[MM] A Story From East Sea [4]

Previous Story : A Story From East Sea

ASFES : PART 4

“ Hari ini ada orang aneh yang bicara padaku.” Tukas Seohae. Kyuhyun yang sibuk dengan PSP-nya melirik sang adik kemudian kembali fokus pada layar PSP-nya.

“ Namja? Yeoja?” tanya Kyuhyun.

Seohae menatap kakak lelakinya. “ Namja.”

Kali ini Kyuhyun mengernyit. Ia mem-pause game yang dimainkannya dan menatap wajah Seohae dengan serius. “ Siapa? Apa kau kenal?” Kyuhyun kini terlihat sangat antusias. Well… ini pertama kalinya Seohae bercerita ada orang lain yang menghampirinya, bukan menjauhi.

“ Tidak kenal. Dia mahasiswa beda jurusan denganku. Anehnya, dia bilang sepupunya memperhatikanku selama enam bulan.” Ujar Seohae lagi –dengan ekspresi kesal. Kyuhyun masih menatap Seohae –kali ini dengan ekspresi bingung. “ Apa dia orang yang sama, ya?”

“ Bagaimana ciri-ciri orangnya?”

“ Tampak seperti orang bodoh dan wajahnya terlihat seperti monyet. Sudah ah, mungkin hanya orang iseng. Cepat turun, kita harus makan malam.” Seohae lalu keluar dari kamar Kyuhyun terlebih dahulu.

Sedangkan Kyuhyun masih diam melamun –sepertinya ia sedang mencoba mengingat seseorang. “ Orang bodoh? Seperti monyet? Aku rasa bukan orang yang sama. Atau…”

*****

“ Dia gadis menarik. Ah.. juga cukup manis. Tapi seperti yang kau bilang, dia introvert. Kalau kau memang serius, jangan menyakitinya, Hae-ya. Jangan mempermainkannya.”

Ucapan Hyukjae terus berputar didalam kepalanya. Donghae menatap langit-langit kamarnya tanpa berkedip. Kemudian ia menarik nafas perlahan. “ Cho Seohae, apa aku mempunyai keberanian –bahkan hanya untuk sekedar berkenalan.” Gumam Donghae.

“ Siapa Cho Seohae?” Donghae sontak bangun dan mendapati Hana sudah berdiri diambang pintu kamarnya.

“ Kau menguping!” omel Donghae.

Hana menggeleng. “ Oppa yang bicara terlalu jelas. Siapa Cho Seohae? Gadis barumu?” tanya Hana sembari masuk kedalam kamar kakaknya.

Donghae mendesis. “ Bukan urusanmu, Hana. Ada apa ke kamarku?”

“ Pinjam bukumu. Yang karangan Prof. Kang itu.” Tutur Hana yang kemudian menuju rak buku Donghae dan mencari buku yang dibutuhkannya.

Donghae mengernyit. “ Prof. Kang? Untuk apa mahasiswi jurusan seni membutuhkan buku aristektur?”

“ Inspirasi untuk lukisan baru. Geometri atau semacamlah. Aku pinjam satu minggu ya.” Jelas Hana.

“ Jangan sampai rusak! Itu aku dapatkan dengan susah payah!” ujar Donghae –terdengar seperti ancaman.

Hana mendengus dan menatap kakaknya. “ Iya. Dan Oppa berhutang penjelasan mengenai Cho Seohae padaku.”

*****

Donghae mendengus jengkel. Ia menutup buku tebal yang sudah dibacanya hampir setengah jam, tapi hasilnya pun nihil. Kemudian ia menenggelamkan wajahnya diantara buku literature. Donghae mendesah pasrah. Terkadang ia sangat menyesali memilih jurusan arsitektur dan tidak mengikuti saran orangtua-nya untuk masuk jurusan Seni atau Ekonomi saja. Tapi salahkan guru SMA-nya.

Sejak karyawisata ke salah satu pameran arsitektur, Donghae sudah berniat ingin menjadi arsitek. Walaupun saat ditanya alasannya, Donghae dengan santai menjawab ia hanya ingin membangun rumah impian masa depannya dengan jerih payahnya sendiri. Itu jawabannya sekitar empat atau lima tahun lalu. Tapi nyatanya, Donghae sekarang mengalami kesulitan karena jawaban dan obsesinya tersebut.

“ Hahh… tugas sialan!” omel Donghae frustasi.

Kemudian Donghae mendengar sebuah kursi yang ditarik. Sepertinya ada orang lain yang duduk disamping mejanya. Donghae harus minta maaf, kalau-kalau orang tersebut merasa tidak senang dengan erangan frustasinya barusan.

Donghae kemudian mengangkat kepalanya dan menoleh kearah samping kanannya. Tapi ketika ia hendak bersuara, control kerja otaknya terhenti. Donghae seperti robot yang sedang dinon-aktif-kan. Hanya karena orang disebelahnya. Gadisnya.

Cho Seohae.

Gadis itu terlihat begitu dingin dan kaku seperti biasanya. Tapi Donghae tidak peduli. Ia seakan terpesona oleh gadis itu. Donghae pikir ini adalah kesempatannya untuk setidaknya berbicara dengan Seohae. Namun ia masih merasa keraguan. Seohae benar-benar tidak tersentuh. Bahkan gadis itu tidak bergeming pada Donghae yang sejak tadi menatapnya dengan intens.

Hanya saja, ini adalah kesempatan yang jarang. Donghae mungkin tidak akan mendapatkannya lagi. Ini saatnya ia yang bergerak terlebih dahulu. Donghae kemudian menarik nafas perlahan. Dan ia bersiap untuk menyapa Seohae, sebelum akhirnya…

“ Donghae-ya!!”

Teriakan monyet Hyukjae menghancurkan segala persiapan singkatnya. Karena suaranya, hampir semua orang yang di perpustakaan menoleh pada Hyukjae yang setengah berlari. Termasuk petugas perpustakaan yang menatapnya jengkel. Bahkan gadis yang duduk disebelahnya.

“ Akhirnya aku menemukanmu, sepupu.” Ucap Hyukjae.

Dan kini Seohae yang tidak terlihat tertarik –pada awalnya– kemudian menjadi menatapnya. Donghae berusaha bersikap acuh. Oh.. setelah ini, Donghae akan memastikan bahwa koleksi komik Hyukjae akan habis menjadi abu.

“ Ini perpustakaan, Hyuk. Jangan berisik.” Ujar Donghae yang kemudian membuka buku literaturnya kembali –mengabaikan pandangan tajam dari Seohae.

“ Aku tahu. Oh… Nona Cho Seohae, kita bertemu lagi.” akhirnya Hyukjae menyadari keberadaan Seohae yang duduk disebelah Donghae. Atau sengaja baru melihat Seohae yang sudah cukup lama berada disebelah Donghae.

Oh, kini Donghae akan mengubur Hyukjae hidup-hidup atau mengirim sepupunya ini ke kebun binatang jika Hyukjae mengatakan dirinya adalah stalker dari seorang gadis bernama Cho Seohae. “ Eh, ini sepupuku yang kemarin kubilang selalu memperhatikanmu selama enam bulan. Namanya Lee…”

Tapi belum sempat Hyukjae menyelesaikan ucapannya, Seohae malah memilih untuk meninggalkan meja itu –atau bahkan keluar dari perpustakaan. Hyukjae menatap gadis itu bingung, sedangkan Donghae entah mengapa sangat bersyukur. Setelah Seohae pergi, Hyukjae duduk dikursi yang ditinggalkan gadis itu. Donghae menghela nafas lesu, tapi ia masih bisa memberikan tatapan kesal pada Hyukjae.

“ Waeyo?”

“ Kau pengacau!” Donghae lalu memasukan buku-buku literaturnya kedalam tas ransel. Kemudian bersiap untuk pergi.

Hyukjae mengernyit tidak mengerti. “ Kenapa? Aku memang salah apa?”

“ Kau datang dan mengacaukan semuanya.” Sahut Donghae dan kemudian meninggalkan Hyukjae.

“ Hey.. Hey..! Donghae-ya, tunggu aku!!”

*****

Seohae berhenti berjalan ketika ada beberapa orang gadis dengan wajah cantik dan terlihat sangat angkuh menghalangi jalannya. Ia berusaha mengabaikan dan mencari jalan lain, tapi sepertinya para gadis itu memang sedang berurusan dengannya.

“ Tolong minggir. Aku mau lewat.” Ucap Seohae singkat dan datar –tanpa ekspresi.

Gadis yang ditengah –dan paling cantik– mendengus kesal. “ Bisa bicara juga ternyata. Aku pikir kau bisu.”

Seohae menatap gadis itu dan juga tiga temannya. “ Aku tidak mengenal kalian. Permisi.” Seohae berusaha untuk pergi, tapi sekali lagi ke-empat gadis itu tidak bersikap mudah.

Gadis yang bicara dengannya dengan kasar mendorong tubuh Seohae hingga merapat pada dinding koridor. Dan teman-temannya mengelilingi Seohae, membuat gadis itu terjebak. “ Bagaimana Lee Hyukjae dan Lee Donghae bisa mengenalmu?” tanya gadis itu.

“ Aku tidak mengenal mereka. Dan aku juga tidak mengenalmu atau kalian.” Ucap Seohae dengan datar.

Gadis itu tertawa meremehkan. “ Aku Kim Sooyeon. Dan kedua pria yang kau akui tidak mengenalnya adalah dua dari mahasiswa terpopuler. Cih.. yang benar saja? Jangan berpura kau tidak mengenal mereka!”

Seohae menatap Kim Sooyeon dengan lekat. “ Aku memang tidak mengenal mereka. Aku bahkan tidak peduli jika mereka adalah mahasiswa populer. Aku juga tidak peduli dengan namamu. Sekarang biarkan aku pergi.”

Seohae berusaha untuk melepaskan diri tetapi Sooyeon kembali menahan tubuh Seohae merapat pada dinding. Sooyeon memandang Seohae dengan serius. “ Kuperingatkan padamu, jangan mendekati Lee Hyukjae ataupun Lee Donghae. Atau bahkan mahasiswa populer lainnya. Kau tidak sebanding dengan mereka. Bahkan aku saja tidak mengenal siapa dirimu.”

Seohae menghela nafas pendek. Kemudian ia menepis tangan Sooyeon dari bahunya. “ Jangan khawatir. Aku bahkan tidak tertarik untuk berurusan dengan mereka. Atau Barbie sepertimu, Kim Sooyeon.”

“ Cho Seohae!!”

Seohae dan Sooyeon –beserta tiga Barbie lainnya– menoleh dan mendapati seorang pemuda berdiri tidak jauh dari mereka. “ Mereka teman-temanmu?”

“ Yang benar saja!” sahut Seohae.

Sooyeon kembali menatap Seohae dengan jengkel. “ Ingat semua perkataanku baik-baik.” Kemudian Sooyeon berserta antek-anteknya meninggalkan Seohae.

“ Introvert dan sekarang korban bullying. Kau benar-benar mengejutkan, Cho Seohae.” Tukas pemuda itu sembari berjalan mendekati Seohae.

Seohae mendengus. “ Jangan berisik, Cho Kyuhyun. Ini bukan urusanmu.”

Dan kemudian Seohae berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih menatapnya dengan sedih. Kyuhyun menghela nafas. “ Hey, tentu saja menjadi urusanku. Kau itu adikku! Ya.. Cho Seohae!! Kenapa kau meninggalkanku?!! Seo-ya…!”

Kyuhyun kemudian mengejar Seohae yang hampir menghilang dari pandangan matanya.

Dan tanpa siapapun yang menyadari, Donghae telah memperhatikan seluruh kejadian tersebut. Dimulai Sooyeon yang mengancam Seohae hingga kedatangan Kyuhyun yang baru ia ketahui adalah kakak Seohae.

“ Jadi, dia adalah kakakmu. Itu artinya aku masih mempunyai kesempatan, bukan?” gumam Donghae berbisik.

Oh shit… Lee Donghae, apa kau buta! Cho Seohae baru saja diancam karena kau dekat-dekat dengannya! Itu bahkan bukan karena kesalahannya!! Sekarang kau berharap sebuah kesempatan? You wish…

*****

NOTE: Sebelum ada yang protes kenapa ini pendek -bagi yang baru pertama kali baca- dari awal memang fanfic ini cuma sekitar 1000an-2000an kata saja. mungkin semacam ficlet? drabble? entah deh namanya yang benar apa. diatas aku udah berikan link pdf untuk cerita sebelumnya. jadi, jangan ada yang tanya lagi dimana cerita awalnya ya…

Dan, untuk fanfic [BCF] Over The Truth akan dibuat hampir sama seperti fanfic ini. Maksdunya setiap partnya pendek-pendek, gitu. soalnya, sepertinya aku gak akan kuat untuk menulis setiap part yang panjang-panjang. Dan mungkin part 1 dari [BCF] Over The Truth dipublish besok? tapi bisa jadi minggu depan? Jadi, member list password siap-siap yaa… ^^

Terakhir, maaf jika part 4 ASFES ini terkesan kaku. karena aku baru menulis genre straight lagi. yang The President juga baru dapat beberapa paragraf. Dan begitu pula dengan fanfic lainnya. Bukan gak ada ide, tapi gak ada waktu untuk menulis. mungkin nanti selama bulan mei aku bakal kembali hiatus untuk sebulan karena saking banyaknya tugas. tapi baru rencana ajah sih..

baiklah.. annyeong ^^ #HappySiwonDay

Advertisements

19 thoughts on “[MM] A Story From East Sea [4]

  1. Kuraaaaaaaannnngggg!!!
    Udah updet nya lama…
    Begitu publis kenapa pendek amir??
    Hikz hikz T,T
    Kayanya ini drable deh non…

    Tugas mu gimana??
    Udah kelar??
    Masih “setia” ngebingungin judul??
    He3x^^v

    1. mian onnie
      fanfic ini jatahnya emang pendek-pendek
      tapi yakin jumlah partnya bakal banyak :^)

      masih galau judul nih onnie
      udah nemu sih, tapi masih belum yakin..
      TT_____TT

  2. pendek bngeeet…bingung mo comment apa#g bs mrngktai kata2.. Pokokny q slalu suka sm tulisanmu., *always mnunggu the president

  3. yg the president jg d PDF dooonk
    jd bsa lngsung donlot dan bca
    hehee

    yg ne uda aq donlot
    jd tinggal bca
    keep writing

  4. Duh,,
    kyk.a ni crita g q bc,, lnjtan blog lama kan? Hehe,, couple hae-hae? Yah, semangat nulis aja. Kyk.a drable,, kali,,

  5. jeongml mianhe y unn! Q ga’ bgi2 ‘ngrpti ma jln crita ni ff!! Hbis’ q jrng mmpir di blog s2’a lgi, klo ga’ slh nm blog’a threethousandsgeneration kn unn??*jiah kthuan bgt dh q lbih suk bc ff yaoi*…tp y mang bnr si unn q suk bc ff yaoi! Tp yg WONKYU doang unn!! Y secr q ni kn WKS. Q ga’ suk klo kyu di psngin ma yg lain dn bgi2 pula sblik’a. Egois q y unn?? Y… Tp i2lh q!!! Mian y bwat kyumin shiper, cks atopn shiper2 yg lain, don’t be maid with me ok? Cos wlopun q ni wks q ga’ bnci lo ma shiper2 yg lain, mlhn q bnci bgt ma fanwar yg suk ‘ngbash shiper2 yg lain’a. Cos ni cum dunia perFANFICAN!!! Ga’ etis bgt klo kt sling ‘ngbash s2 sm lain. Bnr kn unn???

    *mau stright mau yaoi ff unni mang sllu DAEBAK ko’!!! Poko’a q tunggu ff2 amazing unni yg lain!a trutm yg onely one’aaaa…
    Duh mau try out bsok mlh mikrn ff, mtk lgi! Kyumooom ajrin q donk, kmu kn jgo mtk!*d toyor kyuhyun*so’ kenl lu!!
    Vish oppa….

    do’ain q y unn, chingu…supy q bis ‘ngjwb soal2 bsok!!!
    SEMANGAT…

  6. bacanya udah kemaren tp baru sempet komen skarang .__.v

    untung itu ad pdf-nya, kalo nggak bakalan kebingungan q waktu baca ceritanya 😀
    seohae dingin & introvert sekali, apa dy punya masa lalu yg suram bgt ama laki-laki? & kasihan bgt di bullying 😦

    part ini pendek bgt tp gpp yg penting tetep lanjut ^^
    oh ya, walopun aq suka yaoi, tp karena cerita & tulisanmu keren, jadi aq baca semua hehehe
    cukup sgini aja, skrng komen d ff slanjutnya ^^

  7. Bingung nih mau komen apa,bukan masalah pendek nya sih,cuma kurang panjang aja hahaha
    seneng akhir nya di lanjut’in jg
    di tunggu karya2 yg lain nya

  8. Dan lagi terjadi baca ffnya dari tengah maaf ya author koment nya juga dari tengah soalnya aku ga nemu part awal awalnya. Yang only one juga ga baca 11 part. Yang ASFES ini ga baca 3 part. *oke fix terlalu banyak Omong*

    Duo Lee itu suka sama ade Kyu. Y ilah Lee Donghae masa langsung ciut si, gegara Seo itu. Kan bisa Seonya dilabrak, gantian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s