[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 14C

TF4

BLACK PEARL

Kyuhyun menghela nafas. Ia lalu menaruh ponselnya diatas meja nakas samping tempat tidurnya. Sudah beberapa-kali ia mencoba menghubungi Siwon, tapi sama sekali tidak ada jawaban. Kyuhyun juga sudah menggirimkan pesan –berjaga-jaga kalau Siwon sedang dalam kondisi tidak bisa mengangkat telepon– tapi ia tidak mendapat balasan juga.

“ Dasar menyebalkan. Kau masih sama menyebalkannya dengan yang dulu.”

Kyuhyun lalu berbaring dan merapatkan selimutnya. Ia mencoba untuk tidur. Tapi nihil. Pikirannya selalu terjaga dan selalu memikirkan Siwon yang sekarang entah dimana. Kyuhyun melirik kearah ponselnya. Kembali terlintas untuk mencoba menghubungi Siwon, tapi Kyuhyun tahu hasilnya pun tak jauh berbeda. Ia sudah mencoba hampir dua jam.

Kyuhyun mendengus jengkel lalu mematikan lampu meja dan mencoba untuk tidur. Mungkin.

*****

“ Kau sudah ke kantor polisi, Heechul?”

“ Sudah. Aku bahkan sudah meminta pihak kepolisian untuk mengecek CCTV yang berada di jembatan. Tapi sialnya, kamera itu sedang masa perawatan. Polisi bilang harus menunggu hingga besok. Jika tidak ada kabar, pihak kepolisian baru akan bertindak.” Jelas Heechul.

Hongjae menarik nafas berat. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan sudah begitu rumit dan sekarang Siwon juga menghilang entah kemana. Beruntung hilangnya Siwon tidak menarik perhatian media serta publik saat ini. Jika media sampai menyebarkan mengenai hal ini, malah hanya akan memperkeruh keadaan. Heechul mengeluarkan ponsel milik Siwon dan meletakannya diatas meja. Hongjae menatap ponsel tersebut.

“ Siwon sempat mengirimkan pesan terakhir untuk Kyuhyun. Dan sejak tadi, Kyuhyun terus menghubungi ponsel ini dan mengirim beberapa pesan. Tapi aku tidak berani melakukan apapun.” Tutur Heechul.

Hongjae mengambil ponsel tersebut dan malah mematikannya. “ Untuk saat ini kita berfokus pada Siwon dan masalah perusahaan dulu. Kyuhyun juga masih dalam pemulihan, bukan? Ohya, besok kau harus hadir dalam rapat internal.”

Heechul mengangguk. “ Arraseo.”

*****

Pagi ini berita mengenai Cho’s Group dan Choi Inc. belum reda dan malah semakin mengeliat kacau. Heechul membaca berita pada beberapa media surat kabar dan merasa sedikit puas. Rasanya, media benar-benar memakan umpan-nya dan memainkan peranan yang sangat besar. Kali ini tinggal menunggu bagaimana reaksi dari Cho’s Group dan Choi Inc.

Disamping itu, Heechul juga merasa khawatir. Karena pada akhirnya, mereka harus mem-blow-up hubungan Kyuhyun dan Siwon pada publik. Tidak ada pilihan lain lagi. Dan Heechul tidak bisa memprediksi bagaimana opini publik nantinya. Heechul mengunci tabletnya dan menghela nafas berat. Rencananya berjalan lancar sesuai dengan prediksinya, namun ada banyak hal yang terjadi diluar ekspetasinya juga.

Tapi rencananya harus berjalan hingga akhir. Tidak ada jalan berhenti atau mengubahnya lagi. Semuanya harus tetap berjalan tanpa kendalinya. Hingga semuanya terungkap dengan sendirinya. Untuk saat ini, opini publik sudah mulai terbentuk dan benar-benar sesuai yang diinginkan Heechul. Pihak kepolisian juga kembali membuka investigasi ulang atas kecelakaan Cho Joonhyuk dan Kim Nayoung. Ditambah pihak auditor independen juga sudah memulai investigasi atas beberapa kasus penyuapan dan penggelapan dana.

Semuanya benar-benar sesuai dengan rencana.

Heechul memandang kearah luar, dimana semuanya bergerak berlawanan dengannya. Lalu sebuah gedung besar mulai terlihat. Gedung yang berdiri dengan kokoh namun begitu rapuh dan bisa hancur kapan saja –seperti bom waktu. Heechul menatap lirih gedung tersebut. Ia menarik nafas berat ketika melihat beberapa baris orang didepan pintu lobby. Mobil mewah yang ditumpanginya terhenti. Dan salah seorang pegawai membukakan pintu bagi Heechul.

Heechul melangkah keluar dengan penuh keyakinan dan keteguhan. Ia telah melangkah cukup jauh. Hari ini adalah penentuan bagi masa depan dua perusahaan dan semua orang yeng terlibat. Terlebih, ini juga demi sepupunya.

“ Siwon-ah, semoga kau baik-baik saja.” Gumamnya pelan.

*****

Yunho berjalan memasuki area dapur, dimana ia menemukan Changmin sedang menuangkan kopi. Yunho tersenyum tipis dan berjalan menuju meja counter. “ Pagi, Min. Apa kau cukup istirahat?”

Changmin menoleh dan tersenyum. “ Lumayan. Pasienmu tidak begitu merepotkan, hyung.” Tukas Changmin. “ Kopi?”

Yunho duduk pada sebuah kursi dan mengangguk. Changmin menuangkan kopi pada gelas lainnya dan menyodorkannya pada Yunho. Changmin duduk pada kursi lainnya disebelah Yunho dan sedikit menyeruput kopinya.

“ Bagaimana keadaannya?” Tanya Yunho.

“ Tidak buruk. Seperti yang kubilang kemarin, lukanya tidak parah dan tinggal menunggunya untuk sadar. Tapi dia harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.” Jelas Changmin.

Yunho menaruh gelas kopinya dan mendesah. “ Kau tahu bukan situasinya tidak memungkinkan.”

“ Kenapa?” Yunho menatap sepupunya dengan bingung. Kemarin ia sudah menjelaskan bagaimana situasi saat ini dan meminta sepupunya untuk memaklumi, tapi kenapa Changmin malah kembali bertanya.

Changmin menghela nafas. “ Kenapa hyung begitu peduli dengannya? Kenapa hyung melakukan semua ini? Lagipula bukankah perusahaannya sedang kacau balau saat ini. Kenapa hyung malah menyembunyikannya disini? Apa terjadi sesuatu yang tidak kuketahui?”

Yunho tersenyum tipis dan menunduk menatap gelasnya. “ Begitu rumit hingga aku tidak tahu bagaimana menceritakan awalnya. Tapi yang kutahu, jika semua orang melihat kondisinya yang parah seperti itu akan memunculkan masalah lainnya. Terlebih ada orang yang pasti akan lebih mengkhawatirkannya. Dan aku tidak mau membuatnya sedih.”

Changmin menatap Yunho dengan tatapan tidak mengerti. Tapi dari ekspresi Yunho saat ini, Changmin memilih untuk menahan diri. “ Ah, baiklah. Kurasa ini sudah memasuki urusan pribadimu, hyung. Dan aku tahu kemarin kau dengan jelas melarangku bertanya mengenainya. Tapi aku benar-benar penasaran, hyung. Bagaimana bisa kau menemukan Choi Siwon dalam keadaan penuh luka begitu? Kalian tidak berkelahi, bukan?” Tanya Changmin.

Yunho menggeleng. “ Aku menemukannya, mungkin karena takdir Tuhan. Saat itu aku bahkan tidak tahu kenapa aku bisa melewati jembatan dimana aku menemukannya. Ah, nanti saja kuceritakan. Aku harus pergi. Orang yang membuat Choi Siwon terbaring tidak berdaya sudah menunggguku. Jadi, bisakan kau menjaganya selama aku pergi?”

Changmin kini beralih melihat jam dipergelangan tangannya. “ Aku tidak bisa lama. Siang ini aku harus kembali ke rumah sakit. Aku juga punya pasien, hyung.” Sahut Changmin.

“ Arra. Mungkin aku akan meminta Jungsoo hyung menggantikanmu. Dan terima kasih, Min.” Tutur Yunho. Changmin menatap Yunho dengan mengerutkan dahi.

“ Karena telah menyelamatkan Choi Siwon.”

*****

“ Siwon oppa tidak pulang lagi?”

Ji In menggeleng. “ Bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Eomma juga sangat khawatir. Tapi berbeda dengan Appaku yang tidak terlihat begitu mengkhawatirkannya.”

Narra terdiam dan menghela nafas. “ Kyuhyun oppa sangat cemas.”

Ji In sontak menatap Narra. “ Tentu saja. Mereka khan kekasih. Eommaku saja khawatir, masa kakakmu tidak.” Tukas Ji In.

Namun, Narra malah tertawa. Ji In semakin tidak mengerti. Ia menyenggol lengan Narra. “ Kenapa tertawa?”

“ Tidak. Rasanya aneh saja melihat kakakku begitu mengkhawatirkan orang lain. Apalagi orang itu adalah Choi Siwon. Kau tahu persis bagaimana hubungan mereka sebelumnya. Persis kucing-kucing yang selalu berebut makanan. Tapi mungkin, aku juga cemburu.”

Ji In menarik nafas dan kembali memandang kearah lapangan luas dihadapan mereka. “ Karena kau terbiasa dengan Kyuhyun oppa yang hanya mencemaskan dirimu seorang, bukan? Aku juga. Selama ini Siwon oppa hanya memperhatikanku dan Jiwon onnie. Tapi ketika ada orang lain masuk dan menyita perhatiannya lebih banyak, membuatku sedikit tersingkir. Hanya sedikit. Karena aku tidak ingin menjadi adik yang egois. Sudah begitu banyak yang Siwon oppa lakukan demiku dan Jiwon onnie. Sekarang giliran Siwon oppa yang mendapatkan kebahagiannya.”

Narra tersenyum mendengar ucapan Ji In. Kemudian ia merangkul sahabatnya tersebut. “ Ah, kemana Choi Ji In yang sangat manja itu? Aneh sekali mendengar ucapan bijaknya.”

Ji In mendelik kesal. “ Yah!! Apa maksudmu, huh?!” Narra mengangkat bahunya dan memilih untuk meninggalkan Ji In. Sontak gadis Choi itu mengikuti Narra. “ Hey, Cho Narra!!”

“ Sudahlah. Ayo ke aula!!”

*****

Heechul berkali-kali melirik kearah jam dipergelangan tangannya. Rasanya ia ingin sekali keluar dari ruangan ini. Suasananya begitu menyesakkan dengan semua para pemegang saham yang hadir dan terlihat begitu seram. Heechul sedikit mengendurkan dasi hitamnya. Ini sudah hampir satu jam tapi kakeknya belum juga muncul. Heechul menoleh pada pamannya. Tapi pamannya terlihat begitu tenang, tanpa sedikit kekhawatiran.

“ Paman, kau tahu dimana Abeojimu berada? Ini hampir satu jam.” Bisik Heechul.

Hongjae menatap keponakannya dan menggeleng. “ Tidak tahu. Kau tanyakan pada kakekmu.”

Heechul mendesis jengkel pada ucapan pamannya. Tapi sepertinya Hongjae juga merasa jengkel dengan Tuan Choi Dongha sendiri. Jadi, Heechul memilih untuk diam saja. Sepuluh menit berlalu dan semua orang diruangan meeting semakin terlihat gelisah. Heechul menghela nafas dan mulai sibuk sendiri dengan ponselnya.

Tapi kemudian ponselnya bergetar. Ada sebuah pesan masuk.

“ Oh? Lee Donghae?”

Heechul mengernyit bingung, tapi ia tetap membuka pesan tersebut.

From : Donghae Lee

Urgent!! Presdir Cho sedang menuju Choi Inc. Aku baru mengetahuinya dan aku tidak tahu untuk apa beliau kesana.

Mata Heechul membulat dan segera bangkit dari kursinya. Hongjae menatapnya dengan bingung. Heechul mengumpat dan membuat semua pemegang saham –yang sudah paruh baya– menoleh padanya. Heechul beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

Dan ketika ia membuka pintu, Tuan Choi Dongha hendak memasuki ruangan meeting tersebut. Tuan Choi Dongha menatap Heechul dengan serius. “ Kau mau kemana, Direktur Kim? Meeting akan segera dimulai.”

“ Aku akan kembali lagi.”

Heechul bergegas meninggalkan ruangan tersebut tanpa mendengar protes dari kakeknya lagi. Tuan Choi Dongha menatap kepergian Heechul dengan marah tapi memilih untuk mengabaikannya.

Heechul berlari menuju lobby utama. Setidaknya jika ia bisa mencegah sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi. Tapi rasanya mustahil. Presdir Cho dan beberapa orang lain sudah memasuki lobby dan menciptakan keheranan dari para pegawai Choi Inc.

“ Ish, kakek tua satu ini.” Gumam Heechul yang kemudian menghampiri pria tua tersebut.

Tuan Cho Hyunjo menatap Heechul yang berjalan kearahnya –well, dengan tidak senang. Tuan Cho Hyunjo sudah memperkirakan bagaimana ekspresi Heechul ketika mengetahui kedatangannya. Dan tidaklah buruk.

“ Apa ada keperluan khusus sehingga anda datang, Presdir Cho?” Heechul tidak ingin berbasa-basi.

Tuan Cho Hyunjo menatap Heechul dengan lekat. “ Tentu saja menghadiri rapat pemegang saham Choi Inc.”

Heechul mengernyit. “ Rapat? Ta-tapi bagaimana? Anda bahkan tidak memiliki saham di Choi Inc.?”

Tuan Cho Hyunjo lalu meminta salah satu orangnya untuk memberikan sebuah dokumen pada Heechul. Heechul membaca dokumen itu dan semakin terkejut. “ I-ini?! Ba-bagaimana…? Ta-tapi…”

“ Aku adalah pemilik saham Choi Inc. sebesar 4.5%. Jadi, bisa antar aku menuju ruangan meeting-nya, Direktur Kim?”

*****

Kyuhyun merapatkan jaketnya dan berjalan keluar rumah. Supir Jang yang melihatnya sedikit kesusahan berjalan, berinisiatif untuk membantunya menuju mobil. Kyuhyun tersenyum dan memilih untuk melakukannya sendiri. Hari ini ia akan menjalani terapi lagi, sendirian. Biasanya, Siwon akan selalu menemaninya, tetapi karena Siwon sama sekali tidak memberikan kabar, Kyuhyun akan pergi sendiri.

“ Ajhusi, setelah dari rumah sakit tolong antarkan aku ke pemakaman, ne.” Tutur Kyuhyun.

Supir Jang hanya mengangguk patuh. Kemudian Kyuhyun memanjat masuk kedalam mobil dengan hati-hati. Setelah menutup pintu mobil, Supir Jang segera duduk dibalik kemudi dan melajukan mobil meninggalkan rumah.

Kyuhyun menghela nafas dan mengeluarkan ponselnya. Ia berusaha untuk menghubungi Siwon. Tapi kali ini nomornya tidak aktif. Kyuhyun kembali mendesah kecewa. Ia menggenggam erat ponselnya dan menatap kearah luar jendela.

“ Hyung, apa kau baik-baik saja?”

*****

Changmin memeriksa kondisi pasien istimewanya –Choi Siwon. Semuanya normal dan seharusnya Choi Siwon sudah sadar sekarang ini. Tapi kenapa pria ini sepertinya masih ingin tidur. Changmin menghela nafas dan berjalan menuju jendela besar untuk membukanya –membiarkan udara masuk.

Changmin kembali menatap Siwon yang tengah terbaring diranjang dengan wajah pucat dan beberapa memar dibagian wajahnya.

“ Aku tidak mengenalmu. Well, mungkin hanya tahu namamu dan bagaimana reputasimu, Siwon-sshi. Tapi kau harus bangun sekarang. Kau tahu, perusahaanmu itu sedang kacau. Dan lagi sepertinya sepupuku yang konyol itu sangat mengkhawatirkan orang yang lebih khawatir padamu saat ini.” Tukas Changmin.

Tapi kemudian Changmin mengacak rambutnya. “ Ah, aku ini bicara apa sih?!” Lalu ponsel Changmin berdering. Salah seorang rekan kerjanya menghubunginya. Changmin menghela nafas dan berjalan menuju jendela lagi.

“ Yoboseyo..”

“….”

“ Aku masih di Incheon. Nanti siang aku akan kembali ke Seoul.”

“….”

“ Aku tahu. Dokter Kim akan menangani pasien itu. Ah iya, lalu bagaimana pasien yang akan melakukan terapi hari ini? Iya, Kim Janghyun. Apa dia sudah datang?”

“….”

“ Ah, benarkah? Bagus sekali. Ini adalah terapi pertamanya dan aku tidak mungkin tidak mendampinginya. Aku akan segera kembali ke rumah sakit.”

“….”

“ Ne, terima-kasih Song-sshi. Aku benar-benar tertolong karenamu.”

Disaat Changmin tengah sibuk mengobrol dengan rekan kerjanya, ia tidak menyadari terjadi sesuatu dibalik punggungnya. Sebuah gerakan kecil yang mungkin tidak akan terlewatkan begitu saja. Namun, begitu berarti.

*****

“ Ada berita lain yang sudah naik!!”

Donghae bergegas mengecek komputernya untuk melihat berita yang naik tersebut. Tangannya bergerak dengan lincah diatas keyboard dan beralih pada mouse. Matanya dengan teliti membaca setiap baris kalimatnya. Donghae menggigit bibirnya sendiri.

“ Berita apa ini?! Bagaimana bisa Presdir kita mempunyai saham di Choi Inc.?” Tukas salah satu rekan kerja Donghae.

“ Lalu kenapa? Tidak ada larangannya, bukan? Lagipula ini adalah keputusan Presdir sendiri.”

“ Lalu kenapa Presdir Cho harus datang ke Choi Inc.?”

“ Yang kudengar hari ini Choi Inc. mengadakan rapat internal. Semua pemegang saham hadir. Tapi yang kupertanyakan adalah kapan tepatnya Presdir membeli saham Choi Inc.? Ini benar-benar diluar prediksi semua orang.”

“ Tepat. Aku bahkan tidak pernah terpikir sebelumnya.”

Donhae melirik kearah ponselnya. Tidak ada balasan dari Heechul. Apakah ia bisa mengatasinya? Tapi bukankah setidaknya dia memberi kabar. Donghae mengendurkan dasinya dengan kasar. Ia benar-benar frustasi saat ini. Terlebih dengan masalah menghilangnya Siwon. Walaupun Heechul yang bersikeras mencarinya sendiri, tapi Donghae merasa khawatir dengan Kyuhyun.

Sahabatnya itu pasti akan mencari Siwon. Menghubungi kekasihnya atau semacamnya. Lalu bagaimana Heechul mengatasi hal itu?

Donghae menghela nafas. Ia tidak bisa berpikir dengan baik lagi. Walaupun ia sudah melakukan apa yang diperintahkan Heechul untuk memblow-up fakta-fakta yang mereka dapatkan ke media tanpa menimbulkan kecurigaan, nyatanya semua ini berjalan diluar prediksinya –prediksi Donghae. Mungkin Heechul memang menginginkan hal ini terjadi.

Dan kini yang perlu ia lakukan adalah menjaga Cho’s Group agar tidak kolaps dengan cepat. Tapi itu adalah tugas yang berat. Dan lagi, Donghae merasa semua dinding kantor dengan memperhatikannya. Cho Gyushik seakan sedang memperhatikan langkah-langkahnya.

*****

Choi Dongha menatap geram pada Cho Hyunjo yang berdiri dihadapannya. Ia bahkan tidak peduli dengan pemegang saham lain. Cho Hyunjo menarik nafas dan sedikit melirik kearah Hongjae.

“ Aku tidak akan lama disini. Aku percaya dengan semua keputusan anda, Presdir Choi. Anda tidak akan membuat perusahaan kolaps. Perusahaan ini adalah hasil jerih payah keluarga anda terdahulu. Aku sangat bersyukur karenanya.” Tutur Cho Hyunjo.

Choi Dongha mengeraskan rahangnya. “ Tentu saja, Cho-sshi. Aku bukanlah orang bodoh. Terima kasih atas kepercayaan yang anda berikan.”

Cho Hyunjo tersenyum. “ Tentu saja. Ah, bisakah aku bertemu dengan Direktur Choi? Ada sesuatu yang aku ingin berikan padanya.” Cho Hyunjo kembali menoleh pada Hongjae. “ Direktur Choi.”

Hongjae menghela nafas dan perlahan berjalan menuju Cho Hyunjo. Choi Dongha menatap putranya dengan serius, begitu juga dengan Heechul. Pemuda itu hanya memperhatikan situasi –menyiapkan apa langkah selanjutnya yang harus dibuatnya untuk membuatnya menjadi dibawah kendalinya lagi.

Hongjae menatap Cho Hyunjo dengan lekat dan sedikit membungkuk hormat. Cho Hyunjo tersenyum tipis. “ Ini ketiga kalinya kita bertemu, bukan? Diluar dari urusan bisnis.”

“ Benar.”

“ Dan kau sama sekali tidak berubah dari terakhir kali kita bertemu. Tujuhbelas tahun lalu di pemakaman.” Tutur Cho Hyunjo lagi. Hongjae tidak menyahut.

Heechul mengernyit. Tujuhbelas tahun lalu?

Cho Hyunjo lalu menoleh dan meminta sebuah dokumen. Seorang yang berdiri disebelah kanannya segera memberikan dokumen yang dimaksud. Cho Hyunjo kembali menatap Hongjae dan menyodorkan dokumen itu. Hongjae menatap dokumen itu dengan tidak mengerti.

“ Peninggalan terakhir dari putraku, Joonhyuk. Aku harap kau bersedia.” Tutur Cho Hyunjo yang membuat semua orang –para pemegang saham tepatnya– memberikan reaksi yang beragam.

Hongjae mengambil dokumen itu dan membacanya sekilas. Tapi kemudian reaksinya adalah yang tidak pernah dilihat oleh Heechul sebelumnya. Hongjae menangis. Bahkan Choi Dongha juga terkejut dengan reaksi putranya.

“ Jaga mereka baik-baik, Hongjae-sshi. Aku percayakan mereka padamu.”

Choi Dongha yang marah dengan cepat mengambil dokumen itu dari tangan Hongjae dan membacanya sendiri. Matanya membulat tak percaya. Ia menatap kearah Cho Hyunjo dan melemparkan dokumen itu begitu saja.

“ Jangan membawa putraku kedalam hal ini!!”

Cho Hyunjo menatap Choi Dongha dengan tenang. “ Ini bukan keinginanku. Joonhyuk yang membuat keputusan itu dengan keinginannya sendiri. Lagipula dokumen itu sudah sah secara hukum. Dan kau tidak mempunyai hak untuk menolak. Hanya putramu yang berhak memutuskannya.”

Choi Dongha menatap Hongjae dengan amarah yang membuncah. “ Jangan pernah kau menerimanya. Atau anak-anakmu akan menderita.”

“ Abeoji tidak berhak mengancamku dengan menggunakan anak-anakku!! Aku bukanlah boneka yang Abeoji bisa atur sesuka hati. Aku akan menerimanya. Aku akan menjadi orangtua asuh dari Cho Kyuhyun dan Cho Narra!!”

*****

“ Kau tidak mau membawanya ke kantor polisi? Rasanya dengan semua pengakuannya sudah cukup memberatkan.”

Yunho menggeleng dan menatap Youngwoon –salah seorang temannya yang bekerja sebagai detektif swasta– dengan lekat. Yunho menghela nafas dan kembali menatap seorang pria yang melukai Siwon berada diruangan yang dikelilingi oleh kaca satu arah.

“ Tidak. Aku akan menunggu apa yang terjadi selanjutnya pada Choi Inc. dan Cho’s Group. Aku merasa ada sebuah gerakan tersembunyi didalam Choi Inc. dan Cho’s Group.” Tutur Yunho.

Youngwoon menatap Yunho dengan lekat. “ Maksudmu, semua berita mengenai Choi Inc. dan Cho’s Group? Apa mereka ingin menghancurkan dua perusahaan ini? Karena jujur saja, masalah ini benar-benar sangat rumit. Bahkan masyarakat saja dibuat semakin bingung.”

Yunho menghela nafas. “ Kurasa tidak. Mereka mungkin hanya ingin mengungkapkan kebenaran. Dan selain itu, berita hilangnya Siwon sama sekali tidak beredar. Kalau mereka ingin menghancurkan Choi Inc. dan Cho’s Group, bukankah hilangnya Siwon akan memperburuk keadaan?”

“ Lalu?”

“ Aku akan menunggu. Dan sampai waktunya, tolong jaga pria ini.” Pinta Yunho.

Youngwoon menarik nafas dan mengangguk. “ Seakan aku punya pilihan lain saja.” Yunho tertawa kecil. Dan disaat itu ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari Changmin. Yunho menekan image hijau.

“ Ya, Min?”

“ Dia sudah sadar hyung!! Choi Siwon sudah sadar!!”

*****

Kyuhyun mengambil nafas yang banyak. Peluh keringat membuatnya leher dan wajahnya basah. Rasanya terapi hari ini begitu berat, padahal terapi hari ini tidak berbeda dari terapi sebelumnya. Tapi Kyuhyun merasa sangat kewalahan. Kyuhyun mengambil botol air minum dan meneguknya hingga habis.

“ Kau terlalu memaksakan diri, Kyuhyun-sshi.” Tutur dokter Kang sembari menyodorkan sebuah handuk kecil pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat kepalanya lalu mengambil handuk tersebut. Ia tersenyum dan menyeka keringatnya. “ Tidak apa, dokter.”

“ Tapi tidak baik untuk tubuhmu. Jika kau terus memaksakan tubuhmu, aku dan terapis tidak bisa membantumu lagi Kyuhyun-sshi.” Ucap dokter Kang. Dan terdengar seperti ancaman pada pendengaran Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafas. “ Baiklah. Aku akan lebih berhati-hati, dokter Kang.”

Dokter Kang tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. Ia kemudian menepuk bahu Kyuhyun. “ Terapi hari ini sudah cukup. Perhatikan makananmu dan juga obatmu. Kau boleh pulang. Kita bertemu minggu depan, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun mengangguk lagi dan dokter Kang meninggalkannya. Kyuhyun menyeka lagi keringatnya. Kemudian ia berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.

*****

Hyukjae memasuki ruangan baru Heechul –yang adalah ruangan Siwon– dengan tergesa. Heechul menatapnya sekilas lalu kembali fokus dengan pekerjaannya. Hyukjae berjalan mendekati meja kerja Heechul.

“ Bagaimana kejadiannya?” Tanya Hyukjae.

Heechul menghela nafas. Ia menghentikan aktifitasnya dan menatap Hyukjae dengan serius. “ Tidak cukup baik untuk kujelaskan sekarang. Bagaimana dengan media dan publik?”

“ Tidak begitu buruk –menurutku. Masih bisa dikendalikan dengan baik. Lalu Siwon?”

Heechul menggeleng. “ Aku akan melapor ke kepolisian nanti. Tapi aku akan menjaga agar media dan publik tidak mengetahuinya. Lalu apakah hasil dari audit sudah keluar?”

“ Belum. Kurasa lebih lama dari waktu yang kita perkirakan.” Tutur Hyukjae.

“ Kuharap tidak. Jika ini lebih lama dari yang seharusnya, yang kutakutkan kita kehilangan kendali. Perhatikan saja media mendapatkan apa yang mereka inginkan dan publik memberikan opini yang kita inginkan. Kurasa kakekku benar-benar terkena pengaruh dengan kedatangan Presdir Cho tadi. Cepat atau lambat Kakek akan bertindak.” Jelas Heechul.

“ Ah, benar. Kudengar juga beliau memberikan sesuatu pada Direktur Choi dan membuatnya menangis. Apa kau tahu?”

Heechul mendesah. “ Dokumen mengenai hak asuh atas Kyuhyun dan Narra pada pamanku. Ternyata ayah Kyuhyun sudah menyiapkannya jauh sebelum ia meninggal.”

“ Benarkah? Tapi kurasa itu bagus. Setidaknya kita bisa memastikan posisi Kyuhyun dan Narra.” Sahut Hyukjae.

“ Itu memang benar. Tapi masalahnya akan semakin rumit ketika hubungan Siwon dan Kyuhyun terungkap. Kita harus benar-benar yakin bahwa situasinya terkendali sebelum hubungan mereka terkuak.”

“ Selain itu, Kakek terlihat sama sekali tidak senang. Sepertinya akan menjadi lebih buruk.”

*****

Siwon memperhatikan sosok pria yang sedang memeriksanya. Wajahnya cukup asing dan tidak pernah dilihatnya, tetapi mengingatkan Siwon pada seseorang. Pria itu melirik Siwon karena pasien istimewanya itu terus saja memandanginya –sedikit risih. Kemudian pria itu menaruh stetoskopnya diatas meja nakas.

“ Apa kau merasakan kesakitan dibagian lain, Siwon-sshi?”

Siwon menggeleng dengan ekspresi bingung. Pria ini mengetahui namanya. Itu artinya pria ini pasti mengenal orang yang mengenalnya. Hanya saja? Ah, Siwon melupakan dirinya adalah Choi Siwon. Well, semua orang pasti mengenalinya, bukan.

“ Kenapa? Apa ada yang ingin kau tanyakan?”

Siwon membuka mulutnya, tapi ia merasa ragu.

“ Apa kau ingin bertanya siapa diriku dan kenapa kau ada disini.” Ucap pria itu lagi. Kali ini Siwon mengangguk. Pria itu menghela nafas dan bergumam hal yang tidak dimengerti oleh Siwon.

Pria itu memandang Siwon dengan lekat. “ Baiklah. Dimulai dari namaku. Halo, namaku Shim Changmin. Aku dokter yang bertugas merawatmu dan itu karena sepupuku yang memintanya. Ya, sepupuku yang membawamu kesini. Kau pasti mengenal Jung Yunho, bukan?”

Siwon terkejut. Itu sudah pasti. Tapi tidak lama, pintu kamar terbuka dan Jung Yunho masuk dengan wajah terengah. Changmin menatap Yunho dengan jengkel. “ Tidak bisakah kau bersikap baik pada pintu? Kau selalu membantingnya dengan keras. Hey, pintu itu tidak bersalah.”

Yunho mendekati tempat tidur dan menjitak Changmin. “ Hentikan ocehan anehmu, dokter Shim.” Tukas Yunho. Pria itu menatap Siwon yang terbaring dan tersenyum. “ Halo Siwon. Senang melihatmu hidup.”

Siwon tidak menyahut apapun. Changmin menatap keduanya bergantian. Lalu ia bangkit. “ Karena hyung sudah disini, aku akan kembali ke rumah sakit. Nanti malam, aku akan datang membawa infus dan obat-obat lainnya. Dan pikirkan tentang membawanya ke rumah sakit. Okay?”

Yunho menatap Changmin. “ Yasudah, pergi sana! Urus pasienmu.”

Changmin mendecih jengkel. Ia melirik kearah Siwon. “ Kau harus bersabar dengannya. Dia benar-benar menjengkelkan.”

Yunho mendorong tubuh Changmin untuk segera pergi. “ Sudah pergi sana!!!”

*****

Tuan Choi Dongha melemparkan dokumen yang diberikan Sekretaris Kim dengan kasar. Sekretaris Kim hanya diam tanpa protes. Tuan Choi Dongha menatap sang sekretaris dengan serius.

“ Bagaimana kau bisa lengah?! Kenapa Cho bisa memiliki saham Choi Inc.?! Apa kau tidak memeriksanya dengan teliti?”

Wajah Tuan Choi Dongha berubah merah padam karena emosinya yang membuncah. Bukan hanya karena Cho Hyunjo memiliki saham di Choi Inc. tapi juga karena dirinya telah dipermalukan oleh putranya sendiri dihadapan para pemegang saham. Bagaimana bisa putranya itu menerima hak asuh atas anak-anak Cho? Dan lagi semua pemberitaan media yang semakin diluar kendalinya.

“ Saya sudah memeriksanya, Presdir. Dan sama sekali tidak ditemukan kesalahan apapun atas kepemilikan saham Cho Hyunjo. Semuanya sah secara hukum. Selain itu, nilai saham yang terus turun membuat beberapa pemegang saham menjualnya. Kita cukup beruntung Presdir Cho membelinya dengan harga yang pantas. Setidaknya, ini menjaga agar Choi Inc. tidak bangkrut.” Jelas Sekretaris Kim.

“ Aku tidak peduli dengan hal itu. Yang aku pertanyakan kenapa dia bisa memiliki saham sebesar itu dalam waktu sehari? Bahkan dia juga mengetahui tentang rapat internal ini!!”

Sekretaris Kim hanya diam.

“ Keluar dan lakukan pekerjaanmu!! Dan jangan lakukan kesalahan apapun.”

Sekretaris Kim tidak bergerak sedikitpun. Tuan Choi Dongha semakin kesal. “ Kenapa masih disini? Aku bilang keluar dan lakukan pekerjaanmu! Apa kau tuli huh?!!”

Sekretaris Kim itu menghela nafas dan mengambil sesuatu dari saku dalam jasnya. Sebuah amplop putih yang kemudian diletakkannya diatas meja. Tuan Choi Dongha menatap amplop putih itu. “ Apa ini?”

“ Surat pengunduran diri saya, Presdir.”

“ Mwo?!!”

Sekretaris Kim kini menatap langsung Tuan Choi Dongha tanpa rasa takut. “ Karena saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri, maka saya bukan lagi pegawai Choi Inc. Maka saya akan mengakui sesuatu pada anda, Presdir Choi.”

“ Apa?! Apa yang kau akui?!!”

“ Selama beberapa bulan ini, selain bekerja untuk anda, saya juga bekerja untuk Presdir Cho. Saya memberitahu beberapa informasi mengenai Choi Inc. termasuk rapat internal hari ini pada Presdir Cho. Dan saya juga yang membantu Presdir Cho membeli saham Choi Inc.” Ungkap Sekretaris Kim.

Wajah Tuan Choi Dongha kembali terlihat memerah. Orang kepercayaannya sendiri –tangan kanannya– telah berkhianat padanya dan bersekutu dengan rivalnya.

“ Saya melakukan hal ini adalah demi Choi Inc. dan juga memenuhi permintaan dari keluarga saya yang telah mengabdi pada Choi Inc. selama bertahun-tahun. Dulu, Choi Inc. dan Cho’s Group adalah dua perusahaan yang besar dan berhubungan baik. Tapi semenjak peristiwa tigapuluh tahun lalu yang melibatkan anda, Tuan Choi Namhyun, Tuan Cho Hyunji dan Nona Cho Saehyun, kedua perusahaan malah terlibat dalam permusuhan yang berkepanjangan. Saya hanya melakukan keinginan dari para tetua keluarga saya yang menginginkan dua perusahaan ini kembali berbaikan. Selain itu, mendiang Tuan Choi Kyungjo juga menginginkan hal yang sama.”

“ Saya meminta maaf jika anda menganggap saya telah berkhianat. Tapi sebenarnya saya tidak melakukan pengkhianatan apapun pada keluarga Choi. Saya menjalankan persis apa yang diinginkan oleh mendiang kakek anda, Presdir. Dan saya kini merasa lega bahwa keinginan itu akan segera tercapai.”

 “ Kau sudah selesai bicara?! Sekarang keluar!! Keluar dari ruanganku dan juga perusahaanku! Kau dan juga seluruh keluargamu adalah pengkhianat. Tidak peduli apa yang diingikan oleh kakekku dulu, tapi sekarang aku adalah majikan yang harus kau patuhi! Pergi dari hadapanku dan jangan pernah muncul lagi. Atau kupastikan seluruh keluargamu akan hancur.”

Sekretaris Kim hanya memandang Tuan Choi Dongha. Ia lalu menghela nafas dan membungkuk hormat untuk terakhir kalinya.

“ Saya pergi, Presdir. Dan terima-kasih.”

*****

Donghae memasuki ruangan dan melihat Jinho tengah terbaring malas diatas sofa. Donghae menghela nafas dan berjalan mendekatinya. Jinho membuka matanya ketika mendengar suara langkah kaki. Ia tersenyum ketika melihat wajah Donghae.

“ Kau terlihat senang, Jinho-sshi.”

Jinho mengangguk. “ Rasanya cukup menyenangkan membuat orang-orang itu sangat kewalahan karena berita yang beredar.”

“ Tapi kita tidak bisa bersikap lengah seperti ini.” Tutur Donghae sembari duduk pada sofa tunggal.

Jinho bangun dan menatap Donghae bingung. “ Siwon masih belum ditemukan dan Pamanmu masih belum menunjukkan langkahnya. Kita harus memancing pamanmu untuk bertindak. Karena pihak Choi Inc. sudah memperlihatkan reaksinya.”

Jinho tersenyum. “ Itu bisa kuatur.”

Donghae mengerutkan dahi. “ Maksudmu?”

“ Hanya perlu membuat pamanku memperlihatkan reaksinya, bukan? Aku bisa melakukannya.”

Donghae menarik nafas berat. “ Jangan lakukan hal yang aneh, Jinho. Kita harus tetap mengikuti rencana Heechul. Jangan bertindak diluar perintahnya, karena kita tidak pernah tahu bagaimana hasilnya.”

“ Well, aku tidak ikut terlibat dalam rencana aneh yang bernama Black Pearl itu. Aku hanya tidak sengaja mengetahuinya dan mendukung rencananya. Jadi, aku bisa melakukan apapun diluar perintah Kim Heechul itu. Lagipula tidak akan menghancurkan rencana kalian.” Sahut Jinho.

“ Tidak, Jinho. Jangan melakukan apapun. Kau mungkin mengetahuinya, tapi bukan berarti kau bisa bertindak gegabah. Karena kau mengetahui rencana ini, maka kau harus mengikuti sesuai rencana. Atau paling tidak bersikaplah bahwa kau tidak pernah mengetahuinya. Salah satu langkah saja, kau bahkan bisa membahayakan posisi Kyuhyun.” Tegas Donghae.

Jinho mendesis jengkel. “ Lalu aku harus apa? Aku tidak bisa diam saja. Kau mungkin sangat mengkhawatirkan Kyuhyun dan Narra, tapi aku lebih khawatir darimu. Aku ini saudara mereka. Kami mempunyai darah yang sama. Apa kau pikir, aku bisa tidur dengan nyenyak sedangkan saudara-saudaraku dalam bahaya?! Bahkan bahaya itu datang dari keluarga kami sendiri?”

Emosi Jinho sontak meledak. Donghae terdiam melihat Jinho yang kini mengatur nafas serta emosinya. Jinho menundukkan kepalanya. Ini pertama-kalinya ia meluapkan rasa marahnya atas apa yang terjadi pada saudaranya. Telebih pada orang yang salah. Donghae adalah orang yang selama ini didekat Kyuhyun dan Narra sekaligus menjaga kedua saudaranya. Bahkan Donghae mungkin tahu lebih banyak ketimbang dirinya yang tinggal berjauhan.

“ Maaf, aku tidak maksud untuk meluapkan emosiku padamu.”

Donghae menarik nafas lagi. Lalu ia beranjak bangun dan beralih duduk disamping Jinho. Pria itu menarik Jinho kedalam dekapannya. Jinho merasa terkejut tapi ia tidak menolak pelukan itu. Entah, ia merasa nyaman dan membiarkan Donghae terus memeganginya dengan erat. Jinho membutuhkan sandaran saat ini. Dan mungkin Donghae adalah orang yang tepat.

Donghae menepuk pelan punggung Jinho. “ Tidak apa-apa, Jinho-ah. Tidak apa. Kyuhyun dan Narra akan baik-baik saja. Kita akan menjaga mereka.”

*****

“ Surat pemanggilan interogasi?! Apa-apaan mereka? Bahkan kasus itu sudah lama sekali, kenapa sekarang kembali dibuka?!” Gyushik meremas surat yang baru ia terima dari pihak kepolisian hingga menjadi bola kertas.

“ Kasus itu bahkan sudah diputuskan sebagai kecelakaan? Kenapa hanya karena rumor konyol, semua orang kini menjadi sangat sibuk dengan masalah yang terkubur lama!!!”

Kemudian pintu ruangannya terbuka. Gyushik sontak berdiri dari kursi dan menatap orang yang memasuki ruangannya. Presdir Cho Hyunjo –sang ayah. Gyushik membuang bola kertas itu dalam keranjang sampah.

“ Sepertinya kau sudah menerima surat pemanggilan itu.” Tutur Tuan Cho Hyunjo.

Gyushik mengepalkan tangannya. “ Aku tidak mau. Aku bahkan tidak tahu apapun mengenai hal itu, kenapa aku harus datang?”

“ Kalau kau tidak mengetahui apapun, maka kau harus datang dan mengatakannya pada polisi. Selain itu, sebaiknya kau tidak perlu bekerja hingga situasinya menjadi lebih tenang.” Ucap Tuan Cho Hyunjo lagi.

Gyushik terkejut. “ N-ne?! Presdir.. –ani, Abeoji tidak percaya begitu saja dengan rumor itu, bukan? Aku tidak melakukan apapun.”

“ Tapi semua bukti yang terkuak di media semakin memojokkan posisimu, Gyushik. Besok datang ke kantor polisi dan jalani proses interogasi itu. Dan jangan datang ke kantor. Jinho dan pegawai lain akan mengambil-alih project yang sedang kau kerjakan. Lakukan demi perusahaan, Gyushik.”

“ Ani!! Abeoji memintaku hanya demi Kyuhyun, bukan? Abeoji bahkan memberikan posisi CEO pada Kyuhyun dan bukan padaku setelah Joonhyuk meninggal!! Aku yang mempunyai kemampuan lebih baik dari Kyuhyun, tapi Abeoji malah menendangku. Kyuhyun bahkan hanyalah seorang anak kecil yang tidak tahu apapun mengenai bisnis!!” Gyushik kali ini bicara dengan nada tinggi pada ayahnya. Tuan Cho Hyunjo mulai kehabisan kesabaran dengan anaknya bungsunya.

“ Itu karena ulahmu sendiri!! Jangan kau pikir, aku tidak tahu mengenai penggelapan dana dan juga penyuapan yang kau lakukan bertahun lalu? Jika kau pikir hanya Joonhyuk yang mengetahuinya, maka kau salah besar!”

Gyushik terdiam.

“ Aku yang terlebih dahulu mengetahuinya ketimbang kakakmu. Tapi apa yang dilakukan Joonhyuk untukmu? Dia memintaku untuk tidak mengatakan apapun. Bahkan memindahkan posisimu adalah untuk menjaga agar dirimu tidak terlibat dalam masalah. Aku bahkan memilih Kyuhyun untuk posisi CEO juga demi dirimu. Tapi kau malah membenci dan memandang keponakanmu sendiri seperti seorang pencuri.”

“ Kau seharusnya berkaca pada perbuatanmu selama ini. Kau bahkan tidak pantas mengakui dirimu tidak bersalah. Besok datang ke kantor polisi dan berikan jawaban yang sepantasnya pada setiap pertanyaan yang diberikan. Hanya itu yang bisa menyelamatkanmu, Gyushik.”

Tuan Cho Hyunjo lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

*****

Kyuhyun meletakan dua tangkai bunga lili putih dihadapan nisan orangtuanya. Rasanya baru kemarin ia mendatangi orangtuanya bersama Siwon. Tapi kini ia kembali datang. Sendirian. Kyuhyun menarik nafas dan merapatkan jaketnya.

“ Eomma, Appa, aku datang. Terima kasih, karena kalian tidak menjemputku. Jika kalian datang, mungkin aku akan tertunduk malu dihadapan kalian karena belum bisa memenuhi tanggung-jawabku atas Narra.”

Kyuhyun menarik nafas lagi dan menggenggam erat jaketnya. “ Eomma, apa aku adalah kakak yang gagal? Narra bahkan lebih dewasa ketimbang diriku. Ia yang selalu mengerti diriku. Ia tidak pernah mengeluh jika aku pulang malam karena bekerja, membatalkan janji kami untuk datang menemui kalian karena pekerjaan, bahkan aku juga tidak datang saat ia melakukan pementasan drama saat di sekolah. Dia bahkan selalu mengingatkanku selama satu bulan. Tapi aku tidak pernah datang. Oh, aku bahkan tidak ingat dengan pementasan drama itu.”

“ Aku juga menutupi keberadaannya dihadapan publik. Bahkan aku tidak pernah mengakui dirinya sebagai adikku dihadapan para pegawai. Tapi dia selalu menerimanya. Selama belasan tahun, dia tidak pernah mengeluh. Narra mungkin pernah beberapa kali marah padaku, tetapi setelah itu dia yang selalu meminta maaf terlebih dahulu padaku. Aku kakak yang egois ya, Eomma?”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Ia menghela nafas dan berusaha meredam emosinya.

“ Bahkan saat ini, seharusnya aku lebih memperhatikannya karena ia akan mengikuti ujian masuk universitas, tapi aku malah lebih mengkhawatirkan orang lain. A-aku…” Ucapan Kyuhyun tertahan. Kerongkongannya sontak terasa sangat sakit –seperti tertusuk duri.

“ A-aku minta maaf, Eomma, Appa. Aku benar-benar minta maaf. Aku kakak yang jahat. Aku…” Tanpa sadar airmata Kyuhyun mengalir dari pelupuk matanya. Kyuhyun tertunduk lemas. “ Aku mengkhawatirkan Siwon, Eomma, Appa. Aku tidak tahu dimana ia sekarang. Apa dia baik-baik saja? Apa dia makan dengan baik? Tidur dengan baik? Aku terlalu mengkhawatirkan Siwon dan mengabaikan Narra.”

“ Malah selama lima tahun, aku hanya terfokus pada Choi dan bukan pada Narra. Maafkan aku, Eomma, Appa. Maaf…” Suara Kyuhyun kembali tertahan. Ia tidak bisa bicara lagi dan hanya menangis.

Kyuhyun menutup mulut –untuk meredam suara tangisannya–  dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menekan bagian dada kirinya yang terasa sesak. Kyuhyun seakan tidak bisa bernafas saat ini. Seluruh tubuhnya merasa kesakitan. Bahkan rasa sakit itu terus bertambah ketika ia teringat pada Siwon.

“ Hyu-hyung.. kau di-dimana?”

*****

Siwon terkejut dan menyentuh pipinya yang terasa basah. Ia menangis –entah karena apa. Siwon hanya diam dan tiba-tiba saja airmatanya mengalir begitu saja. Yunho yang datang membawakan bubur kini menatapnya dengan heran.

“ Apa kau memikirkan Kyuhyun? Apa kau ingin menemuinya?” Tanya Yunho.

Siwon menatap Yunho dan menggeleng. “ Aku tidak mau dia melihatku dalam keadaan seperti ini. Dia pasti akan sangat khawatir.”

“ Tapi jika ia tidak mendapatkan kabar apapun darimu, dia lebih khawatir ketimbang melihatmu dalam keadaan penuh luka, Siwon. Aku akan menghubunginya.” Tutur Yunho.

“ Jangan! Bukankah kau ingin menunggu hingga waktu yang tepat? Jadi, jangan hubungi dia.” Larang Siwon.

Yunho mendecak kesal. “ Hey, aku hanya menghubungi kekasihmu dan bukannya sebuah kantor media. Lagipula aku memaksa. Apa kau bisa makan sendiri?”

Siwon mengangguk. Yunho tersenyum dan menempatkan baki yang dibawanya dipangkuan Siwon yang sedang duduk bersandar di tempat tidur. “ Makanlah. Aku akan menghubungi Kyuhyun dulu.”

Yunho keluar dari kamar tersebut. Siwon menghela nafas dan menatap mangkuk bubur dipangkuannya. Ia tersenyum tipis. “ Apa kau makan dengan baik, sayang? Aku merindukanmu, Kyuhyun.”

*****

Ketika Kyuhyun berjalan menuju pintu keluar pemakaman, tiba-tiba perhatiannya tertuju pada sebuah upacara pemakaman yang sederhana. Hanya ada beberapa petugas pemakaman, dua orang –yang kemungkinan adalah keluarga– dan seorang anak kecil yang digendong. Kyuhyun memperhatikan mereka dengan lekat.

Melihat upacara tersebut, Kyuhyun merasakan hal yang hampir sama saat upacara pemakaman orangtuanya dulu. Walaupun banyak pelayat yang ingin menghadiri upacara tersebut, tetapi kakeknya hanya menginginkan sebuah upacara sederhana yang dihadiri oleh keluarga. Bahkan kini tanpa ia sadari, Kyuhyun telah berjalan mendekat.

Salah seorang yang menggendong anak kecil tersentak saat melihatnya datang. Kyuhyun membungkuk hormat dan menatap anak kecil yang terlihat tidak mengerti dengan situasi sekitarnya.

“ Boleh aku mengikuti upacaranya?” Tanya Kyuhyun sopan.

Orang itu hanya mengangguk. Kyuhyun tersenyum dan berdiri disamping pria yang terlihat berusia diatas empatpuluh tahun. Atau bahkan mungkin lebih tua. Dan Kyuhyun sadar bahwa ada dua nisan dihadapannya. Tuhan telah mengambil dua nyawa lain dan membawanya ke tempat yang lebih baik.

Kyuhyun mengikuti upacara tersebut hingga selesai. Tapi kemudian ia merasa ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya. Kyuhyun menoleh dan mendapati seorang anak kecil tengah menatapnya dengan serius. Kyuhyun tersenyum tipis dan anak itu membalas senyumannya.

“ Sepertinya Joonie menyukaimu.”

Kyuhyun terkesiap. “ Joonie? Oh, ia bernama Joonie. Berapa usianya?”

“ Joonie baru berusia dua tahun, tapi ia sudah kehilangan kedua orangtuanya. Dua hari lalu terjadi kecelakaan dan hanya Joonie yang selamat.” Tutur pria tersebut.

Kyuhyun kembali menatap dua nisan tersebut. “ Aku dan adikku juga kehilangan kedua orangtuaku dalam sebuah kecelakaan, tujuhbelas tahun lalu. Adikku bahkan baru berusia satu tahun saat itu.”

Kyuhyun memandang pria itu lagi. “ Tapi Joonie masih mempunyai keluarga, bukan? Anda…”

“ Ah? Aku bukan keluarganya. Aku dan Hansa adalah petugas dari dinas sosial. Joonie tidak mempunyai keluarga lagi dan kerabat dari orangtuanya juga tidak bisa merawat Joonie. Maka dari itu kami akan membawa Joonie ke panti asuhan.” Jelas pria itu lagi.

Kyuhyun terdiam. Ia kini menatap Joonie yang masih memandanginya dan memberikan senyuman manis layaknya anak kecil. Kyuhyun menyentuh kepala Joonmyeon dan mengusapnya lembut.

“ Boleh aku menggendongnya?” Tanya Kyuhyun.

Pria itu terlihat ragu, tapi ia tetap memberikan Joonie kedalam dekapan Kyuhyun. Kyuhyun mengendong anak kecil berusia dua tahun itu dengan hati-hati. Ini adalah pertama kalinya ia menggendong seorang anak dan rasanya tidak buruk –walaupun cukup berat dari yang diperkirakannya. Kyuhyun menatap Joonie yang kini tertawa. Kyuhyun tersenyum dan mencubit pipi chubby Joonie dengan lembut.

“ Kau terlihat sudah pantas memiliki anak.”

Kyuhyun menoleh. “ Aku memang berencana untuk menikah, tapi tidak untuk mempunyai anak. Mungkin kami akan mengadopsi anak, hanya saja tergantung keputusannya.”

Pria itu mengernyit. Tapi ia tidak bertanya lagi dan hanya memperhatikan Kyuhyun bersama Joonmyeon. Keduanya sangat cepat akrab dan Joonie juga terlihat nyaman. Kyuhyun sangat berhati-hati menggendong Joonie, seakan ia takut melukai bayi kecil itu. Kemudian, terdengar suara dering ponsel. Kyuhyun mengembalikan Joonie kepada petugas sosial tersebut untuk menerima panggilan tersebut.

“ Yoboseyo..”

“ Kyu, bisa kau menemuiku? Aku akan mengirimkan pesan untuk memberikan alamatnya.”

“ Maaf, sunbae. Aku tidak bisa. Aku…”

“ Ini mengenai Choi Siwon, Kyuhyun. Kau harus segera datang, okay.”

Kyuhyun hanya termenung setelah Yunho menyebut nama Siwon. Ia bahkan tidak sadar kalau ada sebuah pesan masuk. Petugas sosial itu menatap khawatir pada Kyuhyun yang kini terlihat pucat.

“ Apa anda baik-baik saja? Apa terjadi sesuatu?”

Kyuhyun tersentak dan menatap petugas tersebut. Kyuhyun menarik nafas dan menggeleng. “ Tidak, aku baik. Sebaiknya aku pergi.” Kyuhyun lalu membungkuk dan hendak pergi. Namun, ia kembali berbalik dan menatap Joonie dengan lekat. Kyuhyun lalu kembali tersenyum. “ Boleh aku tahu, anda akan membawa Joonie ke panti asuhan mana?”

Petugas itu tersenyum. “ Panti asuhan Seoul.”

“ Oh, aku mengerti. Terima kasih dan sampai jumpa lagi, Joonie.”

*****

Hongjae menatap Sekretaris Kim –ah, bukan yang benar adalah Kim Juhyun karena ia sudah mengundurkan diri– dengan serius setelah Juhyun memberikan sebuah dokumen yang cukup tebal. Hongjae menarik nafas.

“ Kau serius mengundurkan diri?”

Juhyun mengangguk. “ Tugas saya hampir selesai. Selain itu, saya merasa tidak nyaman jika terus berada didekat Presdir. Saya akan tetap membantu anda dan Presdir Cho untuk memperbaiki hubungan Choi Inc. dan Cho’s Group. Dokumen itu berisi bukti-bukti yang saya kumpulkan mengenai penggelapan dana yang terjadi saat proses merger. Dan maaf sebelumnya Direktur Choi, tapi Presdir Choi terlibat dalam kasus tersebut.”

“ Maksudmu? Apa Abeojiku yang melakukan penggelapan dana itu? Dan bukan Paman Namhyun?”

“ Berdasarkan bukti, Presdir Choi yang lebih banyak terlibat. Mendiang Choi Namhyun sebenarnya tidak mengetahui apapun. Hanya saja, beliau melindungi Presdir Choi. Dan bahkan Tuan Cho Hyunji mengetahui masalah penggelapan dana tersebut.” Jelas Juhyun.

Hongjae terdiam. Lalu ia membuka dokumen itu dan membaca secara random. Juhyun menarik nafas perlahan. Ini adalah saatnya kebenaran untuk terungkap. Juhyun memperhatikan ekspresi wajah Hongjae.

“ Direktur Choi..”

Kepala Hongjae terangkat dan menatap Juhyun.

“ Untuk kasus bunuh diri mendiang Choi Namhyun, itu adalah kebohongan. Beliau tidak bunuh diri. Selain itu kecelakaan yang menimpa Choi Namhyun bukanlah sekedar kecelakaan biasa. Ada orang yang merencanakan itu semua.”

Hongjae menahan nafasnya. Sepertinya ia bisa menebak siapa pelaku dibelakang peristiwa yang terjadi pada keluarga Choi terdahulu. “ Abeojiku? Apa Abeojiku yang merencanakan hal itu? Karena pamanku mengetahui perbuatannya?”

Juhyun kembali mengangguk.

“ Ceritakan padaku apa yang kau ketahui. Aku menginginkan cerita lengkapnya.”

*****

Yunho membukakan pintu dan tersenyum ketika melihat wajah cemas Kyuhyun. Yunho pikir Kyuhyun akan datang dua atau tiga jam kemudian, mengingat letak villa-nya yang cukup jauh dari Seoul. Tapi, Kyuhyun berhasil dalam dalam waktu satu jam.

“ Kau terlihat seperti berlari? Bukankah kau naik mobil.”

“ Sunbae, jangan bercanda denganku. Apa yang ingin kau bicarakan mengenai Siwon hyung? Kau tahu dimana dia sekarang?”

Yunho kembali tersenyum dan menggenggam tangan Kyuhyun. “ Ayo masuk.”

“ Sunbae…”

Yunho tidak menyahut. Ia hanya membawa Kyuhyun melewati ruangan tengah dan menuju tangga. Mereka menaiki anak tangga satu per satu. Sesekali Yunho menoleh untuk menatap Kyuhyun. Dan rasanya bisa menggenggam tangan Kyuhyun adalah kebahagiaan tersendiri bagi Yunho –ini adalah pertama-kali baginya.

Yunho membawa Kyuhyun menuju salah satu kamar yang terletak diujung. Kyuhyun mengerutkan dahi tidak mengerti kenapa Yunho malah membawanya naik dan masuk kedalam kamar, bukannya menceritakan mengenai Siwon.

“ Sunbae, kau bilang ingin bicara mengenai Siwon hyung?”

“ Diam sebentar, Kyuhyun.” Tukas Yunho.

Pria itu mengetuk pintu dan membukanya secara perlahan. Kyuhyun berusaha untuk mencari celah –melihat ada apa di kamar tersebut. Tapi Yunho malah menutupi jarak pandangnya dengan punggungnya yang lebar itu. Kyuhyun mendesis jengkel.

Yunho tertawa kecil lalu menarik Kyuhyun masuk dan membiarkannya melihat orang yang sedang dikhawatirkannya. Tapi reaksi Kyuhyun sedikit menakuti Yunho. Ia pikir Kyuhyun akan segera melepaskan tangannya dan menghambur untuk memeluk Siwon. Namun, Kyuhyun kini hanya diam mematung memandangi Siwon yang tengah tertidur.

Yunho lalu melepaskan genggaman tangannya. “ Aku menemukan Siwon dalam keadaan penuh luka. Dan kupikir membawanya ke rumah sakit hanya akan membuat masalah baru. Jadi, aku membawanya kesini dan meminta sepupuku yang seorang dokter untuk merawatnya. Siwon baik-baik saja, Kyuhyun. Dia hanya perlu istirahat dan mungkin pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.” Yunho menjelaskan tanpa Kyuhyun bertanya.

Kyuhyun tidak menunjukkan reaksi apapun. Yunho semakin khawatir. Apakah keputusannya untuk membawa Kyuhyun kesini adalah benar?

“ Hampiri dia. Kalian pasti sudah saling merindukan.”

Awalnya Kyuhyun benar-benar tidak bergerak. Ia hanya menatap Siwon dalam jarak tiga meter. Dan itu membuat Yunho merasa sangat gemas. Ia tahu Kyuhyun pasti sangat senang melihat Siwon, tapi mungkin juga sangat terkejut karena kondisi Siwon yang tidak begitu baik. Yunho bahkan berpikir untuk mendorong tubuh Kyuhyun menuju tempat tidur –tapi tidak.

Lalu Kyuhyun mulai bergerak mendekati tempat tidur. Yunho kini bisa menghela nafas lega. Kyuhyun berjalan perlahan seakan ia tidak ingin menimbulkan suara yang bisa membangunkan Siwon. Kyuhyun berlutut disamping tempat tidur –menatap wajah Siwon yang terlelap dengan nyenyak.

Perlahan tangan Kyuhyun terangkat dan menyentuh alis tebal Siwon dengan hati-hati. Kyuhyun terlihat seperti sedang meyakinkan dirinya bahwa orang yang ditatapnya adalah Siwon kekasihnya dan bukan orang lain. Kyuhyun menggigit bibirnya saat ujung jemarinya merasa helaian alis yang terasa nyata. Kemudian tangannya bergerak menyusuri hidung dan terakhir menyentuh bibir Siwon.

Kyuhyun tersenyum. Ia tidak sedang bermimpi.

Mata Siwon terbuka saat ia merasakan sentuhan seseorang terasa hangat pada wajahnya. Siwon berharap dia tidak sedang bermimpi, karena melihat Kyuhyun yang kini tersenyum padanya adalah sebuah kebahagiaan yang tidak bisa didapatkannya dengan mudah. Tapi karena tubuhnya tidak merasakan sakit apapun, Siwon pikir dirinya masih terjebak di alam bawah sadar dan melihat Kyuhyun dihadapannya adalah karena ia terlalu merindukan kekasihnya tersebut.

“ Ini mimpi yang indah. Aku bisa melihatmu tersenyum.”

Kyuhyun menyentuh wajah Siwon. “ Ini bukan mimpi, hyung.”

“ Bahkan sentuhanmu terasa begitu nyata, sayang.”

Dan tanpa pikir panjang, Kyuhyun mencium bibir Siwon. Ia bahkan melupakan bahwa ada Yunho yang tengah memperhatikan mereka dengan canggung. Sedangkan Yunho sendiri kini menggaruk tengkuknya dan berusaha mengalihkan perhatiannya. Tapi gagal.

“ Lebih baik aku keluar.”

Yunho lalu keluar dari kamar tanpa menimbulkan suara.

Siwon terdiam, bahkan terkesan tidak membalas ciuman Kyuhyun dan membuat Kyuhyun menghentikan ciuman mereka. Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. Sedikit terluka karena sepertinya Siwon masih menganggap keberadaannya hanyalah sebuah mimpi. Kyuhyun kembali menyentuh wajah Siwon.

“ Hyung…”

Siwon memejamkan matanya sejenak. Merasakan baik-baik sentuhan hangat tangan Kyuhyun yang ia rindukan. Entah dia sudah sadar atau masih tertidur, tapi sentuhan itu begitu nyata. “ Kyuhyun sayang, aku mencintaimu.”

“ Aku juga mencintaimu, sayang.”

Siwon membuka matanya lagi. Ia menatap Kyuhyun dengan lekat. Tangannya bergerak menyentuh wajah Kyuhyun. Siwon mengulas sebuah senyuman. “ Kau disini, sayang?”

Alih-alih memberi jawaban Kyuhyun kembali mencium Siwon. Dan kali ini Siwon membalas ciuman kekasihnya. Tubuh Kyuhyun dengan sendirinya bergerak keatas tempat tidur –menempatkan kedua kakinya diantara kaki Siwon. Tangan Siwon menyentuh wajah Kyuhyun –merasai setiap reaksi hangat pada jemarinya. Memastikan Kyuhyun benar-benar bersamanya.

Siwon tersenyum dalam ciuman mereka. Mereka belum duapuluhempat jam tidak bertemu, tapi kerinduan yang mereka rasakan sudah sangat menyakitkan. Siwon rasanya sudah sangat tergila pada Kyuhyun hingga ia tidak memperdulikan rasa sakit dibeberapa bagian tubuhnya yang tertekan oleh tubuh Kyuhyun. Siwon hanya menginginkan Kyuhyun.

Siwon mencintai Kyuhyun. Dan Kyuhyun mencintai Siwon.

Suara desahan Kyuhyun sampai pada pendengaran Siwon. Menciptakan sensasi indah dan menggelitik yang terus meluap hebat. Kerinduan yang terhebat dari sebuah kata sederhana yang tidak bisa menjelaskan oleh logika. Cinta. Mereka saling mencintai.

Tapi karena cinta mereka pula akan timbul pertentangan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Karena mereka mencintai, maka akan timbul rasa keirian karena orang lain tidak bisa merasakan apa yang tengah melanda keduanya. Hanya ada sedikit kata yang bisa menjelaskan sesungguhnya perasaan mereka. Dan tidak semua orang akan mengerti hal itu.

Namun, Siwon dan Kyuhyun bahagia karena mereka telah lengkap.

Siwon menghentikan ciuman mereka sepihak. Kyuhyun menarik nafas dengan kesulitan. Seakan dirinya tengah tenggelam pada sebuah friksi kasat mata dan sulit untuk melepaskan diri –Kyuhyun tidak berniat untuk melarikan diri. Siwon tersenyum dan menyentuh wajah Kyuhyun –mengagumi keindahan kekasihnya. Kemudian Siwon menarik tubuh Kyuhyun dalam dekapannya dengan erat.

“ Kau adalah keindahan yang paling hebat dalam duniaku.”

Kyuhyun tersenyum dan mencium pipi Siwon. “ Dan kau adalah kekuatan terbesar dalam nafasku. Terima kasih telah kembali padaku.”

“ Aku akan selalu pulang padamu. Karena kau adalah rumahku.”

*****

Black Pearl Tahap Terakhir

Laporkan Cho Gyushik atas kasus penggelapan dana project Cho’s Group, penyuapan HS Interprise, dan kasus pembunuhan berencana atas Cho Joonhyuk dan Kim Nayoung.

Laporkan Choi Dongha atas penggelapan dana merger Choi Inc. dan Cho’s Group. Dan tuduhan percobaan pembunuhan atas Choi Namhyun.

Siapkan untuk pemberitaan hubungan Choi Siwon dan Cho Kyuhyun.

Ini adalah akhir dan awal dari sebuah kehidupan baru.

*****

NOTE: Failed banget deh ini part T___T udah ah, malu. Banyak kata-kata aneh. Banyak typo. Banyak kegajean disana-sini. Doakan untuk part akhir -mudah2an minggu depan bisa publis- gak segaje yang sekarang ne?

Advertisements

45 thoughts on “[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 14C

  1. Alhamdulillaaaah,kirain siwon lupa ingatan#eoh?
    Waduuuh,di apain si sampe babak belur gt siwonnya saeng,kasian tau,haaaah tp lega karna yunho nolongin dia,eh apa changmin si yyng nlng?#mian g terlalu nyimak bagian itu heheheh
    Si kyuhyun jg nih,dulu aja najis bngt sm siwon smp g mau liat mukanya,giliran udh “begituan” skrng nyariin mulu#plakk
    Maaf efek msh ngantuk jd nglantur ngmngnya,eh part dpn end?cpt bngt,tp wonkyu nikah kn?ksh scene nc sekali lg dong sayang#tante ini puasa2 tp ttp yadong kkkk

  2. rada bingung diawalnya *getok kepala sendiri
    jd pas saham choi turun drastis langsung di beli sama kakek cho tak kira td beli nya sudah lama …..
    terkejut sama kenyataan bahwa kakek choi itu ternyata jahat banget tak kira cuma paman kyu yg jahat ….
    dan akhirnya misteri menghilangnya siwon pun terjawab….
    ah wonkyu itu masih sakit ttp aja ya…. tapi suka…. hihi 🙂

  3. Apakah TF ini sudah mau ending??
    satu persatu permasalahan terkuak,,
    aish, sudah g sabr nggu kelanjtannya,,!!!! 😉

  4. Part berikutnya part terakhir? Ko aku ga rela ya ff ini akan berakhir
    akhirnya mslh antara choi inc. Dan cho’s group sudah terbongkar dan gilanya cho gyushik dalang dri pembunuhan ke2 orgtua kyu dan narra.entah bgaimana reaksi mereka berdua setlh mengetahui hal itu.sepertinya rencana black pearl berjln dg sempurna
    syukurlah siwon berada di tangan yg tepat.kupikir dia diculik oleh minwoo atau lebih parahnya oleh suruhan choi dongha
    apa kyu akan mengadopsi joonmyeon? Makin lengkap aja kebahagian kyu bersma siwon.tpi apa ga mslh ya wonkyu menikah,kyu kan skrg anak asuh choi hongjae..tpi ga pa2 mungkin,mereka kan ga sedarah

  5. Aku sempet mikir td siwon amnesia…tp untung lh ga *lega 😀 haha
    rahasia udh mlai terbongkar…smga yg org” jahat itu dapat hukuman setimpal nnti
    chap depan udh end ya eonni?? Aigoo msih belum rela ff ini bkalan end…..

    wonkyu!!! Aku suka moment mreka dsini…. ^^ so sweeeetttt

    ditunggu lanjutan nya…segera! 🙂

  6. ech
    jd penasaran
    kyk ny ank kcil d pemakaman it ntar di adobsi y ma wonkyu
    kekekekeeke

    siwon luka??
    tawuran sma minwo???
    aigoooo
    untung gpp dan ktmu yun
    dan kyu jg uda ktmu kyu

    kyk ny chap uda mau ending
    dan makin seru aj ni ff
    smua rhasia trungkap
    para pelaku trjerat
    i hope happy end for wonkyu
    huhuhu

    ok siiip
    keep writing ne

  7. Baca ini kesiangan, untungnya masih ‘aman’ sdikit 😉

    Oh baiklah… Msih ttp kusut, msih hiruk pikuk. Dan terima kasih buat kmplotan black pearl yg sprtinya mngendalikan dunia (godain heebum dikit), bnyak hal dluar dugaan,kegilaan heenim yg smpurna ditularkan pd duo eunhae dibantu junho…tpi sprtinya mmg mrka hnya pngumpan dn mmbiarkan ikan2 terjebak gtu aja. Kakek choi, ikan kakap yg trjaring pda chap ni, klo cho gyushik dr kmren2 emg dah kleper2.
    Skretaris kim??huwwwoooo diluar dugaan … Trnyta seorang pahlawan. Dan eonni makin syang sm kakek cho (harabeoji…terima salam saya ne…) ^^
    Big thks buat my lovely Homin,klian sllu yg trbaik (poppo…chuuuuu)

    Wonkyu??? Sdh dua chap ani tiga chap mreka asik dg dunianya,pdhal mereka pusat dr semuanya,tsk tsk
    Kyuhyun, bnran brubah 180 drjat,mkin mirip istri yg ditinggal suami k medan perang, kmana perginya sifat kyuhyun sang penerus cho inc?!cinta mmg mengubah sglanya….
    Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa calon anak wonkyu muncul,hyaaaa seneng bgt dah…

    Diera-sshi, ribet g sih bkin story kyk gini? Melibatkan bnyak nama,bnyak kejadian,intrik2 njelimet, ini bkan skdar FF tpi story… (Apa bedanya??), yg pasti daebak!!!

    Kapan wonkyu mau kmbali k dunia nyata??? (Grebek rumah yunho appa)

    Figthing my lovely author…#hug

  8. hua part ini membuka teka teki mslah yg dulu akhirnya smua jelas hehe.adegan wonkyu so sweet bgt omg daebak saengi hehe smgat dtnggu next.chap nya hua ayo wonkyu ngadopsi.baby biar tmbh seru hehe smagt saenx

  9. Black Pearl tahap akhir,,, semoga rencananya bener2 sukses smpai akhir,, walaupun sedikit bnyak di luar dugaan Heenim dkk,,,

    Syukurlah Siwon ketemu dan baik2 saja,,
    Soalnya WonKyu emng gag bisa di pisahin lama2,,, hahahaha ^_-

    Pokoknya keren pake bgt ffnya,,,
    Di tunggu next part,,,>>>

    Keep writing,,,,!!
    and fighting buat author,,, hehe ^_^

  10. ini kereeennn pake bgt..kyaaaa..
    kirain siwon bakalan amnesia..semoga gyusik sam dongha cepet dipenjara..kirain yang menyusun kecelakaan ayah kyu kakeknya siwon..eeee ternyata malah pamannya kyu…baru tau ada saudara setega ituuuu…
    joonie semoga diasuh sama wonkyu..
    lanjuut yaa

  11. Puas bgt sama chap ini. DAEBAK deh pokoknya chingu ^^
    salut buat heechul, donghae, eunhyuk, and jinho. Mereka care bgt ma wonkyu.kkk~
    next chap ntu chap trakhir??

  12. hahhh aku udah deg-degan eon gra” siwon ilang, untung ditemuin yunho #hugyun:)

    disini smuanya udah mau trungkap ya?, aku salut sama kakeknya kyu dia bijaksana banget 🙂

  13. ALHAMDULILLAH YA ALLAH!
    #sujudsyukur
    gw pikir siwon lupa ingatan,ga ingat kyu sama sekali dan akirnya suka ama changmin.
    *apa ini?*
    tapi syukurlah siwon ga lupa ingatan.
    YEAAAHHHH!!
    Oh my god sayang.
    Moment wonkyunya bener bener buat gw melting sayang.
    Apalg kta ‘sayang’ dan ‘aku mencintaimu’ terasa tulus terucap dari bibir mereka.
    Oh my god.
    Gw speechless gegara moment mereka!! ❤ 😀

    satu persatu fakta mulai terkuak.
    Sepertinya kakek choi tinggal tunggu waktunya aja.
    Hahah.

    Next part ditunggu 🙂

  14. Kaget banget bacanya
    Syukur siwonnya ga kenapa2 >_____<<<<
    aaaaaaaaaaa hint terakhirny bikin kepoooo bangeeetttt
    Ga gaje kok kaaaaak
    Ini hiks :'((

  15. Wah trnyata siwon di umpetin sama yunho toh,
    kasian kyu,pasti kepikiran sama siwon trus,
    rencananya heechul bner” keren,semua rahasia mulai kebuka,
    akhirnya gyusik di panggil polisi juga
    oh,trnyata choi dongha ngelakuin penggelapan dana ya,
    makin seru ajaa,pnasaraan
    lanjuuut

  16. selalu bisa membuat saya terhanyut dalam cerita seakan2 sedang menonton drama.
    gak nyangka kasus choi dongha sama cho gyushik sama ternyata.. hidup kakek cho!
    keren! update sooon~

  17. Oh jd yunho panik krn nemuin
    siwon yg babak belur…
    Ah i love u sekertaris kim kirain
    dirimu loyal bgt ma kakek choi eh
    ternyata mlh ngebantu buat
    nyatuin cho-i
    Ng2k nyangka ma kakek choi
    pantesan ng2k mau diajak baikan
    ma klg cho org dia ya memulai
    semuanya
    Btw nanti joomyeon bkl jd
    anaknya wonkyu kah?ah ng2k
    sabar ma part endnya…hwaiting

  18. Senangnya siwon gak kenapa napa…akhirnya semua terkuak ..pantas aja kakek choi keras kepala.ternyata dia salah satu penjahatnya..

  19. ngga gitu ngerti soal perusahaan dn saham, fokus ke wonkyu aja deh :p
    sepertinya hampir slesai yaa ceritanya 🙂
    great!

  20. aku kira bakal terjadi sesuatu yg buruk terhadap siwon tp sukurlah dia baik2 sj walaupun penuh luka2. wonkyu…akhirnya kalian bertemu lg, so sweet banget deh.walau dng keadaan apapun wonkyu gak akan pernah melewatkan yg namanya bermesraan, sepertinya itu sdh menjadi sesuatu yg wajib bagi wonkyu. masalah demi masalah sdh mendapatkan titik terang, dan kini sdh tahu siapakah dalang di balik semua ini. kebenaran pasti menang…….

  21. iih saeng,,ini ga gaje,malah DAEBBAK pake bgt !!
    waaww..part ini ga kalah menegangkan dri part sblm’a!
    akhirnyaaaa..rahasia masa lalu trungkap sudah,tpi tinggal kakek choi ne yg blm ? gregetan bgt sma kakek yg 1 ini .
    aigoo..
    whahaha aku kira part ini wonkyu’a ga ada,sempet aku skip baca’a,tpi ragara pnasaran yesungdah aku bca smpe akhir .
    eeh di akhir2 ada adegan wonkyu’a yg ehem !!
    cieee..kyu agresif bgt sih..
    kkk ~
    aaa..pkok’a daebbak saeng 😀
    part dpn trakhir ne ? huee ga rela TF nya udh end u,u

  22. Black pearl semoga rencana’y sukses n lancar…
    Syukurlh won g lupa ingatn,klo lupa ntr gmn ma kyu pst tuh anak sedih bgt…
    Wonkyu moment’y sukaaa bgt,,,
    Masalah’udh mulai terkuak ni..

  23. mianhe eonn q bru comen???

    Cptan nikhin wonkyuuu…!! Trus wonkyux adopsi babby suho dh.

    Tinggl sa2 chap lg y eonn? Co’ q keax g’ rla TFx udhan. Tp g’ pa” dh asalkn happy and. Abis ni lnjut ONLY ONEx kn eonn?*’ngrep*

    ^0^keep healty n ttp smangt ne eonn…
    *SEMANGAT!!!

  24. Ternyata yang jahat bener tu choi dongha n cho gyushik.

    Wonkyu makin mesra.
    Masalah makin akan terkuak.
    Mmm wonkyu kayaknya bakal dapat baby tu.
    Wlo hnya anak asuh si

  25. oohh..aku kira siwon ilang ternyata siwon terluka dan ditolong yunho..
    syukurlah kalo siwon g hilang ingatan #kuatir bnget#..
    wonkyu makin romantis…
    semoga smua masalah bisa diselesaikan dg baik n wonkyu bs cepat-cepat menikah..
    hehehehe…

  26. huwee,ak ngubing Saeng mau coment??
    Awalya uda deg2 an aj sm siwon yg tb2 ngilang uda gtw sm msalah dperusahaan tntang saham. . uwoo trnyata diam2 presdir Cho mmbeli saham Choi in dan tntang sekertaris Kim ak ksih jempol dah. . smakin bergeRakny rencana hecchul mkin terkuak jg rahasia2 yg tersembunyi..
    &well ckup lega krna trnyata Siwon sm yunho :),&apakah fell ak tntang Joonie &wonkyu nantinya Real?? kkk’.. wonkyuny kissuanya bkin berdebar2 #eh
    Dan ak tak Sbar u/ next dpan.Yeay PERANG sesungguhnya dmuLai!!

  27. Hohoho!
    Benar deh tebakanku..
    Perkembangan masalahnya makin besar, aku kayak lagi nonton berita nih. Hehe,,
    dan waktunya kok terasa lama ya? Padahal dari yg siwon rasakan blum ada 24 jam,, -,-
    gyushik bener2 gelap mata ya,, hanya nafsu yang menguasainya,, aku kasihan,, moga-moga bisa sadar. Dan kakek choi di luar dugaan, sama jahatnya dengan gyushik.
    Babak akhir di tunggu,,
    btw, tuh suho kan? Ah,, ga sabar nunggu chap dimana dia bakal nongol lagi. ^o^
    terima kasih ya,, tetap semangat diera-ssi,,

  28. ga sabar tuk nunggu part selanjutnya………. benarkah…? chapter depan selesai? bener2 ga rela ini berakhir…..
    kenapa sangat menyukai bagaimana cara author menceritakan hubungan siwon dan kyuhyun terasa begitu mendalam dan feel-nya kerasa bgt….
    ditunggu chapter depan… 🙂

  29. EONNIE, KAYAK BEGINI FAILED YG GA FAILED KAYAK GIMANA LAGGGIII??!! OMGG!!!
    Chapter ini daebak eonnie, daebak!
    Byk hal2 yg ga terduga, dan buat penasaran. Trus ad Joonie lagii :3
    Smoga Joonie diadopsi ya sama WK? Dohh
    Poikokny keren eon keren. Ga sabar nunggu next chapter
    Eonnie, fighting!
    XOXO

  30. uwahhh hampir end ya kisahnya…
    moga masyarakat bisa menerima cinta siwon dan kyuhyun. tapi walaupun masyarakat menentang pun, siwon dan kyuhyun akan tetap bersama, tak peduli apa kata orang lain. kkkkk~
    siwon, kyuhyun… kalian sweet banget. aku iri 😛

  31. baru aja kemarin baca2 nih ff udh mw end aja..
    tpi gpp lah yg pnting ada sequel,,hahahaha…
    eh,, kayknya kyu ada niatan untuk ngambil anak ya?
    itu kyu matung gtu? syok? taw gimana ya?
    aku sangka kyu bakal bilang, wonie kau kenapa? apa ada yg sakit?
    uwaaahhh.. lum apa2 udh di kisseu,,hahahahahaha…..
    yunho gila,, dy hatinya baaaaeeeeekkkkk bgd, pdhl skit bgd tuh org yg dicintainya malah milih org laen, tpi dy dgn baeknya nolongin siwon..
    yunho ma aku aja mw g?? hahahahaha….
    gak gaje koq nih,, malah ini tuh ff yg detil bgd, aku aja agak pusing ya baca ttg saham kolaps lah, merger lah atau papunlah,,hehehehe…

  32. untung siwon jatuh ke tangan yang tepat, di rawat sm yunho.. fiuhhh lega…
    kyu segitu kangenna sm siwon sampe lupa ada yunho di antara mereka.. 😀

  33. aahhh jadi Yuno yang nemuin daddy yah 🙂 ahhh sempet ngira Wondad hilang ingatan itu u.u untung aja engga #elus dada
    Weh weh Choi Dongha sm Cho Gyusik makin panas ye #plakkk
    Ahh entar WonKyu bakal adopsi Joonmyeon itu yah?
    Akhirnya MomDad ketemuuu hueee #terharu
    Lanjut cepat jiejie 😀

  34. Aaaa..!!!Syukurlah Siwon selamat wlau dngan keadaan kurang baik.Syukur bnget krna Siwon dan Kyuhyun akhirnya brtmu kmbli.Gumawo Yunho.Nyesek bnget dngan momment Kyuhyun ditaman.Tp,terharu jg dngan momment pas ktmu Joonie.DAEBAK buat eonni.Untk ke dpn,mg aj lncr trz.Gumawo.

    ~~Hanna Shin Jiseok

  35. Joonie? Joonmyeon? Suho? Whoa, sepertinya Kyu punya chemistry sama tuh bayi. Dan rupanya Kyuhyun emang bener2 berniat pengen nikah sama Siwon. Kayaknya juga pengen punya anak. Sisi manis dari seorang Cho Kyuhyun itu… manis banget 😀

    Siwon akhirnya sadar juga. Lama banget baru nyadar -_- kasian Kyuhyun tuh, sampe kelimpungan khawatir.

  36. Oh ternyata siwon ditolong yunho,, syukurlah walau keadaan siwon yg mengkhawatirkan setidaknya siwon masih bisa bernafas,,
    Ya ampunnn pertemuan wonkyu bikin gue terharuuu bangett,, ngenaa bangett,,
    Pas deh dtemenin music love is sweet sjM,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s