[SF] Two Faces {WK Vers.} Last Part

two faces

Every End of The Day

WARNING: Ini ditulis sekitar 11ribu lebih dengan tingkat ke-gaje-an yang maksimum dan percayalah aku akan memposting bagian lain dari part akhir ini.

LAST PART

Yunho menghela nafas setelah ia mematikan televisi. Berita mengenai Cho’s Group dan Choi Inc. semakin panas dan sudah mulai melibatkan pihak kepolisian karena beberapa skandal kasus penyuapan dan penggelapan dana yang dilakukan dikedua belah pihak perusahaan. Terlebih media juga mulai mengangkat peristiwa kematian kedua orangtua Kyuhyun dan salah seorang keluarga Choi –Choi Namhyun. Yunho memijat keningnya dengan agak keras. Kepalanya berdenyut hebat padahal ia sama sekali tidak terlibat dalam masalah tersebut.

“ Ahh… Aku memerlukan liburan.” Gumam Yunho sembari menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.

Kyuhyun yang sedang menuruni tangga menatap Yunho. Setelah memastikan Siwon kembali tidur, Kyuhyun keluar dari kamar tersebut dengan hati-hati dan menghampiri Yunho. Ia menarik nafas perlahan dan kemudian duduk.

Yunho yang merasakan gerakan, membuka matanya. Ia tersenyum pada Kyuhyun. “ Siwon sudah tidur lagi?”

Kyuhyun mengangguk. “ Terima kasih.”

“ Jangan sungkan. Aku tidak sengaja menemukannya. Sebenarnya terlintas dibenakku untuk meninggalkannya, tapi aku malah merasa bersalah sebelum waktunya. Jadi, kuputuskan untuk membawanya kesini dan memanggil dokter.” Tutur Yunho.

Kyuhyun kini ikut menyandarkan tubuhnya pada sofa. Tubuhnya seakan melemas karena terlalu merasa lega dan bahagia. Yunho melirik kearah Kyuhyun. “ Dan lagi…” Sambungnya.

Kyuhyun menoleh. “ Aku tahu kau pasti akan sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada kekasihmu. Kau tahu, aku ini tidak jahat.”

Kyuhyun tersenyum tipis. “ Aku tahu, sunbae. Maka dari itu aku berterima-kasih.”

“ Sama-sama, hoobae-ku yang menyebalkan.” Tukas Yunho sembari terkekeh.

Kyuhyun ikut tertawa. Keduanya kini memejamkan mata. Menikmati setiap detik kesunyian yang menenangkan. Situasi yang sangat menyenangkan, jauh dari hiruk pikuk kota dan berbagai permasalahannya. Termasuk masalah pelik yang menimpa Cho’s Group dan Choi Inc. kini.

Yunho malah jadi teringat hal itu.

“ Kyuhyun, bagaimana perusahaanmu?” Tanya Yunho tanpa membuka matanya.

“ Eh? Aku rasa tidak ada masalah apapun. Dan satu hal, kumohon padamu untuk tidak memberikan kesulitan untuk Jinho yang kini mengurus project Heesan. Dia mungkin bisa diandalkan, tapi emosinya masil labil. Jika kau terus mencari masalah, dia akan berhenti ditengah jalan.” Tutur Kyuhyun.

Yunho membuka matanya dan mengerutkan dahi. “ Apa Kyuhyun tidak tahu apa-apa mengenai masalah saat ini?” Yunho kembali menatap Kyuhyun dan ia juga menegakkan tubuhnya.

Kyuhyun membuka mata dan balas memandang Yunho. “ Memang kenapa?”

“ Jadi, kau tidak tahu?”

Kyuhyun mengernyit. “ Tidak tahu apa? Sunbae, apa terjadi sesuatu? Aku sama sekali tidak melihat berita atau bahkan menonton televisi. Tidak ada satupun yang bicara padaku.” Kini Kyuhyun malah terdengar panik.

“ Terjadi masalah besar di Cho’s Group dan Choi Inc.”

*****

Heechul mengumpat kesal melihat laporan-laporan yang terus datang mengenai beberapa perusahaan yang menarik kerjasama mereka. Dan lagi, poin saham Choi Inc. terus menurun setelah media memberitakan penyelidikan atas beberapa kasus yang tengah diinvestigasi ulang oleh pihak kepolisian. Ini memang sesuai dengan keinginannya, tapi Heechul paling benci jika harus mengurusi dokumen-dokumen tidak penting seperti itu. Ia jadi kesal.

Heechul akhirnya melemparkan sebuah dokumen dengan jengkel. “ Argh!! Molla!! Aku tidak peduli.”

Heechul lalu beranjak dari kursinya dan berjalan keluar ruangan. Tapi saat ia membuka pintu, Hongjae sudah berada disana. Heechul menatap pamannya dengan serius. Sekilas ia menatap curiga dengan sebuah folder file yang dipegang oleh Hongjae.

“ Kau mau ke kantor polisi?” Tanya Hongjae.

Heechul mengangguk. “ Kita tidak mendapatkan kabar apapun mengenai Siwon. Jadi aku akan melaporkan kehilangan. Kenapa?”

Hongjae lalu menyodorkan folder file itu pada keponakannya. “ Sekalian buat laporan untuk kakekmu. Atas rencana pembunuhan Choi Namhyun dan penggelapan dana merger Choi Inc. dan Cho’s Group.”

Heechul terperangah. “ Pe-pembunuhan? Paman serius?”

“ Semua buktinya ada di folder ini. Kau tinggal membawanya ke kantor polisi.” Tutur Hongjae dengan ekspresi datar. Heechul menggaruk lehernya tapi ia tetap mengambil folder tersebut.

Heechul menatap Hongjae lagi. “ Paman serius? Maksudku, orang yang Paman ingin bawa ke penjara adalah Choi Dongha, Presdir Choi Inc. yang sekaligus adalah ayah Paman dan juga kakekku. Bukankah, aku akan dianggap lelucon oleh para polisi. Untuk apa aku melaporkan kakekku sendiri?”

“ Untuk masa depan Choi Inc. dan seluruh keluarga Choi. Dan mungkin untuk Cho juga. Jadi, lakukanlah tanpa ragu Heechul. Paman percaya padamu.” Hongjae menepuk bahu Heechul, yang mana membuat dada Heechul terasa berat.

Kepercayaan itu terlalu besar. Jika pamannya tahu bahwa ia adalah dalang dibalik semua pemberitaan skandal ini, entah apa yang didapatkan Heechul sebagai hukuman –oh, atau mungkin sebagai penghargaan.

*****

Donghae mengernyit ketika melihat nama Kyuhyun sebagai pemanggil pada layar ponselnya. Donghae melirik sekilas kearah Jinho yang sibuk dengan dokumen-dokumen kerjasama sebelum ia menerima panggilan tersebut.

Donghae menarik nafas perlahan. “ Ya?”

“ Apa itu benar? Cho’s Group dalam kondisi kritis?”

Donghae menghela nafas lemas. Ia kembali menatap kearah Jinho dan mendapatkan perhatian Cho muda tersebut. “ Ne. Kondisinya memang buruk, tapi cukup terkendali, Kyuhyun.”

Jinho berjengit. Kyuhyun ternyata mengetahuinya, padahal ia bersusah payah untuk membuat Kyuhyun tidak membuka laman pemberitaan online atau bahkan menonton televisi. Tapi hasilnya pun sama saja. Kyuhyun tetap mengetahuinya dan bahkan lebih marah.

“ Apanya yang terkendali?!! Apa ini hasil dari rencana konyol kalian, eoh?!! Hyung, kalian membuat perusahaan berada diujung tanduk!!”

Donghae sedikit menjauhkan ponselnya ketika Kyuhyun berteriak. Dan Donghae hampir yakin bahwa kondisi Kyuhyun semakin membaik. “ Aku tahu. Tapi Heechul-sshi sudah mengatur semuanya agar tetap berada didalam kendali. Tenanglah. Dan kumohon, jangan berteriak. Kau masih pemulihan Kyuhyun.”

“ Jangan mengalihkan pembicaraan! Dan kau…?! Apa kau juga tahu kalau Siwon hilang?”

“ Eoh? Kau juga…” Tapi Donghae terlambat. Ia memukul kepalanya sendiri dan Jinho sudah bisa menebaknya dengan mudah.

“ Hyung?!!”

“ Kumohon, jangan berteriak Kyuhyun. Iya, Siwon memang hilang sejak kemarin. Heechul hanya menemukan ponsel dan mobilnya dipinggir jembatan. Dan ia sendiri yang akan mencari kekasihmu. Jika ia mendapatkan kabar mengenai Siwon…”

“ Siwon bersamaku sekarang.”

Donghae terkejut. “ Eh?!! Be-bersama? Bersamamu?! Bagaimana bisa? Dia datang menemuimu atau…?”

“ Yunho sunbae yang menemukan Siwon. Dalam keadaan penuh luka. Saat ini kondisinya sudah membaik. Tadi Yunho sunbae menghubungiku dan memintaku datang.”

Donghae menghela nafas lega. “ Syukurlah, jika Siwon ditemukan. Aku akan memberitahu Heechul-sshi. Eh, tapi Yunho sunbae memintamu datang? Datang kemana?”

Donghae belum mendengar jawaban Kyuhyun, tapi Jinho sudah merebut ponselnya. Donghae mendelik jengkel tapi ia tidak bisa protes. Ini masih kantor dan Jinho berada dalam posisi sebagai atasannya.

“ Kau dimana, hyung? Aku akan datang.”

“ Aku berada di Incheon. Nanti kuberikan alamatnya melalui sms. Jinho-ya, kau tidak mengatakan apapun padaku.”

“ Aku tahu dan maaf. Tapi aku tidak mau membuatmu menjadi khawatir, hyung. Kau fokus dengan kesehatanmu saja. Lagipula… kelompok Black Pearl ini sepertinya sudah merencanakannya dengan matang. Kau tidak perlu khawatir.” Jelas Jinho. Tidak ada tanggapan diseberang telepon. Jinho hanya mendengar suara hembusan nafas Kyuhyun. “ Hyung…”

“ Aku tahu. Terima kasih, Jinho-ya. Cepat kesini, eoh? Banyak yang harus kalian ceritakan.”

Jinho tersenyum tipis. “ Ne. Aku akan langsung pergi.” Dan kemudian sambungan terputus. Jinho mengembalikan ponsel itu pada Donghae.

“ Dia bilang apa?” Tanya Donghae.

“ Ayo pergi. Kyuhyun hyung akan mengirimkan alamatnya. Panggil juga dari Choi Inc.”

*****

Hyukjae bergegas pergi ketika mendapatkan pesan dari Donghae. Ia meninggalkan semua pekerjaan, walaupun sebenarnya semua orang kini tengah sibuk. Hyukjae sedikit berlari menuju lift dan menekan tombol turun. Hyukjae menunggu.

“ Kau mau pergi, Hyukjae-sshi?”

Sontak Hyukjae menoleh dan membungkuk hormat. Dalam hati ia mengumpat kasar. Hyukjae menegakkan kembali tubuhnya dan menatap wajah Presdir Choi Inc. dengan lekat. Tuan Choi Dongha terlihat marah.

“ Saya ada sedikit urusan, Presdir.”

Tuan Choi Dongha menyeringai sini. “ Sedikit urusan mengenai apa? Perusahaan-kah atau pribadi? Kau tahu bukan, perusahaan kita sedang dalam masalah besar. Tapi, kau terlihat sangat tenang sekali.”

Hyukjae terdiam. Ia tidak tahu bagaimana menghadapi Presdir Choi Inc. secara langsung –karena itu menjadi urusan Heechul. Tapi Tuan Choi Dongha sendiri yang malah mendatanginya untuk memberikan konfrontasi.

“ Aku sedang bertanya padamu, Lee Hyukjae. Kau pergi untuk urusan perusahaan atau urusan pribadimu dan…”

Belum selesai Tuan Choi Dongha bicara, pintu lift terbuka. Hongjae yang berada didalam lift tersebut melangkah keluar dan berdiri didepan Hyukjae. Ia yang membalas konfrontasi Abeojinya. Hyukjae sedikit terkejut tapi juga merasa sangat bersyukur Hongjae datang tepat waktu.

“ Aku yang memberi perintah Hyukjae untuk pergi. Untuk urusan perusahaan. Abeoji tidak perlu khawatir.” Tutur Hongjae.

Tuan Choi Dongha mengepalkan tangannya dengan kuat. “ Benarkah? Itu baik. Kau boleh pergi, Lee Hyukjae-sshi.”

Hyukjae kembali terkejut. Bahkan ia masih berada dibelakang Hongjae selama beberapa menit. Hongjae sedikit menoleh kearahnya. “ Pergilah. Presdir sudah memberikan ijin untukmu.”

Hyukjae tersadar. Ia mengangguk dan kembali menekan tombol lift. Setelah pintu lift terbuka, Hyukjae kembali membungkuk sebelum akhirnya memasuki lift. Hongjae masih menatap ayahnya dengan lekat sampai pintu liftnya tertutup.

“ Aku tidak akan membiarkan Abeoji mengatur kehidupan orang lain lagi. Abeoji bukan Tuhan. Abeoji tidak berhak mengambil kehidupan seseorang.”

*****

Heechul menghela nafas lega. Ia kemudian mematikan mesin mobil dan melepaskan seatbelt. “ Syukurlah. Aku akan menyusul kesana setelah urusan di kantor polisi selesai. Kirimkan saja alamatnya, Hyuk.”

Heechul lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Ia melepaskan handset dari telinganya dan memasukkan ponselnya kedalam saku dalam jas hitamnya. Heechul lalu mengambil folder dokumen yang diberikan Hongjae. Heechul menarik nafas sebelum akhirnya ia keluar dari mobil dan berjalan masuk ke gedung kepolisian Seoul.

Heechul berjalan menuju kesalah-satu ruangan dimana dia akan menemui Detektif Han. Saat melaporkan hilangnya Siwon kemarin, Detektif Han-lah yang ditemuinya. Heechul mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan tersenyum ketika melihat Detektif Han berada di meja kerjanya.

Heechul berjalan mendekat dan menaruh folder file yang dibawanya tanpa aba-aba. Detektif Han terlonjak kaget dan mendesis jengkel karena Heechul hanya tertawa.

“ Kau tahu, Heechul-sshi. Aku bisa menuntutmu.”

“ Itu bisa nanti kau lakukan detektif. Tapi aku ingin kau menerima kasus ini terlebih dahulu.” Sahut Heechul yang kemudian mengambil kursi lain untuk didudukinya.

Detektif Han mengernyit. “ Choi Siwon? Apa masih belum ada kabar mengenai keberadaannya? Apa dia benar-benar hilang?” Tanya Detektif Han dengan suara pelan.

“ Bukan. Hari ini aku baru mendapatkan informasi kalau Siwon dalam kondisi baik-baik saja. Tapi aku ingin kau mengusut kasus Kakekku. Folder itu berisi semua bukti atas kejahatan yang dilakukan kakekku.” Ujar Heechul yang membuat Detektif Han semakin mengernyit tak mengerti.

“ Kakekmu? Choi Dongha, kau serius?” Detektif Han lalu mengambil folder tersebut dan membaca file-file didalamnya.

Heechul kemudian berdiri. Ia tersenyum dan menepuk bahu Detektif Han. “ Ya. Dan aku mau kakekku masuk penjara secepatnya.” Setelah itu Heechul meninggalkan ruangan tersebut. Detektif Han hanya memandang kepergian Heechul dengan helaan nafas berat.

“ Keluarga Choi memang benar-benar sangat aneh.”

*****

Kyuhyun menatap Narra yang sedang menyantap makan siang yang dipesankan oleh Yunho. Ia tersenyum saat adiknya makan dengan lahap. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak duduk bersama di meja makan. Walaupun kali ini bukan meja makan rumah mereka sendiri, tapi rasanya tetap sama.

Kyuhyun menghela nafas. Ia ingin memulai percakapan terlebih dahulu. “ Bagaimana persiapan akhir ujiannya?”

“ Cukup lancar. Kami memutuskan untuk masuk Inha. Ji In memilih hukum dan aku akan masuk administrasi bisnis.” Jawab Narra tanpa menatap Kyuhyun. Ia hanya fokus menghabiskan makan siangnya.

Sontak senyuman Kyuhyun menghilang. “ Narra, kau bebas memilih fakultas apapun.”

Narra mengangguk. “ Aku tahu. Tapi aku memang memilih fakultas itu. Kurasa, sepanjang hidupku melihat oppa bergelut dengan buku-buku ekonomi, bisnis dan apapun itu membuatku jadi terbiasa.”

“ Kau yakin?”

Narra kini mengangkat kepalanya. Sangat terlihat kalau Kyuhyun sedang cemas. “ Tentu saja. Aku sudah memasukkan formulirnya. Tenang saja, kalau aku tidak mau masuk Cho’s Group, aku tidak akan mau dipaksa untuk masuk kesana.” Tutur Narra lagi.

Kyuhyun sedikit tersenyum. Ia lalu sedikit menoleh kearah lantai dua. Kyuhyun memang meminta Donghae dan Jinho untuk menjemput Narra dan Ji In dari sekolah. Dan Ji In langsung menempel pada Siwon semenjak mereka datang.

“ Setelah kau selesai, panggil Ji In. Dia juga harus makan.” Narra kembali mengangguk dan kembali melahap makanannya.

Kyuhyun kini sedikit penasaran dengan apa yang tengah dibicarakan oleh Yunho, Donghae dan Jinho saat ini. Donghae melarangnya untuk ikut dalam pembicaraan mereka dan menyuruhnya untu menemani Narra. Kyuhyun menopangkan dagunya pada telapak tangan dan hanya memandangi Narra.

“ Oppa bosan karena menemaniku?” Tanya Narra.

“ Ani. Aku hanya penasaran, sayang.” Jawab Kyuhyun.

Narra mendelik sekilas. “ Ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan pada Oppa. Bolehkah?” Kyuhyun hanya mengangguk sebagai persetujuan.

“ Panggilan sayang. Bukankah kini seharusnya panggilan itu hanya untuk kekasihmu saja. Aku masih bisa dipanggil sayang?”

Kyuhyun terkekeh. “ Kenapa? Kau merasa cemburu?”

Narra mendesis jengkel. “ Kau adalah Cho Kyuhyun, kakakku dulu yang suka sekali menggoda adiknya. Hebat sekali. Dari mana saja setelah lima tahun?” Sahut Narra sarkastik.

“ Tidak kemanapun. Hanya sibuk bekerja. Kau tetap kesayanganku, Narra. Pertanyaan lainnya.” Tukas Kyuhyun.

Narra menaruh sumpit dan meneguk air minum hingga habis. Narra kemudian menaruh gelas kosong itu dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “ Kalian akan memutuskan untuk menikah?”

Sontak tubuh Kyuhyun menegang. Ia menegakkan tubuhnya. Narra tersenyum melihat reaksi Kyuhyun. “ Dia sudah mengatakannya, bukan?”

“ Mengatakan apa?” Tanya Donghae yang tiba-tiba datang. Kyuhyun menghela nafas.

“ Bukan apapun.” Jawab Kyuhyun cepat.

Narra memperhatikan Kyuhyun lalu berdiri dari kursinya. “ Aku akan memanggil Ji In untuk makan siang.” Lalu ia meninggalkan meja makan dan menuju lantai dua.

Donghae memperhatikan Kyuhyun. “ Kalian bicara apa saja?”

“ Bukan apapun. Hanya mengenai urusan kuliahnya. Jadi, apa yang kalian bicarakan?”

*****

Narra membuka pintu dan menghampiri Ji In. Ia tersenyum pada Siwon.

“ Ji In, makan siang dulu.”

“ Nanti saja, Narra. Aku belum lapar.” Tutur Ji In.

Siwon memandang adiknya. “ Turunlah dan makan. Aku tidak akan pergi kemana pun dengan kondisi seperti ini.”

“ Dan aku akan disini. Untuk berjaga-jaga kalau kakakmu memilih terjun dari lantai dua untuk melarikan diri.” Sambung Narra. Ji In menatap Narra seolah mengatakan bahwa apa yang dikatakannya tidak lucu. Siwon tertawa kecil melihat interaksi dua gadis tersebut.

“ Sudah makan sana. Eomma akan membunuhku jika melihat putri bungsunya kelaparan hanya karena mengkhawatirkan kakaknya yang kabur dari rumah.” Ujar Siwon.

Ji In menghela nafas. “ Baiklah. Kalian berdua menang.”

Ji In keluar dari kamar dan meninggalkan Narra dan Siwon berdua. Pintu kamar telah tertutup. Narra duduk ditepi tempat tidur dan menatap Siwon yang kini duduk bersandar dengan wajah pucat dengan beberapa memar di beberapa bagian wajah.

“ Oppa dipukul berapa orang? Wajahmu terlihat buruk.”

Siwon tertawa kecil. “ Satu orang yang sangat pandai martial art.”

Narra mengangguk paham. “ Pantas. Tapi tidak begitu buruk. Kau masih terlihat tampan.”

“ Itu pujian? Terima kasih.” Tutur Siwon.

Narra menarik nafas panjang. “ Boleh aku bertanya? Aku bertanya pada Kyuhyun oppa tapi dia tidak menjawab. Tapi hanya melihat reaksinya, aku mengetahui satu hal. Hanya saja, aku juga ingin menanyakan ini pada Oppa. Dan aku jelas mengharapkan jawaban.”

Siwon memandang Narra dengan lekat. Ia sedikit menggigit pipi bagian dalam mulutnya. Entah, tapi Siwon merasa gugup dengan pertanyaan yang akan diajukan Narra.

“ Baiklah. Apa yang ingin kau tanyakan?”

“ Kapan kalian akan menikah? Karena dari reaksi Kyuhyun oppa, sepertinya kau sudah bertanya padanya mengenai pernikahan.”

*****

Heechul menatap Yunho dan berjalan masuk. Yunho tersenyum dan kemudian menutup pintu. Heechul berjalan menuju ruang tengah dimana semua orang sudah berkumpul. Kecuali Ji In –yang menghabiskan makan siangnya dengan cepat– dan Narra yang berada di lantai dua.

“ So, ready for next move?” Tukas Heechul.

“ What move?” Yunho mungkin sudah diberitahu mengenai rencana Black Pearl, tapi ia tidak mengetahui keseluruhan rencananya. Kyuhyun pun demikian.

Heechul menatap Yunho dan menepuk bahunya. “ Selamat bergabung. Tapi apa yang kau sudah lakukan selain menolong sepupuku?”

“ Lee Minwoo. Dia menangkap Lee Minwoo.” Jawab Donghae.

Kyuhyun menatap Yunho dengan terkejut. “ Lee Minwoo? Apa dia yang melakukan pemukulan pada Siwon?”

Yunho mengangguk. “ Aku memang tidak mengatakan padamu mengenai orang yang memukul Siwon, karena kupikir hanya membuatnya semakin khawatir. Dan orang yang bernama Lee Minwoo ini memang mengatakan apa yang ia ketahui mengenai Cho Gyushik dan apa yang dilakukanya pada kalian. So, apa yang akan kalian lakukan padanya?”

Heechul menarik tangannya dari bahu Yunho. Kemudian ia menatap Donghae dan Hyukjae secara lekat. “ Kalian bawa Lee Minwoo ke kantor polisi.” Heechul kembali menatap Yunho. “ Beritahu dimana kau mengamankan orang itu.”

Yunho menarik nafas lalu ia mengeluarkan kartu nama milik Youngwoon dan memberikannya pada Donghae. Ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan Heechul. Tapi anggota keluarga Choi ini sangat menyebalkan dan tukang atur.

Heechul menatap Hyukjae dengan serius. “ Jangan lupakan bukti-bukti-nya.”

Hyukjae mengangguk. Ia dan Donghae lalu berjalan keluar untuk menjemput Lee Minwoo dan membawanya ke kantor polisi. Heechul menarik nafas dan mengambil duduk pada sofa tunggal. Kyuhyun sendiri masih menatap Yunho dengan lekat. Dan Jinho jelas mengetahui jelas ekspresi Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “ Aku akan keatas.” Dan ia bergegas menaiki tangga. Sedangkan Yunho, Heechul dan Jinho hanya memandanginya. Yunho lalu duduk disebelah Jinho.

“ Jadi, Lee Minwoo?”

“ Aku tidak mengenalnya. Dan aku juga tidak tahu persis apa yang telah dilakukannya. Hanya saja, Kyuhyun memang sedikit mengkhawatirkan pria itu.” Ucap Heechul.

Yunho menatap Jinho. “ Kau juga tidak tahu?”

“ Aku baru datang dari LA.” Sahut Jinho.

Yunho mengerucutkan bibirnya jengkel. “ Aku hanya bertanya, Jinho-sshi. Tidak perlu marah-marah begitu.”

*****

Kyuhyun bersiap untuk tidur. Sehari ini benar-benar melelahkan sekaligus melegakan. Walaupun Siwon masih harus tinggal di villa bersama Yunho dan seorang dokter bernama Shim Changmin yang dikenalkan padanya sebagai sepupu Yunho, setidaknya Kyuhyun bisa tidur dengan nyenyak malam ini.

Kyuhyun hendak mematikan lampu mejanya, ketika pintu kamarnya terbuka. Kyuhyun tersenyum dan menyuruh Narra untuk masuk. Gadis itu menutup pintu dan naik keatas tempat tidur kakaknya. Kyuhyun lalu merapatkan selimut untuk menjaga keduanya dari udara dingin. Narra berbaring dan sedikit mendekatkan diri pada Kyuhyun.

“ Ini adalah pertama kali setelah hampir sepuluh tahun kau tidak mau tidur denganku lagi.” Tutur Kyuhyun sembari mengusap lembut surai rambut Narra.

“ Aku hanya merindukanmu.”

Kyuhyun menarik nafas dan memandang lurus kearah langit-langit kamarnya. Narra sedikit mengangkat wajahnya untuk memandang Kyuhyun. “ Matikan lampunya. Aku mau melihat bintang.”

Kyuhyun sedikit bergeser untuk mematikan lampu meja dan membuat kamar itu menjadi gelap. Dan seketika langit-langit kamar Kyuhyun memancarkan sinar dari ribuan bintang-bintang glow-in-the-dark. Narra tersenyum tipis. Kyuhyun kembali berbaring dan membiarkan Narra memeluknya dengan erat lagi.

“ Hey, dikamarmu juga ada. Kenapa harus disini?”

“ Karena sudah lama aku tidak melihat bintang bersama Oppa.”

Kyuhyun terdiam. Ia memandangi bintang-bintang itu. Kyuhyun bahkan lupa kalau ada begitu banyak bintang yang tertempel pada langit kamarnya. Dulu, sebelum tidur Kyuhyun sering memandangi bintang-bintang itu. Tapi sejak ia masuk ke perusahaan dan menjadi sangat sibuk, setiap malam Kyuhyun langsung terlelap begitu lampu dimatikan. Mungkin karena ia terlalu lelah. Namun kini, ia bisa memandangi bintang-bintang itu bersama adiknya.

“ Kyuhyun oppa….”

“ Heum?”

“ Jika kalian menikah, apa kita masih bisa tinggal bersama?” Tanya Narra yang membuat Kyuhyun kini memandangi adiknya.

Narra menghela nafas dan tetap memandangi bintang diatasnya. “ Jika kau dan Siwon oppa menikah, apa kalian akan pindah ke rumah yang baru?”

“ Hey, apa yang kau….? Siapa yang mengatakannya?”

“ Aku hanya bertanya pada Siwon oppa kapan kalian menikah, karena dari ekspresimu saat di meja makan aku tahu bahwa Siwon oppa sudah mengajukan pertanyaan itu.” Tutur Narra dengan tenang.

Kyuhyun kini yang menarik nafas. Adiknya benar-benar bisa membaca wajahnya, atau mungkin Kyuhyun yang sangat mudah untuk ditebak? Tangan Kyuhyun masih bergerak teratur diantara helaian surai rambut Narra. Entah apa yang akan Kyuhyun katakan pada Narra. Mengenai pernikahan. Hal itu bahkan tidak pernah terlintas sebelumnya. Kyuhyun bahkan pernah berpikir untuk menikah –sekalipun dengan Siwon saat ini.

“ Aku tidak tahu, Narra. Siwon mungkin sudah mengatakannya, tetapi aku masih belum yakin atas jawabanku sepenuhnya saat itu.” Ucap Kyuhyun pelan. “ Lagipula aku menjawab disaat yang sangat memalukan. Dia tidak melamarku dengan cara yang benar. Dasar Choi.”

Kyuhyun memejamkan matanya. “ Dan aku masih mempunyai tanggung-jawab, yaitu kau. Sebelum aku yakin bahwa kau bisa berdiri dengan kakimu sendiri, aku tidak akan berkomitmen serius pada siapapun.”

“ Hahh… Aku malah merasa terbebani sekarang.”

Kyuhyun tertawa kecil. “ Itu memang seharusnya bukan? Maka kita akan impas. Tidurlah, ini sudah larut sayang.”

“ Euhm. Selamat tidur Oppa.”

“ Selamat tidur, Narra.” Selamat tidur, Siwon hyung.

*****

Cho Gyushik Memenuhi Panggilan Kepolisian Seoul.

Pihak Auditor Merilis Hasil Investigasi atas Choi Inc. dan Cho’s Group.

Kepolisian Seoul Mengusut Skandal Cho-Choi Incorporation yang Melibatkan Choi Dongha, Presdir Choi Inc.

Sejarah Panjang Hubungan Choi Inc. dan Cho’s Group Selama 40 tahun Menjadi Perhatian Publik.

Cho Kyuhyun – Choi Siwon, Penerus Perusahaan ataukah Tumbal Perusahaan?

*****

Heechul menghela nafas. Hari ini mungkin adalah hari paling bersejarah, hari dimana semuanya akan ditentukan. Hari terakhir. Heechul meletakkan sebuah Tablet PC yang sedari tadi dipegangnya untuk melihat berita-berita yang beredar hari ini. Judul headline-nya tidak terlalu mengecewakan. Bahkan kini media sudah mulai melirik Kyuhyun dan Siwon. Heechul berpikir, apakah ini waktunya untuk mengungkapkan hubungan keduanya?

Tapi, hal tersebut masih menjadi ketakutan sendiri baginya. Hampir semua rencananya berjalan dengan lancar –kecuali rencana dimana mereka harus menyembunyikan Kyuhyun terlebih dahulu dan mengenai Lee Minwoo yang tiba-tiba muncul– tapi Heechul tidak bisa membaca respon publik mengenai hubungan Kyuhyun dan Siwon.

Heechul sempat terpikir untuk menjauhkan hubungan keduanya dari rencana Black Pearl. Karena pada awalnya rencana itu memang dibuat untuk mengungkap semua kejadian janggal yang terjadi pada Choi Inc. dan Cho’s Group selama ini. Ia hanya ingin memperbaiki hubungan kedua perusahaan –dua keluarga. Namun, rencana ini malah mengungkap semua kejahatan yang pernah dilakukan oleh Cho Gyushik dan bahkan oleh Choi Dongha –kakeknya sendiri. Tidak pernah terlintas sebelumnya untuk mengungkapkan hubungan intim Kyuhyun dan Siwon kehadapan publik. Karena bagaimana pun, itu adalah kehidupan privasi mereka. Tapi lagi-lagi, rencana-nya terus mengalami perubahan dan harus menyesuaikan dengan alur yang dibuat oleh media. Dan ketika nama kedua penerus dilibatkan, maka tidak ada jalan lain untuk mengatakan pada semua orang mengenai hubungan intim tersebut.

Heechul mengambil ponselnya dan menghubungi nomor kontak Siwon. Kemarin, ia telah mengembalikan ponsel milik Siwon. Paling tidak membuat mereka menjadi lebih mudah berkomunikasi. Selain itu, Siwon yang masih harus tinggal di villa Yunho memaksanya untuk memberitahu mengenai perkembangan situasi.

Terdapat sedikit jeda, sebelum akhirnya terdengar suara Siwon.

“ Kau sudah merasa lebih baik?”

“ Ne. Hari ini Changmin memperbolehkanku untuk keluar kamar. Kemajuan yang cukup pesat karena selama dua hari hanya terbaring di ranjang. Bagaimana disana?”

“ Tidak masalah. Berjalan sesuai keinginanku. Hanya saja, kau tahu persis apa yang sedang kupikirkan.”

Terdapat jeda. Heechul juga terdiam dan menunggu Siwon untuk memberikan responnya. Bagaimana pun Heechul tetap menginginkan persetujuan dari Siwon –atau Kyuhyun– mengenai langkah terakhir.

“ Tidak bisakah kau mengabaikannya sementara, hyung? Kyuhyun masih dalam pemulihan. Dokter Kang sering mengatakan padaku untuk tidak membuatnya merasa stress. Tapi… Hhh. Hyung, tidak bisakah kau mencari jalan lain?”

“ Kau terlalu mengkhawatirkan Kyuhyun. Kau sendiri bagaimana, eoh? Kau habis dipukuli tapi masih lebih mengkhawatirkan kekasihmu. Pikirkan dirimu juga, Siwon.”

“ Lakukan demi diriku, hyung. Dan seperti katamu, aku baru saja dipukuli dan membuatku harus bersembunyi karena media tidak boleh mengetahui keadaanku sekarang ini. Jika hubungan kami terungkap disaat krisis seperti ini, bukan hanya kami tapi kedua perusahaan mungkin akan kolaps. Hyung, pikirkan baik-baik dulu. Ne?”

Heechul menarik nafas berat. “ Arraseo. Untuk saat ini aku hanya ingin Kakek dan Paman Kyuhyun itu mendapatkan hukuman yang setimpal. Walaupun harus berada didalam penjara. Kau, mungkin kau harus ke rumah sakit seperti saran dokter itu.”

“ Euhm. Aku akan ke rumah sakit setelah wajahku tidak membiru lagi. Dan bisakah kau menjaga Kyuhyun untukku, hyung? Saat ini mungkin sudah ada Donghae dan sepupunya itu, tapi aku tetap saja khawatir.”

“ Iya, sepupu. Aku akan menjaga kekasih hatimu dengan baik. Berisik sekali. Sudah…” Heechul mendengus sebal dan memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. “ Tch.. Cinta memang bisa membuat orang menjadi buta.”

*****

“ Kau sudah selesai bicara dengan Heechul?”

Siwon sontak menoleh ketika Yunho memasuki ruang tengah bersama dengan orang yang tidak dikenalnya. Siwon sedikit membungkukan tubuhnya untuk memberi salam. Orang itu tersenyum dan membalas sapaannya. Yunho kemudian duduk disebelah Siwon. “ Dia Kim Youngwoon. Seorang temanku yang sekaligus detektif swasta. Dia juga yang membantuku –mungkin lebih tepatnya kalian, untuk menjaga Lee Minwoo.”

“ Oh, benarkah? Terima kasih bantuannya.”

“ Tidak perlu sungkan. Kebetulan ada beberapa kasusku ternyata juga melibatkan Lee Minwoo. Dia bukanlah seorang penjahat kelas rendah. Tugasnya mungkin hanya sebagai informan, tetapi jelas sekali bahwa semua kliennya adalah kelas tinggi. Salah satunya Cho Gyushik.” Tutur Kim Youngwoon.

“ Dan dia kesini untuk meminta keterangan darimu mengenai pemukulan waktu itu. Aku juga sedang meminta Kyuhyun untuk memberikan keterangan yang lebih jelas yang melibatkan pamannya. Jadi, kita bisa menghukum Lee Minwoo sekaligus juga Cho Gyushik.” Sambung Yunho.

Siwon mengangguk mengerti. “ Aku akan berusaha membantu sebisa mungkin. Walaupun untuk kasusku mungkin tidak begitu besar, tapi aku harap Lee Minwoo bisa mendapatkan hukuman yang setimpal.”

Youngwoon tersenyum. “ Aku akan bekerja sebaik mungkin.”

*****

Ji In sering-kali menoleh kebelakang. Rasanya sangat risih, telinganya seperti berdengung karena suara bisikan yang menyakitkan. Narra yang berjalan disampingnya sesekali melirik padanya. “ Sudah, jangan didengarkan.”

“ Apa?” Tanya Ji In.

“ Omongan dari siswa lain. Kau terus saja terlihat seperti orang linglung. Biarkan saja mereka bicara, walaupun begitu kita tahu persis mengenai apa yang terjadi. Jadi, biarkan saja.” Tutur Narra.

Ji In menghela nafas. “ Arraseo. Tapi rasanya sangat risih, kau tahu.  Hahh… beruntung sekali bahwa kita sudah akan segera lulus.”

“ Keluar dari sekolah, omongan orang diluar bahkan lebih menyakitkan dari omongan satu sekolah.” Shut Narra.

Ji In mengembungkan pipi-nya dengan jengkel. Ia menyenggol lengan Narra sebal. “ Jangan menakutiku begitu. Aku sudah bersiap menghadapi hal itu, tapi kau malah membuatnya seratus kali lipat lebih seram.”

Narra hanya terkikik lalu merangkul bahu sahabatnya. “ Jangan khawatir. Ada aku, bukan? Kita tidak sendirian, Ji In.”

Ji In tersenyum dan mencium pipi Narra. Sontak Narra mendorong tubuh Ji In menjauh darinya. Wajahnya terlihat seperti orang yang sedang jijik, tapi Ji In malah tertawa-tawa.

“ Eeuw!! Kenapa menciumku?!! Argh.. Choi Ji In, kau menjijikkan! Aku bahkan tidak pernah membiarkan oppa mencium pipiku!! Tapi kau?!! Gah.. kau menjijikkan!!”

“ Ah, waeyo?! Aku hanya mencium pipimu saja. Yak!! Cho Narra, kenapa kau meninggalkanku?! Hey… Cho Narra!!!”

*****

“ Kakek, limpahkan project-project itu pada orang lain saja. Tanganku sudah penuh dengan lima project, tapi Kakek malah memberiku tiga project lagi. Ayolah.. kasihani cucumu ini. Aku ini Cho Jinho dan bukannya Cho Kyuhyun. Aku tidak seperti Kyuhyun hyung yang bahkan aku sendiri tidak tahu otaknya itu terbuat dari apa. Ayolah, Kakek.”

Jinho sejak satu jam lalu terus merajuk, merengek dan memohon pada Cho Hyunjo untuk mengurangi tanggung-jawabnya pada project-project yang ditinggalkan Gyushik. Tapi Presdir Cho sama sekali bergeming. Ia tetap fokus pada pekerjaannya sendiri walaupun telinganya merasa panas karena rajukan cucu lelaki keduanya tersebut.

“ Presdir Cho, kumohon. Aku baru berusia duapuluh dua tahun. Pengalamanku belum banyak, bahkan Jung Yunho saja kadang-kadang meragukan kemampuanku. Ayolah, berikan project itu pada orang lain saja, ne?”

Lagi, tidak ada sahutan. Jinho mendengus sebal. Kakeknya benar-benar menulikan pendengarannya sekarang ini. Walaupun ia sudah sangat merendahkan dirinya –dengan sedikit terpaksa mengakui mengenai keterbatasan kemampuannya yang sering dijadikan alasan ejekan oleh Jung Yunho– tapi sama sekali tidak ada respon.

“ Tch… Kakek benar-benar menantangku ya? Baik, aku akan pulang saja ke LA. Aku akan meninggalkan semua pekerjaan. Aku bahkan tidak peduli jika Cho’s Group akan hancur.” Hanya sebuah gertakan.

Tuan Cho Hyunjo menarik nafas panjang. “ Jika kau pulang ke LA dan meninggalkan pekerjaan, maka Kyuhyun akan kembali bekerja. Kau tahu bagaimana sifatnya, bukan? Dia tidak akan membiarkan pekerjaan menjadi terabaikan sekalipun dia dalam kondisi sakit.”

Jinho sontak menciut. Ia mengerucutkan bibirnya dengan jengkel. Kakeknya selalu saja akan membawa nama Kyuhyun jika Jinho tidak mau menurutinya. Kyuhyun dan Jinho tidak dapat dipisahkan. Mereka mungkin satu darah, tapi bukan satu keturunan. Keduanya menjadi terlalu dekat karena hanya mereka berdua cucu lelaki di keluarga Cho. Dan Kyuhyun selalu menjadi kelemahan bagi Jinho.

Dan hari ini Jinho telah kalah lagi dari Tuan Cho Hyunjo.

Jinho mendesis jengkel. “ Kakek tahu, kau itu sangat menyebalkan!” Lalu ia berjalan keluar ruangan tersebut.

Tuan Cho Hyunjo melirik kearah pintu yang tertutup. Lalu ia tertawa kecil dan kembali fokus bekerja. “ Jinho tidak akan pernah berubah. Selalu saja begitu.”

*****

Hyukjae mengabaikan pekerjaannya. Ia kini lebih sibuk memperhatikan ‘dunia luar’ ketimbang Choi Inc. Heechul memberikan beban yang cukup besar padanya didalam rencana Black Pearl. Ia bertindak sebagai pengontrol situasi. Hyukjae bertanggung-jawab atas tersebarnya informasi-informasi rahasia yang mereka temukan pada media, dan menjaga agar isi berita yang dimuat tidak berlebihan. Selain itu, Hyukjae juga bertindak sebagai pengawas opini publik. Rasanya ia memang lebih banyak memberikan kontribusi ketimbang lainnya.

Donghae sendiri hanya diberi tugas sebagai pembuat opini publik. Dia yang pertama-kali memberikan komentar yang mengundang perhatian publik dan mengarahkan opini-opini lain yang bermunculan. Sebenarnya bukan tugas yang mudah. Karena Donghae harus berhati-hati dalam setiap pemilihan kata dalam komentarnya. Salah satu kata, maka akan buruk hasilnya. Selain itu, Donghae bertindak sebagai penjaga Kyuhyun. Kyuhyun adalah orang yang paling tidak diharapkan keterlibatannya dalam rencana Black Pearl –oleh Heechul, Donghae ataupun Siwon. Jadi, Donghae harus menjaga Kyuhyun agar tetap jauh dari Black Pearl.

Heechul yang bertindak sebagai kontributor dalam rencana Black Pearl mempunyai tanggung jawab yang tidak kalah penting. Diakhir rencana ini, dia sendiri yang harus mengungkap mengenai Black Pearl pada media. Karena ditakutkan ini akan menjadi skandal konspirasi yang akan dimanfaatkan oleh orang lain untuk menjatuhkannya atau siapapun yang terlibat baik secara langsung atau tidak langsung.

Hyukjae meneguk kopinya. Matanya dengan teliti membaca satu per satu berita yang muncul. Sesekali ia mencatat hal-hal yang dianggapnya penting. Hyukjae bahkan terlihat seperti wartawan dan bukannya pegawai Choi Inc. Dan banyak dari rekan kerjanya yang menatapnya dengan tatapan heran. Tapi jika ditanya, Hyukjae akan selalu menjawab bahwa itu adalah tugas atasannya –yakni Kim Heechul. Sedikit bersikap curang, memang.

Hyukje kembali mengklik judul berita di media online. Ia membaca kata demi kata dengan teliti. Awalnya tidak begitu mencemaskan, tetapi keningnya kemudian berkerut. Hyukjae kembali membacanya dari awal. Ia berharap sebuah kesalahan dari membacanya. Tapi tidak berubah. Isinya tetap sama.

Hyukjae mengumpat dan bergegas meninggalkan meja kerjanya. Ia harus menemui Heechul saat ini.

Ditengah panasnya kasus skandal yang terjadi pada Choi Inc. dan Cho’s Group ….. kini tersebar rumor lainnya …… penerus perusahaan tersebut –yakni Choi Siwon dan Cho Kyuhyun ….. Rumor berawal pada beredarnya sebuah foto yang diyakini adalah …… yang berada di taman pinggir sungai Han ….. dikatakan bahwa keduanya terlibat dalam sebuah hubungan khusus.

*****

Detektif Han menghela nafas. Ia kembali membaca hasil penyelidikan sementara atas Choi Dongha dan Cho Gyushik. Ia tidak tahu kenapa harus dirinya yang ditunjuk untuk menyelesaikan kasus dari dua perusahaan itu. Tapi entah, Detektif Han seperti melihat sebuah benang merah yang hampir kasat mata dari keduanya.

Detektif Han kembali menghela nafas dan menyimpan kertas hasil penyelidikan sementara itu dalam folder khusus. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“ Mereka begitu rumit. Persis seperti benang kusut. Tapi anehnya, aku malah harus sibuk mengurainya satu per satu lalu menyambungnya lagi menjadi kesatuan. Menyebalkan.”

Detektif muda itu lalu memejamkan matanya untuk sebentar. Sejak mendapat kasus Choi – Cho itu, ia menjadi kurang tidur. Bahkan semalaman ia harus membaca file-file yang diberikan oleh Kim Heechul. Ia begitu merindukan  kamarnya yang nyaman dan hangat. Tapi sayangnya, ia kini lebih sering tidur di ruang istirahat para polisi. Bahkan untuk makan saja, ia kesulitan untuk mengatur waktu yang tepat. Kadang begitu acak, hingga ia tidak bisa memprediksi kapan ia bisa makan.

“Eh, acak?”

Detektif Han membuka matanya dan kembali membuka file-file kasus Choi – Cho itu. Ia membaca secara acak file-file itu. Seakan seperti menyusun sebuah puzzle, Detektif Han kini bermain dengan secara acak untuk mengurai benang kusut tersebut. Kemudian Detektif Han tersenyum dan mengulas sebuah senyuman. Ini adalah kasus yang rumit, tapi ia cukup beruntung karena bantuan Heechul dan juga semua berita yang termuat di media.

“ Opsir Jang, siapkan surat penahanan untuk Cho Gyushik dan surat pemanggilan untuk Choi Dongha!”

*****

Kyuhyun menatap pamannya dengan lekat. Entah alasan apa yang membuat pamannya itu datang ke rumahnya dan lagi, memperlihatkan senyuman yang tidak disukainya. Kyuhyun ingin sekali mengabaikan kehadiran pamannya tapi ia bukanlah anak yang tidak mempunyai tata krama.

“ Ada apa? Aku dengar Paman harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi.” Tutur Kyuhyun dengan datar. Ia tidak ingin memberikan kesempatan bagi pamannya untuk mencari celah kelemahannya saat ini.

Gyushik tertawa. Kyuhyun menjadi mengerutkan dahi. Respon dari pamannya tidak bisa terbaca olehnya. Kyuhyun tidak bisa mengantisipasi dirinya jika pamannya memasang ekspresi tak berbaca begitu. Kyuhyun tidak ingin mengambil resiko untuk asumsinya sendiri.

“ Aku selalu tahu bahwa dirimu itu adalah anak yang cerdas, Kyuhyun. Tapi sepertinya rasa cinta terlalu membutakan matamu.”

“ Maksud Paman?”

Gyushik  menarik nafas dan berjalan menuju sofa. Ia duduk pada sofa tunggal dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “ Duduklah. Rasanya tidak nyaman jika bicara dengan berdiri begitu.”

“ Aku akan berdiri saja. Katakan maksud ucapan Paman.” Tukas Kyuhyun.

Gyushik mendecih. “ Tch.. kau juga masih anak yang keras kepala dan tidak sopan, rupanya. Kau tahu, sepandainya tupai melompat dia akan terjatuh pada jebakan. Itulah yang terjadi padamu.”

Kyuhyun semakin tidak mengerti. Pamannya bicara secara random. Itulah yang ia bisa pahami saat ini. Tapi Kyuhyun tidak akan membiarkan dirinya untuk mengikuti alur pembicaraan yang diciptakan oleh pamannya.

“ Aku mengerti pepatah itu, tapi aku tidak mengerti dengan Paman. Paman sudah selesai? Aku akan istirahat, jadi Paman bisa pergi kapanpun.” Tutur Kyuhyun lagi –sedikit kasar tapi Kyuhyun tidak peduli. Kyuhyun beranjak meninggalkan ruang tengah dan berjalan menuju anak tangga, tapi Gyushik kembali menahan langkah kakinya.

“ Paman tahu Lee Minwoo sudah berada di penjara saat ini. Kau dan teman-teman dibelakangmu. Tapi apa kau pikir bahwa kau bisa memenangkan peperangan ini dengan mudah, Kyuhyun? Bahkan kau akan bernasib sama seperti ayahmu yang menyedihkan itu.”

Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan kuat. Hatinya terasa panas. Kyuhyun mungkin akan diam saja jika Pamannya itu hanya mencari masalah dengannya, tapi jika sudah menyangkutkan dengan orangtuanya Kyuhyun tidak akan tinggal diam. Kyuhyun berbalik. Gyushik kembali tersenyum sinis pada ujung bibirnya.

“ Ya, itu memang benar. Aku sendiri yang merencanakan kecelakaan orangtua-mu. Tapi sayangnya, itu hanya sebuah rencana. Kecelakaan itu benar-benar terjadi sebelum waktu dari rencana yang kubuat. Itu artinya aku tidak terlibat dalam apapun mengenai kasus kecelakaan orangtuamu, Nak.”

“ Kau pembohong. Kau yang membunuh orangtua-ku.”

Gyushik kembali tertawa. “ Kau tidak tahu apapun, Kyuhyun. Kau dulu hanya seorang bocah kecil. Begitu pun dengan sekarang. Kau tidak pernah berubah. Aku tidak terlibat dalam kecelakaan orangtuamu, tapi keluarga Choi-lah yang melakukannya. Mereka yang membunuh orangtua-mu.”

Mata Kyuhyun melebar. Tubuhnya kini terasa panas dan dingin disaat bersamaan. Gyushik lalu berdiri. Ia berjalan mendekati keponakannya yang kini tidak membalas apapun. Gyushik menatap wajah Kyuhyun dengan lekat.

“ Kau tahu mengapa aku membencimu? Karena wajahmu begitu mirip dengan Joonhyuk. Setiap kali melihatmu, aku seakan melihat Joonhyuk. Itu membuatku sangat muak. Aku bisa saja melenyapkan dirimu dulu dan membiarkan adik kecilmu menjadi sebatang kara. Tapi itu tidak bisa kulakukan. Tch.. Abeoji terlalu sangat menjagamu. Aku bahkan tidak bisa menyentuhmu seujung rambut pun.”

Kyuhyun bahkan tidak bisa berkedip ketika kata-kata menyakitkan itu keluar begitu fasih dari pengakuan pamannya sendiri. Jauh, dia merasa ketakutan. Rasa takut yang sama setiap-kali ia melihat pamannya dulu. Tapi Kyuhyun tidak bisa memberikan respon yang seharusnya. Tubuhnya seakan membeku. Dan senyuman menakutkan dari Gyushik membuatnya kesulitan bernafas.

Gyushik tersenyum ketika wajah Kyuhyun terlihat semakin pucat.

“ Sekarang aku tahu kenapa Choi Siwon begitu tergila-gila padamu, Kyuhyun-ah.”

*****

“ Aniyo! Aku memastikan tulisanku hampir duapuluh kali sebelum memostingnya. Aku bahkan tidak menyinggung apapun mengenai Kyuhyun dan Siwon.”

Heechul memijat pelipisnya dengan keras. Berita yang dilaporkan Hyukjae diluar prediksinya. Dan kini opini publik berkembang diluar kendalinya. Hyukjae sendiri sedang berusaha kembali mengambil-alih kendali, tapi rasanya cukup sulit. Donghae sendiri belum menuliskan apapun dalam berita itu.

“ Tapi mungkinkah Lee Minwoo yang menyebarkannya? Karena hanya dia dan Gyushik yang mengetahui hal ini. Bisa saja sebelum ia tertangkap oleh Yunho, sebelumnya ia sudah mulai menyebarkan itu.”

“ Aku tidak tahu!! Kau tanyakan pada Yunho!! Argh… Siwon bahkan memintaku untuk menunda hal ini, tapi kini berkembang seperti sel kanker ganas. “ Seru Heechul keras.

Hyukjae saja sangat terkejut mendengar nada tinggi Heechul. Tapi ia kembali fokus pada komputer. Heechul masih berjalan tidak menentu di ruangannya sendiri, sedangkan diseberang ponsel Donghae juga merasa kebingungan.

“ Lalu bagaimana sekarang? Jika kita tidak bisa menghentikannya, jalan satu-satunya adalah mengakuinya sendiri, bukan? Setidaknya untuk mencegah masalah yang lebih besar muncul.”

Heechul menarik nafas. “ Baiklah. Kau jemput Kyuhyun. Kita kembali bertemu di villa Yunho. Akan kupikirkan jalan yang terbaik.” Heechul mematikan sambungan telepon dan menatap Hyukjae. “ Tidak ada perubahan?”

Hyukjae menatap Heechul dan menggeleng. “ Semakin meluas. Tidak ada yang bisa kulakukan. Opini sudah terbentuk dan akan sulit untuk mengendalikannya. Untuk saat ini, aku mempunyai sedikit kontrol. Tapi tidak untuk waktu yang lama. Kita harus cepat bertindak.”

*****

Tuan Choi Dongha menatap lurus kearah gedung-gedung pencakar langit Seoul. Entah tapi Tuan Choi Dongha merasa lebih kecil dari gedung lainnya. Semua masalah yang timbul membuatnya kehilangan kekuasaan. Maka dari itu beliau telah bertindak cepat. Tuan Choi Dongha harus memastikan sendiri bahwa ia masih menggenggam kuat apa yang menjadi miliknya. Tidak peduli jika harus menghancurkan keluarganya sendiri.

Tuan Choi Dongha menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan. Tuan Choi Dongha lalu berbalik dan kembali pada meja kerjanya. Ia meraih Tablet PC dan membaca satu berita yang kini menjadi topik hangat. Mengenai cucu laki-lakinya dan Cho Kyuhyun.

Tuan Choi Dongha membaca beberapa komentar pada berita tersebut. Dan kemudian mengulas sebuah senyuman.

*****

“ Eoh? Lee Minwoo? Dia tidak mengatakan apapun bahwa ia telah menyebarkan foto-foto Kyuhyun dan Siwon. Kenapa Donghae?” Tanya Yunho yang kini sedang menyetir. Youngwoon yang duduk di kursi penumpang hanya diam memperhatikannya.

“ Rumor mengenai hubungan khusus Siwon dan Kyuhyun sudah menyebar. Bahkan sudah ada bukti foto walaupun foto itu sengaja di-blur. Kami tidak merencanakan apapun tentang menyebarkan hubungan mereka. Jadi, ini benar-benar diluar rencana.”

Yunho tanpa sadar mengeratkan genggamannya pada kemudi. Yunho menarik nafas perlahan dan menghembuskannya. Ia sedikit melirik kearah Youngwoon, sedikit memberi isyarat bahwa situasi sepertinya mulai diluar kendali. “ Aku sedang menuju rumah Kyuhyun. Youngwoon –temanku kemarin– ingin meminta keterangannya mengenai Lee Minwoo. Kau dimana sekarang?”

“ Perjalanan rumah Kyuhyun juga. Kita bertemu disana saja. Lalu Siwon?”

“ Dia baik-baik saja di Villa. Kurasa dia belum mendengar mengenai berita ini. Akan kupastikan Changmin tidak membiarkannya menyentuh remote televisi untuk sementara.”

Yunho lalu memutuskan sambungan komunikasinya sepihak. Dan tanpa sadar ia mulai menambah kecepatan mobilnya. Youngwoon yang masih belum berkomentar apapun hanya diam memperhatikannya. Yunho kembali meliriknya.

“ Tolong beritahu Changmin, Woon. Katakan padanya untuk melarang Siwon menonton televisi atau membaca berita apapun.”

“ Terjadi sesuatu?”

Yunho mengangguk. “ Sesuatu yang buruk.”

*****

Jinho melotot ketika ia membaca sebuah berita pada Tablet PC-nya. Berulang-ulang Jinho membaca isi berita itu memastikan bahwa ia tidak salah memahami kata demi kata yang dituliskan. Tapi walaupun begitu, isi beritanya sama sekali tidak berubah dan Jinho jelas-jelas mengerti setiap kata-katanya. Jinho hampir saja melemparkan Tablet PC itu.

Wajahnya terlihat merah. Sekali lagi, Jinho tidak bisa menahan emosinya sendiri. Ditambah ia juga tidak bisa berbuat apapun. Jinho mencoba merilekskan tubuhnya. Jinho mengambil nafas banyak-banyak. Ia memejamkan matanya dan mengendurkan setiap ketegangan otot tubuhnya. Perlahan Jinho mulai tenang. Tetapi pikirannya kini malah melayang jauh ke masa lalu. Dimana hanya ada dia dan Kyuhyun.

“ Hyung, karena kita hanya berdua maka kita harus saling menjaga, ne?”

“ Berdua? Kau melupakan noona, Narra dan yang lainnya eoh? Kita semua harus saling menjaga.”

“ Itu aku tahu. Tapi karena hanya kita anak lelaki di keluarga Cho, maka kita harus lebih menjaga satu sama lain. Aku menjaga hyung dan hyung juga menjagaku. Jika kita berdua kuat maka kita bisa menjaga semua saudara kita.”

“ Hey.. kau itu baru berusia sepuluh tahun. Tapi bicaramu seperti orang tua saja.”

“ Suatu saat aku akan menjadi dewasa. Dan aku akan membantu hyung di perusahaan.”

“ Jangan terlalu cepat dewasa. Kau akan menyesal nantinya. Nikmati saja hidupmu, Jinho. Tapi terima kasih, ne. Aku akan menunggumu dewasa.”

Kemudian Jinho kembali membuka matanya. Dan tanpa sadar airmatanya kembali jatuh. Walaupun mereka telah saling berjanji, tapi tetap saja Jinho yang selalu merasa dirinya paling tidak menjaga janjinya. Setelah janji itu terucap, keluarganya malah harus meninggalkan Seoul dan menetap di LA. Jinho meninggalkan Kyuhyun sendiri di Seoul.

Jinho bukannya tidak mengingat janji itu. Justru karena ia terlalu mengingatnya makanya ia belajar dengan tekun hingga disaat usianya saat ini, Jinho sudah hampir mendapatkan gelar magisternya. Semua itu ia lakukan demi Kyuhyun. Demi menjaga Kyuhyun di perusahaan. Kyuhyun mungkin adalah pewaris utama dari seluruh keluarga Cho, tapi Jinho menduduki posisi kedua. Ia berhak memiliki Cho’s Group di masa depan. Tapi hampir limabelas tahun kehidupannya, Jinho hanya melihat Kyuhyun yang berjuang sendirian. Bahkan hingga hari ini Jinho masih membiarkan Kyuhyun berjuang sendirian, walaupun ia telah kembali –berusaha untuk memenuhi janjinya.

Jinho menghapus airmatanya dipipinya dengan kasar. Kemudian ia bangkit dari kursi. Merapikan penampilannya. Menunjukkan pada semua orang bahwa ia bukanlah seorang anak kecil yang lemah. Jinho kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut. Jinho berjalan keluar untuk menghadapi dunia untuk berdiri dibelakang Kyuhyun.

*****

Changmin hampir saja tersedak ketika ia membaca pesan yang dikirimkan Yunho. Dengan cepat, Changmin meletakan gelas ditangannya dan bergegas menuju ruang tengah untuk menyembunyikan remote televisi. Tapi nyatanya ia telah terlambat.

Changmin kini menatap ekspresi Siwon yang sulit untuk dibacanya. Changmin menelan saliva dan memilih untuk mendekatinya. Perlahan ia mengambil remote televisi itu. Tidak ada penolakan dari Siwon –setidaknya membuat Changmin lega. Kemudian ia mematikan televisi. Siwon masih tidak memperlihatkan reaksi apapun.

Tapi inilah yang ditakutkan oleh Changmin.

Ia mungkin bukan seorang dokter yang mendapatkan pendidikan mengenai psikilogis, tetapi Changmin bisa mengetahui bahwa Siwon kini sedang jatuh begitu dalam. Dan ia juga terluka. Tapi Changmin tidak mempunyai jawaban bagaimana ia bisa membantu Siwon dalam hal ini. Jadi, sebagai dokter ia hanya bisa menyarankan satu hal.

“ Siwon-sshi, waktunya untuk istirahat. Kubantu kembali ke kamar, ne.”

Siwon bergeming. Ia tidak bergerak sama sekali. Changmin menaruh remote televisi itu dan meraih lengan Siwon. Sedikit memaksa pria itu untuk berdiri. Changmin merasa berhasil untuk membujuk Siwon. Namun ketika mereka akan menaiki tangga, tiba-tiba Siwon meremas tangannya.

Changmin terkejut dan menatap Siwon.

“ Antarkan aku menemui Kyuhyun. Sekarang!!”

*****

Donghae yang sampai terlebih dahulu di rumah Kyuhyun berteriak-teriak memanggil nama Kyuhyun. Tapi ia tidak mendapatkan sahutan apapun dari Kyuhyun. Hanya ada beberapa pengurus rumah yang berjalan mendekatinya. Donghae menatap mereka dengan kalut.

“ Dimana Kyuhyun? Apa dia sedang pergi? Pergi kemana?!!”

“ Ma-maaf, Tuan Lee. Tapi Tuan Muda pergi bersama Tuan Cho sekitar hampir satu jam yang lalu. Kami tidak tahu mereka pergi kemana.” Jawab salah satu dari mereka.

Donghae mengernyit. “ Tuan Cho? Cho Gyushik?!”

Para pengurus rumah itu hanya mengangguk. Donghae menjambak rambutnya sendiri dengan keras. Jika Kyuhyun pergi dengan Gyushik maka….

Donghae bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Gyushik pada Kyuhyun. Bisa saja pria tua itu memaksa Kyuhyun untuk ikut pergi, walaupun Kyuhyun menolak. Donghae terlalu mengenai Kyuhyun. “ Katakan apa Gyushik melukai Kyuhyun dan membawanya secara paksa? Kalian tidak menelepon polisi?”

Para pengurus rumah itu saling menatap. Tapi lainnya mengeluarkan suara untuk menjawab Donghae. “ Tidak, Tuan Lee. Tuan Muda pergi tanpa paksaan oleh Tuan Cho. Mereka pergi setelah bicara dengan wajah serius beberapa saat.”

 Donghae melongo mendengarnya. Tanpa paksaan? Kyuhyun pergi dengan keinginannya sendiri? Sangat sulit dipercaya. Bahkan Narra saja mungkin tidak akan percaya mendengarnya. Sebelum Donghae kembali bertanya, telinganya mendengar suara mesin mobil. Sontak Donghae berlari keluar untuk melihat siapa yang datang.

Sedikit merasa kecewa karena Yunho dan seseorang yang ditemuinya kemarin saat menjemput Lee Minwoo. Yunho memanjat keluar dari mobil dan menghampiri Donghae.

“ Mana Kyuhyun? Kita harus bicara cepat.”

“ Kyuhyun tidak ada. Ia pergi dengan Cho Gyushik.” Tutur Donghae.

Yunho menatap Donghae tidak percaya. “ Jangan bercanda, Lee Donghae. Disaat seperti ini Kyuhyun tidak mungkin pergi dengan pamannya.”

“ APA AKU TERLIHAT SEDANG BERCANDA?!” Donghae yang tidak bisa menahan emosinya langsung berteriak keras. Yunho dan Youngwoon saja tersentak kaget dengan reaksi keras yang ditunjukkan Donghae. “ Aku bahkan tidak tahu mereka kemana? Dan kenapa Kyuhyun mau saja pergi dengan pamannya itu!!”

Yunho menatap Youngwoon sekilas. Youngwoon hanya mengangguk dan mendekati Donghae. Ia meremas bahu Donghae –membuat Donghae menatapnya. Youngwoon menarik nafas sebelum bicara. “ Apa Kyuhyun mendapat paksaan?”

Donghae menggeleng. “ Kata pengurus rumah, mereka bicara sebentar lalu pergi. Kyuhyun tidak terlihat menolak untuk ikut pergi.”

Youngwoon kembali menatap Yunho. “ Aku akan meminta bantuan.”

*****

Tuan Cho Hyunjo menatap Jinho dengan lekat. Sekitar duapuluh menit yang lalu, beliau baru saja mendengarkan sebuah permintaan dari cucu lelakinya yang bahkan terdengar sangat tidak masuk akal. Tapi jika melihat dari ekspresi wajah Jinho, cucunya sangat serius atas pemintaannya tersebut. Tuan Cho Hyunjo menghela nafas.

“ Kau tahu betul resikonya, Jinho?”

“ Tentu saja. Jika aku tidak mengetahui resikonya, aku tidak akan mungkin menemui Presdir saat ini. Jadi, apakah Presdir memberikan ijin?”

Tuan Cho Hyunjo kembali memperhatikan setiap ekspresi Jinho. Kemudian ia tersenyum. Hampir seluruh keluarga Cho mewarisi kemampuan itu –kemampuan dimana mereka bisa memanipulasi ekspresi mereka dengan hampir sempurna. Kyuhyun-lah yang paling mendekati sempurna, tapi sepertinya setelah ia lebih terbuka pada perasaannya Kyuhyun kesulitan mengontrol ekspresi wajahnya sendiri. Tapi berbeda dengan Jinho saat ini.

Sepertinya baru beberapa jam lalu Jinho datang menemuinya dan merengek untuk menolak limpahan beberapa project padanya. Tapi sekarang pemuda itu kembali menemuinya dengan ekspresi yang tegas dan tanpa cela. Seakan Cho Jinho yang suka sekali merajuk itu tidak pernah ada.

Tuan Cho Hyunjo lalu berjalan mendekati Jinho. Ia menaruh tangannya dibahu cucu lelakinya tersebut dan menatapnya dengan serius. “ Apa kau yakin? Kau tahu, sekali kau masuk akan sulit untukmu keluar lagi. Selain itu, waktumu belum datang, Jinho. Kau masih mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri.”

“ Aku bahkan tidak mempunyai keinginan untuk berhenti. Berikan posisi CEO padaku secara resmi dan biarkan Kyuhyun hyung mengisi kekosongan posisi GM yang ditinggalkan. Aku akan mempercepat skripsiku agar aku bisa menduduki posisi itu.” Ucap Jinho lagi.

Tuan Cho Hyunjo menarik tangannya. “ Lalu bagaimana dengan pamanmu?”

“ Paman sudah terlibat masalah. Bukankah membiarkannya tetap berada di perusahaan hanya akan mempercepat kehancuran Cho’s Group. Saat ini semua klien bahkan tidak percaya padanya.”

“ Tapi dia tetap pamanmu. Dia tetap mempunyai hak di perusahaan.”

“ Presdir bisa memberikan posisi di perusahaan cabang diluar Korea. Itupun jika Paman tidak terbukti bersalah.”

Tuan Cho Hyunji kembali menghela nafas. Jinho berubah menjadi dewasa terlalu cepat. “ Akan Kakek pikirkan. Tapi kita harus menunggu bagaimana keputusan mengenai kasus pamanmu itu.”

*****

“ Baik, aku mengerti. Aku dan Hyukjae sudah di villa. Kami akan menjaga Siwon. Jika ada perkembangan beritahu aku secepatnya.” Heechul lalu memutuskan sambungan telepon.

Ia lalu berjalan menuju pintu diikuti oleh Hyukjae. Masalahnya berkembang diluar prediksinya. Rumor hubungan Siwon dan Kyuhyun dan kenyataan Kyuhyun kini hilang bersama Gyushik benar-benar tidak diperkirakannya sebagai mimpi buruk.

Hyukjae yang mengetahui Kyuhyun hilang tidak berkomentar apapun. Ia tidak tahu harus bicara apa, lagipula ia lebih memikirkan Siwon dan kelanjutan dari rencana mereka. Black Pearl hampir berakhir tapi masalah ini tiba-tiba muncul. Mereka akan kesulitan lagi untuk mencari waktu yang tepat menghentikan semuanya.

Heechul menekan bell dan menunggu. Tapi hingga beberapa menit berikutnya, tidak ada reaksi apapun. Heechul menatap Hyukjae dengan bingung. Dan kali ini Hyukjae yang menekan bell pintu. Masih tak ada sahutan apapun. Heechul mengumpat kasar ketika ia menyadarinya. Hyukjae pun demikian tapi ia tidak bereaksi berlebihan seperti yang dilakukan Heechul. Heechul mengacak rambutnya dan lalu mengeluarkan ponselnya. Ia menekan nomor Yunho.

“ Berikan nomor ponsel Changmin!! Tidak ada orang di villa!!!”

*****

Changmin menatap ponselnya dengan khawatir. Nomor Yunho dan beberapa nomor yang tidak dikenalnya terus saja muncul pada layar ponselnya. Tapi ia tidak berani menerima semua panggilan itu karena Siwon yang melarangnya. Changmin menoleh pada Siwon. Saat ini penerus Choi Inc. –entah apa Siwon masih bisa dikatakan sebagai penerus atau tidak mengingat posisinya telah dijatuhkan oleh kakeknya sendiri– terlihat begitu marah.

Changmin menghela nafas. “ Kau benar-benar melarangku mengangkat panggilan ini? Yunho hyung terus menghubungiku dan aku bisa dibunuhnya nanti.”

Siwon menatap Changmin. “ Kalau begitu terima saja, tapi aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu. Tidak peduli jika aku harus masuk penjara.” Sahut Siwon dingin.

Changmin menelan saliva dengan gugup. Siwon benar-benar terlihat berbeda. Ia bahkan lebih berbahaya ketimbang dari seorang mafia. Changmin meraih ponselnya dan me-non-aktif-kannya. Lebih baik dimatikan daripada terus berdering hingga membuat telinga sakit.

“ Lalu apa kita akan tetap ke rumah Kyuhyun? Mereka bisa saja menebaknya.” Tutur Changmin mencoba untuk tetap fokus menyetir.

Siwon mengeluarkan ponselnya. Ia menekan speed-dial angka satu dan menunggu nada sambung yang terdengar. Changmin berpikir bahwa Siwon sedang menghubungi Kyuhyun. Yah, itu mungkin lebih baik ketimbang ia terus-menerus merasakan aura negatif dari pria tampan itu.

Sesekali Changmin memperhatikan Siwon. Dan sepertinya wajah Siwon terlihat memutih dari sebelumnya. Percaya atau tidak, Changmin melihat ekspresi ketakutan dari wajah Siwon saat ini.

“ Temui kekasihmu di Sungai Han, Tuan Muda Choi.”

*****

“ Shit.. Changmin mematikan ponselnya. Lihat saja anak itu saja, nanti!!” Umpat Yunho.

Youngwoon yang kini menyetir tidak bisa berbuat apapun. Ia melirik kearah spion –menatap Donghae yang ikut dengan mereka agar lebih memudahkan. “ Ponselnya masih tidak bisa dihubungi?” Tanya Youngwoon.

Donghae menggeleng. “ Ponselnya aktif tapi ia tidak mau menerima panggilanku.”

“ Tapi itu masih lebih baik. Kita masih bisa melacak keberadaannya saat ini. Selain itu, orang-orangku juga tengah mencari mereka. Tapi kurasa kita harus bersiap untuk hal yang terburuk.” Ujar Youngwoon.

Yunho menatap sahabatnya itu dengan bingung –dan juga sedikit takut. “ Maksudmu apa, Woon?”

“ Kita tahu bahwa Cho Gyushik bukanlah orang yang bisa bertindak ceroboh. Dan selain itu, Kyuhyun –mungkin– bersamanya dengan sukarela. Ditambah dengan Siwon yang hilang kemana bersama Changmin. Gyushik bisa saja memancing Siwon dengan menggunakan Kyuhyun. Dan Siwon yang sedang diliputi rasa amarah yang besar tidak akan mudah berpikir jernih. Dia adalah tipe orang yang akan berubah menjadi seorang pembunuh berdarah dingin jika seseorang yang paling berharganya tersakiti –atau setidaknya itu adalah asumsiku. Dan jika kita atau Siwon salah melangkah, maka nyawa Kyuhyun atau bahkan orang lain yang terlibat dalam semua ini dalam bahaya. Bahkan termasuk adik mereka.” Jelas Youngwoon.

Donghae memucat setelah mendengarnya. Ia mungkin tidak mengenal sosok Siwon sepenuhnya atau mungkin lebih mudah dikatakan jika semua orang hanya melihat sisi baik dari seorang Choi Siwon saat ini. Tapi setiap manusia mempunyai dua sisi yang berlawanan. Tidak peduli jika sebaik apapun dirinya, pasti ada sisi gelap yang paling buruk didalam dirinya. Begitu pula dengan Siwon.

“ Jadi apa yang harus kita lakukan?” Gumam Donghae.

“ Menunggu. Kita harus menunggu dimana lokasi Kyuhyun saat ini. Beruntung jika Siwon tidak menemukan Kyuhyun lebih dulu daripada kita. Jadi, berdoalah.”

*****

Hari ini Hongjae terlalu sibuk dengan semua pekerjaan yang menumpuk begitu tinggi. Ia harus mengurus beberapa dokumen yang ditinggalkan oleh Heechul yang sekarang entah dimana keberadaannya. Hongjae bahkan tidak sempat untuk menghela nafas sejenak. Atau bahkan membaca koran hari ini.

Terdengar suara ketukan pintu dan Hongjae memberikan instruksi untuk masuk. Dengan tergesa Sekretaris Shin memasuki ruangan tersebut.

“ Direktur Choi, ada sesuatu yang gawat.”

“ Jika ini mengenai kerja-sama yang kembali dibatalkan, kirimkan saja dokumennya. Aku sedang sangat sibuk.” Sahut Hongjae yang bahkan tidak melihat wajah sekretarisnya yang habis melihat hantu.

“ I-ini bukan mengenai perusahaan. Tapi mengenai putra anda, Choi Siwon.”

Kali ini Hongjae menghentikan aktivitasnya dan mengangkat kepalanya. “ Siwon? Ada apa dengannya?”

Sekretaris Shin menarik nafas terlebih dahulu. “ Ada rumor yang mengatakan bahwa putra anda terlibat hubungan khusus dengan Cho Kyuhyun.”

“ Ne?!” Hongjae mengernyit tidak mengerti. Lebih tepatnya ia tidak tahu kenapa ada rumor seperti itu. Bukankah saat ini publik hanya terfokus pada skandal yang terjadi di Choi Inc. dan Cho’s Group. Mana mungkin rumor seperti itu menyebar begitu saja tanpa sebab.

“ Ada sebuah berita yang memuat berita tersebut. Bahkan ada foto yang menguatkan, walaupun di-blur. Tapi dipastikan kedua orang itu adalah Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Saat ini ada banyak wartawan yang di lobby utama yang menanyakan kepastian rumor ini.” Jelas Sekretaris Shin.

“ Tunggu!! Tunggu!! Maksudmu, hubungan khusus seperti sepasang kekasih?!”

Hongjae perlu memastikan. Dan ia jelas berharap bahwa ia sedang salah saat ini. Tapi ketika melihat anggukkan kepala dari sekretaris-nya, Hongjae tahu bahwa semuanya akan bertambah buruk.

“ Jangan katakan apapun pada media. Aku akan mengurus sesuatu terlebih dahulu. Ingat, larang semua orang jangan mengatakan apapun. Siapapun bahkan abeojiku sendiri. Mengerti?”

*****

Youngwoon menarik nafas dan melepaskan handset dari telinganya. Kemudian ia memutar kemudi untuk putar balik. Yunho dan Donghae memandanginya dengan heran. Mereka berniat untuk kembali ke Incheon sembari menunggu informasi dimana Kyuhyun atau Siwon saat ini, tapi sepertinya Youngwoon mempunyai pemikiran lain.

“ Kita mau kemana?” Tanya Yunho.

“ Sungai Han. Salah satu rekanku menemukan mobil Cho Gyushik disana. Beritahu yang lainnya. Kita bertemu disana. Dan kurasa Siwon dan Changmin juga sedang menuju kesana.” Jelas Youngwoon.

Yunho lalu menatap Donghae memberi isyarat agar ia memberi tahu Hyukjae dan Heechul. Donghae mengangguk paham. Yunho kembali memandang Youngwoon dengan serius.

“ Apa kau mempunyai rencana, Woon?”

Youngwoon melirik kearah Yunho dan kembali menghela nafas. “ Kita tidak tahu rencana Gyushik saat ini. Jadi, aku tidak bisa mengatakan apapun. Mungkin kita perlu meminta bantuan polisi. Sekedar untuk berjaga-jaga.”

Yunho terdiam. Sedangkan Donghae yang walaupun juga terkejut dengan ucapan Youngwoon untuk melibatkan polisi, ia terus bicara pada Hyukjae. “ Ne, Hyuk. Kita bertemu disana. Dan kemungkinan kita juga akan bertemu Siwon disana.”

*****

“ Ini hanya perasaanku atau semua orang malah melihat kita dengan tatapan menjijikan.” Gumam Ji In yang sedang melahap kimbab untuk makan istirahatnya.

Narra yang duduk bersamanya hanya diam dan terfokus pada ponselnya. Ji In mengunyah perlahan makanannya sembari menatap sahabatnya tersebut.  “ Kau tidak makan? Apa yang kau lihat, eoh?” Narra menghela nafas dan memasukkan ponselnya kedalam saku jas seragamnya. Ia lalu mengambil satu potong kimbab milik Ji In.

Ji In semakin merasa bingung dengan sikap Narra saat ini. “ Hey, ada apa? Terjadi sesuatu yang buruk?”

Narra menggeleng dan mengambil satu potong kimbab lainnya. Tapi Ji In tidak mudah percaya begitu saja. Ia tetap memperhatikan Narra yang kini ikut menghabiskan kimbabnya.

Ji In mengela nafas lalu ia mengambil cup jus jeruk-nya. Gadis itu menghabiskan minumannya tanpa sisa dan masih memperhatikan Narra dengan seksama. Dan Narra tahu bahwa Ji In terus memperhatikannya tetapi ia berpura tak peduli.

“ Makanannya sudah habis. Jadi, sudah mau bicara?” Tanya Ji In.

Narra menggeleng. “ Tidak disini. Kita pergi ke ruang guru sekarang.” Narra beranjak meninggalkan meja.

Ji In tersentak. Tapi ia tetap mengikuti Narra. “ Ruang guru? Untuk apa bicara disana? Narra..?”

*****

Changmin menghentikan mobilnya. Siwon melepaskan seatbelt dan menarik nafas. Kemudian ia menatap Changmin dengan lekat. Sekilas Siwon tersenyum pada dokter tersebut.

“ Terima kasih. Tapi kurasa kau tidak perlu terlibat lagi. Kita akan bertemu di rumah sakit saja untuk pemeriksaanku lebih lanjut.” Ucap Siwon.

Changmin tidak mengatakan apapun. Dan Siwon lalu memanjat keluar mobil tersebut. Changmin menghela nafas ketika melihat Siwon berjalan menjauhi mobilnya. Ia meraih ponselnya dan mengaktifkan kembali. Changmin berniat untuk menghubungi Yunho, tetapi ia kembali menatap punggung Siwon.

“ Luka lebam diwajahnya bahkan belum pulih. Hahh… seluruh muka media akan dipenuhi oleh wajah membiru seorang Choi Siwon.” Gumam Changmin. Ia kemudian menghubungi Yunho.

Changmin kembali menarik nafas berat. “ Jangan mengomel dulu. Dengarkan aku baik-baik. Aku baru saja mengantar Choi Siwon ke gedung Choi Inc. dan jujur saja suasananya tidak begitu baik. Dia melarangku untuk terlibat jadi, aku akan kembali ke rumah sakit saja. Sudah, aku hanya ingin bicara itu.”

Dan Changmin memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak. Ia kembali menatap kearah pintu utama gedung besar tersebut. “ Semoga berhasil, Choi Siwon.”

*****

“ Dia ke Choi Inc.” Tukas Yunho.

“ Eh?! Benarkah?!” Seru Donghae.

Youngwoon tersenyum. “ Aku membuat kesalahan, ternyata. Choi Siwon bukan orang bodoh. Itu hal baik, jadi kita tinggal memfokuskan pada Gyushik saja.”

Yunho menghela nafas berat. “ Shim Changmin, kau akan mati nanti! Berani-beraninya dia mematikan teleponnya, bahkan aku belum bicara sepatah kata pun.”

Donghae yang kini sudah sedikit berlega hanya terkekeh mendengar ancaman Yunho untuk Changmin. Tapi Donghae juga sangat bersyukur dengan sikap Siwon. Nyatanya selain bisa membuat orang bertindak gila, cinta juga bisa memberikan kekuatan yang begitu besar pada orang-orang yang merasakannya.

Donghae memandang kearah luar. Penglihatannya menangkap pemandangan pinggir sungai Han yang tenang. Tapi Donghae tahu bahwa ketenangan ini tidak akan bertahan lama.

“ Kyuhyun-ah…”

*****

Pintu terbuka dengan kasar. Hongjae yang kembali sibuk menyelesaikan beberapa dokumen langsung menghentikan kegiatannya dengan pandangan bingung. Tidak biasanya sekretarisnya itu bersikap tidak sopan begitu, terlebih dengan ekspresi wajahnya yang tegang.

“ Direktur Choi !! Putra anda datang!!”

Mata Hongjae serasa keluar dari tempatnya. “ Mwo?!!” Hongjae sontak bangkit dari kursinya dan bergegas keluar ruangannya. Saat ini Choi Inc. sedang kacau terlebih dengan para media yang berkumpul dilobby utama, Tapi putranya itu dengan sangat tiba-tiba datang ke perushaaan. Sekretaris Shin mengikutinya dari belakang. “ Dimana dia sekarang?”

“ Pegawai resepsionis mengatakan bahwa putra anda memasuki lift tanpa bicara apapun. Tapi bagian keamanan yang mengawal putra anda untuk menghindari dari media mengatakan bahwa ia sedang menuju lantai ruangan Presdir.” Jelas Sekretaris Shin.

Langkah kaki Hongjae terhenti. “ Abeoji? Dia menemui abeoji?”

*****

“ Sepertinya kekasihmu tidak datang.” Tukas Gyushik.

Kyuhyun mendengus jengkel. “ Dan kau tidak terkejut.” Sahutnya dingin.

Gyushik tersenyum dan kembali memperhatikan situasi dengan teropong ditangannya. Kyuhyun mendesis menatap punggung pamannya tersebut. Kyuhyun tahu pamannya bukan orang bodoh. Pamannya itu sengaja meninggalkan mobilnya didekat bawah jembatan sedangkan mereka sendiri berada sekitar tiga ratus meter dari mobil itu ditinggalkan –memperhatikan setiap situasi.

“ Oh, Donghae sepertinya terlihat bingung. Begitu juga dengan dua orang lainnya. Dan muncul satu mobil lainnya. Tapi kurasa itu bukan kekasihmu, Kyuhyun.” Ucap Gyushik. Kemudian ia berbalik dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “ Kurasa kau perlu memastikan seberapa dalam perasaan kekasihmu itu.”

“ Tch…! Atas dasar apa kau bicara begitu? Kau bahkan tidak tahu bagaimana perasaan itu.”

Gyushik tertawa. “ Kyuhyun-ah, kau perlu memperbaiki tata bicara-mu terhadap orang yang lebih tua darimu. Sepertinya kakekmu tidak pernah mendidikmu untuk bicara seperti itu. Ataukah itu kau dapatkan dari orangtua-mu?”

Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Tangannya terkepal kuat hingga membuat jemarinya terlihat memutih. Gyushik berbalik lagi dan kembali memperhatikan situasi di jauh sana. Kelima orang tersebut benar-benar terlihat kelimpungan karena tidak menemukan siapapun.

“ Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin membunuhku juga?” Tanya Kyuhyun –terdengar tanpa rasa takut.

“ Tidak, Kyuhyun. Sudah kubilang, aku akan membunuhmu sejak dulu jika ada kesempatan.”

“ Kenapa tidak sekarang? Kau jelas mendapat kesempatan baik.”

Gyushik terdiam. Ia menurunkan teropongnya dan menatap jauh. Kyuhyun yang berdiri dibalik punggungnya memperhatikannya dengan serius. Detik kemudian, Gyushik mengulas sebuah senyuman. Ia menarik nafas dan berbalik.

Gyushik lalu berjalan mendekati Kyuhyun. “ Aku memang memiliki kesempatan itu, tapi entah aku tidak bisa melakukannya.” Ucapan itu sama sekali tidak terpikir oleh Kyuhyun akan keluar dari pamannya.

“ Kenapa?”

“ Tidak tahu. Kurasa karena kita memiliki darah yang sama walaupun aku sangat membencimu.”

“ Tchh… Itu alasan klise.”

“ Memang. Tapi bukankah memang seperti itu. Kita adalah Cho. Dan selain itu, aku juga adalah ayah babtis-mu Kyuhyun. Selain Hongjae tentunya.”

Kyuhyun terdiam. Ia hanya tahu bahwa Hongjae adalah ayah babtis-nya –secara rahasia– dari buku jurnal milik ayahnya. Tapi ia tidak pernah tahu siapa ayah babtis-nya yang lain adalah pamannya yang kini berdiri dihadapannya.

“ Ba-bagaimana…”

“ Tahu kalau Hongjae adalah ayah babtis-mu? Tch.. ayahmu itu sangat ceroboh jika menyimpan barang. Aku melihat buku jurnalnya dan ia jelas menuliskan nama Hongjae. Tapi aku hanya melihat buku itu sekali.”

Kyuhyun terlihat gugup ketika Gyushik sudah menyebut buku jurnal milik ayahnya. Ia menyamankan tenggorokannya dan berusaha tetap terlihat tenang. “ Lalu? Kau mau apa sekarang?”

“ Bukankah sudah kubilang tidak tahu.”

Kyuhyun mendesah jengkel. “ Kau benar-benar menjengkelkan. Lalu untuk apa kita kesini?!!”

Gyushik tertawa lagi. Ini pertama kalinya ia melihat ekspresi jengkel Kyuhyun. Ia bahkan tidak bisa mengontrol tertawanya sendiri. Sedangkan Kyuhyun malah semakin jengkel melihat pamannya malah menertawakannya.

“ Aku tidak tahu kalau Cho juga mempunyai gen aneh seperti-mu.” Tukas Kyuhyun.

Gyushik mencoba untuk menghentikan tawanya. Ia menarik nafas dan kembali mengontrol ekspresi wajahnya. Gyushik kembali memandang Kyuhyun walaupun masih terdapat sisa-sisa tawanya. “ Hey ayahmu juga aneh, kau tahu. Dulu, ia sering-kali naik ke loteng rumah –bukan rumah yang sekarang– hanya untuk mencari kecoa. Entah untuk apa kecoa-kecoa menjijikan itu.”

“ Ah, sudahlah. Lupakan masalah itu.” Tukas Gyushik lagi.

“ Terserah. Tapi untuk apa kau membawaku kesini?!” Tapi kemudian Kyuhyun malah mengaduh kesakitan karena Gyushik memukul kepalanya. “ Argh.. untuk apa memukul kepalaku, paman?! Sakit sekali pukulanmu!”

“ Sudah kubilang jaga tata bicara-mu dengan orang yang lebih tua. Bagaimana pun aku ini pamanmu sekaligus ayah babtis-mu, tidak bisakah kau bersikap sopan sedikit saja?!” Omel Gyushik.

Kyuhyun mengerang kesal.

“ Aku mungkin akan bersikap lebih sopan jika kau memperlakukanku lebih baik sejak dulu!” Seru Kyuhyun dengan keras. “ Tapi apa yang kau tunjukkan padaku? Sejak aku dan bersama Narra pundah ke rumah kakek, kau selalu menatapku dengan penuh kebencian. Kau juga tidak pernah bicara dengan baik padaku. Ucapanmu selalu dingin. Bahkan hingga aku besar dan masuk ke perusahaan, semua perlakuanmu padaku tidak berubah.”

“ Dulu, aku sering bertanya kenapa pamanku bersikap seperti itu padaku? Aku bahkan tidak ingat pernah membuat kesalahan padamu. Dan ketika aku tahu kau membenciku karena ayahku, aku masih tidak mengerti. Kau membenci ayahku tapi kenapa aku juga terkena imbasnya? Mungkin wajahku sedikit mirip dengan ayah, tapi apakah pantas aku yang tidak tahu apapun mendapatkan kebencian yang begitu besar darimu?!”

“ Tidak tahukah, aku selalu mengagumi-mu sejak kecil? Aku ingat persis ketika aku berusia tujuh tahun dan saat itu kau mendapatkan sebuah penghargaan. Aku bahkan selalu membanggakanmu pada semua teman sekolahku. Melebihi ayahku sendiri! Tapi apa yang aku dapat darimu? Tidak ada, paman. Tidak ada, kecuali kebencian! Jadi, masih pantaskah kau mendapat perlakuan sopan dariku terlebih setelah apa yang kau lakukan padaku dan Narra selama ini?”

*****

Siwon menarik nafas panjang. Ia berusaha untuk menutupi rasa gugupnya. Ini mungkin adalah tindakan tergila yang pernah dilakukannya selain mencintai seorang Cho Kyuhyun.

“ Aku selalu membayangkan untuk bisa berdiri dengan bangga disampingmu. Tapi walaupun aku bisa berdiri disisimu bersama Appa, tapi aku hanya bisa menunduk. Aku tidak merasakan kebanggaan apapun, karena aku merasa tidak berhak. Posisiku selama ini hanyalah sebuah pemberian darimu. Bahkan terkesan aku merebutnya dari Heechul hyung, karena sebenarnya dialah yang pantas mendapatkannya. Dan pencapaianku selama ini tidak bisa dikatakan membanggakan.”

“ Walaupun semua orang menaikan derajatku dan selalu mengatakan aku mewarisi bakat berbisnis darimu dan Appa, tapi aku selalu merasa tertekan karenanya. Maka dari itu aku selalu berusaha untuk bekerja lebih keras dari sebelumnya. Namun, aku tetap tidak merasa bangga. Terlebih ketika Kyuhyun muncul dan mendapatkan perhatian yang begitu luar biasa.”

Siwon menarik nafas sejenak untuk memberi jeda.

“ Cho Kyuhyun, entah aku langsung merasa iri pertama-kali melihatnya. Dia belajar begitu keras untuk menduduki posisi yang diberikan kakeknya. Usianya masih begitu muda, terlebih dia juga seorang yatim piatu. Tapi dia bisa berdiri dengan tegas dan penuh keyakinan diatas kakinya sendiri. Dan aku merasa semakin malu.”

“ Aku melihat jurang yang begitu jauh dan dalam diantara kami. Dia seakan tidak pernah bisa tersentuh. Tapi aku berhasil menyentuhnya hingga perasaan yang terdalam. Disaat itulah aku merasa sangat bangga pada diriku sendiri. Aku berjanji untuk tidak pernah melukainya. Aku berjanji untuk selalu melindunginya. Tidak peduli bahwa Choi Inc. dan Cho’s Group saling bermusuhan.”

Kemudian Siwon tersenyum.

“ Aku mencintainya begitu dalam hingga aku tidak merasa sakit jika aku berdarah. Aku bisa terus tersenyum walaupun menerima ratusan pukulan yang bisa meremukan tubuhku. Bahkan aku tidak bisa membenci dirimu walaupun kau berusaha melukainya dan juga adik-adikku. Kau mungkin melihatku bodoh, tapi aku tetap merasa bangga. Bangga karena aku bisa mencintainya dan mendapatkan cintanya yang begitu besar.”

“ Bahkan jika aku harus berlutut dihadapanmu untuk memintamu tidak menyentuh dia dan semua orang kusayangi, aku akan tetap melakukannya dengan bangga.”

Dan perlahan, Siwon menekuk  kedua lututnya hingga menyentuh lantai. Kepalanya tertunduk begitu dalam. Tapi ia tidak menghilangkan senyuman dari wajahnya.

“ Jadi kumohon Kakek, jangan menyakiti Kyuhyun dan semua orang yang kusayangi. Bisakah kau mengabulkan permintaan dari cucumu ini?”

*****

“ Kyuhyun-ah!!!” Seru Donghae keras.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan terus berjalan. Donghae sontak berlari menghampiri Kyuhyun dan memeluknya begitu erat. Sedangkan Yunho dan yang lainnya menghela nafas lega. Sepertinya tidak terjadi yang buruk. Kyuhyun terlihat baik-baik saja.

Donghae memeluk Kyuhyun seakan ia tidak akan pernah melepaskan pria itu lagi. Kyuhyun tertawa kecil dan menepuk punggung Donghae lembut. “ Hyung, kau membuatku sesak. Longgarkan sedikit pelukanmu.”

Donghae melonggarkan pelukannya tapi tidak melepaskan Kyuhyun. “ Jangan berbuat hal aneh lagi, Kyuhyun. Kau mau melihatku mati muda eoh? Aku bahkan belum menikah.”

Kyuhyun tertawa lagi. Tapi ia terdiam ketika merasakan air pada bahunya. Donghae menangis dalam pelukannya. Kyuhyun menghela nafas, karena ini adalah ke-tiga kalinya ia membuat Donghae menangis. Padahal ia sudah berjanji untuk tidak membuat Donghae menangis lagi. Namun, ia melanggar janjinya sendiri. Kyuhyun tersenyum tipis sembari terus menepuk punggung Donghae.

Kyuhyun lalu menatap kearah Yunho, Hyukjae, Heechul dan seorang lain yang belum pernah dilihatnya. Kyuhyun memberikan senyumannya seolah mengatakan bahwa semua-nya baik-baik saja.

Ya, setelah ini semuanya akan baik-baik saja. Semoga.

*****

“ Kenapa kau bicara seperti itu? Para guru bahkan sepertinya tidak tahu mengenai berita itu. Kenapa kau malah…”

“ Mereka belum mengetahuinya, Ji In. Jadi, aku hanya ingin memberitahu semuanya secara detail. Selain itu, kita ini sudah hampir lulus. Apa kau ingin meninggalkan kesan buruk di sekolah, eoh?”

Ji In mendesah. “ Kesan buruk? Apanya yang kesan buruk? Memangnya kenapa kalau kakak kita berbeda?! Kenapa semua orang langsung memandang mereka begitu rendah dan hina?”

“ Karena mereka tidak mengerti! Karena hanya kita yang mengerti dan mereka tidak. Mereka bahkan tidak peduli bagaimana kakak kita sebenarnya. Mereka hanya menghakimi orang-orang dengan penampilan luar saja. Kau bilang kau tidak peduli jika kakak kita berbeda asal mereka bahagia, bukan? Maka lakukan ini demi kebahagian mereka.” Jelas Narra.

Ji In diam mendengarkan. Tapi ia masih merasa marah karena tindakan Narra sebelumnya di ruang guru. Narra menarik nafas berat. “ Apa kau tidak pernah terpikir bahwa mereka sebenarnya juga memikirkan kita? Mereka merahasiakan hubungan ini agar kita tidak mendapat cemooh dari orang lain. Dan sekarang ketika hubungan mereka sudah terungkap, kau melihat sendiri bagaimana reaksi dari teman-teman kita sendiri, bukan? Jadi, aku melakukannya demi kedua kakak kita.”

“ Apa kau mau saat kelulusan, semua orang akan menatap mereka dengan menjijikan? Aku hanya menjelaskan apa yang aku tahu pada guru-guru. Aku hanya memberikan sedikit pengertian. Tapi paling tidak, mereka tidak akan memandang rendah lagi. Aku juga tidak peduli apapun kata semua orang, asalkan kakakku bahagia. Kau mengerti maksudku, bukan?”

Ji In menghela nafas. “ Arreo!! Arreo!! Kau bicara hal-hal aneh lagi. Menyebalkan. Tidak bisakah kau bersikap layaknya seorang gadis berusia delapanbelas tahun, eoh? Kau terlihat sama tuanya dengan Jiwon onnie.”

Narra hanya terkekeh.

*****

Siwon menutup pintu dengan rapat. Ia tersenyum tipis pada sang ayah yang menunggunya di luar ruangan. Siwon berjalan mendekat dan memeluk sang ayah dengan erat. Hongjae merangul putranya dan memberikan tepukan lembut dipunggung dengan rasa bangga.

“ Kau baik-baik saja?”

Siwon mengangguk sebagai jawaban. Hongjae menarik nafas lalu melepaskan pelukan putranya. Hongjae tersenyum dan menepuk bahu Siwon. “ Kita pulang. Eomma sudah sangat merindukanmu.”

Siwon kembali mengangguk. Tapi sebelum ia pergi, Siwon kembali menoleh dan menatap pintu ruangan Presdir yang tertutup rapat. Hongjae menepuk bahu Siwon lagi lalu membawa putranya meninggalkan Choi Inc.

*****

Cho Gyushik Ditetapkan sebagai Tersangka

Kepolisian Seoul Memanggil Choi Dongha atas Kasus yang Melibatkan Namanya

Kim Heechul, dan “Black Pearl”

Cho’s Group Mengumumkan Perubahan Struktur Direksi

Cho Jinho, Wajah Baru CEO Cho’s Group

Choi Siwon – Cho Kyuhyun, Sebuah Kisah Rumit

Choi Inc. dan Cho’s Group Perlahan Kembali Stabil

*****

NOTE: Selain panjang, gak jelas, dan failed banget, penyelesaian dari konflik ini aku putus begitu saja. Sebenarnya aku bisa saja menjelaskan secara lebih detail bagaimana akhir dari rencana Black Pearl, lalu Cho Gyushik dan Choi Dongha. Tapi kuputuskan untuk terfokus pada Kyuhyun dan Siwon. Entah, apa yang aku tulis ini tersampaikan atau tidak /walaupun sepertinya tidak, karena aku tidak pernah berhasil dengan baik/ Sebenarnya masih banyak yang belum dijelaskan secara gamblang. Tapi ini ajah sudah sebelas ribu kata lebih. Dan jujur, masih ada epilog-nya yang mungkin akan kuposting pada malam hari. Jadi, tentukan pilihan. Apakah part ini cukup memuaskan atau kalian mau dirubah lagi? Maksudku dijelaskan lebih detail lagi?

P.s : yo weis bagian epilog nanti aku rubah dan sedikit ngejelasin bagian yang ilang dari part akhir ini yaaa…

Advertisements

41 thoughts on “[SF] Two Faces {WK Vers.} Last Part

  1. Walaupun kurang detail tpi aku sedikit mengerti *plak
    pada akhirnya semua berjln dg lancar walaupun ada sdikit mslh yg keluar jalur dri rencana black pearl…ya setidaknya semuanya kembli normal.perusahaan cho choi tdk kolaps
    ternyata cho gyushik tdk sejahat yg di pikirkan..krn dia ternyata bkn org yg membunuh orang tua kyu.trus siapa pembunuh mereka sebenarnya,apa mereka hanya meninggal krn sebuah kecelakaan
    salut ama sikap gentle siwon yg meminta kakeknya utk tdk menyakiti org yg dia sayangi,termasuk kyuhyun(knapa ga sekalian minta restu)

  2. salah satu ff wonkyu terbaik yg pernah aku baca. Seriously, it’s so great story!
    selalu suka dgn penggambaran dan emosi tentang hubungan wonkyu disini..

    kasusnya makin rumit tapi udah menemukan titik terang hihihi srmoga semuanya berjalan dgn lancar dan berakhir happy ending..
    tapi kenapa aku malah bayangin jino itu henry ya? hahaha

  3. hahhh panjang banget tp puas bacanya hhe, sbnernya pas aku bca mmg kya ada bagian yg hilang gt, bngung aku jlasinnya gmn tp krna akan ada epilog gpp ini udah kren bgt kok eon #daebakkk

  4. waaaah..
    sumpah dech chap ni pelik bgt konflik ny
    saia ikt nangis senyum dan ktawa bca ny
    saia jg trharu dgn kta2 siwon pd kakek soal cinta k kyu
    it dalem pke bgt dan indah???

    bnar it
    brasa da bagian yg hilang
    knpa tdk di jlaskan scra gamblang
    maaf ne klo sbg reader crewet
    tp klo gno g puas aj
    kekekekekekeke

    di tunggu wonkyu happy end ny
    ech bkal adopsi anak jg kn
    unyu2 pasti mrka
    heheehehehe

    buat ji in dan narra srta kluarga cho-i
    brshabat lg g msuhan ne
    ok siiip
    keep writing

  5. eh kyu ma paman-na ngomonn apa kok kyu dilepasin,q pnsaran hehe,hua kpan wonkyu nikah and ngadopsi baby hehe,hua macet mau mdk untng saenx update jd q g bsen djalan hehe gomawo saenx,dtnggu epilogna smgat

  6. Uwooo
    pnjang bangeet,puas banget bacanya
    huh,kirain gyusik bakalan macem” sama kyu,trnyata gak toh,
    ya ampun,siwon sampe bersujud gitu buat ngelindungin org yg di sayang,salut banget
    akhirnya gyusik jadi tersangka,legaa
    puaaass,gk ada lg org yg ganggu wonkyu
    keep writing chingu!!

  7. d sms ma ahjumaq,klo TF last part dh d publish!q lngsung buk blogx eonni.

    Jd bukn gyushik yg ‘ngbunh rang twax kyu? Brarti dia g’ sjaht yg slama ni q kir donk?? dn mudh”an ja ras bncix ke kyuhyun luntr stlah mndengr kt”x kyuhyun.*ayo donk gyushik
    hilngkn ras bncimu i2.lihtlh wajh mnis,plos dn mnggemaskn i2,q ja pe mlelh hngga jd sparkyu akut!(nsehat pa dh ni…)

    omaigot, wondad bnar” sudh jtuh dlm psonax kyumom.smpai” ea bis mlakukn tindkn d lwar prkiraan orng” trdektx yg mngethui hub-x ma kyu.

    Epilogx kn d publish mlam hr.nnti mlam kh?ato mlam” brikutx??q tnggu kpanpn i2 eonn.

    ^0^p.s:sbnarx dh bc dr jam stngah 9.tp bru bis comen dh siang gni.s’alx part ni pnjng, dn q bcx plaaan bgt byar ‘ngrti.
    *keep your healt n ttp smangt ne eonn…
    SEMANGAT!!!

    oy eonn q g’ rla dh klo TF udhn. S’alx q cnta bgt ma ff ni(OO jug).jln critax sderhna,tp stiap kt” yg eonni gunakn sllu mmbwat q trsentuh. Jdx q sllu ‘ngbyangn klo crit sprti mang bnar” ada.y wlopn i2 bkn wonkyu.

    *mianhe eonn comen q kpnjangn?

  8. aahhh bingung mau komen apa …. semuanya terbuka di sini tp masih membingungkan krn belum ada kejelasan dr semua masalah…..
    nunggu banget epilog nya agar semua tanya yg ada di otak q dpt jawabannya….
    semut requesan q mana jae semuuuuut #plak
    cepet lanjut pokoknya #maksa 🙂

  9. Walaupun kurang mendetail dan ad beberapa yg gantung, tp tetep keren eonnie hihi
    Ohiya, d epilog agak d jelasin yaaa. Paling penasaran sama c cho gyusik nohhh hehehe

  10. agree with cho hyunjin.
    This is one of the best wonkyu’s ff that I ever read!!
    It was really awesome!!

    Gw tunggu epilognya.
    Semga diepilog nanti penjelasannya lebh mendetail.
    Jga semga ada penjelasan tentang kelangsungan hub wonkyu.
    Heheh

  11. aku setuju bgt ma chohyunjin.
    ff na khususnya yg two face ni juga buatku merupakan slh satu ff terbaik yg pernah kubaca.
    mnurutku bahasa ff na lebih k bahasa novel # dan ini pujian.serius
    cuma entahlah….
    mnurutku kamu sepertinya ada sedikit (ingt y..se..di…kit…) kendala dalam menuangkan or menjelaskan isi pikiran ke tulisan agar pembaca bnr2 sejalan dgn apa yg di pikirannya.
    ini bisa jadi karna banyaknya ide ato konflik yg sebenarnya ada di kepalanya.
    ato memang ini sudah gaya bahasa tulisan yang dipake.
    entahlah…
    yang jelas mnrutku ini ga seperti bahasa ff kebanyakan.
    seandainya bisa sedikit dkembangkan mungkin kamu bisa jadi penulis novel yg handal.
    apalagi dgn bbrpa ide n ff yang konfliknya rada lain#lirik the president, two face, only one.

    untuk comment isi dari ff ni jujur ja aku harus mikir n diam bbrpa menit dlu.
    coz ga nyangka aj ini end gitu aj.
    masalah sikap pmnx kyu gmn.
    apalagi kyu udah mulai terbuka juga akan perasaannya trhdp sang paman.
    semoga semua membaik.
    sikap kakeknya won juga blm dijelasin.
    wlo pasti yg nyebar hubungan wonkyu adalah kakek choi tpi kn pngen tau juga tanggapan kakek choi trhdp permohonan siwon. wlo dri sikap siwon sprtix sang kakek sudah melunak.
    tapi ttp ja aku sbgai reader pngen penyelesaian puncak yg lbh detail trhdp semua masalah yg ada.
    tpi sukur karna dah djanjiin epilog so ku tunggu bgt dah

  12. Gak sabar nunggu epilognya……baca ni episod malah tambah banyak pertanyaan di kepala????beneran ni end?????pengen tau pembicaraan lengkap kyu dan pamannya,juga siwon dan kakeknya….gimana endingnya wonkyu sampe married dan lain2….semoa semua ada di epilognya dech

  13. Dri pas kelompok black pearl beraksi,eonni dah g bisa nebak n g mampu ngira2 bkal kyk apa situasi cho-choi., ditambah skrg eonni tmbah siwer nntuin siapa sbnrnya dalang dr semua permusuhan+knflik dimasa lalu…logikanya dr kedua belah pihak ada dedengkotnya…klo dr choi eonni msih brpikiran klo choi dongha yg jd dalang,trus klo dr cho?? Tdinya eonni 100% ykin cho gyushik,tpi apa bnar?? Mengingat kjadian disungai han brsama kyu…kyknya skilas paman cho itu g bnci2 amat sm kyu (jd kepikiran saverus snape d harpot,kyk mirip2 gtu),tpi entahlah ƴɑ̤̥̈̊ªªª…klo cho gyushik g jahat,trus lee minwoo suruhan siapa doooong?!
    Argggghhhh sesuai jdulnya tokoh2 disini bermuka dua kecuali eunhae yg polos2 aja…
    Ttg pnyelesaian knflik,hhhhmmmmm… Eonni sih sbnrnya nyerahin k diera kkkkkkkk,cma klo dbkin damai tnpa ketahuan the culprits nya agak gimana gitu, permusuhan bertahun2 dan dibayangi kematian dr kedua pihak yg msih misterius hrusnya mmunculkan seseorang yg mmg hrus bertanggungjawab,dan sbg reader…kyknya perlu penjelasa deh…ɨƚεټɨƚεټɨƚεټɨƚεټɨƚε
    Ttp wonkyu moment,yup!hrus ada chap husus biar berasa afdhal apa dech…^^
    Figthing diera-sshi, ni ff kren dr awal…dan akan berahir kren juga #wink
    Sedih nih dah mndekati end…hukz hukz

  14. Presdir Choi. ternyata dalang dari semua kekacauan adalah beliau. dan beliau malah sempat “bermain” dengan media masa sebelum di tahan. ckckck…

    waktu Kyu bicara panjang lebar dengan paman Gyushik, sepertinya perasaan Kyu disitu tumpah ruah. dan mereka terlihat lebih akrab walaupun yang keluar hanya ada kata-kata tak sopan dan dingin.
    dan apa itu, paman Gyushik mau main sekap-sekapan ya? bawa teropong segala -_-
    dan ulah paman Gyushik membuat sibuk Donghae dan Yunho, terutama Yoongwoon.
    begitu mereka ketemu Kyu, tak terjadi apapun. kkkk~
    mungkin mereka berdua butuh waktu untuk berbicara sebelum pamannya masuk jeruji besi. hehehe….
    tapi benar kata Kyu, tak hanya keluaga Choi yang aneh, Cho juga punya gen aneh, kkkk…

    sepertinya amat sangat butuh epilog 😉

  15. dibilang puas ya puas puas banget malah, tapi ada beberapa bagian yang kesannya itu belum terselesaikan dengan baik. mungkin dengan adanya epilog bagian bagian itu bisa semakin jelas. konfliknya dapet sih cuma aku kurang puas dari penyelesaiannya ga tau kenapa deh :/ dan ada beberapa tokoh yang jujur masih buat aku penasaran, tapi secara keseluruhan dari awal sampai akhir lumayan sih. jujur aja buat comment ini aku mikir mikir dulu heheh sedikit membandingkan sama tf yang biasa, tapi sepertinya aku lebih suka sama penyelesaian konflik yang itu._. maaf yaaa eonn kalo comment aku kayanya isinya kebanyakan negatifnya {} gapapa kan ya anggep aja masukan baru heheh, maaf ya kalo ada salah salah kata ^^ kutunggu epilog sama ffmu yang lainnn ;D ❤

  16. Hah kirain td gyushik mau ngapa”in kyu…aku nya malah udh panik dluan wktu kyu prgi ber2 sama gyushik…heheh 🙂

    klo aku sih pngen nya jg fokus ke wonkyu. tp gmna penyelesaian konflik nya aku jg msih rada bingung nih eonni…jadi dilanjut dong 🙂

  17. berharap ada penjelasan yang lebih detail lagi..
    soalnya pengen tau gimana slnjutnya sikap kakenya siwon untuk permasalahan cintanya siwon ma kyu ini, siwon dengan gentle nya meminta kepada kakenya kalo dy masih menaruh rasa hormat sama kakenya dan berusaha untuk selalu melindungi kyuhyun..
    aku sih berharap ke depannya soal masa depan hubungan wonkyu nya..
    soalnya kan disini walo hubungan mereka udh ke publish tapi gtau apakah yang nantinya akan terjadi, rumit.. rumit yang seperti apa nya kah? tidak jelas gitu,,hehehehe…
    duh maaf ya kalo banyak nuntut,,hehehehe…
    ditunggu ya epilognya..

  18. chapter ini sempat bikin tegang, takut2 kl semua rencana yg sdh tersusun dng baik bisa hancur berantakan bahkan dampaknya bisa di luar dugaan. tak di sangka yg menyebarkan berita tentang wonkyu adalah kakeknya siwon sendiri, dan itu malah membuat semuanya menjadi panik. tp siwon dng berani dan bersikap tegas dtng menemui kakeknya dn dng bangga dia mengungkapkan semua perasaannya, bahkan dia berlutut memohon pd kakeknya agar beliau melukai babykyu and yg lainnya, salut deh. tp apa yg terjadi stlh siwon berlutut pd kakeknya? ll stelah babykyu mengutarakan semua uneg2nya selama ini ttng pamannya bagaimana reaksi pamannya? knp babykyu bisa di lepaskan begitu sj. ayo dong epilognya, dan bagaimana hubungan wonkyu setelah ini. maaf terlalu panjang. lanjuttttttttttttttttttttttttttt

  19. ada yg salah dng comentku, maksudnya “siwon berlutut pada kakeknya agar beliau TIDAK melukai babykyu dan yg lainnya”

  20. aigoo..emg bener2 puanjaaang bgt saeng,smpe 1jam ini baca’a .
    ckck
    bingung mau ngmong dri mana dlu -_-”
    weeh,,itu kakek choi bener2 ditangkap ? klo cho gyushik jgn ditanya .
    err..shock pas tau klo gyushik ayah babtis kyu sma narra yg lain slain tuan hongjae .
    ckck
    haha serius dah,,aku tegang bgt ps bca bgian gyushik bwa kabur kyu,sma pas siwon dtang ke choi inc .
    hebat bner won,aku kira bnr2 dtng ke sungai han,tpi trnyata?
    kkk ~
    yaah wlopun saiia jg bingung sma ending’a,tpi yg pnting prmasalahan’a udh slsai

    1. trus soal gyushik yg bwa kyu ke sungai han,aku kira itu kyu mau di apa2in,soal’a dia kan benci bgt sma kyu .
      tpi dugaan’a salah,trnyata gyushik ga bnr2 nyentuh kyu seujung jari pun .
      hoho
      pdhal aku nunggu moment wonkyu’a lho di part ini,tpi mana ?! ga ada sma skali u,u
      *dijitak
      kkk ~

  21. heuu, smpet ngubing comentnya ragara blog tampilan baru 😉
    Ewh, ini bner2 puanjang saeng, bcnya nyampe tegang tauk, apalg pas kyu dbwa pergi sm pamanya dan Sl won, smpet terkecoh, kirain td siwon y nemuin kyu ternyata malah nemuin kakeknya . . dan aku spechlesh sm apa yg diucapkan Siwon, aigoo sweet , terharu, itu kt2ny nyampe bet kehati tauk #hiks2, bkin mewek. . .
    Dan penasaran sm apa yg terjadi sm kyu dan pamanya, br x ini liat paman kyu nunjukin sisi baiknya #eh

  22. Betewe, suka bet sm kedekatan kyu sm jinho . . . dan Narra, knpa jd dewasa gtw, malah lbh dewasa narra dr jin in, hahaha, sepertinya gen Cho emang mempunyai sifat aneh dan Unnik (?)

    Err mana wonkyu momentnya saeng??? dr atas sampe bwah, melototin tiap part, tiap kalimat bwt nemuin wonkyu momentny tauk . . . huhuhu

  23. Andiera-ssi merubah tampilan wp ya,, jadi bingung sedikit,, lbh suka tampilan sebelumnya,,
    aku cuma bisa komen:
    wow.
    Sebagian terduga dan selanjutnya diluar dugaan. Hehe,,
    disini agak menggantung ya, tapi jd bisa membuat perkembangannya sesuai imajinasi sndiri,,
    gyushik sayang ponakan kayaknya,, tapi kakek choi nyebelin,, baca lanjutannya dulu deh,, makasih,,

  24. Akhirnya,,, tapi masih banyak pertanyaan,,hahahaha,,,
    Ok la,, gag bisa koment banyak,,
    langsung aja ke epilognya,,,

    Semoga semua sesuai dg harapan,,
    hehe,,

  25. sempet kaget pas mau baca ini lihat tulisan ‘Last Part’
    Dan lebih kaget lagi pas ditengah tengah konfliknya makin besar..
    Tp rada tenang pas lihat kkebawah2nya… Rada kaget juga pas percakapan Kyu sm Gyushik itu..
    Masih bingung sebenernya tp tetep ngerti..
    Pembunuh kedua orang tua Kyu yang benar itu siapa,,..
    Okay , next baca Epilog nya… 😀
    Fighting jiejie.

  26. Eonniiiii….
    Mian ne. Aku g ingat ada berapa ff yg belum ku comment. Jdny ku mulai dari sini aja.
    Nah, ini udah end kan. Terus hubungan Siwon & Kyuhyun cuma kayak gitu aja ya o.O ????

  27. Asdfghjkasdfghj. Siwoon, itu baru yang namanya laki2 gentle. Berani mempertaruhkan nyawa dan harga diri demi orang yang dicintai. Ya Tuhaan. Cocwit banget 😀

  28. aku bc lg untuk yg ksekian kali..
    ini crt yg plg kusuka d blog ini selain scarface..
    konflikny lgkp dn akhirny jg gk mksa..keren bgt..

  29. Aku baca ulang dari awal, meskipun komen hanya di chapter ini.
    Membaca perjuangan cinta wonkyu yang selalu jatuh bangun tetapi bahagia dakhir membuat ikut merasakan kebahagian.
    FF-ff di blog ini memang sangat bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s