[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 9B

TF2

Today

Kyuhyun menghela nafas pendek lalu memasukkan ponselnya –well.. kemarin Donghae pergi membelikan ponsel baru untuknya–  kedalam saku celana jeans-nya. Ia menghampiri Narra yang tengah sibuk membuat pancake bersama salah satu pengurus rumah. Kyuhyun tersenyum tipis melihat wajah adiknya yang sedikit terkena tepung dibagian pipi.

“ Aku akan keluar sebentar, ya.” Pamit Kyuhyun.

Sontak Narra yang tengah sibuk mengaduk adonan mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun. “ Eh? Pagi-pagi begini. Oppa mau pergi kemana? Kita juga belum sarapan.”

“ Ada urusan sedikit. Mengenai masalah kantor. Oppa akan sarapan diluar. Sebelum makan siang, juga sudah pulang.” tutur Kyuhyun sembari membersihkan tepung dari wajah Narra.

Narra mengerucutkan bibirnya. “ Baiklah. Aku tahu.”

Kyuhyun tersenyum dan mengacak rambut adiknya lembut. “ Sampai jumpa nanti, sayang.”

*****

“ Siwon, sebelum kau pergi bisa kita bicara dulu?”

Siwon menatap wajah sang Appa dengan serius. Lalu ia mengangguk kecil. Tuan Hongjae tersenyum tipis dan beranjak dari meja makan dan berjalan menuju perpustakaan. Siwon menarik nafas dan memandang Eommanya.

“ Bicaralah pada Appamu, sayang.” Tutur sang Eomma.

Siwon mengangguk menurut dan ia juga beranjak dari meja makan. Ji In menatap punggung Siwon yang kini tengah menuju perpustakaan untuk bicara dengan sang Appa. Ji In kembali menatap Nyonya Hyosan.

“ Eomma, Appa mau bicara apa dengan oppa?” Tanya Ji In.

Nyonya Hyosan meneguk habis jus jeruknya dan menatap putri bungsunya. Beliau tersenyum. “ Bukan apa-apa, sayang. Hanya masalah antar lelaki.”

Ji In mencibir jengkel. “ Ahh.. Eomma tidak seru. Masa merahasiakannya dariku. Menyebalkan. Terserah sajalah, aku mau pergi ke rumah Narra.” Sahut Ji In. Ia berdiri dan meraih tas ranselnya. “ Dah, Eomma…” pamit Ji In setengah berlari keluar.

Nyonya Hyosan hanya menghela nafas melihat kepergian Ji In. “ Entah bagaimana reaksi Ji In dan Narra jika mendengar hal ini.”

*****

Kyuhyun menatap sekeliling dimana ia berada kini. Rasanya sudah sangat lama sekali, tapi semuanya masih terasa sama. Kyuhyun seakan masih bisa mencium bau tanah yang basah oleh air hujan. Dan juga harum bunga krisan yang tidak pernah dilupakan Kyuhyun.

Ia menarik nafas dan mulai menapaki jalan setapak. Semuanya masih sama dimata Kyuhyun. Tidak ada yang berubah padahal ia sudah hampir empat tahun tidak pernah ke tempat tersebut. Terakhir ia kesini adalah saat kelulusan kuliahnya bersama Narra, tapi sejak itu Kyuhyun terlalu sibuk pada pekerjaannya di perusahaan.

Kyuhyun terus berjalan masuk lebih dalam lagi. Melewati beberapa nisan sampai akhirnya ia sampai pada tempat peristirahatan terakhir kedua orangtuanya. Kyuhyun  terhenti sebentar untuk menatap punggung seseorang yang sudah berada disana –menunggunya. Kyuhyun menghela nafas lalu kembali berjalan.

Ia seperti mengabaikan orang itu. Dan meletakan buket bunga lili yang dibawanya. Kyuhyun menatap buket bunga lili lainnya yang dibawakan oleh pria yang kini berada disampingnya. “ Bagaimana kau tahu Eomma menyukai bunga lili?”

“ Dari Eomma-ku. Saat kubilang ingin pergi ke pemakaman orangtua-mu, beliau bilang kalau aku harus membawa bunga lili. Eomma juga menitipkan salam untukmu dan Narra.” Ucap pria itu pelan.

Kyuhyun hanya menggumam pelan sebagai sahutan. Ia masih terfokus pada dua batu nisan dihadapannya kini. Menatap sendu pada ukiran nama kedua orangtua-nya. Cho Joonhyuk – Kim Nayoung. Dan tiba-tiba sekilas Kyuhyun seperti melihat kembali sosok ayah dan ibunya tepat dihadapannya –memandang tersenyum bangga padanya.

Kyuhyun menundukkan kepalanya. Tiba-tiba ia merasakan panas pada matanya, seperti ada benda tajam yang menusuk masuk dan membuat matanya terasa sakit. Rasanya pandangannya mulai mengabur karena cairan bening. Kyuhyun menangis. Entah kapan terakhir kali ia menangis, rasanya sudah lama sekali. Dan ketika ia kembali menangis, semuanya begitu menyesakkan.

“ Kyuhyun…” suara pria itu menyadarkannya.

Sontak Kyuhyun menyeka airmatanya. Ia mengangkat kepalanya dan menatap pria yang menatapnya dengan lirih. Tapi kemudian pria itu tersenyum padanya. Kyuhyun hanya mengulas senyum tipis padanya. Pria itu menarik tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya.

Kyuhyun menarik nafas dan membalas pelukan pria tersebut. “ Kumohon jangan membuatku harus melupakanmu lagi, hyung.” Bisik Kyuhyun pelan.

*****

Hyukjae menghela nafas panjang dan menatap dua gadis yang kini sedang sibuk menghabiskan pancake. Selain itu, dirinya merasa seperti berada didalam kandang singa. Sangat sulit dipercaya. Lee Hyukjae, seorang manager di Choi Inc. kini sedang makan pancake bersama adik Cho Kyuhyun di rumah besarnya.

Awalnya saat mendapat ajakan bertemu dengan Donghae, Hyukjae tidak tahu kalau tempat pertemuan mereka adalah dirumah kediaman Cho Kyuhyun. Tapi yang lebih mengejutkan adalah keberadaan Choi Ji In dirumah itu. Ada begitu banyak hal yang tidak dimengerti oleh Hyukjae, dan Donghae harus menjelaskannya dengan hati-hati. Termasuk rencana yang dibuat oleh kedua adik sahabat mereka itu.

“ Baiklah… Aku sepertinya baru mengerti. Tapi perlukah kita harus ikut turun tangan seperti ini? Kalian tahu, kedua kakek kalian itu sangat menyeramkan.” Ujar Hyukjae.

Ji In menelan habis pancake dalam mulutnya sebelum ia bicara. “ Kami tahu. Untuk itu kami butuh bantuan kalian.”

“ Untuk urusan para kakek kami, kalian tidak perlu khawatir. Kita akan melakukannya secara diam-diam. Lagipula kita hanya perlu melakukan pada Siwon oppa dan Kyuhyun oppa. Setelah itu, tinggal mereka yang melanjutkan.” Sambung Narra.

Donghae melipat kedua tangan didepan dada. Ia mengernyit. “ Hey.. Hey… sepertinya ada yang berubah dari rencana yang kalian katakan padaku kemarin. Kalian bilang hanya pada sampai…”

Belum selesai Donghae bicara, Ji In malah menyelanya. “ Ada perubahan. Karena semalam terjadi sesuatu yang aneh dirumah. Selain itu, pagi ini Appa dan Eomma juga bersikap aneh pada Siwon oppa. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan untuk itu kami merubah rencana.” Jelas Ji In. Ia mengingat jelas Appa dan Siwon bicara secara rahasia dan Eommanya tentu mengetahui sesuatu. Sialnya, hanya dia yang tidak boleh mengetahuinya.

“ Baiklah. Terserah kalian saja. Tapi kuharap jika kedua kakek kalian mengetahui ini dan mengamuk, maka jangan pernah menyebut namaku. Arraseo!” tukas Hyukjae pada akhirnya. Ia memilih menyerah jika harus terus-menerus berdebat dengan Ji In.

“ Dan aku akan berpura tidak pernah mengetahui hal ini jika Siwon atau Kyuhyun mengetahui rencana aneh kalian.” Tambah Donghae.

*****

“ Sudah merasa lebih baik?”

Kyuhyun mengangguk. “ Ya. Maaf, tidak biasanya aku bersikap emosional seperti tadi.” Ucap Kyuhyun kikuk.

Kyuhyun masih terlihat begitu canggung, walaupun ia berusaha untuk berbicara dengan nyaman. Serasa lidah Kyuhyun sangat kaku untuk bicara seperti itu. Terlebih ia bicara dengan pria itu. Pria yang adalah penerus Choi Inc. –Choi Siwon. Pria Choi yang dulu pernah dilupakan dan sangat dibencinya bertahun-tahun.  Tapi kini Kyuhyun sendiri tidak tahu kenapa hubungan mereka menjadi sangat rumit begini.

“ Tidak apa. Aku bisa mengerti.” Siwon tersenyum.

Kyuhyun tersenyum canggung. Rasanya begitu aneh. Kemarin mereka masih saling bermusuhan, tapi hari ini mereka bisa mengobrol layaknya teman dekat. Seperti mereka tidak pernah mengalami permusuhan sebelumnya. Dan lagi, Kyuhyun masih belum terbiasa dengan sensasi hangat yang menyebar mulai dari telapak tangan hingga seluruh tubuhnya. Kyuhyun merasa bodoh, karena mereka hanya berjalan berdampingan –tanpa saling bersentuhan. Tapi kenapa tubuhnya sangat hangat?

“ Kau memberi alasan apa untuk keluar?” tanya Siwon mengisi keheningan diantara mereka.

Setelah dari makam orangtua Kyuhyun, mereka memilih untuk berjalan mengitari area pemakaman yang cukup sepi. Well.. cukup aneh, tapi juga sangat aman. Karena keduanya masih tidak bisa tampil didepan public begitu saja. Akan terlalu banyak masalah yang timbul nantinya.

“ Urusan kantor. Tapi kalau Narra menelepon Donghae, aku perlu alasan lain.” Tutur Kyuhyun sedikit menunduk menatap langkah kakinya yang bergerak seirama dengan langkah Siwon –tanpa sengaja.

“ Katakan saja, aku meminta bertemu denganmu untuk memberikan ice-cake untuknya. Bukankah aku pernah menjanjikan untuk mengganti ice-cake yang kuhancurkan waktu itu. Aku bahkan sudah membelinya. Ada didalam mobil.” Ujar Siwon.

Kyuhyun hanya menggumam pelan. Tapi lalu ia menjadi ingat peristiwa beberapa minggu lalu. Disaat ia terjebak dalam hujan dan mobilnya mogok. Saat itu Siwon datang menawarkan bantuan. Tapi pada akhirnya, mereka kembali bertengkar dan membuat ice-cake Narra jatuh. Siwon memang menjanjikan untuk membelikan ice-cake baru untuk Narra, sekaligus memberikan sebuah ciuman manis.

Shit. Kyuhyun sepertinya kembali teringat dengan ciuman itu. Kemudian, ia merasa wajahnya mulai terasa lebih hangat dari sebelumnya. Siwon yang memperhatikan Kyuhyun sedikit tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun. “ Kau sepertinya teringat akan sesuatu. Apa itu?” tanya Siwon.

Kyuhyun melirik Siwon dan menggeleng. “ Tidak. Bukan apa-apa.” Sahut Kyuhyun cepat dan canggung.

Siwon tersenyum dan mengangguk kecil. “ Sebenarnya kemarin sudah kubelikan, tapi tidak kubawa saat mengantarmu pulang. Dan akhirnya, Ji In yang menghabiskan. Jadi, kubelikan lagi.” Kyuhyun ingat kemarin.

Kemarin itu adalah titik balik hubungannya dengan Choi. Dengan Siwon, tentu hal berbeda jika saat ini mereka bersama. Tapi dengan Choi lainnya? Kyuhyun bahkan tidak tahu. Semuanya berubah begitu cepat. Kyuhyun bahkan tidak diberi waktu untuk beradaptasi atau sekedar mengerti situasi sebenarnya. Choi Siwon mengatakannya terlalu cepat.

Kyuhyun menunduk memperhatikan langkah kakinya. Ia tersenyum tipis saat melihat kedua kaki Siwon juga bergerak seirama dengan langkah kakinya. Rasanya masih aneh tapi begitu nyaman. Kyuhyun bahkan tidak pernah menyangka bahwa ia akan mengatakan hal itu –pada dirinya sendiri.

“ Kyuhyun…” ucap Siwon.

Kyuhyun kembali menggumam pelan sebagai jawaban. Kemudian Siwon malah terdiam. Sontak Kyuhyun juga ikut berhenti dan mengangkat kepalanya untuk menatap pria itu lekat. Siwon tersenyum pada Kyuhyun. Ia mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Kyuhyun. Tapi hanya tinggal beberapa inchi lagi, Kyuhyun malah menghindar dan melanjutkan berjalan.

Siwon hanya diam kikuk karena reaksi tiba-tiba tersebut. Ia seperti sedang dibodohi oleh Kyuhyun. Tapi ia hanya tersenyum tipis dan kini berjalan dibelakang Kyuhyun. “ Kau masih merasa canggung?” tanya Siwon –sedikit menggoda.

“ Ti-tidak. Hanya belum terbiasa dengan perubahan ini.” ujar Kyuhyun. Well.. Siwon hanya mengangguk paham saja. Tapi Kyuhyun jelas tidak bisa melihatnya.
Lalu sunyi. Mereka berhenti bicara. Hanya ada suara langkah dan suara angin disekeliling mereka. Pemakaman ini tidak menyeramkan, hanya terlalu sunyi. Ada cukup banyak nisan tapi sangat sedikit yang datang berkunjung.

Kyuhyun berjalan perlahan dan Siwon mengikuti langkahnya. Ada tersisa jarak sekitar dua langkah diantara mereka. Dan suasana yang sepi, membuat Kyuhyun bisa dengan jelas mendengar suara deru nafas Siwon dibelakangnya. Seakan pria itu bernafas tepat dibelakang lehernya. “ Siwon-sshi, boleh aku bertanya?”

“ Untukmu hyung, Kyuhyun. Kemarin sudah kukatakan untuk memanggilku dengan sebutan hyung. Oh, tadi kau juga sempat memanggilku dengan hyung, kenapa berubah lagi?  Dan apa yang ingin kau tanyakan?” tutur Siwon.

Kyuhyun mendesis pelan. Ia merasa jengkel. Siwon masih saja menyebalkan. Tapi Kyuhyun akan berusaha mengabaikannya –untuk saat ini. “ Kenapa kau menjadi gay? Ma-maksudku, kau selalu dikelilingi gadis-gadis cantik dari kalangan keluarga terpandang. Kenapa kau memilih… pria?” Kyuhyun seperti tersedak ketika melontarkan pertanyaan itu. Aneh, ia sendiri bisa mengeluarkan pertanyaan seperti itu.

Langkah Siwon terhenti. Kyuhyun menyadarinya. Tapi ia terus berjalan dan membiarkan Siwon jauh beberapa langkah dibelakangnya. Kemudian Kyuhyun bisa mendengar suara kaki Siwon kembali berjalan.

“ Kau memberi pertanyaan sulit, Kyu. Tapi bukankah sudah kukatakan, aku tidak tahu kenapa bisa jatuh cinta padamu, maksudku pria. Diantara kita terlalu banyak batas-batas tinggi yang tidak bisa diruntuhkan. Tentu, seperti katamu, aku selalu dikelilingi oleh para gadis cantik yang berisik. Well, jujur saja aku selalu melarikan diri setiap kali perjamuan makan malam keluarga Choi. Tapi aku tidak tertarik pada mereka.” Ucap Siwon.

Kyuhyun sedikit menoleh padanya –seakan mengatakan bahwa Siwon adalah orang aneh. Siwon tertawa kecil melihat ekspresi Kyuhyun tersebut.

“ Tapi aku juga tidak mengatakan bahwa aku adalah gay, bukan? Aku mengatakan dengan jelas kalau aku jatuh cinta padamu, Kyuhyun. Dan jika untuk bisa jatuh cinta padamu adalah menjadi gay, maka aku tidak akan keberatan. Karena jika dengan pria lain pun, aku yakin tidak akan bisa merasakan hal yang ketika aku bersamamu Kyuhyun. Rasanya berbeda sangat jauh. Tapi bersamamu, jauh terasa lebih baik.” Jelas Siwon untuk terakhir.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Jawaban Siwon terdengar sangat bodoh dan konyol bagi Kyuhyun. Hanya saja, Kyuhyun merasa telinganya sangat panas sekarang ini. “ Ta-tapi kau pasti pernah berkencan, bukan? Dengan gadis-gadis.”

“ Tentu saja. Saat sekolah menengah, aku beberapa kali menjalin hubungan dengan gadis-gadis. Pergi kencan, berpegangan tangan, berpelukan, berciuman. Hal-hal yang dilakukan selayaknya hubungan pria dan wanita yang sedang berpacaran.” Jawab Siwon mudah. Siwon tidak akan berbohong jika ia tidak pernah berpacaran sebelumnya. Itu akan terdengar sangat konyol.

Kyuhyun menelan salivanya dengan sulit. Kini ia yang menjadi bodoh karena menanyakan tentang hal tersebut. “ La-lalu… misalkan aku dilahirkan sebagai seorang perempuan. Apa yang akan kau lakukan?” Well… kali ini Kyuhyun praktis memaki dirinya sendiri. Cho Kyuhyun, pabbo!

“ Aku mungkin akan langsung melamarmu. Tidak peduli jika kau adalah seorang Cho.” Jawaban Siwon kali ini membuat Kyuhyun terdiam. Siwon menatap punggung Kyuhyun dihadapannya. “ Baik kau adalah seorang perempuan ataupun pria, aku mencintai Cho Kyuhyun.”

Siwon menarik nafas dan berjalan mendekati Kyuhyun. Lalu Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang. Kedua lengannya melingkari tubuh Kyuhyun melewati bahunya. Siwon mendekatkan wajahnya pada telinga Kyuhyun. “ Aku tahu, kau masih meragukan perasaanku yang sebenarnya Kyuhyun. Aku bisa memahaminya. Menjadi gay bukanlah jalan yang mudah kau ambil sebagai jalan hidupmu. Dan aku sudah mengatakan dengan tersirat bahwa aku juga tidak menyangka bisa menjadi gay, bukan? Hanya karena aku mencintaimu, aku menjadi gay. Itu praktis terjadi, Kyuhyun.”

“ Jika, perasaan cintaku padamu mempunyai istilah lain, maka aku tidak akan mengubah apapun. Aku tetap mencintaimu. Perasaan cinta ini absolute, Kyuhyun. Aku mungkin bisa saja jatuh cinta pada seorang gadis, tapi aku hanya memilihmu.” Ujar Siwon.

Kyuhyun bungkam. Ia tidak mempunyai pertanyaan lainnya. Entah, tapi setelah kemarin, Kyuhyun perlu memastikan lebih lanjut mengenai hari ini. Perasaan manusia ada sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh manusia lain. Perasaan manusia adalah sesuatu hal yang bisa berubah kapan saja dalam hitungan detik. Dan Kyuhyun hanya ingin memastikan bahwa dirinya tidak terluka lagi.

“ Sekarang giliranku bertanya. Apa kau pernah berkencan dengan seorang gadis, Kyuhyun?” suara husky Siwon pada telinganya yang terdengar menggoda sontak mengejutkan Kyuhyun.

“ E-eh? A-aku… tidak pernah.” Ucap Kyuhyun –seperti berbisik.

Siwon –entah mengapa– tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. “ Benarkah? Kau begitu tampan. Aku yakin ada banyak gadis yang menginginkanmu, Kyuhyun-sshi. Dan keluargamu juga mempunyai banyak kenalan keluarga kaya dengan anak gadis mereka. Apa kakekmu tidak pernah mengenalkanmu pada gadis-gadis, Kyu?”

Kali ini Siwon sedang menggoda Kyuhyun. Sesekali ia menciumi bagian leher dan telinga belakang Kyuhyun. Membuat tubuh pemuda dipelukannya ini menjadi lebih tegang dari sebelumnya. Siwon tersenyum dibalik surai rambut coklat caramel Kyuhyun yang begitu harum.

“ Se-seperti katamu. Me-mereka hanya gadis cantik yang berisik. Ba-bagiku mereka hanya…” Shit, Kyuhyun bahkan tidak bisa berbicara dengan baik karena Siwon. “ Mereka seperti boneka cantik yang sangat manja dan tidak bisa melakukan apa-apa selain merajuk.”

“ Lalu… kau lebih memilih pria? Kau memilihku?”

That’s it. Ini adalah tanda bagi Kyuhyun. Dengan cepat, ia melepaskan diri dari pelukan Siwon. Kyuhyun mengambil jarak yang cukup jauh dengan Siwon yang menatapnya bingung saat ini. Kyuhyun mengambil nafas banyak-banyak. Ia melirik kearah Siwon beberapa kali sebelum akhirnya kembali berjalan.

“ Aku lapar. Aku belum sempat sarapan.” Seru Kyuhyun sembari terus berjalan menjauhi Siwon.

Siwon hanya tertawa kecil melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti menghindari pertanyaan terakhirnya. “ Hey… kau mau makan dimana? Tunggu aku, Kyuhyun!!”

Siwon lalu berlari mengejar Kyuhyun yang sudah cukup jauh.

*****

Siwon menyodorkan sebuah tissue pada Kyuhyun. “ Ujung mulutmu ada sedikit mayonnaise.”

Kyuhyun mengambil tissue itu dan mengelap kedua ujung mulutnya. Ia tidak ingin memberikan kesempatan Siwon untuk melakukan hal aneh –walaupun itu hanya bagian dari imajinasi anehnya saja. Kau mulai berpikiran kotor, Cho Kyuhyun. Kemudian setelah memastikan sudah bersih, Kyuhyun melanjutkan menghabiskan sandwich tuna-nya.

Siwon yang duduk tidak jauh didekatnya hanya tertawa kecil. Ia tidak menyangka kalau Kyuhyun begitu sangat menggemaskan dan sangat menyenangkan untuk digoda. “ Beruntung Eomma membawakanku sandwich ini. Tapi rasanya aneh sarapan diantara batu-batu nisan ini.”

Kyuhyun melihat sekelilingnya. “ Ini lebih baik ketimbang dengan orang-orang yang selalu menatap aneh padaku.” Sahut Kyuhyun.

Well… mereka masih berada di pemakaman, hanya saja berada di bukit paling tinggi. Dengan beralaskan kain dan ditemani oleh beberapa potong sandwich dan beberapa kotak jus apel dan jeruk yang dibawa oleh Siwon. Jangan bertanya kenapa dan bagaimana, karena sang Eomma-lah yang menyuruhnya membawa semua ini. Sepertinya Eomma Siwon mempunyai bakat cenayang. Seakan Siwon dan Kyuhyun akan melakukan sebuah “kencan”.

Siwon menatap Kyuhyun lekat lalu ia mengambil satu kotak jus apel. “ Minumlah…”

Kyuhyun menatap kotak jus tersebut selama beberapa detik, baru mengambilnya dari tangan Siwon. Tapi Kyuhyun memilih untuk menghabiskan sandwichnya terlebih dahulu. Sedamgkan Siwon membuka kotak jus jeruk dan meminum beberapa teguk.

“ Kau menyukai sandwichnya?” Siwon sedikit berbasa-basi.

Kyuhyun mengangguk antusias. Mulutnya masih penuh dengan gigitan sandwich yang cukup besar –terlalu besar untuk mulutnya, pikir Siwon. Siwon tersenyum. “ Syukurlah.”

Tapi jika Siwon mengingat Eomma-nya, maka ada hal lain yang perlu dia katakan pada Kyuhyun. Walaupun tidak merasa yakin, tapi Siwon tetap harus memberitahu Kyuhyun. Baik itu sekarang ataupun nanti. “ Kyuhyun…” panggil Siwon lagi.

“ Ya?” Kyuhyun menatap Siwon sembari mengunyah gigitan terakhir sandwichnya.

Siwon menarik nafas terlebih dahulu. “ Eomma dan Appa sudah mengetahuinya.” Ucapnya singkat. Kyuhyun mengernyit tidak mengerti dengan ucapan Siwon.

“ Maksudku, kedua orangtua-ku sudah mengetahui aku mencintaimu.” Kyuhyun terdiam untuk beberapa detik tapi kemudian ia segera menelan sandwich yang masih ada didalam mulutnya. Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya dan ia sibuk membuka kotak jus yang diberikan oleh Siwon sebelumnya.

Siwon kembali menghela nafas. Kini ia menatap pada arah kota dibawah bukit tersebut. “ Aku sudah menjelaskan mengenai perasaanku. Hanya saja, aku tidak menjelaskan bagaimana perasaanmu padaku. Jujur, aku juga belum bisa mendapati maksudmu sebenarnya, Kyuhyun. Apakah kau mempunyai perasaan yang sama denganku atau tidak. Hanya berbeda pada Ji In, rasanya aku tidak bisa mengatakannya. Awalnya aku tidak ingin mengatakan padamu, hanya saja kau perlu tahu hal ini.” ucap Siwon pelan.

Kyuhyun diam. Ia menghela nafas pendek dan meneguk habis jus apel. “ Kau sudah mengatakannya? Lalu bagaimana dengan reaksi mereka? Apa mereka marah?” tanya Kyuhyun.

Siwon bangkit dan kemudian pindah duduk disebelah Kyuhyun –dengan posisi menghadap menatap Kyuhyun. Siwon menyentuh wajah Kyuhyun dengan hati-hati. Beruntung, kali ini Kyuhyun tidak menghindar seperti sebelumnya. “ Jika aku bersamamu hari ini, bukankah itu hal baik?” ucap Siwon sembari terus mengusap lembut pipi Kyuhyun.

Siwon merasa rasanya senangnya berkali-lipat. Kyuhyun benar-benar tidak berlari menjauhinya. Pemuda itu masih berdiri ditempatnya –walaupun belum bergerak mendekat, tapi Siwon sudah cukup senang.

“ Aku tidak tahu kalau kau berada disini denganku adalah hal baik. Karena kupikir kau kabur.” Siwon tertawa mendengar sahutan Kyuhyun yang ketus. “ Tapi… mereka benar-benar tidak memberikan reaksi penolakan atau semacamnya?”

Siwon menggeleng. “ Tidak, Kyuhyun. Mereka bersikap cukup positif, tapi ketakutan mereka juga menjadi kekhawatiranku sekarang. Reaksi adik-adik kita.” Siwon kemudian menyatukan keningnya dengan kening Kyuhyun –membuat ia bisa merasakan aroma apel menguar dari Kyuhyun.

“ Kau tidak mengkhawatirkan reaksi kakekku? Kakekmu? Anggota keluarga lainnya?” tanya Kyuhyun berbisik.

Siwon memejamkan matanya. Ia menikmati dengan baik setiap detik sentuhan halus wajah Kyuhyun dipermukaan kulitnya, hembusan nafas Kyuhyun pada wajahnya. “ Kakek mungkin adalah pihak yang sangat dikhawatirkan. Tapi dia hanya kakekku. Bukan dia yang mengatur hidupku, tapi diriku sendiri. Anggota keluarga lain? Mereka hanya kerabat, Kyuhyun. Kami hanya berada dibawah satu nama keluarga yang sama.” Jelas Siwon.

Ya, Kyuhyun juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Siwon. Apapun pilihan hidupnya, itu adalah keputusan mutlaknya. Bukan dari kakeknya ataupun keluarga lainnya. Hanya saja, ada satu pihak yang sangat dicemaskan olehnya. “ Aku mencemaskan Narra.”

“ Dia akan baik-baik saja, Kyuhyun. Kau akan menjaganya. Kita bisa menjaganya bersama. Jiwon, Ji In dan Narra, aku akan menjaga mereka, Kyuhyun.” Bisik Siwon kemudian diikuti oleh kecupan singkat Siwon pada ujung bibir Kyuhyun.

Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. Ia memejamkan matanya –semakin larut dalam sentuhan Siwon yang memabukkan. “ Kumohon… bantu aku, hyung.”

“ Tentu, Kyuhyun. Tentu aku akan membantumu menjaga adikmu. Adik-adik kita.” Kemudian Siwon kembali mengecup bibir Kyuhyun beberapa-kali. Yang kemudian mulai dibahas dengan lembut oleh Kyuhyun.

*****

“ Apa kau pikir ini akan berhasil, sayang?” Tuan Hongjae menutup bukunya. Ia tidak bisa melanjutkan kegiatan membacanya setelah pembicaraan dengan putranya. Yang padahal sudah selesai sekitar tiga atau empat jam lalu.

Nyonya Hyosan menghela nafas pendek dan menghentikan rajutannya untuk sementara. Ia menatap suaminya dengan lekat dan kemudian lebih mendekatkan diri lalu memeluk lengan kiri sang suaminya. “ Apa yang kau khawatirkan? Siwon tidak akan mengatakannya jika ia tidak siap dengan segala resikonya, bukan? Kau mengenal persis putra tertuamu, sayang.”

“ Aku tahu. Tapi jika Gyushik mengetahui hal ini maka… Oh? Tunggu, bagaimana Kyuhyun sendiri? Apa dia juga merasakan hal yang sama pada Siwon?” tanya Tuan Hongjae lagi.

“ Bukankah Siwon pergi untuk menemuinya. Kupikir, ini hal baik. Siwon bilang Kyuhyun mungkin tidak menyadari sepenuhnya. Tapi Siwon tidak akan bertindak konyol, sayang. Percayalah…” tutur Nyonya Hyosan.

Kini Tuan Hongjae yang menghela nafas. “ Kalau Siwon berbuat hal aneh pada Kyuhyun, maka lihat saja akibatnya nanti.”

Nyonya Hyosan tertawa kecil melihat reaksi suaminya yang terkesan sangat protektif pada Kyuhyun. “ Oh… Kau sudah begitu menyayangi calon menantumu ternyata.”

Tuan Hongjae mendengus jengkel melihat istrinya tengah mengejeknya. Tapi belum sempat membalas ucapan sang istri, terdengar suara Ji In yang baru saja pulang.

“ Eomma!! Jiwon Onnie menggirimkan paket!!” seru Ji In sembari masuk dan membawa sebuah kotak. Ia mengambil duduk disebelah kanan Tuan Hongjae. “ Aku melihat kurir datang sebelum aku masuk.” Jelas Ji In –padahal tidak ada yang bertanya– yang kemudian menaruh tas ranselnya dilantai dekat kakinya.

“ Kau sudah pulang, sayang? Katanya mau belajar bersama Narra.” Ucap sang Eomma mengusap lembut surai kecoklatan putri bungsunya.

“ Kami hanya membicarakan mengenai tugas akhir yang harus diselesaikan. Sisanya, kami bisa mengerjakan sendiri-sendiri. Lagipula ini tugasnya dikerjakan bersama tiga orang lainnya.” Sahut Ji In sembari memperhatikan kotak ditangannya.

“ Ji In sayang, kau harus lebih fokus belajar untuk ujianmu, mengerti.” Nasihat Tuan Hongjae yang dijawab oleh anggukan kepala Ji In. “ Oh, satu hal lagi. Kau itu seorang perempuan, sayang. Jangan berteriak-teriak seperti tadi. Kau bagaimana mau mempunyai kekasih, eoh?” tegur Tuan Hongjae. Tapi sepertinya Ji In tidak terlalu ambil pusing. Ia malah sibuk membuka kotak paket tersebut.

“ Jangan terlalu memikirkanku sekarang. Lebih baik pikirkan Siwon oppa. Seharusnya dia yang memikirkan pernikahan, bukan? Aku masih harus belajar, seperti kata Appa barusan. Eoh?!! Mantel rancangan Jiwon Onnie!! Woah… ini lebih bagus dari yang ada di toko Anthonys.”

*****

“ Bisakah kita bertemu lagi?” bisik Siwon yang seakan tidak ingin melepaskan tubuh Kyuhyun dari pelukannya. Kyuhyun tersenyum tipis. Well… ia mungkin masih merasa sangat aneh setiap-kali Siwon memeluknya –atau bahkan mungkin menciumnya. Tapi Kyuhyun hanya merasakan rasa nyaman setelahnya. Ia menyukainya.

“ Kita akan bertemu lagi.  Tidak dalam waktu dekat. Atau diruang publik dimana kita harus bersikap saling bermusuhan.” Ucap Kyuhyun pelan.

Siwon terdiam mengerti. Ia menarik nafasnya perlahan. “ Aku benci dengan kesepakatan itu. Entah kenapa aku langsung setuju ketika kau mengajukan syarat-syarat aneh itu kemarin? Apa yang kau lakukan padaku, eoh?”

Kyuhyun tertawa kecil. “ Mungkin karena aku telah membuatmu menjadi sangat tergila-gila padaku?” goda Kyuhyun. Siwon hanya terkekeh dan kembali mengeratkan pelukannya.

“ Oh ya Tuhan.. kenapa Kau membuatku begitu mencintainya? Ini sangat menyiksaku.” Tukas Siwon. Kyuhyun kembali tertawa dan melepaskan pelukan Siwon. Ia menatap rivalnya yang kini juga menjadi kekasihnya.

“ Aku harus pulang. Terima-kasih ice-cake-nya.” Tutur Kyuhyun. Siwon hanya mengangguk.

“ Bisa aku menghubungimu nanti malam?”

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. “ Aku yang akan menghubungimu setelah memastikan situasinya cukup aman.” Siwon tersenyum maklum. Kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Kyuhyun.

“ Baiklah. Hati-hati menyetirnya.” Kyuhyun mengangguk dan memanjat masuk kedalam mobil. Siwon lalu menutup pintu dan Kyuhyun menurunkan jendela mobilnya agar masih bisa melihat Siwon dengan jelas. “ Pakai seatbeltnya.”

“ Baik, hyung.” Kyuhyun lalu memasang seatbelt. Siwon merasa senang Kyuhyun begitu menurut padanya. Rasanya sifat keras kepalanya perlahan mulai menghilang.

Siwon lalu sedikit memasukkan kepalanya untuk bisa mencium bibir Kyuhyun. Pemuda itu sedikit terkejut tapi hanya membalas ciuman Siwon dengan lembut. Perlahan Siwon menyudahi ciumannya dan menatap Kyuhyun lekat. “ Aku mencintaimu, Kyuhyun.”

*****

“ Anda siapa?” tanya Narra.

Yunho tersenyum tipis. “ Aku Jung Yunho. Rekan kerja Kyuhyun dari Heesan Company dan dulu kami satu universitas. Apa kau adalah Narra, adik Kyuhyun benar?”

Narra memperhatikan Yunho dengan seksama. Kyuhyun tidak pernah menyebut namanya sebagai adik pada semua rekan kerja perusahaan. Tapi pria dihadapannya ini langsung mengenalinya. “ Apa Kyuhyun oppa pernah mengatakan namaku padamu?”

“ Tidak sengaja. Tapi Donghae sudah menjelaskannya. Kakakmu tidak suka membawamu ke ruang public, bukan? Aku mengerti. Akhirnya aku bisa menemui adik Cho Kyuhyun yang sangat misterius.” Tutur Yunho.

Narra masih memperhatikan Yunho. Kemudian ia menarik nafas. Paling tidak jika Donghae yang sudah menjelaskan pada pria ini, maka seharusnya tidak ada yang perlu Narra khawatirkan. “ Apa kau ingin menemui Kyuhyun Oppa? Tapi sayang sekali, Kyuhyun oppa belum pulang. Dia keluar sejak pagi.”

“ Oh?! Aneh sekali. Apa dia bilang ingin pergi kemana?” tanya Yunho.

“ Oppa bilang ada urusan kantor. Mungkin sebentar lagi pulang, karena dia berjanji akan pulang sebelum makan siang. Apa kau mau menunggu? Selain itu aku bisa menghubunginya.” Ujar Narra lagi.

Yunho tersenyum lagi. “ Jika tidak merepotkanmu.”

Tapi ketika mereka hendak masuk, tak lama mobil Kyuhyun memasuki halaman rumah. Entah, tapi Yunho bernafas lega melihat kepulangan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri mengernyit bingung melihat keberadaan Yunho dirumahnya. Apalagi ia bertemu dengan Narra. Kyuhyun membawa turun kantung ice-cake dan berjalan menghampiri Yunho dan Narra. Ia melihat Yunho dengan penuh curiga.

“ Narra, masuk kedalam sayang. Ohya.. ini untukmu.” Kyuhyun menyodorkan kantung ice-cake itu pada Narra. Gadis itu menerima kantung tersebut dan memilih untuk menuruti ucapan kakaknya. Narra tidak ingin membuat masalah baru.

Setelah Narra masuk, Kyuhyun menatap Yunho dengan lekat. “ Ada apa datang ke rumahku? Kalau untuk masalah kerjasama itu, kita akan membicarakannya besok pagi. Di kantorku ataupun kantor Heesan.” Tutur Kyuhyun dingin.

“ Aku kesini bukan sebagai perwakilan Heesan, Kyuhyun. Aku sebagai Jung Yunho, sunbae-mu di kampus. Apa tidak boleh aku menemui juniorku sendiri?” tukas Yunho –yang tidak merasa tersinggung dengan ucapan Kyuhyun barusan. Yunho sudah terbiasa.

Kyuhyun mendecih. “ Rasanya saat kuliah pun, kita tidak begitu akrab, sunbaenim.”

Yunho tertawa kecil. “ Kau masih dendam padaku, rupanya. Hey, aku sudah minta maaf bukan? Itu hanya masalah diskusi kecil, Kyuhyun-ah. Lagipula pada akhirnya pun dosen membenarkan argumen-mu.”

“ Terserah. Pulanglah. Aku lelah. Kalau kau mau bicara denganku, buat janji dengan sekretarisku dulu.” Sahut Kyuhyun yang kemudian berbalik tidak sopan meninggalkan Yunho yang masih berada didepan pintu rumahnya.

Yunho mengepalkan tangannya erat. Awalnya ia ingin membicarakan hal ini dengan Kyuhyun secara baik dan hati-hati. Tapi reaksi Kyuhyun, membuat Yunho tidak mempunyai pilihan lain.

“ Aku menyukaimu, Kyuhyun!”

Sontak Kyuhyun terdiam. Ia hanya berdiri mematung setelah mendengarkan pengakuan Yunho tanpa berani berbalik. Kyuhyun berharap bahwa telinganya berubah tuli dan apapun yang didengarnya adalah kesalahan. Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas.

Kemudian ia berbalik. “ Apa kau sedang bercanda, Jung Yunho? Itu sangat tidak lucu.” Seru Kyuhyun keras. Kyuhyun dalam sikap menyangkal. Ia menyangkal dengan keras. Yunho tidak menyukainya! Apapun yang dikatakan Yunho adalah kesalahan.

“ Tidak, Kyuhyun. Aku memang menyukaimu. Sejak kita kuliah. Sejak kita sering berdebat dalam diskusi. Aku menyukaimu. Lebih tepatnya mencintaimu.” Yunho kembali menegaskan perasaannya.

Kyuhyun mendesis jengkel. “ Hentikan lelucon konyolmu, Jung Yunho-sshi. Itu sama sekali tidak lucu.”

“ Lalu apakah perasaan Siwon padamu juga lelucon?!” balas Yunho. Kali ini lidah Kyuhyun berubah kelu. Yunho jelas mengetahui perasaan Siwon padanya. Hanya dari ucapannya, Kyuhyun sudah mengetahuinya. Tapi sejak kapan? Apa sejak mereka berada di Jeju? Apakah mereka berdua terlalu mencolok?

“ Siwon mencintaimu. Dan kau juga mengetahuinya, bukan?”

“ Kubilang hentikan leluconmu, Yunho-sshi!!”

Yunho tersenyum. “ Dan kau juga mencintainya. Kau terus menyangkal, itu malah membuatnya semakin jelas, Kyuhyun. Kalian saling mencintai, tapi kau selalu menyangkalnya.”

Kyuhyun kembali diam. Ia tidak bisa membalas ucapan Yunho. Kyuhyun sedang mencari alasan lainnya. Kyuhyun menyangkal hanya karena ia masih merasa belum siap dengan reaksi atas perasaannya. Semuanya begitu cepat, aneh dan tidak terduga. Akan ada banyak reaksi yang muncul dan Kyuhyun masih belum bisa mengatasinya. Terlebih dengan Narra. Kyuhyun tidak bisa membawa resiko bagi adiknya.

Yunho kemudian menarik nafas dan berjalan menghampiri Kyuhyun. Ia menatap pria lebih muda darinya tersebut dengan lekat. Senyuman masih menghiasi wajahnya. Dan ketika Yunho berada dihadapannya, Kyuhyun malah menghindari kontak mata dengannya.

“ Hey, kau tidak perlu takut. Mencintai seseorang bukanlah kejahatan, Kyuhyun. Kau mencintai Siwon dan itu bukan kesalahan. Dan Siwon mencintaimu juga bukan kesalahan. Aku mencintaimu. Itu bukan kesalahan. Tidak ada kata salah dalam cinta. Kau hanya perlu menerimanya dan menikmatinya. Maka kau akan bahagia.” Tutur Yunho.

Kyuhyun mengigit pipi bagian dalam mulutnya.  Kemudian Yunho menyentuh kepala pemuda dihadapannya dan mengusapnya lembut. “ Aku datang memang ingin mengutarakan perasaanku padamu. Tapi aku tidak memintamu untuk membalasnya. Aku juga tidak ingin mendengar penolakan darimu. Hanya mengatakannya sudah membuatku senang. Karena jika aku tidak pernah mengatakannya, aku akan menyesalinya seumur hidup, Kyuhyun.”

Kyuhyun masih diam –mendengarkan seluruh monolog Yunho. Kyuhyun mungkin sudah bisa merasakan perasaan Yunho sejak dulu, tapi saat itu Kyuhyun masih terlalu muda dan emosinya belum stabil. Jadi, Kyuhyun selalu mengatakan pada dirinya Yunho hanya sedang bercanda. Bahkan bertahun-tahun mereka tidak bertemu, Kyuhyun masih meyakinkan dirinya sendiri dengan hal-hal seperti itu.

Tapi sekarang Kyuhyun tidak bisa menyangkalnya lagi. Karena ia sendiri merasakannya juga. Pada Siwon. Yunho menatap Kyuhyun dan mencium lembut kening Kyuhyun. Membuat pemuda itu sontak menatapnya dengan terkejut.

“ Berbahagialah, maka aku juga bisa merasa bahagia.”

*****

note: this gonna be long and boring. i’m sorry. part 9B adalah part baru yang gak ada di versi awal. ini kyuhyun dan siwon masih adem-ayem. tapi untuk 9C tension nya bakal dinaikin lagi.

Bagi pendatang baru, selamat datang!! dan bagi yang nggak tahu, blog ini adalah blog baru dari blog sebelumnya yang sudah dihapus. jadi, cerita awal dari semua fanfic di blog in tidak akan dipublish ulang. kalo ada yang mau cerita awal, bisa minta koq. cukup kirim email ke andiera_kim@yahoo.co.id tulis nama id dan judul fanfic yang diminta.

Ohya… untuk fanfic lain akan dipending dulu. karena aku mau fokus untuk Fanfic Rated M pertama dulu.

Advertisements

104 thoughts on “[SF] Two Faces {WK Vers.} Part 9B

  1. Syukurlahh Lega bgt ortu siwon tidak ada masalah penolakannn,,,
    Yunho cinta am kyuuuu,, dy bkal baik /sebaliknya yahhh,,,
    Paling suka saat makan sandwitch dibukit pemakaman mreka sweett wlau tnp skinship sihhhhh,,
    Tpi suasana itu Lohhj 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

  2. Baru mulai baca cerita ini. Seru tapi nggak tau cerita awalnya T_T…
    Semoga nanti tidak banyak konflik antara Siwon dan Kyuhyun. Penasaran sm kisah awalnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s