[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 14B

TF4

BLACK PEARL

“ Kau sedang melakukan sesuatu, bukan?” Ucap Jinho saat ia melihat Donghae yang baru kembali dari ruangan meeting dengan team Heesan Project membahas kelanjutan project tersebut.

Donghae yang masih terus berjalan, sekilas menatap Jinho dengan bingung. “ Maksudmu, Jinho-sshi?”

“ Semua rumor yang beredar dengan cepat. Bahkan media sudah mulai melakukan investigasi mengenai beberapa rumor tersebut. Salah satunya dengan rencana merger antara Cho’s Group dan Choi Inc. beberapa-puluh tahun lalu.” Ucap Jinho dengan pelan tapi dengan nada marah.

“ Semuanya berlangsung dalam waktu singkat. Kurang dari lima jam. Rumor tersebut bahkan sudah beredar hingga pasar saham. Apa kau tahu, saham Cho’s Group turun hingga 48,6 poin? Dan Choi Inc. bahkan lebih parah. Dan jangan lupakan bahwa aku juga tahu kalau sepupuku adalah seorang gay.”

Langkah Donghae terhenti. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri lalu menarik Jinho untuk masuk ke sebuah ruangan yang kosong. Donghae menutup pintu dan memeriksa ruangan tersebut. Setelah memastikan situasi mereka sudah aman, Donghae kembali menatap Jinho.

“ Kyuhyun mengatakannya padamu?” Tanya Donghae.

Jinho mengangguk. “ Tentu saja. Kami tidak pernah menutupi apapun. Terlebih hanya kami berdua cucu lelaki di keluarga Cho. Kau tahu, darah lebih kental daripada air.”

“ Yeah, terserah. Lalu apa lagi yang dikatakannya?”

Jinho mengernyit. “ Hey, aku yang terlebih dahulu bertanya padamu. Jawab pertanyaanku dan aku akan menjawab pertanyaanmu. Impas, bukan?”

Donghae mendengus jengkel. Nyatanya keluarga Cho juga mewarisi sifat-sifat yang sangat menyebalkan seperti itu. “ Baiklah. Aku yang menyebarkan rumor itu di kalangan pegawai. Tapi bukan aku yang menyebarkan rumor itu hingga keluar perusahaan.”

“ Siapa? Aku tahu, kau bukan tipikal orang yang bekerja sendiri, Lee Donghae.”

“ Kim Heechul dari Choi Inc. dan sahabatku, Lee Hyukjae yang juga bekerja di Choi Inc.” Jawab Donghae pada akhirnya.

“ M-mwo? You’ve gotta be kidding, rite?!”

Donghae menggeleng. “ Aku sangat ingin mengatakan aku sedang bercanda. Tapi tidak, Jinho. Kami bertiga merencanakan ini untuk memperbaiki keadaan. Kau tahu, permusuhan dua keluarga ini sudah sangat menghancurkan dua pihak. Baik Cho dan Choi.”

“ Menghancurkan? Aku mungkin tinggal di Los Angeles, tapi aku tahu persis bagaimana perkembangan di Seoul. Well, mungkin ada beberapa rahasia keluarga yang disimpan rapat oleh Kakek dan beberapa kerabat lainnya. Tapi bagaimana bisa permusuhan ini menghancurkan dua keluarga?” Tanya Jinho lagi.

Donghae menghela nafas. “ Itu adalah pertanyaanku. Apakah Kyuhyun memberitahu orangnya?”

“ Eoh? Maksudmu, siapa –pria yang dicintainya?” Donghae mengangguk. “ Tidak. Aku ingin bertanya, tapi kupikir untuk mengakui orientasi seksualnya saja pada satu-satu sepupu lelakinya sudah sangat sulit, jadi aku mencoba untuk menahan diri.”

“ Baik, mau kuberitahu? Karena kau pun harus tahu, selain Narra.”

Jinho mengedikkan bahunya.

“ Choi Siwon.”

*****

Kyuhyun tidak tahu sudah berapa lama mereka di ruangan perpustakaan rumahnya. Ia juga tidak tahu sudah berapa kali ia mengerang tertahan ketika Siwon secara terus-menerus memenuhi gairah keduanya. Ia juga tidak tahu apakah tubuhnya masih utuh atau tidak, karena jelas Kyuhyun tidak bisa merasakan bagian manapun dari tubuhnya karena gelombang kegairahan yang terus datang. Dan Kyuhyun juga tidak bisa menghitung sudah berapa-kali ia membuat tubuh Siwon menjadi merah dan sakit.

Semuanya terkadang berjalan begitu cepat dan begitu lambat disaat yang bersamaan. Kyuhyun menikmati detik demi detiknya, tapi ia juga berharap untuk segera menyelesaikannya pada menit berikutnya. Kyuhyun –mencoba– bernafas pelan. Tubuhnya sudah sangat basah –yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Tetapi Kyuhyun belum mendapatkan tanda bahwa ini sudah selesai. Kyuhyun menelan kembali salivanya. Tenggorokannya terasa kering dan sakit.

Siwon menatap wajah Kyuhyun yang berada dibawah dominasi kekuasaannya. Basah dan merah. Entah Siwon harus merasa senang atau sedih atas kondisi kekasihnya. Kyuhyun menerimanya –itu membuatnya senang, tapi kondisi Kyuhyun masih belum pulih dan ia sudah menyakiti kekasihnya –itu yang membuatnya sedih. Dan ketika gelombang gairah berikutnya datang, Siwon membiarkan Kyuhyun hampir menggigit bahunya sendiri untuk menahan teriakannya. Di rumah masih ada para pengurus rumah yang bisa kapan saja mengetuk pintu karena mendengar suara Kyuhyun.

Siwon menarik nafas panjang dan menjatuhkan tubuhnya disamping Kyuhyun –ia berusaha untuk tidak menindih tubuh kekasihnya, karena Kyuhyun masih dalam pemulihan. Siwon memandang Kyuhyun yang berusaha bernafas dengan normal, lalu ia menyeka keringat dari kening Kyuhyun.

“ Maaf.”

Kyuhyun mengenyit tidak mengerti. “ Untuk apa?” Terdengar serak.

“ Untuk apapun yang kulakukan dan menyakitimu.” Siwon kemudian memeluk tubuh basah Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam dan berusaha untuk menormalkan kembali nafas serta debaran jantungnya. Pelukan Siwon begitu nyaman, tetapi Kyuhyun tetap merasakan ketidak-nyamanan pada bagian bawah tubuhnya. Mereka masih menyatu dengan begitu erat –dan itu malah membuat wajah Kyuhyun semakin memerah.

“ Kau tidak menyakiti siapapun, hyung.” Bisik Kyuhyun.

Siwon merapatkan tubuh mereka –tanpa sadar juga membuat mereka semakin erat dari sebelumnya. Kyuhyun mendesah pelan. Entah, sepertinya Siwon kembali bergerak lagi didalam tubuhnya. Sepertinya mereka baru berhenti tiga menit yang lalu. Bahkan Kyuhyun juga baru sadar bahwa mereka sudah berada di lantai beralaskan permadani dari Turki –koleksi lama dari mendiang ibu Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menggigit bibirnya. Bagian atas tubuh Siwon masih memeluknya, tetapi bagian lainnya mulai bergerak dengan sendirinya –seakan mempunyai cara kerja yang terpisah. Kemudian, Kyuhyun merasa bahwa Siwon menggerakkan tubuh mereka. Kyuhyun kini berada dibawah kuasa tubuh Siwon dengan wajah masih bersembunyi dileher Siwon.

“ Kyuhyun…” Kyuhyun mendesah sebagai jawaban. Ia tidak kuasa untuk mengeluarkan sepatah kata. “ … Aku mencintaimu.”

Dan, untuk kesekian kali Kyuhyun menarik tubuh Siwon –menyembunyikan wajahnya diantara bahu dan leher kekasihnya. Dan ia mencoba untuk tidak berteriak dengan keras. Lagi, sebuah tanda merah lainnya pada bagian punggung Siwon. Kyuhyun menarik nafas banyak untuk menormalkan pernafasannya –lagi. Aroma tubuh Siwon sudah bercampur dengan aroma tubuhnya dan aroma lain yang begitu memabukkan. Kyuhyun menelan ludahnya sendiri, berusaha membasahi kerongkonganya yang masih sakit.

Siwon akhirnya melepaskan Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun dan mengecup kening kekasihnya. Kemudian, Siwon membiarkan Kyuhyun terlelap dalam pelukannya.

*****

Ji In menatap Narra dengan serius. “ Hey, apa kau membuat janji dengan Donghae hingga ia menjemputmu?”

Narra menghela nafas pendek dan menggeleng. “ Dan aku yakin Kyuhyun oppa juga tidak memintanya untuk datang.”

“ Lalu? Kenapa dia disini dengan senyuman canggungnya itu?” Tanya Ji In.

“ Entahlah.”

Narra lalu berjalan mendekati Donghae dan Ji In mengikuti dibelakangnya. Entah sejak kapan, tapi ketika mereka berjalan keluar gedung sekolah, Donghae sudah menunggu didepan gerbang. Narra dan Ji In harus menghampirinya untuk mendapatkan jawaban atas rasa penasaran mereka. Donghae adalah pegawai yang sibuk, mana mungkin ia mau merelakan waktu bekerjanya hanya untuk datang menjemput dua gadis sekolah. Dan lagipula sepertinya, mereka bisa mencium dari sebuah rencana besar.

Donghae menarik nafas perlahan ketika dua gadis Cho dan Choi semakin mendekat kearahnya. Ia lalu membuka pintu belakang mobilnya. “ Kita perlu bicara. Kalian, aku, Hyukjae, Heechul dan Jinho.”

Ji In dan Narra saling menatap dengan bingung. Tapi tanpa banyak bicara lagi, kedua gadis tersebut masuk kedalam mobil Donghae. Karena bagaimanapun, mereka juga penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh empat pria itu –terlebih bagi Narra, nama Jinho juga disebut.

Donghae menutup pintu dan berlari kecil menuju pintu sebelah kiri.

*****

Gyushik tersenyum sinis saat membaca semua artikel media online mengenai rumor-rumor yang beredar mengenai Cho’s Group dan Choi Inc. Rasanya Gyushik tidak terlalu terkejut dengan beredarnya rumor tersebut, bahkan termasuk isu penyuapan yang melibatkan namanya yang –benar pernah– terjadi belasan tahun lalu. Dan seingatnya hanya kakaknya, Cho Joonhyuk yang mengetahui ini.

“ Kyuhyun-ah, apa kau sudah memulai perang ini, hem?”

Tak lama terdengar bunyi intercom. Gyushik menekan tombol dan membiarkan sekretarisnya untuk bicara.

“ Presdir Cho meminta anda untuk menemui beliau, Pak.”

“ Aku tahu.”

Gyushik mematikan intercom dan berdiri dari kursinya. Ia kembali merapikan jas-nya dan berjalan dengan kepala tegak keluar dari ruangannya dan berjalan diantara lorong koridor dimana para pegawai lain hanya diam memandanginya. Gyushik tidak peduli. Ia terus berjalan menuju lift dan menekan tombol. Tak lama pintu lift terbuka. Gyushik berjalan memasukinya dan menekan tombol angka 25 dimana kantor Presdir berada.

*****

“ Cari tahu siapa yang menyebarkan rumor-rumor konyol tersebut dan bawa orangnya ke hadapanku!!!” Teriak Tuan Choi Dongha dengan marah.

Sekretaris Kim mengangguk. “ Baik, Presdir. Lalu apakah anda ingin mengeluarkan pernyataan resmi? Karena saat ini nilai saham Choi Inc. terus menurun. Dan beberapa pemegang saham lainnya juga merasa sangat khawatir.”

“ Tidak untuk saat ini. Mengeluarkan pernyataan disaat kacau hanya akan menambah kekacauan lainnya. Siapkan rapat internal dengan para pemegang saham besok. Beritahu Hongjae dan Heechul untuk menghadiri rapat tersebut. Dan terus pantau keadaan di Cho’s Group. Satu lagi, kau sudah mendapatkan dimana keberadaan Siwon?”

Sekretaris Kim mengeluarkan ponselnya. “ Saat ini Tuan Choi sedang berada di rumah kediaman Cho Kyuhyun. Sejak pagi hingga saat ini, belum ada tanda Tuan Choi meninggalkan rumah tersebut.”

Mendengar hal tersebut, amarah Tuan Choi Dongha kembali naik. “ Segera perintahkan orang untuk membawa anak itu pulang! Bawa dia kerumah-ku dan lakukan penjagaan ketat!”

“ Baik Presdir.”

*****

“ Bagaimana dengan kerja-sama dengan perusahaan dari Rusia? Aku mendapatkan laporan bahwa tidak berjalan dengan baik.” Tutur Tuan Cho Hyunjo sembari membaca laporan dokumen.

Gyushik yang berdiri dihadapan ayahnya dengan sedikit terkejut. Ia pikir sang ayah akan bertanya mengenai rumor yang beredar, tetapi ini jauh diatas ekspetasinya. Tuan Cho Hyunjo mengangkat kepalanya karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari putra ke-tiganya.

“ Ah, ne. Untuk hal itu, pihak Rusia mengubah salah satu pasal dari isi kerjasama yang tidak bisa kita penuhi seluruhnya. Dana investasi terlalu besar dan kita tidak bisa gegabah untuk memutuskan hal tersebut. Jadi, aku pikir untuk kembali membuat perhitungan atas proyek kerja-sama tersebut.” Jelas Gyushik.

“ Bukankah Kyuhyun sudah menghitungnya? Dan pada rapat terakhir, dana untuk proyek tersebut sudah disepakati oleh pihak Rusia. Kenapa bisa berubah lagi?”

“ Pihak Rusia mengatakan bahwa harga bahan produksi meningkat jauh diatas perkiraan semula. Mereka sudah berusaha untuk menekan dana agar tidak terlalu besar, tetapi tidak ada jalan lain. Pilihannya adalah kita menyetujui penambahan dana investasi atau membatalkan kerja-sama.” Tutur Gyushik.

“ Membatalkan? Apakah kau gila, GM Cho? Proyek ini sudah berjalan selama enam bulan dan telah menghabiskan banyak uang. Dan kau dengan mudah mengatakan membatalkan kerja-sama ini?”

Gyushik terdiam untuk beberapa saat. Ia lalu menarik nafas dan kembali mengeluarkan argumennya. “ Tetapi Presdir, kita bahkan akan rugi lebih besar jika menambahkan dana investasi dari yang seharusnya.”

“ Kondisi perusahaan sedang tidak stabil, GM Cho. Bahkan nilai saham kita terus menurun hingga siang ini. Apa kau tidak berpikir jika kerja-sama dengan pihak Rusia dibatalkan, Cho’s Group akan menuju kebangkrutan? Dan lagi, ada begitu banyak proyek kerja-sama yang sedang kita tangani.” Tuan Cho Hyunjo menghela nafas dan menutup map dokumen yang diabaikannya kini.

“ Kerja-sama ini akan kualihkan pada Jinho. Sebaiknya kau fokus pada dua proyek dengan pihak Jepang dan China. Dan aku harap kau tidak melakukan kesalahan apapun. Kembali ke ruanganmu dan berikan dokumen-dokumen kerja-sama dengan Rusia pada Jinho.” Ujar Tuan Cho Hyunjo.

Gyushik menatap sang ayah dengan lekat. Tetapi ia tidak akan bisa menolak. Gyushik menunduk hormat dengan patuh lalu berjalan keluar ruangan tersebut dengan perasaan marah yang berkecamuk hebat.

“ Kyuhyun-ah, apa kau ingin menghancurkan pamanmu?”

*****

Siwon tersenyum menatap wajah Kyuhyun yang masih tertidur. Sesekali ia merapatkan selimut putih tersebut. Setelah waktu panjang mereka, Siwon memakaikan kembali pakaian Kyuhyun dan membawa kekasihnya kembali ke kamar. Tangan Siwon dengan hati-hati merapikan rambut Kyuhyun yang hampir menutupi matanya.

Tapi kemudian Kyuhyun malah terbangun. Siwon tersenyum tipis. “ Tidurmu nyenyak?”

Kyuhyun mengangguk dan akhirnya menyadari bahwa ia berada dikamarnya –tidak lagi di perpustakaan. “ Hyung yang membawaku kesini?”

“ Aku tidak ingin kau sakit lagi karena tidur dilantai. Dan apa terasa sakit?” Tanya Siwon dengan canggung.

Kyuhyun menggeleng. “ Tidak begitu sakit. Tapi terima kasih.” Siwon mengernyit tidak mengerti. “ Karena mencintaiku. Dan maafkan aku untuk selama ini.”

“ Jangan meminta maaf, sayang. Dan aku berterima-kasih atas dirimu. Ohya, tadi pengurus rumahmu mengatakan bahwa makan siang sudah siap. Mau makan sekarang?” Kyuhyun menggeleng.

“ Aku ingin tidur sebentar lagi. Boleh?”

Siwon mengangguk. “ Tidurlah, tapi jangan terlalu lama. Kau harus minta makan siang dan meminum obat, arra.”

*****

Narra, entah saat ini sedang bernafas atau tidak. Wajahnya putih pucat dan keringat dingin yang keluar dari pori kulitnya. Reaksi yang hampir sama ditunjukkan oleh Ji In yang duduk disebelah Narra. Keduanya bahkan tidak mengeluarkan sepatah kata sejak Heechul selesai bicara.

Donghae melirik pada Hyukjae. Tapi sahabatnya itu hanya mengangkat bahu –tidak tahu bagaimana memberikan komentar. Mereka harus menunggu untuk melihat reaksi dari dua gadis tersebut. Jinho dan Donghwa saja yang berada diruangan itu tidak bisa mengatakan apapun.

Heechul menghela nafas. “ Jadi, bagaimana reaksi kalian?”

Narra melirik Heechul dua detik lalu kembali menunduk menatap jemarinya yang terasa dingin. Sedangkan Ji In hanya menatap Heechul dengan lekat. Ia menarik nafas untuk menenangkan diri.

“ A-apa itu be-benar? Op-oppa tidak sedang bercanda?”

“ Jinie-ah, apa aku sedang terlihat bercanda? Itu adalah kebenaran. Kedua kakak kalian saling mencintai. Walaupun kami ingin kalian mengetahuinya dari Siwon dan Kyuhyun secara langsung, tapi kami tidak bisa menunggu lebih lama. Yang kami butuhkan adalah bagaimana kalian memberikan respon terhadap hubungan kakak kalian.” Jelas Heechul.

Ji In melirik Narra. Tapi sahabatnya itu hanya terus menunduk dan memainkan jemarinya dengan gugup. “ Narra..” Sontak Narra menoleh dan menatap Ji In.

“ Kurasa ini adalah jawaban dari rasa curiga-mu selama ini. Dan terlebih kemarin, saat kita bertemu dengan Kakekmu, beliau seakan sudah mengatakannya juga, bukan?”

“ Tu-tunggu, Presdir Cho menemui kalian?” Tanya Donghae yang terkejut mendengarnya.

Narra sontak menatap Donghae dan mengangguk. “ Kakek bicara mengenai hal-hal tentang Kyuhyun oppa dan Siwon oppa. Kami tidak tahu, awalnya. Tapi hari ini kalian mengatakannya.”

“ Lalu? Bagaimana Narra?” Tanya Jinho.

Narra kembali menunduk. “ Aku tidak tahu. Aku…”

“ Aku tidak peduli.” Ucap Ji In menyela ucapan Narra. Ia masih menatap Narra dengan lekat. “ Aku hanya peduli kakakku bahagia. Selama ini Siwon oppa sudah menderita demiku dan juga Jiwon onnie. Dan jika ia menemukan kebahagiannya dengan Kyuhyun oppa, aku tidak berkomentar apapun.”

“ Jadi, kau bisa menerima bahwa Siwon adalah gay?” Tanya Hyukjae memastikan.

Ji In menyentuh tangan Narra dan menggenggamnya erat. “ Aku tidak mengerti dengan penamaan gay atau sebagainya. Tapi jika mereka saling mencintai, apakah itu bermasalah?”

“ Narra, aku tahu kau terkejut. Aku pun demikian. Aku tidak akan memaksamu untuk menerima bahwa kakakmu mencintai kakakku. Tapi pikirkanlah baik-baik. Kurasa apapun reaksimu, Kyuhyun oppa pasti bisa mengerti.” Tutur Ji In pada Narra.

Narra kembali menatap Ji In dengan lekat.

“ Jadi, bagaimana?” Tanya Ji In.

*****

Sekretaris Kim mengecek waktu pada jam tangannya. Hampir duapuluh menit dan semua orang telah berkumpul. Secara total ada sepuluh orang yang dipanggilnya untuk menjalankan perintah Tuan Choi Dongha. Sekretaris Kim menatap sepuluh orang yang bertubuh tegap tersebut dengan lekat.

“ Tugas kalian adalah membawa Tuan Choi Siwon ke rumah kediaman Presdir Choi. Kuingatkan untuk tidak menggunakan kekerasan. Aku tidak ingin Tuan Choi Siwon terluka –ataupun orang lain. Kalian mengerti.”

“ Kami mengerti!!”

Kemudian sepuluh orang tersebut memasuki dua mobil van yang sudah disiapkan. Setelah dua van tersebut meninggalkan basement, Sekretaris Kim berjalan menuju mobilnya sendiri. Paling tidak, ia harus mengawasi anak buahnya.

Tapi ketika ia hendak menyalakan mesin mobil, ponselnya bergetar. Sekretaris Kim menatap nama pemanggil-nya tersebut. Dengan sedikit ragu, ia menggeser image hijau.

“ Yoboseyo.”

“….”

“ Ani. Beliau tidak melakukan apapun hingga saat ini. Rumor itu terus beredar tidak terkendali. Dan perusahaan benar-benar dalam situasi kacau.”

“….”

“ Besok akan diadakan rapat internal dengan pemegang saham. Tetapi ada hal lain yang terjadi. Tuan Choi Siwon telah diusir dari perusahaan. Saat ini saya akan menjemput Tuan Choi Siwon dirumah kediaman Cho Kyuhyun.”

“….”

“ Baik. Saya mengerti.”

Kemudian sambungan terputus. Sekretaris Kim menghela nafas berat dan memasukkan kembali ponselnya kedalam saku dalam jas-nya. Ia menyalakan mesin mobil dan melaju keluar dari basement parkir.

*****

“ Katakan padaku kenapa pihak dari GlobalStar menghentikan kerjasama secara sepihak? Aku bahkan baru mendapatkan kabarnya dari berita media?!” Seru Hongjae pada sekretarisnya dan beberapa pegawai lain yang berada dilantai ruangannya.

“ Ma-maaf, Pak. Kami juga baru mengetahuinya dan saat kami mengkonfirmasi, mereka mengatakan akan membayar kerugian atas pembatalan kerjasama ini. Dan kabar buruk lainnya, ada beberapa kerjasama lainnya yang dibatalkan.” Tutur Sekretaris Shin.

Hongjae mengusap wajahnya dengan frustasi. “ Apa yang dilakukan ayahku dan membiarkan semua ini terjadi? Pastikan kita tidak kehilangan proyek lainnya.”

Sekretaris Shin mengangguk. “ Dan Direktur Choi, besok Presdir akan mengadakan rapat internal dengan para pemegang saham. Anda dan Direktur Kim Heechul dimohon untuk hadir.”

“ Heechul? Bukankah dia….? Oh, Heechul menggantikan Siwon?!”

Sekretaris Shin kembali mengangguk. Hongjae kembali mendesah berat.

“ Oh Tuhan, ayahku memang sudah gila.”

*****

Siwon tersenyum melihat Kyuhyun yang melahap makan siangnya dengan bersemangat. Setelah memaksa Kyuhyun untuk bangun karena ia harus makan siang dan meminum obatnya, Siwon menemani kekasihnya di meja makan. Ia mengacak rambut kekasihnya lembut. Rasanya yang sedang makan dihadapannya adalah Kyuhyun yang masih berusia delapan tahun –karena cara makannya sekarang persis seperti anak kecil.

“ Makannya pelan-pelan, Kyuhyun.” Tapi Kyuhyun malah menghiraukannya. Siwon tertawa kecil lalu ia teringat pada mobilnya yang masih terparkir didepan gerbang rumah.

Siwon memundurkan kursinya dan berdiri. Sontak Kyuhyun menyentuh lengannya. “ Mau kemana?” Tanyanya seperti anak kecil yang takut ditinggal oleh orangtua-nya.

“ Memindahkan mobil. Mobilku masih didepan gerbang. Kau makan saja, okay.” Jawab Siwon sembari melepaskan tangan Kyuhyun. Kemudian ia bergegas keluar rumah dan berlari-lari kecil menuju gerbang.

Siwon menghela nafas dan mengeluarkan kunci mobilnya. Setelah alarm mobilnya berbunyi beep dua kali, Siwon membuka pintu driver. Tapi malah ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Dari kejauhan, ia melihat ada sekitar tiga mobil yang salah satunya ia kenali sebagai mobil milik Sekretaris Kim.

Siwon mengumpat dan langsung memasuki mobilnya. Tanpa pikir panjang ia langsung menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah kediaman Kyuhyun. Siwon tidak ingin mengambil resiko untuk membahayakan Kyuhyun saat ini.

Siwon memasang seatbelt dengan aman. Lalu ia mengeluarkan ponselnya. Dengan sedikit gugup, Siwon menekan nomor ponsel Kyuhyun. Setelah menunggu beberapa lama, terdengar suara Kyuhyun.

“ Hyung?”

“ Kyuhyun, maaf. Ada sesuatu terjadi. Aku melihat mobil sekretaris pribadi kakekku, jadi aku pergi untuk menghindarinya. Kemungkinan dia akan ke rumahmu. Jika ia…”

“ Aku tidak tahu dimana keberadaanmu.”

Siwon menghela nafas. Sepertinya Kyuhyun mengerti apa yang dimaksudkan olehnya. “ Maaf, Kyuhyun. Aku akan menemuimu jika situasinya memungkinkan.”

“ Tidak apa-apa. Hyung, berhati-hatilah.”

“ Ne. Kau juga, sayang. Aku mencintaimu, Kyuhyun.”

Siwon lalu memutuskan sambungan telepon tersebut. Kini Siwon harus mencari tempat yang aman agar Kakek-nya tidak bisa menemukannya. Tapi Siwon sendiri tidak tahu ia harus pergi kemana. Terlebih ia membiarkan Kyuhyun sendirian.

Sedangkan dirumah, Kyuhyun meletakkan ponselnya dan menoleh kearah pintu utama. Ia lalu berdiri dan berjalan keluar. Tak lama terlihat dua buah mobil van berwarna hitam dan satu mobil lainnya. Kyuhyun menarik nafas perlahan dan berjalan keluar –seakan menyambut tamu-tamu tersebut.

Sekretaris Kim keluar dari mobilnya dan melihat Kyuhyun. Ia berjalan mendekat dan kemudian membungkuk memberi salam –paling tidak, ia masih harus bersikap sopan, bukan. Kyuhyun menatap pria yang mungkin usianya jauh diatas Donghae dan beralih pada para pria lainnya yang keluar dari mobil van. Kyuhyun mendecak sebal.

“ Untuk apa orang kepercayaan Presdir Choi Inc. yang terhormat datang ke rumahku? Terlebih dengan membawa orang-orang aneh itu.” Tukas Kyuhyun dengan nada dingin.

“ Maafkan, kelancangan saya Tuan Cho. Kami hanya ingin membawa Tuan Choi kembali ke rumah.” Tutur Sekretaris Kim.

Kyuhyun mengerutkan dahi. “ Tuan Choi? Choi Siwon, maksudmu? Dia tidak ada disini. Kau salah tempat jika mencarinya kesini, Sekretaris Kim. Benar?”

Sekretaris Kim menatap Kyuhyun dengan lekat. Dan dari ujung ekor matanya, Sekretaris Kim melirik kedalam rumah besar tersebut. “ Apa anda keberatan jika kami memeriksanya sendiri?”

“ Tch… Menyusahkan sekali. Periksa saja tapi kalian akan kecewa. Karena Choi Siwon tidak disini.”

Sekretaris Kim memberi isyarat pada bawahannya untuk memeriksa rumah Kyuhyun. Ke-sepuluh pria itu kemudian memasuki rumah sedangkan sang tuan rumah terlihat tidak senang.

“ Maafkan kelancangan saya, Tuan Cho. Tapi saya hanya menjalankan perintah dari Presdir Choi.” Ucap Sekretaris Kim.

“ Lalu apakah dari perintah Presdir Choi juga kalian datang mencari Choi Siwon ke rumahku? Aku ini masih dalam tahap pemulihan. Kau benar-benar menggangguku.”

Sekretaris Kim memilih untuk tidak menanggapi ucapan Kyuhyun yang sangat kesal tersebut. Ia memperhatikan rumah tersebut dan sepertinya anak buahnya tidak menemukan keberadaan Siwon. Sekretaris Kim menghela nafas. Sepertinya Siwon sudah meninggalkan rumah kediaman Kyuhyun.

“ Maaf, Kim-sshi. Kami tidak menemukan Tuan Choi dimanapun.” Lapor salah seorang dari anak buahnya tersebut.

“ Sekarang pergilah dari rumahku.” Usir Kyuhyun tanpa basa basi.

Sepuluh orang itu kembali masuk kedalam dua van. Sekretaris Kim kembali membungkuk dihadapan Kyuhyun. “ Sekali lagi saya meminta maaf atas ketidak-nyamanan ini, Tuan Cho.”

*****

Heechul mendesah dan memasukkan ponselnya kedalam saku celana. “ Ji In, kau ikut denganku. Hyuk-ah, kau kembalilah ke kantor dan berikan laporan mengenai situasi di kantor. Aku harus pergi dulu.”

Hyukjae hanya mengangguk paham. Heechul memasuki mobil terlebih dahulu. Sedangkan Ji In memeluk Narra dengan erat. “ Terima kasih.” Narra hanya menepuk lembut punggung sahabatnya dan melepaskan pelukan mereka.

“ Pergilah.”

Ji In lalu menyusul Heechul memanjat masuk kedalam mobil. Dan tak lama mobil Heechul sudah melaju meninggalkan Saerish. Jinho menghela nafas dan menepuk bahu Narra. “ Kuantar kau pulang. Donghae hyung, kau bisa mengantarkan Hyukjae-sshi kembali ke kantornya, bukan. Dan bersiaplah untuk perang yang sesungguhnya.”

“ Hey, kau mengucapkannya dengan sangat menyeramkan!!” Protes Hyukjae.

Donghae hanya tertawa kecil dan menatap Narra. “ Kau sudah sangat dewasa.”

“ Aku tahu. Dan kumohon, jaga Kyuhyun oppa.”

Donghae mengangguk kecil dan mengacak rambut gadis itu dengan lembut. “ Tentu Narra. Pulanglah, Kyuhyun pasti sudah menunggumu di rumah.”

Narra tersenyum. Jinho dan Narra memasuki mobil hitam yang Jinho pinjam dari Tuan Cho Hyunjo. Donghae dan Hyukjae tersenyum mengantarkan kepergian keduanya. Donghae menghela nafas dan merangkul bahu sahabatnya.

“ Kuantar kau kembali ke medan perang, Hyuk.”

“ Hey!! Kenapa cara bicaramu sama seperti Jinho? Oh, apa kau sudah keracunan gen Cho, eh?!!”

*****

Siwon menatap aliran tenang sungai Han dibawahnya. Siwon menghela nafas dan berbalik untuk menyandarkan punggungnya pada sandaran baja jembatan. Sesekali ia memperhatikan kendaraan-kendaraan yang melintas dihadapannya. Walaupun tidak banyak, tapi paling tidak Siwon tidak merasa kesepian.

Siwon mengeluarkan kembali ponselnya. Ia membaca pesan yang dikirimkan Kyuhyun, mengenai Sekretaris Kim yang datang mencarinya. Beruntung sekali, Siwon langsung pergi dari rumah Kyuhyun sebelum ketahuan. Siwon tersenyum tipis lalu membalas pesan tersebut.

Terima kasih. Aku akan berhati-hati. Untuk sementara aku tidak akan menemuimu dulu. Akan sangat berbahaya jika kakekku mengetahuinya. Jaga dirimu baik-baik, Kyuhyun. Aku mencintaimu. Sampai bertemu lagi, sayang.

Siwon tertawa kecil membaca tulisannya. Rasanya malah seperti ucapan perpisahan. Tapi kemudian Siwon menekan tombol send.

“ Kau sudah mengirimkannya, Tuan Choi? Pada kekasihmu.”

Siwon sontak menoleh dan ia melihat seorang pria dengan senyuman anehnya –terlihat sangat licik. Siwon mengangkat satu alisnya. “ Kau siapa?”

“ Lee Minwoo. Kurasa, anda sudah mendengar nama itu dari kekasih anda, Tuan Cho Kyuhyun.”

Mata Siwon membulat tak percaya. Saat ini dihadapannya tengah berdiri orang yang merupakan tangan kanan dari Cho Gyushik, Lee Minwoo. Orang yang menjadi kekhawatiran terbesar Kyuhyun. Orang yang sulit ditemui kecuali jika orang itu yang keluar dengan keinginannya sendiri. Sekarang, pria itu yang menemuinya.

“ Kau tangan kanan Cho Gyushik?”

Minwoo tertawa kecil. Ia berjalan mendekati Siwon. “ Tangan kanan? Kurasa informan adalah panggilan yang tepat. Aku sama sekali tidak berpihak pada Cho Gyushik. Aku hanya memberikan informasi dan dia membayar atas informasi tersebut.”

Siwon menarik nafas berat. “ La-lalu kenapa kau menemuiku? Apa maumu?”

“ Tidak ada. Aku hanya ingin berpamitan dan mungkin juga berterima-kasih pada kalian. Aku mendapatkan uang yang banyak karena kalian. Tapi sepertinya, ini adalah akhir dari pekerjaanku. Jadi, selamat tinggal Choi Siwon-sshi.” Minwoo lalu berbalik dan berjalan menjauhi Siwon.

Siwon yang tersulut emosi, karena jelas Minwoo hanya mengambil keuntungan atas hubungan mereka, berjalan mendekati Minwoo. Dan entah menyadarinya atau tidak, Siwon menjatuhkan ponselnya untuk kemudian menarik tubuh Minwoo berbalik. Dan Siwon langsung memukul wajah pria itu dengan keras. Minwoo mundur hingga beberapa langkah. Ia merasakan rasa aneh pada mulutnya –ternyata mengeluarkan darah. Minwoo mengelap ujung mulutnya dengan punggung tangan. Minwoo memandang Siwon dan lalu tertawa. Ia bisa merasakan amarah Siwon saat ini.

“ Jangan mengganggu Kyuhyun lagi.”

“ Aku tidak mengganggunya, Tuan Choi. Aku hanya menjalankan perintah yang diberikan kepadaku. Selain itu, aku dengan senang hati menjalankan pekerjaan ini. Aku mendapatkan hiburan yang sangat menyenangkan. Pewaris Cho’s Group dan Pewaris Choi Inc. terlibat dalam sebuah intrik hubungan yang terlarang. Aku benar-benar menantikan reaksi publik, tetapi sayang sekali.” Minwoo kembali berjalan mendekati Siwon tanpa rasa takut. “ Aku tidak bisa menyaksikan sendiri bagaimana kejatuhan kalian berdua.”

Siwon kembali hendak memukul Minwoo, tetapi pria itu berhasil menahannya. Minwoo tersenyum. “ Giliranku, Tuan Choi Siwon.”

*****

Gyushik berjalan dengan ekspresi marah yang terkontrol menuju ruangan Kyuhyun yang kini digunakan oleh Jinho. Ia membawa dokumen-dokumen kerjasama dengan perusahaan Rusia –sesuai dengan perintah ayahnya. Walaupun sangat enggan, tetapi Gyushik tidak bisa menolak perintah tersebut –terlebih perintah dari seorang Presdir.

Saat memasuki ruangan besar itu, Gyushik menaruh tumpukkan dokumen itu diatas meja sekretaris yang terkejut dengan kedatangannya. Gyushik menatap pintu yang terbuka dan tidak terlihat Jinho didalamnya.

“ Kemana Jinho?” Tanyanya.

“ Tuan Cho sedang keluar. Beliau mengatakan akan kembali pukul dua siang ini.” Jawab sang sekretaris dengan gugup.

Gyushik lalu berjalan masuk kedalam ruangan tersebut. Gyushik menutup pintu dengan rapat dan sekretaris itu tidak bisa melarangnya. Gyushik berjalan menuju meja kerja yang masih terdapat plat nama Kyuhyun. Ia menyentuh plat tersebut dan tersenyum sinis.

Gyushik memperhatikan meja kerja tersebut. Dan tidak ada yang mencurigakan. Hanya tumpukan dokumen, beberapa pigura, alat tulis dan lainnya. Gyushik lalu berjalan ke belakang meja. Ia menarik kursi hitam tersebut dan mendudukinya seakan adalah miliknya.

Gyushik tersenyum. Lalu ia mengambil plat nama Kyuhyun dan menatapnya dengan serius. “ Kyuhyun-ah, ini saatnya kau menyerahkan kursimu.”

Lalu Gyushik membuang plat nama tersebut ke dalam keranjang sampah yang terdapat disisi luar meja.

*****

Tuan Choi Dongha memperhatikan layar komputernya. Selama setengah jam terakhir, ia sibuk memperhatikan grafik penurunan harga saham Choi Inc. dan sesekali ia juga melihat grafik Cho’s Group. Walaupun keduanya sama-sama mengalami penurunan yang drastis, tetapi poin Cho’s Group masih lebih baik ketimbang Choi Inc.

Sepertinya keadaan semakin diluar kendali kuasanya. Media juga semakin gencar memberitakan masalah-masalah yang sudah lama tertimbun jauh dimakan tahun. Ada begitu banyak fakta yang mulai terkuak mengenai usaha merger antara Choi Inc. dan Cho’s Group, pertunangan antara Choi Namhyun dan Cho Saehyun. Penyelidikan kembali atas kecelakaan Cho Joonhyuk dan Kim Nayoung. Bahkan kini mulai beralih pada investigasi pada penggelapan dana yang dilakukan oleh dua perusahaan tersebut.

Tuan Choi Dongha semakin gusar. Rumor-rumor itu perlahan berubah menjadi sebuah fakta nyata yang perlahan membawa baik Choi Inc. dan Cho’s Group keambang kehancuran. Banyak dari para klien yang mulai menarik project kerjasama mereka dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Kemudian pintu terbuka. Tuan Choi Dongha melirik pada Sekretaris Kim yang berjalan memasuki ruangan tersebut. Sekretaris Kim menunduk.

“ Ada apa?”

“ Sepertinya Tuan Choi Siwon sudah pergi dari kediaman Tuan Cho Kyuhyun sebelum kami datang. Saat ini saya kembali melacak keberadaan Tuan Choi Siwon.” Tutur Sekretaris Kim.

Tuan Choi Dongha mengepalkan tangannya dengan keras. Saat ini beliau berusaha untuk tidak meledakkan amarahnya yang kembali membuncah. “ Lalu bagaimana dengan Cho Kyuhyun?”

“ Ye? Maksud Presdir?”

Tuan Choi Dongha menatap sekretarisnya dengan tajam. “ Aku bertanya, bagaimana dengan Cho Kyuhyun?!!”

“ Tuan Cho, beliau terlihat membaik. Beliau juga tidak menunjukkan reaksi apapun saat kami datang. Masih terkesan dingin.” Jawab Sekretaris Kim dengan gugup.

“ Awasi Cho Kyuhyun dengan baik. Anak itu pasti akan kembali datang pada kekasihnya. Dan bagaimana dengan orang yang menyebarkan rumor itu?”

“ Saya belum menemukan siapa pelakunya. Karena rumor tersebut pertama kali beredar dari sebuah email yang dikirimkan oleh IP yang tidak bisa dilacak. Tapi ada kemungkinan rumor tersebut disebarkan oleh orang dalam perusahaan kita sendiri. Dan lagi, rumor itu juga beredar di Cho’s Group.” Jelas Sekretaris Kim.

Tuan Choi Dongha terdiam sejenak. “ Orang dalam perusahaan?”

Sekretaris Kim memperhatikan perubahan ekspresi Presdirnya. Dan sepertinya Tuan Choi Dongha sedang memikirkan orang-orang yang dicurigainya. “ Presdir, apakah anda mencurigai seseorang?”

“ Ah, tentu saja. Kalau bukan mereka, siapa lagi.”

*****

Jungsoo berlari kecil keluar dari lift dan menuju basement parkir. Sekitar lima menit lalu ia mendapatkan telepon dari Yunho yang terdengar sangat panik. Bahkan Jungsoo tidak bisa berpikir lagi saat Yunho mulai berteriak-teriak tidak jelas.

Jungsoo berlari menuju mobilnya. Setelah mematikan alarm, ia memanjat masuk dan memasang seatbelt. Ponselnya kembali berbunyi ketika Jungsoo hendak menyalakan mesin mobil. Jungsoo mengumpat saat melihat nama Yunho pada layar ponselnya.

“ Aku segera datang, Yun! Kau dimana?!!”

“ Hyung pergi saja ke villa-ku di Incheon. Aku sedang menuju kesana sekarang. Dan bisa kau jemput Changmin dari rumah sakit? Aku sudah menghubunginya tadi.”

Jungsoo mengernyit. “ Eh? Changmin? Untuk apa?!”

“ Sudahlah, hyung. Jemput saja dia, okay. Dan cepatlah!! Ini darurat!!”

Dan lagi-lagi Yunho mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Jungsoo mendengus kesal dan menyalakan mesin mobil. Ia tidak punya waktu untuk memaki Yunho yang saat ini benar-benar seperti orang tidak waras. Menyuruhnya ini-itu dengan cepat tanpa penjelasan apapun.

“ Kau berhutang penjelasan padaku, Jung Yunho!!”

*****

Narra menghampiri Kyuhyun yang tengah duduk di sofa ruang tengah sambil memandang ponselnya dengan wajah serius. Bahkan terlalu serius, Kyuhyun sama sekali tidak menyadari bahwa adiknya kini sudah duduk disebelahnya. Kyuhyun baru tersadar ketika, Narra menyentuh wajahnya.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum tipis pada Narra. “ Kau sudah pulang? Bagaimana ujiannya?”

Narra juga tersenyum. “ Cukup lancar. Oppa sudah makan siang? Sudah minum obat dari dokter?”

“ Sudah, sayang. Kau ganti baju saja dan makan siang, ne.”

Narra mengangguk. Tapi ia sama sekali tidak beranjak dari sofa. Kyuhyun menatapnya dengan bingung. “ Hey, kau kenapa? Wajahmu kenapa…”

Belum selesai Kyuhyun bicara, Narra memeluknya dengan erat. Kyuhyun malah semakin bingung dibuatnya. Kyuhyun menepuk punggung adiknya dengan lembut. “ Narra, kau kenapa, heum? Apa terjadi sesuatu di sekolah? Kau tidak bisa mengerjakan soalnya. Atau ada apa? Jangan buat Oppa bingung, sayang.”

“ Aku sayang Kyuhyun oppa.” Bisik Narra.

Kyuhyun tersenyum mendengarnya. “ Oppa juga sayang Narra. Sekarang, bisa jelaskan?”

Narra tidak mengatakan apapun dan hanya memeluk Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tidak bisa memaksa adiknya untuk bicara. Jadi, ia hanya menunggu. Sesekali Kyuhyun mengusap rambut coklat Narra yang semakin memanjang dari sebelumnya. Dulu, Kyuhyun masih ingat saat Narra yang berusia sepuluh tahun memintanya untuk mengikat rambut panjangnya. Tapi karena tidak terampil, ikatannya malah menjadi aneh. Akhirnya, Narra memilih untuk memotong pendek rambutnya. Tapi kini adiknya sudah tumbuh besar dan menjadi gadis yang cantik. Walaupun tanpa orangtua, Narra bisa tumbuh dengan normal seperti gadis-gadis seusianya.

“ Oh ya, kau pulang diantara siapa?” Tanya Kyuhyun.

“ Jinho oppa. Tadi kami bertemu di Saerish.” Jawab Narra yang masih enggan melepaskan pelukannya.

Kyuhyun mengerutkan dahi. “ Bertemu di Saerish? Dia makan siang disana?”

“ Tidak. Kami bicara. Aku, Ji In, Jinho oppa, Donghae oppa, Hyukjae oppa dan seorang lagi yang bernama Kim Heechul. Donghwa oppa juga ikut mendengarkan.”

Kyuhyun semakin tidak mengerti. Tetapi entah mengapa, perasaan Kyuhyun berubah menjadi cemas. Ia tidak ingin berprasangka dulu.“ Ka-kalian bicara apa?”

“ Hubungan oppa dengan Siwon oppa.”

Tubuh Kyuhyun menegang hebat. Narra lalu melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun yang kini terlihat pucat. Narra menggenggam tangan kakaknya dengan erat. “ Heechul oppa, sudah mengatakan mengenai hubungan kalian. Dan Jinho oppa juga bilang kalau Oppa sudah mengakuinya. Tapi aku ingin dengar sendiri dari mulut Oppa. Jadi, apa itu benar? Kalian adalah sepasang kekasih?”

Kyuhyun tidak menjawab apapun. Wajahnya malah semakin pucat dan ia juga berkeringat dingin. Narra sepertinya menyadari kegugupan Kyuhyun. Ia menarik nafas perlahan.

“ Oppa, aku tidak marah. Aku juga tidak akan melarang hubungan kalian. Aku…” Narra kini menghela nafas.

“ Oppa, bukanlah orangtua yang harus selalu menjagaku. Oppa pasti juga ingin mempunyai kehidupan pribadi. Selama ini, aku sama sekali tidak melihat Oppa mempunyai hubungan intim dengan wanita. Aku tidak pernah berpikir kalau Oppa mempunyai orientasi seksual yang berbeda. Tapi jika saat ini Oppa telah menemukan sosok yang tepat dan orang itu adalah Siwon oppa, aku tidak akan mengatakan apapun. Aku hanya ingin Oppa juga merasakan kebahagiaan.” Jelas Narra.

Kyuhyun berusaha mencerna baik kata demi kata yang diucapkan oleh Narra. Kyuhyun menarik nafas dan menelan salivanya sendiri. Kerongkongannya kembali terasa kering dan sakit. Kyuhyun menatap Narra dengan lekat.

“ K-kau tidak marah? Atau apapun?” Tanya Kyuhyun pelan.

Narra menggeleng. “ Awalnya aku bingung. Tidak tahu harus bagaimana, tapi sepertinya Donghae oppa, Jinho oppa bahkan Kakek bisa menerima Oppa saat ini. Jadi, untuk apa aku marah?”

“ Ka-kakek? A-apa kakek juga memberitahumu?”

“ Tidak secara langsung. Kemarin saat bertemu dengannya, Kakek mengatakan hal-hal yang tidak kumengerti. Tapi hari ini, setelah penjelasan dari Heechul oppa aku jadi bisa mengerti. Aku sudah besar, Oppa. Walaupun tidak mengerti sepenuhnya, tapi aku bisa memahaminya, sedikit. Jadi, berbahagialah, ne?”

Kyuhyun menatap adiknya lalu kembali mendekap tubuh Narra dengan erat. “ Gomawo, dongsaeng-ah.”

*****

Heechul memanjat keluar dari mobilnya. Ia menghampiri mobil Siwon, tetapi tidak melihat Siwon didalamnya. Mobil ford itu hanya terparkir dipinggir jembatan tanpa ada siapapun yang menjaganya. Heechul mengacak rambutnya frustasi. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Siwon. Tapi sialnya, suara ponsel itu terdengar dekat di telinganya. Heechul mendesis ketika melihat ponsel Siwon yang tergeletak. Ia sontak mengambilnya.

Kini Heechul tidak bisa berpikir lagi. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya untuk melihat kearah bawah –pada sungai Han. “ Dia tidak mungkin khan? Ah, ani!! Ani!! Siwon bukan pria bodoh.”

Heechul menghela nafas dan menatap ponsel Siwon yang ada ditangannya. “ Siwon-ah, kau dimana? Apa yang terjadi denganmu?” Heechul tersadar dan memasukkan ponsel Siwon pada sakunya. Lalu ia sibuk menuliskan pesan pada ponselnya sendiri.

Kita mulai tahap kedua.

Sebarkan fakta-fakta yang kita punya pada media. Setelah itu, media sendiri yang akan membongkarnya.

Pantau terus bagaimana respon dari masyarakat. Perhatikan setiap komentar pada berita yang beredar.

Kendalikan situasi ketika semakin memburuk, kita tidak mungkin menghancurkan dua perusahaan ini.

Dan ini darurat. Siwon menghilang. Aku akan berusaha mencarinya sendiri, dan jangan katakan apapun pada Kyuhyun.

*****

NOTE: Sepertinya aku bagi jadi tiga part. Dan untuk part ini, yah.. beginilah jadinya. Aku belum editing lagi, tapi nanti aku akan baca lagi untuk koreksi. Mohon maaf untuk typonya yaa..

Advertisements

51 thoughts on “[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 14B

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s