[MM] The President Part 7

the president

Golden Cage

Jonghyun mengernyit menatap tumpukan buku tebal dengan lambang kenegaraan –pikirnya– pada cover depan yang diberikan oleh orang yang dipanggil Ajhusi Kang oleh Donghae tersebut.

“Ini adalah buku tata aturan protokol kerajaan. Kami sudah membuat ulang seluruh protokol kerajaan dari artefak kerajaan. Dan anda sebagai pewaris Kerajaan harus mempelajarinya dengan seksama sekaligus mengimplentasikannya di kehidupan, Pangeran Hyun” Tuan Kang menjelaskan, yang merupakan salah satu anggota dewan Kerajaan.

Dewan Kerajaan adalah sebuah majelis yang dibentuk oleh Presiden Lee sebagai persiapan pendirian Kerajaan. Dewan Kerajaan bertindak seperti para menteri di zaman Kerajaan terdahulu, tetapi perannya hanya sebatas pada konsultasi kebijakan bagi keluarga Kerajaan.

“Protokol kerajaan?”

Tuan Kang mengangguk. “Anda mempunyai waktu selama dua bulan untuk mempelajari semuanya. Setelah itu kami –Dewan Kerajaan akan melakukan sedikit test pada anda” katanya lagi.

Jonghyun mendecak pelan. Dan menggeser buku besar itu dari hadapannya. Ia kini menatap Tuan Kang yang berdiri dihadapannya. “Apakah ini semacam lelucon? Jika aku adalah penerus Kerajaan, kenapa aku harus masih menjalani test aneh lainnya?” tanya Jonghyun dengan nada dingin.

“Karena anda adalah penerus Kerajaan, kami hanya menjalankan tugas untuk mempersiapkan anda dan Pangeran Donghae sebelum pendirian Kerajaan diumumkan–”

“Donghae juga mempelajari protokol ini?”

Tuan Kang mengangguk lagi. “Tetapi Pangeran Donghae hanya mempelajari tata aturan protokol kerabat kerajaan. Sedangkan anda harus mempelajari protokol utama kerajaan. Dan Pangeran Hyun, sebaiknya anda memanggil Pangeran Donghae dengan sebutan hyung atau panggilan honorofik lainnya.”

Jonghyun mendesah dan sontak berdiri dari kursinya. “Aku mau tidur siang,” dan tanpa mendengar persetujuan Tuan Kang, pemuda itu langsung berjalan keluar dari ruang perpustakaan besar tersebut.

Tuan Kang menarik nafas perlahan. “Rasanya ini menjadi semakin berat.”

*****

Kyuhyun menghela nafas dan melanjutkan membacanya pada sebuah buku besar yang diberikan oleh Tuan Kang. Isinya beberapa aturan protokol yang harus ditaatinya. Tidak ada yang begitu penting –menurut Kyuhyun, tapi tetap saja ia harus membacanya dan mengingatnya dengan sama persis. Kyuhyun mungkin menyukai membaca, tapi kali ini bacaannya benar-benar membosankan. Bahkan Donghae saja sudah tertidur dibahunya sejak mereka mendapatkan buku itu. Kyuhyun sedang bersama Donghae ketika Tuan Kang memberikan dua buku besar dengan sampul logo kenegaraan atau mungkin kerajaan.

Dan kini, mereka menghabiskan waktu untuk membaca semua aturan itu dikamar Donghae dengan ditemani alunan musik klasik –kesukaan Donghae– yang merupakan kesalahan besar. Karena pada akhirnya mereka malah mengantuk dan lihat yang terjadi pada Donghae. Ia tertidur dengan pulas.

Kyuhyun menghela nafas lagi. Ini sudah dua minggu dan mereka praktis tidak pergi kemanapun kecuali untuk beberapa tempat yang mereka harus kunjungi. Itupun dengan para pengawal disekitar mereka –bahkan yang menyamar sekalipun. Kyuhyun tidak begitu menyukai perubahan hidupnya. Dan sepertinya Jonghyun pun demikian. Tapi mereka tidak punya pilihan. Mereka bahkan tidak bisa memilih –untuk selamanya mungkin.

Kyuhyun menutup buku tebal ditangannya dan mengambil yang dipangkuan Donghae. Ia menaruh dua buku itu dilantai, karena tidak mungkin ia bergerak untuk menaruhnya dimeja. Donghae bisa saja terbangun. Entah, tapi Kyuhyun tidak mau itu terjadi. Mereka menjadi dekat karena selalu bersama. Well, mereka dalam hal ini Donghae dan Kyuhyun. Untuk konteks Donghae dan Jonghyun, mereka masih terlihat canggung jika bersama. Walaupun Donghae mudah sekali mencairkan suasana beku diantara mereka. Tapi Jonghyun yang lebih sering tidak kooperatif. Itu membuat Kyuhyun merasa kesulitan juga.

Donghae dan Jonghyun itu saudara. Mereka seharusnya lebih dekat karena mempunyai ikatan yang kuat. Bukan hanya sekedar ikatan darah, tapi rasanya kehidupan mereka tidak berbeda jauh. Itu bisa menjadi dasar pondasi hubungan keduanya, bukan? Namun, kenyataan Donghae malah lebih sering membuntuti Kyuhyun.

Dan membuat Kyuhyun merasa serba salah juga.

Karena kini ia merasa jurang diantara dirinya dan Jonghyun semakin terlihat. Kyuhyun tidak menyukainya juga. Dulu, mereka dekat –walaupun tidak mempunyai ikatan darah– tapi hanya dalam hitungan minggu, keduanya sangat canggung. Semuanya berubah. Termasuk hubungan dengan ayah angkat mereka, Moon Jeonghyuk.

Kyuhyun menyandarkan lehernya. Ia memejamkan matanya dan bernafas dengan normal. Sesekali menahan nafas dan mengeluarkan pada detik ke-sepuluh. Kyuhyun sangat ingin tidur –ditempat tidur yang nyaman tentunya. Tapi Donghae sudah terlalu nyaman dibahunya, jadi Kyuhyun biarkan saja.

*****

“Kurasa mereka sedang stress,” tukas Haena sembari menyeruput kopinya. Ia memperhatikan layar-layar besar dihadapannya yang memperlihatkan suasana seisi rumah –atau mungkin paviliun istana karena luasnya yang sama besar dengan paviliun di istana utama. “Mereka harus keluar sesekali,” katanya.

Haena sudah memperhatikan ketiga pangeran itu yang hanya berdiam diri dikamar. Tidak melakukan apapun, kecuali mondar-mandir di kamar dan tidur. Terlihat sangat membosankan dan juga frustasi.

Siwon yang bertugas bersamanya ikut menyeruput kopi. “Itu sangat sulit. Terlebih dengan semua pengamanan dan aturan. Oh, jangan lupakan Tuan Kang.” Siwon sedikit tidak menyukai pria tua itu sejak pertama bertemu. Tidak ada alasan khusus, hanya sekedar firasat.

Haena menaruh cangkir kopinya. “Kita bisa membawa mereka ke kampus. Katakan saja ada urusan penting. Lagipula mereka memang harus mengurus jadwal kuliah mereka nanti, bukan?”

Siwon menatap Haena. “Kau yang minta ijin pada Tuan Kang. Tapi kita tidak bisa membawa ketiganya keluar dari sangkar emas ini,” tukasnya.

“Pangeran Donghae itu menjadi urusan Seungho. Kita tinggal menyamakan waktunya saja,” usul Haena.

Siwon menghela nafas dan kembali menyeruput kopinya. “Tetap saja, kau yang harus bicara dengan pria tua itu.”

*****

“Tidak bisa! Mereka tidak bisa pergi kemanapun! Kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mereka bisa tampil dipublik.” Haena bisa mengetahui jelas jawaban dari permintaan yang akan diajukannya ketika melihat ekspresi wajah Tuan Kang tidak baik saat ia memasuki ruangan. Tapi Haena tetap saja harus bertanya, bukan?

Haena menarik nafas. “Tapi bukankah publik juga belum mengetahui tentang hal ini. Jadi, bukankah seharusnya tidak ada masalah jika mereka keluar hanya beberapa jam.”

“Presiden Lee memang belum memberikan pidato resmi mengenai keberadaan mereka, tapi kita juga tidak bisa lengah. Ada banyak pihak yang menentang rencana Pendirian Kerajaan, kau bahkan mengetahuinya dengan jelas Nona Kim. Jadi, mereka akan tetap disini sampai waktu yang ditentukan oleh Presiden Lee.” Tuan Kang berargumen. Dan jelas, Haena tidak mempunyai rencana untuk menyerang balik.

“Tapi Pangeran Hyun dan Cho Kyuhyun-sshi, mereka harus pergi ke kampus untuk acara kampus. Pangeran Hyun adalah salah satu panitia acara dan Cho Kyuhyun-sshi….”

Tuan Kang lalu membungkam mulut Haena dengan menunjukkan sebuah dokumen dengan logo universitas dimana Kyuhyun dan Jonghyun berkuliah. “Aku sudah mengurusnya, Nona Kim. Dan, bukankah tugasmu disini saja sebagai pengawal Cho-sshi? Kau sama sekali tidak berhak mendikte apa yang harus kulakukan untuk mereka, Nona Kim. Silahkah keluar.”

*****

Siwon menghela nafas berat saat melihat Haena keluar dari ruangan Tuan Kang dengan wajah lesu. Haena berjalan mendekati Siwon dan memandangnya dengan lekat. “Seperti dugaan Seungho-sshi. Tuan Kang menolaknya. Dia bahkan menggunakan pekerjaanku sebagai bahan argumen. Hahh… Pria tua itu.”

Siwon menepuk bahu Haena beberapa kali. “Jadi, kita tidak bisa membawa mereka keluar dari sangkar emas ini?”

Haena mendesah. “Aku bahkan sudah menjadi gila karena tidak bisa pulang ke rumah sejak tinggal disini. Geez… kadang, aku menyesali keputusanku untuk menuruti Mom masuk ke akademi.”

“Sudahlah. Kita makan siang dulu, karena setelah ini kita akan kedatangan beberapa pengawal lainnya.” Ucap Siwon.

Haena mengernyit. “Pengawal lain? Untuk apa? Bukankah jumlah pengawal saat ini sudah lebih dari cukup. Sudah lebih dari seratus orang yang berjaga disetiap sudut ruangan dan bahkan luar paviliun. Untuk apa ditambah lagi?”

Siwon mengangkat bahunya. “Kurasa kau perlu bertanya pada Kepala Park untuk mengetahui alasannya. Ayo makan siang! Aku sudah lapar, Haena-ya.”

Haena memutar bola matanya. “Sunbaenim, rasanya aku selalu dikejutkan dengan kepribadian-mu yang berubah-ubah. Kau benar-benar sangat unik.”

*****

Jonghyun memasuki kamar Donghae dengan wajah jengkelnya. Setelah sarapan, Jonghyun kembali harus berkutat pada tebalnya protokol kerajaan yang harus dipelajarinya dan sekarang setelah ia bisa kabur dari ruang perpustakaan setelah Donghae memintanya datang –jelas, orang yang mengawasinya akan memberi ijin karena status Donghae. Praktisnya, ada lima orang yang selalu dipatuhi di rumah besar tersebut, yakni Jonghyun, Donghae, Kyuhyun, Tuan Kang dan Kepala Pengawal Cha.

Jonghyun mengernyit tidak mengerti saat melihat Donghae sibuk memasukkan beberapa barang kedalam sebuah tas ransel. Kyuhyun juga sudah berada di kamar itu juga terlihat bingung. “Untuk apa memanggilku?”

Donghae mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Jonghyun. “Kita akan pergi main.”

“Eh, pergi main?!” Seru Kyuhyun.

Donghae mengangguk antusias, sedangkan Jonghyun menyikapi dengan datar. Ia mendekati Donghae dan Kyuhyun. “Maksudmu, kita akan pergi keluar dari tempat ini? Atau kita akan bermain-main di sekitar rumah ini saja?”

“Tentu saja pergi keluar dari tempat ini. Kita akan main keluar.” Kata Donghae lalu sibuk memasukkan barang terakhir yang menurut Jonghyun sangat aneh, sebuah tali yang cukup panjang.

“Apa dia ingin berkemah atau semacamnya?”

Kyuhyun menatap Donghae dengan serius. “Tapi hyung, kita tidak bisa keluar tanpa ijin dari Tuan Kang. Dan kita tidak bisa pergi begitu saja. Ada banyak pengawal dirumah ini yang selalu mengawasi kita.”

“Hey, apa kau pikir aku ini bodoh, Kyuhyun-ah?” Omel Donghae. Selintas Jonghyun ingin sekali menyahut omelan Donghae pada saudara tirinya tersebut. Tapi Jonghyun berusaha menahan diri dan bersikap baik. Atau Kyuhyun akan berbalik mengomelinya. “Aku mengetahui jalan rahasia yang aku yakin tidak seorang pun mengetahuinya.”

“Seberapa kau yakin jalan rahasia itu cukup rahasia hingga kita tidak akan ketahuan?” Tanya Jonghyun. Kyuhyun menatapnya dan mengatakan bahwa ia harus bicara sopan pada Donghae –mengingat Donghae yang jauh lebih tua darinya dan selain itu, Donghae juga sepupunya. Jonghyun memilih untuk mengabaikan Kyuhyun kali ini.

Jujur saja, ia sudah sangat jengah berada di tempat ini. Dan tiba-tiba Donghae mengajak mereka keluar –walaupun untuk beberapa jam saja– bagaikan sebuah angin segar bagi Jonghyun. Jadi, ia hanya ingin memastikan bahwa rencana pelarian mereka berjalan dengan lancar.

“Tidak sampai tujuhpuluh persen, tapi mereka akan memikirkan jalan itu sebagai pilihan akhir. Otthe? Lagipula aku yakin kalian sudah bosan berada disini, bukan? Aku bahkan lebih bosan dari kalian. Bisa saja aku kabur sendirian, dulu, tapi aku belum mengenal Seoul. Jika bersama kalian, setidaknya kita bisa pulang dengan selamat.” Donghae kembali berusaha meyakinkan Kyuhyun dan Jonghyun untuk mengikuti rencananya.

Jonghyun dan Kyuhyun saling memandang untuk beberapa menit.  Mereka tampak berdiskusi tanpa suara. Well, mereka sepertinya bisa membaca pikiran satu sama lain –karena hubungan mereka yang terlalu melebihi sebagai saudara sedarah. Kyuhyun masih terlihat ragu, walaupun Jonghyun sudah mengatakan setuju dari ekspresinya.

Jonghyun memutuskan diskusinya dengan Kyuhyun dan memandang Donghae. “Oke, aku ikut rencanamu. Tapi jika kita ketahuan –yang aku yakin seratus persen– maka kau yang harus bertanggung-jawab. Itu karena kau yang mengajak kami dan kau juga lebih tua dari kami. Deal?”

Donghae kembali mengangguk dengan antusias. “Deal!!” Lalu Donghae menatap pada Kyuhyun. “Kalau kau, Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun menghela nafas dan memandang Jonghyun dengan lekat. “Arraseo, aku ikut. Tapi sebaiknya kita pulang sebelum makan malam –itu pun jika tidak ada seorang pengawal pun yang menemukan kita. Karena seperti kata Jonghyun, kita pasti akan ketahuan.”

Donghae tersenyum lebih lebar. “Yeay!! Gomawo Kyuhyun-ah…” Dan tanpa sadar Donghae memeluk Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun tertawa kecil melihat tingkah Donghae dan membalas pelukannya. Sedangkan Jonghyun hanya diam mematung melihat hal tersebut. Entahlah, tapi Jonghyun merasakan bagian tubuhnya terasa sakit melihat keakraban Kyuhyun dan Donghae.

Jonghyun tidak tahu bagian apa yang tidak disukainya. Kyuhyun dan Donghae yang kini lebih akrab padahal yang mempunyai hubungan darah dengan Donghae adalah dirinya, atau Jonghyun merasa bahwa dirinya-lah yang seharusnya tidak berada ditempat ini dengan posisi sebagai Pangeran Hyun yang sebenarnya.

*****

Haena mendengus jengkel ketika ia melihat wajah Kyungsoo berada diantara beberapa pengawal baru. Sepertinya sepupunya baru saja menjalani pendidikan di akademi, tapi kenapa bisa terpilih? Haena kembali mendesah kesal ketika ia melihat sebuah bagde berwarna kuning keemasan di seragam Kyungsoo. “Sial, dia benar-benar serius ternyata akan menduduki posisi pertama dalam seleksi. Do Kyungsoo, kau salah memilih lawan.”

“Dan untuk satu bulan, ke-sepuluh pengawal akan berada dibawah pengawasan anda, Kepala Pengawal Cha.” Salah satu direktur akademi menyerahkan sebuah map resmi pada Kepala Pengawal Cha sebagai serah-terima sepuluh pengawal baru dari akademi untuk menjalani pelatihan. Kepala Pengawal Cha menerima map tersebut seiring dengan Kyungsoo yang menatap Haena dengan sebuah senyuman.

“Halo, sepupu.”

“Nappeun nom.” Gumam Haena berbisik, tapi Siwon yang berdiri disisinya bisa mendengar jelas. Siwon sedikit melirik Haena dan menyadari bahwa gadis itu sedang dalam mood yang kacau. Jadi, itu sebagai peringatan bagi Siwon untuk tidak berbuat macam-macam pada Haena.

Prosesi serah-terima berlangsung cepat. Dan kini, Kepala Pengawal Cha membagikan tugas dan mentor pengawas bagi sepuluh pengawal tersebut. Haena sangat berharap kalau ia tidak perlu menjadi mentor bagi Kyungsoo. Baginya, itu adalah mimpi buruk. Haena dan Kyungsoo mungkin sepupu yang cukup akrab, tapi kompetisi diantara mereka juga begitu kentara. Jadi, lebih baik Kepala Pengawal Cha memiliki pemikiran lain.

“Yang Seungho, kau akan menjadi mentor bagi Do Kyungsoo dan Jang Hyubin. Dan terakhir, Kim Haena akan menjadi mentor bagi Kang Jonam. Baiklah, karena Yang Seungho, Choi Siwon dan Kim Haena adalah pengawal pribadi dari ketiga Pangeran, maka Kang Jonam, Do Kyungsoo, Jang Hyubin, Baek Jihoon dan Park Saeyoon, kalian juga bertugas sebagai pengawal pribadi ketiga Pangeran. Dan mulai dari hari ini hingga satu bulan kemudian, kalian bersepuluh harus mematuhi setiap perintah dari para mentor. Jangan melakukan kesalahan, karena aku bisa saja menulis laporan yang akan membuat kalian dikeluarkan dari Akademi. Kalian mengerti?!” Ucap Kepala Pengawal Cha dengan suara lantang dan tegas.

“Yes, Sir!” Serempak sepuluh pengawal tersebut.

*****

Haena rasanya ingin memukul Kyungsoo yang seakan memamerkan bagde-nya dengan bangga. Tapi ia tidak bisa melakukannya karena dalam peraturan tidak boleh ada tindakan pembullyan dalam bentuk apapun. Haena bisa saja mendapatkan skorsing atau hukuman yang lebih berat.

“Jangan bertingkah, Do-sshi. Aku ini senior-mu.”

Kyungsoo tersenyum dengan mata besar. “Tentu saja, Sunbaenim. Aku mengetahuinya. Tapi, kau juga adalah sepupuku. Tidak aturan yang melarang, sepupu.” Haena mendesis jengkel.

“Oh? Jadi, dia adalah sepupumu, Haena-sshi?” tanya Seungho.

Kyungsoo mengangguk sebagai jawaban untuk Seungho. “Itu benar, Sunbaenim. Kami sebenarnya mengikuti ujian masuk akademi bersama-sama, hanya saja Haena yang mendapat keberuntungan lebih dulu. Aku baru masuk akademi sekitar satu bulan yang lalu.”

Seungho tersenyum. “Tapi sepertinya kau cukup berbakat. Lihat saja, bagde-mu itu. Sangat sulit untuk mencapai posisi-mu saat ini, terlebih jika kau adalah seorang akademi baru.”

“Jangan terlalu menyanjungnya, Seungho-sshi. Kepalanya akan semakin besar hingga ia tidak bisa menopangnya ditubuhnya yang kecil itu.” Tukas Haena yang membuat Kyungsoo cemberut.

Tubuh Kyungsoo memang terbilang kecil untuk ukuran pria berusia duapuluhan. Bahkan Kyungsoo dan Haena memiliki postur tubuh yang hampir sama. Dan seringkali, Haena memakai kekurangan itu sebagai bahan ejekan untuk Kyungsoo.

“Jangan mengejek hoobae-mu, Haena. Terlebih dia juga sepupumu.” Tegur Seungho, yang kemudian mendapat cengiran dari Kyungsoo. Anak itu jelas-jelas mendapatkan bala bantuan dari mentornya.

Namun, tiba-tiba Siwon datang dengan tergesa. Haena dan Seungho memandangnya dengan siaga. Karena mereka tahu bahwa terjadi sesuatu pada ketiga Pangeran saat ini. “Mereka bertiga kabur. Kepala Pengawal Cha memerintahkan kita untuk mencari mereka dengan segera sebelum Tuan Kang mengetahuinya.”

“Oh, tidak bisakah hari ini lebih buruk lagi?”

*****

Donghae terlihat seperti seorang anak kecil yang baru pertama-kali pergi ke taman bermain, tapi sebenarnya mereka sedang berada di Myeong-dong. Ya, berkat jalan rahasia yang diketahui Donghae, mereka bertiga bisa kabur dari paviliun disaat beberapa pengawal sedang dipanggil untuk penerimaan beberapa pengawal baru dari akademi. Dan setelah menaiki bus, mereka akhirnya sampai di Myeong-dong.

Berkali-kali Donghae memasuki toko-toko pinggir jalan dan melihat barang-barang yang dijual.  Tapi itu malah membuat Kyuhyun dan Jonghyun seperti pengurusnya. Mereka berjalan dibelakang Donghae dan memastikan pemuda itu tidak hilang atau berbuat hal-hal aneh mengingat ini pertama-kalinya ia berjalan-jalan tanpa pengawal.

“Dia mirip denganmu.” Tukas Kyuhyun tiba-tiba.

Jonghyun melirik Kyuhyun. “Aku? Bagian mananya? Seingatku, aku tidak pernah bersikap kekanakan seperti yang Donghae lakukan sekarang.”

Kyuhyun mendecih. “Hyung, Jonghyun. Kau harus memanggilnya hyung.” Tapi Jonghyun berpura tidak mendengarkan Kyuhyun. “Tapi dia memang mirip denganmu. Kau ingat saat kita pergi ke pasar malam untuk pertama-kali. Saat melihat banyak permainan, matamu juga berbinar seperti mata Donghae hyung sekarang ini. Dan kalian hampir mempunyai sifat yang sama.”

“Apa?”

Kyuhyun menatap Jonghyun dan menjitaknya. “Keras kepala dan suka sekali berbuat onar. Aku yakin, semua pengawal pasti sedang panik.” Kyuhyun lalu kembali berjalan dan memperhatikan Donghae.

Jonghyun tidak membalas ucapan Kyuhyun. Ia hanya menatap Kyuhyun yang kini berjalan disamping Donghae –sepertinya jika dibiarkan sendiri Donghae akan benar-benar hilang. Kyuhyun memang paham betul dengan sifat Jonghyun dan sepertinya saudaranya itu juga mulai memahami sifat Donghae, padahal mereka belum lama bertemu. Dan sebenarnya Jonghyun semakin merasa kecemasan dalam dirinya.

Entahlah, tapi rasanya kedekatan Kyuhyun dan Donghae bukanlah sesuatu yang biasa. Mereka begitu akrab layaknya sepasang saudara yang telah lama mengenal. Jonghyun tidak akan bersikap naif, tapi ia merasa kecemburuan juga melihat keduanya. Ia dan Kyuhyun terbiasa untuk selalu bersama sejak mereka masih di panti asuhan. Tapi ketika Donghae memasuki hidup mereka, Jonghyun seperti merasa terabaikan oleh Kyuhyun.

Jonghyun tidak bermaksud untuk berprasangka buruk mengingat statusnya kini menjadi seorang pangeran –oh, Jonghyun bahkan tidak berharap bahwa hasil test bulan lalu itu adalah kenyataan– yang harus disibukkan dengan berbagai pelajaran-pelajaran mengenai protokol kerajaan atau semacamnya. Itu jelas menghabiskan seluruh waktunya dan tidak bisa menghabiskan waktu bersama Kyuhyun lagi. Alhasil, Kyuhyun dan Donghae yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama dan kini menjadi sangat akrab.

Jonghyun menghela nafas dan berjalan mendekati Kyuhyun dan Donghae yang sibuk memilih gelang pada penjual aksesoris dipinggir jalan. Disaat Kyuhyun dan Donghae sibuk memilih, Jonghyun mengambil sebuah gelang dengan model yang simple. “Apa ini ada tiga buah?” Tanya Jonghyun pada penjualnya.

“Tentu saja. Apa kau ingin dengan warna yang sama? Atau berbeda?”

“Warna yang sama saja dan tolong yang hitam saja.” Ucap Jonghyun. Penjual itu mengangguk dan menyiapkan permintaan Jonghyun.

Kyuhyun menatap Jonghyun dengan bingung. “Kau beli gelang itu untuk siapa? Teman-temanmu?”

Jonghyun kembali menghela nafas. “Jaeshin adalah tipe gadis yang menolak pemberian hal-hal berbau “perempuan” dan Minho jelas akan langsung menolak karena dia hanya menerima pemberian dari seorang gadis. Gelang itu untuk kita bertiga.”

“Bertiga?! Apa untukku juga?” Tanya Donghae. Jonghyun hanya mengangguk sebagai jawaban Donghae. Kyuhyun tersenyum tapi Jonghyun berpura tidak melihatnya.

Sang penjual itu memberikan gelang tersebut dan Jonghyun lalu membayarnya. Jonghyun langsung memakainya satu dan memberikan masing-masing kepada Kyuhyun dan Donghae. “Ayo makan jjajangmyeon. Aku lapar.”

*****

“Mereka di Myeong-dong.” Lapor Kyungsoo.

Seungho lalu melajukan mobil van hitam itu kearah Myeong-dong dengan sigap. Sedangkan Kyungsoo masih terus memperhatikan Tablet ditangannya. Sedangkan Haena hanya diam seakan sedang memikirkankan sesuatu. Haena mempunyai sebuah pemikiran tapi dia tidak akan berani melakukannya tanpa persetujuan Seungho.

Haena menatap Seungho yang tengah menyetir. “Seungho-sshi, bagaimana kalau kita membiarkan mereka berjalan-jalan sebentar?” Seungho meliriknya sekilas dengan heran, begitu juga dengan Kyungsoo dan Jonam yang duduk dikursi belakang.

“Maksudmu?”

Haena menarik nafas pelan. “Mereka tidak akan kabur kalau Tuan Kang tidak begitu protektif pada mereka. Selama ini mereka hanya berdiam diri kamar masing-masing mempelajari protokol kerajaan. Bahkan mereka tidak boleh menyentuh ponsel. Setidaknya, kita bisa mengawasi mereka dari jauh. Dan ketika waktunya tiba, kita jemput mereka.”

Seungho masih terus menyetir. Keningnya tampak berkerut. Kepala Pengawal Cha jelas memberikan perintah untuk segera membawa ketiga pemuda itu kembali ke paviliun sebelum Tuan Kang menyadarinya, tetapi disisi lain Seungho membenarkan ucapan Haena. Seungho tahu persis bagaimana Donghae selama beberapa bulan ini. Pemuda itu tampak bosan tinggal dirumah besar tanpa diperbolehkan keluar –bahkan hanya untuk ke taman. Kyuhyun dan Jonghyun pasti juga merasakan hal yang sama dengan Donghae.

“Otthe?” Tanya Haena.

Seungho menarik nafas perlahan. “Kita lihat nanti. Yang terpenting, kita harus menemukan mereka terlebih dahulu.”

*****

Siwon menghela nafas dan memasukkan ponselnya kembali kedalam saku jas-nya. Haena baru saja menghubunginya mengenai rencana dadakan. Siwon akan membenci gadis itu jika sudah berbuat hal-hal yang aneh. Seperti sekarang ini, Haena memberitahu bahwa mereka akan mengawasi ketiga pemuda itu dari jauh, padahal jelas sekali bahwa Kepala Pengawal Cha memberi perintah untuk membawa mereka pulang sebelum ketahuan oleh Tuan Kang.

Dan kini, Siwon-lah yang harus memberitahu Kepala Pengawal Cha mengenai rencana dadakan tersebut. “Mungkin seharusnya aku ikut saja bersama mereka.” Gumam Siwon kesal.

Siwon kemudian berjalan menuju ruangan pengawas utama. Disana Kepala Pengawal Cha sedang memperhatikan sebuah layar besar dengan sebuah lokasi dengan titik kordinat. Siwon kembali menarik nafas dan berjalan mendekat.

“Mereka di Myeong-dong.” Ucap Kepala Pengawal Cha.

Siwon mengangguk. “Ne, tapi Pengawal Kim dan Pengawal Yang mempunyai rencana lain.”

“Mereka akan membiarkan ketiga pemuda itu tetap kabur dan baru menjemput pulang setelah waktu yang tepat? Itukah rencana lain-nya?” Siwon mengangguk. Walaupun ia tidak tahu bagaimana Kepala Pengawal Cha mengetahuinya, tapi Siwon tidak akan mengatakan hal lainnya.

Kepala Pengawal Cha menarik nafas dan memeriksa jam dipergelangan tangannya. “Katakan untuk pulang sebelum pukul lima sore. Tuan Kang akan berada di Cheongwadae sampai sore ini. Dan akan kembali sebelum waktu makan malam.”

Kepala Pengawal Cha menatap Siwon dengan serius. “Katakan pada mereka untuk tidak terlambat. Ini adalah kesalahan pertama dan terakhir, mengerti?”

Siwon mengangguk.

*****

“Bagaimana perkembangannya, Tuan Kang?” Tanya Presiden Lee dengan wajah tenang.

“Pangeran Hyun belajar dengan baik. Walaupun kami mengalami sedikit kesulitan dengan sifat keras-kepalanya, tapi kami bisa mengerti bahwa beliau belum terbiasa dengan perubahan yang drastis. Pangeran Donghae belajar dengan pelan-pelan.” Lapor Tuan Kang.

Presiden Lee mengangguk mengerti. Sedangkan Jeonghyuk yang ikut dalam pertemuan tersebut menghela nafas lega mendengarnya. Tapi Tuan Kang belum menyebut Kyuhyun, jadi ia masih penasaran dengan putra lainnya tersebut. Jeonghyuk bisa saja menemui kedua putranya tapi itu rasanya sangat canggung. Jadi, ia berusaha untuk menahan diri sampai waktunya tiba.

“Lalu bagaimana Pangeran Kyuhyun?” Pertanyaan dari Presiden Lee membuat Jeonghyuk dan Tuan Kang tersentak. Terang saja, beliau menyebut Kyuhyun dengan sebutan pangeran juga, padahal dari hasil test lalu mengatakan Jonghyun-lah pangeran yang mereka cari. Presiden Lee tersenyum. “Waeyo? Kenapa wajah kalian seperti itu? Apakah ada yang salah dengan ucapanku?”

“Ani, Presiden Lee. Tapi, Kyuhyun bukan-lah seorang Pangeran. Itulah yang anda katakan setelah mengetahui hasil test DNA lalu. Jadi, ketika anda menyebutnya sebagai Pangeran Kyuhyun, itu agak sedikit…” Jeonghyuk menatap kearah Tuan Kang sekilas dan kembali memandang Presiden Lee. “Sebutan Pangeran Kyuhyun, rasanya agak berlebihan.”

Presiden Lee tertawa kecil. “Aku memang mengatakan bahwa Jonghyun adalah keturunan dari Pangeran Gyungho, tetapi aku tidak mengatakan bahwa Kyuhyun bukan seorang Pangeran juga. Atau apakah waktu itu aku salah berucap?”

“Maksud anda, Presiden Lee?” Tuan Kang sepertinya masih bingung.

Presiden Lee menarik nafas panjang. “Ada satu hal yang belum kukatakan saat itu. Mengenai hasil test DNA Jonghyun dan Kyuhyun. Keduanya memiliki kecocokan yang hampir sama. Namun, Jonghyun memiliki presentase yang lebih besar jadi sementara aku mengatakan bahwa dia-lah Pangeran yang hilang. Tapi aku masih mempunyai keraguan. Untuk itu, aku masih melakukan penyelidikan atas hal tersebut. Dan sampai aku mendapatkan hasilnya, ketiga Pangeran itu harus berada dibawah pengawasan yang ketat.”

Presiden Lee kembali memandang Tuan Kang dengan lekat. “Jadi Tuan Kang, bagaimana dengan perkembangan Pangeran Kyuhyun?”

Tuan Kang berdeham beberapa-kali sebelum akhirnya ia menjawab. “Pangeran Kyuhyun belajar dengan cepat. Beliau juga membantu Pangeran Donghae untuk mempelajari protokol kerajaan dan hal lainnya.”

“Ya, Kyuhyun memang sangat pintar. Benarkah, Jeonghyuk-sshi?” Tukas Presiden Lee. Jeonghyuk hanya mengangguk sembari mengulas senyuman tipis. Tuan Kang menatap Jeonghyuk sekilas dan kembali berfokus pada Presiden Lee. “Aku senang jika mereka bertiga mengalami perkembangan yang baik. Ah, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu, Tuan Kang.”

“Ye, Presiden Lee. Apa yang anda ingin ketahui?”

“Kudengar, kau mengurus masalah perkuliahan Kyuhyun dan Jonghyun. Aku mendapat laporan kalau kau meminta penundaan skripsi mereka pada rektor universitas. Benarkah?”

Jeonghyuk kini menatap Tuan Kang dengan serius, sama seperti Presiden Lee. Jujur, hal ini juga baru diketahui olehnya. Jeonghyuk selalu berpikir kalau kedua putranya masih bisa meneruskan kuliah mereka, karena Presiden Lee sudah memastikan bahwa persiapan Pendirian Kerajaan tidak akan mengangguk pendidikan formal mereka di universitas.

Tuan Kang agak menunduk. “Ne, Presiden Lee. Karena para dewan Kerajaan berpikir bahwa mereka harus fokus dalam mempelajari protokol kerajaan dan beberapa hal lainnya. Jadi, sampai hari pengukuhan Kerajaan, aku meminta persetujuan cuti kepada pihak universitas. Tapi tentu saja, hal ini bersifat rahasia.”

Presiden Lee mengangguk mengerti. “Aku mengerti bahwa niat Dewan Kerajaan sangat baik, tapi bagaimanapun sampai hari itu tiba Kyuhyun dan Jonghyun tetaplah seorang anak yang berhak mendapatkan pendidikannya. Protokol Kerajaan memang penting, tapi apa yang telah mereka kerjakan sebelum berstatus sebagai anggota Kerajaan juga penting. Jadi, aku meminta agar kau dan anggota Dewan lain mempertimbangkan mengenai kuliah keduanya. Lagipula, Kyuhyun dan Jonghyun tinggal memproses skripsi mereka. Dan sepertinya, itu tidak akan menganggu pendidikan mereka mengenai protokol kerajaan.”

Tuan Kang terdiam. Presiden Lee menarik nafas. “Jadi, bisakah kau mempertimbangkannya lagi, Tuan Kang? Tentu saja, kau perlu berdiskusi dengan anggota dewan kerajaan lainnya.”

“Ye, Presiden Lee. Kami akan kembali mempertimbangkannya.”

*****

Kyuhyun tertawa lepas melihat tingkah Donghae yang sibuk mencoba berbagai topi-topi dengan design yang lucu. Sedangkan Jonghyun hanya menonton dengan wajah datar. Kyuhyun meliriknya dan menyuruhnya membantu Donghae untuk memilih. Awalnya Jonghyun menolak, tapi Kyuhyun sama keras kepala-nya dengan Jonghyun dan Donghae. Berkali-kali mereka mencoba topi dan sesekali mengambil foto. Sampai akhirnya, Donghae memilih topi dengan design seperti mahkota besar.

Belum puas, ketiga kembali menjelajahi jalan Myeong-dong. Memasuki puluhan toko-toko sekedar melihat-lihat atau membeli beberapa barang. Sedangkan Haena, Seungho, Kyungsoo dan Jonam hanya mengawasi ketiganya dari jauh –sesuai dengan rencana mereka dan beruntung Kepala Pengawal Cha memberikan ijin.

“Aku tidak pernah melihat Donghae sesenang itu.” Ucap Seungho.

Haena tersenyum mengiyakan. “Well, ini juga pertama-kali dalam beberapa minggu aku melihat Kyuhyun dan Jonghyun tersenyum lepas begitu. Sejak hasil test itu keluar, keduanya selalu terlihat muram. Seakan kebahagian mereka telah habis direnggut.”

“Ah, kau dan Siwon bertugas untuk menjaga keduanya bahkan sebelum hasil test itu bukan?” Haena kembali mengangguk. Seungho menarik nafas pelan. “Mereka berdua pemuda yang baik. Mungkin mereka masih belum bisa beradaptasi dengan situasi sekarang.”

Haena menatap Seungho dan tersenyum tipis. Sedangkan Kyungsoo dan Jonam yang masih terus memperhatikan ketiga pangeran sepertinya merasakan sesuatu sedang terjadi. “Sunbaenim, sepertinya terjadi sesuatu. Pangeran Kyuhyun terlihat panik dan Pangeran Jonghyun juga…” kata Jonam.

“Sepertinya Pangeran Donghae tidak ada.” Ucap Kyungsoo.

Haena dan Seungho membelalak tak percaya, sepertinya mereka hanya lengah beberapa detik saja. Tidak sampai satu menit, tapi Donghae sudah menghilang dari perhatian mereka. Sontak mereka berempat segera menghampiri Kyuhyun dan Jonghyun.

Kyuhyun cukup terkejut melihat Haena dan Seungho yang menghampiri mereka beserta dua pengawal lain yang salah satunya adalah Kyungsoo. Tapi Kyuhyun tidak mempunyai waktu untuk bertanya kenapa Kyungsoo bisa menjadi Pengawal Negara.

“Dimana Donghae?” Tanya Seungho.

Kyuhyun menggeleng. “Kami tidak tahu. Aku dan Jonghyun hanya beberapa detik melihat sebuah barang. Dan Donghae hyung jelas-jelas berada dibelakang kami, tapi ketika aku menoleh kebelakang Donghae hyung sudah hilang.”

Haena mendesah pelan. Walaupun Haena sudah menduga bahwa kemungkinan ini akan terjadi, tapi ia tetap saja merasa sangat tidak berguna. Ia harusnya lebih mawas lagi dan mencegahnya terjadi. Tapi sekali lagi, Haena merasa gagal dengan misinya. “Kyungsoo-sshi, Jonam-sshi, bawa kedua Pangeran ke mobil.” Katanya. Kyungsoo dan Jonam mengangguk patuh.

“Lalu Donghae?” Tanya Jonghyun. Well, ia tentu juga merasa khawatir karena bagaimanapun Donghae juga menjadi tanggungjawab-nya. Donghae mungkin yang mengajak mereka untuk kabur, tapi Jonghyun dan Kyuhyun tahu persis bahwa Donghae harus mereka jaga dengan baik karena ia tidak mengenal Seoul. Namun, karena kelalaian mereka, Donghae menjadi hilang.

Seungho memperhatikan seluruh area yang terlihat dalam jangkauannya. Ia menarik nafas dan menatap kedua pangeran yang terlihat bersalah tersebut. “Biar kami yang mencarinya. Kalian sebaiknya menunggu di mobil. Ayo Haena,” Seungho kemudian langsung berpencar untuk mencari Donghae. Haena menatap Kyuhyun dan Jonghyun bergantian.

“Pergilah ke mobil. Kami pasti akan menemukannya.”

*****

Situasi di ruangan pengawas utama lebih kacau dari yang terlihat. Siwon masih berkutat dengan layar besar yang menampilkan beberapa kamera CCTV yang dipasang di beberapa tempat kawasan Myeong-dong. Setidaknya, hal itu bisa mempermudah mencari keberadaan Donghae.

“Saeyoon-sshi, apakah kau sudah berhasil?” Tanya Siwon dengan panik.

Saeyoon menatap kearah Siwon dan menggeleng. “Aku sudah berusaha melayak keberadaannya, tapi Pangeran Donghae tidak membawa apapun yang bisa dilacak. Tidak juga ponsel.”

Siwon menghela nafas dan mengusap wajahnya. Well, Siwon akan memilih untuk berkeliling kota dan melakukan investigasi sama saat ia masih bertugas di CIA, dibandingkan harus terkurung di dalam ruangan seperti ini. Siwon berusaha mengingat sesuatu yang yang seperti terlewat olehnya. Sesuatu yang selalu dipakai oleh Donghae. Siwon pernah mendengarnya sekali dari Seungho secara tidak langsung. Dan kini Siwon berusaha untuk mengali ingatannya sendiri. Karena bertanya lagi pada Seungho, itu hanya akan membuang waktu.

“Itu cincin yang dimiliki Donghae. Diberikan oleh nenek yang tinggal bersamanya. Dan kami memasang alat pelacak didalamnya.”

“Pelacak? Tapi bukankah Donghae selalu berada dibawah pengawasanmu? Dan sepertinya, tidak ada orang yang akan membiarkannya kabur.”

“Yeah, tapi saat di Jepang, Donghae pernah kabur sekali sehari sebelum kepulangannya ke Seoul. Jadi, untuk berjaga-jaga Tuan Kang memasang alat pelacak di cincin tersebut. Dan kau tahu, cincin yang dimiliki oleh Jonghyun dan Kyuhyun juga sudah dipasang alat pelacak.”

Siwon tersenyum tipis dan kembali fokus pada layar komputer. Ia memasukkan beberapa kode dan beberapa menit kemudian, muncul sebuah titik kordinat dimana keberadaan Donghae. “Well, harus kuakui pria tua itu cukup pintar.”

*****

Haena langsung bergegas begitu Siwon memberikan kordinat lokasi Donghae. Karena lokasi Haena yang cukup dekat dengan keberadaan Donghae. Gadis itu memperhatikan setiap sisi jalan yang dilaluinya, Haena tidak akan kembali lengah saat ini. Bahkan untuk memastikan, Haena memeriksa toko-toko yang dilaluinya sampai dua-kali.

Hari sudah mulai sore, dan mereka sudah harus kembali. Haena mempersingkat pencariannya. Ia hanya memasuki beberapa toko secara random. Dan walaupun Siwon sudah memastikan bahwa lokasi kordinatnya sudah benar, Haena sama sekali tidak melihat Donghae dimanapun.

Haena menghela nafas frustasi dan hanya berjalan pelan. Gadis itu sudah cukup lelah, dan sekaligus frustasi. Dari sekian sejumlah misi yang telah dikerjakannya, inilah misi yang paling menguras tenaga dan emosinya secara terus-menerus. Dan ketika ia tanpa sengaja melewati sebuah gang, Haena mendengar suara seperti tangisan. Haena berbalik dan kembali menuju gang tersebut.

Ia melihat seorang pria yang sedang meringkuk dengan menyembunyikan wajahnya dikedua lutut dengan sebuah topi yang berbentuk mahkota dikepalanya. Haena menarik nafas lega dan berjalan mendekati pria tersebut.

“Pangeran Donghae,” Pria itu mengangkat wajahnya dan Haena tersenyum tipis. Haena mengulurkan tangannya. “Ayo pulang.”

Advertisements

19 thoughts on “[MM] The President Part 7

  1. aku curiga deh sma tuan kang,dia pasti menyembunyikan sesuatu ? entah lah cma prasaanku aja atau gimana ._.
    gkgkgk itu hae knapa bisa ngilang coba ? pdhal lg di awasi jg .
    ckck
    yeah berasa hae yg paling kecil diantara jjong sma kyu
    –”
    deg2an tau pas bgian pada panik krna hae tiba2 ngilang,tpi untg lah cepet ktemu .
    hoho

  2. Mutiaraaaaa!!!
    Hahaha bahagia euy ini ff keluar juga…
    Hahahah…
    No komen untuk ffnya… hanya brharap kamu lbh sring ngpost ff normal sprti ini…
    (Aku g suka yaoi, ingat?)

    Pa kabar neng???
    Sehat???
    Udah ada prbhn blm??

  3. Hua ada apa dngn haepa,,saengi mau tanya dunx,ini ada ksh percintaan atau fokus politik,ksh bocoran dunx hehe,kalau bsa sih moment wonkyu yg super duper bnyk gmana gmana please hehe,,and gomawo dah update cepet pkokna peluk cium bwt saengi,,hehe

  4. hae kemana aja? jangan bilang liat ikan yang lucu -__-
    ehm biasanya kalo di cerita pangeran gini ada salah seorang yang membelot(?). ehehehe…

  5. HAdeuuuh deg-degan banget, takut ketauan ma Tuan Kang kalo mereka kabur…
    Donghae hiper banget sih, sampe bisa ilang gitu
    Ditunggu banget lanjutannya….

  6. ngebayangin part akhir,, Donghae like a Baby… kkkk 😀
    Aq penasaran dg status Kyuhyun,,,
    Tuan Kang>>>Patut di curigai,, pasti dy ada apa apanya(?)

    Eonnie,, Aq suka Pict_nya,, Boleh aku simpan??? 😉

  7. brp umurmu dongekk.. bisa ilang tbtb gituu. wkwkwk

    entah masih ttp mikir kalau penerus sbnrnya itu kyu. atau malah adil kandungnya donghae alias sepupunya jonghyun? ahhh, imajinasi sangat melayang2 wkwkwk

    lanjut eonnie :3

  8. 😦 itu donge nangis krn tersesat?hehe kayak anak kecil aja…
    Msh berpikir klo ada rahasia lain jg ttg kyu yg kemungkinan bsr adlh pangeran

  9. Hae, hae,, kelakuan tuh ya,,
    kenapa dengan tuan Kang? Rasanya biasa aja.
    Tp dewan gak ada yang menghasut 1 dr 3 pangeran ini ya,,?
    Padahal asik kalo misal kyu mbelot krn ingin status,,
    atw jonghyun yg gak menghendaki tahta yg mbelot,,
    di tambah pembunuhan dewan A atw pengawal B,,
    atau isu konspirasi presiden,, isu politik yg menyebar di masyarakat,,
    keadaan genting, akhirnya proklami ’45.
    ?!!
    haha,, becanda ah,,
    tp si presiden ini, dia tuh paling aneh disini,, btw sistem pemerintahannya saat ini apa? Parlementer? Presidentil? Demokrasi?
    Apa saja syarat perubahan sistem pemerintahan suatu negara?
    Kira2 ngaruh ke bidang ekonomi jg gak? Hehe,, lupakan,, lupakan,, saya lagi ngelantur gak jelas,, pisss,, -.-v
    terima kasih, ditunggu lanjutannya,,

  10. aku masi ngubing antara kyu dan jjong??? entahlah, felling aku slalu menuju ke arah kalo kyu itu ada hubunganya sm kerajaan itu , maybe dialah penerus sebenarnya ~_~
    Aishhh, entahlah ketiga2nya pantas jd pangeran,

    aigoo, itu bang ikan, haduuh bner2 deh kaya biasanya ,polos, kekanakan, bs gtw batiba ngilang?? ckckck, haepa,haepa *puk2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s