[MM] The President Part 8

the president

Mr. Hyde

Kyuhyun menutup pintu kamar Donghae perlahan setelah memastikan bahwa sang pangeran sudah terlelap. Di luar kamar, Seungho, Haena dan Siwon menunggunya bersama Jonghyun. Kyuhyun menghela nafas perlahan. “Dia mungkin akan terbangun untuk makan malam.”

“Dan selagi menunggu waktu makan malam, sebaiknya anda berdua menjelaskan  alasan kalian kabur pada Kepala Pengawal Cha. Karena jika kalian memintanya, mungkin Kepala Pengawal Cha akan meminta ijin pada Tuan Kang,” ucap Seungho yang kemudian pergi.

Haena menghela nafas. Seungho adalah pengawal Donghae dan ia menjadi sangat protektif pada sang Pangeran setelah waktu yang cukup lama. Jonghyun yang memperhatikan Seungho pergi, mendengus. “Tch.. Dia sepertinya lupa sedang bicara dengan siapa.”

“Ohya, memang kami sedang berhadapan dengan siapa?” tanya Haena dingin. Kyuhyun dan Jonghyun menatap gadis itu. Sedangkan Siwon berusaha untuk tidak terlibat pertengkaran apapun. “Apa anda sekarang mengakui status anda sebagai Pangeran, Jonghyun-sshi?”

“Hey, jaga bicaramu Nona! Kami jauh lebih tua dibandingkan dirimu,” sahut Jonghyun. Kyuhyun menyentuh bahu Jonghyun –untuk mengingatkan Jonghyun dimana mereka berada. Jonghyun menepis tangan Kyuhyun. “Mungkin aku harus mengganti pengawal.”

“Silahkan saja, Pangeran. Tapi aku adalah salah satu Pengawal Negara yang mempunyai kemampuan level tertinggi. Dan percayalah, tidak semudah itu anda menyingkirkan saya, Pangeran Jonghyun,” Haena kemudian mengikuti jejak Seungho.

Tinggal Siwon yang tidak tahu bagaimana mengatakan pada Kyuhyun dan Jonghyun mengenai situasi sebenarnya. Tentang kenapa Seungho dan Haena malah bersikap dingin pada mereka. Siwon bisa saja bersikap dingin juga, tapi ia tidak mempunyai alasan untuk melakukannya. Lagipula bukankah Haena dan Seungho sendiri yang meminta untuk memberikan waktu bagi ketiga pangeran untuk bersantai.

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. “Siwon-sshi, bisa katakan apa yang terjadi sebenarnya? Haena-sshi dan Seungho-sshi, terlihat begitu tegang. Dan aku yakin, mereka sebenarnya tidak ingin bicara seperti itu.”

Jonghyun mendengus. “Tch.. yang benar saja. Aku mau mandi saja.”

Kyuhyun dan Siwon menatap Jonghyun yang kembali ke kamarnya. Siwon menarik nafas dan menatap Kyuhyun yang kembali memandangnya. Siwon berdeham canggung. “Aku tidak bisa menjelaskannya dengan rinci, tapi karena peristiwa ini ada sedikit masalah. Dan aku tidak yakin, masalah ini akan dibiarkan saja. Jangan terlalu dipikirkan, Kyuhyun-sshi. Lebih baik anda istirahat. Makan malam akan segera disiapkan. Permisi.”

*****

“Kejadian ini akan menjadi catatan hitam bagi kalian bertiga,” ucap Kepala Pengawal Cha dengan tegas.

Seungho, Haena dan Siwon tidak mengatakan apapun. Ketiga-nya hanya mendengarkan setiap keluhan Kepala Pengawal Cha mengenai kinerja mereka. Kepala Pengawal Cha menarik nafas dan menatap Seungho dan Haena. “Siapa yang awalnya mendapatkan ide untuk membiarkan ketiga pangeran tetap berada diluar? Bukankah kukatakan untuk segera membawa mereka pulang!”

“Saya, Sir. Tapi, anda juga memberikan ijin. Jika, anda tidak memberikan ijin, kami juga tidak akan membiarkan ketiga Pangeran tetap kabur,” tutur Haena.

Kepala Pengawal Cha menatap Haena serius. “Jadi, kau menyalahkanku?”

“Tidak, Sir. Kami hanya mengikuti perintah. Dan ketika kami meminta ijin pada anda, dan anda memberikannya, bagi kami itu juga perintah,” ujar Haena lagi.

“Itu benar. Tapi aku tidak memberi perintah untuk mengendurkan pengawasan kalian pada ketiga Pangeran!! Hilangnya Pangeran Donghae, jelas adalah kelalaian kalian. Maka dari itu, Pengawal Haena dan Pengawal Seungho akan di-skor selama satu minggu. Kalian akan bertugas di ruang pengawas dan tidak diperkenankan untuk mengawal ketiga Pangeran,” putus Kepala Pengawal Cha. Hal itu jelas membuat Haena dan Seungho terkejut. “Dan hukuman untukmu, Pengawal Siwon.”

Siwon yang sejak tadi hanya memperhatikan dua rekannya menjadi tersentak dan menatap Kepala Pengawal Cha dengan bingung. “Jangan karena kau tetap berada di paviliun, maka kau lepas dari tanggung jawab. Selama satu minggu kau akan menggantikan tugas mentor dari pengawal yang akan menggantikan kalian untuk mengawal ketiga Pangeran. Jadi, total akademi yang harus kau awasi menjadi enam orang. Bubar!!”

*****

“E-enam orang? Dua orang saja sudah membuatku pusing, sekarang menjadi enam orang?! Oh, ya Tuhan..” Siwon menelungkupkan wajahnya diantara lipatan tangan. Sedangkan Haena dan Seungho hanya terduduk dengan lemas. Skorsing selama seminggu sama seperti neraka, karena mereka tidak melakukan apapun.

Siwon mengangkat kepalanya dan menatap kedua rekannya yang tidak mengatakan apapun semenjak keluar dari ruangan Kepala Pengawal Cha. “Hey, bisakah kalian mengatakan sesuatu? Tugas mentoring-ku kini jauh lebih berat.”

Haena menatap Siwon dengan serius. “Hanya enam orang, itu tidak buruk. Pernahkan Sunbae menjadi mentor dari duapuluh orang? Aku pernah melakukannya selama tiga hari. Dan itu bahkan lebih dari neraka,” tukas gadis itu.

“Eh? Duapuluh?”

Seungho menghela nafas. “Yang dilakukan Haena masih belum buruk, aku pernah mengawasi hampir limapuluh orang akademi sekaligus. Siwon-sshi, mungkin karena kau terbiasa di CIA tanpa ada program mentoring seperti ini maka kau merasa terbebani. Tapi bagi Pengawal Negara, mentoring sudah menjadi tugas kami. Bagi Pengawal Negara senior harus membagi pengetahuan dan kemampuan mereka bagi para Akademi yang kemudian akan menggantikan kami suatu hari nanti. Ini sudah menjadi turun-temurun,” jelas Seungho yang diikuti anggukan kepala oleh Haena.

Siwon mendesah jengkel. “Tapi bukankah ini terlalu berlebihan? Kita dipilih secara langsung sebagai pengawal pribadi untuk ketiga pangeran oleh Presiden Lee. Bukankah seharusnya kita mendapatkan sebuah hak keistimewaan?”

“Tidak ada hal semacam itu disini, Sunbaenim. Mungkin kau harus kembali ke CIA, jika menginginkan hak istimewa itu,” sahut Haena lagi.

*****

Presiden Lee tengah membaca laporan hasil penyelidikan Kim Dongwan mengenai Cho Kyuhyun dan Lee Jonghyun. Dan sampai hari ini pun, sepertinya belum ada penjelasan berarti mengenai asal-usul kedua anak tersebut. Beberapa fakta yang ditemukan masih bersifat amigu dan tidak bisa merujuk pada sebuah kesimpulan siapakah diantara Kyuhyun dan Jonghyun yang merupakan keturunan langsung dari Pangeran Gyungho.

Presiden Lee menarik nafas dan memijat ujung hidungnya. “Ini bahkan lebih berat ketimbang memasukan benang kedalam lubang jarum dengan ukuran yang tepat. Cho Kyuhyun, entah kenapa aku merasa ada sesuatu hal yang besar mengenai anak itu–”

“–Dan Lee Jonghyun, rasanya aku melupakan sesuatu mengenai ramalan tentang Pangeran Hyun. Jika Lee Jonghyun adalah Pangeran Hyun, maka akan ada sesuatu yang terjadi mengikuti garis takdir anak itu. Tapi apa? Ah.. kenapa aku tidak memperhatikan dengan serius pada saat itu,” Presiden Lee menarik nafas panjang. Kemudian beliau menyimpan dokumen hasil penyelidikan Kim Dongwan ke dalam sebuah brangkas, bersama dengan dokumen-dokumen penting lainnya.

*****

Kyuhyun dan Donghae menatap tiga orang Pengawal Negara yang ditunjuk sebagai pengganti sementara dengan lekat. Sedangkan Jonghyun tidak begitu peduli. Yang terpenting, ia tidak melihat wajah cemberut Haena lagi –walaupun hanya satu minggu. Kepala Pengawal Cha menatap kedua pangeran yang sepertinya tidak senang dengan pergantian pengawal tersebut. “Apa ada sesuatu yang anda ingin sampaikan, Pangeran?”

Donghae menatap Kepala Pengawal Cha dan mengangguk. “Dimana Seungho? Kenapa dia harus digantikan, begitu juga dengan Haena dan Siwon? Mereka tidak melakukan kesalahan apapun, jadi untuk apa diganti?”

“Hanya sementara, Pangeran Donghae. Mereka bertiga sedang menjalani hukuman akibat peristiwa kemarin,” jawab Kepala Pengawal Cha.

“Kemarin? Apa terjadi sesuatu? Apa Tuan Kang mengetahui kalau kami kabur dan menghukum mereka bertiga?” kali ini yang bertanya adalah Kyuhyun.

Jonghyun mendesah pelan. “Siapa peduli kalau mereka dihukum. Bukankah kita harus ke perpustakaan, Tuan Kang menyuruh kita segera kesana setelah sarapan. Ayolah, aku benci mendengar omelan pria tua itu.”

“Jonghyun-ah…” tapi tanpa memperdulikan Kyuhyun, Jonghyun terlebih dahulu pergi ke perpustakaan. Kyuhyun mendesah pelan melihat sikap saudara tirinya yang semakin berbeda. Rasanya Jonghyun bukanlah Jonghyun yang dikenalnya dulu.

“Jadi, mereka bertiga dihukum karena aku?” Ucapan Donghae menyadarkan Kyuhyun. Dan terlihat bahwa Donghae akan menangis karenanya. Kyuhyun merangkul bahu Donghae dengan cepat.

“Ani, hyung. Bukan karena kesalahanmu. Mungkin mereka melakukan kesalahan lain hingga mereka dihukum. Sudah, lebih baik kita ke perpustakaan ne?” Donghae mengangguk.

Kyuhyun menatap Kepala Pengawal Cha. “Aku akan meminta penjelasan lagi nanti, Kepala Pengawal Cha,” ucapnya lagi. Kemudian Kyuhyun membawa Donghae menuju perpustakaan.

Kepala Pengawal Cha menarik nafas dan memerintahkan ketiga orang yang ditunjuk sebagai pengawal pengganti itu melakukan tugas mereka. Kepala Pengawal Cha menatap kearah Kyuhyun dan Donghae pergi dengan lesu.

“Maaf, aku tidak bisa mengatakan apapun padamu, Pangeran Kyuhyun.”

*****

Kyuhyun membaca beberapa halaman dari buku baru yang diberikan oleh Tuan Kang. Rasa penasaran telah menjebaknya masuk kedalam keseriusan, tapi berbeda dengan Jonghyun dan Donghae yang sepertinya tidak tertarik dengan bacaan tebal lainnya setelah buku protokol kemarin. Kyuhyun membaca setiap baris kalimat dengan teliti. Walaupun ini jauh dari bidang kuliahnya, tapi Kyuhyun mempunyai rasa ketertarikan dengan politik di jaman kerajaan dahulu. Dan Tuan Kang jelas menyadarinya.

“Kalian tidak perlu memahaminya betul-betul, ini hanya bagian dari sejarah yang kalian perlu ketahui. Bagaimana dulu kita berpolitik, membuat kebijakan dan membuat kesepakatan dengan negara lainnya. Saat waktunya tiba, tidak semua dari sistem politik saat ini akan berubah,” tukas Tuan Kang.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Tuan Kang. “Perubahan sistem politik, bukankah itu akan berpengaruh pada seluruh tatanan kenegaraan? Selama enampuluh tahun lebih kita mengunakan sistem republik, tapi jika diubah menjadi monarki konstitusi, apakah tidak membuat sistem yang telah berjalan cukup lama menjadi pincang?”

“Untuk hal itu, kami telah membuat perubahan sedikit demi sedikit. Sejak awal pencarian keturunan Pangeran Gyungho, tigapuluh tahun lalu. Walaupun rasanya masih sulit, tapi kami tetap berusaha,” jelas Tuan Kang.

Kyuhyun mengangguk saja. Perubahan negara bukanlah urusannya. Toh, dia bukan pangeran yang sebenarnya. Hanya saja, ada yang mengusik Kyuhyun selama ini. Kalau dia bukan pangeran, lalu untuk apa ia juga harus mempelajari protokol kerajaan dan hal-hal lainnya, sama seperti yang dipelajari Jonghyun dan Donghae? Bukankah ia ikut ke paviliun demi keselamatannya –seperti yang dikatakan Haena sebelumnya. Lalu untuk apa pengetahuan yang ia dapat dari semua pelajaran ini?

Jonghyun menatap Kyuhyun yang duduk dihadapannya. Terlihat jelas, bahwa saudaranya kembali merasakan gusar. Jonghyun tidak tahu persis, tapi pasti ada kaitannya dengan hal-hal kerajaan ini. Sedangkan ketika Jonghyun menatap Donghae yang duduk disebelahnya –dengan sibuk membolak-balik halaman buku tanpa berselera membacanya–  ia hanya menghela nafas. Jonghyun masih belum bisa memahami Donghae. Rasanya ada sesuatu yang sulit untuk dipahami Jonghyun.

“Baiklah, anda bertiga pelajari buku tersebut dengan baik-baik. Sebentar lagi, Profesor Jang akan datang. Saya permisi,” kemudian Tuan Kang berjalan keluar dari perpustakaan.

Donghae mendesah dan menutup buku dihadapannya. “Aku tidak mengerti yang berbau politik, sejarah ataupun semacamnya. Aku lebih baik diberikan sejarah mengenai musik kerajaan atau semacamnya,” eluhnya. Dan Jonghyun pun mengikutinya. Walaupun tanpa berkata apapun, Jonghyun setuju dengan Donghae.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis melihat tingkah kedua pangeran dihadapannya. Rasanya penilaiannya tidak salah. Donghae dan Jonghyun jelas mempunyai kesamaan. Tapi ia tidak mengatakannya, Jonghyun bisa langsung mengelaknya lagi seperti kemarin. Jadi, ia masih sibuk membaca.

“Kyuhyun-ah, kau tertarik dengan semua itu ya? Sejak Ajushi Kang memberikan buku-buku aneh, kau selalu membacanya. Apa kau tidak bosan?” tanya Donghae penasaran.

Kyuhyun menatap Donghae sekilas. “Kecuali buku protokol, kurasa semua buku ini sangat menarik. Kita bisa mempelajari sejarah di kehidupan sebelumnya tanpa bersusah payah mencarinya di perpustakaan ataupun internet yang belum tentu selengkap ini, bukan? Kurasa ini adalah keberuntungan.”

Jonghyun mendecak jengkel. “Kau memang selalu seperti itu. Sejak kecil kau selalu penasaran dan membaca semua buku yang ada dirumah. Padahal buku-buku yang dimiliki Appa itu termasuk bacaan yang sulit. Tapi kau bahkan rela begadang demi menyelesaikan setiap buku yang kau baca. Benar-benar mengesalkan.”

“Kenapa? Itu tidak salah, bukan? Lagipula Appa tidak pernah melarangku. Dan, tidak semua buku di rumah sudah kubaca, Jonghyun. Kecuali buku-buku diruang kerja Appa, aku memang sudah membaca semuanya,” sahut Kyuhyun.

“Membacanya tidak salah, tapi kau itu terlalu fokus dengan apa yang kau baca. Bahkan kita pernah kelewatan halte, karena kau sibuk membaca. Bukan sekali atau dua-kali, tapi lebih dari seratusan kali sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah,” omel Jonghyun.

“Yak! Kenapa aku disalahkan? Dan lagipula itu sudah lama sekali, kenapa kau ungkit lagi? Dan jika aku sibuk membaca, seharusnya kau juga yang memperhatikan jalan. Tapi kau malah sibuk dengan mp3 player-mu itu dan buku-buku musik,” balas Kyuhyun.

Well, ini adalah pertengkaran pertama Kyuhyun dan Jonghyun setelah beberapa minggu. Dan Donghae hanya menonton keduanya berdebat dengan tersenyum senang. Ketika Jonghyun dan Kyuhyun masih sibuk berbalas argumen, Profesor Jang memasuki perpustakaan dengan wajah heran. Donghae menyambutnya dengan senyuman.

“Kita tunda dulu, sampai mereka selesai bertengkar. Rasanya aku tidak pernah merasa rumah seramai ini sebelumnya.”

*****

“Jadi, kau tidak pernah mendapatkan kabar apapun dari kedua putramu?”

Jeonghyuk menggeleng. “Tidak juga. Presiden Lee selalu memanggilku ketika Tuan Kang datang untuk memberikan laporan perkembangan mengenai ketiga Pangeran.  Jadi, aku selalu mendapatkan informasi. Lalu apakah Siwon selalu menghubungimu?”

Seunghoon menghela nafas. “Anak itu membuat ulah lagi.” Jeonghyuk mengernyit mendengar keluhan Seunghoon. “Kau tahu, mereka bertiga mendapatkan hukuman karena suatu masalah. Siwon tidak memberitahu secara rinci. Hanya saja, selama satu minggu, ketiga Pangeran akan dikawal oleh pengawal pengganti.”

“Maksudmu dengan mereka bertiga, termasuk Haena dan Seungho?” Seunghoon mengangguk untuk jawaban pertanyaan Jeonghyuk. “Hahh… apa yang terjadi disana? Jika mereka bertiga dihukum, maka itu pasti terkait dengan ketiga pengeran, bukan?”

“Kau tenang saja, Siwon bilang bukan masalah yang besar. Dan sepertinya Tuan Kang tidak mengetahuinya karena Siwon juga mengatakan bahwa itu adalah sebuah rahasia. Jadi, kurasa Kepala Pengawal Cha bisa mengatasinya dengan baik,” ujar Seunghoon.

Jeonghyuk menghela nafas lega. “Kuharap juga begitu.”

Kemudian terdengar suara ketukan pintu beberapa kali, sebelum salah satu staff Jeonghyuk masuk. “Tuan Kim Dongwan ingin menemui anda, Pak.”

Seunghoon menatap Jeonghyuk yang kini merubah ekspresi wajahnya dengan rasa penasaran. Seunghoon belum pernah mendengar nama Kim Dongwan ini sebelumnya, tapi sepertinya Jeonghyuk sudah mengenalnya karena ia langsung meminta staff-nya tersebut membawa orang tersebut masuk. Tak lama, seorang pria paruh bawa dengan pakaian formal memasuki ruangan dengan membawa setumpuk map-map yang membuat rasa penasaran Seunghoon dan Jeonghyuk bertambah besar.

“Kim Dongwan-sshi, silahkan duduk. Ah, kenalkan, dia adalah Choi Seunghoon. Sahabat sekaligus salah satu legenda Pengawal Negara. Dan Seunghoon-ah, dia adalah Kim Dongwan. Er.. bisa dibilang seorang detektif? Benarkan?” Jeonghyuk saling mengenalkan Seunghoon dan Dongwan.

Jeonghyuk mengenal Kim Dongwan memang sebagai seorang detektif, karena Presiden Lee memberitahunya mengenai bantuan Kim Dongwan mengenai beberapa hal. Dan beberapa-kali keduanya berpapasan ketika Dongwan datang ke Cheongwadae untuk memberikan hasil penyelidikan yang dilakukannya kepada Presiden Lee.

Dongwan menggeleng sopan. “Tidak bisa disebut sebagai detektif, juga. Tapi senang berkenalan dengan anda, Seunghoon-sshi. Saya banyak mendengar tentang kehebatan anda.”

“Ah, saya tidak sehebat apa yang dikatakan orang. Dan Jeonghyuk terlalu berlebihan menyebut saya sebagai seorang legenda,” sanggah Seunghoon.

“Dia selalu merendah. Ayo duduk.” Kemudian, ketiga-nya duduk dengan wajah yang berubah serius. Jeonghyuk menatap Dongwan dengan lekat. “Ada apa anda menemui saya, Dongwan-sshi? Bukankah seharusnya anda menemui Presiden Lee?” tanya Jeonghyuk.

Dongwan menarik nafas. “Saya memang harus menemui Presiden Lee, tapi saya pikir anda juga perlu mengetahui apa yang akan saya berikan pada Presiden Lee mengenai penyelidikan saya.” Dongwan lalu menatap Seunghoon yang duduk diseberangnya. “Dan kurasa, tidak apa jika Seunghoon-sshi juga mengetahui hal ini.”

“Eh?” Seunghoon dan Jeonghyuk saling bertukar pandang bingung, sedangkan Dongwan kini menyiapkan sebuah dokumen. Ia menyodorkan dokumen itu pada Jeonghyuk.

“Selama ini saya diminta Presiden Lee untuk menyelidiki latar belakang kedua putra angkat anda, Cho Kyuhyun dan Lee Jonghyun. Siapa sebenarnya mereka, siapa keluarga mereka sebelumnya, dan siapa orangtua mereka.Walaupun tidak banyak informasi keduanya yang saya dapatkan, tapi penyelidikan terakhir membuat saya sedikit khawatir. Dan akhirnya memutuskan untuk menemui anda terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Presiden Lee,” ucap Dongwan panjang lebar.

Jeonghyuk membaca halaman demi halaman dari dokumen tersebut. Seunghoon sendiri berusaha membaca ekspresi Jeonghyuk saat ini. “Dongwan-sshi, apakah ini mungkin?”

“Saya tidak bisa menjawab seratus persen. Tapi dari semua hasil penyelidikan, setidaknya saya bisa memastikan hampir delapanpuluh persen. Terlebih, ada beberapa keterkaitan yang sama antara ketiganya. Jadi, saya pikir hal itu bisa saja terjadi,” jawab Dongwan.

“Jeonghyuk-ah, ada apa? Wajahmu berubah menjadi pucat sekali,” tukas Seunghoon. Jeonghyuk lalu memberikan dokumen itu pada Seunghoon. Dan setelah membacanya, ekspresi Seunghoon-pun tidak jauh berbeda dengan Jeonghyuk.

“Hanya saja, sampai waktunya tiba kita tidak bisa melakukan apapun. Dan Presiden Lee juga mengkhawatirkan sesuatu. Mengenai organisasi bernama Hyde. Sayangnya, saya tidak menemukan data apapun mengenai organsisasi tersebut. Organisasi hanya disebutkan beberapa-kali dalam artikel berita. Apa anda pernah mengetahui organisasi itu, Jeonghyuk-sshi?” tanya Dongwan.

Seunghoon memandang Jeonghyuk. “Organisasi Hyde?”

Jeonghyuk menarik nafas dengan berat. “Kurasa kita perlu membicarakannya dengan Presiden Lee.”

*****

“Apa kau yakin akan hal ini, Dongwan?” tanya Presiden Lee dengan gugup. Hasil penyelidikan yang dibawa oleh Dongwan terlalu mengejutkan baginya. Walaupun sebenarnya Presiden Lee sudah mempersiapkan diri untuk hal-hal yang tidak terduga, tapi ia tidak pernah menyangka mengenai Hyde sebelumnya.

Dongwan mengangguk mantap. “Aku tidak bisa memastikan hingga seratus persen, tetapi ini seperti kecemasan anda sebelumnya. Hyde mungkin belum bergerak karena anda belum mengatakan keputusan secara resmi, namun saya takutkan ketika keputusan resmi sudah keluar mereka akan mulai bergerak. Atau bahkan mereka sudah mulai menyusun rencana sekarang ini.”

Presiden Lee menarik nafas berkali-kali. Sedangkan Jeonghyuk dan Seunghoon tidak mengatakan apapun saat ini. Mendengar seluruh penjelasan Dongwan mengenai Organisasi Hyde, Jeonghyuk ingin sekali mengambil kedua putranya dan menyembunyikannya.

Presiden Lee menatap Jeonghyuk. “Jeonghyuk-sshi, hubungi Kepala Pengawas Park. Katakan padanya untuk mempersiapkan kepindahan ketiga pemuda itu dari Korea. Kita perlu melakukan antisipasi. Dan batalkan program mentoring yang dilakukan di paviliun saat ini.”

Jeonghyuk menatap Presiden Lee lekat. “Tapi Pak Presiden, memindahkan ketiga Pangeran saat ini bukankah terlalu gegabah? Seperti ucapan Dongwan-sshi, Hyde belum bergerak atau mungkin sedang dalam menyusun rencana. Dan jika mereka mendengar anda akan memindahkan ketiga Pangeran dari Korea untuk melindungi mereka, bukankah anda sama saja memberikan alasan bagi mereka untuk melancarkan serangan? Karena anda belum melakukan apapun terhadap ketiga Pangeran, maka Hyde juga sedang menunggu waktu yang tepat.”

“Lalu apa saranmu? Hyde bukanlah sebuah organisasi yang mudah untuk dihadapi. Mereka terlalu licin untuk digenggam,” tanya Presiden Lee.

Jeonghyuk menghela nafas pendek. “Tetap jalankan rencana anda, Pak. Tapi kita akan menunda press-rellease mengenai keberadaan ketiga Pangeran. Tetap lakukan proses pendirian Kerajaan sesuai dengan waktu yang anda tentukan dengan secara rahasia. Saya akan meningkatkan sistem keamanan baik di Cheongwadae dan di paviliun. Hyde tidak akan bergerak jika mereka tidak mempunyai alasan. Dan kita tidak akan memberikan mereka alasan tersebut.”

*****

Jeonghyuk mengantarkan Seunghoon dimana mobilnya diparkir. Selama–bahkan setelah–pertemuan yang menegangkan dengan Presiden Lee, Seunghoon tidak mengatakan apapun. Seunghoon mungkin terlalu lama berada di Amerika hingga ia tidak begitu sering mendengar perkembangan negaranya sendiri. Apalagi mengenai organisasi yang bernama Hyde tersebut.

Seunghoon mengeluarkan kunci mobil dan mematikan alarm mobil. Kemudian ia menyentuh handle pintu, tapi tidak membukanya. Jeonghyuk menatap sahabatnya dengan lekat. Seunghoon menarik nafas dan berbalik menatap Jeonghyuk. “Aku mungkin bukan anggota Pengawal Negara atau CIA lagi, tapi aku masih bisa membantumu. Lagipula, Siwon juga terlibat dalam hal ini.”

Jeonghyuk tersenyum tipis. “Aku tahu. Aku akan menghubungimu jika butuh bantuan tambahan. Jika kau mengkhawatirkan Siwon, kurasa tidak ada salahnya tapi dia berada di tempat yang tepat. Dia tidak akan terlibat masalah yang lebih berat.”

“Aku tidak begitu mengkhawatirkannya. Siwon adalah anak yang bisa menjaga diri, bahkan saat di CIA walaupun aku hampir mati setiap kali ia pergi menjalankan misi berbahaya, dia selalu berjanji untuk kembali dalam keadaan hidup. Dan dia selalu menepatinya. Tapi bagaimana dengan kedua putramu? Terlebih dengan Jonghyun? Dia adalah…” Seunghoon menjadi teringat akan penyelidikan Kim Dongwan. Jadi, status Jonghyun saat ini masih belum bisa dipastikan dengan jelas. “Jonghyun dan Kyuhyun adalah anak-anak-mu. Apakah kau tidak merasa khawatir?”

“Tentu saja khawatir. Ayah mana yang tidak khawatir jika mengetahui anak-anaknya mungkin akan terlibat kedalam masalah. Tapi ada begitu banyak orang yang menjaganya, jadi aku tidak begitu khawatir,” Jeonghyuk kembali tersenyum dan menepuk bahu Seunghoon. “Lagipula ada Siwon bersama mereka. Aku jadi lebih tenang.”

*****

Terdapat sebuah rumah besar yang terletak jauh dari pusat kota. Dengan suasana yang tenang dan begitu tersembunyi dibalik hutan dalam kawasan yang dilindungi. Rumah tersebut tampak begitu mewah namun memberikan kesan yang menyeramkan. Rumah besar tersebut dirancang dengan design yang minimalis dan elegan. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang modern dan sekeliling bangunan tersebut dijaga oleh orang-orang berbadan tegap.

Pada lantai atas, terdapat sebuah beranda terbuka dimana sang pemilik rumah sering menghabiskan waktu dengan menikmati suasana alam ditemani dengan segelas wine mahal dan juga alunan musik. Kemudian tampak seorang pria dengan pakaian formal mendekati sang pemilik rumah.

“Sepertinya pihak Cheongwadae belum melakukan apapun. Kudengar mereka akan menunda pengumuman mengenai Pangeran tersebut.”

Sang pemilik rumah tersenyum tipis dan menyesap kembali wine yang tengah dinikmatinya diiringi oleh alunan musik klasik yang menenangkan. “Itu tidak masalah. Kita hanya perlu membuka mata dan telinga. Pastikan saja bahwa Cheongwadae tidak akan pernah berhasil.”

Lalu ia meletakan gelas wine diatas meja. “Pendirian Kerajaan? Itu bahkan ide paling konyol yang pernah kudengar sepanjang hidupku. Untuk apa membangun kerajaan ketika kerajaan itu sudah hancur? Mereka hanya membuang uang dan tenaga saja. Untuk sekarang ini kita biarkan saja mereka berbuat sesuka hati, pada saat waktunya aku akan meminta imbalan yang setimpal.”

Seorang dengan pakaian formal itu mengangguk paham. “Saya mengerti. Ah, ada satu hal lainnya, Mr. Hyde. Ini mengenai keponakan anda.”

Sang pemilik yang dipanggil Mr. Hyde tersebut memandang kepada orang kepercayaannya dengan senyuman yang lebar. “Keponakanku? Ah, apakah ia sudah sampai?”

“Begitulah. Saya sudah mengirim orang untuk menjemputnya di bandara. Namun, apakah anda ingin membawanya kesini ataukah saya perlu menyiapkan rumah lainnya?” tanyanya.

Mr. Hyde bangkit dan berjalan mendekati orang kepercayaannya. “Bawa keponakanku kesini, Kim. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Lagipula aku sudah berjanji pada mendiang orangtua-nya untuk menjaga dia dengan baik. Pastikan untuk keamannya selama dia disini.”

“Saya mengerti, Mr. Hyde.”

*****

Bandara Incheon terlihat lebih sibuk dari hari biasanya –bahkan pada liburan pun, kesibukan hari ini menjadi lebih dua-kali lipat. Ada begitu banyak orang dengan pakaian formal tampak berjaga di pintu keluar kedatangan internasional berikut dengan puluhan reporter. Bandara Incheon mungkin sering menjadi pintu masuk dan pintu keluar bagi orang-orang dengan status tinggi–baik itu selebritis ataupun penjabat negara untuk berpergian keluar negeri–sehingga tidak begitu mengherankan bagi penumpang lainnya. Namun, kali ini terasa begitu berbeda dan membuat penumpang lain merasa terganggu.

Dan setelah satu jam, akhirnya pintu terbuka dan puluhan cahaya blizt kamera langsung berkilat. Tampak seorang pemuda dengan pakaian kasualnya –hanya t-shirt berwarna putih dengan dibalut jaket kulit, jeans berwarna gelap dan sneakers dengan tas ransel dipunggungnya– keluar dengan karisma yang luar biasa. Bahkan para penumpang lain begitu terpesona dengan pemuda tersebut.

Melihat kedatangan pemuda tersebut, para reporter bergegas untuk bisa mewawancarai sang pemuda. Sontak orang-orang dengan pakaian formal membentuk sebuah barikade untuk menjaga privasi pemuda tersebut. Dan sepertinya sang pemuda itu sendiri merasa agak risih dengan keberadaan reporter maupun orang-orang yang berniat menjaganya. Kemudian salah satu dari para pria yang berpakaian formal itu mendekati si pemuda dan tersenyum.

“Selamat datang di Korea Selatan, Tuan Muda Jung.”

*****

NOTE: Okay, aku tahu untuk bagian awal rasanya sangat aneh. Aku juga merasa begitu. Tapi ketika mau kuubah, malah bingung. Maaf.

Dan untuk Sei, ide kamu soal Kyuhyun/Jonghyun yang membelot, terus masalah konspirasi, ditambah dengan pembunuhan. Jangan dibongkar dulu, dong. Itu kan mau dikeluarin satu-satu -__- dan mengenai sistem pemerintahan korea di fanfic ini masih presidensil, tapi kan nanti berubah jadi monarki konstitusi. nah, kalo perubahan sistem pemerintahan itu biasanya adalah keputusan dari parlemen (yang duduk sebagai wakil rakyat). kalo mau liat contoh nyatanya, dari negara sendiri. Indonesia awalnya kan presidensil tapi pas dikeluarkan Maklumat No X (aku lupa tahunnya) sistem pemerintahannya berubah jadi parlementer. Tapi kemudian berubah lagi jadi presidensil, jadi gak ada syarat/ketentuan khusus. Tergantung dari keputusan para dewan rakyat. Dan apakah berpengaruh atau engga, mungkin secara langsung dan tak langsung ada pengaruhnya. Seperti pada sistem hukum, birokrasi atau tata kehidupan bernegara pasti ada perubahan juga. mungkin itu ajah, sedikit penjelasan dari aku.

dan, aku niat mau buka diskusi terbuka mengenai beberapa hal. tapi nanti, aku bikin postingan secara terpisah ajah, okay?

Advertisements

23 thoughts on “[MM] The President Part 8

  1. Huwaaaaa, apakah yg terakhir itu Yunho??

    Okay… Terlalu banyak misteri di FF ini sampe bikin gigit jari saking penasarannya :^3

    Ditunggu lanjutannya eonnie (y)

  2. errr, pengen gigit pipinya kyuhyun saking penasaranya . . . .

    itu apa yg ditemukan??? mengenai Jonghyun?? ak kira td mengenai Kyuhyun, haduuuh, bner2, penasaranya fix bngeeet, sampe ngubing mau maparin satu, persatu, yg jelas penasaran sm duo Hyun itu, tyuz skrng ditambah dngn organisasi hyde, apa hub an nya mereka sm kerajaan?? tyuz Jung itu, apakah Jung Yunho???

    huwaaaa bnyk teka-tekinya, makin seruu, next ny asap ne dongsaeng 🙂

  3. Aigoo makin rumit z n ad cast baru ug pasti makin seru ne
    trus aq pnsaran bgt sm status kyuhyun ???
    so ditunggu lanjutannya y n thank ud dikirim chapter sebelumnya 🙂

  4. siapa tuh tuan Kim yang bicara sama Hyde? sepertinya orang dalam dari kerajaan ya…
    3 pangeran dipisahin sama pengawalnya masing-masing (Haena, Siwon, Seungho) takutnya ada bahaya yang mengincar mereka…

  5. pertengkaran dua pangeran hyun lucu huhuhu…
    Ahhh aku rindu sikap manja jonghyun pada kyuhyun. Part 9 diperbanyak dong perbincangan mereka 😀

  6. Kok aq jadi ikut pusing sendiri mikirin ni Negara, Maklumlah wonk aq g ngerti ketatanegaraan,,,, ckckck

    kangen moment2 duo pangeran Hyun,,,
    semoga part selanjutnya moment mereka diperbanyak ya!!!!!
    keep writing 😀

  7. aku makin bingung dng semua yg terjadi pada ke tiga pangeran itu, makin rumit aja. kyuhyun dan jonghyun…., masih samar dng siapakah pangeran yg sebenarnya? knp ke tiga pengawal itu hrs di hukum sich? lebay amat pak tua itu. hapus aja hukumannya, kembalikan posisi mereka. organisasi hyde…??? siapa lg tuh? knp mereka bersikeras utk menggagalkan rencana pembentukan kerajaan? pasti ada orang dalam yg ikut terlibat di dalamnya. apakh orang yg di maksud jung itu jung yunho? ataukah jung lainnya? lalu apa yg akan dia lakukan nntnya. lanjutttt aja deh….

  8. Err,, uhm,, sorry,,
    aku cuma ngungkapin pemikiran aja,, hehe,,
    oh, presidensil..
    Maklum ya, aku suka tema begini soalnya. >.<
    Yonghwa, jung juga bkn si,, yg lain milih yunho jd aku milih yonghwa,, hehe,,
    uda mulai asik nih, walo chap ini informasi berkembang pesat,,
    eh, aku penasaran ma jonghyun. Siapa dia? Di banding kyu, kayaknya jong adl titik fokus.
    Kalo bener dia pangeran utama, mk butuh 'kondisi' dimana ia berubah signifikan dlm pandangannya tentang tahta,,
    huwa! Aku jd kepikiran bikin kyu sekarat atau appa moon lenyap,, o.O
    siwon dkk ga tinggal diam kan dlm masa hukuman? Kali aja ada hal 'mengejutkan' di sela hukuman,, eaaa,, #nontondrama #ditendangdiera
    hu~hu~ hyde oh hyde! Dirimu mengingatkanku pd tokoh jepang yg membunuh nobunaga-?-di detektif conan.. Apa dirimu bnr2 penjahat? Eaa,, asik,,
    hahaha,,
    pokoknya ditunggu ya,,

  9. Huuwaa….eonni kpn status kyuhyun yg sbenarnya terungkap aku udh pnasaran banget dari kmaren >,<

    itu hyde dari organisasi mana sih?? Hmm….lanjut eonni

  10. penasaran bgt!!!!! Konspirasi apa yg direncanakan Hyde? tuan muda jung? Yunho kah??

    I really love this fic, update asap eonni.. Pleaaase ^^

  11. Tdk boleh terlewatkan satu katapun saat baca ff ini.
    Atau kita akn bingung sndri nantinya kkkkk.
    Fighting eonni…gumawo#bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s