[MM] A Story From East Sea [6]

PART 6

 

“ Kau memikirkan pemuda tadi?”

Seohae sontak menoleh pada Kyuhyun yang sedang menyetir. Ya, pada akhirnya Seohae pulang dengan Kyuhyun, karena lima menit setelah pemuda aneh yang menghampiri Seohae untuk memberikan minuman pengganti, Changmin kalah telak dan menjadi badmood.

Seohae  mengernyit. “ Siapa?”

“ Yang tadi mengganti minumanmu itu.” Tutur Kyuhyun. Seohae memutar bola matanya jengkel dan kembali menatap kearah luar jendela.

“ Aku tidak mengenalnya.” Tukas Seohae singkat.

Kyuhyun menarik nafas sembari memutar kemudi kearah kanan saat bertemu dengan persimpangan jalan. “ Kau selalu bilang begitu setiap ada namja yang menghampirimu. Hey, dia bahkan memberitahu namanya. ”

“ Tapi aku memang tidak mengenalnya. Jadi, untuk apa aku memikirkannya.” Ujar Seohae.

Kyuhyun melirik adiknya beberapa detik sebelum kembali fokus pada jalanan. “ Baiklah. Untuk pemuda tadi mungkin tidak, tapi bagaimana dengan pemuda yang kau ceritakan kemarin?”

Seohae menggumam tak mengerti. Ia merasa tidak tertarik dengan pembicaraan Kyuhyun.

“ Pemuda dikampusmu yang dibilang kalau sepupunya memperhatikanmu selama enam bulan.” Jelas Kyuhyun.

Seohae menghela nafas pendek. Kemudian ia kembali memandang kakak lelakinya dengan serius. “ Oppa, berhenti bicarakan hal-hal aneh. Aku tidak mengenalnya dan tidak tertarik untuk membicarakannya. Jadi, biarkan saja.”

“ Arraseo.” Sahut Kyuhyun mengalah.

*****

“ Ah, namaku Choi Siwon. Mahasiswa Kyunghee.”

Pemuda itu mengulurkan tangan dan mengenalkan diri. Seohae hanya meliriknya sekilas tanpa rasa peduli. Sedangkan Kyuhyun yang jengkel dengan sikap adiknya yang kemudian menjabat tangan Siwon.

“ Cho Kyuhyun. Adikku Cho Seohae dan temanku Shim Changmin.”

Siwon tersenyum dan menarik kembali tangannya. Seohae mendengus jengkel. “ Oppa, untuk apa kau mengenalkan semua orang?” Yang kemudian dihadiahi jitakan kecil oleh Kyuhyun.

“ Jaga sikapmu, Cho Seohae!” Kyuhyun kembali menatap Siwon. “ Kau bilang mahasiswa Kyunghee? Fakultas apa? Adikku juga… Aw!! Yak, untuk apa itu?!” Seru Kyuhyun yang meringis kesakitan karena kakinya sengaja diinjak oleh Seohae.

“ Ingat ucapan Eomma, jangan bicara dengan orang asing.”

Siwon jadi merasa canggung. “ Ah, maaf jika aku tidak sopan. Kalau begitu aku permisi. Dan sekali lagi aku minta maaf, Seohae-sshi.”

*****

Donghae memperhatikan sekeliling kafetaria. Hyukjae mendesah jengkel dan memukul kepala sepupunya untuk membuat Donghae tersadar. Donghae mengaduh kesakitan dan menatap Hyukjae kesal.

“ Untuk apa memukulku?!!”

“ Matamu bergerak tigaratus-enampuluh derajat.” Tukas Hyukjae asal.

Donghae mendengus sembari mengusap kepalanya. “ Dia tidak ada di kafetaria. Juga tidak ada di perpustakaan.”

“ Mungkin dia tidak ada jadwal kuliah. Tapi kau bilang tidak ingin memberinya masalah lagi. Kenapa masih mencarinya? Kalau para Barbie itu tahu, habislah gadismu itu.”

Donghae menundukkan kepalanya. “ Aku tahu. Tapi….”

“ Rindu padanya?” Donghae mengangguk untuk membenarkan ucapan Hyukjae.

Hyukjae menghela nafas pasrah. “ Ya sudah, akui saja perasaanmu padanya. Dan jaga dia. Itu lebih mudah daripada aku terus-terusan melihatmu begini. Menyusahkan.”

Donghae mengangkat kepalanya dan kembali menatap Hyukjae. “ Itu tidak mudah, Lee Hyukjae. Cho Seohae itu….” Ucapan Donghae malah terhenti. Hyukjae menatapnya bingung.

“ Cho Seohae itu apa? Lanjutkan…”

“ Cho Seohae dengan Choi Siwon.” Gumam Donghae.

Hyukjae mengernyit. “ Eh? Choi Siwon? Itu tidak mungkin. Mereka tidak saling mengenal dan lagipula Cho Seohae itu…” Belum selesai ucapannya, Donghae memutar kepala Hyukjae untuk melihat kearah pintu kafetaria.

Mulut Hyukjae terbuka. “ Cho Seohae berjalan dengan Choi Siwon?!! Maldo andwae!!!”

“ Tapi itu terjadi dihadapan mata kita dan semua orang, Lee Hyukjae.”

“ Maka Cho Seohae akan mati. Cepat atau lambat.”

Well, ucapan Hyukjae memang benar. Tapi bukan itu yang menjadi pertanyaan terbesar yang ada dibenak Donghae. “ Bagaimana dia mengenal Choi Siwon?”

*****

“ Berhenti mengikutiku. Semua orang menatap kearahmu.”

Siwon yang masih tak peduli masih tertawa senang karena secara tidak sengaja mereka bertemu kembali di koridor menuju perpustakaan. Dan sejak itu, Siwon selalu mengekori Seohae –mengajaknya bicara, walaupun tidak pernah ditanggapi oleh Seohae.

“ Kenapa? Kita hanya bicara, Seohae-sshi. Kita makan bersama, ne? Aku traktir untuk membayar kejadian kemarin. Dan mereka tidak hanya menatapku, tapi juga dirimu. Aku rasa.”

Langkah kaki Seohae terhenti. Ia menatap Siwon lalu menghela nafas. Entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu mendapati pemuda-pemuda yang tidak dikenalnya dan kebetulan sangat populer berada disekelilingnya. Dan Seohae tidak menyukainya. Sama sekali tidak menyukainya.

“ Kau sudah mengganti minumanku kemarin. Dan aku rasa itu sudah cukup. Jadi, bisakah kau berpura tidak pernah bertemu denganku. Aku akan melakukan hal yang sama. Terima kasih.” Seohae hendak melewati Siwon, tapi pemuda itu menahan lengannya.

Semua orang terkejut –termasuk Donghae, bahkan Seohae sendiri. Ia lalu menarik tangannya dan menjaga jarak dengan Siwon. Siwon kembali merasa bersalah –mulai menggaruk tengkuknya.

“ Maaf. Tapi, aku hanya ingin membayar kesalahanku. Lagipula kita satu kampus walaupun sepertinya kita berbeda fakultas. Tapi kita adalah teman, Seohae-sshi.” Tutur Siwon.

Seohae kembali menatap Siwon. “ Kita mungkin satu kampus dan mengetahui nama masing-masing, tapi bukan berarti kita adalah teman. Kita tidak saling mengenal, Siwon-sshi. Jadi, kita bukan teman.”

“ Okay, ucapanmu ada benarnya. Tapi kita bisa menjadi teman, bukan? Ayolah, Seohae-ya.” Siwon kini sudah berbicara non-formal dengan Seohae.

Seohae masih memandang Siwon dengan lekat. “ Maaf, aku tidak bisa. Bisa kau tinggalkan aku? Jangan mengangguku lagi.” Dan kemudian Seohae meninggalkan Siwon –dan area kafetaria juga.

Semua orang masih dalam rasa terkejutnya ketika Siwon berjalan bersama Seohae. Tapi mereka lebih terkejut Seohae yang terlihat seperti menolak Siwon. Donghae dan Hyukjae juga tidak bisa berkata apapun.

Hyukjae kembali pada posisi duduk tegaknya. “ Wow. Apa aku baru saja melihatnya pergi meninggalkan Choi Siwon?”

Donghae mengangguk. Dan Hyukjae kembali bergumam kata-kata “wow”. Donghae menatap Siwon yang masih terdiam akibat penolakan Seohae. Apapun yang mereka bicarakan, jelas Seohae tidak menyukainya. Well, Seohae tidak menyukai siapapun mendekatinya. Tapi Donghae tidak akan menyerah. Donghae menyambar tasnya dan langsung berlari pergi.

“ Dan wow untuk Lee Donghae.”

*****

Donghae berlari mengelilingi beberapa fakultas, perpustakaan dan beberapa tempat lainnya yang sempat terpikirkan olehnya. Tapi ia tidak menemukannya. Donghae tidak menemukan Seohae. Dan Donghae malah merasa semakin khawatir. Pengalaman sebelumnya kembali terngiang ketika Hyukjae berusaha bicara dengan Seohae kemarin, dan hasilnya tidak baik.

Dan bisa saja, sekarang lebih buruk. Karena Choi Siwon.

Hampir satu jam, Donghae berusaha mencari Seohae tapi nihil. Ia bahkan melewatkan kelas terakhirnya. Donghae menghela nafas dan melangkah dengan sendirinya. Kakinya yang menuntunnya. Donghae menaiki anak tangga yang akan membawanya ke atap gedung fakultasnya. Ini adalah pertama-kalinya bagi Donghae.

Kemudian ia membuka pintu. Donghae berjalan menuju pinggir pagar pembatas. Ia memperhatikan semua yang berada dibawahnya. Donghae menarik nafas panjang dan memejamkan matanya. Ia kini hanya menikmati hembusan angin, mencium bau udara, dan suara tak-tik yang pelan. Seperti suara keyboard laptop atau semacamnya.

“ Eh?”

Donghae kembali membuka matanya. Ia lalu berbalik untuk mencari suara itu. Kemudian Donghae menghela nafas lega dan tersenyum. Perlahan kakinya kembali bergerak. Membawanya ke sumber suara tersebut.

“ Cho Seohae.”

Gadis itu –Seohae, gadis yang dicarinya seperti orang gila– mengangkat kepalanya dan menatap mata Donghae lekat.

“ Kita bertemu lagi, Cho Seohae.”

*****

Siwon mendesah. Jaeshin memandanginya dengan jengkel. Ini sudah kesekian kalinya ia mendengar suara nafas Siwon yang terasa berat. Tapi ia hanya mengabaikan Siwon dan terfokus pada novel yang tengah dibacanya.

Siwon kembali mendesah dan sedikit melirik kearah Jaeshin. “ Jae…”

“ Ya?” Sahut Jaeshin tanpa mengalihkan perhatiannya dari novel. Tiba-tiba Siwon menarik novel itu yang membuat Jaeshin berteriak kesal. “ Hey, kembalikan novelnya. Aku belum selesai membacanya.”

“ Akan kukembalikan nanti. Tapi bantu aku.”

Jaeshin melipat kedua-tangannya. “ Apa?”

“ A-apa aku ini menyebalkan?”

“ Iya. Sangat menyebalkan. Kau mengambil novelku dan itu sangat menyebalkan.”

Siwon mendengus jengkel. “ Bukan itu maksudku, Jae.”

“ Lalu? Katakan yang jelas, Oppa.”

Siwon menarik nafas dan menatap Jaeshin dengan serius. “ Hari ini aku bertemu dengan seorang gadis. Kami sudah mengetahui nama masing-masing. Dan aku hanya ingin berteman dengannya. Tapi dia malah menyuruhku untuk tidak mengenalnya.”

“ Gadis yang aneh. Tapi kau lebih aneh. Kenapa kau ingin berteman dengannya, Oppa? Dan sepertinya, kau kembali memaksa keinginanmu pada orang lain lagi. Hentikan kebiasaan burukmu itu. Tidak semua orang akan menyukai apa yang menjadi keputusanmu secara sepihak.”

“ Itu kebiasaan, Jae. Tapi aku bukan pemaksa. Jika memang tidak ingin, maka aku akan berhenti. Tapi, dengannya tidak bisa. Aku ingin tetap menjadi temannya. Dan sepertinya dia tidak punya teman di kampus. Dia sendirian.”

Jaeshin menghela nafas dan menarik novelnya kembali. “ Jangan memaksanya seberapa besarnya pun keinginanmu untuk berteman dengannya. Itu hanya akan membawa masalah baginya. Dan kau itu adalah Choi Siwon.”

Siwon mengernyit. “ Aku memang Choi Siwon. Lalu?”

Jaeshin mendengus kesal. “ Pabbo!!”

*****

Seohae sibuk dengan laptopnya. Ia sudah mencapai akhir dari cerita yang tengah diselesaikannya. Tangannya bergerak begitu lincah dan hampir tanpa kesalahan. Seohae sudah duduk di meja belajarnya setelah makan malam dan kini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam ketika Seohae menuliskan kata “the end”.

Seohae tersenyum dan merentangakan tangannya keatas untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia membaca paragraf terakhir untuk memastikan semuanya sudah sesuai keinginannya. Seohae lalu menyimpan dokumen tersebut. Besok ia akan mengirimkan pada editornya.

Seohae lalu bangun dari kursi dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur yang empuk. Ia menghela nafas lega. Novel yang dikerjakan hampir setahun kini sudah selesai. Mungkin dengan sedikit editing maka novel terbarunya akan segera terbit. Diantara kelegaannya, Seohae kembali teringat pada peristiwa diatap gedung sore tadi. Dan juga peristiwa Choi Siwon yang mengekorinya. Seohae mendengus jengkel.

“ Aku bahkan tidak mengenal mereka. Kenapa mereka malah menggangguku terus? Menyebalkan.”

Seohae menatap langit-langit kamarnya.

“ East Sea. Donghae.” Gumamnya. “ Kenapa aku bisa bertemu dengan orang yang mempunyai nama yang sama dengan nama pengarangku? Oh, bahkan nama kami juga memiliki arti yang hampir sama. Seohae. Donghae. West Sea dan East Sea.”

“ Ah… Eomma memberikan nama yang pasaran untukku.”

*****

“ Kau siapa?”

Donghae terdiam untuk sesaat. Ia merasa ragu untuk mengenalkan diri, tapi Seohae sudah menanyakan siapa dirinya. Bukankah itu awal yang cukup bagus. Walaupun sepertinya Seohae tidak mengingat dirinya –mereka baru saja bertemu kemarin, atau mungkin beberapa-kali dalam sekilas saja.

“ Donghae. Lee Donghae.”

Seohae memandangi Donghae dengan lekat. Ia seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya. Seohae berusaha memutar ingatannya untuk beberapa hari terakhir, karena rasanya ia pernah mendengar nama Donghae sebelumnya.

“ Donghae-ya!!  Akhirnya aku menemukanmu, sepupu.”

“ Ani. Aku tidak salah orang. Kau Cho Seohae, mahasiswi jurusan sastra tingkat dua, bukan. Lagipula… sudah kubilang, sepupuku itu sudah memperhatikanmu sejak enam bulan. Mana mungkin aku atau dia salah mengenali orang.”

Eh, ini sepupuku yang kemarin kubilang selalu memperhatikanmu selama enam bulan. Namanya Lee…”

“ Kau sepupu si monyet.” Ucap Seohae tiba-tiba dan ia langsung menutup mulutnya.

Donghae tertawa melihat reaksi Seohae. “ Ya, jika si monyet yang kau maksud adalah Lee Hyukjae.”

Seohae kemudian bersikap normal kembali. Dan membuat Donghae juga berhenti tertawa. Seohae mematikan laptopnya setelah ia menyimpan tulisan terakhirnya dan bersiap untuk meninggalkan atap. Donghae hanya bisa memperhatikan gadis itu memasukkan laptop kedalam tas ranselnya. Ia ingin sekali bicara hal lainnya tapi lidahnya malah terasa begitu kaku.

Namun, begitu Seohae hendak pergi, Donghae dengan cepat menahan lengannya tapi buru-buru dilepaskannya. Melihat Seohae menolak interaksi fisik dengan Siwon, membuat Donghae sedikit lebih berhati-hati untuk bersikap.

Seohae menatap Donghae serius. “ Kenapa?”

“ Ah.. I-itu. A-aku… Er, minta maaf untuk yang kemarin.”

Seohae mengernyit. “ Kemarin?”

“ Perpustakaan? Dan.. Kim Sooyeon.”

“ Itu bukan kesalahanmu. Tidak perlu minta maaf lagipula aku tidak peduli.”  Seohae hendak kembali berjalan pergi, tapi Donghae malah berteriak kencang.

“ Tapi aku peduli!!”

Seohae berbalik dan kembali memandang Donghae.

“ Aku peduli karena aku menyukaimu.”

*****

Donghae memukul kembali kepalanya. “ Kau bodoh, Lee Donghae. Seharusnya kau bisa menahan ucapanmu.”

Donghae menghela nafas dan kembali menatap lurus pada langit-langit kamarnya. Dan detik berikutnya, senyuman Donghae mulai terlihat. Kini ia sudah tertawa-tawa dengan bahagianya.

“ Cho Seohae, aku menyukaimu.”

*****

NOTE: Ahh… Sudah lama tidak menyentuh fanfic dengan genre [MM]. Err.. ini agak terburu-buru, jadi belum dirapiin lagi. Maaf ne.. Dan saya terlalu menyukai OC Choi Jaeshin dan Cho Seohae.. kkkkk

Advertisements

6 thoughts on “[MM] A Story From East Sea [6]

  1. eh blm ada yg komen ?
    *celingakcelinguk
    haddeuh cho seohae..susah bgt ya nih anak di deketin nya ? namja populer kyak Donghae sma Siwon aja ditolak .
    ckck
    itu jg hae ngebet bgt ngedapatin seohae,salut dah .
    haha
    smoga berhasil ya hae dpt hati soehae nya .
    kekeke
    klo ada wonkyu sma jaeshin,aku mlh ngerasa kyk baca ff SF lho saeng ._.
    jdi kangen deh sma ff oneshoot nya .
    muehehe
    aku nunggu2 OO lho..tpi mlh yg di post yg ini :/
    yo wish lha di tunggu update-an OO nya saeng 😀

  2. Aku msih rada bingung+lupa sama cerita part sbelumnya unnie…heheh mngkin karna udh lama ga update ff ini kali ya????

    Tp lanjut aja lah…
    O ya minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin ya unnie 🙂

  3. Nyaris lupa ma jalan ceritanya,,, seohae sebegitu menariknya kah sampai para namja tertarik padanya? Intrik ceritanya apa sih? Rasanya kurang bumbu gitu,,,
    terima kasih.

  4. ah donghae bakalan saingan ma siwon nich.tapi donghae sudah mengatakan kalo dia suka pada seohae.siapa yang bakalan mendapatkannya.
    makin seru lanjut ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s