[SF] Only One Part 13

OO2

[Part 13]

Kyuhyun menghela nafas pendek dan tersenyum. “ Aku akan menunggu di lobby.” Tuturnya sembari menatap Siwon melalui kaca spion.

Malam ini adalah pertemuan Siwon dengan Dahyun. Dan walaupun sebenarnya Kyuhyun tidak harus ikut, tapi Siwon menggunakan pekerjaan sebagai sekretarisnya untuk memaksa Kyuhyun. Dan akhirnya, Kyuhyun pun harus menurut.

“ Bagian mana dari ucapanku yang mengatakan kau harus menemaniku, Sekretaris Cho.” Ujar Siwon dengan ekspresi datarnya. Ia tidak suka dengan hal-hal ini –bertemu dengan Dahyun dan membiarkan Kyuhyun harus menunggunya. Bahkan ia tidak suka untuk duduk dikursi belakang sedangkan Kyuhyun berada duduk dikursi driver. Tapi kali ini Kyuhyun yang memaksanya –sebagai kekasih.

Kyuhyun kembali menarik nafas dan menoleh kebelakang. “ Dan bagian mana dari ucapanku yang mengatakan aku tidak suka melihat kekasihku satu meja dengan gadis, eoh? Aku lebih baik menunggu di lobby. Okay?”

Siwon mendecih. Kyuhyun terlalu sangat menyebalkan dan pemaksa. Sama sepertinya. Dan Siwon selalu mengalah padanya. “ Arraseo, Sekretaris Cho.” Kemudian Siwon keluar dari mobil dan sedikit menutup pintu dengan keras.

Kyuhyun menatap Siwon dan lalu mengikuti atasannya. Bagaimanapun ia datang bersama Siwon sebagai status Sekretaris dan bukan kekasih. Ingat, bahwa Siwon yang memaksanya ikut.

Kyuhyun menyalakan alarm mobil dan mengikuti Siwon yang terlebih dahulu berjalan menuju lift basement parkir. Kyuhyun berjalan dibelakang Siwon –dengan sengaja– sesuai dengan statusnya. Tapi itu malah membuat Siwon semakin merasa kesal padanya dirinya.

“ Berjalan disampingku, Kyuhyun.” Ucap Siwon.

Kyuhyun menatap punggung Siwon. “ Tapi Sajang…” ucapan Kyuhyun terhenti ketika Siwon berbalik dan menunjukkan dengan jelas ekspresi ketidak-sukaannya dengan sikap Kyuhyun.

Pemuda itu mencibir jengkel dan kemudian berjalan disamping Siwon. Tapi kemudian Kyuhyun malah dikejutkan dengan Siwon yang tiba-tiba mengecup bibirnya. “ Hyung…”

“ Akhirnya, kau memanggilku Hyung lagi. Sepulang dari sini, besok kau akan dihukum, Sekretaris Cho. Bisa-bisanya kau memaksa atasanmu sendiri untuk menemui seorang gadis yang tidak dikenal.” Sahut Siwon yang kemudian menggenggam erat jemari Kyuhyun.

Kyuhyun memilih diam.

*****

Dahyun menopangkan dagunya pada telapak tangan kanannya. Siku lengannya ditekuk untuk menopang. Ia kembali mendesah dan sembari melirik kearah jam mewah dipergelangan tangan kirinya. Ia sudah datang sekitar pukul tujuh, tapi seseorang yang mempunyai janjinya malah belum datang hingga limabelas menit kemudian.

Well… anggap saja ia berlebihan. Tapi seorang pengusaha seperti Choi Siwon harus bisa menghargai waktu. Lalu bagaimana bisa pria itu malah membuatnya harus menunggu lama seperti ini? Sangat menyebalkan.

Dahyun menegakkan tubuhnya dan menoleh kearah pintu masuk restauran untuk mencari-cari apakah Siwon sudah datang atau sebaliknya. “ Apa dia hanya mempermainkanku?” gumamnya kesal.

Memang sedikit aneh, saat Dahyun mendapat telepon dari Siwon dua hari lalu yang akhirnya mengatakan setuju untuk bertemu. Siwon mungkin hanya mementingkan putrinya, tapi benarkah hanya itu? Atau kekasih pria itu juga terlibat dalam keputusan Siwon untuk menemuinya. Rasanya jika sesuai apa yang dikatakan oleh Hyunsa –bahwa Siwon sudah mempunyai seorang kekasih pria– maka ada banyak kemungkinan Siwon mengatakan tentang pertemuan malam ini pada kekasihnya tersebut.

Dahyun menggelengkan kepalanya. Ia terlalu banyak berpikir hingga kepalanya menjadi sakit. Tapi yang menjadi rasa penasaran terbesar Dahyun adalah siapakah kekasih Siwon sekarang? Seorang laki-laki yang berhasil menjerat duda dengan satu anak tersebut. Lamunan Dahyun teralihkan ketika ia melihat sosok yang didambakannya duduk tepat dihadapannya –dengan ekspresi datar, bahkan tidak memberi salam atau ucapan apapun.

Pria ini terlalu kasar.

Paling tidak, pria ini datang menemuinya, bukan? Dahyun mengulas senyumannya. “ Senang bertemu dengan anda, Tuan Choi. Apa kau masih mengenaliku? Kita pernah bertemu di HomeBase.” Sapanya.

Pria itu meraih segelas air yang tersedia dan meneguk habis. Dahyun memperhatikan sosok Choi Siwon yang terlihat sempurna dihadapannya. Rasanya sangat disayangkan, pria dengan ekspresi tenang dengan garis wajah tegas ini menjadi seorang gay.

“ Sekretaris Cho, duduklah. Kau tidak mungkin berdiri terus, bukan.” Siwon bersuara. Dahyun sontak menoleh dan mendapati seorang sekretaris yang ditemuinya berdiri didekat meja mereka. Dia membawa sekretarisnya? Apa dia mengerti bahwa aku hanya ingin bicara empat mata.

Kyuhyun sedikit membungkuk hormat pada Dahyun –dan itu membuat Siwon mengepalkan tangannya yang berada bawah meja kuat. Ia tidak suka Kyuhyun bersikap hormat pada gadis licik dihadapannya kini. “ Cho Kyuhyun-sshi.” Siwon kali ini menggunakan nada yang sangat tegas.

Kyuhyun menoleh pada Siwon dan terpaksa menurut. Akan sangat berbahaya, jika Kyuhyun menolak apa yang diucapkan oleh Siwon. Ia segera duduk disebelah kiri Siwon dengan canggung.

“ Tentu aku ingat. Dan aku juga ingat, saat mendapatkan informasi mengenai gadis yang akan dijodohkan oleh Appaku. Rasanya sangat sulit dipercaya, aku mudah diperdaya. Dan, sebenarnya kami baru saja pulang setelah menghadiri pertemuan. Jadi, tidak masalah bukan aku membawa Sekretarisku?” tutur Siwon pada Dahyun dengan datar sembari tangan kirinya menggenggam tangan Kyuhyun –dibawah meja.

Rasanya Siwon ingin sekali pada Dahyun untuk berhenti berusaha untuk menemuinya –sekalipun untuk membicarakan tentang putrinya. Hanya saja, Siwon sudah berjanji pada Kyuhyun, bahwa ia –atau mungkin lebih tepatnya mereka, menurut Siwon secara sepihak karena Kyuhyun ditarik secara paksa masuk kedalam restaurant– akan mendengarkan terlebih dahulu apa yang dikatakan oleh Dahyun mengenai Hyunsa.

Dahyun melirik kearah Kyuhyun untuk beberapa detik –ia masih tersenyum.

“ Well… aku minta maaf untuk hal itu. Agaknya kau sulit sekali untuk diajak bertemu. Dan sebenarnya pertemuan di HomeBase itu adalah ketidak-sengajaan. Aku melihatmu dan aku pikir tidak apa untuk menghampirimu sebentar.”  Jelas Dahyun –yang jelas merupakan kebohongan.

“ Dan aku tidak keberatan jika Sekretarismu iku bergabung dalam pertemuan ini. Walaupun aku lebih suka membicarakan tentang Choi Hyunsa denganmu secara empat mata.” Dengan kata lain, bahwa masalah ini tidak ada kaitannya untuk didengar oleh Sekretaris Siwon.

Selain itu, bukankah Dahyun sudah menyampaikan pesan pada Kyuhyun, apa yang ingin dibicarakannya pada Choi Siwon adalah mengenai Choi Hyunsa, putri atasannya. Lalu kenapa Kyuhyun masih harus ikut datang? Walaupun Siwon memaksa seharusnya Kyuhyun bisa menolak, bukan?

“ Masalah putriku bukanlah sesuatu hal yang perlu kututupi, Lee Dahyun-sshi. Lagipula untuk apa kau meminta bertemu hanya untuk membicarakan putriku? Aku merasa kau tidak mempunyai keterlibatan apapun dengan putriku.” Sahut Siwon.

Kyuhyun hanya diam mendengarkan pembicaraan antara kekasihnya dengan calon tunangan sang kekasih. Ia masih mengingat bagaimana statusnya saat ini. Dan Kyuhyun merasa tidak berhak utuk ikut campur.

“ Apa Hyunsa tidak mengatakan kalau kami pernah bertemu?” ucap Dahyun.

Siwon mengernyit. “ Tentu. Ia pernah mengatakan padaku ia bertemu dengan seorang gadis yang dibawa oleh ayahku saat mereka bertemu. Tapi selanjutnya aku tidak mendengar apapun.”

Dahyun tersenyum. “ Sepertinya dia tidak mengatakan pertemuan terakhir. Waktu itu ia datang dengan memakai jaket bisbol yang baru kau belikan untuknya di HomeBase –tempat pertama kali kita bertemu.”

Siwon dan Kyuhyun terkejut dengan pengakuan Dahyun. Pertemuan terakhir mereka adalah hari Sabtu kemarin? Hari dimana Hyunsa keluar dari rumah sakit dan juga Kyuhyun yang mendadak pulang lebih cepat. Siwon kemudian berusaha mengingat seluruh kejadian hari itu. Dan ia teringat pada keanehan saat Hyunsa meminta ijin untuk pergi keluar menemui temannya. Apakah saat itu Hyunsa berbohong padanya dan malah menemui Dahyun? Tanpa sadar Siwon mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Kyuhyun.

Sang sekretaris sedikit menoleh. Sepertinya Siwon benar-benar terkejut, sama sepertinya. Well.. Kyuhyun juga jelas ingat mengenai kejadian hari Sabtu kemarin. Saat ia, Hyunsa dan seorang yang bernama Yunho berniat ke HomeBase untuk menyusul Siwon. Walaupun mereka berdua sepakat untuk tidak membahas apapun, tapi Kyuhyun tidak menyangka kalau Hyunsa malah pergi menemui Dahyun.

Dahyun tersenyum tipis ketika melihat reaksi Siwon. Tapi ia juga sedikit memperhatikan ekspresi Kyuhyun.

“ Dan dia mengatakan padaku untuk menjauhimu. Sepertinya ia tahu bahwa aku menemuimu hari itu. Entah darimana.” Satu lagi kebohongan Dahyun. Jelas-jelas Hyukjae melihat Hyunsa. “ Hyunsa menyuruhku untuk berhenti mendekatimu karena kau sudah mempunyai seorang kekasih dan akan segera menikah. Awalnya aku pikir Hyunsa sedang berbohong. Tapi dia mengatakannya dengan ekspresi yang sangat serius. Sama dengan ekspresi ayahnya saat ini.” Tutur Dahyun.

Dahyun menarik nafas sebelum kembali bicara. “ Hanya saja, yang membuatku lebih terkejut bahwa Ayahnya adalah seorang homoseksual.”

*****

“ Yak!! Ajhusi, itu puding milikku!! Woon ajhusi membawakannya untukku, bukan untukmu!!” seru Hyunsa keras pada Yunho yang mengambil semua puding.

Yunho hanya tertawa dan terus melarikan diri dari kejaran Hyunsa. “ Hyun-ah.. kau sudah memakannya hingga lima potong. Berikan padaku sisanya!” tukas Yunho.

“ Tidak mau!! Itu pudingku! Dan berhenti memanggilku “Hyun”!! Namaku Andiera Choi, tahu!!” teriak Hyunsa kesal.

Tapi Yunho tidak menggubrisnya. Mereka berdua bermain kejar-kejaran hampir limabelas menit dan tidak ada yang bisa dilakukan Jungsoo dan Woon untuk menghentikan keduanya. Sepertinya keputusan yang salah untuk mengajak Yunho menemani Hyunsa dirumah sementara Siwon dan Kyuhyun pergi menemui gadis yang bernama Lee Dahyun.

“ Yunho-ah.. kau itu sudah empatpuluh satu tahun. Mengalahlah.” Ujar Woon, akhirnya.

Hyunsa sontak berhenti mengejar Yunho. “ Benar kata Woon ajhusi. Ajhusi itu sudah tua. Sudah empatpuluh satu tahun. Sangat memalukan mencuri puding dari gadis yang baru berusia delapanbelas tahun.”

Yunho menoleh pada Hyunsa. Bibirnya mencibir jengkel mendengar ucapan Hyunsa yang sangat terdengar seperti ejekan. Ia menatap Woon. “ Kenapa jadi bawa-bawa umur segala sih?! Menyebalkan!!”

Yunho kemudian menyodorkan mangkuk besar yang berisi sisa puding yang bawa melarikan diri pada Hyunsa. Ia kemudian duduk disebelah Jungsoo dengan wajah ditekuk sedangkan Hyunsa bersorak senang. Jungsoo dan Woon hanya tertawa melihat ekspresi Yunho yang lebih mirip seperti anak kecil. Sepertinya sahabat mereka itu harus segera menikah.

“ Ajhusi, cepat menikah sana. Kau terlihat seperti anak kecil jika cemberut begitu.” Tukas Hyunsa sembari melahap sisa puding yang berhasil direbutnya.

Yunho menatap Hyunsa yang duduk disebelah Woon. “ Aku akan menikah disaat yang tepat! Dan berhenti bersikap lebih tua dari usiamu, Hyunsa! Kau terlihat lebih tua dariku jika bersikap seperti itu.” Balas Yunho.

Kali ini gantian Hyunsa yang mencibirkan bibirnya jengkel. “ Jangan memanggilku Hyunsa!! Sudah kubilang aku tidak suka!!”

“ Tapi namamu memang Choi Hyunsa, Hyunsa. Apa salahnya aku memanggilmu begitu?”

Sepertinya kini Yunho dan Hyunsa malah terlibat pertengkaran lainnya. Jungsoo menghela nafas dan Woon hanya bisa memijat pelipis dengan kuat. Yunho dan Hyunsa lebih terlihat seperti anjing dan kucing sekarang ini.

“ Yunho-sshi, Diera-ya, hentikan pertengkaran kalian.” Tutur Jungsoo.

“ Tapi dia duluan yang memulai!!” seru Yunho dan Hyunsa bersamaan. Dan dengan suara yang keras.

Jungsoo dan Woon kini menghela nafas panjang bersamaan. Yunho dan Hyunsa memang tidak bisa akur. Padahal sepertinya dulu, hubungan mereka jauh lebih baik walaupun malah terkesan canggung. Tapi sejak bantuan Yunho, hubungan keduanya berubah kacau.

Woon sontak berdiri. Ia meraih lengan Yunho. “ Kita pergi bar saja. Soo, setelah Siwon pulang kau juga langsung pulang, okay?”

Jungsoo mengangguk. Woon lalu menarik Yunho pergi. Karena memang sebaiknya Yunho dan Hyunsa tidak disatukan dalam ruangan yang sama. Dan tidak mungkin menyuruh Hyunsa untuk masuk kedalam kamarnya, maka pilihan yang terbaik membawa Yunho keluar dari rumah Choi.

Dan setelah Woon dan Yunho pergi, suasana menjadi lebih tenang karena Hyunsa masih sibuk menghabiskan pudding yang dibelikan Woon. Jungsoo menatap keponakannya dengan lekat.

“ Hyunsa…” panggil Jungsoo.

Hyunsa melirik Jungsoo dengan sebal. “ Ajhusi, bukankah kau tahu persis aku tidak menyukai nama panggilan itu? Jadi, jangan bersikap menyebalkan seperti Yunho ajhusi.”

“ Yoo Hyunsa adalah nama gadis nenekmu. Sebelum beliau menikah dengan kakekmu.” Ungkap Jungsoo. Hyunsa sontak terdiam dan menatap pamannya dengan lekat. Jungsoo tersenyum tipis karena sepertinya Hyunsa mulai tertarik untuk mendengarkan. “ Dan apakah kau tahu, kenapa kau diberi nama yang sama dengan nama nenekmu?”

Hyunsa menggeleng.

“ Itu karena nenekmu yang paling berjasa dalam pernikahan Daddy-mu dan Eomma-mu, sayang. Sejak awal kakekmu jelas menentang hubungan mereka. Dan sebenarnya, saat mendengar Siwon menikahi Nahyun tanpa ijin, kakekmu sangat marah dan berniat mengusir Siwon dari keluarga Choi. Tapi nenekmu yang berhasil meluluhkan kakekmu. Dan pada saat kau lahir, Siwon memberikan nama Hyunsa padamu sebagai ucapan terima-kasih.” Cerita Jungsoo.

Hyunsa masih diam mendengarkan penjelasan pamannya. Jungsoo menarik nafas dan berpindah duduk disamping keponakannya. Ia tersenyum dan menyentuh pipi Hyunsa dengan lembut. “ Kakekmu itu juga sayang padamu. Itu sebabnya beliau selalu tidak mempermasalahkan kelakuanmu selama ini. Termasuk perbuatanmu yang merusak hampir seluruh lukisan berharganya lalu.”

“ Itu karena Kakek terlalu kaya. Dalam sebulan, Kakek bahkan sudah mendapatkan pengganti untuk lukisan-lukisan yang kurusak.” Sahut Hyunsa sembari menatap mangkuk puding ditangannya.

Jungsoo kini menyentuh surai rambut Hyunsa dengan lembut. “ Tidak, Hyunsa. Apa kau tahu, lukisan yang kau rusak waktu itu adalah lukisan nenekmu sendiri? Kakekmu sengaja membuat galeri pribadi untuk semua lukisan yang dibuat oleh nenekmu. Walaupun sebagian diantaranya hanya sebuah replika, tapi kebanyakan yang kau rusak adalah lukisan asli dan tidak ada penggantinya.”

Hyunsa semakin menunduk dalam. Ia tidak tahu mengenai hal itu –karena memang tidak ada satu pun yang memberitahunya tentang hal itu. Bahkan tidak juga Daddynya sendiri. Peristiwa itu memang sudah bertahun lalu, dan Hyunsa memang sedikit merasa bersalah waktu melakukannya. Tapi saat Jungsoo menceritakan tentang kebenarannya, rasa bersalah Hyunsa semakin berlipat-lipat.

“ Memang tidak ada seorang yang memberitahumu mengenai itu, karena Kakek yang menyuruh untuk agar tidak ada yang memberitahukannya. Kakekmu sangat menyayangimu, sayang. Sama besarnya dengan rasa sayang beliau pada mendiang nenekmu. Hyunsa bukanlah sekedar nama, bagi Daddy-mu ataupun bagi Kakekmu. Hyunsa adalah bagian dari kehidupan mereka yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Dan Choi Hyunsa, sebenarnya kau adalah orang paling beruntung diseluruh dunia karena memiliki orang-orang yang sangat menyayangimu.”

*****

Dahyun semakin tersenyum lebar saat melihat reaksi Siwon. Sepertinya gadis muda itu memang tidak berbohong padanya. Ia melipat kedua tangannya didepan dada dan menyandarkan punggung pada kursi. Matanya masih menatap lekat pada Siwon.

“ Dan, jika dilihat dari reaksimu sepertinya ucapan putrimu memang benar.” Tutur Dahyun.

Siwon menarik nafas perlahan dan berusaha untuk terlihat tetap tenang. Dengan secara rahasia, tangannya mengusap lembut jemari Kyuhyun –menandakan bahwa Kyuhyun juga harus terlihat tenang. Kyuhyun menatap atasannya dengan ekspresi serius tapi juga sangat tenang. Kemudian Siwon tersenyum pada Dahyun.

“ Itu memang benar. Aku kini berubah menjadi orang yang berbeda. Lalu, apa urusannya denganmu, Nona? Jangan pikir, karena Abeojiku yang menjodohkan kita, maka kau mempunyai hak untuk mencampuri kehidupanku. Dan aku rasa, kau pun tahu bagaimana jawabanku tentang perjodohan itu. Ditambah kau juga sudah mengetahui tentang orientasi seksualku sekarang, jadi untuk apa kau menemuiku? Jika kau bisa menggunakan ini untuk mengancamku, maka kau salah besar nona muda. Aku tidak selalu menjadi orang baik, Nona. Dan, kupikir anakku sudah sangat jelas bicara padamu, bukan? Kuharap ini adalah pertemuan terakhir kita.” Tutur Siwon.

Dahyun terlihat sedikit terkejut dengan ucapan Siwon. Tapi gadis itu masih berusaha untuk tidak terpengaruh. Hanya saja, tidak dapat dipungkiri bahwa harga dirinya telah diinjak-injak oleh ayah dan anak tersebut.

“ Tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, bukan? Semuanya sudah sangat jelas. Aku menolak perjodohan ini dan aku juga akan segera menikah dengan kekasih pilihanku sendiri. Dan kali ini aku mohon padamu Nona Lee, jangan pernah berusaha mengambil kesempatan. Jika kau pikir bisa menggunakan ini untuk mengadu pada Abeojiku, maka kau akan tahu lihat apa akibatnya sendiri. Permisi.”

Siwon melepaskan genggaman tangannya dari Kyuhyun dan beranjak meninggalkan restaurant itu terlebih dahulu. Kemudian diikuti oleh Kyuhyun yang sebelumnya juga membungkuk –sekedar memberi salam selamat tinggal pada Dahyun. Sedangkan gadis itu sendiri terlihat tidak terkesan dengan sikap dan ucapan Siwon.

Dahyun menggigit pipi bagian dalam mulutnya. Dari ekspresi wajahnya, gadis itu sepertinya terlihat berusaha untuk menahan amarah yang tengah memuncak akibat perkataan Siwon. “ Choi Siwon-sshi, kau salah memilih lawan.”

*****

Kyuhyun menelan semua desahan dan lenguhannya ketika lidah Siwon terus menginvansi mulutnya dengan brutal. Tubuhnya juga tidak bisa memberikan penolakan karena tangan Siwon jelas bisa mengurungnya dalam sentuhan yang memabukkan. Saat Siwon semakin bertindak lebih agresif, maka Kyuhyun kehilangan kesempatan untuk melepaskan diri. Tidak akan ada jalan untuk melarikan diri. Walaupun mereka masih berada di basement parkir.

Tubuh Kyuhyun semakin terhimpit pada pintu mobil yang hanya memberi ruangan terbatas bagi kedua tubuh mereka. Kyuhyun membuka matanya perlahan dan mendapati wajah Siwon yang sangat dekat dengan wajahnya sendiri. Ada rasa gairah yang bercampur dengan kemarahan didalamnya. Terkadang, Kyuhyun tidak menyukai Choi Siwon yang seperti ini.

Kyuhyun mengerang tertahan ketika tangan Siwon bergerak liar membuka beberapa kancing atas kemeja putihnya lalu menyentuh permukaan kulitnya dengan gerakan sensual. Dan perlahan, Kyuhyun merasa tubuhnya digerakkan oleh Siwon untuk berbaring diantara ruangan sempit mereka. Kedua kakinya kini tertekuk dan harus melingkari bagian bawah tubuh Siwon.

Bibir Siwon kini melepaskan mulutnya –meninggalkan jejak saliva yang banyak– dan bergerak pada lehernya dengan menggoda. Kyuhyun mencengkram bahu Siwon untuk menahan ledakan gairah yang tiba-tiba dipompa naik seiring dengan perlakuan tubuh Siwon pada tubuhnya.

Kyuhyun kini mendesah. Setiap gerakan bibir ataupun sentuhan jemari Siwon pada tubuhnya memberikan reaksi yang berbeda pada setiap nada suara yang keluar dari pita suaranya. Ruangan sempit itu kini terasa lebih panas dari seharusnya. Dan peluh keringat mulai membasahi setiap bagian permukaan kulit Kyuhyun –wajah, leher, tangan dan bahkan Kyuhyun merasa bagian tubuh terdalamnya juga terasa sangat basah dan juga mengeras.

Kyuhyun mulai memanggil nama Siwon diantara desahannya. Ia terdengar seperti meminta Siwon untuk berhenti, tapi yang tertangkap telinga Siwon adalah sebaliknya. Salah satu tangan Siwon bergerak menuju bagian bawah tubuh Kyuhyun –menyentuh dengan sedikit kasar dibalik celana Kyuhyun. Sial, Kyuhyun semakin menggila dengan desahannya. Sesuai dengan keinginan Siwon.

“ Aku menginginkanmu, Kyuhyun. Untuk selamanya dan hanya diriku seorang.” Bisik Siwon dengan suara husky-nya.

Bagian punggung Kyuhyun meremang mendengar setiap kata Siwon. Kedua tangannya bergerak menarik tubuh Siwon pada dirinya, hingga Kyuhyun menyembunyikan wajahnya diantara leher Siwon.

“ Take me, hyung.”

Siwon tersenyum. Kemudian ia melepaskan belt dan celana Kyuhyun dengan gerakan cepat, membuat Kyuhyun merasakan kebebasan. Siwon menyentuhnya dengan baik dan membuat Kyuhyun merasa nikmat pada setiap sentuhannya.

Kyuhyun kini mencari bibir Siwon. Dan berbalik menyerang Siwon, disaat Siwon tengah sibuk. Perlahan tangan Kyuhyun bergerak menuju bagian dada Siwon dan membuka semua kancing kemeja kekasihnya –agar ia bisa menyentuh kekasihnya lebih nyaman. Kyuhyun –atau bahkan hampir semua orang– begitu mengagumi tubuh Siwon yang terlihat sempurna bahkan untuk usia seorang pria yang berusia empatpuluh tahun dengan seorang anak gadis dan semua kesibukannya. Kyuhyun bahkan tidak tahu kapan Siwon berolahraga untuk menjaga bentuk tubuhnya.

Siwon yang merasa terbuai dengan sentuhan lembut Kyuhyun kemudian menarik bibirnya secara paksa dari Kyuhyun. Pemuda yang berada dibawah kuasanya mengerang kesal. Siwon terkekeh dan menatap Kyuhyun dengan lekat.

“ Kau sudah sangat basah, Kyuhyun.” Ucap Siwon sembari menyatukan wajah mereka. Kyuhyun hanya tersenyum. Dan kembali menutup matanya saat Siwon merasai wajahnya. Tapi tangannya kembali bergerak lebih jauh hingga menyentuh belt Siwon.

“ Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Bisik Siwon.

Kyuhyun tidak memberi respon. Tangannya terlalu sibuk dengan celana Siwon saat ini. Kyuhyun kembali tersenyum dan membuka matanya. Ia menatap Siwon yang berjarak hitungan inchi darinya. Siwon memejamkan matanya ketika merasakan kenikmatan tangan Kyuhyun. Pemuda itu berhasil memberikannya kebebasan yang sama.

“ Aku juga mencintamu, hyung.”

Siwon mendesah pelan. Ia menyukai sentuhan Kyuhyun padanya. Begitu lembut dan berhati-hati tapi menyimpan gairah yang begitu besar. Siwon menenggelamkan wajahnya dibahu Kyuhyun yang basah. Berkali-kali ia menciumi bahu itu sembari terus mengucapkan nama Kyuhyun dengan sangat seduktif. Siwon ingin Kyuhyun mendengar seberapa besar ia mencintai pemuda itu.

Ketika Siwon merasa siap, ia menghentikan aktivitas Kyuhyun dengan mengambil tangan Kyuhyun dan menguncinya diatas kepala Kyuhyun. Siwon membuka matanya dan menatap Kyuhyun yang amat begitu menggoda dibawah kuasanya.

“ Just let me…”

Kyuhyun menatap kekasihnya dan mengangguk. Siwon tersenyum dan kembali mencium bibir Kyuhyun dengan gairah. Siwon kemudian menggunakan kekuasaan penuh miliknya. Dengan hati-hati ia menempatkan diri pada tubuh Kyuhyun. Tapi karena tanpa persiapan, Kyuhyun sedikit merasakan kesakitan. Siwon mencium Kyuhyun lebih dalam untuk mengalihkan kesakitan kekasihnya.

Siwon menunggu Kyuhyun untuk sedikit terbiasa merasakan dirinya. Kyuhyun melepaskan ciuman mereka dan menatap Siwon. “ Bergerak, hyung.”

Siwon tersenyum dan mengecup kelopak mata Kyuhyun. Dan perlahan ia bergerak didalam tubuh Kyuhyun dengan penuh rasa cinta dan penghormatan yang besar pada kekasihnya. Kyuhyun memejamkan matanya merasakan setiap gerakan yang membuat perutnya menjadi aneh. Ia merasa sangat penuh dengan kenikmatan dan gairah yang begitu besar. Kembali, pemuda itu mengeluarkan suaranya dengan lirih. Meminta Siwon untuk bergerak lebih cepat dan lebih dalam dari yang seharusnya. Kyuhyun kini seperti kecanduan oleh Siwon.

Siwon kemudian bergerak sesuai dengan keinginan Kyuhyun. Ia sedikit menggeram, tubuh Kyuhyun seakan menekannya begitu kuat dan juga nikmat.

“ God.. Kyuhyun!!”

Dan semakin mereka bergerak, suhu dalam mobil tersebut semakin naik membuat tubuh mereka dibasahi oleh keringat dan juga kenikmatan yang besar. Siwon kemudian mencapai titik puncak dari segala kenikmatan. Begitu juga dengan Kyuhyun.

Siwon dengan nafas terengah memandang Kyuhyun dan kemudian tertawa kecil. “ Sekarang, apa yang harus kukatakan pada petugas yang akan mencuci mobilku?” Gumamnya pelan lalu kembali mencium bibir Kyuhyun lembut.

Kyuhyun melepaskan ciuman singkat itu dan memandang Siwon. Tangannya bergerak pada surai rambut hitam Siwon yang basah oleh peluh keringat. “ Aku bisa menumpahkan kopi jika kau mau.”

Siwon tertawa lagi dan mengecup wajah Kyuhyun –dari kening, kedua kelopak mata, ujung hidung, kedua pipi dan terakhir bibir kekasihnya. “ Aku mencintaimu, Kyuhyun.”

*****

Hyunsa menatap Jungsoo yang kini sedang memakai mantelnya –ia bersiap untuk pulang karena hampir menunjukkan sepuluh malam dan Woon sudah meneleponnya. Walaupun Siwon masih belum kembali, tapi Jungsoo dengan terpaksa harus meninggalkan Hyunsa.

Jungsoo menatap keponakannya. “ Jadi, Hyunsa atau tetap Diera?”

“ Tidak tahu. Terserah kalian saja-lah. Lagipula sama saja.” Sahut Hyunsa. Jungsoo tersenyum tipis.

“ Kalau begitu, selamat malam Hyunsa. Mungkin Daddymu akan segera pulang. Aku akan terus menghubunginya.” Tutur Jungsoo yang kini beralih memakai sepatunya. Hyunsa hanya mengangguk dan menggumam.

Jungsoo menarik nafas dan menatap kembali Hyunsa. “ Senang bisa memanggilmu dengan sebutan Hyunsa lagi. Jangan tidur terlalu malam, mengerti?”

“ Iya, ajhusi. Sudah pulang sana, Woon ajhusi sudah menunggumu di ranjang kalian.” Sahut Hyunsa dengan jengkel.

Jungsoo hanya tertawa mendengarnya. “ Baiklah, sampai besok sayang.”

Kemudian Jungsoo keluar dari rumah tersebut. Hyunsa menarik nafas panjang dan kembali berjalan masuk setelah memastikan pintu sudah terkunci. Lagipula Siwon pasti bisa membukanya sendiri.

Dan ketika ia melewati ruang tengah, perhatian Hyunsa terpusat pada sebuah pigura besar yang tergantung pada dinding. Foto Siwon dengan dirinya yang diambil beberapa tahun lalu –tak lama setelah pemakaman ibunya. Wajah Hyunsa saat itu tidak menunjukkan kesedihan bahkan terkesan sangat datar. Berbeda dengan Siwon yang mencoba tersenyum tapi terlihat jelas dari sorot matanya sebuah kesedihan yang mendalam.

“ Aku bahkan sudah hampir melupakan bagaimana wajah Eomma.” Gumam Hyunsa pelan.

Hyunsa kembali menarik nafas berat. Ia lalu berjalan menuju anak tangga –tidak berniat menunggu Siwon. Hanya saja pada langkah Hyunsa terhenti pada dipertengahan anak tangga.

“ Tapi aku juga masih belum bisa membayangkan wajah Kyuhyun berada dalam satu pigura yang sama.”

*****

Siwon masih terlihat sibuk merapikan jas Kyuhyun. Sesekali Siwon juga merapikan rambut Kyuhyun yang terlihat berantakan. Sedang Kyuhyun yang memperhatikan Siwon hanya bisa tertawa kecil.

“ Kenapa tertawa?” tanya Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “ Aku tidak apa-apa, hyung. Tidak perlu khawatir seperti itu.”

Siwon menarik nafas berat. Kemudian ia merengkuh tubuh Kyuhyun dengan erat. “ Aku tahu. Tapi tetap saja, rasanya sangat tidak pantas. Aku tidak memperlakukanmu dengan baik, Kyuhyun.”

Kyuhyun tersenyum dan memendamkan wajahnya dibahu Siwon. “ Kau memperlakukanku dengan baik, hyung. Mungkin kau hanya salah mencari tempat yang tepat. Dan kau harus membersihkan mobilmu secepatnya.”

“ Arra.” Dan Siwon lalu melepaskan pelukannya. Ia menatap Kyuhyun dan membalas senyuman Kyuhyun. “ Sekali lagi aku minta maaf padamu, Kyuhyun.”

Kyuhyun memutar bola matanya dengan jengkel. “ Kau sudah mengatakan kata maaf itu ratusan kali selama perjalanan, hyung. Dan aku juga sudah mengatakan ratusan kali kalau tidak apa-apa.”

“ Tapi tetap saja. Aku…” Kyuhyun lalu membungkam Siwon dengan menciumnya –walaupun hanya beberapa detik. Siwon benar-benar dibungkam oleh kekasihnya tersebut.

Kyuhyun menyentuh pipi Siwon. “ Pulanglah. Diera pasti sudah menunggu terlalu lama. Dan terima-kasih. Untuk malam ini.”

“ Yang mana?”

“ Semuanya. Saat kau bicara dengan Lee Dahyun dan ketika kau memperlakukanku dengan sangat baik.” Tutur Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis dan mengecup bibir Kyuhyun. “ Itu sudah kewajibanku. Menjagamu, membelamu, dan termasuk memberikan perlakuan khusus padamu. Aku bahkan seribu-kali akan memperlakukanmu dengan lebih baik ketika kita melakukannya lagi. Di waktu mendatang.” Tukas Siwon sembari menyeringai.

Kyuhyun mendecih pelan. “ Baiklah.. Baiklah. Sekarang hyung pulang, okay? Selamat malam.”

“ Selamat malam, sayang.”

*****

Hyunsa menuruni tangga dengan mata setengah terbuka. Ia langsung menuju meja makan dimana Siwon sudah berada disana dan menyantap sarapannya. Hyunsa menarik satu kursi yang sudah menjadi “kursinya” dan menjatuhkan tubuhnya. Siwon melirik putrinya.

“ Semalam kau tidur jam berapa? Kenapa kau terlihat mengantuk sekali?” tanya Siwon.

Hyunsa menguap sebentar. “ Aku tidur sekitar jam sepuluh. Tapi kembali bangun sekitar pukul satu pagi karena Jinho tiba-tiba menelepon dan menyuruhku untuk menggirimkan beberapa data untuk tugas kelompok. Aku baru tidur lagi sekitar tiga pagi.” Jawab Hyunsa.

Siwon hanya mengangguk mengerti. “ Lalu apa hari ini kau tidak pergi sekolah?”

“ Pergi sekolah. Tapi aku akan masuk pada jam pelajaran ke-tiga saja. Aku ingin tidur lebih lama.” Sahut Hyunsa sembari mengambil satu lembar roti dan mengoleskan selai coklat diatas permukaannya.

“ Jangan membolos, arra!” nasihat Siwon. Hyunsa hanya mengangguk sembari mengunyah sarapan rotinya.

Siwon tersenyum tipis. Setelah hubungan mereka menjadi lebih baik karena bantuan Jungsoo dan Kyuhyun, Siwon kini lebih menjaga perkataannya pada putrinya. Ia tidak ingin membuat kekacauan lagi seperti sebelumnya.

Siwon lalu bangkit dan meraih jas hitamnya. “ Daddy pergi duluan, okay. Ingat, jangan membolos. Kau sudah kelas dua, sayang. Tahun depan kau sudah menghadapi ujian kelulusan.”

“ Iya, Daddy. Pagi-pagi sudah berisik sekali. Tidak biasanya.” Tukas Hyunsa.

Siwon hanya tersenyum dan mencium puncak kepala putrinya dengan sayang. Tapi saat tubuh mereka berdekatan, Hyunsa mencium seperti bau yang ia sangat kenali. Sontak Hyunsa menahan lengan Siwon.

“ Waeyo?” tanya Siwon.

Hyunsa menatap Siwon dengan serius. “ Daddy mandi tidak sih?”

“ Tentu saja mandi, sayang. Memang kenapa?”

Hyunsa menggeleng. “ Bau tubuh Daddy seperti bau tubuh Kyuhyun Oppa. Apa Daddy memakai parfum yang sama dengan digunakan Kyuhyun oppa? Karena bau kalian sama persis.”

Siwon lalu mencium dirinya sendiri untuk sekedar memastikan. Tapi rasanya, ia masih menggunakan jenis parfum yang sama yang menjadi favoritenya selama ini. Kecuali…

“ Hanya perasaanmu saja, sayang. Daddy pergi duluan okay.”

Siwon lalu meninggalkan Hyunsa yang kini dilanda kebingungan. Tapi pada akhirnya, gadis itu memilih untuk mengabaikannya.

*****

Hyunsa mengayunkan tongkatnya untuk sekedar pemanasan sebelum mereka memulai latihan hari ini. Jinho yang berdiri disampingnya malah tengah memperlihatkan seringainya.

“ Jadi, aku bisa dengan sesuka hari memanggilmu dengan Hyunsa?”

Hyunsa mendesis jengkel. “ Iya. Bawel sekali. Kau sudah bertanya lebih dari lima-kali sejak aku bercerita.” Sahutnya sebal.

Jinho lalu memeluk Hyunsa dengan sangat erat. “ Choi Hyunsa! Choi Hyunsa! Choi Hyunsa!!! Akhirnya!!” seru pemuda itu dengan girang sekali.

“ Hey.. kau ini berlebihan sekali! Choi Hyunsa dan Andiera Choi itu sama tahu!!” omel Hyunsa. Tapi Jinho mengabaikannya dan kini malah membawa tubuh Hyunsa berputar-putar.

Hyunsa mendesis jengkel tapi akhirnya ia malah tertawa dengan sikap Jinho yang kekanakan. “ Hentikan Cho Jinho!!”

Dibagian lain, Hyukjae tersenyum melihat Hyunsa dan Jinho. Atau mungkin lebih tepatnya ekspresi tersenyum Hyunsa. Ini pertama kali baginya melihat gadis muda itu tersenyum begitu lepas.

“ Jinho terlihat senang sekali.” Tukas Hyesa yang didengar oleh Hyukjae.

Narin merangkul bahu Hyesa sembari menatap Hyunsa dan Jinho yang masih saja terlihat seperti anak kecil. “ Itu karena Andiera Choi sudah berubah menjadi Choi Hyunsa. Kau tahu, saat guru mengabsen namanya, Hyunsa sendiri yang meminta untuk kembali memanggilnya dengan Choi Hyunsa.”

“ Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Hyesa.

Narin menggeleng. “ Tidak tahu. Tapi saat ditanya pun, ia hanya mengatakan Hyunsa itu nama neneknya.”

Hyesa –yang walaupun tidak terlalu mengerti– hanya mengangguk kecil. Ia melirik Narin dan tersenyum. “ Tapi paling tidak, kita bisa memanggilnya Hyunsa bukan?”

Narin mengangguk dan tertawa kecil. Begitu juga dengan Hyukjae. Setidaknya saat ini Hyunsa terlihat lebih terkontrol dibandingkan sebelumnya. Pria itu menarik nafas panjang. “ Nona Kang.” Panggilnya.

Hyesa dan Narin lalu berbalik menatap Hyukjae. “ Panggilkan yang lainnya. Kita akan memulai latihan hari ini.”

“ Siap, Pelatih Lee.”

*****

“ Jadi, gadis itu tidak akan menganggumu lagi?” tanya Jungsoo yang datang menemui Siwon dikantornya.

Siwon menarik nafas berat. “ Tidak tahu. Tapi aku harap dia cukup pintar untuk berhenti. Sebenarnya aku pun tidak akan peduli padanya. Kini aku lebih memikirkan bagaimana mengatakannya pada Abeoji.”

Jungsoo menatap Siwon lekat. “ Katakan saja kau gay. Dan kau berniat menikahi Kyuhyun. Lagipula Hyunsa sepertinya sudah mulai menerima, walaupun seperti katamu belum seratus persen.”

Siwon menaikkan satu alisnya. “ Hyunsa? Sejak kapan kau kembali memanggil Diera dengan Hyunsa? Kalau dia dengar…”

“ Semalam aku menceritakan mengenai ibumu. Hasilnya, aku kembali memanggilnya Hyunsa.” Sela Jungsoo kemudian menyeringai.

Dan Siwon terlihat terkejut. “ Benarkah? Tapi kenapa kau menceritakannya?”

“ Karena Yunho mencari masalah dengan putrimu semalam. Dia terus-terusan memanggilnya dengan Hyunsa, padahal anakmu itu tidak menyukainya. Ya sudah, lebih baik kuceritakan saja. Dan saat kutanya, apa dia mau tetap dipanggil Diera atau Hyunsa, responnya hanya terserah. Itu artinya, memanggilnya Hyunsa sudah diperbolehkan lagi.” Jelas Jungsoo.

“ Tapi tadi pagi dia tidak mengatakan apapun padaku.” Ujar Siwon.

Jungsoo hanya mengangkat bahu. “ Panggil dia dengan Hyunsa lagi. Dan lihat bagaimana reaksinya.” Tukas Jungsoo.

Siwon kemudian hanya tersenyum. “ Ah.. Choi Hyunsa. Sudah lama sekali tidak memanggilnya dengan nama itu.”

“ Tidak selama yang kau bayangkan, Won. Lalu, bagaimana dengan ayahmu? Kapan kau akan mengakui kalau kau adalah gay dan akan menikahi Kyuhyun. Kau harus bergerak cepat, sebelum gadis itu melakukan hal nekat lainnya.”

Ucapan Jungsoo membuat senyuman Siwon menghilang. Pria itu lalu menghela nafas berat. “ Tidak tahu, Soo. Aku hanya berharap bisa mengatakan pada Abeoji sebelum semuanya terlambat.”

*****

“ Kita beli bubble tea dulu, ya.” Hyunsa mendengus jengkel dengan rajukan Jinho yang terkesan seperti sedang merajuk pada ibunya. Terlebih, Jinho sudah melancarkan aksi rajukannya sejak mereka masuk ruang ganti terpisah. Dengan kata lain, Jinho secara terus-menerus menggiriminya pesan untuk pergi membeli bubble tea sepulang latihan ini.

“ Cho Jinho, berhenti merajuk. Aku ini bukan ibumu. Kalau mau beli, kau tinggal pergi membelinya, bukan?” tukas Hyunsa jengkel.

“ Tapi temani aku. Ayolah Hyunsa, tokonya khan dekat.” Mohon Jinho.

Hyunsa menarik nafas berat. Menghadapi Jinho yang tengah merajuk sama seperti sedang menghadapi sepuluh anak kecil berusia lima tahun yang meminta dibelikan permen. Itu menyebalkan.

“ Arraseo! Tapi jangan menatapku begitu lagi. Kau terlihat sangat menakutkan.” Seru Hyunsa.

Jinho tersenyum dan merangkul bahu Hyunsa. “ Tapi kau lebih menakutkan, Hyunsa-ya.”

Hyunsa mendecih dan melepaskan rangkulan Jinho. Ia kemudian berjalan lebih cepat menuju gerbang utama sekolah. Sedangkan Jinho menyusul dibelakangnya. Jinho tersenyum menatap Hyunsa yang berjalan didepannya. Entah kenapa, sepertinya ia merasa perubahan pada Hyunsa. Walaupun tidak banyak, tapi Jinho merasa itu adalah hal baik.

Jinho mengerutkan dahi ketika melihat seorang wanita muda yang berdiri tepat dihadapan Hyunsa. Kemudian Jinho bergegas menghampiri Hyunsa, karena sepertinya apa yang dibicarakan wanita itu dengan Hyunsa terdengar bukan hal baik.

“ Ada apa?” tanya Jinho pada Hyunsa. Sekilas ia memperhatikan wanita muda yang berdiri dengan anggun tapi ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dirinya tidak dalam suasana hati yang bagus.

“ Jinho-ya, kau pergi duluan. Nanti aku menyusulmu.” Ucap Hyunsa datar. Tapi Jinho menangkap makna lain dari ucapan Hyunsa. Terlebih dengan wajah serius Hyunsa saat ini.

“ Tapi Hyun-ah…”

“ Pergilah. Sepuluh menit lagi aku menyusul, okay.” Hyunsa kini terkesan memaksa Jinho untuk meninggalkannya berdua dengan wanita yang tidak dikenal Jinho tersebut. Jinho mengangguk lalu ia meninggalkan Hyunsa.

Setelah Jinho berjalan lebih jauh dari dirinya, Hyunsa kini menatap Dahyun –wanita yang menemuinya– dengan lekat. “ Jangan menganggu Daddy lagi.” Ucapnya dengan serius.

“ Aku tidak menganggunya, anak manis. Tapi karena kau yang mengangguku, maka aku akan sedikit bermain-main dengan Daddymu itu.” Sahut Dahyun.

Hyunsa mengepalkan tangannya kuat. Rasanya ingin sekali memukul wanita dihadapannya ini, tapi kekerasan tidak akan menyelesaikan apapun. Terlebih, Daddynya pasti tidak akan menyukai sikapnya tersebut.

“ Ohya, apa Daddymu memberitahumu mengenai pertemuan kami semalam? Apa dia tidak bertanya sesuatu padamu? Seperti kapan kau terakhir kali bertemu denganku?” ucap Dahyun.

“ Kau memberitahu tentang pertemuan kita kemarin?”

Dahyun tersenyum. “ Tentu saja, karena Daddymu mengira kita hanya bertemu satu kali, sayang. Aku juga menyampaikan hal yang kau bicarakan. Walaupun awalnya Daddymu dan sekretarisnya itu terlihat terkejut, tapi reaksi berikutnya dia tenang sekali.”

“ Aku memang tidak mengatakan apapun mengenai pertemuan kemarin pada Daddy, karena aku mengatakan hal yang sebenarnya. Dan aku sudah menduga kau pasti akan langsung menemui Daddy. Tapi aku tidak menduga kalau kau akan kembali menemuiku. Ternyata kau bermuka tebal, nona Lee.” Ucap Hyunsa.

Dahyun kini hanya terdiam dan masih menatap Hyunsa dengan lekat. Hyunsa menarik salah satu ujung bibirnya –memberi kesan menyeringai seperti Kyuhyun.

“ Kau telah kalah, Nona Lee. Bahkan sebelum permainan dimulai.”

Dahyun tertawa meremehkan tapi kemudian ia menampar gadis muda itu. Ekspresi wajah wanita muda itu berubah menjadi sangat tegang. Hyunsa yang merasa sakit di pipi bagian kirinya kemudian tertawa kecil. Ia kembali menatap Dahyun.

“ Selamat. Bukan hanya Daddy yang akan membencimu, tapi Kakekku juga.” Ucap Hyunsa tenang.

Dahyun membelalak, ia sama sekali tidak berniat menampar Hyunsa. Hanya gadis itu terus saja menguji kesabarannya. Dan ia juga tahu bahwa Paman Songjoo sebenarnya sangat menyayangi cucu perempuan satu-satunya tersebut. Jika beliau mendengar peristiwa ini, maka habislah.

“ Lee Dahyun!”

Sontak Dahyun dan Hyunsa menoleh kearah asal suara. Hyunsa kembali mendapatkan keuntungan lainnya. Ia menatap Dahyun. “ Well, bahkan kakakmu sendiri juga tidak menyukai perbuatanmu nona Lee.” Ucap Hyunsa.

Dahyun menatap Hyunsa dengan kesal. Gadis kecil dihadapannya ini benar-benar mengesalkannya. Hyunsa kembali menatap Hyukjae –yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka dan memperhatikan Dahyun dengan wajah yang serius.

“ Pelatih Lee, terima kasih atas latihan hari ini.” Ucap Hyunsa yang kemudian membungkuk pada Hyukjae.

Kemudian Hyunsa meninggalkan Dahyun dan menyusul Jinho yang sudah pergi ke toko bubble tea terlebih dahulu. Kini tinggal Dahyun dan Hyukjae yang saling menatap dengan serius. Dahyun menggigit bibir bawahnya. Kakak lelakinya terlihat tidak menyukai apa yang baru saja dilakukannya pada Hyunsa.

“ Kita harus bicara serius, Dahyun.”

*****

“ Makan malam di rumah, okay.” Ucap Siwon.

Kyuhyun yang baru saja mengambil dokumen kini terlihat mengerutkan dahi dengan ucapan Siwon. “ Tiba-tiba sekali. Tapi Jinho…”

“ Hyunsa bilang Jinho sudah di rumah. Saat ini mereka sedang mengacaukan dapur.” Sela Siwon cepat sembari tertawa kecil. Ia teringat dengan foto yang dikirimkan oleh putrinya setengah jam lalu dengan menunjukkan dapur yang berantakan dan sebuah pesan singkat bahwa mereka harus makan malam bersama.

“ Hyunsa? Sejak kapan Diera mau dipanggil Hyunsa lagi?” Tanya Kyuhyun lagi.

Siwon tersenyum. “ Sejak semalam. Jungsoo menceritakan tentang ibuku dan Hyunsa kembali dipanggil dengan namanya. Kurasa ini hal baik. Jadi, makan malam dirumah.”

“ Baiklah. Terserah hyung saja.”

Siwon tersenyum semakin lebar dan kemudian menghampiri Kyuhyun. Ia meraih bahu pemuda itu dan menarik tubuh Kyuhyun masuk kedalam dekapannya. Siwon merasa lebih bahagia saat ini. “ Kau tahu sesuatu yang lucu? Hyunsa bilang pagi ini aku tercium seperti dirimu. Dia pikir aku memakai parfume yang sama, tapi jika ia tahu kalau sebenarnya semalam kita…”

Sontak Kyuhyun memukul punggung Siwon untuk memberi peringatan. “ Hyung, ini di kantor!! Dan jangan mengungkit itu lagi.”

Siwon tertawa. “ Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?”

Kyuhyun terdiam dan hanya menenggelamkan wajahnya dibahu Siwon. Kedua tangannya melingkar di punggung Siwon dengan erat. “ Aku menyukainya. Hanya saja, jika mengingatnya kembali. Ah.. jangan membicarakannya lagi.”

“ Baiklah. Kita tidak akan membicarakannya lagi. Tapi yang jelas, kita akan melakukannya lagi. Sebagai sepasang kekasih yang diakui oleh seluruh dunia.” Tapi ucapan Siwon sama sekali tidak membantu. Malah membuat Kyuhyun merasa wajahnya semakin memanas.

*****

Kyuhyun melepaskan mantelnya dan menaruhnya diatas tempat tidur Siwon. Kemudian Siwon menghampirinya sembari membawa pakaian ganti untuk Kyuhyun. “ Aku tidak mempunyai pakaian yang seukuran denganmu, tapi kurasa ini cukup.” Ucap Siwon.

“ Tidak apa, hyung. Maaf merepotkanmu.”

Siwon mengacak rambut Kyuhyun. “ Kau seperti dengan orang asing saja. Baiklah, segera ganti baju dan segera meja makan, okay.”

Kyuhyun mengangguk. Setelah Siwon keluar dari kamar, Kyuhyun segera mengganti pakaiannya. Tetapi ia merasa sedikit asing, terlebih ini adalah kamar Siwon. Jadi, Kyuhyun memutuskan untuk mengganti pakaian di kamar mandi saja.

Siwon menghampiri Hyunsa yang sibuk dengan menata alat makan, sedangkan Jinho masih di dapur untuk menghangatkan sup. Siwon tersenyum pada putrinya. “ Daddy dengar, kau kembali dipanggil Hyunsa.”

Hyunsa menoleh. “ Paman Jungsoo?”

Siwon mengangguk kecil. Hyunsa kemudian menghela nafas pendek dan menata sendok terakhir. Ia lalu menatap Siwon dengan lekat. “ Kenapa tidak menceritakannya padaku?”

“ Karena Eommaku yang menyuruh. Aku kan anak yang baik.” Tukas Siwon.

“ Jadi, aku bukan anak yang baik? Begitu?” Hyunsa mencibir jengkel. Siwon tertawa kecil dan mengusap kepala putrinya dengan lembut.

“ Kau putri yang sempurna untuk Daddy.” Hyunsa memutar bola matanya mendengar sahutan ayahnya yang terdengar gombal. Siwon tersenyum lebar tapi kemudian ia melihat sebuah rona agak kemerahan dan tertutupi oleh bedak tipis. Siwon mengerutkan dahi dan menyentuh pipi putrinya.

Sontak Hyunsa meringis pelan ketika Siwon menyentuh pipinya. “ Daddy, appo!!”

“ Siapa yang memukulmu, sayang?” tanya Siwon dengan serius. Ia tahu Hyunsa tidak akan dipukul atau memukul orang terlebih dahulu. Kecuali disaat-saat tertentu putrinya bahkan terkesan lebih galak ketimbang preman.

Hyunsa mengusap pipinya dengan punggung tangan pelan. “ Tidak ada. Tadi saat latihan, wajahku tidak sengaja terkena bat bisboll. Jangan terlalu dipermasalahkan. Hanya memar biasa.”

“ Hanya karena memar biasa, Daddy tidak percaya kalau kau terkena bat bisbol.” Sahut Siwon cepat. Hyunsa melirik Siwon tapi tetap tidak ingin menatap ayahnya tersebut.

“ Kalau kau terkena bat bisbol, memar dipipmu sekarang pasti sudah membiru, Hyunsa. Bisakah kau berhenti berbohong pada Daddy? Sudah cukup kau berbohong saat kau pergi menemui temanmu Sabtu kemarin.” Ujar Siwon.

Hyunsa sama sekali tidak menjawab. Tak lama, Jinho membawa panci cup dan menaruhnya tepat ditengah meja makan. Dan Kyuhyun juga sudah selesai mengganti pakaian. Hyunsa menghela nafas dan menarik kursinya.

“ Nanti saja bicaranya, kita makan dulu.” Tukas Hyunsa.

Siwon menatap putrinya dengan serius. Jinho yang sepertinya mengetahui masalah yang dibicarakan Hyunsa dan Siwon pun hanya memilih diam. Ia tidak ingin membuat masalah menjadi lebih rumit. Sedangkan Kyuhyun  menatap Siwon dengan bingung.

Siwon tersenyum pada Kyuhyun. “ Duduklah..”

*****

“ Aku akan mengatakan pada Oppa, tapi jangan beritahu Daddy.” Ucap Hyunsa disaat ia dan Kyuhyun sedang berada di dapur mencuci semua alat makan yang kotor. Sedangkan Jinho sedang merapikan meja makan dan Siwon sedang menerima telepon dari salah satu klien di ruang kerjanya.

Kyuhyun menatap Hyunsa dengan bingung. “  Mengenai apa?”

“ Dia sudah memberitahu kalau aku menemuinya kemarin dan mengatakan Daddy sudah mempunyai kekasih pria dan berniat menikah, bukan?” Kyuhyun mengangguk kecil. Ia sangat tahu siapa yang dimaksud Hyunsa dengan sebutan “dia”. “ Tadi siang dia yang menemuiku di sekolah. Dan dia yang memukulku.”

Kyuhyun menghentikan pekerjaannya dan menatap Hyunsa yang masih sibuk membersihkan piring-piring lainnya. “ Dia merasa kesal padaku. Dan akhirnya ia menamparku.”

Kyuhyun lalu sedikit menunduk menatap mangkuk nasi yang masih ditangannya. “ Lalu kau tidak membalasnya?” Tanya Kyuhyun.

“ Tidak. Karena aku tidak mau melakukan apa yang ia inginkan. Dia memukulku karena dia ingin mencari kesalahanku. Dia ingin aku membalas perbuatannya hingga ia bisa membuat alasan pada Kakek. Lagipula Daddy tidak akan suka jika aku memukul seseorang –walaupun seringnya aku memukul Daddy.” Tutur Hyunsa.

Kyuhyun terdiam untuk beberapa detik lalu ia meneruskan pekerjaannya. Satu per satu alat makan yang sudah bersih, dikeringkannya dan dimasukkan kedalam lemari. Entah, Kyuhyun merasa kalau apa yang dilakukan Hyunsa adalah sebuah refleksi kasih sayang seorang anak pada orangtuanya yang rela melakukan apapun demi kebahagian orangtuanya. Terlebih Siwon menjadi orangtua tunggal selama lima tahun dan jujur saja, Hyunsa cukup sering membuat masalah.

“ Aku melakukannya untukmu dan Daddy. Aku mungkin tidak akan sepenuhnya menyetujui pernikahan kalian, tapi aku hanya ingin Daddy bahagia. Aku mungkin bukan anak yang baik untuk Daddy, tapi paling tidak kau bisa menjadi pendamping hidup yang baik untuk Daddy.” Ujar Hyunsa lagi.

Sekali lagi, Kyuhyun menatap seorang gadis berusia delapanbelas tahun tersebut dengan lekat. Hyunsa menarik nafas dan mematikan keran air. Pekerjaannya telah selesai. Hyunsa kemudian mengeringkan melepaskan sarung tangan karet dan menatap Kyuhyun. Ia tersenyum tipis dan memeluk Kyuhyun.

“ Tolong bahagiakan Daddy, ne? Appa..”

*****

NOTE: Okay.. aku tahu penempatan setiap scenenya terkesan kacau. tapi sepertinya saat menulis ini otak aku lagi sama kacaunya. ini terkesan lambat, banget malah. tapi aku mau selesaiin dulu sama si dahyun. mungkin part berikutnya konfrontasi sama Abeojinya siwon? I dont know. well.. bagian tengah -kalian tahu maksudku- itu kalau aneh bin kacau harap maklum ya. masih pemula saya bikin scene yang begitu. gak akan bosen bilang ini “Sorry for typos”.. ehehehe…

SS5? Siapa yang nonton? 😉

Advertisements

50 thoughts on “[SF] Only One Part 13

  1. Oh My …
    Eonni, “itu” yg ku tunggu2 o.O .
    Keren… Keren..
    Tp tempatny g cukup keren. Siwon g romantis ah XD .
    Mauny ‘kan nyewa hotel, gitu. Kekeke…
    But, eonni..
    Panggilan Hyunsa ke Kiyu jgn appa dong. Aneh kedengaranny. Umma/Mommy/Mama atau apa lah. Tp jgn appa -_-

  2. sampe lupa ini ff awalnya gmn.. hahahah
    untung sempet inget2 lagi2..
    semakin kemari, hubungan wonkyu smkn serius..
    oke.. ttp di tunggu up date nya yah..
    jgn lama2.. please..

  3. Aku g terlalu konsen sm bacaan lain selain yg di dlm mbl saeng,sumpah,ini bnrn km?a…aaaa!!!kaget tetiba ada adegan itu!aku bahagia saeeeeng,bahagiaaaaa bngt!finally…mereka melakukanny!!yess!!dn itu akn terjadi lg kn??*plakk

  4. Kata2 yg ini nyesekin “…..aku tidak suka melihat kekasihku satu meja dengan gadis, eoh? Aku lebih baik menunggu di lobby. Okay?” ya ampun miris bgt mereka ㅠㅠ Tapi setidaknya Kyu ga nolak dicium Siwon walaupun di depan umum. Dahyun udh tau Siwon menyimpang tapi ttp terobsesi? Kasian bgt. ㅡ.ㅡ Diera luluh ya jadi mau dipanggil Hyunsa? Emang lebih enak Hyunsa sih 😀 Well, smut nya pelan tapi bikin merinding. Aku lebih suka pelan-pelan daripada terkesan buru2^^b Iyakah kl ‘having sex’ itu ‘wangi’ tubuh nya bakalan nempel? ‘-‘ Aku pengen nangis baca kalimat terakhir huhuhuhu T_T Perjalanan WonKyu masih panjang, am i right? :p Chapt ini panjang dan aku sukaaa~ keep writing yaaa \,/

  5. kya…. mereka ngelakuin “itu”
    aq suka.. #plak

    hyunsa manggil kyuhyun “appa” berarti udah diterima ya
    g sabar nunggu chapter slanjutnya, penasaran ama konfrontasi abeojinya siwon
    itu si dahyun pengen tak uyel-uyel, ngotot bgt sih

  6. OH MY WONKYU!!
    Gw paling suka adegan dimobil!!
    *ketauan yadongnya*
    HOT MA MEN!
    Karna menurt gw,
    melakukan ‘itu’ dimobil akan terasa berartus kali lebh hot ketimbang melakukan ‘itu’ diranjang.
    Muahahahah

    Hyunsa..
    Thx for everything u have do for wonkyu!
    Ah gw ga tau mau koment apa.
    Yg jelas.
    Gw pengen dahyun mati!!

  7. OH MY WONKYU!!
    Gw paling suka adegan dimobil!!
    *ketauan yadongnya*
    HOT MA MEN!
    Karna menurt gw,
    melakukan ‘itu’ dimobil akan terasa berartus kali lebh hot ketimbang melakukan ‘itu’ diranjang.
    Muahahahah

    Hyunsa..
    Thx for everything u have do for wonkyu!
    Ah gw ga tau mau koment apa.
    Yg jelas.
    Gw pengen dahyun mati!!!

  8. sumpah
    chap ne keren pke bgt pkokny
    bagus bgt karakter diera dsni
    siiip dech
    like like like

    aduuuh
    it sii wonkyu msh smpt aj nc d mobil
    tp gpp seh
    jd bonus
    hahaha

    ok siiip
    lnjuuut ne
    d tunggu
    keep writing

  9. eeeh bagian tengah??
    yang mana y??#sok polos
    siwon bnr2 ga bs milih tempat#plaaak
    padahal itukan yg pertama.iyakan..iyakan…
    tpi mungkin biar berkesan n ingt trus kli ya makanya milih d mobil.
    ato malah karna ga nahan?!?heee
    mm nde sepertinya part ni byk bgt typo#plaaak.
    byk kta yg kepotong sprtinya.
    selebihnya selalu suka ma ni ff apalagi sepertinya konflik na dah bkl memuncak tuk mslh dahyun.
    sng bgt dh dpost.
    tnggal nungguin two face.

    ss5??
    insyAllah nonton.
    nonton juga?

  10. waaw..’itu’ nya ga kacau kok saeng,tpi terkesan tersentuh malah .
    aku suka BANGEEETT xD
    *apa deh -_-
    err..dahyun-ah..kau bakal kalah sma hyunsa,aku yakin itu !
    ck,anak kecil di lawan .
    haha
    okesipp..permasalahan dahyun hampir slesai,tinggal masalah aboji’a nih .
    doh udh was2 dluan nih -_-
    kyaa..itu arti’a wonkyu merried nih ? waah mudah2an iya,biar cepet slesai nih ff .
    hoho
    yo wish keep writing saeng ^^

  11. seruuuuuuu…..

    Hadeuh, Siwon bener-bener dah ga tahan sampe-sampe ngelakuin ‘itu’ di mobil.

    Tegang banget kalo Dahyun sudah ketemu Hyunsa.
    Jadi takut Dahyun ngelukain Hyunsa, moga nggak!!

    Pokoknya makin seru, ditunggu lanjutannya…..

  12. Siwon gak elit Masa Nc’an di mobil ckck.
    Tapi it hot loh walau tempatnya maksa hoho.
    Dahyun perlu di rujak nh berani nampar hyunsa.

  13. Inti.a adl,, reader.a pd demen yadong! Kekeke,, smua komen ngarah k situ smua,,
    oke,, byk typo n kalimat tak lengkap,, d maklumi,, kalo aq tangkap, sharus.a Dahyun yg muncul nti jd yg terakhir utk minta maaf,, yah,, kalo author.a ga m’perpanjang mslh.a si. Jd tinggal Mr Choi Senior aj sbg langkah akhir, mnurut q. Tp smua bs lain tergantung anda. Hehe,, dan scene trakhir tu hyunsa ga mcium ‘bau’ daddy.a d tubuh kyuhyun? Kok bs? d tunggu lnjtn.a,,
    btw q mw protes,, kmrn tuh knp acara voting.a d adakan pd slh satu ff shounen ai,, kan the president kalah vote jd.a,,#cembetut
    mana lg mayoritas reader d sini fujodanshi pula,, ah, sebel. Pokok.a q mw minta the president ntar update.a PANJANG lho andiera-ssi,, ya ya ya?
    Terima kasih. #takmenerimapenolakan.

  14. err, lee Dahyun benar2 yeoja keras, uda di injak2 harga dirinya sm anak dan daddy masi aja ngotot gak mau mundur, eoh, pen lempar keluar korea #lho

    *pegangin dada* hatiku batiba berdesir aneh bc part wonkyu yg “itu” aww akhrnya mereka ngelakuin itu, di mobil??? whoahhh, itu kyuhyun Sadar kan ngelakuin”itu”?? pas dulu dit4 yg nyaman alias kasur aja kgak mau #plak

    mulai tau asal nama dr Choi Hyunsa, dan knpa kakeknya bgtu menyayangi hyunsa..

    kyaaaaa yg part ending, itu hyunsa manggil appa?kyuhyun appa *masi aneh ngelafalinya*

  15. Yaa… aku udah ketinggalan dari chap 1 jd Langsung baca chap 13
    Tp ya udah lh ….. Ditnggu lanjutan nya

    *ff nya keren!!

  16. Anyeong…Hanna Shin Ji imnida salam kenal.
    ~~Ff’y kereennn Eonni.,gumawo.Mg aj Eonni trs smngt buat nglnjtin’y.FIGHTING !!!
    ~~Mhn izin bt bc chap yg dr awal.Msh ad diblog inikah???Pnya alamt fb ga Eonni??.Jeongmal gumawo ^_~

  17. Akhirnya diera mau di panggil hyunsa lgi,itu berkat yunho dan cmpur tangan jungsoo
    aish si dahyun ga ada matinya nih bwt ngedeketin siwon.jelas2 dia udah di tolak mentah2 sma siwon dan diera jga masih aja mencoba deketin mereka..tpi sepertinya dia melakukan kesalahan yg fatal dg menampar diera.oh ayolah walaupun diera bandel tpi diera sngat di sayang oleh kakeknya
    huwaa wonkyu akhirnya melakukan ‘itu’ utk pertama kali,di mobil pula..ya ampun kyu waktu diajakin di tempat yg nyaman(kasur) kagak mau tpi pas di mobil dia pasrah aja.mungkin kyu takut kehilangan siwon stlh melihat si dahyun…dan paginya diera malah nyium aroma kyu di tubuh daddynya,apa siwon ga mandi ya *plak
    dan pas bagian terakhir,diera manggil kyu ‘appa’ aah bahagianya,skrg tinggal nunggu siwon bilang ke appanya.ya smoga beliau menerima keputusan siwon dan tdk menimbulkan mslh bgi wonkyu

  18. hyunsa memanggil babykyu dng appa?? wah..senangnya, sedikit demi sedikit hyunsa akan menerima babykyu menjadi pendamping ayahnya. first night?? so sweettt, tp np hrs di mobil?? untung aja gak ada yg tahu..jd bisa di selesaikan dng tuntas, he..he.., padahal kemarin2 babykyu masih blm siap kl utk iya..iya.. ama siwon tp skr..wowww. lanjutnya jng lama2, okey..perjalanan wonkyu hrs berjalan dng lancar.

  19. Telat baca. Semalam tepar karna sakit. Well, aku bahkan tidak pernah benar-benar sembuh 😦

    Ya Tuhan~
    Jujur ya, ini kisahnya beneran kayak real!!
    Kk gak berniat menjadikan ini novel? O.o
    Asli, kalo di dunia real, pertentangan semacam ini bisa saja terjadi..
    Cerita kk ini mengambil setting dunia nyata banget. Konfliknya itu lho yg bikin geregetan!!
    Hyunsa yang mungkin tidak akan sepenuhnya merestui WonKyu, tp dia mengizinkan mereka bersama itu bener-bener menyentuh :’)
    Ah, Hyunsaaaaaa~ :* /jadi panggil dia Hyunsa sekarang/
    Tinggal menunggu tetua Choi mengetahui masalah WonKyu :’)
    Sepertinya semua akan semakin rumit. Ah, bukankah memang sudah rumit sejak awal? 😦

  20. finaly…ff yg q tnggu-2 di update jug! Jeongmal gomawo ne unn dh ‘ng update ff ni

    q suk bgt scene wonkyu yg di dlm mobl. G’ trllu fulgar tp ttp bkn pr readers mrinding…
    q jug suk bgt ma sikp andiera choi di chap ni, bijaksana bgt! Prthankn ne sikp mu yg sprti ini.
    Wonkyu, prjuangaknlh cnta klian pe titik drah penghbisn!*LEBAY…plgi klian kn dah ‘nglakuin i2!
    Dahyun si muk te bl, i hate you. Mati ja sana!

    Bwat sei on yg sbar ne nunggu ff TPx. abis kmu klah foting sih…
    Tp kmu tnang ja, andiera unn psti segra ‘ng update TPx. Andiera unn kn rangx adil. Dia g’ mau ‘ngcewa’in pr readers trcntax. Y kn unn???

    *se-x lgi jeongmal gomawo ne unn…moga sukses n ttp SEMANGAT…

    1. Ne~ #pasrah-?-
      ditunggu tuh TP.a,, moga2 ga mandek ide.a andiera gara2 q demo d sini, kekeke,, #kaboor. \(^o^)/

  21. Aw … Aw … Aw … Itu kenapa mesti di mobil? Kenapa gk ke hotel aja dulu …# kekekeke

    cieeeeee … Yang udh mau di panggil hyunsa …# suit … Suit …

    dahyun rencanain apa tuch ?? Jangan sampai nyakitin kyu, siwon atau hyunsa ….

    Di tunggu lanjutan nya …. ^_^

  22. G jd hiatus 2 minggu??hurraaaayyyyy
    Lee dahyun ituuuu…cerdas tp bdoh disaat yg brsmaan (???),beneran urusan dg dahyun slesai?janjii?cape sih mrhatiin tuh yeoja,klo dah slse sukuran deh…
    Diera ani hyunsa d chap ni tenang ƴɑ̤̥̈̊ªªª..apa krna efek perubahan nama? Yg jlas sprtinya ni anak emg hrus diturnkan wataknya.
    Uhuk…uhuk…dimobil??oh my god sun…tuan choi yg trhormat,bnr2 tdk bisa “menahan” eoh?!ni pengalaman prtama mereka ani?dan dilakukan d mobil??untung gabrielle g lgsg copot baud2nya k=k=k=k=
    Hhhmmmm bagian d mobilnya halus tp g menghilangkan keinginan buat ngunyah es batu wktu bacanya ^^
    Chap dpan pngakuan k tuan besar choi…cma bsa doa dr sini

    Iya,eonni sprtinya bakal dtg k SS5,mdh2an wonkyu “beraksi”

  23. Omooo appa? Hyunsa udah ngerestuin hubungan wonkyu????
    Si dahyun itu bener bener salah langkah tuh, ampe kelepasan nampar diera,, ckckck apalagi ntar yg bakal dilakuin tuh yeoja

    Ummm bolehkah aku berkata aku menyekip bagian diera selain saat soo menceritakan asal usul namanya? Miaaannn >.<

    Hyaaaa siwonn speechless lah ama adegan ehemdimobilehemnya xixixi,, bener kata kyu siwon salah cari tempat kkkk. Tapii biar ga ada yg tau mobilnya dicuci sendiri aja hohoho

  24. Kalau bisa part depan ada nc-an lagi yah
    extrime nc-annya di mobil hehehe
    semoga wonkyu makin lengket, semoga kakeknya ngerestuin
    kyuhyun kasin tau aja daddy kalau hyunsa titampar sama si dahyun, terus hyunsa manggil kyuhyun kalu bisa mommy atau umma aja jangan appa, engga enak dengernya

  25. kutunggu bukti dari siwon kalo siwon mau ‘berhubungan’ lebih sering. kkkkk…
    tapi siwon buru2 amat ya, pertama kali masa di mobil.. #dooorrr
    dan apa itu, nenek sihir berani benar tampar Diera. daddynya pun ga kaya gitu kalo lagi marah. iiihhh rasanya pengen tenggelamin ke sungaiHan…

    ga sabar liat reaksi Choi abeoji tentang hubungan wonkyu.
    oke, ditunggu next part-nya. hwaiting ^^

  26. Wah eonni ff mu tambah serius nih konflik a semoga wonkyu bisa bersatu dan bahagia… 🙂
    Eonni jgn lama” a uptade a…^_^

  27. Woah, aku kira bagian ‘itu’ bakal diprotect, tapi ternyata enggak 😀
    Tapi menurut aku, scene itu justru hot banget, karena dilakukan di dalam mobil, memacu adrenalin gimana gitu, untung gak ada yang nangkep basah mereka, haha
    Gak apa-apa alurnya lambat, karena kata orang, biar lambat asal selamat.
    Penasaran sama chapter depan, Semangat ya 😀

  28. Finally mereka nc-an >_<

    love you diera akhirnya udah bisa berpikir dewasa tapi lucu juga denger dia manggil kyu appa

  29. uwaaaaaaaa diera-yaaa xDD
    eh itu nama asli author bukan?._.
    bwahah maaf yak tapi lebih nyaman kalo manggil hyunsa itu diera TT
    huehehehexD
    WONKYU MOMENTNYA BANYAK BANGET MAKASIH NE<33
    banyakin lagi dichap depan ya?? ya? xDD
    thankseuu mwahmwah author-nim xD
    Keep writing! update soon ,ok? xD

  30. hay..
    aku sebnernya readers d ffn..
    n katanya chap 6 yg dipublihs disana adalah trakhir yawdah k blog nya karna kamu kasih blog nya,,hehehehe..
    lgs baca part 12 n 13..
    jdi digabung aja y commentnya..
    agak pusing awalnya karna chap sblumnya g dibca dlu tapi gpp,,
    walo sedikit penasaran juga tpi msih ttp ngrti koq..
    n aku katakan tegang pada chap 12 krna siwon ngajak dahyun ktmuan..
    lalu di chap 13…
    oooowwwww… ada sdikit k rate M nya y,, walo bahasanya halus bgd..
    tapi ttp ngena,,apalah itu,,hahahaha…
    awalnya pas bca deg2an,, karna itu diparkiran dahyun bisa nglyt smuanya,,hahahahaha…
    tapi bruntung mulus tanpa hambatan y,,hahahaha..
    pokoknya chap slanjutnya ditunggu y.. hyunsa comeback,, diera juga sbenernya bgus koq,,hehehe..

  31. What…!!!saat pertama wonkyu di mobil???tanpa persiapan pula…siwon bener2 dech……kyu dipanggil appa kkk….jd hyunsa punya appa dan daddy…

  32. dari pertama baca ff ini udah gemes bgt hyunsa tapi waktu di chap keberapa gitu dia annoying bgt. ah dahyun ajumma sama mengerikannya dengan hyunsa kkkk.
    next chap siwon mau ngakuin semuanya?? yeayy can’t wait :))

    thank you for replying my email, by the way n__n

  33. hhahaha.. okelah.. malam prtma dimobil… saking uda gg tahan kali tu yyaa… -,-
    sempet ngira jinho ngrekam prlakuan penamparan *?* dahyun ke hyunsa… spy dbenci skalian sma smw orng,, kbnyakan tngkah tu ahjumma… -,-
    rasanya aneh kyu dpanggil appa mski dy namja.. cz posisinya dy sbg uke n sfate lmah lmbut gtu.. mana uda ada daddy.. jdi aneh kalo pakek appa.. hheheh…
    smpet ngbayangin,, kalo ajja ada scene ato moment dmn hyunsa uda jdi gadis pnurut yg gg labil,, dmn dy uda bner2 ngrelain kyu n brmnja- mnja gtu ke kyu… hhahah..
    semngat nglanjutin buat authornya!!! *kibas pompom…

  34. wow..setelah 2 tahun akhirnya wonkyu NC an juga
    dahyun benar2 sudah melangkah…sempga hyunsa bisa cepat bergerak juga

  35. . hoho lee dahyun bnar” berani menapar hyunsa . ckckck . perbuayan na tdk mncerminkan sikap org yg lebi dewasa . apa dy tdk tau, dg dy mnampar hyunsa kesempatan na menikah dg daddy akan hilang ?
    . akhir na momdad NC-an ㅋㅋㅋ #pasangwajahpervy .
    . makin penasaran sama klanjutan hubungan momdad .

  36. wow!!! aku suka bgt pas mereka di mobil….. ┣┫A┣┫Α┣┫A ┣┫Α ketauan yadongnya….
    tapi sumpah soft bgt… authornim berhasil menghindari bagian2 vulgar yg justru kadang aku gak suka…. disini terkesan bgt kalo mereka melakukannya dgn penuh cinta…. aigoooo…. kyu hamil dong… #plak *mpreg mode on*
    dahyun sama gilanya kaya hyunsa…. ckckckck…. coba hyunsa juga nyium bau kyuhyun sama gitu kaya daddynya kan lucu ceritanya ketuker bau… *hpah ini*

  37. Finally they do that for the first time^^
    Untung aja Hyunsa ga kebawa emosi and nampar balik Dahyun, bener juga kata dia. Kalo Hyunsa nampar balik pasti itu akan jadi amunisi wanita itu untuk mendapatkan dukungan dari sang penguasa Choi.
    Dahyun, wanita yang sangat menyebalkan, menyeramkan, dan patut diwaspadai. Wonkyu tidak bisa berdiam diri saja melihat kelakuannya yg seperti orang gila. Dia sepertinya sudah terobsesi untuk mendapatkan Siwon bagaimanapun caranya..

  38. Berasa nonton drama. ^^
    Hyunsa belom bisa terima kyu 100% ya??
    Err… Adegan yang itu plis deh siwon, itu masih di mobil.
    Okeh baca 2 chapter cukup bikin aku mulai memahami ff ini. Tapi tetep penasaran part 1-11. Berasa ada yang kosong, ga lengkap.

  39. Hyunsa bener2 sayang bgt sama siwon
    Dia mau ngelakuin apapun buat bahagiain daddynya..

    Dahyun emang bener2 ngeselin, gimana coba klo siwon tau dia yg nampar hyunsa pasti siwon marah besar..

  40. Dahyun spertinya bkan tipe yg mdah mnyerah dn trlihat dy akan mncari cra laen lgi,,,salut sama hyunsa krna mampu mnghadapi dahyun dgn tnang……
    Wonkyu mlakukannya dimobil,,,krang brkelas,,,hehheheheheee
    hyunsa manggil kyu appa,,,trdengar manis…….
    Good job!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s