap kalimat yang dilontarkan Kyuhyun. “Ya, itu benar. Aku mendapatkan putri yang sangat manis sekaligus sangat menyeramkan, hidup yang tenang  tapi juga sangat menegangkan, teman-teman yang selalu mendukungku dan kekasih terbaik yang pernah kumiliki. Tuhan begitu baik padaku,” tukas Siwon.

Kyuhyun melepaskan pelukannya. “Maka dari itu, jangan pernah katakan bahwa kau adalah ayah yang jahat lagi. Jika Hyunsa mendengarnya, mungkin dia akan bersikap anarkis lagi. Dan hyung, tidak pernah ada kata terlambat dalam sebuah kehidupan.”

Siwon tersenyum lebar dan mengecup bibir Kyuhyun. “Terima-kasih, sayang. Kau memang terbaik.”

*****

Siang ini, sebelum waktu latihan dimulai, Hyukjae menemui Hyunsa secara pribadi. Tapi hingga lima menit, tidak ada satu kalimat yang meluncur dari mulut Hyukjae. Hyunsa menarik nafas singkat dan sedikit mendongak menatap langit yang begitu cerah. Walaupun menjelang musim gugur, angin hangat musim panas masih begitu terasa nyaman.

Dan ketika sisi tersunyi semakin tidak terbendung, malah menjadi terpecah ketika Hyukjae mulai bicara. “Tidak bisakah kau melepaskan adikku?”

Hyunsa menoleh dan memandang Hyukjae dengan lekat. “Maksud Pelatih?”

Hyukjae menghela nafas. Ia lalu menatap Hyunsa serius. “Lepaskan adikku. Aku akan berusaha mencegahnya mendekati ayahmu lagi. Aku akan mengirimnya kembali ke Amerika. Orangtua-ku sudah setuju, hanya saja Dahyun masih keras kepala. Tapi aku bisa memaksanya. Jadi, kumohon padamu untuk melepaskan adikku,” Hyukjae yang menyingkirkan semua harga dirinya sebagai seorang pria dewasa kemudian membungkuk dihadapan Hyunsa.

Hyunsa terkejut dengan sikap Hyukjae yang begitu tiba-tiba. Dan sepertinya Hyukjae begitu tulus memohon padanya. Bagi seorang pria memohon dengan penuh penghormatan adalah pengorbanan terbesar dalam hidupnya. Terlebih jika ia memohon pada seorang gadis muda. Mungkin jika ada orang lain yang menonton, Hyukjae bisa saja ditertawakan. Hyunsa kembali menarik nafas.

Namun, kemudian Hyunsa malah tertawa. Hal itu terdengar janggal di telinga Hyukjae. Apakah Hyunsa sedang mempermainkannya? Atau malah sedang meremehkannya? Hyukjae menegakkan tubuhnya dan memandang Hyunsa yang masih tertawa. “Kenapa kau tertawa?”

“Itu karena Pelatih begitu lucu. Maaf, aku tidak bisa menahannya,” ujar Hyunsa. Kemudian ia menghentikan tawanya dan menatap Hyukjae serius. “Pelatih sepertinya terlalu menganggap serius ucapanku yang kemarin. Yah, aku mungkin penderita bipolar yang bisa melakukan hal-hal berbahaya. Tapi apa Pelatih pikir, aku akan melukai adik anda sedangkan ada begitu banyak orang yang protektif padaku? Kemarin memang sebuah peringatan, tapi bukan berarti aku serius akan melukainya jika adik anda berbuat sesuatu pada Daddy-ku. Aku bukan gadis bodoh, Pelatih Lee.”

Hyukjae kini memandang Hyunsa dengan tidak mengerti. Rasanya setiap ucapan Hyunsa terasa ambigu pada setiap maknanya. Dan Hyukjae tidak ingin menebaknya sendiri. Hyunsa menarik nafas lagi. “Jika anda berpikir bahwa aku akan melukai adik anda secara fisik, maka anda salah. Tapi anda tidak boleh mengendurkan pengawasan anda pada adik anda. Karena sekali saja, adik anda melakukan sesuatu pada Daddy-ku atau bahkan kekasih Daddy-ku, maka aku tidak akan tinggal diam. Jika dia ingin menghancurkanku dan ayahku, maka dia akan ikut hancur bersama kami. Ingat itu, Pelatih Lee.”

Dan setelah Hyunsa mengatakan itu, ketakutan Hyukjae kini bertambah besar. Apa yang diucapkan Hyunsa terakhir, sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Dahyun semalam.

*****

“Tunggu! Katakan sekali lagi? Aku rasa mendadak tuli sekarang. Kau mau kemana?” tanya Inhyun dengan agak keras.

“Taiwan. Aku akan pergi menemui Paman Choi Songjoo,” jawab Dahyun dengan tenang.

Inhyun menatap Dahyun dengan lekat lalu sedikit memukul pipi Dahyun. Sahabatnya berteriak kesakitan dan menatap Inhyun bingung. “Kenapa kau memukulku?”

“Kau tidak gila, bukan? Untuk apa kau pergi ke Taiwan? Apa kau masih berusaha untuk mendekati Choi Siwon itu? Lalu bagaimana dengan kekasihnya? Kau bilang dia punya kekasih, bukan?”

Dahyun mendesah pelan. “Inhyun, bertanya satu-satu. Aku kesulitan menjawab semua pertanyaanmu itu. Dan untuk catatan, aku tidak gila.” Mungkin putri Choi Siwon yang gila. Karena menyetujui ayahnya berhubungan dengan seorang pria.

“Lagipula kenapa aku pergi menemui Paman Songjoo? Choi Siwon tidak melarangku pergi menemui ayahnya. Dan siapa peduli dengan kekasihnya. Mereka masih sepasang kekasih, belum terikat pada pernikahan. Mereka masih bisa putus kapan saja.”

Inhyun menggelengkan kepalanya. “Kurasa kau benar-benar gila, Lee Dahyun.”

*****

Sesekali Siwon menatap Hyunsa yang menyantap makan malamnya. Hari ini mereka hanya berdua dan suasananya sangat canggung. Siwon tidak tahu kenapa hubungannya dengan putrinya sendiri menjadi begini canggung, karena sepertinya mereka tidak sedang bertengkar.

Siwon meletakan sumpitnya dan berdeham pelan. “Sayang, kapan kau akan ke rumah sakit lagi untuk memeriksakan bahumu?”

“Jumat ini. Kurasa setelah dari sekolah, aku akan langsung pergi ke rumah sakit,” jawab Hyunsa.

“Kalau begitu Daddy akan menjemputmu di sekolah. Kita pergi ke rumah sakit bersama, ne?” Hyunsa hanya mengangguk sekali sebagai jawaban.

Siwon menarik nafas dan berusaha mencari topik pembicaraan lainnya. Dan sebisa mungkin ia menghindari pertanyaan mengenai pertemuan dengan psikiater atau pertandingan bisbol. Hyunsa sepertinya masih dalam suasana hati yang kurang menyenangkan, jadi Siwon tidak ingin mencari masalah. Siwon menatap mangkuk nasinya yang hampir habis. Sedangkan Hyunsa masih sibuk dengan makan malamnya sendiri.

“Jangan pergi menonton pertandingan,” tiba-tiba Hyunsa bersuara. Siwon menatap putrinya dengan lekat.

“Kenapa?”

Hyunsa terdiam untuk sejenak. Ia menarik nafas dan menatap ayahnya. “Karena aku tidak mungkin bertanding. Aku sudah mengatakan bahwa aku masuk tim cadangan dan biasanya tim cadangan jarang dimainkan. Selain itu, aku sedang cidera. Kemungkinan untuk turun bermain sangat kecil. Jadi, jangan membuang uang,” jelas Hyunsa.

“Tapi Hyunsa…”

“Aku sudah selesai. Terima kasih makan malamnya. Selamat malam, Daddy,” Hyunsa seperti tidak memberikan kesempatan bagi Siwon untuk bicara. Kemudian ia beranjak kembali ke kamarnya. Sedangkan Siwon masih duduk termenung di meja makan.

*****

“Sajangnim Choi? Apakah anda memperhatikan?” tanya Donghae. Beberapa pegawai lain yang mengikuti meeting pagi itu menatap kearah atasan mereka dengan bingung. Tidak biasanya Siwon menjadi termenung tidak fokus selama meeting.

Kyuhyun yang duduk disebelah Siwon sedikit menyentuh lengan atasannya. “Sajangnim?”

Siwon sontak tersadar dan menatap Kyuhyun dengan gugup. “Ah, ne? Kyuhyun, ada apa?”

Kyuhyun menarik nafas dan kembali fokus dengan catatannya sendiri sedangkan Siwon berusaha kembali memfokuskan diri. Donghae menghela nafas sebal. “Apakah anda sedang memikirkan masalah lain, Sajangnim?”

“Ani. Aku baik-baik saja. Teruskan saja Manager Lee,” ucap Siwon.

“Saya sudah selesai, Sajangnim. Dan kami menunggu pertimbangan anda untuk tahap selanjutnya,” tukas Donghae.

Siwon menatap ke beberapa staff-nya yang lain dengan bingung. Well, sepertinya Siwon tidak memperhatikan kepada meeting hari ini. Kyuhyun lalu menyodorkan buku jurnalnya kearah Siwon. Ia telah mencatat beberapa poin penting dari apa yang telah dipresentasikan oleh Donghae.

Siwon tersentak dan membaca catatan tersebut. “Ah, ne. Maaf, maaf. Baiklah…”

*****

Donghae mendesah kesal. “Sebenarnya kau kenapa, Won? Kau sama sekali tidak fokus. Kau sering-kali melamun. Jika Kyuhyun tidak memberikan catatan meeting, mungkin kau tidak tahu apa-apa mengenai meeting hari ini.”

Donghae terlihat seperti mengomeli anaknya, padahal yang dimarahi adalah atasannya sendiri. Mereka bertiga–Donghae, Kyuhyun dan Siwon–masih berada di ruang meeting, sedangkan staff lain sudah kembali bekerja setelah meeting selesai. Kyuhyun tidak ingin terlibat dalam omelan Donghae, karena Kyuhyun sendiri tidak tahu alasan kenapa Siwon tidak fokus. Mungkin satu-satunya alasan adalah Choi Hyunsa.

“Maaf, Hyunsa terlihat semakin aneh setelah pulang dari terapi pertamanya. Hubungan kami berubah menjadi lebih canggung, padahal kami tidak mempunyai masalah apapun. Dan kemarin, dia memintaku untuk tidak pergi menonton pertandingan bisbol karena kemungkinan dia tidak akan bermain. Itu membuatku frustasi,” cerita Siwon. Well, benar dugaan Kyuhyun.

Donghae menarik nafas. “Mungkin karena keputusanmu yang akhirnya menyetujui untuk membawa putrimu ke psikiater. Dan satu-satunya jalan adalah kau bertanya langsung padanya. Dan, mungkin kau memang harus menuruti permintaan anakmu untuk tidak pergi menonton. Itu lebih baik, ketimbang putrimu marah lagi.”

“Yah, kurasa kau memang benar. Besok Hyunsa akan kembali ke dokter untuk memeriksakan bahunya dan aku berniat mengantarnya. Mungkin kami bisa mengobrol sedikit selama perjalanan. Kyuhyun-ah, tolong kosongkan jadwalku besok setelah makan siang,” ujar Siwon.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk mengerti.

*****

Dahyun mengecek alamat yang ia dapatkan mengenai kediaman Choi Songjoo di Taipei. Walaupun dia tidak terlalu paham aksara mandarin, tapi Dahyun sampai ke alamat yang tepat. Gadis itu kemudian menekan bel.

“Yes?”

“Excuse me, is it Mr. Choi’s house? My name Dahyun Lee, from Seoul. Can I meet him?”

Dan tak lama pintu pagar utama tak terkunci. Dahyun tersenyum dan berjalan masuk. Didepan pintu, ia disambut oleh seorang wanita paruh baya yang masih begitu cantik. Dan wajanya tidak berbeda jauh dengan wajah Choi Songjoo. Mungkin wanita ini saudara dari Paman Songjoo, pikir Dahyun.

“Kau dari Seoul?”

Dahyun mengangguk. “Apakah Paman Songjoo ada?”

Wanita itu memperhatikan Dahyun dari atas hingga bawah. Sedikit membuat Dahyun menjadi risih tapi gadis itu masih berusaha bersikap sopan. Wanita itu melebarkan pintunya. “Masuklah.”

Wanita itu membawa Dahyun ke ruang tengah. “Tunggulah disini. Akan kupanggilkan adikku,” kemudian wanita itu meninggalkan Dahyun sendiri.

Oh, jadi dia kakak dari Paman Songjoo, batin Dahyun. Lalu Dahyun duduk pada sofa panjang sembari menunggu Choi Songjoo. Sesekali Dahyun memperhatikan interior rumah tersebut. Walaupun tidak sama besar dengan rumah kediaman Choi di Seoul, tapi rumah di Taipei ini terbilang cukup mewah.

Sementara Dahyun menunggu di ruang tengah, wanita tersebut memasuki ruang perpustakaan dimana Choi Songjoo sering menghabiskan waktu untuk membaca. Wanita tersebut memandang adiknya dengan lekat. “Ada gadis bernama Lee Dahyun yang mencarimu.”

Sontak Songjoo menghentikan kegiatan membacanya dan menatap kearah kakak perempuannya. “Lee Dahyun?”

“Ne. Jadi, dia adalah gadis yang akan kau jodohkan dengan Siwon? Tidak begitu cantik. Dan sikapnya tidak begitu baik. Bagaimana kau bisa memilihnya?”

Songjoo tersenyum tipis dan meletakan bukunya. “Noona, aku tahu apa yang terbaik untuk putraku sendiri. Dan kurasa gadis itu cukup baik. Noona belum mengenalnya, jadi tidak bisa melihat Lee Dahyun yang sesungguhnya.”

“Well, aku tidak ingin mengenalnya. Dan sepertinya kau yang begitu mengenal gadis tersebut,” sahut Noona Songjoo dengan datar dan pergi begitu saja.

Sepeninggal kakaknya, Songjoo keluar dari perpustakaan dan menuju ruang tengah dimana Dahyun sedang menunggu. Songjoo tersenyum lebar saat melihat gadis itu membungkuk hormat padanya. “Ah, aku tidak tahu bagaimana kau mengetahui alamatku di Taipei. Tapi rasanya menyenangkan mendapatkan kunjungan darimu.”

“Maaf, Paman. Aku bertanya pada Eomma. Dan maaf, aku tidak menelepon terlebih dahulu sebagai pemberitahuan. Karena aku pergi dengan terburu-buru.”

Songjoo mengernyit. “Terburu-buru? Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?”

Dahyun menarik nafas panjang. “Ne, dan ini mengenai putra Paman. Choi Siwon.”

Songjoo menatap Dahyun dengan bingung. “Paman mengatakan bahwa aku jangan menemuinya sebelum Paman kembali ke Seoul. Tapi aku merasa perlu bertindak sendiri untuk mengenalnya. Jadi, aku menemuinya –dengan tidak sengaja.”

“Lalu?”

“Seperti dugaan Paman, tidak berjalan dengan baik. Choi Siwon menolakku dan cucu anda juga menegaskan kembali penolakannya padaku. Namun, ada satu hal yang membuatku tidak bisa berdiam diri. Dan kurasa Paman belum mengetahuinya, walaupun putra dan cucu anda sudah mengatakannya sendiri padaku.”

“Apa itu?”

“Choi Siwon sudah mempunyai kekasih. Dan mereka berencana untuk menikah. Hyunsa yang pertama kali mengatakannya padaku, dan dibenarkan oleh Siwon.”

“Benarkah? Siwon sudah mempunyai kekasih? Tapi dia tidak mengatakan apapun. Bahkan Hyunsa, juga lebih sering menolak setiap gadis yang diperkenalkan pada Siwon. Lalu kenapa?”

“Karena putra anda menyembunyikan hubungannya. Dan Hyunsa juga berpihak pada ayahnya. Namun, karena dia melihatku sebagai ancaman bagi hubungan ayahnya dengan kekasihnya saat ini, maka dia memutuskan untuk memberitahuku terlebih dahulu. Tapi aku tidak bisa menerimanya.”

“Kenapa?”

Dahyun menatap Choi Songjoo dengan begitu serius. Walaupun masih ada bagian dirinya yang merasa ragu, Dahyun sudah tidak bisa berhenti lagi. Dahyun menarik nafas berat. “Bagaimana bisa aku menerima, kalau putra anda malah berhubungan dengan seorang laki-laki? Kalau ada wanita lain mungkin aku masih bisa menerima dengan akal sehat, tapi laki-laki? Apakah itu sangat keterlaluan?”

Wajah Choi Songjoo memucat seketika. Dahyun bisa melihat reaksinya tidak begitu baik. “Apa maksudmu dengan laki-laki? Putraku? Choi Siwon?”

“Ne, Paman. Putra anda, Choi Siwon sedang menjalin hubungan intim dengan seorang laki-laki. Dan cucu anda sepertinya menyetujui hubungan mereka.”

*****

“Kau percaya dengan ucapan gadis itu?” tanya Choi Sunghee pada adiknya.

“Tentu saja. Dahyun mengatakan dengan wajah serius, dan Hyunsa tidak akan mengatakan hal-hal non-sense hanya untuk menyingkirkan setiap gadis yang ingin kujodohkan dengan Siwon,” Choi Songjoo berteriak marah.

Beberapa jam lalu, seorang Lee Dahyun datang padanya dan mengatakan bahwa putranya adalah seorang homoseksual. Ternyata, hari ini bukanlah hari baik bagi Choi Songjoo. Sunghee menarik nafas perlahan, sepertinya adiknya terlalu emosi setelah berbicara empat mata dengan gadis yang baru dikenalnya. “Sudah berapa lama kau mengenal gadis itu? Satu bulan? Satu tahun?”

“Untuk apa noona menanyakan hal itu?”

“Songjoo, intinya kau belum mengenal gadis itu dengan baik. Sedangkan Siwon? Dia adalah anakmu, Songjoo. Seharusnya kau lebih mengenal putramu. Begitu juga dengan Hyunsa. Jika mereka berkata demikian, mungkin karena sikapmu yang selalu berusaha menjodohkan Siwon dengan para gadis. Gadis itu bisa saja berkata hal yang salah, bukan?”

“Aku mengenal putraku, noona. Dan Siwon mungkin bisa saja menjadi seorang homoseksual. Karena hampir lima tahun dia sama sekali tidak berhubungan dengan gadis manapun. Dan Hyunsa juga selalu menolak gadis yang ingin kujodohkan dengan Siwon. Jadi, jika Siwon menjadi seorang homoseksual, Hyunsa bisa saja setuju.”

“Tch, apa kau pikir anak gadis usia Hyunsa bisa menerima kalau orangtuanya –ayah satu-satunya yang dimiliki malah berhubungan dengan seorang pria? Kau tidak memikirkan bagaimana psikologis anak remaja, eoh? Sebaiknya kau tidak bertindak gegabah, Songjoo.”

“Tidak akan noona. Tapi aku perlu memastikannya sendiri. Aku akan menemui Siwon besok.”

*****

Hyunsa berjalan menuju ruangan pelatih. Ia hendak meminta ijin untuk tidak hadir dalam latihan siang ini. Walaupun ia sedang cidera dan tidak diperkenankan untuk latihan, tapi Hyunsa perlu ijin langsung dari pelatih jika tidak menghadiri jadwal latihan. Hyunsa memijat bahu kirinya perlahan. Sudah tidak begitu sakit lagi seperti sebelumnya, walaupun begitu dokter masih bersikap waspada terhadap cideranya. Kalau terjadi sesuatu, bisa saja Hyunsa tidak akan bisa bermain bisbol lagi. Untuk selamanya.

Hyunsa menarik nafas dan berjalan lebih cepat menuju ruangan pelatih. Ia hendak mengetuk pintu, namun pintu sudah sedikit terbuka dan didalam Pelatih Lee Hyukjae sedang terlihat cemas.

“Kau dimana, eoh? Kau pergi kemana?” tanya Hyukjae dengan keras. Sepertinya hanya ada dia seorang di ruangan tersebut hingga Hyukjae bisa berteriak seperti itu. Hyunsa sebenarnya tidak ingin menguping, tapi rasa penasarannya terlalu besar.

“Taiwan? Untuk apa kau pergi kesana? Kapan kau pulang?” tanya Hyukjae lagi. Kali ini Hyunsa sangat tertarik mendengar percakapan Hyukjae dengan seseorang –sepertinya dengan Dahyun. Selain itu, Hyukjae menyebutkan Taiwan. Dan menurut Hyunsa, satu-satunya yang berkaitan dengan Taiwan adalah Choi Songjoo.

“Lee Dahyun?! Apa kau sudah gila, eoh? Untuk apa kau mengadu hal-hal tidak penting kepada Choi Songjoo? Apa hak-mu untuk mengatakan itu padanya?”

Well, dugaan Hyunsa tepat. Dahyun pergi menemui kakeknya. Namun, kini ada sebuah kekhawatiran lain yang muncul dalam benak Hyunsa. Apakah Dahyun pergi ke Taiwan untuk mengatakan bahwa Ayahnya telah menjadi seorang homoseksual dan berhubungan dengan sekretarisnya sendiri pada kakeknya, atau hal lainnya. Hyunsa hanya bisa mengira-ngira saat ini.

Hyukjae mengusap wajahnya. “Kau itu bukan tunangan dari Choi Siwon, Lee Dahyun. Jadi untuk apa kau mencampuri kehidupan orang lain? Entah itu Choi Siwon seorang homoseksual atau apa, kau tetap tidak berhak mengatakannya pada orangtuanya sebelum ia mengatakannya sendiri! Kau tidak mempunyai hak apapun. Lebih baik kau pulang sekarang, atau aku akan pergi ke Taiwan dan menyeretmu ke bandara dan mengirimmu ke Amerika!”

Hyukjae memutuskan sambungan teleponnya. Ia menarik nafas kasar. Adiknya telah bertindak jauh dari garis batas yang ada. Dan Hyukjae hanya berharap kalau Hyunsa tidak mengetahui mengenai hal ini. Tapi harapannya menjadi buyar, ketika pintu terbuka lebar dan Hyunsa berdiri dengan ekspresi wajah yang tak terbaca oleh Hyukjae.

Hyukjae menatap gadis itu dengan gugup. “Choi Hyunsa? A-ada apa kau kesini?”

“Pelatih Lee, bukankah sudah kukatakan untuk mengawasi adik anda dengan baik? Jika ia sampai berulah, maka aku tidak akan segan-segan lagi.”

“E-eoh? A-apa ka-kau mendengarnya? Tunggu!! A-aku bisa menjelaskannya. Da-Dahyun tidak…”

“Aku mendengar dengan jelas setiap kata yang anda ucapkan, Pelatih Lee.”

Dan tidak mengatakan apapun lagi, Hyunsa beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Hyukjae berusaha mengejarnya, tapi Hyunsa sudah berlari cepat saat ia keluar dari ruangan. Hyukjae menghela nafas nafas frustasi. Dan kini, tidak ada yang bisa dilakukannya untuk melindungi adiknya. Karena Dahyun sendiri yang memilih keluar dari lingkaran lindungannya.

*****

Dengan tangan gemetar, Hyunsa menekan nomor rumah kakeknya di Taipei. Ia hanya berharap kalau kakeknya tetap berada di Taipei, setelah apa yang dikatakan oleh Dahyun. Well, mungkin itu seperti kemungkinan yang kecil namun Hyunsa tetap berharap.

Hyunsa mendekatkan ponselnya ditelinga, menunggu sambungan teleponnya terkoneksi. Dan setelah beberapa detik, terdengar suara seorang wanita yang familiar ditelinganya. “Nenek Sunghee? Apa kakek dirumah?”

“Hyunsa? Ada apa kau menelepon sayang? Eoh, kakekmu pagi ini sudah terbang ke Seoul.”

“Seoul? Untuk apa? Tumben sekali?”

“Hyunsa sayang, ada yang perlu Nenek tanyakan padamu. Apakah ayahmu mengatakan padamu bahwa dirinya adalah seorang homoseksual?”

Hyunsa memejamkan matanya. Kemungkinan terburuknya sudah terjadi. Dan mungkin kakeknya kembali ke Seoul untuk menemui ayahnya sekarang ini. Hyunsa menarik nafas panjang. “Nenek, apakah kemarin ada seorang tamu seorang gadis dari Seoul?”

“Ne. Dan dia mengatakan bahwa ayahmu adalah seorang homoseksual dan sedang menjalin hubungan dengan seorang pria. Dan lagi, dia juga mengatakan bahwa kau menyetujui hubungan mereka. Jadi sayang, apakah itu benar?”

Hyunsa menggumam pelan. “Itu benar. Daddy memang sedang menjalin hubungan dengan seorang pria. Awalnya aku menentang tapi aku kembali memikirkan dan kemudian menerimanya. Dan nenek, apakah gadis itu menyebutkan nama dari kekasih Daddy?”

“Tidak. Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Kurasa Kakek sudah di Seoul jika berangkat pagi dari Taipei. Baik, akan kututup dulu.”

“Tunggu, sayang. Bagaimana keadaan Pamanmu?”

Hyunsa tersenyum tipis. “Paman Jungsoo baik. Kurasa Nenek sudah tahu kalau Paman Jungsoo dan Paman Woon akan menikah. Nenek setuju, kan?”

“Paman Jungsoo-mu sudah dewasa, sayang. Aku tidak berhak mengatur bagaimana ia menjalani kehidupan berikutnya. Aku hanya bisa mendidiknya dengan baik. Apapun keputusannya, itu adalah pilihannya. Kurasa, itu juga yang terjadi pada Siwon.”

“Nenek, tidak akan menentang hubungan Daddy?”

“Tidak. Lagipula, aku bukan ibunya. Tapi Kakekmu adalah ayahnya.”

“Yah, rasanya memang sulit. Baiklah, terima kasih. Dan Nenek, sering-seringlah datang ke Seoul. Aku merindukanmu.”

“Aku juga mengharapkannya sayang. Jaga dirimu baik-baik, ya.”

Hyunsa lalu menyimpan ponselnya kedalam saku dan bergegas pergi. Jika kakeknya berada di Seoul, maka beliau pasti langsung menemui ayahnya di perusahaan.

*****

NOTE: Well, sebenernya gak mau dipotong dibagian ini, tapi kalo gak dipotong malah kepanjangan. Dan sepertinya gak ada yang bisa aku sampaikan, kecuali maaf kalo nemu typo. aku sih udah edit berkali-kali, tapi jika nemu maka itu adalah kelalaian mata dan tangan aku.

Advertisements

35 thoughts on “[SF] Only One Part 17

  1. woooo dahyun kurang asem pede bgt pergi ke taiwan bwt laporan sama appa choi ….
    hyukjae kurang tegas jd kk hurrr….
    penasaran apa yg bakal dilakukan hyunsa selanjutnya apkh sadis atau biasa saja kkkk lol
    gmn reaksi appa choi klo tau kyu pacarnya …. yo cpt lanjut jae …. 🙂

  2. Well,untuk menghentikan ular berbisa (tnjuk dahyun),hanya dg ‘menyingkirkannya’ bukan (ketularan hyunsa apa???)
    Yg pasti semuanya ttp dlm bahaya…fiiiuuuhhhhh. Dan apa qt brharap hyunsa bs mengehntikan kakek choi? Dirasa2 semua d fict ni hyunsa yg mgendalikan aniya?porsi hyunsa sngat bsar., pran wonkyu jd trsa bkan apa2 disini….kkkkk

  3. Oke. Setuju sama Hyukjae. Sepertinya sudah tidak ada yg bisa dilakukan Hyukjae lagi untuk melindungi Dahyun. Well, Dahyun itu bukan siapa-siapa, tp dia nekat melakukan apapun untuk mendapatkan Siwon.
    Aku emosi sendiri bacanya. Kadang aku berfikir kalau Dahyun menderita obsesif-kompulsif -_-
    Setelah ini, mungkin waktunya untuk Siwon & Hyunsa untuk menghadapi Choi Songjoo :’)
    Setidaknya Dahyun tidak menyebutkan nama Kyu, tp tidak menutup kemungkinan kalau Kyu bakal terseret dg cepat. Hah~ konflik hubungan WonKyu sudah mulai muncul :’)

  4. rsany pngen bgt jambak si dahyun
    dy cri gra2 bgt ya
    si hyunsa g bleh tinggal diam nih
    trs si kakek ntar ngapain y??
    siwon bkal brtahan ma kyu g??
    trs sikap kyu jg gmna???
    y ampun nih ff
    bkin pnasaran aj dech
    ok siiip
    lnjuut asap ne
    keep writing

  5. wooah..dahyun bner2 daebbak,dteng ke paman sungjoo nd dgn seenak jidat membeberkan smua yg tdk diketahui sma pman sungjoo.
    ckck
    siap2 aja nih siwon brantem sma ayah’a,dahyun bgus bgt ya..
    *eh
    okaii lha ditunggu lanjutan’a saeng 😀

  6. Makin tegang,, konfliknya dah mulai,,
    Songong bgt tuh sich dahyun,,
    Apa yang bakal di lakukan kakek choi,, dan gmna hyunsa mengatasinya,,,
    Huft smga hub WonKyu akan slalu baik2 saja,, akhirnya nanti” hahaha

  7. Eeeeh Dahyun songong banget si jd orang!ember juga mulutnya,eh tp bagus deh,biar papanya siwon cpt tau klo anaknya ada kelainan,kkkk,dan biar masalhnya cpt selesai,wonkyu di restuin,trus nikah deh,Dahyun jd gila trus di kirim ke black hole beneran,udh gt aja,

  8. Dahyun sungguh ‘ide’ :^) tbtb ngadu ke kakek choi arrr minta diremes Щ(ºДºщ)

    Yah setidaknya hubungan wonkyu udah diketahui. Tinggal gimana caranya wonkyu mempertahankan hubungan mereka.

  9. Oh myyy…..Dahyun trxt mang bnar” nkat! Syap” ja kmu nrima kmarhanx hyunsa…hyukjae yg nmja n lbih twa tkut ma hyunsa.
    Tp aq hrap hyunsa g’ trllu brsikp anarkis yg akn mrugikn drx sndri n ngbwat sdih orng ” yg mxyngi dia…

    Skrng appa choi dh mngtahui klo wondad i2 gay. Gmana y reaksi wondad jk dtax mngnai hal i2? N sypa pria yg skrng mnjlin hub- dgnx? Duh chap 17 ni adlh awal konflik trbrat bwat hub-wonkyu.

    Choi songjoo knpa sh kmu g’ pka bgt ? Choi sunghee ja dh taw klo dhyun mang gdis yg g’ baik, n g’ pntas bwat wondad.

    Chap ni prtma klix so”k choi sunghee dmunclkn. Trxt orngx bgi2 wais. Pntas joongso mmpuxi sikp yg wais. Trxt mnurn dr sikp eommax.

    Pingn dh sikp choi soongjo kea choi sunghee. Supy dia nrima hub- wonkyu.

    Pok’x ppun yg trjdi wonkyu hrus sling mmperthankn! Cos bxk yg mndukng bub- klyn. Trmsuk aq, anak klyn yg jauh dsini.*wex….kpdean!

    N last…next chapx jngn lm” y eonn. S’alx dh pnasran bgt nh ma lnjutnx. Tp klo g’ bis cpat” jug g’ pa”. Krn aq taw ksibuknx anak kuliahn. Aq ja yg bru SMA tugs” skolhx dh kea gni, plagi eonni…
    Weekand shrusx jd hr istraht. Tp jm 3 ni aq hrus ikut platihn KPS. Oh my… Sbnarx aq mlas bgtttt…pingn libr tp cra izinx rbet bgt.*y ampn co’ aq jd ngdumel dsini sh?*mianhe eonn…

    (*)keepyourhealty n ttpsmangt.
    SEMANGAT!!!

  10. Dahyun sepertinya minta di lempar ke laut ya? huhuhu…
    pasti kakek Choi marah besar, tapi semoga kakek Choi merestui Siwon kalau tau orang yang Siwon cintai adalah Cho Kyuhyun, walaupun sulit.
    Siwon-Kyuhyun sabar ne~
    penasaran sama aksi Hyunsa selanjutnya

  11. Well,si dahyun cari mati nih.entah apa yg akan di lakukan hyunsa utk membuat dahyun kapok dan pergi ke amerika…gmana dg hubungan wonkyu selanjutnya klo tuan songjoo tau kekasih siwon adlh sekertarisnya..pengen bejek2 si dahyun

  12. uwoooo….akhirnya update juga..
    dasar,lee dahyun kurang ajar #jambak rambut dan cakar muka dahyun#..heheh..
    semakin sengit aja…moga hyunsa bisa melindungi wonkyu..
    hyukjae,harusnya kau menyeret dahyun pulang..jangan cuma ngomong..
    syukur bibi siwon setuju dengan hubungan wonkyu..tinggal ayah siwon..
    semoga ayah siwon senang dan setuju ma kyu..kyu khan pegawai teladan..
    ayo,diera..semangat ya..
    ditunggu lanjutannya….(jangan lama-lama)…hehehehhe….

  13. Hadeeuuuuuuhhhhhh makin seru nih
    Apa yang akan ayah Siwon lakukan? Terutama pada Kyu?
    Tp part Kyu nya dikiiiiiiit….

    Ditunggu banget lanjutannya…..

  14. dahyun satu tahap lebih cepat menuju kehancuran dirinya sendiri,,hehehe..
    setidaknya walo siwon seorang homoseksual dy masih punya orang yang akan menudukungnya, betapapun berat yang akan dihadapinya,, ya ayahnya sendiri.. penghalang utama.. tapi ayahnya pasti awal akan menentang dan akan melakukan apapun caranya agar siwon kembali menjadi normal, tapi seperti juga hyunsa toh akhirnya demi kebahagiaan anaknya akan memberikan kebebasan yang terbaik..
    aku harap kyu akan ttp slalu mendampingi siwon, jangan sampai terpisah jalanni seperti saat dy berusaha menaklukan hyunsa untuk menyetujui hubungan mereka..

  15. benar2 deh si ular berbisa itu…cari gara2 aja, knp sich keras kepala banget. skr gimana dong….ayahnya siwon sdh tahu yg sebenarnya. apa yg akan di lakukan hyunsa utk mencegah kakeknya? ataukah semua sdh terlambat? bagaimana dng hubungan wonkyu selanjutnya? jng smp wonkyu berpisah. wonkyu pasti bisa melewati semua rintangan ini

  16. Dahyun cari msalah dia…..aduhh smoga aja apapun yg terjadi nnti ga akan mempengaruhi hbungan wonkyu…dan jg smoga ayah siwon cepet nyadar klo dahyun itu bukan gadis baik”

  17. oh no dahyun evil girl but she’s hadn’t told mr choi about kyu but i’m curious to know that how will mr.choi know that kyuhyun is the person to whom siwon is in love … it’s really interesting 😀 update fast :*

  18. boleh jambak si genit n si usil dahyun ga?
    bakal bagaimana hubungan wonkyu??
    tapi aku juga mikir bakal lebih baik kalo hubungan wonkyu lebih cepat diketahui choi songjoo biar cepat kelar masalahnya

  19. Dahyun emg keterlaluan urusan org malah di campuri dan akan bisa menghancurkan keluarga orang …….
    Hyunsa harus kuat supaya bisa menyingkirkan org tersebut …..
    Semoga hubungan wonkyu tetap bertahan……
    Eonni semangat terus a biar cepat lanjutin ……oke…
    ^_^

  20. bener2 tuh dahyun cr mati !!!!!! aishh hyunsa, lbh bk kau bunuh saja yeoja 1 itu *gregetan pen jambak, nimpuk, nabok, apalah pkok nya ke dahyun* dan sebenernya justru ak pengen reaksi kakeknya hyunsa setuju2 aja sm hub siwon yg mencintai sesama jenis, pen tau reaksinya dahyun #plak

  21. aenyeong unnie aku reader lama tp baru bisa coment skarang. gak papa ya unnie hehe 😛
    aduhh si dahyun tu bner2 ya.. pengen aku bejek2 tu orang. bner kata hyukkie apa hak dahyun ngomong kyak gitu ma ayahnya siwon. dia kn bkan siapa2ny siwon !!
    ck~ gimana nih hub wonkyu ke depannya ??emm kalau di lihat2 kemungkinan choi songjo setuju ma wonkyu kecil deh#sok tahu
    hyunsa kau hrus lindungin wonkyu ya.jaga mereka dg baik(?)#apa deh coba kekeke
    next unnie.cpetan update. pnasaran bget ma nasib wonkyu selanjutnya !!
    hwaiting unnie.. love u ♥

  22. Whoah,,, chapter yg bagus,,,
    puncak, puncak,,
    akhirnya dtg jg,,
    apa nih yg terjadi? Apa akan bahagia spt kebanyakan? Hehe,, aku malah jd keinget ending super human yg dulu,, bikin mencak2 akhirnya,,
    tp ini happy ending kayaknya ya,,
    pokoknya terserah endingnya, tp puncaknya moga-moga menegangkan,, hwaaa!!
    Cepet update ya,, kalo bisa,,
    kalo kagak ya,, kapanpun lah,,
    thx

  23. Wah dahyun bener2 bikin gregetan, kira2 apa reaksi kakeknya diera pas tau yg sebenernya n terima kasih aku dah dikirim part 1-11 nya

  24. . huuaa . seru bgt chingu . makin penasaran . lee dahyun bnar” duri dlam daging .
    . kira” kalo udah kyak gini apa yg akan d lakukan hyunsa ? trus gmn klanjutan hubungan momdad?

    . penasaran . penasaran >.<

  25. Daehyun itu benar2 gila..,
    Seenaknya aja ngadu ke tuan choi klo siwon gay
    Apa yg bakal dilakuin tuan choi ke siwon??!
    Masalahnya pasti tambah rumit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s