[SF] Only One Part 12

OO1

[Part 12]

Siwon memijat pelipis keningnya dengan sedikit lebih keras. Ini sudah dua hari dan Diera masih mendiamkannya. Sekeras apapun Siwon berusaha untuk bicara dan menjelaskan pada putrinya tersebut, Diera tidak akan bergeming dan memilih untuk mendiamkannya. Siwon menjadi lebih frustasi karenanya.

Siwon menghela nafas pendek dan menjadi tersadar Kyuhyun sudah berada dihadapannya dengan beberapa map dokumen ditangannya. Oh.. tak lupa dengan ekspresi wajah yang terlihat khawatir. Siwon tersenyum tipis dan merubah posisi duduknya menjadi lebih tegak.

“ Dokumen untuk Direktur Song sudah siap?” Kyuhyun mengangguk kecil dan menyerahkan map-map tersebut dihadapan Siwon.

Sajangnim Choi kemudian membuka map-map tersebut untuk sekedar memeriksanya. Kyuhyun masih diam menatap Siwon yang tengah fokus pada pekerjaan. “ Tidak ada kesalahan apapun. Kirimkan segera pada Direktur Song dan minta Ryeowook untuk menggirimkan dokumen finalnya. Kita sudah tidak punya waktu lebih banyak.” Siwon mengembalikan map-map tersebut pada Kyuhyun.

“ Baik Sajangnim.” Tutur Kyuhyun pelan.

Pemuda itu memandang Siwon sedikit lebih lama, dan pada akhirnya ia menghela nafas pendek. Kyuhyun sedikit membungkuk dan memutar tubuhnya. Walaupun ia sangat ingin untuk bertanya tetapi Kyuhyun merasa bahwa ini bukanlah waktu yang tepat.

Kyuhyun berjalan perlahan menuju pintu sedangkan Siwon masih menatap punggung sekretaris sekaligus kekasihnya tersebut. Siwon mengusap wajahnya perlahan. Ia kembali teringat dengan pertengkarannya –lagi– dengan Diera dua hari kemarin. Walaupun Siwon tidak ingin membuat Kyuhyun merasa terlibat dalam masalah ini –yang dimana mungkin hampir semuanya adalah karena kesalahannya– tapi hanya dengan terlihat frustasi seperti ini sudah membuat Kyuhyun tahu persis bahwa Siwon memang ada masalah.

“ Kyuhyun-ah..” ucap Siwon tepat sebelum Kyuhyun menyentuh gagang pintu kayu mahoni tersebut. Kyuhyun berbalik dan menatap Siwon lekat.

“ Setelah mengantarkan dokumen itu, bisa temaniku minum kopi?”

*****

“ Ne? Maksudmu, pelatih baru?” Seru Diera ketika Narin –salah satu anggota team bisbol sekolah menghampiri Diera yang sedang mengobrol dengan Jinho –yang kebetulan langsung mengambil penerbangan pulang ke Seoul setelah mendengar pesan yang ditinggalkan Diera.

Narin mengangguk kecil. “ Iya. Pelatih Ahn harus pergi ke Paju selama dua bulan untuk persiapan pemilihan tim nasional, maka dari itu sekolah mencari pelatih pengganti. Dan yang kudengar Pelatih Lee adalah salah satu anggota tim bisbol Universitas Inha.”

“ Dia melatih tim putri atau tim putra? Lagipula hanya Pelatih Ahn yang harus pergi bukan? Masih ada Pelatih Kang.” Sahut Jinho.

“ Untuk itu, aku juga tidak tahu. Hyesa tidak mengatakan apapun mengenai itu. Dan yang kudengar pihak sekolah juga melakukan perombakan managemen tim bisbol untuk persiapan kejuaraan tahunan nanti.” Jelas Narin lebih lanjut.

Diera terdiam untuk beberapa detik tapi kemudian ia mengangguk kecil. “ Baiklah. Aku mengerti. Terima kasih Narin-ah, sampai bertemu saat latihan  nanti.”

Narin mengangguk dan kemudian meninggalkan Diera dan Jinho berdua. Sepeninggal Narin, Jinho menatap Diera dengan lekat. “ Hyun-ah…” ucapan Jinho terdengar seperti berbisik pelan.

Diera menatap Jinho. “ Ini tidak seperti apa yang kau pikirkan, bukan?” tanya Jinho.

Diera tersenyum tipis dan menghela nafas pendek. Ia mengangkat kepala untuk menatap langit biru yang cerah. “ Sepertinya mereka telah bergerak. Lee Hyukjae, aku tidak tahu ia datang kemari karena adiknya atau apa. Tapi kita harus bersiap untuk yang terburuk.”

*****

Ryeowook dan Donghae berjalan bersama melewati lobby utama untuk menuju cafetaria kantor. Ketika seseorang pegawai menghampiri mereka dan menyerahkan sebuah amplop pada Donghae.

“ Amplop apa itu?” Tanya Ryeowook pada Donghae setelah pengawai itu pergi. Donghae tersenyum tipis dan memberi isyarat pada Ryeowook agar mereka duduk terlebih dahulu.

Donghae duduk terlebih dahulu pada sofa di ruang lobby sembari membuka amplop tersebut dan memeriksa isinya. Sedangkan Ryeowook menatap sahabatnya dengan penasaran. “ Donghae-yah…”

“ Sabar, Wook. Biarkan aku mengeceknya sebentar.” Tutur Donghae seraya menatap Ryeowook dan kemudian beralih membaca tulisan pada kertas-kertas tersebut. Ryeowook akhirnya mau tak mau harus menunggu.

Donghae membaca baik-baik setiap kalimat dalam semua kertas-kertas yang tidak diketahui oleh Ryeowook tersebut. Pasti, ekspresi Donghae berubah. Ryeowook menduga bahwa hal yang dibaca oleh Donghae bukanlah sesuatu yang baik.

“ Sial, ternyata gadis yang kemarin itu dia.” Gumam Donghae.

Ryeowook mengerutkan dahi. “ Gadis kemarin? Siapa?” Donghae menatap Ryeowook dan menyerahkan kertas-kertas itu pada Ryeowook.

“ Kemarin saat aku dan Siwon pergi ke HomeBase, kami bertemu dengan seorang gadis. Well.. Siwon mengobrol singkat dengannya. Kami pikir hanya gadis biasa, tidak tahunya dia Lee Dahyun.” Tutur Donghae.

Ryeowook yang awalnya membaca dokumen tersebut, kemudian mengangkat kepalanya. “ Lee Dahyun? Gadis yang dijodohkan untuk Siwon?” Donghae mengangguk kecil.

“ Aku sama sekali tidak menyangka bahwa gadis nekat bertemu dengan Siwon dengan cara seperti ini. Dan jika Siwon tahu bahwa gadis yang kemarin adalah Lee Dahyun, oh.. aku bahkan tidak tahu bagaimana reaksinya nanti.” Tutur Donghae. Ryeowook menghela nafas dan memasukkan kembali kertas-kertas itu kedalam amplop coklat tersebut.

“ Sebaiknya kau memberitahu hal ini pada Siwon.”

*****

Yunho mendapati Woon tengah memandang kearah luar jendela dari kantornya. Pria itu menarik nafas dan berjalan mendekati meja kerja sahabatnya tersebut. Perlahan Yunho mengetuk meja dan membuat Woon berbalik.

“ Any problem?” tanya Yunho.

Woon menarik nafas dan kembali duduk pada kursinya. Ia menatap Yunho yang kemudian mengambil duduk pada salah satu kursi dihadapan meja kerja Woon. “ Nothing. Hanya saja, Siwon kembali membuat masalah.”

Yunho mengernyit. “ Masalah?” Woon mengangguk kecil.

“ Tempo hari terjadi pertengkaran kecil antara Diera dan Siwon. Tidak berkaitan dengan Kyuhyun. Hanya saja, sepertinya ucapan Siwon sedikit menyinggung putrinya. Dan Siwon tidak tahu bagaimana memperbaikinya hingga sekarang. Itu membuat Jungsoo ikut frustasi.” Jelas Woon.

“ Dan membuatmu juga ikut merasa frustasi?” lanjut Yunho. Kembali, Woon mengangguk. Yunho menggela nafas dan menyilangkan kakinya. “ Well.. aku tidak tahu kalau permasalahan Siwon dan Diera akan membawa dampak yang cukup besar pada orang sekitarnya.” Tutur Yunho lagi.

“ Kau tidak mengerti Yunho. Karena kau tidak melihat bagaimana perjalanan hidup Siwon selama ini. Melihat istrinya berselingkuh, tapi kemudian mereka sepakat untuk memulainya kembali. Hanya saja, sepertinya sudah sangat terlambat hingga akhirnya Nahyun meninggal. Dan sejak itu, ia harus berjuang bersama Diera –oh.. aku bahkan sangat merindukan memanggilnya dengan Hyunsa. Mereka berjuang sembuh dari luka tersebut.” tutur Woon, sedangkan Yunho mendengarkan dengan seksama.

Woon menghela nafas dan menyandarkan punggungnya pada kursi. “ Siwon berhasil sembuh. Ia menemukan Kyuhyun –akhirnya. Tapi tidak dengan Hyunsa. Dialah yang pertama kali menemukan Kyuhyun. Hyunsa yang pertama kali merasakan bahwa akhirnya ia bisa menemukan orang lain. Karena sejak kematian Nahyun, hidup Hyunsa tertutup untuk orang lain.”

“ Kenyataan yang membawa Hyunsa menyukai Kyuhyun.” Ucap Yunho.

Woon mengangguk. Tapi kemudian ia melanjutkannya. “ Suatu hari Jungsoo menyadari bahwa Hyunsa bukanlah menyukai Kyuhyun, gadis itu mencintainya. Jungsoo bisa melihatnya dengan jelas, karena selama ini Jungsoo yang hampir bertindak sebagai pengganti ibu bagi Hyunsa. Gadis itu tidak pernah mengatakan bahwa ia mencintai Kyuhyun karena jauh dalam lubuknya ia masih merasa ketakutan. Ia takut akan kembali disakiti. Ia takut kalau ia akan menyakiti. Hyunsa masih menyimpan trauma bahwa orang lain akan melakukan apa yang pernah Nahyun lakukan padanya dan juga ayahnya. Sejak itu, Hyunsa selalu bersikap keras pada siapapun yang berusaha mendekati ayahnya ataupun dirinya. Sekalipun Paman Songjoo.”

“ Tapi pada akhirnya, Hyunsa merasa disakiti karena Siwon bersama Kyuhyun?” tebak Yunho.

“ Itu pemikiranku dan Jungsoo. Walaupun aku juga yakin bahwa Siwon dan Kyuhyun juga pasti mengetahuinya. Tapi kami tidak pernah tahu bagaimana perasaan Hyunsa sebenarnya. Kau mungkin melihatnya bersikap menyebalkan, tersenyum, tertawa, bersikap keras kepala dan yang paling agresif adalah perbuatannya saat gadis itu menemui gadis yang bernama Lee Dahyun tempo hari. Tapi itu hanya sebagai topengnya. Heechul, salah satu teman Siwon yang berkerja sebagai dokter pernah mengatakan padanya bahwa Hyunsa sebenarnya membutuhkan seorang psikiater. Gadis itu sepertinya mempunyai gangguan tingkah laku yang cukup mengkhawatirkan. Tapi Siwon selalu menolak dan mengatakan bahwa putrinya baik-baik saja.” Jelas Woon panjang lebar.

Jika Yunho berada diposisi Siwon, ia juga pasti akan terang-terangan menolak. Tapi bukankah Siwon pasti menyadari bahwa memang ada yang salah dengan sikap dan prilaku putrinya selama ini. Siwon tidak bisa terus menerus bersikap menyangkal, bukan? Tapi Yunho bukanlah bagian lingkaran dalam dikehidupan Siwon. Ia mungkin teman sekolah Siwon, hanya saja mereka sudah cukup lama tidak bertemu. Dan Yunho tidak bisa melangkah masuk dan ikut campur pada masalah yang baru ia ketahui.

“ Yunho-ah… Setelah kau mengetahui hal ini, bisakah kau membantu kami? Karena jujur saja, masalah ini terasa sangat berat.”

*****

Tatapan Siwon mengeras setelah ia melihat dokumen yang diberikan Donghae –mengenai identitas sebenarnya dari Lee Dahyun yang ternyata gadis yang ditemuinya bersama Donghae di HomeBase tempo hari. Bagaimana mungkin ia tidak menyadarinya sebelumnya –oh.. tentu saja, Siwon belum pernah menemuinya secara resmi walaupun Ayahnya seringkali mencoba. Dan Siwon bersyukur putrinya selalu berhasil menggagalkannya.

Disampingnya, Kyuhyun hanya menatap lurus pada kertas yang digenggam erat Siwon. Menatap foto seorang gadis yang dilihatnya mengobrol akrab dengan Siwon pada hari yang sama. Tidak, Kyuhyun tidak merasa cemburu. Ia jelas mengatakannya pada Diera juga. Hanya saja, Kyuhyun merasa sangat ganjal.

“ Siwon-ah… lalu bagaimana?” tanya Donghae memecah keheningan. Bahkan Ryeowook yang menemani Donghae untuk bertemu Siwon saja tidak brani mengatakan apapun setelah melihat reaksi keras Siwon.

Siwon sontak meremas kertas tersebut membuat semua orang tersentak karenanya. “ Bagaimana apanya? Tentu saja aku akan menghindarinya.” Sahut Siwon tegas.

Ryeowook menarik nafas. “ Tapi kurasa kau perlu berhati-hati, Siwon-ah. Dilihat dari reaksi putrimu, sepertinya gadis ini tidak cukup baik.”

“ Aku tahu, Wook-ah. Aku tahu.”

*****

“ Heechul…”

Orang yang merasa namanya dipanggil kemudian menoleh dan mendapati Jungsoo tengah berjalan kearahnya. Heechul tersenyum tipis lalu ia menyerahkan laporan kesehatan beberapa pasien yang diperiksanya pada suster yang bertugas. Kemudian Heechul menghampiri Jungsoo.

“ Ada apa kau datang? Kau merasa sakit?” tanya Heechul.

Jungsoo menggeleng. “ Aku butuh bantuanmu. Temanmu yang psikiater itu, apa kau bisa membuat janji untuk bertemu dengannya?”

Heechul mengernyit mendengar permintaan Jungsoo yang aneh. “ Janji psikiater? Untuk siapa? Tidak mungkin untukmu khan?!”

“ Untuk Diera. Kurasa kau benar, gadis itu memang butuh psikiater.” Tutur Jungsoo. Heechul menarik nafas dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku jas putih panjang yang dikenakannya.

“ Apa Siwon mengetahui kalau kau kemari untuk hal ini?” tanya Heechul memastikan. Paling tidak, sebelum membuatkan janji pertemuan itu Heechul harus tahu apakah Siwon tahu hal ini –mengingat sahabatnya itu jelas memuntahkan usulannya untuk membawa Diera ke psikiater beberapa waktu lalu.

“ Tidak. Aku kesini atas inisiatifku sendiri. Paling tidak, aku bisa bicara masalah Diera pada temanmu itu. Setelah aku merasa yakin, aku akan memberitahu Siwon dan membawa Diera kesini.” Tutur Jungsoo.

Lagi, Heechul menarik nafas. “ Soo, bukan aku tidak mau membantu. Tapi konsultasi dengan psikiater itu harus melibatkan wali pasien yang sah, dalam hal ini Siwon. Kau tidak bisa datang begitu saja dan membahas masalah Diera. Sebaiknya kau temui Siwon dan bicarakan masalah ini dulu. Aku akan meminta temanku meluangkan waktu ketika kalian siap membawa Diera.”

“ Tapi Heechul-ah…”

“ Tidak ada tapi, Soo. Ohya, apa kau sudah makan siang? Bagaimana kalau temaniku makan siang. Aku yang traktir, euhm?!”

*****

Kyuhyun menggigit lidahnya pelan. Ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana untuk menenangkan Siwon. Donghae dan Ryeowook sudah keluar dan hendak makan siang. Dan Siwon menolak ajakan mereka, membuat Kyuhyun juga tidak bisa pergi meninggalkan Siwon. Tidak dalam situasi seperti ini.

Kyuhyun menarik nafas dan sedikit melirik remasan kertas oleh Siwon diatas meja. Kertas yang berisi identitas lengkap mengenai Lee Dahyun. Kyuhyun ingin sekali membacanya, tapi ia tidak berani.

“ Pergilah makan siang, Kyu. Kau juga butuh istirahat.” Tutur Siwon tiba-tiba. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Siwon yang tengah memijat keningnya perlahan.

“ Lalu bagaimana dengan…” Kyuhyun terhenti sejenak. Ia memikirkan panggilan apa yang harus ia gunakan dalam situasi begini. Sajanganim atau hyung?

Siwon menatap Kyuhyun dan tersenyum tipis. “ Aku tidak apa-apa, sayang. Pergilah makan siang. Setelah kau kembali, kau bisa membawakanku salad salmon dan juga segelas teh hangat jika boleh. Aku perlu sendirian untuk saat ini.”

Kyuhyun menatap Siwon untuk beberapa detik –entah apa yang Kyuhyun cari dari sorot mata Siwon saat ini. Kyuhyun hanya melihat bahwa kekasihnya kelelahan –sangat kelelahan. Lalu Kyuhyun mengangguk. “ Baiklah. Akan kubelikan pesananmu, hyung. Istirahatlah. Aku akan mengatakan pada semua pegawai kalau kau tidak ingin diganggu sementara.” Tutur Kyuhyun sembari berdiri.

Siwon tersenyum, menghargai apa yang dilakukan kekasihnya tersebut. Kyuhyun lalu berjalan menuju pintu. Tapi ia terhenti dan malah berbalik menghampiri Siwon lagi. Siwon mengernyit tidak mengerti, sampai akhirnya ia merasakan sebuah sentuhan hangat pada bibirnya. Kyuhyun menciumnya. Dengan begitu lembut dan juga berhati-hati.

Bertahan beberapa detik, Kyuhyun menarik kembali bibirnya dan menatap Siwon. Ia tersenyum pada kekasihnya. “ Semuanya akan baik-baik saja, hyung. Aku akan terus bersamamu.” Bisik Kyuhyun.

Siwon hanya tersenyum dan membiarkan kekasihnya kembali pergi.

*****

Kyuhyun menutup pintu ruangan Siwon dan menarik nafas perlahan. Rasanya agak aneh ketika ia yang terlebih dahulu mencium Siwon, tapi tetap saja Kyuhyun menyukainya.

“ Apa Choi Siwon ada diruangannya?”

Kyuhyun sontak berbalik dan mendapati seorang gadis cantik –hampir seusianya mungkin– tengah tersenyum padanya. Kyuhyun mengenali wajahnya. Wajah gadis itu sama persis saat ia melihat foto identitas Lee Dahyun yang dibawakan oleh Donghae.

Gadis yang berada dihadapannya kini adalah Lee Dahyun.

Kyuhyun menahan nafasnya, usahanya untuk mengontrolnya ekspresi dan emosinya. Kemudian ia menarik nafas dan menghembuskannya. “ Maaf, Sajangnim sedang sibuk. Tapi anda siapa?” tutur Kyuhyun tenang.

Gadis itu kembali tersenyum –oh.. dia memang cantik, pikir Kyuhyun. “ Namaku Lee Dahyun. Tapi apa benar-benar aku bertemu dengannya sebentar saja?”

“ Maaf, tetapi Sajangnim Choi sendiri yang berpesan untuk tidak ada seorangpun yang menganggunya untuk saat ini.” Kyuhyun bersyukur mengusulkan hal itu sebelumnya pada Siwon. Jadi, ia tidak sepenuhnya berbohong.

Dahyun mengangguk mengerti. “ Baiklah. Lalu bisakah aku meminta nomor ponselnya? Karena ada sesuatu hal yang ingin kubicarakan dengannya?” Sepertinya gadis ini memang tidak mudah patah semangat.

“ Sekali lagi maaf, tapi saya tidak bisa memberikan nomor ponsel Sajangnim Choi pada sembarang orang.” Kyuhyun menekankan suaranya pada ‘sembarang orang’. Lalu ia mengambil buku agendanya dan juga sebuah pulpen. “ Tapi jika anda terus memaksa, tuliskan nama dan nomor ponsel anda saja. Sajanganim Choi sendiri yang akan memutuskan untuk menghubungi anda atau tidak.”

Dahyun menatap buku agenda yang disodorkan padanya. Ia lalu tertawa kecil dan mengambilnya. “ Woah… kau benar-benar sangat disiplin, Sekretaris Cho. Pantas Paman Songjoo sangat memuji cara kerjamu.” Tutur Dahyun sembari menuliskan nomor ponselnya.

Kyuhyun terdiam kaget. “ Ba-bagaimana anda bisa…”

“ Tahu namamu? Sudah kubilang Paman Songjoo banyak bercerita mengenai keluarganya. Dan kau juga termasuk yang sering dibicarakan, Sekretaris Cho.” Sela Dahyun yang kemudian mengembalikan buku agenda itu pada Kyuhyun.

Dahyun masih tersenyum pada Kyuhyun. “ Baiklah, sampaikan pada Sajangnim Choi kalau aku ingin bertemu dengannya. Ini masalah yang sangat penting. Mengenai putrinya, Choi Hyunsa. Kurasa dia akan tertarik mendengarnya. Terima kasih bantuanmu, Sekretaris Cho.”

Kyuhyun masih terpaku tak bergerak. Bahkan setelah Lee Dahyun sudah masuk kedalam lift dan benar-benar pergi dari hadapannya. Kyuhyun memejamkan matanya untuk beberapa detik sembari terus memegangi buku agendanya dengan sangat erat.

Entah kenapa sejak kedatangan gadis tadi yang bahkan kurang dari sepuluh menit, Kyuhyun bisa merasakan sebuah masalah besar akan muncul ke permukaan. Masalah yang akan mengubah semuanya.

*****

Hyukjae tersenyum pada semua anak didiknya di klub bisbol. Pelatih Kang telah berbaik hati mengenalkannya pada semua anggota klub. Dan jujur, Hyukjae bisa langsung mengenali Choi Hyunsa –selain karena hanya gadis itu yang selalu menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.

“ Baiklah. Selama enam bulan masa kompetisi, Pelatih Lee akan bertugas pada team putri. Dan walaupun Pelatih Ahn akan kembali dua bulan kemudian, Pelatih Lee masih akan terus bertanggung-jawab atas kalian. Karena Pelatih Ahn akan menjabat sebagai pelatih utama nantinya. Kalian harus menurut pada Pelatih Lee, sama seperti kalian menurut pada semua pelatih, mengerti?!” seru Pelatih Kang dengan tegas.

“ Mengerti!!” balas semua anggota klub.

Dan kemudian latihan siang itu dimulai. Team putra berlatih bersama pelatih Kang, sedangkan team putri berlatih dengan pelatih Lee –Hyukjae. Jinho yang sedari briefing selalu berada disebelah Diera kini harus meninggalkannya. Jinho menatap Diera dengan lekat.

“ Hey.. kau tak apa?” bisik Jinho –ia tidak ingin yang lain mendengar percakapan mereka. Diera menggeleng dan menghela nafas panjang.

“ Kurasa ini memang sudah saatnya berhadapan dengannya. Kau tenang saja, ini di sekolah. Dia tidak akan berbuat macam-macam.” Kemudian Diera menatap Jinho dengan lekat. “ Aku tidak akan berbuat macam-macam.” Tambahnya. Sepertinya Diera tahu bahwa Jinho akan menasehatinya begitu.

Jinho mengerucutkan bibirnya jengkel. “ Arraseo. Kita pulang bersama, okay?” Jinho lalu berlari kearah team putra yang kini sedang melakukan peregangan sebelum mereka pemasanan berlari.

Diera berjalan mendekati Narin dan Hyesa yang juga sedang melakukan peregangan tangan dan beberapa otot lainnya. Hari ini team putri akan lebih fokus pada latihan lemparan. Diera tersenyum tipis pada kedua sahabat yeoja terdekatnya. Well… selain Jinho, Narin dan Hyesa, sahabat Diera hanya bisa dihitung dengan jari. Mungkin karena Diera memang terkenal menutup diri sejak pertama-kali masuk SMA.

“ Pelatih Lee, cukup tampan dan berbakat.” Tutur Hyesa –dia adalah kapten utama dari team putri bisbol SHS. Praktis ada beberapa orang yang ditunjuk sebagai kapten, tapi Hyesa adalah yang terbaik.

Diera masih tersenyum sebagai respon. Ia tidak peduli jika Pelatih Lee Hyukjae itu tampan atau berbakat dalam bisbol. Diera hanya peduli pada motif kenapa orang itu berada di sekolahnya –menjadi pelatih bisbolnya.

“ Hey.. yang kudengar, hampir semua anggota keluarganya itu adalah pemain bisbol. Adik perempuannya juga pernah masuk kualifikasi untuk team nasional. Hanya saja, ia memilih mundur.” Tiba-tiba Narin ikut berkomentar.

Hyesa dan Diera kini terfokus pada gadis dengan rambut coklat sebahu yang lebih suka diikat poni. “ Jinjja? Siapa namanya? Mungkin saja kita mengenalnya.” Ujar Hyesa antusias.

“ Lee Dahyun. Yang kudengar dia lulus kuliah dari Coloumbia dengan predikat yang bagus. Hanya saja, karir bisbolnya berakhir sejak ia pindah ke Amerika untuk kuliah. Dia tidak pernah bermain lagi.” jelas Narin.

Diera yang masih sibuk dengan peregangannya, kini hanya bisa memaki dalam hati. “ Tch.. Kakek menemukan calon yang benar-benar sulit ternyata.”

Hyesa terdiam sejenak. Sepertinya ia berusaha mengingat nama yang disebutkan Narin. Kang Hyesa adalah seorang freak bisbol. Dia cukup bisa mengingat nama-nama pemain bisbol terbaik korea, bahkan calon pemain yang masuk kualifikasi. Well.. itu karena AyahKang Hyesa adalah satu pengurus dari asosiasi bisbol nasional. So… ini bukanlah hal sulit untuk diketahui oleh Hyesa.

“ It’s weird.” Tukas Hyesa tiba-tiba, yang membuat Diera kembali menatap sahabatnya tersebut. “ Aku bahkan tidak ingat namanya. Kau yakin, Lee Dahyun?” tanya Hyesa sekali lagi pada Narin.

Narin mengangguk cepat. “ Tentu. Hey.. aku sempat mencari informasi tentang Pelatih Lee. Dan adik perempuannya bernama Lee Dahyun.”

“ Ladies…!!” Sontak ketiga gadis itu terlonjak ketika pelatih yang sedang mereka bicarakan memanggil mereka dan berjalan menghampiri. Diera menatap pelatih baru mereka. “ Can we start it now?”

“ Yes. Sorry, coach.” Tutur Hyesa sopan.

Hyukjae tersenyum tipis. “ It’s okay. So, tinggal kalian bertiga. Kurasa Narin dengan Hyesa saja. Jadi, Hyunsa? Benar?” Hyukjae menatap Diera –seakan ia sedang bertanya dan memastikan. Hell yeah.. Hyukjae cukup pintar untuk hal kebohongan, ternyata.

“ Benar, pelatih Lee. Kau cukup pintar bisa menghafal seluruh nama anggota klub.” Tukas Diera dengan nada sarkastis yang disambut dengan senggolan lengan oleh Hyesa –tanda bahwa ia harus bersikap sopan.

“ Maaf, pelatih Lee. Diera.. ah, maksudku Hyunsa, memang sedikit kasar dalam bicara. Tapi dia pemain yang sangat baik.” Ujar Narin yang kemudian disambut oleh tatapan tajam Diera seakan mengatakan ‘ What the hell..’.

Hyukjae kembali menatap Diera. “ Diera? Namamu bukannya Choi Hyunsa? Lalu Diera?” Lagi, Hyukjae bersikap seakan dia tidak mengenal Diera. Seakan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.

“ Andiera Choi. Apa anda merasa keberatan dengan namaku, Pelatih Lee?”  Hyukjae menggeleng.

“ Tidak, Nona Choi. Kalau begitu, kau harus berlatih denganku karena hanya kau  yang tidak mempunyai pasangan.” Sahut Hyukjae dengan senyuman mengembang diwajahnya. Oh.. Diera sangat membenci senyuman seperti itu. Shit..

*****

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Ia masih memegangi buku agenda hitamnya dengan erat dan dihadapannya pula terdapat satu kotak salad salmon mayonnaise dan segelas hot green tea –pesanan Choi Siwon. Kyuhyun bisa saja langsung mengantarkan makan siang Siwon tersebut setelah ia kembali, tapi itu artinya ia juga perlu menyampaikan pesan dari Lee Dahyun.

Kyuhyun bisa saja mengabaikan pesan itu dan berpura tidak pernah bertemu dengan gadis tersebut. Tapi pekerjaannya sebagai sekretaris jelas tidak mengijinkannya. Kyuhyun harus menyampaikan semua pesan yang diterimanya untuk atasannya. Untuk kekasihnya.
Tapi bisakah ia memberikan nomor ponsel Lee Dahyun pada Siwon, tanpa perlu merasa sesak didalam dadanya?

“ Kyuhyun? Kau melamun.” Tutur Ryeowook yang datang untuk mengantarkan dokumen. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis. “ Dokumen Direktur Song yang siap untuk ditandatangani oleh Sajangnim Choi. Aku harus mendapatkannya hari ini.”

Kyuhyun menerima dokumen itu dari tangan Ryeowook. “ Aku akan mengantarkannya langsung padamu setelah Sajangnim Choi menandatanganinya, Ryeowook-sshi.”

“ Execellent! Thank’s Kyuhyun.” Kemudian Ryeowook meninggalkan meja Kyuhyun. Well… lebih tepatnya Kyuhyun semakin tidak mempunyai alasan untuk menghindari ruang kerja Sajangnim Choi.

Kyuhyun kemudian membawa kotak salad dan juga gelas green tea. Oh.. tak lupa dokumen Ryeowook dan buku agenda miliknya. Kyuhyun mengetuk pintu ruang kerja tersebut sebelum memasukinya.

Kyuhyun melihat Siwon sudah berada dibalik meja kerjanya –mengerjakan beberapa dokumen. Kyuhyun menarik nafas lagi dan kemudian menutup pintu. Ia berjalan menuju meja kerja Siwon.

Siwon tersenyum padanya untuk beberapa detik sebelum kembali fokus pada pekerjaannya.  Kyuhyun lalu menaruh kotak salad berserta gelas kertas tersebut diatas meja Siwon. “ Makan siang anda, Sajangnim.” Tutur Kyuhyun.

Siwon menghentikan pekerjaannya dan menatap Kyuhyun. “ Terima kasih, Sekretaris Cho. Kau terlihat semakin telaten. Mungkin jika kau sudah menikah, maka pendampingmu akan merasa bahagia.”

Kyuhyun tersenyum. “ Well… sepertinya hal itu masih jauh dari rencana saya, Sajangnim. Kekasih saya belum melamar saya. Ini dokumen Direktur Song, Ryeowook-sshi meminta anda untuk segera menanda-tanganinya.” Kyuhyun menyodorkan dokumen tersebut dan Siwon segera menandatanganinya. Sementara kini Kyuhyun masih memegang erat buku agendanya.

“ Well… mungkin kekasihmu sedang menunggu waktu yang tepat. Dan saat kau mengantarkan dokumen ini, katakan pada Ryeowook bahwa aku tidak menginginkan kesalahan apapun.” Sahut Siwon.

Kyuhyun kembali menerima dokumen itu dan mengangguk mengerti. “ Ada lagi, Sekretaris Cho?” tanya Siwon, yang kali ini mulai membuka kotak salad makan siangnya.

Senyuman Kyuhyun menghilang. Ia kini menatap buku agenda ditangannya. Perlahan ia menarik nafas dan kembali mengangkat kepalanya. Siwon masih menatapnya sembari melahap makan siangnya. “ Ada seseorang yang meninggalkan pesan untuk anda, Sajangnim. Dan dia ingin anda menghubunginya. Segera.” Kyuhyun lalu membuka buku agendanya dan merobek kertas yang berisi nomor ponsel Lee Dahyun. Kemudian ia menyodorkannya pada Siwon.

Siwon meletakan garpu saladnya dan mengunyah salmon-nya perlahan. “ Bisa ambilkan tisu, Kyu?” pinta Siwon sembari mengambil kertas tersebut.

Kyuhyun berbalik dan segera mengambil kotak tisu yang berada di coffee table, sedangkan Siwon yang tengah membaca isi dari kertas itu kini hanya terdiam. Siwon menatap punggung Kyuhyun, yang kemudian berbalik dan menaruh kotak tisu itu didekat Siwon.
“ Ada lagi yang anda butuhkan, Sajangnim?” tanya Kyuhyun sopan.

Siwon sontak meremas kertas tersebut dan Kyuhyun jelas menyadarinya. “ Kyuhyun…”

“ Kalau tidak ada, maka saya permisi Sajangnim.” Kyuhyun bergegas keluar dari ruang kerja Siwon. Jika ia terlalu lama, Siwon bisa saja bertanya dan mengatakan hal apapun. Well.. bukannya Kyuhyun tidak ingin mendengarkan, hanya saja ia merasa belum siap pada apapun.

“ Kyuhyun, tunggu sebentar!” Siwon yang melihat Kyuhyun pergi bergegas untuk meninggalkannya atau ruangannya, lebih tepat. Tapi ia tetap tidak bisa membiarkan begitu saja.

Siwon berusaha meraih pemuda yang hampir mencapai pintu. Dan karena terlalu panic, Siwon menarik lengan Kyuhyun dan menutup pintu hampir terbuka dengan mendorong tubuh Kyuhyun.

Terlalu terkejut, Kyuhyun menjatuhkan dokumen dan juga buku agendanya. Kini ia dihadapkan pada  Siwon. Kyuhyun bernafas perlahan, atau mungkin ia mencoba untuk bernafas dengan normal. Jarak mereka yang terlalu dekat, segala masalah yang terjadi, bau maskulin Siwon yang menguar, semuanya terasa menyesakkan bagi Kyuhyun.

“ Sa-sajangnim….”

Siwon menciumnya. Ia mencium kekasihnya, seakan mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Atau lebih parah, akan terpisahkan satu sama lain. Begitu memikirkannya, Siwon merasakan kesakitan pada tubuhnya. Seakan seluruh tubuhnya kini bernafas, bergerak, semua hanya atas perintah mencintai Kyuhyun.

Dan Kyuhyun menutup matanya dan mulai membalas ciuman Siwon dengan lumatan-lumatan lembut. Kedua tangan Siwon kemudian menangkupkan wajah Kyuhyun dan menciumnya lebih lembut, lebih bergairah. Kyuhyun menelan kembali semua desahannya karena bibir Siwon yang menyerangnya dengan cepat.

“ Hy..hyung… ngh..” suara Kyuhyun terdengar begitu lemah dan juga luka. Siwon terdiam.  Dan dengan satu kata tersebut, Siwon kemudian menghentikan ciuman mereka. Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia kembali mengontrol nafasnya.

Siwon mengusap wajahnya dengan hati-hati. “ Maaf.” Kyuhyun menggeleng. Ia kemudian juga melakukan hal yang sama pada pipi Siwon. Tangan Kyuhyun bergerak penuh kehati-hatian, seakan tangan kasarnya bisa melukai kulit Siwon.

“ Jangan meminta maaf.” Ujar Kyuhyun pelan. Kembali, Kyuhyun menarik nafas dan menatap Siwon dengan serius. Ia sangat tahu bahwa masalah ini akan semakin membesar. Dan mereka sudah tidak bisa berpura-pura semuanya baik-baik saja. Mereka harus menyelesaikannya. Baik masalah pada Diera, ataupun gadis bernama Lee Dahyun tersebut.

“Tapi gadis itu memintamu untuk menghubunginya, hyung. Ini berkaitan dengan Diera.”

*****

“ Sebaiknya kau mengurangi kekuatanmu itu, Hyunsa. Ini sudah korban ke-enam karena lemparanmu saat latihan. Lebih parah, kali ini pelatihmu sendiri.” Tutur Suster Jung, salah satu perawat yang ditugaskan di klinik sekolah sembari merapikan beberapa peralatan kesehatan yang digunakan untuk membalut tangan kiri Hyukjae yang terluka karena menerima lemparan bola dari Diera.

Diera yang berdiri tidak jauh dari meja periksa hanya mendesis jengkel. “ Lemparanku tidak sekuat itu, suster.”

“ Tidak kuat tapi sudah melukai enam orang. Oh.. bahkan yang kudengar kau juga pernah melukai sekretaris Ayahmu saat menemani latihan, bukan?” sahut Suster Jung. Kali ini Diera mengerucut sebal. Hyukjae hanya tersenyum tipis melihatnya. Bagaimanapun walaupun gadis itu terlihat menyeramkan, Diera tetaplah seorang gadis muda yang masih suka bermanja-manja. Ekspresi pouting gadis itu sekarang sudah cukup membuktikannya.

“ Sudahlah. Kau boleh meneruskan latihan. Dan Pelatih Lee, kau harus mengistirahatkan tangan kirimu selama tiga minggu sampai sembuh. Kalau tidak, mungkin kau harus pergi ke dokter untuk memeriksakannya.” Tutur Suster Jung.

Hyukjae tersenyum tipis pada Suster Jung. “ Terima kasih, Suster Jung. Akan kuperhatikan ucapanmu.” Tutur Hyukjae lalu meninggalkan ruang klinik kesehatan tersebut.

Diera yang merasa disalahkan oleh Suster Jung hanya sedikit menunduk pada suster tersebut dan mengikuti Hyukjae. Mereka berdua berjalan tanpa sepatah kata kembali ke lapangan bisbol untuk melanjutkan latihan. Well.. hanya Diera yang akan meneruskan latihan sedangkan Hyukjae mungkin hanya akan mengawasi.

Hyukjae sedikit menoleh dan menatap gadis muda yang berjalan dibelakangnya. “ Hey… wajahmu jangan ditekuk terus. Nanti dikiranya aku memberikan hukuman berat padamu.” Tukas Hyukjae, lalu kembali berbalik.

Diera kembali mendengus pelan menatap punggung Hyukjae. Telapak tangan Hyukjae terluka bukan karena kesalahannya. Oke.. mungkin hampir menjadi kesalahannya karena Diera yang terlalu kesal melihat wajah Hyukjae akhirnya melemparkan bola bisbol itu dengan menggunakan setengah dari kekuatan lemparannya –lebih keras dari biasanya setiap latihan. Tapi haruskah ia yang dijadikan sasaran kekesalan suster Jung?

“ Untuk apa kau disini? Apa karena adikmu?” tanya Diera, pada akhirnya.

“ Eh?! Dahyun? Tidak, mungkin dia memang tahu aku akan melatih di sekolahmu. Tapi bukan karena adikku, aku disini. Hampir sebulan lalu aku bertemu dengan Pelatih Ahn dan dia memintaku menjadi penggantinya selama ia pergi. Karena pekerjaanku tidak banyak, akhirnya aku menyetujuinya. Lagipula, jika bukan karena Dahyun mengatakan putri Choi Siwon bersekolah disini, aku juga tidak akan tahu.” Jelas Hyukjae panjang lebar, tanpa menoleh.

Tapi kemudian langkah Hyukjae terhenti, membuat Diera juga harus berhenti. Ia ingin terus menjaga jarak diantara mereka. Hyukjae lalu berbalik menatap Diera. “ Satu lagi yang perlu kau tahu, aku tidak sepenuhnya setuju pada apapun yang dilakukan Dahyun. Jika kau berpikir, aku akan membantu adikku untuk menjadi lebih dekat dengan Ayahmu maka kau salah. Lagipula aku mendengar jelas apa yang kau katakan mengenai Choi Siwon tempo hari.” Hyukjae tersenyum dan mengedipkan mata pada Diera.

Diera terdiam dan hanya melihat kembali Hyukjae berjalan. Ia menggigit lidahnya pelan. Apakah ia terlalu paranoid pada semua orang yang berkaitan dengan Daddy-nya? Apakah ia hanya terlalu peduli pada prasangka buruknya dan mengabaikan niatan baik orang lain –termasuk Hyukjae? Tapi Hyukjae bisa saja berbohong padanya. Ia bisa saja membantu adiknya secara diam-diam. Sama seperti yang dilakukan oleh Kakeknya.

Kakeknya pernah mengatakan bahwa ia akan berhenti menjodohkan Siwon dengan gadis-gadis. Tapi setelah ia lengah dan berpikir bahwa Kakeknya merasa bosan, Diera malah dibawa berkenalan dengan seorang gadis yang akan –kembali– di jodohkan untuk Daddy-nya. Tidak, Diera tidak bisa lengah sedikit saja pada Hyukjae. Walaupun ia terlihat baik, tapi Diera tidak akan mudah mempercayainya begitu saja.

“ Nona Choi, kita harus meneruskan latihan, bukan?!”

*****

Dahyun menatap ponselnya dengan lekat. Ia masih berharap kalau Siwon akan menghubunginya – walaupun ini sudah hampir empat jam ia menunggu. Bahkan sahabatnya saja sudah mendesah kesal hanya dengan melihat Dahyun yang terus-terusan memandangi ponselnya.

“ Kenapa tidak telepon ke kantornya. Berpura menjadi orang lain agar kau bisa berbicara dengannya.” usul sang sahabat.

Dahyun menatap sahabatnya itu dengan jengkel. “ Inhyun-ah, kau pikir jika aku menggunakan nama lain tapi kemudian mengakui kalau namaku Dahyun lalu dia akan senang hati berbicara denganku? Itu mustahil. Dia mungkin akan langsung memutuskan sambungan telepon.” Balas Dahyun.

“ Ya sudah, telepon saja ke kantornya dan tetap mengakui nama aslimu. Tidak mungkin sekretarisnya akan mengabaikan teleponmu.” Ujar Inhyun – Jin Inhyun sahabat Dahyun selama mereka berkuliah di Amerika.

Dahyun menghela nafas dan bersandar pada kursinya. “ Kalau itu, Siwon tidak akan menerima teleponku tanpa berbicara.”

Inhyun mendesah serba-salah. Lagipula ia juga merasa aneh kenapa Dahyun terus-terusan berusaha mendekati Choi Siwon walaupun jelas sekali putrinya yang bernama Choi Hyunsa itu menolak kehadirannya. Well.. Dahyun tidak akan mungkin mengatakan kalau Choi Siwon adalah seorang gay pada temannya Inhyun yang mendapat julukan Gossip Girl. Itu hanya akan mencari jalan mati.

“ Hahh.. aku tidak mengerti denganmu. Kenapa kau berkeras untuk berbicara dengan Choi Siwon kalau tahu sudah ditolak habis-habisan? Apa kau sudah jatuh hati padanya?” tukas Inhyun.

Dahyun melirik sahabatnya tersebut. “ Well… dia memang tampan. Walaupun usianya sudah terbilang tua. Putrinya juga sangat menyebalkan. Tapi ada sesuatu hal yang kau tidak mengerti, Inhyun-ah. Dan itu menjadi alasan terkuatku untuk terus menganggunya.”

Inhyun menggelengkan kepalanya. “ Terserah kau saja. Itu masalahmu sendiri karena lebih tertarik pada pria tua yang sudah punya anak. Lee Dahyun, memangnya kurang banyak apa lelaki muda yang sering mengejarmu sejak kuliah itu, eoh?!”

Dahyun hanya tersenyum menatap ponselnya lagi. “ Mereka tidak semenyenangkan Choi Siwon dan Choi Hyunsa. Terlebih putrinya itu, sangat menggemaskan.”

“ Kau memang sudah gila, Lee Dahyun.”

*****

“ Kau benar tidak mau menghubunginya, Hyung?” bisik Kyuhyun pelan.

Siwon bernafas pelan dileher Kyuhyun dan mengeratkan pelukannya. Mereka berdua kini tengah berbaring pada sofa panjang di ruangan Siwon yang terkunci rapat, dengan Siwon yang memendamkan wajahnya diantara bahu dan leher Kyuhyun –mencium aroma apel manis yang menguar– sembari memeluk tubuh kekasihnya tersebut erat. Keduanya dalam posisi menyamping agar kedua tubuh mereka bisa menempati ruang sofa yang tidak cukup besar itu.

“ Apa kau mau aku menghubunginya?” Siwon malah balik bertanya. Kyuhyun kini yang terdiam.

Jauh hatinya mengatakan kalau ia tidak suka jika Siwon menghubungi gadis itu, ia merasa cemburu. Walaupun Siwon terlihat sekali tidak merasa terkesan dengan perbuatan Dahyun tempo hari yang menemuinya secara diam-diam di HomeBase. Tapi Kyuhyun juga tidak memungkiri rasa khawatir. Dahyun mengatakan bahwa apa yang ingin dibicarakannya mengenai Diera. Dan Kyuhyun merasa buruk.

Siwon memejamkan matanya dan semakin menenggelamkan wajahnya diantara surai coklat madu rambut Kyuhyun. “ Jika kau tidak suka, aku tidak akan menghubunginya. Tidak peduli jika yang ia ingin bicarakan adalah mengenai Diera. Lagipula aku bisa bertanya langsung pada Diera.”

“ Hubungi saja. Lagipula ini mengenai Diera, bukan?” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

Siwon kemudian melepaskan pelukannya dan sedikit bangun agar ia bisa melihat wajah Kyuhyun yang kini dalam posisi berbaring. “ Kau serius?”

Kyuhyun menarik nafas dan kemudian bangun. Dan terpaksa membuat Siwon sedikit memberi ruang untuk mereka kembali duduk. Kyuhyun menatap Siwon dan tersenyum tipis. “ Tentu. Lagipula aku juga yakin kalau hyung merasa khawatir. Kau tidak membuang nomornya, bukan?”

“ Eh?! Entahlah. Aku tidak sadar apakah membuangnya atau tidak.” Sahut Siwon santai.

Kyuhyun membulatkan matanya. “ Hyung!! Kau ini bagaimana sih?!!” Kemudian ia tiba-tiba langsung berdiri dan menuju meja kerja Siwon untuk mencari lembaran kertas itu.

Siwon menarik nafas dan hanya menatap Kyuhyun yang tengah sibuk. Entah ia harus merasa senang atau tidak mempunyai kekasih yang sangat pengertian seperti Kyuhyun. Siwon jelas senang Kyuhyun bersamanya. Hanya saja, Siwon ingin sekali melihat Kyuhyun memperlihatkan bahwa Siwon bukan hanya sekedar barang yang bisa disentuh oleh orang lain. Siwon ingin melihat kecemburuan Kyuhyun, walaupun hanya untuk hal-hal kecil sekalipun.

“ Hyung?!! Ayolah.. bantu aku!” seru Kyuhyun menyadarkannya.

Kembali, Siwon menghela nafas. “ Arraseo!”

*****

Hyukjae baru saja mengganti perban yang membalut tangan kirinya ketika Dahyun tiba-tiba saja masuk kedalam kamarnya dengan wajah penuh senyuman mengembang. Hyukjae mengerutkan dahi dan memilih untuk mengabaikannya. Toh, adiknya akan mengatakan tanpa ia harus bertanya. Dahyun mendekati tempat tidur Hyukjae dan sedikit melirik tangan kiri Hyukjae.

“ Hari pertama melatih dan kau sudah mendapat cedera.” Ejek Dahyun.

“ Bukan urusanmu, Dahyun sayang. Ada apa kau kesini?” sahut Hyukjae. Dahyun memilih untuk mengabaikan sahutan sarkastik kakaknya dan mengambil duduk disebelah Hyukjae. Ia memeluk lengan Hyukjae yang membuat Hyukjae merinding. Pasalnya, Dahyun jarang sekali untuk memeluknya. Kecuali ada sesuatu hal yang terjadi. Firasat Hyukjae mengatakan hal ini berkaitan dengan Choi Siwon.

“ Hey.. ada apa? Kau memelukku begini sangat aneh. Sudah, lepaskan!! Kau membuatku takut!!” seru Hyukjae sembari menarik kembali lengannya.

“ Choi Siwon akhirnya menghubungiku. Dan kami sudah membuat janji untuk bertemu!!”

*****

P.S Alurnya masih lambat!! Ahh.. bete!! ;(

maaf jika ada typo atau kesalahan apapun. dan sepertinya belum banyak penggunaan nama “Choi Hyunsa” ya? di part selanjutnya mungkin nama Andiera Kim udah diganti dengan Choi Hyunsa.

Advertisements

76 thoughts on “[SF] Only One Part 12

  1. Eh,aku ko dek2 an yea,keany bakal ada apa2 sm Wonkyu neh#mikir keras
    ayo donk bikin Kyu nunjukn kejealousanny saeng,pngn tau kea apa si reaksiny,dn hei Dahyun,tu cewe titisan apa si ko bs nekat dn kegatelan bngt si?awas y saeng,aku minta dngn sangat jngn sampe ada acara Dahyun megang2 Siwon atw sebalikny#g rela tingkat dewa pokony
    oiy,skrng ko bertebaran typo y saeng?kekeke,tp g papa ko,cuma dikit,he..he..

    1. memang akan terjadi sesuatu yang besar pada hubungan wonkyu
      ahahaha.. #evillaugh 😉
      cemburunya kyuhyun menyeramkan lhoo onnie. aku gak yakin kalau siwon bisa menghadapinya nanti
      Lee Dahyun mungkin titisan Lee Nahyun? #NgacoBerat!
      Dia itu titisan dari orangtuanya. pasti ada turunan gen orangtuanya onnie, sampe dia kayak gitu
      #tapi koq hyukjae engga? apa belom?
      err… tapi kata onnie mau liat kecemburuan kyuhyun, harus ada penyebabnya dong onnie 😉
      #pasang wajah polos
      sepertinya kelamaan gak nulis, jadi mulai gak awas sama typo onnie hehehe..
      mian..

    1. tapi itu malah bikin kyuhyun nyesek banget
      wonkyu dimana-mana selalu mesra
      kecuali sebulanan kemarin, mereka berdua kayak lagi berantem
      canggung banget liatnya..

  2. Aaarrghh… Aku galau…!!
    Kasian kyu ku..huhuhu
    Lee Dahyun usaha banget sih,, ga ada harga diri niy cewe! (Ya iyalah ya,, sapa jg yang ga meleleh sama pesona siwon choi, ​”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ )

  3. Perasaanku ga enak,kayaknya bakalan terjadi sesuatu pada wonkyu.knapa kyu ga nunjukin rasa cemburunya di hadapan siwon? Salut jga sma sikap kyu pas ketemu sma dahyun.smoga siwon ga ketemuan sma dahyun.ga rela T.T
    knapa diera mau di bawa ke psikiater? Emg diera knapa

    1. ayoo… nanti apa yang bakal terjadi sama hubungan siwon-kyuhyun?
      err… kyuhyun kalau cemburu bisa bikin siwon kewalahan. jadi sebaiknya jangan ditunjukkin
      tapi kyuhyun malah nyuruh siwon ketemu sama dahyun? gimana dong?
      alasan hyunsa mau dibawa psikiater? karena dia semakin gila??

    1. mungkin liciknya itu warisan. tapi aku nggak bisa jawab juga
      hyunsa sebenernya udah mau baikan tapi setiap muka siwon langsung inget dahyun
      akhirnya kesal terus bawaannya..

  4. Ada kesalahan: typo, kurang kata, ejaan. Menghela mjd ‘menggela’,,
    ‘bagaimana kalau temaniku-‘ lbh baik mjd ‘bagaimana kalau kau menemaniku-‘ tp cm dikit bgt kok. Jd, jgn jadikan beban y,, ^^
    Bgmn kalau kamu buka topik d postingan tersendiri utk m’cari editor crita d sini? Moga aja ada yg minat. Sayang.a q ga punya kompi atw laptop si..
    Itu Lee Dahyun, punya ‘predikat’ apa y? Serem bgt.. Obsesi yg luar biasa a.n.e.h..#plakk.
    Moga aja siwon ksh ijin k soo supaya hyunsa d bw k psikiater,, aneh dgn watak keras.a, pelampiasan emosi, dan sembunyi2 dlm urusan,, berasa lht tom riddle y yg trakhir?#plakk. Abaikan.
    Ini komen gaje bener y.. Inti.a chapter dpn mulai menuju jalan klimaks y? D tunggu..
    Terima kasih. ^^

  5. Ada kesalahan: typo, kurang kata, ejaan. Menghela mjd ‘menggela’,,
    ‘bagaimana kalau temaniku-‘ lbh baik mjd ‘bagaimana kalau kau menemaniku-‘ tp cm dikit bgt kok. Jd, jgn jadikan beban y,, ^^
    Bgmn kalau kamu buka topik d postingan tersendiri utk m’cari editor crita d sini? Moga aja ada yg minat. Sayang.a q ga punya kompi atw laptop si..
    Itu Lee Dahyun, punya ‘predikat’ apa y? Serem bgt.. Obsesi yg luar biasa a.n.e.h..#plakk.
    Hyukkie,, aku padamu.. #pletakk.
    Uh, kyu cemburu donk,, pgn lht ‘gahar’.a kyk mana,,
    Moga aja siwon ksh ijin k soo supaya hyunsa d bw k psikiater,, aneh dgn watak keras.a, pelampiasan emosi, dan sembunyi2 dlm urusan,, berasa lht tom riddle y yg trakhir?#plakk. Abaikan.
    Ini komen gaje bener y.. Inti.a chapter dpn mulai menuju jalan klimaks y? D tunggu..
    Terima kasih. ^^

    1. hehehe.. ada typo lagi ya. maaf… sepertinya terlalu tidak menulis /padahal cuma dua atau tiga bulan/
      tenang ajah, gak beban koq. malah jadi pembelajaran ^^
      ehh.. beta readers. boleh juga ide nya ^^
      predikat Lee Dahyun? Selama kuliah dia dijuluki Wanita Cantik dari Neraka #AsalBangetDehJulukanIni
      kyuhyun cemburu itu serem lhoo #percaya!
      semoga ya.. takutnya hyunsa bisa punya gangguan psikologis di masa depannya
      kan kasian TT.TT
      iya.. udah mulai bosen dengan yang datar-datar
      kembali kasih

  6. Entah firasatku aja atau kakak memang berencana buat cerita ini makin tegang?
    Kalo boleh sedikit menebak (dengan insting sok tau), kayaknya memang bakal ada masalah besar karna kehadiran Dahyun..
    Oke, Dahyun hanya perantara. Mungkin saja Dahyun nantinya akan mempercepat Kakek Choi tau tentang hubungan WonKyu ._.
    Mengenai Hyukjae, dia punya rencana apa untuk Hyunsa hm??
    Dan aku juga penasaran tujuan utama Dahyun gak menyerah untuk Choi Siwon!!
    Aku tunggu kelanjutannya kak 😉

    1. makin tegang? itu pasti, kan gak mungkin datar terus. bisa bosen nanti
      well.. sejak awal kemunculan dia memang selalu bawa masalah bukan? jadi gak perlu heran lagi ^^v
      dahyun bisa jadi hanya perantara atau dia adalah penyebab masalah terbesar nantinya /lirik kakek choi/
      hyukjae gak punya rencana apa-apa koq sama hyunsa… #gak tau juga sih

  7. huaa saeng !! kau membuatku was2 membaca’a,apa lg kalo udh menyangkut dahyun !
    sumpah tuh anak bener2 menyebalkan !!
    *plakk

    weew..blm lg masalah diera ( atau hyunsa ? ) – siwon blm slsai,di tambah lg masalah dahyun ?! omaigad !! bener2 makin bertambah rumit ini masalah’a :/
    itu jg kyu,knapa coba hrs nyuruh siwon bwt mnghubungi dahyun ? kyu neo pabboya !
    *di glare kyu
    kkk ~
    emg kbnyakan pake nama diera saeng,kalo hyunsa msih secuil .
    wks
    baguus..pagi2 kau udh bkin aku was2 stgh mampus (?) bc nih ff xD

    1. turunan mungkin onnie??
      sebenernya masalah siwon sama hyunsa bisa diselesaikan dalam satu hari
      cuma hyunsa kelewat keras kepala jadi siwon agak kesulitan
      err… kyuhyun lagi labil onnie. mungkin dia sedang khilaf? entah…
      soalnya aku masih rada aneh kalo tiba-tiba diera dipanggil hyunsa lagi
      belum dapat alasan kenapa nama hyunsa kembali dipakai

  8. huwaaa makin ribet, blom bca aja uda deg2 an, berterimakasih pd sihyun yg pg2 uda sms kalo only one uda publish :*

    huhf, aku bngung sendiri mau coment apa, dr semua epep mu saeng , only one ini yg pling menegangkan, entahlah, aku lbih pnya firasat buruknya dr pd baiknya tentang konflik2 yg terjadi #plak

    Well, setelah part ini aku tak bs membayangkan next nya, sepertinya memang akan terjadi hal yg buruk, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Choi Hyunsa dan Lee dahyun #sotoy kambuh
    p.s : demi apaaa pen ngelempar dahyun ke gunung salak (?)biar kagak blik2 dah ke korea(?) gak suka LEE DAHYUN …. huhuhu

    1. Only One udah dipublish sejak siang onnie ^^
      kekekeke…
      ehh.. Only One yang paling tegang? padahal genrenya masih family, romance BL #polos
      well.. kita tunggu apakah firasat onnie akan terbukti nantinya
      wuehehehehe.. #evillaugh
      P.S Silahkan lempar dahyun kemana-pun onnie, tapi kalau fanfic ini udah selesai masa publish. soalnya dia masih aku sangat butuhkan untuk mengganggu hubungan siwon-kyuhyun kekekekekeke…

  9. oh tidak semakin lama semakin rumit untukku, udah gitu sifatnya diera ga bisa ditebak. si dahyun itu juga rada membingungkan. ckck kurasa aku akan baca sekali lagi biar makin ngerti heheh

  10. Firasat berkata next part akan ad sesuatu yg buruk, apakah itu? Jengjengjengggggggg /bahasanyaaaaa -_-
    Welll, authornim I don’t mind if u put a little or much angst for next chaptersssssss. But pls pls plsss, I beg u with all my heart……. End the chapter with a happy ending story *bow

  11. wae kyu?! kenapa kau malah nyuruh siwon hubungi dahyun sih… siwon juga, kenapa ga nolak?!
    aishh capter ini bikin aq kesel. dahyun selalu muncul!! eergh…
    hyukjae, bener gda motif terselubung jadi pelatih bisbol di sekolahan diera?! patut diwaspadai.
    curiga nanti ada konflik diantara wonkyu

    1. biar masalahnya jelas, dan dahyun gak minta ketemu siwon mulu
      mending juga ketemuan sekarang daripada bikin mereka kena masalah yang lebih besar dari ini
      dahyun kan jadi peran antagonis, makanya dia selalu muncul dong
      ehehehe…
      hyukjae gak punya motif apapun koq… ^^

  12. kyuhyun si pipi tembem #makin bulet aja tuh pipi# happy birthday~
    tambah usia, makin manis dan menggemaskan deh. kkk…
    nice ff ^^

  13. gimana dong dng hubungan wonkyu nntnya…??? kok makin rumit gini sich. utk masalah diera gak smp separah itu kan…??? smp di bawa ke psikiater. apapun yg terjadi wonkyu hrs ttp bersatu.

    1. errr… doakan semoga hubungan mereka berdua baik-baik saja ne
      yang buat rumit salahkan penulisnya yang buat jadi serumit ini
      hyunsa memang semakin parah gangguan perilakunya jadi butuh bantuan psikiater

  14. msh bngung dgn nma teman diera dan nma diera yg asli…
    hyusa dan ?????

    huhuhu…
    saia sempet lupa mslah pa yg d ributkn diera ma siwon???
    can u tell me???

    it’s ok..
    saia slalu menunggu kelanjutan ny…
    keep writing

    1. nama diera sebenarnya itu choi hyunsa. nah, kalo temen-temennya itu ada narin dan hyesa
      maaf kalo bikin bingung yaa..
      diakhir part 11 itu, hyunsa dan siwon bertengkar karena siwon dengan bodohnya mengatakan kalau seharusnya sejak dulu ia menikah, jadi hyunsa bisa mendapat pendidikan yang layak dari seorang ibu. nah.. dari situ hyunsa salah paham dengan yang dimaksud dengan “ibu”
      karena yang hyunsa maksud, siwon seharusnya bisa menikah lebih cepat kalau saja hyunsa tidak menggagalkan “perjodohan” dari kakeknya itu
      sedangkan saat ini siwon sedang berhubungan dengan kyuhyun. seperti itulah..
      maaf, balasan nya lama

    1. hyukjae gak ikutan rencana dahyun. toh.. dia yang bilang sendiri ke hyunsa kalau dia gak sepenuhnya setuju sama apa yang dilakuin adiknya bukan?
      hyunsa sepertinya memang punya masalah gangguan prilaku

  15. huwaaaa….masalahnya smakin rumit..
    Dahyun punya rencana apa sih…??
    Kyu,,kau sangat baik nak #plak..
    Truss Diera,,apa mmng dia ada klainan??
    ahh,,peasaran..
    lanjut 🙂

    1. rencana dahyun? hanya dia dan tuhan /dan aku tentunya…/ yang tahu
      ehehehe…
      kyuhyun memang baik. baik banget malah, saking baiknya dia sering jail
      hyunsa? dia punya gangguan perilaku

  16. Maaaaaf…. baru berkunjung n baru baca….

    Huwaaa makin seru…..
    Ternyata Hyukjae nggak ikutan rencana Dahyun, syukurlah
    Susah banget kalo ada diposisi Kyu, karena terlalu memikirkan orang lain, dia jadi mengabaikan perasaannya sendiri. Tapi, suka banget dengan karakter Kyu.
    Ditunggu lanjutannya…….

    1. hehehe… gak apa-apa koq ^^
      iya, dia kan emang gak setuju sama rencana apapun dahyun sejak awal
      mencoba sesuatu yang baru pada kyuhyun, karena dia telalu dapet sering karakter yang sedikit “badung”

  17. jujur bingung mau coment apa karena eritanya makin menarik aja apalagi sikap diera yang ng2 gampang ketebak

    oh kenapa aku jadi was-was sama hubungan wonkyu moga aja ng2k ada hal besar yang bakal terjadi…

  18. kenapa kyuhyun ga cemburu? mungkin kalau dalam dunia pacaran orang dewasa seperti itukah? bisa memahami,,, tapi aku pengen kyu cemburu kayak waktu dia liat siwon sama dahyun di toko baseball itu heheehe

    eunhyuk bener2 baikkah? atau dia cumannnn…. ditungguuuuu next chapnyaaa >.<

  19. pfuuiih akhirnya aku bisa baca juga

    makin deg2an ama hubungan wonkyu.
    apa si dahyun akan bawa pengaruh besar ya ma hubungan wonkyu??
    cuma berharap biar wonkyu trus bersama.

    mm tuk ff na yang the president aku save dlu ya.
    boleh kan??
    ntar ku comment klo selese bc.
    mianhe klo telat commentku

  20. annyeong…eonni sdh nyampe chap ni ja
    sebelumnya eonni mo bilang,lagi-lagi eonni dibuat suka sm FF andiera-sshi.well…jgn salahkan eonni klo lagi2 eonni akan memuji atau memberikan komentar positif atau entahlah namanya itu…
    well…untuk FF ni alurnya terasa lambat tp jg gak bosenin,hanya ceritanya lmyan sdkit berputar,oke..poros utama cerita ni mnrut eonni adalah andiera choi,benar???dgn segala tingkah “aneh”nya (klo sebagian cast disini sepakat diera konsul k psikiater,maka eonni yg prtama bakal setuju). sifat anak itu menyeramkan meski dlm berbagai scne trlihat cerdas dan menggemaskan,tp sumpah…eonni g ngebayangin klo punya ponakan kyk gitu,untung dady-nya cakep (hyyaaa….ditendang kyu). dan ttg diera yg menolak segala bntuk perjodohan ato usaha agar dady-nya menikah lagi,dlm hal ini eonni bisa mrsakan 100% gimana rasanya itu (stop!!!itu hanya curhatan eonni, dan g enitng)

    about wonkyu…so cheesy,scene kisseu dan nyerempet2 “bahaya” bertebaran,dan kyknya semua reader merasa trmanjakan,bwahahah….ah..harusnya dr awal diitung berapa kali tuh mereka praktek lovey dovey…

    lagi-lagi wonkyu dihadapkan pd problem sosial,yah…itulah yg membuat eonni tmbah suka sm FF andiera,gay bkan maslah mudah bgi kita,trmasuk masyarakat korea.jd klo eonni nemu FF yg yaoi yg justru didalamnya dibilngin susahnya mnjalnai hdup sbgai “orang yg berbeda” kykny lbih keren gitu,konflikny lbih trasa g hanya ngurusin mslah kasmaran (itu hnya pndangan eonni sih)

    special buat chap ni…eonni hnya mo bilang,njelimet,riweuh….kyknya jg story yg ni malah tmbah runyam,bru ja diera mutusin ngerestuin hub.wonkyu eh…muncul masalah baru yg spertinya lebih besar (tunjuk lee dahyun), buat next chap mdh2 g dibiki riweuh lagi,heheh…dpt pencerahan tuh maslah (terutama buat diera dg sifat anehhnya),spcial jg buat lee dahyun yg dah kyk nenek sihir psyco

    btw…sempet lupa napas pas scne diera+kyu kissing,kirain kyu mo ganti arah ja, ato kepergok siwon,hwooaaaa dah kalang kabut aja bacanya

    ahirnya eonni g bosen bilang gamshamnida krn sdh nlis FF yg keren dan ngasih kesemptan buat eonni buat baca…(hug)

    p,s:
    titip peluk manis buat appa bear Jung Yunho (pasrah dilindes gajah)

    1. awal aku membuat fanfic ini adalah saat aku berpikir ketika gay dihadapkan pada prespektif masyarakat umum yang merasa tabu dengan gay. hanya bagian kecil dari pemikiran spontan yang kemudian aku tuangkan kedalam fanfic. aku memang berdasar pada konflik di masyarakatnya. bukan pada siwon dan kyuhyun. toh, mereka kan udah saling cinta, untuk apa dibuat konflik yang berkepanjangan. sampai akhirnya, aku membuat bahwa masayarakat umum yang akan menguji cinta mereka.. /cielah.. bahasanya lebay sekali saya ini/
      sebenarnya aku juga kurang melakukan research untuk hal ini. semua semata hanya pada sebuah pandangan subjektif aku semata
      awal menulis aku sempat merasa ragu dengan alur cerita seperti ini. karena karakter choi hyunsa yang sepertinya terlalu kuat padahal ini adalah fanfic wonkyu. dan secara perlahan, aku mulai mengurangi “keterlibatan” hyunsa dalam hubungan siwon dan kyuhyun.
      entahlah… aku merasa kurang yakin. dahyun itu mungkin hanya sebuah peran kecil bagian dari konflik masayarakat umum. nanti masih ada dari pihak appanya siwon..
      sama-sama onnie..
      semoga onnie gak pusing membaca tulisan kacau aku..

      /karena akhirnya karena ide kacau inilah yang membawa aku membuat makalah ilmiah untuk tugas MPHI/

  21. yang paling aku suka dari chapter ini,, interaksi antara hyunsa sama hyukjae. gak tau kenapa. tp eunhyuk berasa keren bgt disini. fighting, Ra!!

  22. thanks banget udh bales e-mail aku,thor hehe xDD
    jadi bisa langsung lanjut baca ini ff xDD aaaaaa~
    baiklah tak usah bertele tele-..-
    nah gini dong,wk moment dibanyakin/? xD bwahahaha
    nyesek juga jadi diera:/ rasanya semacem dihianatin….tapi ini sama daddynya sendiri TT
    ntahlah tapi keren banget ffnya xDDD
    daebaaak!! mau lanjut chap 13 ne xD byee

  23. aq mw koment dr awal!!! cz bacanya nggradak niihh… ><
    ,,awal nemu nama lee daehyun, ntah knpa lngsng mikir, jngn2 ni adegnya nahyun… tp trnyta mlah adegnya hyuk… ato mngkin sodara, sepupu, teman lama, ato apalah… ato mw blas dendam *tp buat apa cobakk??* #mikir keras… apalagi liat kgigihannya sii daehyun gtu… hhmmm.. ada mksud apa cobak??
    ,,blom lg hyuk yg kyak gtu.. mski skilas kyake gda hubungannya krn dy jg kyak rese' ama adegnya.. tp gmn gtu….
    ,,trs buat diera… setuju ama pmikirannya chul yunho dkk… diera itu ruet njlimet.. dy kyak pnya pmikiranx sndri yg gbs dtebak orng lain… rasanya, dy pnya sifat egois, seenak jidat, evil, stress, sensitif, trauma, susah dmngerti, campur lah wess pkoke.. ato malah bneran mngkn dy dady's complex?? tp kan dy suka kyu… apa krn sakit hati yg uda trlalu nemen mknya dy kyak gtu?? dy kyak gbs ngendaliin emosi ama pmikirannya sndri..
    ,,nah.. saiia ktularan diera nihh jdi nebak yg macem2…. -,- hhahah… peace buat authornya… ^^v.

  24. . lee dahyun bner” nekat . gag ada nyerah na . udah d kasi peringatan ma diera jg . ckckck .
    . kira” apa yg ingin d bicarakan dahyun ttg diera ? apa masalah diera yg mngatakan kalo daddy gay ?
    . apa hyukjae benar” gag ada motif trsembunyi tuh dg du jd pelatih d sekolah diera ?

  25. kayanya bener deh kalo diera punya gangguan emosi yg kurang bagus.
    itu si dahyun beneran suka atau terobsesi atau cuman pengen maen maen.
    berharap masalah tentang dahyun cepat berakhir !!!

  26. akhirnya sampe part ini dan bisa koment …. kyaaaaaaa beneran deh, beruntung aku kenalan sma bnyak wks di fb jd dpt rekomend ini efef dan poll bgt deh….
    sejak jd wks stngah tahun lalu sibuk brburu efef… tapi itu2 ajah, tau2nya ada yg keren kaya only one ini…. (╥﹏╥)
    aku suka cara oenni(?) *aku 90L bener gak nih panggilnya*
    ngasih flashback tiap ada yg haru di jelasin kaya waktu diera tanya apa wonkyu udeh pernah ngeseks *yadong akut yg di ingetnya cuma itu*
    alurnya menurut aku cepet ko tp krakter dier emang dominasi di awal dan die bener2 gak bisa di tebak…. ><
    klo typo oenn sering ketinggalan di, ke pokoknya bgtu deh…
    selebihnya feel dpt bgt pas wonkyu lagi lovey dovey, aku sampe nyengir kuda sendiri bacanya…. momdad so sweet bangetttttt… mana kalo kissuean lupa daratan lagi…. -__- tp kmarin sempet baca dikit part 24 kayanya sad end nih… jgn pisahin wonkyu dongggg….. u,u
    aduh ini koment gaje banget, mangap yah…. tp aku usahkan selanjutnya tiap part koment….p

  27. Masalah besar pasti akan segera datang. Ko aku malah pengen Kyu putus aja ya dari Siwon, ga tau kenapa kayanya kasian aja ngeliat dia menderita. Blm ngadepin kakek Choi aja masalah udah banyak kaya gini apalagi kalo sang penguasa Choi sudah tau pasti hidupnya akan lebih menderita lagi. Meskipun bukan hanya Kyu saja yang menderita tapi Siwon and Hyunsa juga. Lagian Hyunsa ini mikirnya pendek, dia tidak berfikir apa akibat dari kelakuannya nanti untuk Kyu dan Siwon meskipun sekali lagi dia lakukan itu untuk kebahagiaan ayahnya sendiri.
    Apa Dahyun bener2 adiknya Hyukjae?

  28. Author part 1 nya ko aku ketemu ya?? Bisa tolong bantu. Aku harus ngapain?? Udah search tapi yang paling lama keluar yang only one epilognya. Sama part 12 ini. Jauhh banget aku jadi ga ngerti alur dari awalnya

  29. Author part 1 nya ko aku ga ketemu ya?? Bisa tolong bantu. Aku harus ngapain?? Udah search tapi yang paling lama keluar yang only one epilognya. Sama part 12 ini. Jauhh banget aku jadi ga ngerti alur dari awalnya

  30. Isss lee dahyun bener2 ngeselin..
    Udh jelas2 ditolak sama siwon dan diera msh aja ttp ngotot ngejar2 siwon..
    Kyk nya bakal ada masalah yg besar dan cukup rumit dalam hubungan wonkyu

    Btw gomawo diera udh dikirimin file part 1 nya.., 🙂

  31. Krna aku ga bs bca part awal,,meski sdh dpt dokumennya…jdi aku hnya mncoba memahami ceritanya….
    Motif dahyun mlakukan smuanya apa???? Dn dngguh kh hyuk ga trlibat dgn motif dahyun????
    Di ff ne spertinya kyu jdi good boy????isnt he??????? Dn spertinya jg posisi kyu dsini ckup sulit dn dilema….

  32. halo eonni, aku pengunjung baru disini hehe:)

    aku suka banget ff eonni yang only one. aku juga lagi ngikutin ff eonni yang only one btw aku mau baca yang dari part 1 nya dong eonn, gimana caranyanya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s