[MM] The President Part 6

The President

When Autumn Comes

“ Jonghyun!!” Panggil Kyuhyun. Tapi Jonghyun masih terus berjalan cepat keluar dari Cheongwadae.

Kyuhyun mendesah dan kemudian berlari mengejar Jonghyun. “ Jonghyun! Berhenti! Kita perlu bicara!!” Seru Kyuhyun. Tapi saudaranya malah mengabaikannya.

Kini mereka sudah berada diluar Cheongwadae. Dan Jonghyun masih terus berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun yang berusaha mengejarnya. Kyuhyun mendengus kesal. Jonghyun selalu saja meninggalkannya seperti ini setiap kali mereka bertengkar, dan Kyuhyun yang harus mengejarnya –walaupun mereka bertengkar adalah kesalahan Jonghyun juga.

Kyuhyun akhirnya menyerah. Ia hanya mengikuti Jonghyun yang sangat jauh didepannya. Tapi paling tidak Kyuhyun masih bisa melihat punggung Jonghyun. Kyuhyun menarik nafas dan tersenyum tipis.

“ Kau marah karena tidak mau pergi, iya khan? Dasar bodoh! Kau mendapatkan kembali keluargamu, tapi kenapa kau malah menolaknya? Tuhan begitu baik padamu.”

*****

“ Ne?!!” Seru Siwon ketika mendengar Jonghyun melarikan diri. Dan Kyuhyun berusaha mengejarnya. Dan kini, ia dan Haena harus mencari kedua anak itu dan membawanya kembali ke Cheongwadae.

Kepala Park menghela nafas. “ Kau jelas mendengarnya, Siwon-sshi. Dan, Haena… Ah, rasanya sangat aneh memanggilmu menjadi Haena lagi. Aku sangat berharap padamu dan Siwon. Kalian harus membawa Jonghyun dan Kyuhyun kembali ke Cheongwadae malam ini. Lebih cepat mereka kembali, itu lebih baik.”

Haena mengangguk. “ Aku mengerti, Kepala Park.”

Kepala Park tersenyum tipis. Haena lalu membungkuk dan bergegas menjalankan perintah dari Kepala Park. Sedangkan Siwon masih berada diruangan tersebut dan menatap Kepala Park bingung.

“ Apa yang ingin kau tanyakan, Siwon-sshi?” Tanya Kepala Park.

Siwon tampak kikuk dan menyentuh bagian belakang lehernya gugup. “ Ani. Hanya saja, apa itu benar? Lee Jonghyun adalah penerus Kerajaan? Anda yakin bukan Cho Kyuhyun?”

“ Akan kujelaskan begitu kalian kembali dengan membawa kedua anak itu. Sekarang cepat susul Haena. Dia bukan tipikal gadis yang lalai dengan tugas. Jadi, kau harus bersiap menghadapinya.”

*****

Haena menghentikan mobilnya ketika bertemu dengan lampu lalu lintas yang berubah merah. Ia menoleh pada Siwon yang duduk disebelahnya dan terlihat sibuk dengan tablet ditangannya.

“ Sudah mendapatkan lokasi mereka?” Tanya Haena.

Siwon menoleh dan mengangguk. Ia lalu memasukkan lokasi kordinat kedalam GPS setelah berhasil melacak ponsel Kyuhyun. “ Posisi Kyuhyun tidak jauh dari sini. Jadi, kita bisa menjemputnya terlebih dahulu. Sedangkan Jonghyun, aku masih mengusahakan. Anak itu masih mematikan ponselnya.”

Haena mengangguk dan kembali menyetir mengikuti petunjuk GPS setelah lampu berubah menjadi hijau. Siwon sendiri masih sibuk dengan tablet ditangannya untuk melacak posisi Jonghyun saat ini. Tapi ketika hasilnya nihil, Siwon menghela nafas frustasi.

“ Anak itu terlalu pandai. Aku akan mencobanya lagi nanti.” Tukas Siwon.

Haena hanya menggumam sembari fokus menyetir menuju lokasi Kyuhyun. Siwon sendiri kini sibuk memperhatikan jalanan. Rasanya masih sulit dipercaya kalau Lee Jonghyun adalah penerus dari Pangeran Gyungho. Siwon mungkin tidak tahu persis bagaimana kronologis pencarian penerus Pangeran Gyungho karena ia baru saja bergabung dalam Kepengawalan Negara. Hanya saja, Siwon merasa Jonghyun terlalu pemberontak. Kenyataan dia adalah seorang Pangeran, tidak diterima dengan baik oleh pemuda itu.

“ Apa yang Sunbae pikirkan?” Tanya Haena tiba-tiba.

Siwon menoleh pada Haena. “ Kedua pemuda itu. Kyuhyun dan Jonghyun. Mereka berdua sangat berbeda, bukan? Kyuhyun yang selalu tenang dan Jonghyun yang selalu berisik.”

“ Tapi sifat mereka berdua juga sangat mirip satu sama lainnya.” Tukas Haena.

Siwon mengangguk dan memandang lurus. “ Iya. Wajah mereka dan beberapa sifat mereka yang menyebalkan. Hahh.. aku bahkan tidak menyangka ini sudah seminggu.”

Haena mengernyit. “ Wajah? Memang mereka mirip? Aku rasa tidak.” Sahut gadis itu sembari memutar kemudinya. Mereka hampir sampai dilokasi Kyuhyun saat ini.

“ Iya. Mereka bahkan sangat mirip, seperti anak kembar. Aku juga akan mengira mereka adalah saudara kembar kalau aku tidak tahu Jeonghyuk ajhusi mengadopsi mereka dari panti asuhan yang sama.” Jelas Siwon.

“ Mereka satu panti asuhan?” Tanya Haena lagi.

Siwon mengangguk lagi. “ Ah.. kau belum mendengar cerita ini, ya? Kyuhyun dan Jonghyun diadopsi oleh Moon Jeonghyuk tujuhbelas tahun lalu dari panti asuhan yang sama. Yang kudengar, awalnya keluarga Moon hanya ingin mengadopsi Jonghyun. Tapi, akhirnya mereka juga mengadopsi Kyuhyun. Mereka itu sudah berteman sejak di panti asuhan.”

Haena hanya membulatkan mulutnya. Kemudian ia menghentikan mobilnya ketika mereka sampai ditempat yang ditujukan oleh GPS. Siwon memperhatikan sekelilingnya dengan kening berkerut.

“ Taman bermain? Untuk apa Kyuhyun pergi ke tempat ini?”

*****

Kyuhyun mengayun pelan sembari terus mendongakkan kepalanya untuk menatap langit biru. Ia tersenyum tipis seakan menikmati hembusan lembut angin yang menyentuh wajahnya.  Kyuhyun merasa begitu bebas dan tanpa beban. Pemuda itu seperti sudah melupakan ketegangan di Cheongwadae. Walaupun sebenarnya Kyuhyun masih menyimpan rasa khawatir pada Jonghyun.

“ Kyuhyun?”

Kyuhyun mengenali suara itu. Ia kemudian berhenti mengayun dan menoleh pada arah suara. Kyuhyun tersenyum tipis saat melihat Siwon dan Haena berjalan menghampirinya. “ Kalian sedang mencari Jonghyun?”

“ Iya. Dan juga tidak. Kami juga mencarimu.” Tutur Haena.

Kyuhyun mengernyit. “ Aku? Tapi bukankah Jonghyun yang seharusnya kalian cari.”

“ Kyuhyun-sshi, kau harus kembali ke Cheongwadae. Dan, bisakah kau membantu kami untuk mencari Jonghyun?” Kali ini yang Siwon yang berbicara.

Kyuhyun terdiam untuk beberapa detik. “ Kalian bisa menemui Minho. Atau gadis yang bernama Kang Jaeshin. Kurasa bagi kalian itu adalah hal mudah.” Ujar Kyuhyun.

Haena menarik nafas. Entah mengapa, Haena merasa Kyuhyun tidak ingin terlibat lagi dalam hal ini. “ Baiklah. Bisa ikut kami mencari saudaramu, Kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun mengerutkan dahi. “ Aku harus ikut? Kenapa? Aku sudah memberitahu dimana kalian bisa mencari Jonghyun.”

Siwon menatap Haena sekilas. Rasanya dengan mendengar sahutan Kyuhyun, ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada pemuda itu. Haena juga menatap Siwon.

“ Bicaralah padanya.” Tutur Haena yang kemudian meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.

Siwon melotot terkejut dengan sikap Haena yang malah meninggalkannya. “ Hey… kenapa harus aku yang bicara?”

“ Karena kalian sama-sama pria. Aku tunggu di mobil.” Seru Haena tanpa berbalik.

Siwon mendengus dan kembali menatap Kyuhyun dengan lekat. Ia menarik nafas dan ikut duduk disalah satu ayunan sebelah Kyuhyun. Sedangkan pemuda itu masih memperhatikan Siwon –seakan ia tidak mengerti.

“ Okay… aku bahkan tidak tahu darimana harus memulai.” Gumam Siwon.

*****

Kyungsoo meringis ketika Naomi memukul kepalanya. Ia mendelik jengkel dengan sikap bibinya. “ Ajhumma, berhenti memukul kepalaku.” Seru Kyungsoo.

“ Aku tidak akan memukul jika kau tidak melakukan kesalahan, Soo-ya.” Ujar Naomi.

Kyungsoo mendesis jengkel dan memperbaiki kuda-kudanya. Kemudian ia kembali memulai latihan dasarnya untuk kesekian kalinya. Dan Naomi memperhatikan setiap gerakan keponakannya. Tapi ketika Kyungsoo mulai melakukan kesalahan yang sama, Naomi hampir saja menjadi lebih putus asa.

“ Soo, kita istirahat sebentar.” Tukas Naomi.

Kyungsoo menghela nafas dan kemudian mengikuti bibinya yang kini duduk pada salah satu kursi. Kyungsoo mengambil handuk dan menyeka keringat yang keluar banyak dari tubuhnya. Ini pertama kali setelah dua tahun ia absen latihan taekwondo. Dan rasanya sangat aneh.

“ Ajhumma, sepertinya kemampuanku berkurang banyak ya.” Ujar Kyungsoo.

Naomi menatap keponakannya dan mengangguk. “ Kurasa karena kau terlalu sibuk kuliah dan tidak pernah ikut latihan dengan Haena.”

Kyungsoo menarik nafas dan duduk di kursi yang ada dihadapan Naomi. Ia meneguk air minumnya hingga habis. Kyungsoo baru menjalani latihan selama dua setengah jam tapi ia seperti habis berlari marathon selama lima jam. Kemampuannya menurun drastis.

Naomi memperhatikan perubahan ekspresi Kyungsoo. “ Jangan khawatir, Soo. Kau akan mempunyai banyak waktu untuk latihan. Lagipula di akademi kau akan punya teman latihan, bukan?”

“ Aku tahu. Tapi mendengar Haena… Ah, sejak kapan Ajhumma kembali memanggil Diera dengan Haena?!” Seru Kyungsoo yang sepertinya baru sadar.

Naomi mencibir dengan jengkel. “ Sejak Haena pulang dan mengomel karena aku mendaftarkan dengan Kim Andiera. Dan kini ia harus memperbaharui beberapa dokumen demi kelengkapan. Dan ia menyuruku memanggilnya Haena lagi. Sebal.”

Kyungsoo hanya terkekeh melihat bibinya mengomel begitu. Tapi rasanya memang sangat aneh memanggil Haena dengan nama Diera. Dan kini gadis itu kembali dipanggil dengan Haena.

“ Itu karena nama itu terlalu aneh di Korea.”

*****

Donghae hanya diam dengan ekspresi jengkelnya menatap kearah luar mobil. Ia terus begitu sejak keluar dari Cheongwadae. Seungho yang sedang menyetir, sesekali melirik pada kaca spion dan memperhatikan sang pangeran.

“ Pangeran, apa yang anda pikirkan sekarang?” Tanya Seungho.

Donghae menghela nafas dan melirik Seungho sekilas. “ Tidak tahu.” Sahutnya pendek.

Seungho mengerutkan dahi. “ Tidak tahu? Tapi sepertinya ada yang sangat menganggu anda, Pangeran.”

“ Itu karena kau masih memanggilku Pangeran. Ayolah, aku sudah memintamu dan orang-orang untuk berhenti memanggilku dengan sebutan itu selama dua tahun. Tapi kalian benar-benar keras kepala.” Sahut Donghae kesal.

Seungho tertawa kecil mendengar protes Donghae. “ Tapi itu memang status anda, Pangeran. Lagipula kami tidak bisa memanggil anda dengan panggilan informal yang selalu anda paksakan.”

“ Lalu? Bagaimana dengan Donghae-sshi? Itu bahkan terdengar lebih baik ketimbang Pangeran.” Donghae kembali bersikap layaknya anak kecil yang sedang protes pada ibunya. Itu terlihat lucu bagi Seungho tapi membuat Donghae semakin jengkel.

“ Baiklah, Donghae-sshi. Saya hanya akan memanggil anda dengan sebutan itu, jika hanya diantara kita berdua saja, bagaimana?” Usul Seungho. Walaupun sangat menyalahi aturan tapi Seungho akan jauh terlibat masalah besar ketika Donghae merasa kesal.

Donghae mendengus dan kembali menatap ke arah luar. “ Arraseo.”

Seungho tersenyum tipis. “ Jadi, ada hal lain yang menggangu anda, Donghae-sshi?” Terasa sangat aneh, tapi ia harus menepati janji yang dibuatnya, bukan?
Donghae menghela nafas pendek. “ Kedua pemuda itu. Yang salah satu diantaranya adalah sepupuku.”

“ Cho Kyuhyun dan Lee Jonghyun? Kenapa dengan mereka, Donghae-sshi?” Tanya Seungho lagi.

Donghae lalu sedikit mencondongkan tubuhnya agar bisa berbicara dengan Seungho yang sedang menyetir didepan. “ Kau tidak merasa aneh dengan mereka? Yang bernama Lee Jonghyun itu, sepertinya ia tidak suka menjadi sepupuku. Dan Cho Kyuhyun itu, rasanya aku…”

Seungho menunggu Donghae untuk meneruskan ucapannya. Ia sama sekali tidak ingin menebak apa yang akan dikatakan sang pangeran. Karena, hasilnya pun akan tidak akan tertebak.

“ Dia terlihat seperti kakekku.” Tukas Donghae.

“ Kakek? Cho Kyuhyun mirip dengan kakek anda?”

Donghae mengangguk. “ Iya, yang fotonya ada di ruangan besar itu. Ajhusi Lee selalu menyebutnya Pangeran Gyungho. Dia bilang itu adalah kakekku. Itu artinya kakek sepupuku juga, bukan? Tapi Lee Jonghyun tidak terlalu mirip dengan kakek.”

“ Tapi anda juga tidak terlalu mirip dengan Pangeran Gyungho, jika saya boleh berpendapat. Namun, anda adalah salah satu cucunya. Lalu kenapa Lee Jonghyun bisa dianggap bukan cucu dari kakek anda juga?” Tanya Seungho lagi.

Donghae menggeleng. “ Itulah. Aku juga bingung. Seungho-sshi, apa kau mau mencari tahu untukku? Cari tahu kenapa Cho Kyuhyun sangat mirip dengan kakekku?”

*****

Haena mendengus sembari mengetik balasan pesan Kyungsoo padanya. Sepupunya itu sangat menyebalkan. Mengiriminya pesan yang sangat tidak penting hanya untuk menertawainya karena Mom-nya terus-menerus mengomel sejak ia meminta Mom-nya memanggilnya dengan Haena dan bukan Diera.

To : Kyungsoo

Hey… di Akademi nanti, aku menjadi sunbae-mu. Maka kau harus berhati-hati, Do Kyungsoo!!

Haena menekan tombol send. Dan kemudian pintu mobil terbuka dengan Siwon yang kembali duduk disebelahnya, diikuti oleh Kyuhyun yang duduk di kursi belakang. Haena menatap kedua pria itu dan tersenyum tipis.

“ Jadi, kita kemana dulu?” Tanya Haena sembari menaruh ponselnya dan menyalakan mesin mobil. Siwon mendengus jengkel sembari memakai seatbelt.

“ Kita ke kampus. Kalau dia tidak ada disana, kemungkinan masih ada Minho dan Jaeshin. Kita bisa bertanya pada mereka.” Ucap Kyuhyun.

Haena mengangguk. “ Baiklah…”

*****

“ Dia tidak menghubungimu?”

Minho menggeleng. Lalu ia menatap Jaeshin. “ Apa Jonghyun menghubungimu, Jae?”

“ Tidak. Terakhir, dia bilang masih ada keperluan di Cheongwadae. Kupikir dia bersamamu, Kyuhyun.” Tutur Jaeshin.

Kyuhyun menghela nafas. Jonghyun terlalu keras kepala dan ia akan bersembunyi dari orang-orang jika keinginannya tidak terpenuhi. Kyuhyun ingat saat Jonghyun bersembunyi pada sebuah rumah pohon yang terletak dibalik bukit dari panti asuhan mereka saat suster tidak mengijinkannya pergi ke pasar malam. Waktu itu, semua orang dibuat kacau olehnya. Dan kini peristiwa itu kembali terulang. Hanya saja, dengan peristiwa besar.

“ Baiklah. Jika dia menemui kalian atau menghubungi kalian, beritahu aku mencarinya. Terima kasih Minho, Jaeshin.” Ucap Kyuhyun yang kemudian segera meninggalkan ruang aula tersebut dan menghampiri Siwon dan Haena yang menunggunya diluar.

Kyuhyun menggeleng. “ Dia tidak disini. Minho dan Jaeshin juga tidak mendapatkan kabar apapun. Dan kurasa dia tidak akan pergi ke studio musik, karena Minho yang memegang kunci.”

“ Jadi, tidak ada pilihan lain? Kita menyerah?” Tanya Haena dengan nada jengkel. Ia tidak menyukai tugas yang diberikan padanya gagal. Pernah sekali ia gagal, dan sejak itu Haena bersumpah untuk tidak pernah lagi.

Siwon menghela nafas. “ Kurasa kita menggunakan cara lama. Mendatangi tempat yang kemungkinan akan didatanginya. Satu per satu.”

Kyuhyun mengangguk setuju. Lagipula ia tidak punya ide lain kemana saudaranya itu berada. “ Kita mulai dari kampus dulu. Tempat ini cukup besar untuknya bersembunyi.”

“ Baiklah. Terserah kalian saja.”

*****

“ Jae, dimana Jonghyun?” Tanya Minho.

Jaeshin yang sedang sibuk dengan kertas-kertas rundown acara kini menatap Minho dengan bingung. “ Kupikir kau mendengar aku mengatakan tidak tahu pada Kyuhyun.”

“ Jaeshin, kau tidak bisa membohongiku. Kau bahkan terlihat tenang saat Kyuhyun datang. Seakan kau sudah mengetahuinya.” Ujar Minho.

Jaeshin menghela nafas. Rasanya memang sulit membohongi Minho saat ini. “ Jonghyun mengatakan Kyuhyun akan membawanya ke Cheongwadae tapi ia tidak mau. Dan kau tahu sendiri Jonghyun itu keras kepala, Min.”

Minho menghela nafas. Well… ia memang tahu jelas bagaimana sifat keras kepala Jonghyun walaupun mereka baru saling mengenal selama tiga tahun. Tapi menurutnya, ini bukanlah waktu yang tepat Jonghyun untuk menjadi keras kepala. “ Lalu dimana dia sekarang?”

“ Perpustakaan musik.” Ucap Jaeshin pelan.

*****

Jonghyun menatap ponselnya yang sudah beberapa jam ia matikan sejak keluar dari Cheongwadae. Ia tahu persis para pengawal itu akan mencarinya dengan menggunakan sinyal ponselnya. Tapi kini Jonghyun merasa sedikit khawatir. Bagaimana jika Kyuhyun mencarinya dan berusaha menghubunginya? Well, Jonghyun mungkin terlalu marah dan kesal hingga ia mengabaikan Kyuhyun yang ikut keluar Cheongwadae untuk mengejarnya. Ia seakan menulikan pendengarannya dan mengabaikan panggilan-panggilan Kyuhyun.

Namun, Jonghyun kini merasa menyesal. Ia tidak bermaksud begitu pada Kyuhyun. Mereka adalah saudara dan Kyuhyun hanya berusaha untuk memahaminya. Tapi jikapun diingat, Jonghyun kembali merasa kesal karena sang ayah sepertinya terkesan mengabaikan mereka. Oh, ayolah. Mereka sudah hidup bersama selama belasan tahun, tapi dengan begitu mudahkah sang ayah melepaskan salah satu dari mereka hanya dalam beberapa minggu?

Jonghyun tahu, ayahnya tidak mempunyai kuasa untuk melawan sebuah konstitusi. Tapi, bagaimana nalurinya sebagai ayah untuk melindungi anak-anaknya? Walaupun hanya anak angkat, Jonghyun dan Kyuhyun tetaplah anak dari Moon Jeonghyuk bukan? Hukum telah menyatakan secara tegas. Tapi Jeonghyuk sepertinya pun tidak terlihat berkeinginan untuk mempertahankan mereka. Sangat terlihat dari ekspresi tenangnya di Chamber of Crown.

“ Tchh… Yang benar saja! Apa Appa benar-benar akan melepaskan kami?” Dengus Jonghyun jengkel. Ia memasukkan ponselnya kedalam saku celana dan memilih untuk berbaring di sofa.

Sudah satu jam lebih, Jonghyun bersembunyi di perpustakaan fakultas musik. Ia memilih sofa yang berada dibagian pojok perpustakaan, agar tidak ada orang yang menggangunya. Lagipula ia memang sedang ingin sendirian. Well, hanya Kang Jaeshin yang mengetahui keberadaannya. Jonghyun tidak akan bicara pada Minho, karena sahabatnya itu bermulut besar. Jika para pengawal negara atau Kyuhyun datang menemuinya, sudah dipastikan Minho akan membuka suara.

Hal itulah yang sangat dihindari oleh Jonghyun. Paling tidak, untuk hari ini Jonghyun ingin menghindari semua orang –termasuk Kyuhyun sendiri. Ia perlu menenangkan diri sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Jonghyun menarik nafas panjang dan menatap pada langit-langit perpustaakaan yang tinggi. Ia menyentuh perutnya yang mulai berontak. “ Sial, aku lupa kalau belum makan siang!”

*****

“ Kau mau pulang?” Tanya Seunghoon yang melihat Jeonghyuk tengah bersiap untuk pergi.

Jeonghyuk mengangguk. “ Aku akan merapikan barang-barang milik Kyuhyun dan Jonghyun. Mereka harus segera menyusul Pangeran Donghae, bukan? Sementara Siwon dan Haena mencari Kyuhyun dan Jonghyun, aku akan merapikan barang-barang keperluan mereka.”

Seunghoon menatap sahabatnya dengan lirih. Ini adalah kedua kalinya ia melihat kesedihan pada wajah Jeonghyuk, setelah yang pertama adalah kematian istrinya bertahun lalu. Kehilangan istri sudah sangat menyakitkan, tapi sekarang Jeonghyuk juga harus kehilangan kedua anak angkatnya.

“ Hyuk, kau bisa menolak keputusan Presiden Lee. Bukankah hasil test itu menyebutkan bahwa Jonghyun adalah sang pewaris. Kau masih bisa mempertahankan Kyuhyun.” Ujar Seunghoon.

Jeonghyuk tersenyum tipis. “ Kyuhyun mungkin bukan pewaris sebenarnya, tetapi Presiden Lee mempunyai rencana lain padanya. Selain itu, situasi saat ini mulai memanas. Bahkan anggota dewan pemerintah sudah mulai mengadakan rapat setelah mendengar keputusan ini. Hoon-ah, kedua anakku dalam bahaya dan hanya Presiden Lee yang bisa melindungi mereka. Jika mereka harus pergi, aku akan merelakannya.”

Seunghoon terdiam. Ya, dia memang baru saja kembali dari Amerika. Tapi Seunghoon sudah bisa membaca situasi politik saat ini. Dengan ditemukannya sang pewaris kerajaan, maka keberadaan pemerintahan saat ini akan segera tergantikan dengan konstitusi baru yang diresmikan pada tahun depan. Dan selama proses itu, akan ada banyak masalah yang muncul. Salah satunya adalah keamanan sang pewaris kerajaan itu sendiri.

Presiden Lee mungkin sudah bisa memprediksinya, dan salah satu mengatasinya adalah membawa kedua pemuda itu masuk kedalam pengawalan ketat –seperti halnya Pangeran Donghae. Salah satu dari mereka adalah sang pewaris, tetapi yang lainnya jika dibiarkan begitu saja akan digunakan sebagai oleh pihak-pihak yang menolak pendirian Kerajaan. Dan itu bukanlah hal baik. Seunghoon menarik nafas dan masih memperhatikan Jeonghyuk yang sudah siap untuk pulang. Ia mengikuti Jeonghyuk yang berjalan menuju pintu. Dan Jeonghyuk sedikit merasa terganggu dengan Seunghoon yang terus berada dibelakangnya.

“ Hey… kenapa kau mengikutiku terus?” Protes Jeonghyuk.

“ Aku akan membantumu. Lagipula belum ada kabar apapun dari Siwon.”

*****

Jonghyun menyerah. Perutnya terus saja memberontak minta diisi. Ia keluar dari perpustakaan dengan hati-hati dan berjalan menuju kafetaria. Jonghyun memilih koridor-koridor yang jarang dilewati oleh mahasiswa lain, untuk berjaga-jaga. Walaupun ia tidak tahu apakah Kyuhyun atau mungkin para pengawal negara yang menyebalkan itu datang mencarinya ke kampus atau tidak.

Dan untuk saat ini, Jonghyun bisa menghela nafas lega. Ia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Kafetaria yang cukup ramai itu mulai terlihat dan Jonghyun sedikit mempercepat langkah kakinya. Ia hanya ingin cepat-cepat makan dan segera meninggalkan kampus. Rasanya, jika ia bersembunyi terlalu lama di kampus pun akan mengundang kecurigaan. Jonghyun berpikir ia harus terus bergerak.

Jonghyun hampir mencapai kafetaria, hingga kemudian ia mendengar suara yang ia kenali.

“ Jonghyun-ah…”

Tubuh Jonghyun pun bereaksi cepat. Ia segera berlari meninggalkan kafetaria tanpa perlu berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya.

“ Jonghyun-ah!! Jangan kabur lagi!!” Seru Kyuhyun yang spontan ikut berlari agar tidak kehilangan jejak Jonghyun.

Jonghyun kembali menulikan pendengaran. Ia memang merasa bersalah pada Kyuhyun, tapi Jonghyun hanya ingin sendiri untuk saat ini. Jonghyun berlari menuju lapangan parkir –salah satu pintu keluar yang terdekat. Tetapi Kyuhyun masih terus berada dibelakangnya.

Sesekali Jonghyun melirik kearah belakang. Well, Kyuhyun ternyata pelari yang cukup handal. Walaupun sebenarnya tidak terlalu mengherankan karena mereka pernah ikut lomba marathon saat sekolah menengah dulu. Kyuhyun mungkin bukan tipikal orang yang menyukai olahraga, tapi kemampuannya dalam olahraga juga tidak bisa diremehkan.

Jonghyun semakin mempercepat larinya ketika Kyuhyun berada hanya beberapa langkah dibelakangnya. Tetapi karena ia tidak fokus dengan apa yang berada didepannya, Jonghyun tidak menyadari keberadaan Haena yang entah sejak kapan muncul dihadapannya dengan jarak beberapa meter. Jonghyun sontak berusaha untuk menghentikan larinya. Tapi pada akhirnya ia malah terjatuh.

“ Aww…!!” Rintih Jonghyun ketika bagian belakangnya menyentuh tanah dengan keras.

Haena hanya mendecak jengkel. Kyuhyun pun berhenti berlari dan membantu Jonghyun untuk berdiri. Ia mengecek beberapa bagian tubuh Jonghyun.

“ Jonghyun, kau tidak terluka, khan? Dibagian mana yang sakit?” Tanya Kyuhyun.
Jonghyun merasa malu dengan perlakuan Kyuhyun, terlebih dihadapan seorang gadis. Ia menepis tangan Kyuhyun dan mengatur nafasnya yang terengah-engah.

“ Jangan memperdulikanku. Dan jangan mengangguku saat ini!” Seru Jonghyun kesal.

Kyuhyun menatap saudaranya. Ia menarik nafas dan mengontrol nafasnya sebentar. “ Bagaimana aku tidak peduli padamu? Kau adalah saudaraku! Dan kenapa kau malah menghindariku?” Jonghyun mendecih.

“ Sudah kubilang aku tidak mau diganggu!” Jonghyun kembali menaikkan nada suaranya sedikit lebih tinggi lagi. Kyuhyun tersentak karena Jonghyun terdengar seperti membentaknya. Dan jujur saja, Kyuhyun juga sudah tidak bisa terus bersabar dalam menghadapi Jonghyun. Keras kepala Jonghyun hanya membuat keadaan menjadi lebih sulit.

“ Jangan naikkan suaramu, Lee Jonghyun!!” Balas Kyuhyun. Jonghyun terlalu keras kepala dan Kyuhyun tidak menyukai bagaimana saudaranya itu bersikap saat ini. “ Jika kau tidak mau, maka katakan dengan tegas! Jangan memberontak dengan cara kabur begini. Katakan pada Presiden Lee bahwa kita tidak mau dipisahkan dari Appa!”

Jonghyun kini terdiam karena reaksi Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun adalah tipe orang yang bisa mengontrol emosinya dengan sangat baik, tapi jika saudaranya tersebut sudah berbicara dengan nada tinggi maka Jonghyun-lah yang sebenarnya bersalah. Jonghyun menghindari kontak pandang dengan Kyuhyun.

Haena yang berada diantara mereka kini hanya bisa menghela nafas. Rasanya pun, masalah diantara kedua saudara ini tidak bisa disentuh olehnya. Lagipula dia hanya seorang Pengawal Negara. Ini bukanlah haknya untuk ikut campur.

Dan kemudian, sebuah mobil berhenti tepat didekat mereka. Siwon menurunkan jendela driver. “ Bisa kita pergi sekarang? Kepala Park sudah menghubungiku lagi.” Ujar Siwon.

Kyuhyun menarik nafas dan memilih untuk masuk terlebih dulu kedalam mobil. Ia memilih untuk duduk kursi co-driver –sebelah Siwon. Haena menatap Jonghyun untuk beberapa detik, sebelum akhirnya sang Pangeran ikut masuk dan duduk dikursi belakang bersama Kyuhyun.

Haena kembali menarik nafas. “ Mereka saudara yang benar-benar merepotkan.”

*****

Siwon menyetir dengan perasaan tidak nyaman. Suasana di dalam mobil tersebut benar-benar canggung. Kyuhyun dan Jonghyun seakan tidak saling mengenal dan Haena malah sibuk menghubungi Kepala Park mengatakan bahwa Kyuhyun dan Jonghyun sudah ditemukan. Siwon menghela nafas untuk kesekian kali. Rasanya ia sedikit menyesal mengiyakan permintaan kakaknya untuk menerima rekrutmen dari Cheongwadae dan kembali ke Seoul. Rasanya di CIA pun tidak sebegini canggung.

“ Sunbaenim, kita langsung ke rumah Moon. Mereka harus berpamitan pada ayah mereka.” Tutur  Haena setelah mengakhiri pembicaraan dengan Kepala Park.

Sontak Kyuhyun dan Jonghyun menegang. Kyuhyun menatap Haena yang duduk disampingnya dengan lekat. “ Berpamitan? Apa maksudmu?” Tanyanya bingung.

“ Kalian pergi sebelum Presiden Lee selesai bicara. Dan sebenarnya, kalian harus pindah tinggal bersama Pangeran Donghae mulai hari ini.” Ucap Haena.

Siwon sedikit memperhatikan Haena dan Kyuhyun melalui kaca spion. Dan terlihat jelas Kyuhyun sangat terkejut dengan kenyataan lainnya yang terjadi begitu cepat.

“ Tunggu, kau bilang kalian? Kami berdua harus pindah?” Kali ini yang bertanya adalah Jonghyun yang menoleh kearah belakang.

Haena mengangguk. “ Walaupun test DNA mengatakan bahwa Lee Jonghyun adalah penerus kerajaan, tetapi kalian berdua harus pindah dari rumah kalian.”

“ Kenapa?” Tanya Kyuhyun lagi.

Haena terdiam. Ia menatap Kyuhyun dengan lekat. Tapi tidak ada penjelasan apapun yang didapatkan dari pertanyaan Kyuhyun. Haena menatap Siwon. “ Sunbaenim, cepatlah. Kita harus sudah sampai sebelum makan malam.” Tutur Haena. Dan Siwon hanya mengangguk sebagai respon.

“ Kau tidak menjawab pertanyaan saudaraku, Haena-sshi.” Tegas Jonghyun.
Haena menghela nafas. “ Kami tidak diperkenankan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selain itu, alasan kepindahan kalian hanya Presiden Lee yang bisa mengatakannya. Kami hanya Pengawal Negara, tugas kami hanya melindungi kalian.”

Jonghyun mendengus dan membalikkan tubuhnya kembali. Ia paling sudah kesal jika Haena mengatakan hal-hal yang berbau aturan ketat seperti itu. Dan rasanya tidak ada gunanya memaksa gadis itu bicara. Haena memandang Kyuhyun yang kini hanya diam menatapnya untuk sesaat tapi kemudian gadis itu mengalihkan perhatiannya pada tablet ditangannya.

“ Haena-ya..” Panggil Kyuhyun pelan. Tapi jelas, semua orang masih bisa mendengar suara Kyuhyun. Siwon masih sesekali memperhatikan dari spion. “ Jika Jonghyun yang harus pergi, kenapa aku juga harus meninggalkan Appa? Kumohon, jawab pertanyaanku sebagai seorang teman. Bukan Pengawal Negara.”
Jonghyun melirik kearah Kyuhyun tetapi kembali bersikap acuh.

“ Haena-ya, kumohon.”

Haena menggigit pipi bagian dalam mulutnya. Rasanya semakin sulit bagi dirinya melihat Kyuhyun sedang memohon penjelasan darinya. Mereka sudah bersama selama satu minggu. Walaupun awalnya sangat canggung, tapi mereka sudah bisa membiasakan diri. Sedikit berbeda dengan Jonghyun yang masih membatasi diri. Gadis itu bisa saja menjawab pertanyaan Kyuhyun, tetapi statusnya sebagai Pengawal Negara yang menjadi batasan. Ini adalah perintah.

“ Demi melindungi kalian.” Ucap Siwon yang selama ini hanya diam.

Kyuhyun kini terfokus pada Siwon yang sedang menyetir. “ Melindungi kami? Maksudnya?”

Siwon menghela nafas untuk kesekian kalinya. “ Maaf Haena, aku bukan tipe orang penurut yang akan mematuhi semua perintah yang diberikan padaku.” Tutur Siwon sembari melirik Haena melalui spion. Dan Haena bersikap ia tidak mendengarkan apapun.

“ Ada banyak orang yang tengah memperhatikan kalian saat ini. Sejak pendirian Kerajaan diusulkan kembali, ada banyak orang yang menentang. Dan Presiden Lee tahu persis bahwa jika penerus kerajaan sudah terungkap, maka keberadaannya dalam bahaya. Tidak semua orang di Parlemen menyetujui tentang hal ini. Maka dari itu, sampai Pendirian Kerajaan terlaksana ditahun depan kalian berdua akan berada dibawah pengawasan ketat.” Jelas Siwon.

“ Tapi kenapa aku harus ikut pergi? Bukankah Jonghyun adalah penerus Kerajaan.” Kyuhyun sepertinya tidak menangkap alasan logis kenapa ia harus pergi juga. Jonghyunlah penerus kerajaan, dan keberadaannya pun tidak berarti apapun.

“ Semua orang yang menolak Pendirian Kerajaan akan melakukan apapun demi mencapai kepentingan mereka. Bahkan dengan cara terkotor sekalipun. Lee Donghae, Lee Jonghyun dan Cho Kyuhyun, kalian bertiga dalam bahaya besar.”

*****

“ Lee Jonghyun? Benarkah?”

“….”

“ Lalu bagaimana dengan Cho Kyuhyun? Aku dengar dia juga berada dibawah pengawalan? Jika dia bukan penerus kerajaan kenapa harus repot-repot memerintahkan dua pengawal negara terbaik untuk menjaga mereka?”

“….”

“ Tch… Pria tua itu benar-benar melakukannya ternyata. Tetaplah waspada dan berikan aku laporan tentang mereka. Tapi rasanya pun, mereka bisa dimanfaatkan dengan baik. Choi Siwon dan Kim Haena, mereka pun tidak akan berguna pada akhirnya. Dan tetap cari tahu mengenai Lee Donghae. Aku tidak menemukan apapun.”

*****

Jeonghyuk memeluk Kyuhyun dengan erat. Rasanya baru kemarin pemuda ini datang kerumahnya tapi kini ia akan kembali pergi bersama putra lainnya, Jonghyun yang hanya diam menunggu didepan pagar rumah. Jeonghyuk menatap Jonghyun untuk beberapa saat dan menghela nafas.

“ Aku akan sering-sering datang.” Ucap Kyuhyun.

Jeonghyuk melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Kyuhyun. “ Tentu, nak. Lagipula kita masih bisa bertemu. Di Cheongwadae, atau dimanapun.”

Kyuhyun mengangguk. Lalu ia menoleh pada Jonghyun. “ Hyun, kau tidak berpamitan?”

Jonghyun menoleh pada ayah dan saudara angkatnya. Kemudian ia menarik nafas dan menghampiri keduanya. Jonghyun menatap sang ayah dengan datar. “ Aku pergi, maaf sudah merepotkan Appa selama ini.”

“ Kau adalah anak Appa, mana mungkin merepotkan.” Tutur Jeonghyuk.

Jonghyun mengalihkan pandangannya. Ia merasa begitu lemah disaat begini, tapi ia tidak ingin menunjukkannya pada semua orang. Jeonghyuk tersenyum dan menarik tubuh Jonghyun untuk mendekapnya erat.

“ Kau sudah besar, nak. Jaga dirimu dan jaga Kyuhyun, mengerti?” Jonghyun mengangguk dalam pelukan sang ayah. “ Jaga juga sepupumu, Donghae. Kalian adalah keluarga sekarang.”

“ Aku tahu.”

Kyuhyun menghela nafas lega. Paling tidak, Jonghyun sudah bisa sedikit lebih diatur saat ini. Walaupun ia tidak tahu pasti bagaimana sikapnya nanti didepan Donghae atau orang baru yang akan ditemui oleh mereka nanti. Tapi Kyuhyun tersadar, hanya Jonghyun yang akan mempunyai kehidupan baru. Dirinya hanya ikut terseret kedalam arus dan hanya mengikutinya sampai ada orang yang menariknya lagi ketepian.

Kyuhyun mungkin akan kembali ke kehidupan lamanya, setelah semua ini selesai. Setelah pendirian Kerajaan nanti, dirinya akan kembali menjadi Cho Kyuhyun, putra angkat Moon Jeonghyuk. Semoga.

Jeonghyuk menatap Kyuhyun dan mengisyaratkan putranya tersebut untuk mendekat. Kyuhyun tersenyum dan senang hati bergabung kedalam pelukan besar tersebut.

“ Putra-putra Appa.”

Sementara itu, Siwon, Haena dan Seunghoon hanya menatap pemandangan yang sedikit memilukan tersebut dari jauh. Ketiganya adalah sebuah keluarga yang bahagia diantara ketidak-sempurnaan mereka, tetapi kini mereka harus dipisahkan oleh kenyataan.

Seunghoon menarik nafas dan menatap adiknya. “ Siwon-ah, kau bisa menjaga mereka, bukan?”

Siwon membalas memandang kakaknya. Ia mengangguk dan tersenyum. “ Itu adalah perintah bagiku, hyung. Tentu aku tidak bisa mengabaikannya. Hanya saja, aku masih tidak mengerti pada beberapa hal.”

“ Kau akan mengetahuinya seiring dengan waktu, Siwon-ah. Yang terpenting, jaga mereka dengan baik. Kau tidak pernah tahu bahaya apa yang kemungkinan terjadi. Paling tidak, dalam setengah tahun ini.” Tutur Seunghoon.

Siwon kembali mengangguk mengerti. Toh, rasanya setengah tahun pun tidak akan lama. Tapi akan tetap terasa panjang mengingat tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya. Akan ada banyak hal yang bisa berubah setiap waktu.

Seunghoon kemudian berbalik dan menatap Haena yang berdiri disisi lain mobil. Ia tersenyum tipis pada gadis muda tersebut. “ Haena-sshi, kudengar kau adalah satu pengawal terbaik. Aku percaya pada kemampuanmu.”
Haena hanya mengangguk kecil.

*****

Donghae menarik tangan Kyuhyun dan Jonghyun begitu keduanya sampai di sebuah rumah yang cukup besar dengan gaya victorian yang khas. Rasanya rumah ini hampir menyamai dengan sebuah istana, tetapi rasanya gaya victorian tidak cocok dengan Kerajaan Korea. Jadi, tempat ini hanya akan sementara sebagai rumah mereka.

Donghae membawa kedua pemuda itu menaiki tangga untuk menunjukkan kamar mereka masing-masing. Donghae sangat terlihat senang begitu mendengar Jonghyun dan Kyuhyun akan tinggal bersamanya, paling tidak Donghae akan mempunyai teman selain banyaknya para pengurus rumah dan pengawal lainnya.

Seungho menarik nafas dan menatap Siwon dan Haena lekat. “ Jadi, seberapa besar bahayanya sekarang?”

“ Tidak tahu. Sampai saat ini pihak Parlemen yang menolak belum melakukan apapun. Selain itu, Presiden Lee sendiri yang akan mengumumkan tentang hasil test secara resmi didepan publik dua hari lagi. Setidaknya, kita harus lebih waspada hingga hari itu.” Tutur Haena.

“ Dan jangan lupa, Kyuhyun dan Jonghyun masih tetap berkuliah. Mereka mahasiswa tingkat akhir dan aku yakin mereka tidak mau menunda proses skripsi mereka. Lalu bagaimana dengan Pangeran Donghae?” Tanya Siwon.

“ Kurasa bisa lebih dikontrol. Selama ini Pangeran Donghae hanya menjalani beberapa protokol kegiatan. Dan siapa diantara kalian yang pengawal Pangeran Jonghyun?” Haena sontak mengangkat tangan.

Seungho menatap gadis itu dengan serius. “ Kau harus bisa mengaturnya. Akan ada banyak kegiatan protokol persiapan pendirian Kerajaan yang harus dijalani Jonghyun. Pastikan dia tidak melakukan pemberontakan seperti hari ini. Akan ada banyak masalah jika pangeran muda itu berulah.”

Haena menghela nafas lelah. Rasanya semua orang terus mendikte apa-apa yang harus dilakukannya. Ia adalah pengawal yang cukup mandiri, perlukah para pengawal pria itu terus mengatakan apa yang harus dilakukannya hanya karena dia wanita. “ Aku tahu. Baiklah, dimana kamarku? Sepertinya aku akan menjadi satu-satunya gadis dirumah ini, selain para pengurus itu. Menyebalkan!!”

*****

“ Ini kamar Jonghyun dan diujung kamar Kyuhyun. Dan kamarku bersebelahan dengan kamar Kyuhyun.” Jelas Donghae.

Jonghyun membuka pintu kamarnya dan sedikit melihat-lihat. Tidak cukup berbeda dari kamarnya dirumah. Hanya mungkin lebih besar dua atau tiga kali lipatnya dan warnanya harus diganti. Jonghyun tidak suka dengan warna terang seperti putih. Mungkin ia bisa meminta menggantinya dengan abu-abu atau warna yang lebih gelap.

“ Wallpapernya bisa ganti, bukan? Aku tidak suka putih. Terlalu menyilaukan.” Tukas Jonghyun.

Donghae tersenyum dan mengangguk. “ Tentu. Nanti Paman Kang yang akan mengurusnya. Kau tinggal bilang saja.”

Kyuhyun ikut tersenyum. Jonghyun tidak bersikap buruk pada Donghae, itu hal baik. Toh, mereka itu adalah sepupu, satu keluarga yang telah lama terpisah. Mereka harus belajar untuk lebih dekat satu sama lain.

“ Kyuhyun-ah, ayo lihat kamarmu.” Donghae lalu menarik tangan Kyuhyun dan membawanya keujung koridor menuju sebuah kamar lainnya. Jonghyun menutup kembali pintu kamar barunya dan mengikuti saudara dan saudara barunya tersebut.

Donghae lalu menunjuk sebuah pintu mahoni yang bercat gelap. “ Ini adalah kamarmu. Aku membantu para pengurus rumah yang merapikan kamar kalian berdua.” Ujar Donghae.

Kyuhyun tersenyum. “ Terima kasih, Donghae hyung.”

Kemudian Kyuhyun membuka pintu kamar barunya. Tidak jauh berbeda dengan kamar Jonghyun. Hampir semua perabot di kedua kamar tersebut sama mungkin hanya berbeda pada beberapa bagian. Kyuhyun adalah mahasiswa jurusan hukum jadi rak yang dibutuhkannya jauh lebih besar, sedangkan Jonghyun yang mahasiswa musik pasti akan membutuhkan ruangan sendiri untuk merekam musik. Jadi dikamar Jonghyun juga dibuat sebuah studio mini.

“ Kau menyukainya?” Tanya Donghae. Kyuhyun hanya mengangguk.

Jonghyun sedikit melirik kedalam kamar Kyuhyun, dan memang sesuai dengan selera Kyuhyun. Jonghyun sedikit merasa aneh, bagaimana bisa mereka bisa mendapatkan kamar yang hampir serupa dengan kamar mereka sebelumnya dirumah. Tapi, tentu saja Presiden Lee mempunyai kuasa untuk melakukan hal tersebut bukan? Dan karena teringat dengan rumah, Jonghyun memikirkan Appa mereka yang sekarang tinggal sendirian.

Selama ini Jonghyun yang sering memasak dirumah, lalu siapa yang akan memasak untuk Appanya? Terlebih di lemari pendingin hanya ada bahan-bahan mentah, Appanya tidak bisa memasak dengan baik.

“ Hyun…” Jonghyun tersentak dan menatap Kyuhyun lekat. “ Kau memikirkan Appa?” Tanya Kyuhyun.

Jonghyun hanya menarik nafas perlahan dan berbalik. “ Aku akan tidur. Bangunkan jika sudah waktu makan malam.” Ucap Jonghyun singkat dan lalu bergegas masuk ke kamar barunya.

Kyuhyun hanya menatap punggung saudaranya dengan lirih. Sedangkan Donghae malah menatapnya dengan bingung. “ Kyu, dia kenapa? Apa Jonghyun tidak menyukai kamarnya?”

Kyuhyun sontak menoleh pada Donghae. “ Tidak, hyung. Jonghyun menyukai kamarnya juga. Dia mungkin hanya lelah. Biarkan dia istirahat sebentar. Ohya, mau memberiku tur rumah ini?”

Donghae tersenyum dan mengangguk. “ Baik, tapi rumah ini cukup besar. Aku saja pernah tersesat karena terlalu besar. Kita mulai dari kamarku dulu ya.”

*****

Jonghyun merebahkan tubuhnya diatas ranjang besarnya. Walaupun lebih terasa baik dari ranjang sebelumnya, tapi tidak nyaman yang terlihat. Jonghyun menghela nafas dan memejamkan matanya untuk beberapa detik. Ia ingin beristirahat setelah apa yang telah dilaluinya sepanjang hari ini. Entah mengapa, hari ini terasa begitu panjang dan juga melelahkan. Jonghyun ingin sekali beristirahat sejenak.

“ Sekarang kau adalah Pangeran Hyun. Tapi bagi Appa kau tetaplah Lee Jonghyun.”

Ketika ucapan sang ayah kembali terngiang, Jonghyun membuka matanya. Ia mendesis jengkel. Ia tidak suka dengan Pangeran Hyun. Jonghyun tidak ingin menjadi Pangeran Hyun.

Dan Jonghyun tidak ingin Kyuhyun menjadi Pangeran Hyun. Egois memang. Tapi Jonghyun tidak mau ada seorang pun diantara mereka yang harus pergi. Jonghyun lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan dua buah cincin yang diberikan Appanya. Jonghyun menatap lekat dua cincin tersebut.

“ Ini adalah milik kakekmu dan mungkin milik orangtua-mu juga. Presiden Lee meminta Appa mengembalikannya padamu dan kau harus menjaga ini dengan baik.”

Jonghyun menghela nafas pendek lalu ia menaruh kedua cincin tersebut diatas meja nakas disamping tempat tidurnya. Jonghyun kembali memejamkan matanya untuk berusaha beristirahat.

“ Hanya karena dua buah cincin bodoh, hidupku jadi aneh begini. Menyebalkan!!”

*****

NOTE: Errr… ini sepertinya…. (silahkan isi sendiri) Sepertinya ini bakal jadi titik balik dari kehidupan Jonghyun dan Kyuhyun, tapi entahlah, gak bisa janji apapun. Dan.. rasanya memasukkan genre politik menjadi kesulitan buat aku, soalnya aku gak terlalu ngerti gimana kondisi politik di korea sendiri. udah berusaha research sih, dan masih gak terlalu ngerti. jadi, aku minta maaf kalo gak bagus nantinya. dan sorry jika ada typos lagi.. (kebiasaan lama yang sulit untuk dihilangkan)

Dan maaf, jika aku gak bales review dibeberapa postingan. tapi aku baca semua review yang masuk koq. termasuk yang terakhir, yang banyak bilang kalo kyuhyun hamil. aigo.. kalian aneh-aneh ajah sih. kkkk~ dan buat TF Season 2, aku tampung dulu ya saran dari kalian. nanti kalo udah ada kepastian aku beritahu lagi..

Advertisements

25 thoughts on “[MM] The President Part 6

  1. Aku agak sedikit benci sih sama jonghyun yg kyk anak kecil dan sangat egois
    tp aku tetap suka dgn cerita a ….:-)
    Semangat eonni dan cpt” lanjutin ff wonkyu yg lain…^_~

  2. akhirnya yg ditunggu datang….hahahah
    aga aneh sih…biasanya yg dibahas kan kyu” ini ada junghyun..hahahah…aku aga g suka sih knp jungyun yg jadi pangeran tapi all aku suka ff mu chinghu….

  3. Aku suka hyun bersaudara,, sangat suka..^^
    Aku suka jjong yg childish
    Aku suka kyu yg terlihat sedikit lebih dewasa dr jjong
    Walopun menurut haena dan siwon mereka berdua menyebalkan, tapi lucu hehehehe

      1. Krn jonghyun shinee dan cnblue sama2 jonghyun.. Hehee.. Itu cm panggilanku sendiri koq. Di twitter jg ga sedikit yg nyebut dia jjong..^^

  4. Hadeuh kalo baca ff ni, selalu bikin geregetan
    Selalu pingin cepet-cepet baca lanjutannya
    huwaa aku bener-bener penasaran banget
    Moga chapter selanjutnya cepet, aku bantu doa ya hehe moga segala urusan Diera lancar, ide ceritanya selalu mengalir, bakat menulisnya semakin hebat, haha apapun deh yg terbaik buat Diera

    Ditunggu banget lanjutannya

  5. kurang kurang kurang kurang xp
    kalo dipikir pikir udah lama ga baca cerita ini, pantesan aja jadi kangen akunya. seneng bacanya soalnya konfliknya dapet. tapi yang aku bingungin dan sampai sekarang belum terpercahkan itu, apakah kyuhyun memiliki hubungan darah dengan keluarga kerajaan? ini cerita kayanya updatenya lamaaaa banget, semangat ya thor~ ditunggu yang lainnya apalagi two faces, ga sabar nih. two faces season 2? boleh juga. tapiii, two faces yang sekarang berarti harus lebih cepet di update tuh biar idenya ga ilanh ;3 *smirk jahat*

  6. Sukaaaaaaaa…
    Muahahahaha…
    Lebih sering dong non updet nya…
    Aku suka ma FF ini..
    Aku suka karakter Kyu disini*peluk Kyu*
    Di tunggu lanjutannyaaaa….
    ^^b

  7. eon inget gak permintaan aku sebelumnya? Maksud aku itu kan ketiga pangeran itu dlm keadaan terancam dan aku pengen kyuhyun yg mengalaminya, hehe…….
    Mianhae banyak permintaan. Tapi kalo dikabulin si terima kasih banyaaaaaaaak……
    Lanjutnya jgn lama2 ne^^

  8. eumhh, kalo bc epep ini emang ada keseruan tersendiri, antaran kyuhyun, jonghyun , yg berhub dngn kerajaan, pangeran Hyun dan jg politik, terlalu susah menebak kedpan nya gmna, dan kalo dibc2 kayanya emang inilah awal kehidupan br mereka, dan entahlah perasaanku masi ganjal tentang pangeran Hyun dan knpa kyu hrus ikud jonghyun.. aish sifat 2 saudara ini bnar2 bkin frustasi

  9. tpi saeng..walaupun kmu ga trlalu ngrti soal politik atau sejarah,tpi mnurut aku kmu yg lebih mngrti dripd aku sma readers lain yg baca .
    *eh
    kira2 apa yg trjdi sma mereka ? ga ada yg mau bunuh mereka kan ?
    andwae !!
    tpi ya mnurut aku lebih suka kyu yg jdi penerus kerajaan’a dripd jonghyun yg keras kpala .
    *plakk
    ga tau mau komen apa lg,so ditunggu next’a xD

  10. Hah~ kebanyakan menghela nafas d ff the president.. >.<
    sulit bgt y, diera? Moga tetap bs lnjt,,
    berharap ini cpt selesai,, dgn sdkt baku hantam, kematian, dan tentu aj,, akhir yg apik.. Pokok.a slalu d tunggu.
    Tp, itu alur knapa tetap lmbt bnr y? Satu hr aj 2 chapter? Bener g tuh? Kesan.a tulisan ini bagai penulis yg sdg berat hati n pusing mw lnjt atw tunda rilis.a gtu,, #digeplak.
    Kalo mw lnjt the president q anjurin berendam dlu sblm.a,, brg kali aj dpt ide?#dilempar..
    Dah, ya. Thx crita.a,,

  11. ternyata pangerannya adalah jonghyun, tp sikapnya masih aja kayak anak kecil. kenpa kehidupan mereka hrs terancam??? knp mereka tdk bisa menikmati kehidupan yg wajar?? sepertinya memang membosankan sekali. setelah ini apa yg akan terjadi??

  12. Jonghyun rada egois yaa…
    sbenarnya sih aku lebih pngen kyu aja yg jd pangeran gitu, hbis kyk nya kyuhyun lebih cocok jd pangeran ………. Hehehe 🙂

    lanjut eonni

  13. ffnya berat bawa2 politik. kkkk….
    sepertinya Presiden Lee punya maksud tertentu sama Kyu…
    kasian appanya jadi kesepian di rumah.
    lanjut ne~
    bikin greget ni ff. fufufuh….

  14. Jonghyun jadi kaya film india dech main kejar2an segala …# hehehe

    baca ff ini berasa kyuhyun dan jonghyun emang saudara beneran …# (emang sedikit mirip sich wajah kyuhyun n jonghyun)

    kasian ngeliat appa nya harus pisah sama kyu n jonghyun …

    Semua Ff mu selalu bikin penasaran, cepet di lanjut yach … ^_^

  15. jonghyun kontras bgt sifatnya sm kyu yg lbih tnang n dewasa, kdang” sbel jg sm sifatnya yg kekanakan but it’s ok 🙂 kkekkekke
    masi pnasaran sm asal – usul(?) kyu, kalau misalnya dia bkan kel raja knp bs mrip sm kakeknya hae ??hmmm masi bnyak misteri yg blm terpecahkan #plakk

    di tgu next update eon 🙂

  16. jujur agak sedikit errr tidak suka dengan kekeras kepalaan jonghyun,,, tapi yahh wajarlah dia masih muda, masih labil jadi mesti bisa diterima kalau dia sekeras kepala itu hohooho… sebenernya yg bikin khawatir malah kyu,, knapa dia bisa setenang itu yah???
    dan jujur lagi dalam hati kalau sebenernya kyu lah cucu yg sebeneranya hahaha… apakah ini trik presiden untuk mengecoh?*mulai nebak2 sendiri*

  17. Beneran nie.jonghyun yg jadi pangerannya? Bukan kyu??/
    ku harap kyu yg jadi pangerannya..
    Habiss karekter dlm cerita ni kyu yg cocok….
    Lagi pula identitas kyu masih misterius kan bln terungkap…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s