[SF] Only One Part 16

only one

[Part 16]

Jungsoo menggenggam tangan Hyunsa dengan erat. Ia juga selalu tersenyum pada keponakannya. Keduanya berjalan melewati koridor rumah sakit, didepan mereka ada seorang suster yang mengantarkan mereka ke sebuah ruangan. Jungsoo bisa merasakan bahwa Hyunsa sangat gugup –karena tangan gadis itu berkeringat dingin– tapi Jungsoo tidak bisa berhenti sekarang.

Suster itu lalu mempersilahkan keduanya untuk masuk karena seorang dokter sudah menunggu. Jungsoo memandang Hyunsa untuk beberapa lama. “Kau gugup?” Hyunsa hanya mengangguk kecil. Jungsoo kembali tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya. “Paman bersama-mu, sayang.”

Jungsoo kemudian membawa Hyunsa masuk ruangan tersebut dan suster yang mengantar mereka telah pergi. Seorang dokter muda tersenyum menyambut keduanya. Dokter itu mempersilahkan Jungsoo dan Hyunsa untuk duduk.

Hyunsa memperhatikan dokter itu dengan lekat. Ini pertama-kalinya Hyunsa menemui seorang dokter psikiatri dan ternyata tidak seperti bayangannya dulu. Seorang psikiater biasanya dokter yang sudah tua dan terlihat kolot, tapi dokter yang dihadapannya mungkin baru empatpuluh-tahunan. Terlalu muda untuk seorang dokter yang direkomendasikan oleh Kim Heechul.

Dokter muda itu menatap Hyunsa dan tersenyum tulus. “Namamu Choi Hyunsa?”

Suara dokter itu terdengar menenangkan. Sensasi sama yang dirasakan Hyunsa setiap mendengar suara Kyuhyun, hanya saja suara dokter itu juga sangat tegas. Hyunsa mengangguk kecil. “Namaku Song Seunghoon. Panggil saja dengan dokter Song. Berapa usiamu?”

“Delapanbelas tahun.” Jawab Hyunsa pelan.

Dokter Song masih tersenyum. “Ah, delapanbelas tahun? Aku mempunyai keponakan seusiamu. Usia delapanbelas tahun itu adalah waktu yang paling menyenangkan.”

“Tidak juga.” Kata Hyunsa.

Dokter Song terdiam dan mengangguk kecil. Ia lalu memperhatikan bahu kiri Hyunsa. “Bahumu terluka, benar? Kemarin aku mendengarnya dari dokter Kim. Apa masih terasa sakit?” Hyunsa menggeleng.

 “Kau bermain bisbol, bukan? Sebagai apa? Pitcher atau Hitter?” Tanya Dokter Song lagi. Hanya pertanyaan-pertanyaan ringan untuk membangun sebuah situasi nyaman untuk mempermudahkan proses terapi berikutnya.

“Picther.”

Dokter Song kembali mengangguk. “Aku dulu seorang catcher. Tapi hanya bermain selama dua tahun, itupun saat aku berada di Amerika.”

“Tapi anda tidak terlihat seperti seorang pemain bisbol.” Tukas Hyunsa. Jungsoo menatap keponakannya tanpa berkomentar apapun. Ia tidak akan terlibat pembicaraan antara dokter Song dan Hyunsa.

Dokter Song tersenyum tipis. “Eoh? Apa kau sedang mengatakan bahwa aku berbohong? Jika kau mengatakan bahwa tidak ada satu bukti diruanganku yang menunjukkan bahwa aku adalah pemain bisbol, maka aku tidak membenarkannya. Tidak semua orang harus menunjukkan apa yang menjadi kesenangannya, bukan?”

Hyunsa menghela nafas. “Seorang catcher memiliki postur bahu yang tegap. Dan dari cara anda duduk –bahu yang terlihat turun– bukanlah ciri seorang catcher. Dan lagi, tangan anda. Bagi seorang catcher, tangan itu seperti nyawanya sendiri. Dia tidak akan melukai tangannya –bahkan sebuah kecerobohan. Tangan kiri anda memiliki bekas luka yang aku yakin tidak mudah untuk sembuh. Kecuali jika anda berhenti bermain bisbol karena luka itu. Dan lagi, aku tidak mengatakan apapun mengenai anda berbohong. Itu adalah asumsi anda sendiri.”

Dokter Song tersenyum lebar. Beliau menoleh pada Jungsoo beberapa lama dan kembali memandang Hyunsa. “Sepertinya aku terlalu meremehkan. Dokter Kim sudah mengingatkan bahwa Choi Hyunsa bukan gadis biasa, jadi aku harus berhati-hati jika berbicara dengannya. Tapi tidak kusangka, gadis muda dihadapanku kini sangat pintar berargumen.”

Hyunsa memutar bola matanya jengkel. Dokter Song kemudian kembali pada ekspresi wajahnya yang serius. “Baiklah, kalau begitu kita mulai saja.”

*****

Kyuhyun menutup pintu dan menguncinya. Ia menatap Siwon yang sedang melamun memandang kearah luar jendela. Semalam, Siwon menghubunginya dan memberitahu bahwa dirinya menerima saran Jungsoo dan Heechul untuk membawa Hyunsa ke psikiater. Dan pagi ini, Jungsoo menjemput Hyunsa untuk pergi ke rumah sakit karena Siwon tidak kuasa mengantar sendiri putrinya.

Kyuhyun menarik nafas dan berjalan mendekati kekasihnya. Ia berdiri agak jauh dibelakang Siwon dan memandangi punggung Siwon. Terdengar Siwon menghela nafas berat. Dan itu benar-benar menyesakan bagi Kyuhyun.

“Keputusanku benar, kan?”

“Aku tidak bisa mengatakan apa yang benar atau salah. Tapi jika kau berpikir bahwa ini adalah yang terbaik untuk Hyunsa, maka itulah yang paling benar.”

“Tapi aku merasa menjadi ayah paling jahat. Putriku tidak gila, Kyuhyun. Tapi ia harus menemui psikiater.”

“Tidak ada seorangpun yang mengatakan bahwa Hyunsa adalah seorang yang gila, hyung. Teman-temanmu hanya mengatakan bahwa Hyunsa membutuhkan bantuan seorang profesional untuk mengatasi ketidak-stabilan emosinya. Itu berbeda. Dan, apakah aku yang pernah mendatangi seorang psikiater dulu juga seorang yang gila?”

Siwon menoleh dan memandang Kyuhyun. “Tidak,” kata Siwon dengan tegas. Kyuhyun tersenyum tipis. Siwon kembali memandang kearah luar. Kyuhyun menarik nafas perlahan dan mendekati punggung Siwon.

Kyuhyun mengangkat tangan kirinya dan menyentuh punggung Siwon. Ia menepuknya beberapa kali dengan pelan. Kemudian, Siwon sudah menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Kyuhyun tersenyum tipis. Dan perlahan, tangannya bergerak turun. Kyuhyun menyimpan tangannya didalam saku celana, karena bisa saja ia terbawa suasana.

Siwon kembali menarik nafas dan berbalik memandang Kyuhyun. “Sentuhanmu seperti mantra yang membuatku tenang, Kyuhyun.” Dan tangan kanan Siwon perlahan menyentuh wajah Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan Siwon. Rasanya begitu hangat dan nyaman. Walaupun Siwon mengatakan bahwa sentuhannya membuat kekasihnya tenang, maka ada reaksi yang berbeda ketika Siwon menyentuh Kyuhyun. Sentuhan Siwon yang terkesan sensual dan terasa lebih erotis bisa membuat Kyuhyun menjadi mabuk dan ketagihan.

Siwon memandangi Kyuhyun yang begitu menikmati sentuhannya dengan lekat. Tapi itu malah membuat tubuhnya menjadi bergetar hebat karena gairah. Siwon tidak tahu sejak kapan ia bisa sangat terpengaruh oleh setiap reaksi Kyuhyun pada sentuhannya dan memberikan sensasi menyesakan pada bagian tubuhnya yang sensitif.

Siwon mengambil satu langkah lebih dekat dan tangannya juga seperti bergerak sendiri untuk menarik tubuh Kyuhyun. Setiap ujung jemari Siwon bergerak menyesuaikan dengan garis wajah Kyuhyun. Siwon masih memperhatikan kekasihnya dengan baik. Perlahan tangannya bergerak turun.

Kyuhyun menahan nafasnya ketika sentuhan Siwon berpindah pada bagian lehernya dan terus bergerak menuju bagian belakang. Jemari Siwon bergerak semakin erotis pada kulit Kyuhyun, membuat pria itu menggigit bibirnya untuk menahan diri. Disisi lain, Siwon juga tidak memungkiri bahwa Kyuhyun membuatnya teransang. Pria berusia empatpuluhan itu mendekatkan wajahnya pada bagian kanan wajah Kyuhyun.

Siwon mencium bagian belakang telinga Kyuhyun. Ciuman itu begitu sensual hingga Kyuhyun melepaskan gairahnya sendiri. Pria itu berpegangan pada tubuh Siwon dan membuat tubuh mereka menjadi lebih dekat. Tangan kiri Siwon menyentuh pinggang Kyuhyun dan menahan tubuh kekasihnya sedangkan tangan kanannya menekan bagian leher Kyuhyun.

Suara desahan Kyuhyun menggema di telinga Siwon dengan erotis –membuatnya semakin lebih bergairah. Dan kini ciuman Siwon meninggalkan sebuah bekas kemerahan yang tersembunyi dibalik surai rambut kekasihnya –tanpa meninggalkan tanda yang membuat orang lain curiga. Siwon menyentuh dahi Kyuhyun dengan dahinya, dimana ia bisa merasakan hembusan nafas panas kekasihnya tepat dihadapan wajahnya.

“Hyung,” suara bisikan Kyuhyun kembali mengelitik telinganya. Siwon bergumam sebagai respon. “Aku mencintaimu. Kau percaya itu, kan?”

Siwon memandang Kyuhyun yang masih memejamkan matanya. Kali ini Siwon bisa melihat sebuah guratan kekhawatiran dari ekspresi kekasihnya. Siwon mengecup bibir Kyuhyun dengan manis. “Tentu saja. Dan aku juga mencintaimu, Kyuhyun.”

Kyuhyun tersenyum dan menenggelamkan wajahnya pada bahu Siwon. “Terima kasih.” Siwon yang tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Kyuhyun, hanya bisa memeluknya dengan erat. Dan ia bersumpah untuk tidak pernah melepaskan kekasihnya tersebut.

Maka dengan apapun yang kulakukan nanti, percayalah bahwa aku selalu mencintaimu, Choi Siwon.

*****

Suasana makan malam di rumah kediaman Siwon begitu canggung. Walaupun Jungsoo dan Woon berusaha untuk mencairkan suasana, namun sepertinya tidak berhasil. Mereka berempat –atau mungkin bisa dikatakan bertiga, karena Hyunsa benar-benar hanya menyantap makan malamnya tanpa bicara– sesekali berbincang, tapi selalu berakhir dengan canggung. Siwon sesekali menatap Hyunsa. Ada banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan, tapi lidahnya terlalu kelu untuk sekedar bersuara.

Sampai akhirnya, Hyunsa menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu. “Terima kasih makan malamnya. Aku akan menyelesaikan tugasku.”

“Ne? Tapi tanganmu..”

Hyunsa menatap Siwon dengan lekat. “Hanya tangan kiriku yang sulit digerakan, tapi tangan kananku masih bisa bergerak. Lagipula aku bukan kidal, Daddy. Dan besok aku mau kembali sekolah. Selamat malam.”

Siwon hanya bisa memandangi putrinya yang menaiki tangga lalu menghilang dari pandangannya. Jungsoo dan Woon juga tidak bisa mengubah suasana saat ini. Siwon menghela nafas dan menyandarkan punggungnya.

“Siwon-ah, jangan terlalu mengkhawatirkan Hyunsa. Dia baik-baik saja.” Kata Jungsoo.

“Aku tahu, tapi rasanya sangat aneh melihatnya menjadi lebih pendiam. Soo, kau benar-benar menemani Hyunsa selama terapi, kan? Kau tidak pernah meninggalkannya?”

Jungsoo menggeleng. “Sesuai permintaanmu, aku menemaninya selama dokter Song melakukan pemeriksaan awal. Mereka hanya mengobrol biasa, walaupun beberapa pertanyaan diantaranya terkesan seperti memancing emosi putrimu. Tapi Hyunsa masih tertutup dengan dokter Song. Sesekali ia memberikan argumen balik atas pertanyaan yang diberikan dokter Song.”

“Lalu kapan pertemuan selanjutnya?” Kali ini Woon yang bertanya. Jujur, ia juga sangat mendukung terapi untuk Hyunsa. Walaupun awalnya ia sangat heran mengetahui persetujuan Siwon atas terapi Hyunsa.

“Hari Sabtu di minggu depan. Dan kali ini dokter Song meminta kau untuk ikut, Siwon-ah. Dan ada beberapa nama yang diharapkan dokter Song untuk ikut berpartisipasi dalam terapi Hyunsa.” Tutur Jungsoo.

Siwon menatap Jungsoo lekat. “Siapa saja?” Entah, tapi Siwon merasa Kyuhyun pun harus ikut andil dalam terapi Hyunsa.

“Praktisnya dokter Song meminta semua orang yang mengetahui kondisi Hyunsa saat ini. Itu artinya Kyuhyun, teman-temanmu, ayahmu, aku, Woon. Dan Heechul menambahkan orang yang mungkin tidak kau setujui.”

“Siapa?”

“Pelatih bisbol Hyunsa di sekolah. Dia juga kakak dari Lee Dahyun.”

*****

Dahyun menyesap wine pinot noir-nya. Kemudian ia kembali meletakan gelasnya diatas meja. Pandangan matanya kini hanya terfokus pada seorang pria yang tiba-tiba menghubunginya dan meminta untuk bertemu. Dahyun tidak pernah menyangka kalau pria itu akan menghubunginya dalam waktu tiga hari. Paling lama, Dahyun memberi tenggang waktu hingga seminggu. Tapi sepertinya pria itu tidak bisa menahan diri lagi.

“Jadi, untuk apa kau memintaku bertemu? Sekretaris Cho.”

Kyuhyun yang duduk berseberangan dengan Dahyun menarik nafas. Tidak ekspresi Kyuhyun yang bisa dibaca oleh Dahyun –artinya pria itu selalu memandangnya dengan datar. Membuat Dahyun merasa kesal saja.

“Memberikan peringatan balik untukmu, Nona Lee.”

Dahyun mendecih. “Peringatan? Apa maksudmu?”

“Jauhi kekasihku dan juga putrinya. Jangan pernah menganggu mereka atau menunjukkan wajahmu dihadapan mereka. Dan percayalah, aku bukanlah seorang pria lemah, Nona Lee.”

Dahyun memandang Kyuhyun dengan kerutan bingung di dahinya. Namun, ia tertawa. “Bukan pria lemah? Kau berlindung dibalik punggung atasanmu, Sekretaris Cho. Kau hanyalah seorang homo yang menyedihkan. Choi Siwon bukanlah seorang homo seperti dirimu. Dulu, dia adalah pria normal yang menikahi seorang wanita dan memiliki seorang anak. Tapi kau memasuki kehidupannya dan merayunya dengan wajahmu itu—”

“Kuakui, wajahmu memang tampan untuk ukuran pria. Bahkan jika disandingkan dengan wanita, kau pun tidak kalah cantik-nya. Dan dengan posisi-mu sebagai sekretarisnya, itu jelas menguntungkan dirimu untuk menarik perhatian Choi Siwon. Terlebih dengan kekayaan keluarga Choi saat ini.”

Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat. Ia berusaha untuk tidak menampar Dahyun saat ini, karena itu akan merugikan dirinya. Bagaimanapun status sosialnya tidak memberikan alasan yang cukup kuat untuknya menampar wajah seorang gadis terhormat. Kyuhyun menarik nafas dan kemudian tersenyum tipis. “Kuanggap itu sebagai pujian, Nona Lee. Tapi sepertinya kau terlalu dangkal menilaiku, Nona muda. Apa kau pikir aku berhubungan dengan Choi Siwon hanya demi kekayaannya? Tch.. Berpikir cerdaslah, Nona. Kudengar kau adalah lulusan dari Coloumbia, jangan menjatuhkan reputasi universitasmu sendiri. Jika aku memang mengincar kekayaan, untuk apa aku merayu seorang duda dengan satu putri? Bukankah akan jauh lebih mudah jika aku merayu putri tunggalnya yang kemungkinan besar akan menjadi pewaris utama?”

Kyuhyun meraih gelas minumannya dan meneguknya hingga habis. “Dan untuk apa aku harus menjadi seorang homo, ketika putri atasanku sendiri terlihat menarik bahkan diusianya yang masih belia? Terlebih jika putrinya sangat menyukaiku.”

Dahyun terdiam dengan argumen Kyuhyun. Well, ia tidak pernah mengira bahwa Hyunsa sebenarnya juga menyukai Kyuhyun. Tapi gadis itu berusaha untuk mengontrol ekspresi wajahnya.

Kyuhyun menaruh kembali gelas minumannya. “Hanya ada satu alasan, kenapa aku bisa lebih mencintai ayahnya ketimbang putrinya, Nona Lee. Itu karena aku tidak bisa memilih kepada siapa aku jatuh cinta. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa kau rasakan setiap hari saat kau bertemu dengan orang yang menarik perhatianmu. Dan kepada siapa kau merasakan Cinta itu, tidak pernah ada yang bisa menebaknya, Nona Lee.” Kyuhyun kemudian mengulas sebuah senyuman pada Dahyun, membuat gadis itu menjadi tersentak.

“Dan jika kau berusaha meraih seseorang yang bukan Cintamu, maka kau hanya membuat dirimu menderita, Nona. Choi Siwon bukanlah Cintamu, tapi dia adalah Cintaku. Oleh karena itu, lepaskan kekasihku, Nona Lee.” Kyuhyun berdiri dan membungkuk pada Dahyun, sebelum akhirnya pergi meninggalkan restaurant tersebut.

*****

Siwon terus tersenyum dan menjabat tangan beberapa orang klien perusahaan. Siang ini, Siwon menghadiri meeting penting dengan beberapa perusahaan untuk sebuah projek besar di sebuah hotel ternama. Setelah beberapa jam berdiskusi, akhirnya mereka mencapai kata sepakat.

Siwon melirik jam tangannya dan merangkul bahu Donghae yang ikut meeting bersamanya. “Untuk enam bulan berikutnya, tolong bantuanmu, Manager Lee.” Kata Siwon.

Donghae mendecih. “Ne, Sajangnim. Aku akan bekerja keras.”

Siwon tertawa kecil dan menarik kembali tangannya. Mereka kemudian berjalan menuju lift. “Sekretaris-mu menunggu dimana?” Tanya Donghae. Sebenarnya Kyuhyun juga ikut ke hotel tersebut, namun Siwon memintanya untuk tidak mengikuti meeting.

“Kurasa di restaurant. Atau mungkin coffee shop yang ada di depan hotel.” Jawab Siwon sembari menekan tombol lift.

Donghae menghela nafas pelan. “Hey, Kyuhyun itu sekretaris-mu. Untuk apa kau membawanya tapi kau tidak mengijinkannya untuk mengikuti rapat?”

Siwon tertawa kecil. Dan kemudian pintu lift terbuka. Siwon dan Donghae berjalan masuk ke dalam kotak baja bergerak tersebut. Siwon menekan tombol lobby. “Karena aku tidak bisa jauh darinya, tapi aku juga tidak mau melihatnya terlalu lelah karena bekerja. Jadi, aku membawanya dan menyuruhnya untuk bersantai.” Kata Siwon sembari nyengir.

Donghae mendecih jengkel. Kelakuan sahabatnya makin tua makin aneh saja. “Kau tahu, aku ini juga pegawaimu dan kau baru saja mengakui telah melakukan tindakan diskriminasi. Bagaimana bisa kau begitu perhatian pada sekretarismu tapi tidak pada pegawaimu yang lain?! Eoh!”

“Karena sekretarisku adalah kekasihku? Itu jelas sekali, bukan.” Sahut Siwon.

“Tapi aku juga sahabatmu, Choi Siwon. Apa aku harus menjadi kekasihmu juga agar bisa mendapatkan perhatian yang sama?”

“Yak!! Aku hanya bisa jatuh cinta pada Cho Kyuhyun dan bukan pada yang lain!!”

Donghae cemberut karena langsung dimarahi. “Iya, aku tahu. Maaf, hanya salah bicara. Tapi tidak perlu berteriak juga, Choi Sajang!!”

*****

Kyuhyun baru saja keluar dari coffee shop setelah ia mendapat pesan dari Siwon yang mengatakan bahwa meeting sudah selesai. Tapi wajah cemberutnya bisa menunjukkan jelas bahwa Kyuhyun sedang marah. Alasannya sudah sangat jelas. Posisinya di perusahaan adalah sekretaris Siwon dan jika atasannya tersebut menghadiri meeting penting maka Kyuhyun juga harus ikut. Tapi hari ini, Kyuhyun malah disuruh menunggu sementara Siwon dan Donghae menghadiri meeting. Lalu, apa arti posisi sekretaris-nya itu?

Kyuhyun bergegas menyeberang jalan dan menuju ke hotel. Dan ketika berada di lobby, ia hanya bertemu dengan Donghae. “Sajangnim, kemana? Apa ke toilet?” Tanyanya.

“Sajangnim-mu sedang membeli sebuah kue caramel. Dia bilang kue itu adalah kesukaanmu, jadi dia ingin membelikannya untuk Hyunsa.” Tukas Donghae dengan nada sebal.

“Eh?” Kyuhyun mengernyit tak mengerti. Jika Siwon pergi membeli kesukaannya, tapi kenapa untuk Hyunsa? Yah, Kyuhyun terkadang tidak mengerti dengan pemikiran atasan sekaligus kekasihnya tersebut.

Donghae menarik nafas. “Sebaiknya kau menyusulnya. Toko kuenya berada di sebelah gedung hotel. Aku akan mengambil mobil dulu, nanti aku akan menyusul.” Kyuhyun mengangguk lalu kembali berjalan keluar hotel untuk pergi ke toko kue yang disebutkan Donghae.

*****

Hyukjae berjalan mendekati Hyunsa yang menonton teman-teman satu club-nya berlatih untuk pertandingan. Karena cidera yang dialaminya, Hyunsa harus beristirahat untuk sementara dan tidak bisa mengikuti pertandingan awal. Hyukjae menarik nafas dan menatap Hyunsa dengan lekat. “Bagaimana bahumu?”

Hyunsa menoleh dan sedikit membungkuk hormat. Ia menatap Hyukjae dengan datar. “Sudah lebih baik, walaupun masih sakit. Tidak apa, aku tidak ikut pertandingan awal?”

“Mau bagaimana lagi, kau sedang cidera. Pelatih Kang juga memintamu untuk beristirahat. Jadi, Byunji akan menggantikanmu sebagai pitcher utama.” Kata Hyukjae.

Hyunsa mengangguk kecil dan memperhatikan Byunji sedang melakukan lemparan. Gadis itu mungkin tidak sebagus Hyunsa, tapi kemampuannya tidak bisa dianggap remeh juga. Bahkan mereka berdua pernah merebutkan posisi pitcher utama klub, walaupun akhirnya posisi itu diraih Hyunsa.

Hyukjae masih menatap Hyunsa dengan serius. “Apa kau benar baik-baik saja?” Hyunsa kembali memandang Hyukjae, lalu tertawa kecil. Hyukjae mengerutkan dahi. “Kenapa tertawa?”

“Apa anda merasa bersalah, Pelatih Lee? Kau terlihat sangat mencemaskanku. Tenang saja, ini bukan cidera yang pertama. Walaupun lebih parah dari sebelumnya, tapi aku akan sembuh dan kembali bermain. Jangan khawatir.” Ujar Hyunsa.

Hyukjae menghela nafas. “Bukan cidera-mu, tapi dirimu. Apa kau baik-baik saja?”

“Ah, maksudmu adikmu itu? Dia masih menempel dibawah sepatuku. Aku masih berusaha menyingkirkannya. Tenang saja, aku akan berhati-hati agar sepatuku tidak rusak.”

“Hyunsa-ya…”

“Pelatih Lee, apa kau tahu? Kemarin aku menemui psikiater untuk menjalani terapi. Dan katanya, aku mungkin menderita bipolar.”

“Bipolar?”

“Iya, bipolar. Semacam penyakit psikologis dimana kondisi emosi penderitanya bisa berubah drastis dengan sangat ekstrem. Dan lagi, dokter mengatakan bahwa aku bisa saja berbuat hal-hal berbahaya.” Jelas Hyunsa dengan wajah serius.

Hyukjae yang masih memandang Hyunsa tidak berkomentar apapun. Hyunsa kemudian tersenyum tipis. “Aku tidak ingin menakutimu, tapi aku sangat takut dengan penyakitku ini. Apa kau tahu, dulu aku sering-kali berbuat hal-hal yang bahkan hampir melukai Daddy. Jadi…”

Senyuman Hyunsa menghilang. “Jaga, adikmu baik-baik Pelatih Lee.”

Hyukjae tersentak dengan ucapan gadis muda dihadapannya. Hyunsa terlihat begitu menyeramkan. Namun, gadis itu kembali tersenyum dan membungkuk lagi padanya sebelum pergi. Hyukjae menarik nafas panjang dan memperhatikan punggung Hyunsa yang menjauh.

*****

Siwon memandang gadis itu dengan datar. Siapa sangka, ia akan bertemu –dengan tidak sengaja– lagi dengan Lee Dahyun. Walaupun Siwon bergegas untuk meninggalkan toko tersebut, tapi Dahyun malah memintanya untuk bicara. Siwon bisa saja menolak, tapi ia tidak ingin bersikap tidak sopan pada seorang gadis. “Apa lagi yang ingin kau bicarakan?”

Dahyun tersenyum. “Bagaimana keadaan putrimu? Kudengar dia mengalami cidera. Apa lukanya serius?”

Siwon terdiam. Ia tidak tahu darimana gadis itu bisa mengetahui mengenai cidera Hyunsa, tapi Siwon teringat dengan cerita Jungsoo yang mengatakan bahwa pelatih bisbol Hyunsa yang membawanya ke rumah sakit. Dan pelatih bisbol itu adalah kakak dari Lee Dahyun. Jadi, bisa saja Dahyun mengetahuinya dari kakaknya tersebut.

Siwon menghela nafas. “Putriku baik-baik saja. Dia hanya perlu beristirahat beberapa minggu.” Siwon menjawab sesingkat mungkin. Jujur saja, ia tidak ingin berlama-lama bicara dengan Dahyun. Gadis itu mempunyai aura yang tidak nyaman.

“Begitu? Syukurlah. Tapi, apa kau tidak penasaran bagaimana aku mengetahuinya?”

“Darimana kau tahu, itu bukan urusanku. Apa kau sudah selesai? Kalau begitu, aku permisi.”

Siwon beranjak pergi dan itu sedikit membuat Dahyun panik. Ia masih ingin bicara dengan Siwon, dan lagipula ia belum mengatakan apa yang sebenarnya ingin dikatakannya. Kemudian, dengan sedikit spontan Dahyun menarik lengan Siwon dan mencium bibir pria tersebut. Siwon begitu terkejut dengan ciuman tersebut. Namun, sebelum ia mendorong Dahyun ada seseorang yang menariknya hingga ciuman itu terlepas. Siwon lebih terkejut lagi ketika mengetahui orang yang menariknya adalah Kyuhyun.

“Anda tidak apa-apa, Sajangnim?”

Siwon yang masih shock hanya bergumam gugup. Mungkin lebih tepatnya, Siwon tidak tahu bagaimana menjelaskan pada Kyuhyun mengenai apa yang terjadi sebelum ciuman itu terjadi. Kyuhyun lalu menatap Dahyun yang terlihat begitu puas.

“Saya harap anda meminta maaf, nona.” Ucap Kyuhyun tegas.

“Ne?”

“Minta maaf. Apa anda tidak tahu dengan siapa anda berhadapan? Choi Siwon, Presdir dari Hyunwon Group. Tapi siapa anda hingga dengan berani menyentuh Sajangnim Choi dengan cara yang tidak terhormat?”

Dahyun tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Kyuhyun saat ini. Begitu pula dengan Siwon. Ia terus memandangi kekasihnya yang terlihat begitu kuat. Dan didalam hatinya, Siwon bersorak senang dengan tindakan Kyuhyun.

Dahyun mendecih. “Aku ini calon tunangan dari Choi Siwon. Lalu kau itu siapa?”

“Calon tunangan? Kata siapa? Sejauh ini, Sajangnim Choi tidak mengumumkan apapun mengenai calon tunangannya ataupun mengenai kekasihnya kepada media dan publik. Tolong jangan membuat isu murahan, nona. Lagipula, aku adalah sekretaris Sajangnim Choi, nona.”

Kali ini Siwon tidak kuasa menahan tawanya, namun ia masih berusaha bersikap sopan. Wajah Dahyun terlihat memerah karena ucapan Kyuhyun yang membalas argumennya dengan menohok. Dan karena tidak bisa menahan malu, Dahyun akhirnya memilih pergi. Disaat itulah Siwon tertawa dengan lepas, sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum puas.

“Woah, Sekretaris Cho. Kau benar-benar daebak!”

Kyuhyun menatap Siwon dengan serius, hingga Siwon menghentikan tawanya. “Kita harus segera kembali ke kantor, Sajangnim. Manager Lee sudah menunggu diluar.” Kemudian Kyuhyun berjalan keluar terlebih dahulu.

Siwon menatap punggung Kyuhyun dan tersenyum tipis. Ia lalu mengikuti sekretarisnya tersebut.

*****

“Bahu-mu benar tidak parah?” Tanya Jinho.

Hyunsa mengangguk. Mereka sedang berjalan menuju halte bus. Walaupun Hyunsa tidak menjalani latihan, tapi Hyunsa mempunyai tanggung-jawab emosional untuk tetap datang pada setiap latihan. Lagipula jika ia pulang, dirumah pun Hyunsa akan sendirian.

“Hah.. kau benar-benar tidak bisa ikut pertandingan awal. Lalu, apa kau akan ikut pada pertandingan berikutnya kalau cideramu sudah sembuh?”

“Tidak ada jaminan. Pelatih Lee dan Pelatih Kang mengatakan aku tetap masuk kedalam daftar permain. Tapi hanya sebagai cadangan. Jadi jika aku sudah benar-benar sembuh, kemungkinannya akan kecil untuk bermain.”

Jinho mengangguk-angguk. “Sayang sekali, padahal Kyuhyun hyung sudah menanyakan jadwal pertandingan. Hyung bilang ayahmu ingin menonton pertandinganmu. Tapi jika kau duduk sebagai cadangan maka…”

“Memang lebih baik tidak perlu datang. Lagipula sejak aku masuk klub, Daddy tidak pernah datang ke pertandingan. Bahkan saat aku mendapatkan penghargaan pemain terbaik, yang kudapat hanya kiriman bunga. Itu pun yang memberikan ada kurirnya secara langsung.”

Jinho memandangi Hyunsa dengan lirih. Hyunsa mendecih jengkel. “Hey, jangan menatapku dengan begitu. Aku tidak minta belas-kasihan siapapun. Aku sendiri yang berharap Daddy tidak datang menonton. Jadi, apa bedanya sekarang ini.”

“Tapi tetap saja, Hyun…”

“Sudahlah. Ayo cepat, bus-nya sudah mau datang!”

*****

“Sekretaris Cho, masuk ruangan.” Perintah Siwon yang kemudian masuk terlebih dahulu.

Kyuhyun yang baru saja ingin duduk, menghela nafas pendek. Selama perjalanan kembali ke kantor, tidak ada satu pun –termasuk Donghae– yang bicara. Walaupun selama ia menyetir Kyuhyun tahu bahwa Siwon selalu memperhatikannya dari kursi belakang, tapi Kyuhyun berpura fokus.

Kyuhyun lalu berjalan memasuki ruangan Siwon, tapi hanya sampai pintu. Siwon meliriknya sembari melepaskan jas hitamnya, sedangkan kotak kue yang dibawanya sudah diletakan diatas meja. “Ne, Sajangnim.”

“Kau sekretarisku, bukan? Jadi, ikuti perintahku. Tutup pintunya dan kunci.” Ucap Siwon dengan tegas. Kyuhyun sebenarnya tidak mengerti, tapi Siwon mengatakan itu adalah perintah. Kyuhyun menutup pintu dan menguncinya. “Sekarang berdiri dihadapanku.” Perintah Siwon lagi. Kyuhyun menghela nafas dan berjalan mendekat hingga menyisakan jarak satu langkah diantara mereka.

Siwon memandang Kyuhyun dengan lekat. “Lepaskan dasiku.”

“Ne?”

“Tidak ada protes, Sekretaris Cho. Lakukan!!”

Kyuhyun sedikit cemberut, tapi ia tetap melakukan perintah Siwon. Ia melepaskan dasi hitam itu dengan mudah. Siwon tersenyum tipis. “Pasangkan kembali.”

Kyuhyun melongo. “Tapi, Sajangnim baru saja…”

“Ssst..! Ini perintah, Sekretaris Cho.”

Kyuhyun semakin cemberut. Ia menghabiskan jarak diantara mereka untuk memasangkan dasi itu kembali. Dengan serius, Kyuhyun membuat simpul dasi. Sedangkan Siwon tersenyum senang sembari memandangi Kyuhyun dari dekat. Aroma tubuh Kyuhyun yang manis, membuat Siwon kembali mabuk. Dan ketika Kyuhyun mengangkat wajahnya hingga pandang mata mereka bertemu, Siwon kembali terjerat dalam pesona Kyuhyun. Merasakan suasana canggung, Kyuhyun beranjak mundur tapi dengan cepat Siwon menahan tubuhnya. Kyuhyun tersentak.

“Tetap diposisimu, Sekretaris Cho.” Bisik Siwon dengan lembut.

Kyuhyun menundukkan pandangnya. Simpul dasi yang dibuatnya masih belum rapi, jadi Kyuhyun kembali merapikannya. Siwon tersenyum lagi. “Ikuti kata-kataku, Sekretaris Cho.” Kyuhyun hanya meliriknya sekilas.

“Aku tidak marah, tapi aku tidak suka dengan gadis itu.” Ucap Siwon. Kyuhyun memandang Siwon dengan tidak mengerti. “Ucapkan, sayang.”

Kyuhyun menarik nafas. “Aku tidak marah, tapi aku tidak suka dengan gadis itu.”

“Jangan pernah menemuinya. Baik disengaja atau tidak.”

“Jangan pernah menemuinya. Baik disengaja atau tidak.”

“Jika hyung bertemu dengannya, jangan pernah memandangnya.”

“Jika hyung bertemu dengannya, jangan pernah memandangnya.”

“Jangan pernah mendengarkan suaranya. Berlari jauh dari gadis jahat itu.”

“Jangan pernah mendengarkan suaranya. Berlari jauh dari gadis jahat itu.”

“Ingat, Choi Siwon adalah milik Cho Kyuhyun. Dan Cho Kyuhyun adalah milik Choi Siwon.”

Kyuhyun terdiam. Tapi itu membuat Siwon menatapnya dengan tidak suka. “Ingat, Choi Siwon adalah milik Cho Kyuhyun. Dan..” Siwon menunggu Kyuhyun untuk menyelesaikan ucapannya.

Kyuhyun kembali menarik nafas panjang. Ia memandang Siwon dengan lekat. “Ini konyol, hyung. Kau itu milikku, selamanya milikku. Dan aku selamanya milikmu. Puas? Sekarang cium aku!”

Siwon tertawa kecil. “Dengan senang hati, sayang.”

Dengan sebuah kecupan lembut, Siwon mencium Kyuhyun penuh rasa cinta. Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik tubuh Siwon menjadi lebih dekat dengannya. Kyuhyun membalas ciuman itu dengan lebih bergairah dari yang seharusnya.

*****

NOTE: Setelah ini aku akan mencoba update The President part 8.

Dan berikut, aku berikan penjelasan singkat mengenai bipolar. Sebenernya apa yang dijelasin Hyunsa ke Hyukjae gak sepenuhnya sama. Ada-lah beberapa yang dia lebih-lebihkan (yah, namanya juga Choi Hyunsa) Menurut Barbara D.Ingersol, Ph.D dan Sam Goldstain, gangguan bipolar (juga dikenal sebagai ganguan manik depresif) adalah “suatu kondisi yang dicirikan oleh episode depresi yang diselingi dengan periode manakala suasana hati dan energi sangat meningkat. Begitu meningkatnya hingga melampaui batas normal suasana hati yang baik”.

Sebenernya, aku kurang paham mengenai penyakit psikologis, tapi pas disearching ada beberapa dari gejala bipolar yang cocok sama kelakuan Hyunsa tapi aku nulisnya baru kemungkinan sih jadi… beberapa gejala (ini lebih gejala yang manik/mania) seperti Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba namun cenderung membahayakan, Menyusun rencana yang tidak masuk akal, Merasa dirinya sangat penting, dan lainnya.

Nanti, aku coba searching lagi mengenai penyakit psikologis, jadi untuk sementara ini dulu. kalo diantara kalian ada yang mengerti dan ternyata aku salah, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Maklum, saya lebih sering dicekokin sama teori-teori HI dan hal-hal berbau perang, damai dan teman-temannya.

Advertisements

51 thoughts on “[SF] Only One Part 16

  1. Uwaaaaah,cho kyuhyun kereeeen bngt!aku pikir dia bakal nglakuin hal2 yng ngeselin macem ninggalin won atau semacamnya,tp justru dia malah semacem gadis muda yng lg mempertahankan pacarnya dr incaran gadis lain,kkkk,dan hyunsa,msh ambigu sama apa yng dia rasain keanya,kasian,tp jg kagum di saat yng bersamaan,dia gadis yng kuat dn tegar bngt pokonya,

  2. Aku baca bagian awal dan terkejut, ini Yaoi??? aigo…
    Dan akhirnya aku gak baca sampai selesai. kkkkk

    Aku nunggu FF yg namja sama yeoja saja deCh. *NyengirCantik xD

  3. kyu keren… kyu ga mungkin ninggalin siwon, dan ga mungkin biarin orang lain rebut kekasih pervynya. kkk…
    kyu jadi namja yang kuat.
    kukira kyu bakal lari setelah adegan memalukan tadi, tapi rupanya…. ah reaksi yang keren dari kyu.
    kuharap yeoja itu jera

  4. iiuuwh..ada dahyun again !!
    hueee *jambak rambut dahyun
    tpi2..waaw!! ga nyangka kyu trnyata balik nantang dahyun.
    ahaha daebbak !! *prokprokprok
    aku sukaaa..
    hihi
    yeah..agak kesel jg sih pas dahyun nyium choi sajang,tpi untg kyu dtang tepat wktu .
    haha
    apa lg aku,aku jg kggak ngrti sma skali soal psikologis,jdi no komen –”
    eii..aku kira itu siwon mau ehem,trnyata ?
    haha
    sukaaaa bgt pas akhir2’a,kyu’a possessif bgt .
    uhuk
    okaii di tunggu update-an nya saeng 😉

  5. jd ngerasa aneh jg kalo liat hyunsa jd pendiem . . tp suka sih sm kt2y Hyunsa ke hyukjae spya jaga adx nya bk2, krna ak bkal ikud an ngebunuh dahyun kalo dia macam2 sm wonkyu #eh
    Aishh pen gampar, jambak rambut tyuz siram aer ke muka dahyun saat dia ngmng hal2 kaya gtw tentang kyu, tp sneng beud sm reaksinya kyu,Kyaaa Cho Kyuhyun kau kereeeen, makin lopelope deh :* , *ahahah, rasakan kau dahyun*
    Suka sm part akhrnya, apalg kt2 siwon yg diikuti kyu, kyaaa knpa mrka sweet bngt si?? #melting

  6. Awalnya aku pikir hyunsa tu mang melebih2 kan tapi kalo bipolar tu trnyta begitu.
    Iiih ngeri juga dah.
    Kyuhyunnie keren.
    Kupikir kyu bakal nyerahin siwon gitu aj.
    Ternyta kyu bisa membalas dengan cara yang berkelas.
    Keren…
    Ga mesti dgn kekerasan.
    Tapi trnyta dgn sindiran2 n kata2 yang memang benar adanya.
    Ini menunjukan bahwa kyu mang cocok jadi suami choi si n appa hyunsa.

    Ga sabar nunggu kelanjutannya.

  7. saengi,q ska bgt ma aksi kyu wkwk,hrsna siram air ja thu dahyun biar g godain wonnie,,alur and jalan critanya bnr2 frez and knflikna komplek bkn hnya romance pkokna daebak,,pluk and smgat untk saemg biar cpt update hehe

  8. Hyaaaaaaaaaa….. Chapter ini sangat sangat memuaskaaannnn!!! Cho Kyuhyun alapyuuuhhhh,smpet pesimis kyuhyun bakal menyerah,taunya…huwwooo kereeeennnnnnn
    Ttg hyunsa yg katanya menderita bipolar,hhhhhmmmm itu sbrnnya cocok juga… Tpi sprtinya diera-sshi blm mengulas ttg ‘inner’ hyunsa,sperti pemikiran2 atau pov dr hyunsa ttg kndisinya,cra pndangnya ttg lingkungan dan orang2 skitarnya,soalnya yg eonni tangkap hanya gmna akibat2 dr perbuatan hyunsa. Tpi gpp sih…
    Qt terima aja diagnosa psikilogis hyunsa,kkkkkkkk

  9. Uwooo
    hyunsa jadi di bawa ke psikiater.jadi kalo ke psikiater cuma diajak ngobrol gitu ya?
    Waw,kyu keren banget pas adu mulut sama dahyun
    hayo loh hyukjae,ati ati loh adekmu
    lanjuut

  10. apakah sakitnya hyunsa cukup parah? tp nntnya hyunsa akan sembuh kan? tp kasihan jg tu anak, mungkin krn sifatnya yg posessif membuat dia seperti itu. mudah2an aja sakitnya gak bertambah parah. applause buat babykyu…sikapnya benar2 daebak, dia begitu berani dan tegas terhadap wanita kurang kerjaan itu. wanita itu perlu di beri pelajaran….masih berani2nya dia mendekati pria yg sdh mempunyai kekasih….sepertinya dahyun jg perlu di bawa ke psikiater…sakitnya lebih parah daripada hyunsa…., lanjuttttttttttttt

  11. Kyu keren banget!!! :*
    Aku fikir Kyu bakalan ngalah gitu aja :’)
    Aaaah, maaf baru sempat baca dan komentar kak. Sudah kuliah sih, jadinya mulai sibuk TToTT
    Aku sering dengar tentang bipolar gitu kak, tp mungkin waktu Psi. Kepribadian atau Psi. Umum aku ngantuk, jadi gak begitu mengerti. Yang aku tau bipolar itu memang masalah kepribadian kak. Entah itu bermasalah sama emosi atau masalah kepribadian ganda (?) :’D
    Pokoknya aku kagum banget sama Kyu disini. Terus kenapa sekarang Hyunsa terkesan ‘menerima’? Aku curiga dia merencanakan sesuatu yg lebih besar 😮

  12. uwaaaahhh daebak..
    tepuk tangan buat kyuhyun,,
    disaat dy bertemu dengan dahyun dan bersikap tenang semua itu tertular dari perangai kekasihnya siwon dan calon anaknya hyunsa,, mungkin berbedanya hyunsa lebih bisa memberikan hal-hal yang tidak terduga disaat emosi melingkupinya.. sedangkan kyuhyun mungkin lebih bisa menahannya,dikarenakan juga umur x y? yg lebih dewasa..
    aku suka bgd chap ini.. dahyun mati kutu 2x sama kyuhyun,,wkwkwkwkwk…
    owh anak HI??
    aku tetangganya,,hehehehe… anak ANE,, sama aku juga tidak terlalu mengerti akan jenis2 penyakit psikologis seperti itu,, terlalu awam bagiku, yang lebih aku tahu hanya sejenis penyakit flu+batuk,, karena itu sering terjadi,,hehehe.. abaikan.. next partnya slalu dtunggu…

  13. kyuuuuu…..daebak,,,,
    hebat…(2 jempol buat kyu)..
    pertahankan terus ya,kyu…
    siwon,lihatlah bagaimana kyu mempertahankanmu…kamu juga harus begitu..
    hyunsa,semoga penyakitmu tidak membahayakan dirimu sendiri dan orang yang kamu sayangi (tapi kalo buat dahyun sich gak apa-apa)..hehehhe

  14. bwahaha siwon ada2 aja rayuannya sdh spt sumpah pramuka tapi lucu…
    waw hyunsa jd ke psikiater semoga bisa ngontrol kemarahannya … tp sebenarnya aq suka sifat hyunsa yg spt ini untuk menghadapi dahyun #ketawasetan
    dan ternyata dahyun jd nyium siwon ewwww untung kyu pinter ngata2in jd mati kutu kan si dahyun …..
    ayo jae semangat lanjut 🙂

  15. makin sini makin rame hehe… sedikit geli membaca intruksi-intruksi siwon untuk kyuhyun. choi sajang, apakah anda ingin kyuhjyun menunjukan perasaannya??? ^^ daebak~

  16. waaaah
    kyu hebat bgt ya
    bsa blik omongan ny si dahyun
    aq kra dy bkal ngalah ato gmna
    kekekekekeke

    trs si hyunsa jg keren
    ancaman ny sma si platih soal adik
    it bkin greget jg

    ok siiip
    lnjuuut ne
    keep writing

  17. Akhirnya hyunsa pergi ke psikiater
    mlh mulai argumen ma
    dokternya…emg apa rencana
    kyuhyun?hehe jawaban yg cerdas
    kyu,ayo bikin dahyun mati kutu
    Ih hyunsa nyeremin tp itu cuman
    buat dahyunkan?
    Kyaaa suka bgt ma kyu yg kayak
    gini terlihat kuat

  18. Uwoo cho kyukyu kau sungguh luar biasa.kupikir kyu bakalan menjauhi siwon krn ancaman gadis (gila) itu tpi ternyata kyu bgitu kuat dg lidah tajamnya…rada gedek jga sih pas si dahyun nyium siwon,untung kyu ga salah paham
    apa penyakit yg di derita hyunsa tdk berbahaya,emosinya mudah meledak itu artinya dia bisa melakukan hal2 yg tdk di inginkan kepda org yg berada di sekitarnya.kalau korbannya si dahyun sih ga pa2,tpi tkutnya yg menjdi korban itu kyuhyun atau ayahnya sendiri
    di tunggu next chapternya 🙂

  19. Omo I missed one chapter I feel so sad but after reading these two chapters in one day it’s like to me double update 😀 …..that chp pic so attractive :* that’s very funny when kyuhyun pulled dahyun from siwon n fight for siwon 😀 <3333 I think it’s first time kyu feel jealousy 😀 “Woah, Sekretaris Cho. Kau benar-benar daebak!” just like siwon said …….n Hyunsa is loving daughter I really like her in the last chap  update soon ❤

  20. Woooo….aku suka klo kyuhyun jadi berani melawan dahyun pokoknya jngan takut lh sama ancaman gadis jhat satu itu…lawan trus kyu!! 😀

    dan scene terakhirnya tadi so sweet bngt..aihh wonkyu, wonkyu

  21. pendeeeekkkkk >.<
    aku bener2 teriak heboh waktu kyu berani ngelawan si daehyun,,, lawan aja tuh yeoja, kau namja kan sekretaris cho? gue suka gaya lo hohoo…

    wonkyu momentnya lucu ih,, yg kyu di suruh ngikutin siwon ngomong,,, envy sumpah, jadi pengen punya husband kayak siwon di sini -_-

    hyunsa errr…entahlah terlalu speechles dengan karakter dia di sini,,,

  22. Aku kira kyu bakal lepasin siwon, tp ternyata gk …# suka banget sama sikap kyu disini …

    dahyun ahjumma tuch berani banget siwon cium2 siwon.
    Sebel banget sama tuch yeoja, untuk nya kyu berani ngelawan.

    Hyunsa yang sabar yach ….

    Ini pendek, cepet di lanjutin oke !!!!!

  23. Mian eonn bru comen? Sbnarx q dh save ff part ni dr eonni update. Tp q ga’ pux wk2 bwt bc. Y eonni tawlh pa pnyebbx…sdangkn q btuh wk2 yg buaaa…nyk klo maw bc ffx eonni (bys, q klo bc suk ngulng”!) y byr mnghayti g2)…

    Q suk bgt ma skap kyumom dsni. Calm but Clear!

    Q jug suk ma last scenex. so..so..so sweet.
    *mian eonn ga’ bis pnjng” comenx…
    **Keephealty n ttpsmangt.
    SEMANGAT!!!

  24. Sukur kagak drama,, hehe,, biasanya kan kalo di tekan gtu jadi nyerah, atw marah… Eh, kyu mah anteng pisan,, cool man,, sayang kamu nyimpang d cerita ini,,
    yes! The President favoritku bakal di update lnjtnnya,, ^o^
    -tebarbunga-
    oke, makasih ya diera,,, ditunggu lanjutannya,,

  25. Sebenernya aq gag ngikutin ff only one ni dari awal,, coz suka yang TF,, tapi aq masih bsa sdikit ngrti jalan critanya,, 🙂
    Jadi ikutan review ya,, 😛

    Suka banget ma sikap Kyuhyun oppa,, kagum aq,, kirain dia bklan brfikir buat ninggalin siwon oppa,, eh trnyata malah sbaliknya,, 😀

    Oy, sya selalu nunggu update an author-ssi yang WonKyu’s life story,, suka bgt bacanya,, berasa kyak nyata,,kyak kjadian yang sebenernya,,

  26. Hng….
    Aku ketinggalan update-an mu eonni =,= …

    Weh….
    Cho Kyuhyun mantap bgt tuch. Cerdas bgt carany ngelawan si Nesir alias nenek sihir XD

  27. Jeongmal Daebak !!!!aq suka,aq suka.Makin seru.Hbungan WonKyu mg aj ttp brthn dngan apapun keadaan yg akn trjdi.Dan untk Hyunsa smga dia dpt mengendalikan prsaan emosi dia.Dan jg smua brjln lncr.
    Gumawo eonni..

    ~~~Hanna Shin Jiseok

  28. aduh.. aq telat baca… hi chingu salam kenal.. aq suka banget ff ni.. mf ya baru comment skrg… maklum sblmnya rada2 gaptek.. he he… _alasan_ d tunggu lanjutannya.. Jgn lama2… Semangat

  29. . woahh kyumom daebak . org spt lee dahyun harus d perlakukab spt itu agar tdk besar kepala . calon tunangan ? percaya diri sekali dy . ckckck .
    . apa penyaloy hyunsa separah itu ? smoga smua brjalan dg baik” . dan utk lee dahyun , enyahlah .

  30. . woahh kyumom daebak . org spt lee dahyun harus d perlakukan spt itu agar tdk besar kepala . calon tunangan ? percaya diri sekali dy . ckckck .
    . apa penyakit hyunsa separah itu ? smoga smua brjalan dg baik” . dan utk lee dahyun , enyahlah .

  31. ㅋㅋㅋㅋ siwon pengen bgt liat kyu cemburu sampe maksa2 kaya gitu ….
    akhirnya hyunsa ke psikiater juga… uh aku juga kurang paham masalah psikplogis… jadi di anggukin ajaj deh….

  32. Eh, jadi jadi jadiii Hyunsa suka sama kyu?? Suka dalam artian menjalin hubungan (pacar) begitu?? Aku kira kata kata kyu itu cuma serangan balik biar Dahyun mingkem bin diem tapi engga ya?? Beneran suka?? Itukah penyebab Hyunsa belom nerima kyu sbg kekasih daddynya 100%??

    Okeh salah prediksi lagi, aku kira pertemuan Dahyun sama Kyu karena Kyu mau nyerah tapi sebaliknya. Okeh setiap bagian aku selalu berspekulasi. Dann selalu salah. Oke ini bukan ff biasa ^^ sekali lagi author kerennn.

    Suka sama karakternya Hyunsa, kata katanya tenang tapi sadar ga sih dibalik ketenangannya itu menyimpan ancaman yang bikin diem+mikir setelah denger pernyataannya.

    Bagian Won yg nyuruh Kyu repeat kata katanya itu favoritku. ^^

  33. Ini yg aku ska,,,kyu brsikap tegas dn memberi perlawanan pda dahyun,,,,,puas bgt dgn mempermalukan dahyun gtu,,,mski aku yakin dahyun akn mmikirkan cara yg laen lgi,,,pi stidaknya kyu bkan pria lemah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s