[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 9C

TF2

Tomorrow

“ Kau serius dengan keputusanmu?” Siwon kemudian menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Tangan kanannya masih menggenggam erat ponsel yang didekatkan pada telinganya.

“ Tidak ada yang bisa kulakukan. Paman pasti akan mengatakan yang berbeda dari sebenarnya pada Kakek. Aku tidak bisa membahayakan Narra. Selain itu, keputusan itu sudah kubuat sebelum aku datang ke rumahmu, kemarin.”

Siwon memejamkan matanya untuk beberapa detik –menikmati dengan tidak nyaman angin malam yang kini malah terasa menusuk tulang. “ Maaf. Seharusnya aku bisa membantu. Tapi Appa menyuruhku untuk berhati-hati. Kakek juga mulai curiga.”

“ Tidak apa. Aku tahu posisimu. Kita sama-sama dalam posisi yang sulit. Lagipula ini adalah masalahku sendiri.”

Siwon membuka matanya kembali. “ Tidak, Kyuhyun. Jangan bicara ini adalah masalahmu sendiri. Kurasa kalau Ji In tidak bertingkah bodoh dengan membawa Narra ke rumah, masalahnya pun tidak akan menjadi seperti ini.”

Terdengar suara tawa diseberang telepon. Siwon hanya tersenyum tipis. Ia merasa cukup lega mendengar Kyuhyun tertawa saat ini. “ Jangan begitu. Ji In hanya membantu. Kurasa yang bodoh itu Narra. Dia kabur disaat yang tidak tepat.”

“ Hey, kau juga jangan menyalahkan Narra.” Tukas Siwon.

Kembali, Kyuhyun tertawa diseberang telepon. Tapi kali ini Siwon mengerut dahi tidak mengerti kenapa pemuda itu tertawa. “ Kenapa tertawa?” tanya Siwon.

“ Apa kau tidak merasa lucu? Kau menyalahkan Ji In tapi aku membelanya. Sebaliknya, aku menyalahkan Narra dan kau yang membelanya. Sebenarnya siapa diantara mereka yang adik kita, eoh?”

Siwon mengerti dan ia hanya tertawa kecil. “ Mereka adik-adik kita, Kyuhyun.”

Tapi kemudian berubah menjadi hening. Siwon tidak tahu harus bicara apa dan Kyuhyun sepertinya juga tidak tahu bagaimana menanggapi ucapan Siwon mengenai adik-adik mereka. Adik, bahkan sampai sekarang pun mereka berdua tidak tahu harus memulai dari bagian manakah pada adik-adik mereka mengenai hubungan mereka. Ji In dan Narra masih terlalu muda untuk mengerti dan Jiwon? Dia sudah cukup dewasa. Siwon pikir tidak akan menjadi masalah.

Hanya tetap saja, ketakutan itu masih ada didalam perasaan Kyuhyun dan Siwon. Keduanya tetap diam dan mendengarkan suara deru nafas masing-masing untuk beberapa lama.

“ Hyung…” Sampai akhirnya Kyuhyun yang pertama kali memecah keheningan. “ Ini sudah larut. Besok kita harus bekerja. Selamat malam, hyung.”

“ Selamat malam, sayang. Sampai jumpa besok.”

*****

Hari Senin datang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan oleh Kyuhyun. Ini adalah hari dimana Kyuhyun kembali pada kesibukan pekerjaannya selain proyek Heesan, karena pada hari ini juga ia akan memberikan seluruh dokumen proyek Heesan pada Pamannya.

Kyuhyun berjalan menuju ruangan Pamannya yang terletak dilantai delapanbelas, dengan Donghae mengikutinya dari belakang dan membawa semua dokumen proyek Heesan. Donghae menatap punggung Kyuhyun dengan bingung. Pagi ini, setelah sampai dikantor, Kyuhyun langsung memintanya untuk mengumpulkan semua dokumen mengenai project Heesan dan ikut bersamanya untuk mengantarkan d0kumen-dokumen itu ke ruangan pamannya. Donghae tidak tahu apa alasan dibalik pengalihan tanggung-jawab project Heesan –karena Kyuhyun hanya bungkam setiap kali Donghae bertanya.

“ Kyu– maksudku Sajangnim, Kenapa anda memberikan proyek ini pada GM Cho? Bukankah Presdir meminta anda sendiri untuk mengawasi proyek Heesan?” Tanya Donghae, dengan hati-hati. Karena dilihat dari sisi manapun, sepertinya mood Kyuhyun tidak terlihat baik pagi ini.

“ Kenapa? Bukankah hasilnya akan sama saja. Lagipula yang terpenting kita mendapatkan proyek ini, urusan siapa yang mengawasinya itu tidak akan jadi masalah, bukan. Dan berhenti bertanya, Lee Donghae-sshi.” Tutur Kyuhyun dengan ringan. Seakan ia sama sekali tidak keberatan jika harus menyerahkan proyek ini pada pamannya.

Donghae tahu ada sesuatu yang ditutupi Kyuhyun darinya. Ia tahu karena Kyuhyun memintanya untuk tidak terus bertanya. Karena jika Donghae terus bertanya, Kyuhyun akan kehilangan kesabarannya untuk menahan emosinya dan mengeluarkan apa yang ditutupinya. Hasilnya, tidak akan baik untuk siapapun. Dan kini Donghae hanya diam. Tapi ada satu hal yang bisa ditebak oleh Donghae. Kyuhyun memperoleh ijin agar Narra tetap kuliah di Korea. Itu terlihat jelas.

Mereka kini berada didepan pintu ruangan GM Cho Gyushik. Kyuhyun memberi isyarat pada sekretaris pamannya untuk memberitahu kedatangannya. Dan selagi sekretaris itu memberitahu GM Cho tentang kedatangan mereka, Donghae mendekati Kyuhyun dan berbisik. “ Kau yakin dengan hal ini? Dan oh, mungkin aku harus memberi selamat karena ijin Narra untuk kuliah di Korea telah kau dapatkan.”

Kyuhyun tersenyum.

“ Silahkan masuk sajangnim, beliau sudah menunggu anda.”

Kyuhyun mengangguk dan berjalan masuk kedalam ruangan tersebut. Donghae menarik nafas berat terlebih dahulu, sebelum akhirnya ia mengikuti Kyuhyun memasuki kandang serigala.

*****

“ Direktur Choi?” Siwon mendongakkan kepalanya dan menatap sekretarisnya yang berdiri diambang pintu. “ Presdir ingin anda menemuinya sekarang. Diruangannya.”

Siwon mengernyit begitu mendengar Kakeknya ingin menemuinya tapi diruangannya sendiri. Karena biasanya, Kakeknya sendiri yang akan menemuinya jika ingin mengatakan sesuatu. Siwon kemudian langsung berdiri dan meninggalkan ruangannya. Setelah keluar lift yang membawanya sampai ke lantai duapuluh lima Siwon berjalan melewati lorong menuju ruangan Presdir. Dan Siwon bisa memperkirakan kalau Kakeknya akan memakinya habis-habisan karena tidak mendapatkan proyek Heesan. Selain itu, mengenai Cho Kyuhyun yang kemarin datang kerumah Choi –atau mungkin juga mengenai hubungan intimnya dengan penerus Cho’s Group. Apakah kakeknya sudah mengetahuinya? Jawabannya pun Siwon tidak tahu.

Kini Siwon sudah berdiri di depan pintu ruangan Kakeknya. Siwon menarik nafas pelan lalu menyentuh gagang pintu dan membukanya secara perlahan. Siwon melihat Kakeknya sedang mengobrol dengan seseorang yang ia kenal. Seseorang yang tidak dilihatnya selama lima tahun terakhir.

“ Heechul hyung?”

Tn. Dongha dan orang yang dipanggil Heechul hyung menoleh.

“ Siwon-ah, lama tidak jumpa.” Sapa Heechul, atau Kim Heechul –kakak sepupu Siwon dari pihak ayah. Kim Heechul, orang yang seharusnya menempati posisi Siwon saat ini.

Siwon berjalan masuk dan menutup pintu sebelum ia berjalan mendekati meja kerja kakeknya. Heechul tersenyum padanya dan menepuk bahunya. Siwon hanya tersenyum tipis lalu memberi salam pada Tn. Dongha yang terus menatapnya dengan tatapan marah. Kini bahkan suasanan ruangan tersebut berubah menjadi sangat mencekam.

“ Kau pasti sudah tahu alasan Kakek memanggilmu, bukan?” Tuan Dongha mulai berbicara.

Siwon mengangguk kecil. Heechul menatap Kakek dan Siwon bergantian. Jelas, sekali ada ketegangan diantara mereka. “ Oh Ayolah, Kek. Kau sudah janji untuk tidak memarahi Siwon karena tidak mendapatkan proyek itu. Lagipula, aku sangat tidak menyukai suasana tegang seperti ini.” tukas Heechul, sembari duduk disalah satu kursi didepan meja kerja.

Siwon mengernyit mendengar ucapan Heechul. Bagaimana sepupunya tahu kalau ia tidak mendapatkan tender proyek? Apakah Heechul dan Kakeknya sudah mengobrol banyak sebelum ia datang? Apa saja yang mereka bicarakan? Well.. terlalu banyak pertanyaan yang berputar dikepala Siwon saat ini. Ia sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih.

Tn. Dongha mendesis. “ Kau tidak tahu apa yang sepupu-mu ini lakukan selain mengacaukan proyek Heesan.” Siwon hanya diam. Setidaknya Siwon tahu persis kakeknya sedang menyindirkan akan sesuatu. Tapi Siwon tidak berani berasumsi mengenai apapun sindiran tersebut.

“ Memangnya apa? Apa dia berbaikan dengan keluarga Cho?” Heechul sepertinya hanya asal tebak. Itu adalah salah satu kebiasan jelek Heechul, selalu bicara asal tanpa memperdulikan waktu dan tempat, atau bahkan hal apa yang sedang dibuat lelucon olehnya. Selain bersikap sangat menyebalkan tentunya –atau paling tidak Ji In menganggap Heechul itu kadang menyebalkan, sangat menyebalkan.

Siwon dan Tn. Dongha meliriknya. Tapi sepertinya Heechul tidak menyadari hal itu. Tn. Dongha hanya bisa menarik nafas berat menghadapi kelakuan cucu tertuanya ini. Heechul memang selalu terlihat acuh pada apapun, termasuk pada pekerjaan. Itulah alasan Tn. Dongha memberikan posisi yang seharusnya dimiliki Heechul pada Siwon. Heechul selalu bersikap santai jika berurusan dengan pekerjaan, bahkan jika ia tidak mendapatkan tender dan kalah dari Cho’s Group. Tn. Dongha tidak ingin Choi Inc. hancur karena sikap santai Heechul seperti itu, dan memindahkannya kesalah-satu perusahaan Choi Inc.

“ Sebenarnya Kakek memanggilku pulang untuk apa? Kantorku tidak bisa ditinggal terlalu lama. Banyak pekerjaan yang menumpuk di Beijing.” Kali ini Heechul bertanya lagi. Sepertinya Heechul mengalihkan pembicaraan. Selain itu, Heechul juga merasa penasaran. Kemarin ia mendapat telepon dari kakeknya yang memintanya untuk kembali ke Seoul dan meninggalkan pekerjaannya di Beijing –salah satu kantor cabang Choi Inc.

Tuan Dongha kini menatap sang cucu tertua dengan serius. “ Kakek ingin kau kembali ke Seoul. Tempati posisi Manager Strategi Pemasaran yang ditinggalkan Manager Song. Dan bantu Siwon, hingga ia tidak bisa mengacaukan lagi.” ucap Tuan Dongha.

Siwon masih terdiam, tidak mengatakan sepatah kata apapun sejak ia masuk keruangan kakeknya. Sedangkan Heechul mengernyit. “ Kakek yakin? Bukannya, Kakek memindahkanku ke Beijing untuk…”

“ Turuti ucapan Kakek, Kim Heechul. Atau kau mau Kakek pergi ke pusat administrasi dan mengganti namamu menjadi Choi Heechul? Terlebih orangtua-mu sudah bercerai dan Kakek tidak ingin kau terus memakai nama belakang laki-laki brengsek itu.” Sela Tn. Dongha, sekaligus terdengar mengancam.

Heechul terdiam. Kedua orangtua-nya memang sudah bercerai sejak sepuluh tahun lalu, karena Ayahnya mengkhianati Ibunya –yang adalah putri kesayangan Tn. Choi Dongha. Dan sang kakek terus bersikeras meminta Heechul untuk mengganti nama marganya menggunakan marga Choi, tapi Heechul selalu menolaknya. Alasannya yang diberikan sangat tidak masuk akal, bagi Tuan Dongha. Nama Choi Heechul terdengar sangat aneh, sekaligus menjijikkan. Heechul menghela nafas dan kembali berdiri.

“ Arraseo! Aku akan menurut, bahkan aku selalu menurut pada Kakek, bukan?! Kalau begitu, biarkan aku pergi dan menemui sepupuku yang menyebalkan satu lagi. Siwon-ah.. Ji In masih disekolah bukan?” Siwon tersentak dan hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Heechul.

“ Baguslah, biar aku yang menjemputnya.” Ucap Heechul, yang kembali menatap Tuan Dongha. “ Ohya, lalu Kakek mau aku pindah kapan?”

“ Hari ini juga!” jawab Tn. Dongha tegas.

Heechul mendecak sebal. Tn. Dongha memang selalu terkesan memaksakan kehendaknya, tidak hanya pada anak-anaknya, tapi juga pada cucu-cucunya. Dan tidak ada yang bisa membantah perintah Tuan Besar Choi Dongha, kecuali Siwon yang berani menentang keinginan kakeknya untuk memasukkan adik-adiknya ke Choi Inc. Itu pun diperlukan usaha yang cukup keras dari Siwon.

“ Baiklah,  aku pergi!”

Heechul lalu meninggalkan Siwon dan Tn. Dongha berdua saja diruangan tersebut. Dan membuat suasana berubah kembali tegang. Dan Siwon sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa disituasi seperti ini. Sepertinya apapun yang akan dikatakannya, malah akan membuat Kakeknya bertambah marah.

Tuan Dongha menatap Siwon dengan serius –bahkan sepertinya terlihat lebih marah dari sebelumnya. Siwon menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Ia benar-benar tidak siap dengan segala amukan kakeknya sekarang ini. Mengenai apapun itu. Tapi kemudian, Tuan Dongha menekan tombol intercom.

“ Sekretaris Kim, masuklah.” Ucap Tuan Dongha. Siwon mengernyit tidak mengerti. Kemudian, pintu kembali terbuka dan Sekretaris Kim sudah berdiri disamping Siwon.

Kini penerus Choi Inc. tersebut benar-benar tidak mengerti dengan semua sikap yang ditunjukan oleh kakeknya. Siwon bahkan tidak berani untuk sekedar menerka apa-apa saja yang sudah diketahui kakeknya sekarang ini.

Lalu Tuan Dongha berbicara lagi. “ Mulai hari ini, Sekretaris Kim akan menjadi sekretarismu, Siwon. Dia yang akan mengatur dan mengawasi semua jadwalmu. Dan ini adalah perintah, Choi Siwon.”

*****

Setelah menemui Pamannya, Kyuhyun kembali ke ruangannya dan berfokus pada pekerjaan yang lain. Setelah proyek Heesan sudah diberikan pada Pamannya, Kyuhyun sedikit merasa bisa bernafas lega karena pekerjaannya telah berkurang. Sekarang, ia tinggal menyelesaikan apa yang masih harus dikerjakannya sebelum ia menyerahkan posisinya Pamannya.

Akhirnya, Kyuhyun sudah mantap untuk memberikan posisinya pada Pamannya. Kyuhyun tak begitu tahu apa penyebab Paman Gyushik hingga kehilangan jabatan yang seharusnya dipegang oleh Pamannya setalah Ayahnya meninggal dunia. Dan Kyuhyun tidak ingin mengetahui alasannya. Toh, itu hanya permasalahan antara paman dan kakeknya semata. Kyuhyun hanya akan ikut campur hal apapun jika melibatkan Narra.

Kyuhyun menjabat sebagai CEO Cho’s Group pun demi Narra. Hanya demi kepentingan Narra. Tapi kini setelah lima tahun, Kyuhyun mulai merasa lelah dengan semua yang dikerjakannya selama ini. Pamannya semakin kuat menekannya dan Kakeknya pasti tidak akan menyetujui keputusannya untuk mundur sebagai CEO. Namun, jika ia menduduki jabatan lain di perusahaan Kakeknya tidak akan terlalu protes bukan?

Selain itu, Kyuhyun juga memikirkan hubungannya saat ini dengan Siwon. Entah, hanya ia merasa jauh lebih mudah tapi sekaligus rumit. Kyuhyun tahu persis masalah yang dihadapinya saat Siwon mengatakan mencintainya sewaktu di Jeju. Dan Kyuhyun jelas langsung menolak pemuda itu. Tapi bagaimana bisa ia menjadi sangat lemah dan kemudian berbalik mengkhianati keputusan yang dibuat sebelumnya? Ia menerima Siwon menjadi bagian dari kehidupannya yang rumit.

Kyuhyun pasti sudah gila karenanya.

Dan ditengah kesibukannya –memikirkan pekerjaan, hubungannya dengan Siwon dan masa depan Narra. Well, ada begitu banyak hal yang memenuhi kepalanya hingga rasanya Kyuhyun tidak bisa bertahan– tiba-tiba ponselnya bergetar. Kyuhyun segera meraihnya dan mengernyit saat membaca pesan yang masuk.

From: Donghae Lee

Mau makan siang di Saerish? Donghwa hyung yang traktir.

Kyuhyun menarik nafas berat. Rasanya sedikit aneh tiba-tiba Donghae mengajaknya makan siang di Saerish. Tapi sepertinya tidak terlalu rugi juga. Kyuhyun lalu mengetik balasan pesan untuk Donghae.

To: Donghae Lee

Baiklah. Tapi aku mau private lunch.

Sedikit berlebihan, memang. Tapi Kyuhyun sangat tidak suka diperhatikan oleh orang banyak ketika ia berada diruang publik. Terkadang, Kyuhyun lebih senang membooking satu ruangan private atau bahkan satu cafe sekalipun untuk dirinya sendiri –atau mengajak Donghae dan Narra. Sangat boros tapi cukup nyaman.

From: Donghae Lee

Baik, Tuan Muda.

*****

“ Heechulie oppa!!!” seru Ji In sembari berlari menghampiri Heechul yang menunggunya didepan pintu gerbang sekolah. Heechul yang berdiri disebelah mobil hanya tersenyum sembari melambaikan tangannya. Ji In langsung menghambur memeluk Heechul dengan erat.

“ Aigo… Ji-nie tersayang ternyata sudah besar.” Tukas Heechul.

Sontak Ji In langsung melepaskan pelukannya dan memukul lengan Heechul jengkel. “ Jangan ikut-ikutan seperti Siwon oppa! Hentikan panggilan menjijikkan itu.” Protes Ji In.

Heechul hanya tertawa dan mengacak rambut Ji In lembut. “ Arraseo! Dan… siapa teman-mu ini?” Ji In menoleh dan mendapati Narra berada dibelakangnya. Ia lupa kalau sedang bersama Narra, ia terlalu senang melihat kakak sepupunya yang baru saja kembali.

Ji In menggaruk tengkuk lehernya dengan canggung. “ Oh.. dia temanku. Err….” Ji In mengalami kesulian untuk memperkenalkan Narra pada Heechul.

“ Narra imnida.” Sahut Narra yang diikuti dengan lirikan Ji In padanya. Narra kemudian sedikit membungkuk dan tersenyum pada Heechul.

Heechul tersenyum. “Annyeong, Narra-ya. Euh.. tapi apa hanya Narra? Maksudku bagaimana nama keluargamu?” tanya Heechul.

“ Kim Narra.” Jawab Narra dengan santai. Ia sengaja memakai nama marga dari sang Ibu untuk menghindari kecurigaan Heechul –untuk sementara. Lagipula setidaknya dengan mengaku sebagai Kim Narra dan bukannya sebagai Hyunra, agaknya masalah dikemudian hari tidak akan begitu besar.

“ Kim Narra. Senang berkenalan denganmu, Narra-ya.” Narra masih tersenyum pada Heechul. Setidaknya Heechul tidak terlihat curiga.

Ji In lalu memeluk lengan Heechul dengan manja tapi kemudian disambut oleh tatapan aneh Heechul sendiri. Karena Ji In adalah bukan tipe gadis yang suka bermanja-manja dengan orang lain –walaupun saudaranya sendiri. “ Ohya, kapan Oppa kembali dari Beijing?” tanya Ji In, mengalihkan pembicaraan.

“ Baru saja. Dan kakek menyuruh oppa untuk kembali bekerja di Choi Inc. membantu kakak menyebalkanmu itu.” Ji In mengangguk mengerti. “ Ohya… mau makan ice-cake? Narra juga boleh ikut.” Ajak Heechul.

Ji In kemudian melepaskan lengan Heechul. Ia juga mengerucutkan bibirnya lucu. “ Maaf, Oppa. Tapi tidak bisa. Kami sudah ada acara lain. Tugas akhir sekolah dan ini benar-benar sangat mendesak.” Well… Ji In tidak sepenuhnya berbohong untuk yang satu ini.

Heechul mendesah kecewa. “ Hahh… baiklah. Kapan-kapan saja kita makan ice-cake-nya. Lalu kalian mau kemana sekarang? Biar aku antar.”

“ Tidak. Tidak perlu. Kami bisa naik bis. Lagipula tempatnya tidak jauh dari sini. Oppa pulang saja ke rumah. Eomma pasti senang melihat Oppa datang. Ini sudah lama sekali sejak Oppa pindah ke Beijing, bukan?” tutur Ji In.

 “ Tidak terlalu lama, Ji-nie. Baiklah.. kalau begitu sampai jumpa dirumah, okay. Mungkin aku akan menginap. Jangan pulang terlalu malam, arraseo.” Ujar Heechul. Ji In tersenyum dan mengangguk semangat.

“ Arraseo. Baiklah, kami pergi dulu ya.” Pamit Ji In.

Heechul hanya tertawa kecil dan mengangguk. Narra lalu sedikit membungkuk dan mengikuti Ji In berjalan menuju halte bis terdekat. Heechul kembali menarik nafas sembari memperhatikan kedua gadis yang mulai berjalan menjauhinya.

“ Kim Narra. Kenapa wajah-nya terkesan begitu sangat familiar, ya?” tukas Heechul pelan.  “ Wajahnya mirip dengan wajah Cho Kyuhyun.”

*****

“ Kita mau kemana, Hyuk?” tanya Siwon dengan malas. Ia sedang tidak ingin makan diluar kantor tapi Hyukjae malah terus-menerus menariknya pergi. Tapi walaupun begitu, Siwon merasa cukup beruntung Hyukjae mengajaknya pergi dan Sekretaris Kim sama-sekali tidak mengikutinya –sesuai dengan perintah Kakeknya– jadi, ia sedikit bernafas lega.

“ Saerish. Kita makan siang disana. Lagipula kita sudah lama sekali tidak makan siang bersama, bukan? Ayolah… hanya sekali-kali, Won.” Sahut Hyukjae yang sibuk menyetir.

Well… karena Hyukjae yang memaksa, maka Hyukjae-lah yang harus menyetir. Siwon benar-benar sedang tidak mood melakukan apapun. Bahkan masih ada beberapa dokumen yang menumpuk dimeja kantornya yang tidak disentuh olehnya, setelah ia selesai menemui kakeknya. Kakeknya adalah penghancur mood yang terbaik.

“ Saerish? Aku belum pernah dengar nama restauran itu. Tapi ah.. terserahlah. Kalau makanannya tidak enak, kau yang bayar.” Tukas Siwon.

Hyukjae mendecih. “ Tapi kalau enak dan moodmu berubah menjadi baik, maka kau harus mentraktirku makan siang selama seminggu. Deal?”

Siwon melirik sahabatnya dengan jengkel. Hyukjae selalu bisa memanfaatkan semua keadaan. Sialnya, Siwon akan selalu mengalah pada sahabatnya. Entah kenapa. “ Terserah, Lee Hyukjae. Terserah!”

*****

Donghae dan Kyuhyun kini sedang menunggu pintu lift terbuka. Sesekali, Donghae melirik kearah Kyuhyun yang sibuk melamun. Sekilas Donghae menghela nafas berat. “ Apa yang sedang kau pikirkan, Kyu?”

Beruntung, didalam lift itu hanya ada mereka berdua. Jadi, Donghae tidak perlu canggung untuk bicara dengan Kyuhyun.

“ Tidak ada.” Ucap Kyuhyun singkat. Dan Donghae tahu bahwa itu adalah kebohongan.

“ Cho Kyuhyun bukanlah orang yang pandai berbohong.” Tukas Donghae.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menoleh menatap Donghae serius. “ Aku bukan pembohong yang pandai, tapi aku jelas bisa menipumu Lee Donghae.”

Dan kemudian pintu lift terbuka. Kyuhyun berjalan keluar meninggalkan Donghae yang terlihat bingung dengan maksud ucapan Kyuhyun. Kemudian Donghae mengejar Kyuhyun yang kini berjalan diantara mobil-mobil yang terparkir di basement.

“ Hey… maksud ucapanmu tadi apa? Menipuku? Kau menipuku mengenai apa? Cho Kyuhyun…!” seru Donghae –setengah menaikkan nada bicaranya.

Tapi Kyuhyun tidak bergeming. Ia masih terus berjalan menuju mobilnya sembari mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya. Kyuhyun berjalan kearah kanan dan melemparkan kunci tersebut pada Donghae.

“ Kau yang menyetir, Lee Donghae-sshi.”

*****

Kyuhyun dan Donghae memasuki sebuah restoran Saerish milik calon istri dari kakak Donghae, Lee Donghwa. Sebenarnya Saerish adalah gabungan usaha Donghwa serta calon istrinya dan baru dibuka selama satu setengah tahun. Tapi usaha restoran ini berjalan cukup baik hingga hari ini.

Kyuhyun menatap Donghae setelah ia memperhatikan seluruh restoran yang sepi dari pengunjung. “ Kau benar-benar membooking tempat ini? Apa Donghwa tidak marah?” tanya Kyuhyun.

“ Kau bilang sendiri mau private lunch. Lagipula ini memang sedang masa istirahat restoran. Jadi, tidak masalah. Aku juga sudah memastikan dengan Donghwa hyung.” Sahut Donghae yang berjalan masuk lebih dalam.

Kyuhyun hanya mengedikkan bahu, tidak peduli. Ia terus berjalan masuk mengikuti Donghae sampai akhirnya langkah kakinya harus terhenti karena melihat ada orang lain didalam restoran tersebut. Sepertinya Kyuhyun mulai menyadari bahwa Donghae sedang menjebaknya. Donghae menjebaknya untuk bertemu dengan Choi Siwon.

Nyatanya, Lee Donghae juga penipu yang ulung.

Selain itu, reaksi yang sama diberikan oleh Siwon. Ia menoleh pada Hyukjae yang kini malah berpura sibuk dengan ponselnya. “ Hyukjae-ya…” bisik Siwon dengan nada tidak suka.

Hyukjae mengangkat kepalanya dan menatap Donghae –menghindari dari tatapan marah Siwon. “ Oh.. Donghae-ya! Kemari!!” Hyukjae lebih terdengar seperti memberi perintah. Ia tidak suka dengan situasi Siwon saat ini.

Donghae mengangguk dan kemudian berbalik menatap Kyuhyun yang masih terdiam ditempatnya berdiri. Donghae menghela nafas –sedikit takut. “ Kyuhyun-ah.. ayo duduk.” Kemudian Donghae langsung menuju meja yang sudah ditempati Siwon dan Hyukjae. Ia memilih duduk dihadapan Hyukjae.

“ Kyuhyun-ah…” panggil Donghae lagi. Kyuhyun menarik nafas –mengembalikan sistem kerja tubuhnya yang sempat terhenti untuk beberapa saat karena terlalu terkejut dengan jebakan Donghae. Dan entah kenapa, Kyuhyun juga merasa Hyukjae terlihat dalam hal ini.

Kyuhyun berjalan menuju meja dan –sedikit terpaksa– duduk dihadapan Siwon. Sontak seluruh suasana didalam restoran tersebut berubah menjadi dingin dan sama persis seperti suara pemakaman yang menyeramkan. Hyukjae dan Donghae saling bertukar-pandang. Rasanya ini menjadi lebih buruk.

Kyuhyun melirik Siwon dengan dingin. Ia menghela nafas pendek dan kemudian sengaja mencari objek pengalihan lain. “ Donghae-sshi, ingatkan aku bahwa kau harus menyerahkan laporan dari Hanpyon malam ini juga.” Tukas Kyuhyun pelan tanpa menatap Donghae.

“ N-ne? Malam ini? Ta-tapi Kyu…” Donghae kemudian hanya bisa menghela nafas pasrah. Toh, rasanya pun percuma. Kyuhyun sudah marah padanya. Jadi, lebih baik ia menurut ketimbang Kyuhyun akan mengamuk jauh lebih parah. “ Arraseo.” Gumam Donghae –akhirnya.

Siwon kini menatap Kyuhyun dengan lekat. Ia mungkin bisa mengerti dengan maksud dibalik ucapan Kyuhyun pada Donghae. Dan tidak seharusnya ia memberikan respon, hanya saja…

“ Jangan terlalu menekan pegawaimu sendiri, Kyuhyun-sshi.”

Mulut Siwon telah mengkhianatinya. Hyukjae menatap sahabatnya itu dengan horor. Siwon terlihat seperti sedang membalas perlakuan Kyuhyun pada Donghae –dan itu akan membuat bertambah kacau. Hyukjae dan Donghae kini terlihat cemas. Karena dipastikan keduanya akan kembali berdebat. Ini jauh dari rencana awal mereka.

Kyuhyun menatap Siwon. “ Bukan urusanmu, Choi-sshi. Lee Donghae adalah pegawaiku. Aku berhak melakukan apapun pada pegawai-pegawaiku.” Balas Kyuhyun dingin.

“ Tapi Donghae bukan sekedar pegawaimu, Kyuhyun-sshi. Dia juga sahabatmu, maka perlakukan dia dengan baik. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan menolongmu dikemudian hari, jika bukan sahabatmu sendiri. Atau selama ini, kau hanya menganggap Donghae sebagai “pegawai-mu” dan kau bisa memanfaatkannya kapanpun kau mau?”

Demi Tuhan, Hyukjae akan merobek mulut Siwon jika ia terus-terusan mencari masalah dengan Kyuhyun. Terlebih, Hyukjae melihat sikap Siwon sangat berbeda pada Kyuhyun. Sebelumnya Siwon mengatakan dengan jelas bahwa ia menyukai Kyuhyun. Dan sikap Siwon selama di Jeju pun terlihat sangat baik pada Kyuhyun. Tapi kenapa sekarang malah berubah menjadi sangat buruk? Apakah perasaan manusia itu sangat mudah berubah hanya dalam waktu semalam? Hyukjae rasa tidak.

Kyuhyun kini menatap Siwon dengan marah –terlihat sangat marah. Bahkan terlalu marah –mungkin– sampai akhirnya Kyuhyun memilih untuk berdiri dan meninggalkan meja. Donghae dengan cepat bertindak. “ Kyuhyun, kau mau kemana?” Donghae berusaha menahan kepergian Kyuhyun.

Pemuda itu melepaskan tangan Donghae yang memegangi lengannya. “ Aku mau kembali ke kantor. Selera makanku sudah hilang sejak aku melihatnya. Dan kenapa kau sengaja menjebakku, hyung?! ” Seru Kyuhyun dan ia juga menekankan suaranya saat menyebut “hyung”.

Donghae menghela nafas pendek. “ Maaf, Kyu. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Ayolah… kita makan siang dulu, okay? Kita bisa duduk di meja lain. Hanya saja, kau dan Siwon harus saling bicara dulu.”

“ Bicara tentang apalagi, Lee Donghae?!!” Kyuhyun tidak mengerti dengan maksud Donghae. Sepertinya ia menjadi orang bodoh karena tidak melihat keanehan dari ajakan tiba-tiba Donghae untuk makan di Saerish.

“ Cho Kyuhyun, jaga bicaramu!!” Dan tiba-tiba saja Donghwa keluar dari arah dapur. Dari ekspresi wajahnya pun terlihat bahwa ia tidak senang melihat adiknya dibentak oleh Kyuhyun. “Donghae jauh lebih tua dibandingkan dirimu!! Walaupun kau adalah atasan Donghae, paling tidak hargai dia sebagai sahabatmu!!”

Donghae menatap kakaknya dengan sedikit memohon untuk tidak ikut campur. Donghwa memang sudah diberitahu mengenai rencana hari ini, tapi sepertinya ia tetap merasa tidak senang dengan perlakuan Kyuhyun pada Donghae. Pemuda itu mungkin banyak membantu mereka berdua, tapi Donghwa tidak bisa diam saja melihat Kyuhyun bersikap kasar pada adiknya.

Kyuhyun mendecih. “ Terserah!”

Kyuhyun kemudian beranjak pergi, tapi sekali lagi Donghae menahan lengannya dan berusaha menarik pemuda itu menuju toilet restoran –untuk sekedar bicara dan menenangkan emosi Kyuhyun.

Hyukjae menghela nafas dan menundukkan kepalnya lemas. Situasinya berubah menjadi sangat kacau. Sekarang, entah mereka bisa bicara dengan baik-baik atau tidak. Sedangkan Donghwa juga terlihat tidak mengerti dengan semua ini.
“ Hyukjae-ya..” panggil Donghwa.

Sontak Hyukjae menoleh untuk menatap Donghwa. “ Aku sudah mengatakan bahwa ini akan sulit. Dan itu terbukti, bukan? Kyuhyun bukanlah orang yang mudah untuk diajak bicara.”

“ Aku tahu, hyung. Maaf, telah merepotkanmu. Aku dan Donghae yang akan mengurus semuanya.” Tutur Hyukjae. Donghwa kembali menarik nafas dan memilih untuk kembali masuk ke dapur. Setidaknya, ini adalah terakhir kali ia ikut campur.

Hyukjae kembali pada posisi duduknya dan mengecek kembali ponselnya. Berharap bahwa “otak” dibalik pertemuan hari ini bisa cepat datang dan menyelesaikan masalah yang semakin meruncing.  “ Kemana dua gadis menyebalkan itu? Kenapa belum sampai juga?”

Disisi lain, Siwon kini lebih banyak diam. Sedikit banyak ia merasa bersalah pada Hyukjae, Donghae dan mungkin juga kakaknya Donghae. Terlebih pada Kyuhyun juga. Siwon telah berbicara kasar pada pemuda itu dan membuat Kyuhyun menjadi lepas emosi.

Walaupun ini merupakan resiko dari kesepakatan mereka, tapi Siwon masih tidak nyaman mengatakan kata-kata jahat pada kekasihnya sendiri. Terlebih untuk menutupi hubungan mereka –bahkan dari Hyukjae yang sudah mengetahui bagaimana perasaan hatinya pada Kyuhyun. Tapi Siwon tidak boleh menimbulkan kecurigaan dari siapapun pada hubungannya saat ini dengan Kyuhyun.

“ Siwon-ah…” Pendengaran Siwon menangkap suara Hyukjae yang memanggilnya pelan. “ Aku tidak tahu apa yang terjadi. Sebelumnya, kau bahkan terlihat sangat perhatian dengan Kyuhyun. Walaupun dia masih bersikap dingin. Tapi kenapa hari ini kau berubah? Kenapa kau kembali bersikap dingin padanya?”

Siwon menarik nafas dan menyandarkan punggungnya pada kursi. “ Karena dia yang memintanya, Hyuk. Kami sepakat untuk melupakan semua yang terjadi di Jeju selepas presentasi Heesan. Dia telah menolakku dan memintaku untuk menghapus perasaan padanya. Walaupun tidak ingin, tapi aku harus melakukannya. Aku berusaha mengatakan dengan tegas pada diriku untuk melepaskan Kyuhyun. Tapi hari ini, kau malah membawanya kehadapanku. Dan aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Jadi, kupikir yang terbaik adalah bersikap seperti dulu. Saat aku belum menyukainya. Saat kami adalah rival.” Entah belajar dari siapa, tapi kata-kata hampir penuh kebohongan itu meluncur dengan fasih dari mulut Siwon.

Jujur, Siwon sendiri cukup terkejut dengan kebohongan yang dilakukannya. Dan kini ia berharap Hyukjae akan mempercayainya dengan sekali penjelasan. Akan sulit membuat kebohongan lainnya, jika Hyukjae masih terus melontarkan pertanyaan padanya.

“ Jadi, kau akan melepaskan perasaanmu pada Kyuhyun?” tanya Hyukjae –kali ini dengan menatap Siwon lekat.

“ Aku akan menuruti semua ucapannya, Hyuk. Itu sebagai tanda seberapa besar pengorbanan perasaanku padanya. Walaupun aku harus menjadi sakit.” Tutur Siwon. Untuk jawaban ini adalah kejujuran. Ya, Siwon akan menuruti semua keinginan Kyuhyun. Asal pemuda itu bisa merasa senang sedangkan ia sendiri harus kesakitan.

*****

“ Kyuhyun-ah…”

“ Aku sedang tidak ingin bicara apapun padamu, hyung. Dan maaf, karena membentakmu tadi. Sungguh, itu diluar kendali emosiku. Tapi aku juga sangat marah dengan perbuatanmu. Kau mengetahui jelas bagaimana posisiku tapi kau dengan mudah mendorongku masuk kedalam lubang.” Tutur Kyuhyun.

Donghae menarik nafas dan menarik tubuh Kyuhyun masuk dalam dekapannya. Ia menepuk pelan punggung Kyuhyun sekedar untuk menenangkannya. “ Maafkan aku juga, Kyu. Tapi aku melakukan ini demi kebaikanmu juga. Demi Narra. Paling tidak, aku sebagai pihak pembantu dalam pertemuan hari ini.”

Kyuhyun mengernyit. “ Apa maksudmu, hyung? Jadi, bukan kau yang merencanakannya?”

Donghae lalu melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun serius. “ Tenangkan dirimu dulu. Nanti akan kujelaskan semua. Dan aku juga minta maaf atas ucapan Donghwa padamu.”

Kyuhyun menggeleng. “ Itu salahku. Donghwa hyung hanya memberikan reaksinya. Aku yang harus minta maaf.”

Donghae tersenyum tipis. Rasanya emosi Kyuhyun sudah kembali lebih stabil dari sebelumnya. Tapi Donghae tidak bisa mengambil resiko lain dengan mengatakan bahwa Narra dan Ji In yang mengatur pertemuan hari ini. Paling tidak, harus kedua gadis itu yang menjelaskan pada kakak-kakak mereka.

“ Sekarang diam disini untuk beberapa menit. Aku akan menunggumu di meja, okay?” Kyuhyun hanya mengangguk kecil. Dan kemudian Donghae keluar dari kamar mandi untuk kembali.

Kyuhyun menarik nafas panjang dan mengeluarkan ponselnya. Kini ia terlihat sedang mengetik sesuatu.

To: S.W Choi

Maaf, atas kejadian tadi. Aku terlalu bereaksi keras. Situasi ini membuatku menjadi sulit, hyung. Apa yang harus kita lakukan sekarang?

*****

Hyukjae menarik nafas dan menghembuskan perlahan saat Kyuhyun kembali duduk satu meja bersama mereka. Walaupun terlihat sudah lebih tenang, tapi Hyukjae masih bisa merasakan aura kemarahan yang menguar dari Kyuhyun.

Dan entah kenapa, suasananya berubah menjadi lebih kaku dan menegangkan. Bahkan Donghwa yang memperhatikan dari jauh saja, tidak bisa berbuat apapun. Terlebih ini adalah rencana Donghae dan Hyukjae –ah.. tentu oleh kedua adik dari Kyuhyun dan Siwon.

Donghwa bahkan terlebih terkejut saat mendengar bahwa Narra berteman dekat dengan Choi Ji In ketimbang mendengarkan rencana konyol ini. Donghwa sempat menganggap adiknya sedang melontarkan lelucon tidak lucu saat menceritakannya. Bahkan terlalu mustahil untuk dikatakan sebagai lelucon. Hanya saja, menjadi lebih lucu ketika Donghwa dihadapkan pada Narra dan Ji In sendiri. Kedua anak gadis dari Cho dan Choi duduk bersama. Donghwa akan menganggap dirinya gila jika ia berhalusinasi.

Kini dihadapan mereka berempat sudah terhidang berbagai menu makanan, tapi tidak ada satupun berani yang menyentuhnya terlebih dahulu. Hyukjae menatap pada Donghae –seakan memberi isyarat untuk memulai.

Donghae yang mengerti maksud Hyukjae menoleh pada Kyuhyun. “ Kyuhyun-ah, ayo makan dulu. Kau bahkan bilang sendiri belum sarapan pagi ini.” Tutur Donghae.

Sekilas –tanpa mengundang kecurigaan dari Hyukjae dan Donghae– Siwon melirik pada Kyuhyun. Dan mulai menyadari bahwa wajah Kyuhyun memang terlihat pucat. Siwon merutuki dirinya karena tidak bisa berbuat apapun. Bahkan mengeluarkan satu patah katapun, rasanya terlalu sulit disituasi canggung seperti ini.

Kyuhyun menghela nafas. Ia meraih segelas air dan meneguknya hingga habis. “ Aku akan kembali ke kantor saja.”

“ Kyuhyun-ah…”

“ Hyung, ada banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan. Tenang saja, aku akan makan sesampainya di kantor.” Kyuhyun terlebih dahulu memotong ucapan Donghae. Ia kemudian berdiri. “ Ohya, aku akan naik taksi saja. Mobil kau yang bawa.”

Donghae menatap Kyuhyun yang kini berjalan kearah pintu keluar restoran. Tapi sepertinya rencana hari ini benar-benar kacau. Donghae menatap Hyukjae untuk beberapa detik lalu kembali mengejar Kyuhyun lagi. Paling tidak, Kyuhyun tidak perlu harus naik taksi. Tapi Donghae dikejutkan dengan kedatangan Narra dan Ji in. Dan jika melihat dari Kyuhyun yang hanya diam menatap kedua gadi itu, bisa dipastikan emosi Kyuhyun akan kembali meledak seperti sebelumnya. Donghae hanya bisa berharap sekarang.

“ Narra? Jadi…” Kyuhyun berbalik dan menatap Donghae. “ Hyung, kau membantu mereka?” tanya Kyuhyun pelan.

Donghae menelan salivanya dengan berat. “ Kyuhyun, aku…”

“ Membantu apa? Oppa, sedang apa disini?” tiba-tiba Narra bersuara. Sontak Donghae dan Kyuhyun memandang Narra. “ Aku dan Ji In berniat makan siang disini. Apa kalian juga mau makan siang? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” tutur Narra.

Kyuhyun menatap sang adik dengan lekat. Ia berusaha mencari celah kebohongan dari adiknya. Kemudian Kyuhyun menarik nafas berat. “ Tidak. Oppa mau kembali ke kantor. Kau makan saja, setelah ini langsung pulang. Dan sebaiknya kalian pulang secara terpisah. Mengerti?”

Narra melirik kearah Ji In dan lalu mengangguk patuh pada sang kakak. Kemudian Kyuhyun berjalan menghampiri Narra, mengusap kepala adiknya dan pergi meninggalkan Saerish. Donghae menghela nafas berat. Kyuhyun sama sekali tidak mudah. Ia menatap Narra dan Ji In.

“ Ini sudah gagal total sebelum kalian datang.”

*****

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia sedikit mendongakkan kepala menatap langit cerah hari ini. Hanya saja bulan ini hampir memasuki musim gugur, dan udara hangat perlahan mulai menghilang digantikan dengan hembusan angin yang dingin.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghirup udara banyak. “ Ini menyebalkan! Aku bahkan belum sempat menyentuh makanan itu.” Gumamnya pelan.

“ Cho Kyuhyun-sshi.”

Keheningan Kyuhyun terganggu ketika ada seseorang yang memanggil namanya. Kyuhyun sontak membuka mata dan menoleh pada sumber suara. Ia mengerutkan kening ketika melihat seorang laki-laki berusia jauh lebih tua darinya dan tersenyum padanya.

“ Siapa?” tanya Kyuhyun singkat.

Pria itu tertawa kecil –dan terdengar seperti tawa mengejek ditelinga Kyuhyun. Kemudian pria itu berjalan lebih mendekat pada Kyuhyun yang duduk pada salah satu kursi taman. Selepas dari Saerish, Kyuhyun memutuskan untuk pergi salah satu taman dekat kantor. Ia perlu menenangkan diri terlebih dahulu setelah apa yang terjadi di Saerish dan sebelum ia kembali pada rutinitasnya.

“ Kurasa namaku tidaklah penting. Tapi informasi yang akan kuberikan jauh lebih penting.” Tukas pria itu lagi.

Kyuhyun menatap pria itu dengan lekat. Seorang pria dengan tubuh yang kecil darinya tapi jelas berusia diatasnya dengan kaus hitam yang dibalut jaket kulit dan jeans berwarna gelap. Ah, tidak lupa dengan sepatu olahraga yang terlihat agak kusam. Pria itu tampak mencolok diantara pepohonan yang mulai tampak merubah warna mereka menjadi coklat tua.

Kyuhyun mendesah pelan. “ Aku tidak berminat.” Ucapnya dan kemudian Kyuhyun beranjak meninggalkan taman tersebut. Ketenangannya terganggu oleh orang asing dan Kyuhyun tidak begitu menyukainya.

“ Benarkah? Lalu jika ini berkaitan dengan Choi Siwon, apa kau masih bisa mengatakan tidak berminat?” Ucapan pria itu membuat langkah Kyuhyun terhenti. Reaksi Kyuhyun disambut oleh senyuman licik pria tersebut. “ Oh.. kau terlihat tertarik, Kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun berbalik dan menatap pria itu dengan ekspresi datarnya. “ Hentikan ucapan omong-kosongmu, Tuan.”

Pria itu kembali tertawa. “ Omong kosong? Benarkah hanya omong kosong? Aku bahkan melihatnya dengan mataku sendiri. Beberapa hari lalu di pinggir sungai Han.” Tutur pria itu lagi.

“ Apa maksudmu ucapanmu? Bicaralah lebih jelas. Aku tidak mempunyai waktu untuk membicarakan hal-hal omong-kosong dengan orang asing seperti dirimu, Tuan.” Kyuhyun membalas dengan reaksi lebih keras. Sesuai prediksi orang tersebut.

Pria itu menghampiri Kyuhyun dan mengeluarkan sesuatu dari balik jaket kulit hitam yang dipakainya. Ia menyodorkan seperti beberapa lembar kertas pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengambilnya dan melihat kertas-kertas tersebut. Kemudian reaksinya pun sama dengan perkiraan si pria. Pria kecil itu mengembangkan senyuman liciknya. “ Apa kau masih bisa mengatakan itu adalah omong-kosong, Kyuhyun-sshi?”

Kyuhyun kembali menatap pria itu. “ Siapa kau sebenarnya? Apa kau sedang mencoba untuk mengancamku?”

“ Mengancam? Itu bukan keahlianku, Tuan Muda Cho. Aku hanya memberikan informasi dan reaksimu benar-benar sesuai dengan dugaanku. Jadi, pertanyaanku selanjutnya adalah…”

“ Berapa yang kau inginkan, eoh?” Sela Kyuhyun cepat.

Pria itu memasukkan kedua tangannya pada saku jaket kulitnya. “ Ttaeng! Ini bukan mengenai uang, Kyuhyun-sshi.  Walaupun sebenarnya aku bisa mendapatkan lebih banyak dari foto-foto itu, hanya saja aku masih berbaik hati padamu. Dan juga Choi Siwon.”

“ Lalu apa yang kau inginkan?!”

*****

Narra menghela nafas pendek. Ia terlihat begitu frustasi. Ji In yang duduk disebelahnya pun juga menunjukkan ekspresi yang sama. Donghwa yang duduk dihadapan kedua gadis itu hanya diam memperhatikan mereka.

“ Jadi, ini selesai? Kalian sudah selesai?” tanya Donghwa. Setelah kegagalan rencana hari ini, sepertinya akan sulit untuk memulai rencana baru. Lagipula sepertinya Siwon dan Kyuhyun sendiri memang sangat sulit untuk didekatkan.

“ Narra, apa kita menyerah begitu saja?” ujar Ji In.

Narra menatap Donghwa dan Ji In. “ Tidak tahu. Aku memang bisa melihat bagaimana reaksi Kyuhyun oppa, tapi ini benar-benar diluar dugaan. Tapi kita tidak bisa berhenti sekarang. Ayolah, hanya membuat mereka berbaikan saja. Aku tidak akan peduli pada keluarga lain.”

*****

“ Ne?! Maksudmu apa kalau…? Tapi bukankah Sekretaris Kim bekerja hanya untuk Abeoji, kenapa dia yang mengurus semua jadwal Siwon?” Hongjae terkejut ketika mendengar kabar yang disampaikan oleh sekretarisnya mengenai Sekretaris Kim yang kini menjadi sekretaris pribadi Siwon.

“ Saya juga tidak tahu. Tapi ketika saya hendak mengantarkan dokumen saya melihat Sekretaris Kim menempati meja Sekretaris Im. Dan Sekretaris Kim bilang ini juga perintah langsung dari Presdir.”

Hongjae menghela nafas panjang. Sepertinya Abeoji-nya sudah bergerak lebih cepat dari yang ia duga. Dan sekarang, Hongjae sudah tidak bisa mencegah apapun yang dilakukan Abeoji kedepannya. Tapi, itu bukan berarti Hongjae akan membiarkan Siwon dan Kyuhyun masuk kedalam perangkap Abeojinya.

“ Baiklah. Kau bisa kembali ke mejamu, Sekretaris Shin.” Tutur Hongjae.

*****

Donghae mengernyit ketika melihat ruangan Kyuhyun yang masih kosong. Ia lalu berbalik menatap sekretaris Kyuhyun yang tidak mengetahui keberadaan atasannya. Donghae mengeluarkan ponselnya dan berusaha untuk menelepon Kyuhyun tapi hasilnya nihil.

“ Apa hari ini Sajangnim mempunyai meeting diluar kantor?” tanya Donghae.

Sekretaris Kyuhyun menggeleng. “ Tidak ada, Manager Lee. Aku juga sudah mencoba menghubungi ponselnya karena ada beberapa dokumen yang harus segera ditanda-tangani, tapi tidak berhasil.”

Donghae menghela nafas panjang sembari memijat pelipisnya dengan kuat. Tidak seharusnya Donghae membiarkan Kyuhyun meninggalkan Saerish seorang diri. Kyuhyun mungkin bukan orang yang ceroboh dan suka mencari-cari masalah, tapi tetap saja Donghae tahu bagaimana Kyuhyun sebenarnya.

“ Aku akan berusaha menghubunginya lagi.” Kemudian Donghae bergegas meninggalkan ruangan Kyuhyun sembari mengeluarkan ponselnya dari saku jas-nya. Donghae sibuk mencari nomor kontak didalam ponselnya untuk menghubungi seseorang. Ketika mencapai lift, akhirnya sambungan terhubung.

“ Hyuk-ah.. aku butuh bantuanmu.”

*****

Siwon tampak tidak tenang setelah dari Saerish. Ia telah berusaha untuk menghubungi Kyuhyun, tapi tidak berhasil. Bahkan pesanpun sama sekali tidak mendapat respon. Siwon seperti orang yang frustasi.

“ Ya Tuhan, Kyuhyun.. Kumohon angkat teleponnya. Jangan membuatku cemas.” Gumam Siwon sembari terus berjalan mengelilingi ruangan kantornya dengan memegangi erat ponselnya.

Berpuluh-kali ia menghubungi nomor Kyuhyun, hasilnya selalu terdengar suara operator. Rasanya Siwon ingin menghubungi Donghae untuk sekedar memastikan Kyuhyun sudah berada dikantor dan makan siang, tapi itupun mustahil. Terlebih dengan pertengkaran mereka di Saerish.

Siwon kembali mencoba untuk menghubungi Kyuhyun. Kali ini, jika ia tidak mendapatkan respon dengan nekat Siwon akan keluar untuk mencari Kyuhyun sendiri –tidak peduli jika harus pergi ke Cho’s Group sekalipun.

“ Yoboseyo…”

Siwon akhirnya menghela nafas lega. “ Kau dimana? Kenapa tidak mengangkat teleponku dariku? Aku sangat mencemaskanmu, Kyuhyun.” Ujar Siwon dengan suara pelan. Walaupun ia rasanya ingin berteriak keras karena akhirnya Kyuhyun menjawab panggilannya, tapi diluar ruangannya ada Sekretaris Kim. Jadi, Siwon lebih memilih untuk berhati-hati.

“ Maaf, hyung. Ada apa?”

“ Kau dimana sekarang? Apa dikantor? Kau sudah makan siang?” tanya Siwon dengan cepat.

Tapi respon yang didapatnya hanya sekedar gumaman pelan dari Kyuhyun. Siwon malah makin merasa khawatir. “ Kyuhyun, kau dimana sekarang?” tanya Siwon kali ini dengan memaksa. Sepertinya Siwon bisa memperkirakan kalau kekasihnya belum kembali ke kantornya.

“ Aku sedang berada di pinggir sungai Han.”

“ Baiklah. Aku akan kesana sekarang, jangan pergi kemana-mana, eoh!” Siwon lalu meraih jas-nya dan bergegas keluar dari ruangannya. Tapi suara Kyuhyun menghentikannya.

“ Tidak usah. Aku akan kembali ke kantor sekarang. Hyung tidak perlu kesini.”

Siwon menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Tangan kirinya yang sudah menyentuh gagang pintu tiba-tiba melemas. Ia lalu berbalik dan bersandar pada pintu. “ Kenapa Kyuhyun? Apa ini karena peristiwa di Saerish? Aku minta maaf, Kyuhyun. Sungguh, aku tidak bermaksud bicara seperti itu.”

“ Bukan itu, Hyung. Aku bisa mengerti mengenai hal itu. Lagipula aku sendiri yang memintamu untuk bersikap begitu, bukan?”

“ Lalu? Kenapa kau menjadi aneh begini, Kyuhyun? Apa kau mendapat masalah? Kumohon ceritakan padaku. Agar aku bisa membantumu.” Ujar Siwon. Sepertinya ia menjadi orang yang sangat tidak berguna bagi Kyuhyun. Siwon adalah kekasihnya, bukan? Tapi kenapa rasanya mereka masih menjadi orang asing?

“ Bukan masalah besar, Siwon hyung. Aku sedang mencari taksi sekarang. Kututup dulu ya. Nanti aku akan menggirim pesan jika aku sudah sampai dikantor. Okay?”

Siwon memejamkan matanya dan menggumam sebagai tanda setuju. Lalu Kyuhyun langsung memutus sambungan teleponnya. Tangan kanan Siwon kini ikut terkulai lemas. Perlahan tubuhnya menjadi sangat lemas, hingga ia harus duduk dilantai kantornya.

“ Kyuhyun-ah…”

*****

Gyushik tersenyum. “ Baiklah. Terus awasi dia dan kabari aku mengenai perkembangannya. Dan Minwoo-sshi, aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu.” Kemudian Gyushik meletakan ponselnya diatas meja.

Ia lalu meraih sebuah tablet dan menggerakan jemarinya diatas layar sentuh tersebut. Senyumannya semakin mengembang dan terlihat lebih menakutkan dari sebelumnya. Gyushik menarik nafas sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“ Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Sekarang Choi Ji In dan Cho Narra. Ini semakin menarik. Kyuhyun-ah, Paman akan menunggu bagaimana langkahmu untuk menyelamatkan adikmu tersayang.”

Kemudian Gyushik terlihat sibuk pada tabletnya. Sepertinya ia sedang menggirimkan sebuah file dari tabletnya pada seseorang –atau mungkin beberapa orang. Setelah file itu terkirim, Gyushik menyimpan tablet tersebut pada salah satu laci meja kerjanya.

“ Aku sangat menantikan bagaimana reaksi Choi Dongha saat ini.”

*****

“ Aku mengerti. Terima kasih, Hyuk. Maaf merepotkanmu.” Ucap Donghae yang terlihat fokus menyetir.

“ Tidak apa, Hae. Seandainya aku bisa membantu lebih dari ini.”

Donghae menarik nafas dan tersenyum. “ Dengan terlibat dalam ide bodoh dua gadis itu, kau sudah cukup banyak membantu Hyuk-ah. Baiklah… aku tutup teleponnya, ne?”

Kemudian Donghae memutus sambungan telepon setelah mendengar persetujuan Hyukjae. Dan kini Donghae tinggal berfokus mengikuti lokasi GPS ponsel Kyuhyun yang berhasil dilacak oleh Hyukjae. Dan Donghae hanya berharap kalau ia bisa menemukan Kyuhyun dengan cepat.

*****

Kyuhyun memejamkan matanya seiring dengan hembusan angin menyentuh wajahnya. Rambut coklatnya bergerak perlahan mengikuti gerakan angin. Ia masih berada dipinggir sungai Han dan tidak bergerak sedikitpun. Kyuhyun sedikit merasa bersalah pada Siwon karena berbohong, tapi ia hanya sedang ingin menenangkan dirinya. Dan kantor bukanlah tempat yang tepat.

“ Rasanya nyaman sekali.” Gumamnya. Kyuhyun tersenyum merasakan angin semilir yang bergerak perlahan membawa ketenangan. Dan suara air sungai yang tenang juga membuatnya lebih rileks.

Kemudian, Kyuhyun perlahan membuka matanya ketika kembali merasakan ponselnya bergetar. Ia ingin sekali melemparkan ponsel itu karena selalu mengganggu ketenangannya. Tapi ia tidak bisa melakukannya, bukan?

Kyuhyun membuka aktif ponselnya dan membuka notifikasi pesan masuk. Satu pesan dari Siwon.

From : S.W Choi

Tenangkan dirimu dulu, Kyuhyun.
Aku tidak akan memaksa jika kau tidak ingin bercerita. Tapi satu hal, aku selalu berada dibelakangmu Kyuhyun. Menunggumu untuk berbalik dan menghampiriku. Aku tidak akan beranjak satu langkah untuk maju atau mundur. Semua keputusan kuserahkan padamu. Dan jangan lupa untuk makan, okay.

Kyuyun tersenyum tipis. Sepertinya Siwon tahu kalau ia tadi berbohong. Dan itu membuat rasa bersalah Kyuhyun menjadi dua-kali lipat. Entah sebenarnya siapa yang lebih terluka dan menderita disini. Karena sepertinya baik Kyuhyun dan Siwon merasakan kesakitan yang tidak pernah mereka bisa bagi satu sama lain.

Kyuhyun kembali memasukkan ponselnya pada saku jasnya. Dan ia kembali menatap kearah air sungai yang bergerak dengan tenang. “ Eomma, Appa.. bisakah kalian membantuku? Apa yang harus kulakukan untuk menjaga Narra?”

*****

Saat ini ekspresi Tuan Dongha terlihat lebih marah ketimbang saat melihat Cho Kyuhyun berada dirumah putranya beberapa hari lalu. Ia hampir membanting tablet yang digenggamannya dan meraih intercom.

“ Panggil Hongjae sekarang!” ucapnya pada Sekretaris Im yang kini bertukar posisi dengan Sekretaris Kim.

“ Baik Presdir.”

Tuan Dongha kemudian kembali menatap layar tablet yang memperlihatkan sebuah foto yang dikirimkan seseorang yang tidak dikenalnya –atau dengan ID yang tidak dikenalnya– menampilkan sosok dua orang gadis yang salah satunya merupakan cucu perempuannya. Choi Ji In.

Yang terlihat bersama dengan seorang gadis lainnya, yang disebut sebagai Cho Narra. Adik dari Cho Kyuhyun.

*****

Sebuah mobil berhenti tepat dipinggir sungai Han dan pengemudinya –Donghae–  bergegas keluar. Ia berusaha mencari keberadaan Kyuhyun. “ Kyuhyun!! Cho Kyuhyun!!”

Tapi Donghae sama sekali tidak melihat sosok siapapun yang ia kenali sebagai Kyuhyun. Tempat itu terlihat sangat sepi dan juga tenang. Donghae mengacak rambutnya dengan frustasi. Ia kembali mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan berusaha menghubungi nomor Kyuhyun. Tapi walaupun terdengar nada sambung, Kyuhyun sama sekali tidak meresponnya. Donghae mengumpat kasar.

“ Shit!! Sebenarnya kemana anak ini?!” Donghae kemudian kembali memanjat masuk kedalam mobil dan melanjutkan pencariannya.

Dan entah kenapa, Donghae semakin merasa ada sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Kyuhyun. Tapi Donghae berharap bahwa apa yang dirasakannya hanya sebuah alarm palsu. Kyuhyun masih dalam keadaan baik-baik saja, dimanapun ia berada sekarang ini.

“ Kyuhyun-ah..”

*****

Siwon menatap nanar pada layar ponselnya. Ia sudah memandangi sebuah foto yang masuk kedalam ponselnya selama beberapa menit –tanpa berkedip dan bahkan mungkin Siwon juga sedang menahan nafasnya. Dan secara perlahan, Siwon mendapatkan kesadarannya kembali.

Siwon kemudian berdiri dan bergegas keluar ruangannya. Tapi saat ia hendak menuju lift, Sekretaris Kim malah menghalanginya. Siwon menatap pria itu dengan lekat. “ Minggir!” perintah Siwon.

“ Anda mau kemana, Direktur Choi? Masih banyak dokumen yang harus anda periksa.” Ucap Sekretaris Kim dengan tenang. Ia sama sekali tidak merasa terintimidasi walaupun Siwon menatapnya dengan tajam.

“ Bukan urusanmu! Kau tidak berhak mengaturku. Aku adalah atasanmu saat ini, walaupun kau adalah Sekretaris kakek. Jadi, menyingkir dari hadapanku!!” tutur Siwon sekali lagi.

Tapi Sekretaris Kim terdidik dengan keras kepala. Ia bahkan tidak beranjak satu langkahpun. Dan itu membuat Siwon mulai kehilangan kesabarannya. “ Menyingkir dari hadapanku atau aku yang harus memaksamu?”

Tidak mendapatkan respon positif, Siwon sudah mengambil keputusan. Dengan gerakan cepat, sebuah tinju tepat mendarat pada bagian wajah Sekretaris Kim dan membuat pria itu terhuyung beberapa langkah. Sekretaris Kim menutup hidungnya yang berdarah dengan telapak tangan kanannya. Dan kejadian tersebut disaksikan oleh puluhan pegawai yang berada satu lantai yang sama.

“ Sudah kukatakan untuk minggir, bukan? Jadi, terima akibat dari sikap keras kepalamu.” Ucap Siwon datar dan kemudian ia berjalan menuju lift.

Sekretaris Kim hanya bisa menatap punggung Choi Siwon dengan lekat. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dengan tangan kiri dan menekan angka satu pada layarnya. Sekretaris Kim mengelap darah yang keluar dari hidungnya menggunakan punggung tangannya sendiri.

“ Presdir, Choi Siwon sudah meninggalkan ruangannya saat ini.”

*****

“ Apa kau hanya akan diam, Hongjae?”

Hongjae masih menatap layar tablet yang ditunjukkan oleh Abeojinya. Tapi kemudian ia menarik nafas dan menaruh kembali tablet tersebut diatas meja. Ia menatap sang ayah dengan serius.

“ Tidak ada yang perlu kukatakan, Abeoji. Ji In dan Narra memang berteman. Aku tentu tidak akan menyangkalnya.” Ucap Hongjae dengan tenang.

“ Tidak akan menyangkal?! Choi Hongjae, sebenarnya bagaimana kau mendidik anak-anakmu, eoh?! Kenapa kau membiarkan anak-anakmu berhubungan dengan Cho?” Tuan Dongha berbicara dengan nada tinggi. Sangat terlihat bahwa beliau sedang marah besar.

“ Aku mendidik anak-anakku sesuai dengan apa yang kuyakini baik untuk mereka. Aku tidak keberatan jika mereka ingin menjalin hubungan baik dengan keluarga Cho. Aku tidak akan membatasi kebebasan mereka. Tidak seperti Abeoji yang membatasiku selama ini.” Tutur Hongjae.

“ Choi Hongjae!!”

“ Maaf, Abeoji. Aku sedang sibuk. Jika Abeoji hanya ingin membicarakan masalah ini, maka lebih baik aku kembali pada pekerjaanku. Permisi.” Hongjae kemudian membungkuk hormat pada sang ayah dan berjalan keluar dari ruangan besar tersebut. Sedangkan Choi Dongha terlihat malah semakin marah dengan sikap tidak hormat yang ditunjukkan putranya sendiri.

“ Bahkan anak dan cucuku sendiri sudah mulai berani membantahku.”

*****

“ Ne? Cho Gyushik? Bukankah seharusnya Cho Kyuhyun yang menjadi penanggung-jawab untuk proyek ini?” Yunho yang sedang menyetir setelah menemui salah satu klien Heesan terlihat terkejut ketika Jungsoo tiba-tiba menghubunginya dan memberitahu pengalihan tanggung-jawab atas proyek Heesan yang dimenangkan oleh Cho’s Group.

“ Aku juga tidak tahu bagaimana persisnya. Tapi Kyuhyun sendiri yang memutuskan pengalihan tanggung-jawab tersebut pada pamannya.”

Yunho menarik nafas dan lalu menepikan mobilnya terlebih dahulu. Ia memijat keningnya dengan perlahan. “ Baiklah. Aku mengerti. Lagipula siapapun penanggung-jawabnya, ini tetap Cho’s Group. Aku sedang menyetir, hyung. Nanti kita bicarakan lagi dikantor.” Kemudian Yunho memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Yunho menyandarkan punggungnya. Ia memejamkan matanya untuk beberapa detik. Rasanya sangat aneh, tiba-tiba Kyuhyun melepaskan tanggung-jawab atas proyek yang sejak awal ditanganinya dan mengalihkannya pada sang Paman. Yunho membuka matanya kembali.

“ Pasti ada sesuatu yang terjadi.” Gumamnya pelan. Yunho lalu meraih ponselnya dan menekan nomor Kyuhyun. Tapi ia hanya mendengarkan nada sambung tanpa ada respon. Dan karenanya, Yunho kini merasakan firasat buruk.

*****

Siwon mendengus kesal ketika ia terjebak kemacetan. Sesekali ia memberi klakson pada mobil didepannya untuk bergerak karena lampu sudah berubah menjadi hijau, tapi sepertinya tidak ada satu mobil pun yang bergerak.

Siwon menurunkan jendela mobilnya dan sedikit mengeluarkan kepalanya untuk melihat apa yang menyebabkan kemacetan tersebut. Ia melihat ada kerumunan orang-orang yang terlihat terkejut tepat digaris penyeberangan jalan.

“ Apa ada kecelakaan?” gumamnya pelan.

Siwon menarik nafas dan memutuskan untuk keluar dari mobilnya. Sekedar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ia berjalan diantara mobil-mobil yang tidak bergerak. Siwon juga sedikit memperhatikan bagaimana ekspresi orang-orang. Sepertinya memang ada kecelakaan. Ada beberapa orang yang terlihat menghubungi polisi dan juga ambulance. Siwon berjalan mendekati kerumunan tersebut dan ia bisa melihat ada ceceran darah diatas aspal –bukti memang terjadi kecelakaan. Sepertinya seorang pejalan kaki yang tidak memperhatikan tanda jalan.

Siwon sedikit menerobos kerumunan tersebut untuk melihat korban kecelakaan tersebut. Tapi ketika ia mendapatkan penglihatan yang lebih jelas, nafas Siwon seakan terhenti. Paru-parunya terasa ditekan kuat dan ia menjadi sulit bernafas. Wajah Siwon berubah sangat pucat. Siwon mengenali korban kecelakaan tersebut. Bahkan walaupun wajah korban itu hampir ditutupi dengan darah, Siwon bisa mengetahuinya hanya dengan sekali lihat. Kemudian, Siwon mengambil langkah lebih dekat pada seorang pemuda yang kini tergelatak tak berdaya diatas aspal hitam.

“ Kyu…” gumamnya.

Siwon terjatuh duduk tepat disamping tubuh yang kini tidak bergerak tersebut. Tangannya perlahan menyentuh wajah pemuda yang dipenuhi darah. “ Kyuhyun-ah…”

Dan kini semua orang yang ada dikerumunan itu menatap Siwon dengan tatapan terkejut. Mereka seakan tidak percaya dengan pemandangan yang kini ada dihadapan mereka. Rasanya sangat aneh melihat kedua pewaris dari dua perusahaan yang saling bermusuhan itu didalam ruang publik seperti ini. Terlebih seorang Choi Siwon kini sedang menangis sembari memeluk tubuh Cho Kyuhyun yang dipenuhi oleh darah.

“ Kyuhyun-ah, kumohon bertahanlah.”

“ Tenanglah. Ambulance akan segera datang.” Ujar salah seorang diantara kerumunan tersebut.

Siwon menatap wajah Kyuhyun yang terlihat semakin pucat. Siwon tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang memandangnya dengan aneh. Ia bahkan tidak peduli dengan pakaiannya yang kini terkena darah Kyuhyun. Tangan Siwon dengan hati-hati membersihkan wajah Kyuhyun yang terdapat noda darah.

Dan kemudian perhatian Siwon teralihkan ketika mendengar suara dering ponsel Kyuhyun yang masih berada digenggaman tangan kekasihnya. Siwon mengambil ponsel tersebut tapi deringnya sudah berhenti. Dan ketika membuka kunci ponsel Kyuhyun, Siwon kembali dikejutkan oleh foto yang terpampang dilayar ponsel Kyuhyun.

Foto yang sama yang diterimanya beberapa waktu lalu. Foto Choi Ji In dan Cho Narra.

*****

NOTE: Ini adalah chapter terpanjang! Total untuk Part 9 keseluruhan adalah 17.000 words lebih. Okay.. revisi part ini benar-benar berlebihan. dan Part 9C sendiri hampir 8ribu words. Senang??

Kalau begitu ijinkan aku untuk hiatus selama dua minggu okay? minggu depan aku harus ujian tengah semester dan seminggu lagi untuk fokusku menulis tugas mphi dan beberapa paper lainnya.

Dan, rasanya part ini agak aneh. Iya gak sih? Aku ngerasanya aneh lho. pengen diedit tapi kebanyakan. aku udah pusing sendiri. dan jika di versi asli, siwon dan kyuhyun kecelakaan, tapi di versi ini cuma kyuhyun yang kecelakaan. dan sepertinya konfliknya gak terlalu terasa ya? ohya, pilih deh antara [THE PRESIDENT] atau [ONLY ONE] dulu yang jadi prioritas publish berikutnya?

terakhir, terima-kasih atas respon kalian dipostingan aku kemarin. ehehehe.. ternyata banyak yang mengganggap aku ini gila ya karena ngambil tema GAY. nanti aku bakal bikin postingan curhatan kenapa bisa ngambil itu dan apa hubungannya sama hubungan internasional. so..

sampai jumpa dua minggu lagi?? ^^

Advertisements

50 thoughts on “[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 9C

  1. Kasian jga ya wonkyu hrus pura2 saling membenci di hadapan org terdkat mereka atau publik.dan sepertinya berhasil krn ji in,narra haehyuk serta donghwa tertipu dg akting mereka
    entah knapa sepertinya choi dongha mulai mencurigai hubungan wonkyu,makanya beliau mendatangkan heechul dan menggantikan sekertaris yg dulu dg sekertaris kim..
    Org yg bertemu dg kyu di taman apa min woo suruhan cho gyushik? Dan yg mengirimkan foto itu kepda choi dongha,siwon jga kyu pasti gyushik.sepertinya dia memang menginginkan posisi CEO makanya dia melancarkan rencana busuk itu dan sepertinya kecelakaan kyu jga ulahnya
    padahal bru kemaren wonkyu mesra skrg knapa menjdi seperti ini
    yg di publish duluan only love aja eon ya 🙂

  2. 2 minggu brasa sangat lama
    tp gpp lah
    rncana bsa berubah

    smangat y
    moga lncr kuliah dan tgs ny
    hehehehe

    tetep ska dgn ff ne
    dan d tnggu jg ff yg lain
    ok siiip
    keep writing

  3. makin…………. rumit n agak berbelit2 c….. hahahah
    tp,tetep suka ma ff ini… endingnya dan alurnya benar2 g bisa ditebak….. lanjut
    n akan tetep ku tunggu updatenya… semangat..

  4. kiraen awalnya hubungan itu kyk hubngan diplomatik gt..
    oy, alo masalah gay gt kenapa gk ke yunjae juga..
    menurutku mereka lebih intim..
    ff nya makin seru..
    kenapa gk 22nya kecelakaan?
    di ff yg aslinya khan siwon ancur bgt waktu tw kyu (dibuat) meninggal..
    apa lagi skrg yg status mereka sepasang kekasih..
    tp apa pun itu aku suka ff nech..
    daebak…
    aku malah pengen ff di up date duluan..
    selesein ini baru deh ff yg ONLY ONE sama THE PRESIDENT…

    ps : maaf alo kepanjangan… hehehe..

  5. kiraen awalnya hubungan itu kyk hubngan diplomatik gt..
    oy, alo masalah gay gt kenapa gk ke yunjae juga..
    menurutku mereka lebih intim..
    ff nya makin seru..
    kenapa gk 22nya kecelakaan?
    di ff yg aslinya khan siwon ancur bgt waktu tw kyu (dibuat) meninggal..
    apa lagi skrg yg status mereka sepasang kekasih..
    tp apa pun itu aku suka ff nech..
    daebak…
    aku malah pengen ff di up date duluan..
    selesein ini baru deh ff yg ONLY ONE sama THE PRESIDENT…

    ps : maaf alo kepanjangan… hehehe….

  6. ai,, q reder bru nieh lam knal
    duh kyuhyun kecelakaan,,, moga g kenapa2?
    smek deg2 an wktu bcax…
    d tunggu chpt dpan y,,, 🙂

  7. Hah kenapa kyu kecelakaan.
    Haduh smga kyu gak apa apa yah.
    Yang nyamperin kyu itu siapa? Misterius banget.
    Kenapa gak terbuka aja sih dengan keputusan berpacaran mereka.

  8. oh tidak…..kyu kecelakaan smg g apa2…… gedeg bgt sama paman kyu yg jahat nya minta ampun…..
    penasaran sama orang yg di taman kira2 siapa n apa motifnya……..
    hiatus 2 minggu y …. gpp deh semoga tugas nya bisa cpt selesai dengan hasil yg baik…… 🙂

  9. Shock bacanya. Kirain part kyuhyun siwon kecelakaan masih lama.
    Omaigat. Kyu ar you okay? #mulai stress
    Kalau diantara 2 itu, aku milih the president ajah. Tp aku berharap ff ini dilanjut lebih dahulu.
    Hwaiting ya eonnie tugas2nya.
    Sampai jumpa 2 minggu lagii.

  10. kyu yg kecelakaan??? trs bagaimana nntnya?? babykyu akan baik aja kan? bertahanlah babykyu. siwon..sabarlah…jng menangis trs, baykyu pasti akan baik2 aja. tp siapa orng yg sdh menemui babykyu di taman??? jd tambah rumit nich. dua2nya aja ya…he…met hiatus and semoga sukses utk ujiannya da jg tugasnya. fighting!!!!!

  11. OMG !!!!!! *jambak rambut* ini kaya y otak aku lg lumayan eror, lumayan ngubing sm part awal2 saeng, huhf *menghela nafas* makin ribet dan makin rumit ,kasian wonkyu, harus sembunyi2 dan merasa kesakitan tanpa harus bs membaginya.. -_-
    Dan konfliknya makin ribet , ada paman y kyu, kakek2 choi&cho, adix2 mereka . . . aish frustasi sendiri -_?

    aigooo, kiyu kecelakaan,??? Andawe !!! pdhl td aku menunggu moment wonkyu saeng, tp moment nya malah bkin tegang ….. huhuhu

  12. asyik ff a panjang bgt ….
    makasih eonni…..
    klu aku sih mau a only one yg diterusin
    yg semangat a eonni dgn tgs a
    tp klu udh 2 minggu eonni cpt uptade ff yg lain a…..

  13. Shock banget, kirain kecelakaan Kyu ga kan secepat ini, huweeee bener-bener tegang….
    Siapa yang nemuin Kyu di taman??? Penasaran banget dengan pembicaraan mereka.
    Moga kelanjutannya bener-bener berbeda dengan yang sudah, karena Kyu nya jarang banget keceritain hihihi #plak# ngarep…
    Aku bener-bener pingin baca lanjutannya, pokoknya ditunggu…..

  14. Aduh2,aku pusing,ha..ha..#pusing ko mlh ketawa
    ok ini pnjng bngt dn aku suka,tp bnrn,ini knp makin rumit y?dn kyu kecelakaan?#aduh,bnr pusing
    hiatus karna tgs kuliah y,g papa saeng,eonnie cm bs doain dn ksh support buat km dr kejauhan#ceile bahasa gw
    mudah2n semua lncr,sukses,dn membuahkn hasil yg memuaskan.GANBATTE!!

  15. aku sebenernya takut takut loh buat buka ini tadi, karena aku tau kalo ini bakal lebih nyesek T.T
    Ternyata bener kan … :3

    ahh aku bingung harus komen apaa… :3
    aku bahkan lupa sm kehadiran heechul #plakkk
    Itu adegan di restouran mencengkam banget ya… -.-
    HaeHyuk belom tau kalo mereka sepasang kekasih :3 aku kira won bakal nyusul ke toilet :3
    dan orang yang ketemu sm Kiyu di taman itu orang yang ngefoto dia sm Won kah? Diancem apa si Kiyu? Narra kah?

    Cho Gyushik !! Fu*k you !! Ahhh T.T
    Kakek Choi udah tau itu,, hikss.. bakal parah lagi dong hubungan Won-Kyu,persahabatan Ji in – Narra :3

    ANDWEEEE !! BABYKYU T.T
    Hikss hikss hueeeee.. Dia ndak bakal kenapa2 kan T.T hikss,, untung ditemuin Won. Jangan2 pas dia liat foto Ji In Narra dia jadi linglung gt ya… Hukss..

    Makin rumit konfliknyaaa :3
    sepertinya sangat lama untuk melihat kebahagiaan T.T

  16. Siwon bela Narra, Kyuhyun bela Ji In. Udah cocok berarti^^b Lupa sama versi aslinya, tapi seingatku Heechul ikut terlibat kan ya? Soalnya dia bilang muka Narra mirip sama Kyu, pasti udah bisa nebak. Well, Kyuhyun pasti marah dijebak, walaupun itu ketemu Siwon. Tapi mereka harus konsisten kan, nyembunyiin hubungan mereka dan bersikap kaya biasa waktu mereka jadi rival. Kyuhyun bener2 tertekan disini huhu kasiaaan :(( tapi suka. lol Siapa yg nemuin Kyu di taman? Suruhan GyunShik ya? Nah, lebih sakit liat dengan mata kepala sendiri liat kekasih kamu terkapar di jalanan../,\ Ini lebih nyesek dari versi aslinya. Apalagi Siwon sampe nangis di depan umum. Pasti ada masalah besar lagi >< 2minggu ya? Gpp sih, ditunggu kok hehe. Only One dulu gimana? Fighting^^b

  17. hueee kyu kecelakaan gmn bisa ?? nanti ada flashbacknya kan unnie ?? aku penasaran…

    menurutku chap ini gak aneh kok tp mkin krna sering ganti scene jd agak bingung hhe 🙂

    the president aja deh unn, smoga sukses utsnya 🙂

  18. Diera slalu bilang di notenya kalo ceritanya aneh. aq jadi bingung, aneh dari mana?? keren malah… hehehe…
    kasian kyu bebannya jadi bertambah…
    siwon mau nolongpun jadi serba salah.
    untuk selanjutnya kutunggu ff Only One ne~
    fighting untuk paper dan ujiannya ya thor-nim ^^9

  19. udah lama ga comment, wah… ceritanya bener-bener fokus sama Wonkyu, senang banget! itu seharusnya Kyuhyun dan Siwon yang kecelakaan di versi aslinya bukan? tapi asik ngeliat Kyuhyun jadi lemah disini, hahaha!! konfliknya keliatan kok unni, so jangan khawatir.

    untuk cerita yang mau di update kayaknya the president dulu deh, masih penasaran sm lanjutannya ^^ fighting! 😀

  20. Oh. Oke. Q tunggu 2 minggu lg. Q pilih the president donk, jelas. Hehe,, msh d temukan typo sampai saat ini. Tp ini bgs kok, ada yg ga perlu d ceritakan jg, spt ucapan thanks hae-hyuk,, lbh bgs kalo peran gyusik d atas g d terangkan, jd lbh ‘menggigit’, wlo bs d duga. Inti.a chap ini baik kok. Cm gyumbil kyk cewe galau jodoh,,#plakk. Ini beneran kecelakaan atw da pihak tak terduga?
    Nah, terima kasih,,

  21. makin ribet masalahnya..
    terlalu byk masalah yg muncul..
    tp namana cinta butuh byk pengorbanan.. hehehe
    semangat buat ujiannya thor.. fighting 🙂
    for the next story, yg mana ajah.. aku suka ke2nya..

  22. Akar masalahnya tak lain tak bukan dari cho gyushik!
    Aish!
    Ahjussi sialan! >.<

    suka bget aku pas bgian kyu diam diam sms siwon.
    Mereka backstreet dari orang orang.
    Like it! :p xD

    OMO!
    Kyu kecelakaan?
    Kenapa bsa?
    Aigoo..
    Semga kyu ga kenapa napa.
    Amin! :^)

    cukup diera-ssi.
    Jangan ditambah lg konfliknya.
    Dg konflik yg ada aja,
    uda buat gw tersiksa(?) batin -.-

  23. iiish mkin benci ma pamannya kyu.
    ini mang bnr2 drombak abiz.
    wlo ga da moment yg sweet tuk kyu tpi sprtinya part ni ttp jdi part pnting tuk konfliknya.

    mm pilih only one aj dlu

  24. Wab kita sama mu uts juga (??) Haaha ini keceh kok cuma agak bingung aja si pria di taman itu nunjukin foto yg mana? Yg kissing apa foto nara?? I waited for the next chap 😉

  25. omo~ lagi2 Wonkyu hrs ngadepin masalah yg rumit.. blm lagi harus backstreet di depan orang2. Ah, smg kcelakaan nya kyu gak parah. uh .. cho gyushik nyebelin bgt.. Author .. ganbatte, and go back soon~ 😀

  26. iniiiiiiiiii……bkin pngen berendem brg kyu d bathub,…
    plot-nya lompat2 kyk bola bekel..heheh,
    jadi syarat yg diajuin kyu pas mereka jadian (acieeeee) itu ttp bersikap seolah2 mereka musuhan???aigooo bkin jantungan kirain benran mereka marahan,prok…rpok..prok…mntang2 yg satu aktor drama yg satu aktor drama musical,acting-nya top to the max..kasian deh yg dikibulin

    welcome heenim..mudah2an bisa ngebantu wonkyu mecahin maslahnya yg kyk benang kusut itu,ampe g kebayang cara ngatasinnya,hanya diera dan tuhan yg tau…

    okey…chap ni di ahiri dg bener2 jantungan,kyuuu kecelakaan??aisshhh>>> gimana kondisinya???dia msih idup kan…(gigit bantal),demi semua boneka pikachu dan psp+konsol game yg kyu punya g bakal rela klo kyu knpa2,jgn smpe ada scene amnesia ato cacat seumur idup,bakal g redoooo…
    tpi adegan siwon meluk kyu nyentuh bgt,kbayang cengo-nya orang2 dan tentu besok bakal jd headline di banyak surat kabar “PENERUS CHO GROUP BERSIMBAH DARAH DIPELUKAN PENERUS CHOI INC” apa iniiiii????

    diera-shi gomawo dah apdet,figthing bwt semua tugas2nya…

  27. kurang panjang saeng,cz ga ada wonkyu moment’a :/
    *plakk
    but..aku puas baca’a xD
    err..walaupun konflik’a ga trlalu kerasa (?),justru itu yg aku suka,cz aku kan pling suka kalo konflik’a ga berat2 .
    kkk ~
    aah syukurlah..disini kyu’a kecelakaan’a bkan krna brntem sma siwon,tpi ragara foto narra – ji in .
    itu org asing yg ktemu sma kyu nugu ? bkan suruhan’a gyushik kan ?
    *eh
    err..aku pasti’a Only One yg di lanjut saeng !!
    *digeplak readers lain
    xD

  28. Huwaaaaaa …. Kyu kecelakaan ???? Please jangan sampai terjadi sesuatu pada kyu ….

    Itu siapa yang nemuin kyu di taman? Orang suruhan paman nya kah????

    Oh ya soal ff the president atau only one. Aku suka dua2 nya, jadi pengen dua2 nya …# plaaakkk

    dua minggu itu sangat lama, tapi aku akan tetep nunggu … ^_^

  29. Uwaa…
    Eonni, cintaku kok bisa kecelakaan 😥 ?
    Semoga dia g pa2 ya :3 .

    Aku milihny Only One dulu dech. Tp klu bisa ini aja dulu XD

  30. Utk ff ini gak bs komen deh,,puanjang-puas bacanya, makin penasaran..
    Utk THE PRESIDENT atau ONLY ONE itu sama2 ada namja cinguku wonkyu,, hehee.. Berhubung yang sering dipublihs banyakan menu [SF] jadi publish berikutnya menu [MM] dong.. Hehee.. Uda kangen sama calon president..
    Oya, menu [CCF] aja blom perna disuguhin,, tapi ngerti koq, km pasti lg sibuk soal kuliah saeng, emang itu yang harus diprioritasin.
    Okee, fighting ya.. ^^

  31. Wah,wonkyu acarannya diem”,
    tapi akting mreka bagus banget di depan umum,
    ckckck,kyuhyun galak banget ya:D
    omoona,yg kecelakaan itu kyuhyun ya??
    Hwaaa kasian kasian,
    kyu nya jangan di bikin parah dong,,
    lanjuttt,
    fighting

  32. Alur critanya mkin seru…
    Smoga aja kyu ga apa” yaa
    kesel bgt sama cho gyusik!!! Gmna klo kakek nya wonkyu smpai tau hubungan mreka nnti yaa..??

    Lanjutkan eonni!!!

  33. Wow!
    I cant wait for the next chapter
    Who says ga kerasa problemnya ? I can feel it anw :))))

    I choose only one cause im so curious bout diera for the next chap what would she do hmm

  34. kirain bagian kecelakaannya bakal ng2k ada….apa yang kyu disangka dah meninggal itu juga bakalan ada?ng2kkkk sabar buat next partnya….

  35. Wow, 17.000 word? Hebat Diera 😀
    Penasaran apa yang terjadi sama Wonkyu setelah kecelakaan Kyuhyun. Aku gak baca Two Faces versi non Wonkyu. Jadi Two Faces yang ini jalan ceritanya pasti jadi kejutan banget buat aku.
    Dan oia, selamat UTS ya, semoga sukses.
    Dan untuk prioritas publish berikutnya, yang Only One ya. Ditunggu 😀

  36. Annyeong!!!
    Dongsaengmu kmbli lg ni unn!*PLAK …so’ dket!!
    Mian ne q bru bisa comen skrang? S’alx q bru brnfas lega nih, y wlopun g’ lega2 amt sih, kn hsil UAMBNx blum kluar…hsil yg nntuin hdup n mtiq*LBAY…

    2 faces chap ni tensix bner2 naik. My babykyu knpa kmu mnyimpn mslh y g bg2 brat sndiri? Knpa g’ bgi ja ma q? Eh mksud q wondad!!
    Unni knpa sih g’ gyusiek ja yg kclak’an trus ko’it. Knpa hrus mybabykyu? Ini g’ adil bnr2 g’ adil!! T TOT T wondad yg kuat ne, pok’x ppun yg trjdi kmu hrus ttp dismping kyumom! N siappun yg cba misahn klian ditndang ja jauh2 ato dibunh ja sklian!*waaa sran pa’an nih, bnuh smut ja g’ brani! Kcuali smutx nkl mnggrepe-grepe??eh mksud q ‘nggigitn q. Ignore it ne wondad sranq yg ke2

    intix sih…I love andiera unn, I love wonkyu n q bnci,bnci,bnci….(bncix pe ga khitung) ma gyusiek n siappun yg ‘nghlangin cintax wonkyu titik g’ pke koma….

    Next ff? Ten2 dong q pilih ff favorit q ONLY ONE.

    oy buat unni moga sukses ne. SEMANGAT!!!

  37. miannnn baru sempet baca ~~
    aigoooo makin pelik aja ini masalahnya,,, mereka berdua dalam kondisi tertekan baik dalam menyembunyikan hubungan atau dalam hal kehidupan pribadi,,, aissshh bener2 si gyushik lebih menyebalkan daripada di two faces sebelumnya -_-

    syukurlah kalo adegan kecelakaannya ga diilangin,, walau cuman kyu aja,, soalnya bagiku kecelakaan mereka itu adalah point yg penting dalam cerita ini ohohohoho

  38. aku pernah baca sekilas versi sebelumnya. Kecelakaan antara kyuhyun dan siwon. Itu dirubahkan dari sebelumnya? Walau rada aneh terakhir kyuhyun ada dipinggir sungai han eh tiba2 udah kecelakaan. Tapi keseluruhan emang bagus ceritanya.
    Oh iya, kalo bisa yg the president publish duluan…..

  39. makin panjang chapternya makin suka 😀
    omo… kyu kecelakaan 😦
    jngan dibikin meninggal ya, kecelakaan aj udah nyesek bacanya.

    masalah yg dihadapi wonkyu makin rumit, jd ikut mumet.
    smangat buat next chapter ^^

  40. Aish, Kyuhyun dan Siwon sepasang kekasih, tapi kenapa harus saling menyulut pertengkaran satu sama lain saat di hadapan orang lain. Bahkan kedengarannya seperti nyata kalo mereka saling bertengkar gitu. Donghae sama Hyukjae aja sampe ga berkutik dibuatnya. Rencana Ji In dan Narra akhirnya gagal total deh. Mereka belum tau aja, kalo sebenernya di belakang mereka, Won sama Kyu emang udah baikan. Bahkan lebih dari baik malah, kan mereka sepasang kekasih :3

    Foto apa yang diterima Kyuhyun? Ya ampun, kenapa Kyuh harus kecelakaan? T.T beruntung ada Siwon disitu. Tapi kayaknya malah akan menimbulkan masalah baru dengan kemunculan Siwon yang tiba2 dan meluk2 Kyu di depan umum. Ah, jadi sorotan publik itu nggak sepenuhnya menyenangkan ternyata.

  41. Ya ampun rumit banget sih kisah cinta wonkyu tapii q ttep yakin mreka pasti bisa melalui masalah ini ,, waktu yg akan menjawab ,, banyakin sabar aj,,
    Hdejhhh kyu kecelakaan ? Kok bisaaa ?!!!!!!!
    Sperti nya hub mreka udah mulai tercium publicc,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s